Skip to search.

Breaking News Visit Yahoo! News for the latest.

×Close this window

Bayi-Kita · Bayi Kita

The Yahoo! Groups Product Blog

Check it out!

Group Information

  • Members: 8063
  • Category: Parenting
  • Founded: Jul 14, 2005
  • Language: English
? Already a member? Sign in to Yahoo!

Yahoo! Groups Tips

Did you know...
Hear how Yahoo! Groups has changed the lives of others. Take me there.

Messages

Advanced
Messages Help
Messages 14 - 47 of 54369   Oldest  |  < Older  |  Newer >  |  Newest
Messages: Show Message Summaries Sort by Date ^  
#14 From: Bayi-Kita@yahoogroups.com
Date: Wed Nov 2, 2005 2:07 am
Subject: File - WORLD HEMOPHILIA DAY, 17 APRIL MENGENAL SERBA-SERBI HEMOFILIA
Bayi-Kita@yahoogroups.com
Send Email Send Email
 
WORLD HEMOPHILIA DAY, 17 APRIL MENGENAL SERBA-SERBI HEMOFILIA

Tak ada yang perlu dibatasi dari aktivitas anak dengan hemofilia. Bedanya ia
harus menjalani terapi obat dan transfusi darah.

Hemofilia adalah gangguan atau kelainan turunan akibat terjadinya mutasi atau
cacat genetik pada kromosom X. Kerusakan kromosom ini menyebabkan penderita
kekurangan faktor pembeku darah sehingga mengalami gangguan pembekuan darah.
Dengan kata lain, darah pada penderita hemofilia tidak dapat membeku dengan
sendirinya secara normal. Proses pembekuan darahnya pun tak secepat rekannya
yang normal.

Hemofilia tak mengenal ras, perbedaan warna kulit ataupun suku bangsa. Namun
mayoritas penderita hemofilia adalah pria karena mereka hanya memiliki satu
kromosom X. Sementara kaum hawa umumnya hanya menjadi pembawa sifat (carrier).
Seorang wanita akan benar-benar mengalami hemofilia jika ayahnya seorang
hemofilia dan ibunya pun pembawa sifat. Akan tetapi kasus ini sangat jarang
terjadi. Meskipun penyakit ini diturunkan, namun ternyata sebanyak 30 persen tak
diketahui penyebabnya.

Penderita hemofilia berat dapat mengalami beberapa kali perdarahan dalam
sebulan. Kadang perdarahan terjadi begitu saja tanpa sebab yang jelas. Penderita
hemofilia sedang lebih jarang mengalami perdarahan dibanding penderita hemofilia
berat. Perdarahan itu sendiri terjadi akibat aktivitas fisik yang terlalu berat,
seperti olahraga yang berlebihan. Penderita hemofilia ringan lebih jarang lagi
mengalami perdarahan. Mereka mengalami masalah perdarahan hanya dalam situasi
tertentu, seperti operasi, cabut gigi atau mangalami luka serius.

CERMATI GEJALANYA

Seseorang diduga menderita hemofilia bila terjadi benturan pada tubuhnya akan
selalu mengakibatkan kebiru-biruan (perdarahan di bawah kulit) sebagai
gejalanya. Bahkan luka memar juga bisa terjadi dengan sendirinya alias spontan
jika penderita melakukan aktivitas fisik yang tergolong berat. Perdarahan di
bawah kulit ini sering terjadi pada persendian atau otot seperti siku tangan
maupun pergelangan kaki atau lutut kaki. Akibatnya, muncul rasa nyeri yang
hebat, bahkan kelumpuhan. Bila perdarahan tak segera berhenti atau perdarahan
terjadi pada otak, akibatnya bisa fatal karena bisa berakhir dengan kematian.

MENJALANI TERAPI

Pengobatan terhadap penderita hemofilia berupa pemberian rekombinan faktor 8
atau 9 yang diberikan dalam bentuk suntikan maupun transfusi. Pemberian
transfusi rutin berupa kriopresipitat-AHF untuk penderita hemofilia A dan plasma
beku segar untuk penderita hemofilia B. Terapi lainnya adalah pemberian obat
melalui injeksi. Baik obat maupun transfusi harus diberikan pada penderita
secara rutin setiap 7-10 hari. Tanpa pengobatan yang baik, hanya sedikit
penderita yang mampu bertahan hingga usia dewasa.

Namun perlu diketahui ada obat-obatan tertentu yang tak boleh diminum penderita
hemofilia, yakni golongan obat yang memengaruhi kerja trombosit yang berfungsi
membentuk sumbatan pada pembuluh darah. Pasalnya, hemofilia merupakan masalah
perdarahan. Minum obat ini hanya akan memperburuk perdarahannya. Detailnya,
penderita hemofilia tidak boleh mengonsumsi obat yang mengandung aspirin, obat
antiradang jenis nonsteroid, ataupun pengencer darah seperti heparin. Sementara,
obat yang mengandung acetaminophen dapat dipakai untuk mengatasi demam, sakit
kepala dan nyeri.

Ada pula hal lain yang harus diperhatikan. Setiap penderita hemofilia harus
mengenakan gelang atau kalung penanda hemofilia demi kewaspadaan medis. Kenapa
begitu? Karena hemofilia memang tidak populer dan tidak mudah didiagnosis. Jadi,
ketika yang bersangkutan mengalami kecelakaan atau keadaan darurat lainnya,
gelang/kalung tersebut akan sangat membantu personel medis untuk segera
menanganinya. Yang tak kalah penting, setiap penderita hemofilia harus
mengetahui kondisi hemofilianya, selain mengetahui obat apa yang harus
diterimanya dalam keadaan darurat dengan selalu membawa keterangan tentang
dirinya. Ia harus tahu bahwa ia tidak boleh mendapat suntikan ke dalam otot
karena bisa saja menimbulkan luka atau perdarahan.

YANG PATUT DIPERHATIKAN

Lalu hal apa saja yang patut diperhatikan para penderita hemofilia? Berikut
beberapa di antaranya:

1. Mengonsumsi makanan atau minuman yang sehat dan menjaga berat tubuh agar
tidak berlebihan. Pasalnya, berat badan berlebih dapat mengakibatkan perdarahan
pada sendi-sendi di bagian kaki (terutama pada kasus hemofilia berat).

2. Penderita hemofilia sangat perlu melakukan olahraga secara teratur untuk
menjaga otot dan sendi tetap kuat dan untuk kesehatan tubuhnya. Kondisi fisik
yang baik dapat mengurangi jumlah masa perdarahan. Namun penderita hemofilia
harus menemukan sendiri aktivitas fisik apa yang dapat dan yang tidak dapat
dilakukannya. Banyak orang dengan hemofilia ringan ikut dalam semua jenis olah
raga, termasuk olah raga aktif seperti sepakbola dan olahraga berisiko tinggi.
Sementara bagi penderita hemofilia berat, aktivitas serupa dapat menimbulkan
perdarahan yang parah. Yang jelas, olah raga yang sangat dianjurkan adalah
berenang.

3. Penderita mesti rajin merawat gigi dan gusi serta rajin melakukan pemeriksaan
kesehatan gigi dan gusi secara rutin, paling tidak setengah tahun sekali.
Kenapa? Karena kalau giginya bermasalah semisalnya harus dicabut, tentunya dapat
menimbulkan perdarahan.

4. Mengikuti program imunisasi. Catatan bagi petugas medis adalah suntikan
imunisasi harus dilakukan di bawah kulit dan tidak ke dalam otot, diikuti
penekanan pada lubang bekas suntikan paling tidak selama 5 menit.

5. Hindari penggunaan aspirin karena dapat meningkatkan perdarahan. Penderita
hemofilia dianjurkan jangan sembarang mengonsumsi obat-obatan. Langkah terbaik
adalah berkonsultasi lebih dulu pada dokter.

RAGAM HEMOFILIA
SEBENARNYA ada 13 faktor pembekuan darah. Penderita hemofilia biasanya tak
memiliki atau kekurangan faktor 8 atau 9. Secara garis besar hemofilia dibedakan
menjadi dua, yakni:

* Hemofilia A yang terjadi karena defisiensi atau kekurangan faktor 8

* Hemofilia B yang terjadi karena defisiensi atau kekurangan faktor 9.

Selanjutnya, defisiensi faktor pembeku darah itu sendiri dibagi dalam 3
kriteria, yaitu:

- Hemofilia berat, jika faktor pembeku darah kurang dari 1%.

- Hemofilia sedang, jika faktor pembeku darah antara 1-5%.

- Hemofilia ringan, jika faktor pembeku darah antara 6-30%.

Jadi, gangguan pembekuan darah terjadi karena jumlah pembeku darah jenis
tertentu kurang dari jumlah normal, bahkan hampir tidak ada. Sementara tingkat
normal faktor 8 dan 9 adalah 50-200%. Pada orang normal, nilai rata-rata kedua
faktor pembeku darah adalah 100%.

Sebenarnya hemofilia A atau B adalah suatu penyakit yang jarang ditemukan.
Hemofilia A terjadi setidaknya 1 di antara 10.000 orang. Sedangkan hemofilia B
lebih jarang ditemukan, yaitu 1 di antara 50.000 orang. Sayangnya, sepanjang
hidupnya penderita hemofilia terus memerlukan faktor pembeku darah.

BUKAN TANPA MASA DEPAN
HEMOFILIA sebetulnya bukanlah suatu penyakit yang menakutkan. Seorang penderita
hemofilia tetap bisa kok menjalani hidup dan beraktivitas sebagaimana layaknya
manusia normal hingga dapat menjadi individu produktif. Mereka dapat memberikan
kontribusinya kepada masyarakat luas sesuai dengan bakat dan keahlian
masing-masing hingga tak harus menjadi beban masyarakat. Penderita hemofilia
yang memperoleh pengobatan memadai dan mendapat perawatan yang baik tentunya
akan menjadi individu dewasa yang produktif dan mampu berprestasi lazimnya
individu normal.

MENGENAL YAYASAN HEMOFILIA INDONESIA
PADA tanggal 17 April 1994 para orang tua penderita hemofilia mengadakan
pertemuan untuk membentuk Perhimpunan Orang Tua Penderita Hemofilia Indonesia
(PEROPHI) yang kemudian diresmikan tanggal 16 November di tahun yang sama.
Seiring dengan berjalannya waktu, para pengurus dan anggota PEROPHI merasa bahwa
perhimpunan ini perlu dikembangkan dengan membentuk sebuah badan yang sah secara
hukum. Lalu berdasarkan Rapat Umum Anggota dan Rapat Pengurus PEROPHI yang
diadakan beberapa kali selama bulan Juli 1998, di hadapan notaris para pendiri
sepakat mensahkan berdirinya Yayasan Hemofilia Indonesia (YHI) tanggal 10
Agustus 1998.

YHI mempunyai misi penting untuk membantu para penderita dan keluarganya. Di
antaranya memberi keringanan dalam pengobatan, penyediaan obat murah atau bahkan
cuma-cuma bagi yang kurang mampu, pengadaan sarana transfusi darah dan
mengupayakan terbentuknya pusat pelayanan bagi penderita hemofilia di seluruh
Indonesia.

Menurut Ketua Harian YHI Novi Riandini Gunarso, dalam rangka memperingati Hari
Hemofilia Sedunia pada 17 April ini, YHI menyelenggarakan Hemophilia Camp pada
tanggal 16-17 April di kawasan Ciloto, Jawa Barat. Rencananya acara tersebut
akan dihadiri sekitar 75 penderita hemofilia beserta orang tuanya yang antara
lain berasal dari Jakarta, Bandung dan Semarang. Salah satu kegiatannya adalah
family gathering berupa penjelasan mengenai home therapy dan sebagainya. Selain
itu ada berbagai kegiatan seperti games dan permainan yang menarik bagi
anak-anak penderita hemofilia agar mereka tumbuh menjadi sosok yang selalu
gembira dan tak minder karena penyakit yang dideritanya.

Narasumber:

Prof. Dr. S. Moeslichan Mz. Sp.A(K),

Ketua Himpunan Masyarakat Hemofilia Indonesia dan

Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Hemofilia Nasional

RSUPN Cipto Mangunkusumo, Jakarta

Hilman Hilmansyah. Foto: Dok. Yayasan Hemofilia Indonesia







GANGLION, BENJOLAN YANG SERING DIKIRA TUMOR
Jangan keburu panik bila menemukan benjolan di tubuh anak, terutama di tangan
dan kaki. Siapa tahu cuma ganglion.


Buat kebanyakan orang, istilah ganglion memang masih asing di telinga. Tak
sedikit awam mengira ganglion adalah penyakit yang mematikan seperti halnya
kanker atau tumor. Kebanyakan karena melihat tanda-tanda kemunculan ganglion
yang mirip tumor atau kanker, yaitu berupa benjolan di tubuh. Padahal, ganglion
bukanlah penyakit yang menakutkan dan mematikan. Sekalipun dibiarkan hingga
bertahun-tahun, penderitanya tetap sehat dan tak akan mengalami sesuatu yang
negatif. Malah, lama-lama ganglion bisa hilang dengan sendirinya tanpa kita
sadari. Walau begitu, untuk memastikannya, penderita tetap harus diperiksakan ke
dokter.

Ganglion bisa terjadi pada siapa saja, dari anak-anak hingga orang dewasa.
Kemunculannya disebabkan kebocoran pada pembungkus cairan sendi. Cairan ini
sebetulnya berfungsi melumasi sendi sehingga tidak merusak tulang rawan saat ada
gerakan. Cairan pelumas yang bocor ini kemudian membentuk gelembung, seperti
kapsul, yang mendesak kulit sehingga tampaklah benjolan di permukaan kulit.

Banyak faktor yang menyebabkan bocornya pembungkus cairan sendi, tetapi yang
paling sering adalah trauma atau benturan. Cairan pelumas juga terdapat pada
tendon atau urat yang menggerakkan tulang. Jika kapsul atau pembungkus pelumas
tersebut bocor, maka bisa timbul ganglion. Robeknya pembungkus pelumas mirip
dengan penyebab bocornya cairan sendi.

CIRI-CIRI GANGLION

Nah, untuk mengetahui benjolan tersebut adalah ganglion atau bukan, mudah saja.
Benjolan pada ganglion berdiameter paling besar ± 1-2 cm. Kalau dipegang terasa
kenyal, dan semakin besar semakin keras. "Jadi, awalnya lembek dan kenyal, tapi
semakin lama ganglion dibiarkan akan semakin keras," ungkap dr. Ifran Saleh,
FICS, DSBO dari bagian Orthopedi RSUPN Cipto Mangunkusumo, Jakarta. Namun jika
terantuk atau tertekan, ben-jolan berisi cairan ini bisa pecah. Karena itulah,
ganglion bisa hilang dengan sendirinya tanpa disadari. "Cairannya sendiri tidak
berbahaya. Itu, kan, cairan tubuh si penderita. Jika pecah, tentu cairan
tersebut diserap kembali oleh tubuh."

Bagian tubuh yang kerap disemayami ganglion adalah sekitar tulang-tulang kecil
di tangan dan kaki baik bagian dalam, punggung, maupun pergelangannya. Di
situlah daerah sendi dan tendon yang sangat rawan mengalami kebocoran pelumas.

OPERASI DAN SEDOT CAIRAN

Kendati ganglion tak berbahaya dan dapat hilang sendiri sekalipun dibiarkan.
Akan tetapi jika penderita sudah merasa tak nyaman atau sakit lantaran benjolan
ini, jangan biarkan hingga pecah sendiri. Jelas, meski keluhannya tak akan
menimbulkan efek yang membahayakan, si penderita akan risih juga. "Jadi lebih
baik segera periksa ke dokter orthopedi untuk dilakukan penanganan," anjurnya.

Jenis penanganan ganglion ada dua cara. Pertama, disuntik untuk mengeluarkan
cairan tersebut dan memberinya obat supaya tak timbul lagi. Kedua, dengan cara
operasi untuk mengambil benjolan tersebut hingga ke akar-akarnya dan
anak-anaknya. "Biasanya ganglion yang besar mempunyai ganglion kecil-kecil di
sekitarnya yang harus diambil supaya tidak sempat membesar."

Seperti halnya penanganan dalam dunia medis pada kasus-kasus lainya, ganglion
pun punya risiko, yaitu tumbuh kembali. "Jika operasinya tidak sempurna, dalam
arti pengambilan anak-anak dan akar ganglion tidak bersih, tentu ganglion yang
tertinggal akan tumbuh menjadi besar."

Begitu juga dengan cara suntik, "Jika obat yang dimasukkan tak mampu menutup
celah yang menjadi timbulnya ganglion, maka ganglion baru akan muncul kembali di
tempat yang sama." Biasanya dokter akan mengajukan pilihan cara penanganan
dengan suntik pada pasien. Bila tidak sukses, barulah dilakukan operasi.

GANGLION TIDAK TERJADI BILA...
Perlu diketahui, kekuatan atau elastisitas kapsul maupun pembungkus cairan
pelumas sendi dan urat, berbeda pada setiap orang. Tak heran bila ada orang yang
sering jatuh tetapi tidak mengalami ganglion, sementara yang jarang jatuh justru
mengalami ganglion. Contohnya anak yang memiliki elastisitas tinggi karena rajin
berolahraga, walau sering jatuh tak terjadi kebocoran pada pembungkus cairan
pelumas sendi dan uratnya.

Ketidakmunculan ganglion setelah benturan bisa jadi disebabkan pembungkus
pelumasnya tetap robek. Tetapi karena robekannya besar, maka tidak ada faktor
yang bisa membuat pelumas tersebut menggelembung dan mendesak kulit. Cairan
tersebut menyebar begitu saja dan diserap kembali oleh tubuh.

Gazali Solahuddin. Ilustrator: Pugoeh
(Nakita)

#15 From: nsulisti@...
Date: Wed Nov 2, 2005 2:39 am
Subject: Ninik Sulistiowati/PACBRANDS is out of the office.
nsulisti@...
Send Email Send Email
 
I will be out of the office starting  02/11/2005 and will not return until
10/11/2005.

With respect to the upcoming Ied Fitr holidays, please note that our office
will be closed from 2nd November until 9th November 2005.

During this holiday closure, I will put all administrative work on hold,
for exception import goods delivery still allow to deliver to our factory,
placed in lobby room.

I will response your email when I return.

I wish you all Happy Ied Fitr - "Mohon Maaf Lahir dan Bathin"

#16 From: Bayi-Kita@yahoogroups.com
Date: Mon Nov 7, 2005 1:15 am
Subject: File - BAYI SAKIT TAK SELALU DISERTAI DEMAM
Bayi-Kita@yahoogroups.com
Send Email Send Email
 
BAYI SAKIT TAK SELALU DISERTAI DEMAM

Lantas bagaimana mengenali sakit pada bayi jika tak muncul demam?

"Memang, semua anak, tak terkecuali bayi, memiliki sensor atau kemampuan
menaikkan suhu tubuh sebagai reaksi melawan penyakit akibat kuman ataupun virus
yang menyerang tubuhnya," kata dr. Zakiudin Munasir, SpA(K) dari RSUPN Cipto
Mangunkusumo, Jakarta. Akan tetapi, lanjutnya, seringkali pada bayi, terlebih
bayi berusia di bawah 3 bulan, tidak menunjukkan gejala naiknya suhu tubuh.
Sekalipun sebenarnya tubuh si bayi sedang berperang melawan serangan virus atau
kuman. "Hal ini dikarenakan sistem sensor panas di tubuh bayi belum sempurna.
Jadi, sekalipun penyakit sudah berada di dalam tubuh bayi atau si kecil sudah
mengalami dehidrasi, tetapi karena chip atau pusat otak belum menerima sinyal
melakukan tindakan, otomatis tubuh si kecil tidak memberitahukan bahwa dirinya
sedang dalam bahaya," papar Zakiudin.

Syukur-syukur "tentara" di tubuh si kecil bisa menang memerangi "makhluk asing"
yang bisa merugikannya itu. Jadi sekalipun tak terpantau, si kecil bisa tetap
sehat dan tidak terjadi hal yang tak diinginkan. Namun bila yang terjadi
sebaliknya, kita seringkali kecolongan. "Saat datang kontrol, penyakit yang
diderita si bayi sudah parah. Kondisi ini terjadi karena orang tua menganggap,
selama bayinya tidak panas, ya, tidak sakit. Tidak mau makan dianggap wajar,
namanya juga bayi. Padahal seharusnya tidak demikian."

KENALI BAYI ANDA

Karena itulah, anjur Zakiudin, dalam merawat bayi, orang tua hendaknya tidak
melulu berpatokan pada termometer alias ada-tidaknya demam. Orang tua harus
mampu mengenali bayinya.

Untuk itu, orang tua perlu melakukan pengamatan sebagai berikut:

1. Apakah hari itu si kecil minum ASI-nya masih seperti hari-hari kemarin?

2. Apakah nafsu makannya (Makanan Pendamping-ASI) masih tetap tinggi seperti
hari-hari sebelumnya?

3. Apakah si kecil cerewetnya tidak berubah alias tidak mendadak menjadi
pendiam?

4. Apakah sorot matanya tetap tajam dan lincah?

5. Apakah tetap aktif dan lincah dalam bergerak?

6. Apakah fisik bayi tak ada yang berubah atau ada sesuatu yang janggal (tidak
seperti biasanya)?

7. Apakah BAB dan BAK normal dan lancar?

Nah, jika jawaban yang muncul dari hasil pengamatan kita adalah kebalikannya,
"Jangan tunggu besok, atau melakukan 'upacara adat' ini-itu. Saat itu juga lekas
bawa ke dokter atau rumah sakit sekalipun si bayi tidak mengalami demam!" tegas
Zakiudin.

Memang, bisa jadi si kecil menolak makan cuma karena sariawan. "Tetapi apakah
orang tua bisa memeriksa sampai sedetail itu? Jadi, daripada kondisi anak
bertambah parah dan diagnosa orang tua meleset, kenapa tidak lebih baik
ditangani oleh ahlinya saja?"

PENGOBATAN FISIOLOGIS

Sebaliknya, jika si kecil tetap aktif, lincah, nafsu makan bagus, minum susu
oke, kondisi fisik baik, buang air besar dan kecil lancar, tapi suhu tubuhnya
naik kurang lebih 37,50C, menurut Zakiudin, orang tua bisa melakukan
tindakan-tindakan untuk mengobatinya sendiri di rumah secara fisiologis, yakni:

1. Berikan keleluasan suhu tubuh si kecil untuk bisa bersirkulasi dengan baik.
Hindari pengenaan selimut atau baju tebal. Malah jika perlu telanjangi saja si
kecil. Pendingin udara sangat boleh kita aktifkan. Justru dengan adanya
pendingin udara bisa memberi keleluasaan yang lebih besar bagi panas tubuhnya
untuk keluar.

2. Berikan minum yang banyak. Dengan cara ini diharapkan si kecil bisa BAK
sebanyak-banyaknya, sehingga bisa membantu kelancaran sirkulasi suhu tubuh.

3. Lakukan kompres air hangat. Menurut hasil penelitian dan penemuan terbaru di
dunia kedokteran, pemberian kompres air hangat paling baik di area tubuh yang
mudah terekspos, seperti dada, perut atau dahi. Dengan demikian pembuluh darah
akan melebar dan ini tentunya mempermudah serta memperlancar sirkulasi suhu

tubuh. Sebaiknya tidak mengompres di area pembuluh darah besar karena pembuluh
darahnya tidak bisa melebar lagi, di ketiak dan selangkangan, misalnya.

"Memang dulu ada anggapan kompres dengan air dingin hingga pengompresan
dilakukan di area pembuluh darah yang banyak, tapi cara tersebut sudah tidak
berlaku lagi," kata Zakiudin. Kompres dengan air dingin justru semakin
mengerutkan pembuluh darah dan bisa terjadi pembohongan tubuh. Maksudnya,
kompres air dingin memang bisa mendinginkan suhu tubuh, tapi itu hanya beberapa
saat saja. "Malah setelah itu bisa jadi suhu tubuh anak semakin panas, karena
sensor suhu tubuh di otak akan menaikkan panas tubuh. Berbeda jika kompres
dengan air hangat, sensor akan memerintahkan tubuh untuk menurunkan suhu
tubuhnya."

Nah, dengan pengobatan fisiologis ini, lanjut Zakiudin, pertahanan tubuh bayi
akan terstimulasi menjadi lebih kuat. Tetapi ingat, cara-cara tersebut dilakukan
selama si kecil tidak mengalami kejang! "Kalau sudah kejang, tak ada kata lain,
usahakan lidah bayi tak tergigit dan saat itu juga bawa ke dokter," anjurnya.

BERIKAN OBAT PENURUN PANAS

Jika dengan penanganan fisiologis ternyata suhu tubuhnya tak kunjung reda atau
sembuh dalam 1x24 jam, bisa jadi panas tubuh si kecil itu karena faktor
nonfisiologis. Penanganan yang harus orang tua lakukan adalah:

1. Tetap menjalankan penanganan secara fisiologis.

2. Berikan obat penurun panas. Jika tidak kunjung reda setelah diberi obat, atau
panasnya naik kembali selang 2 jam setelah minum obat, atau panasnya tambah
tinggi, dan si anak rewel, menolak makan-minum, "Lekas larikan ke dokter. Nanti
dokter akan mencari penyebabnya untuk diobati," kata Zakiudin.

3. Sebaliknya jika kondisi bayi cenderung membaik, "Orang tua boleh melihat
perkembangannya hingga dua hari ke depan." Jika semakin membaik dengan ciri
tidak panas lagi atau berangsur-angsur menurun, aktivitas hingga makan dan minum
kembali seperti semula, bersyukurlah. Tetapi jika di hari ketiga si bayi kembali
panas dan aktivitasnya menurun, lekas bawa ke dokter.

Dalam kaitan dengan penanganan demam pada bayi ini, Zakiudin menyarankan orang
tua untuk selalu menyediakan termometer, pakaian yang menyerap keringat dan
tidak bikin gerah, termos air panas dan dingin, serta obat penurun panas.

Untuk obat penurun panas kita bisa menyediakan obat dari golongan parasetamol
dan ibuprofen. "Obat-obat ini relatif aman sebagai obat pertolongan pertama
menurunkan demam pada bayi." Yang perlu diketahui, parasetamol hanya mampu dan
efektif menurunkan panas tubuh yang biasa atau tidak terlalu tinggi, 38-390 C.
Sedangkan ibuprofen ampuh menurunkan panas tubuh yang tinggi. "Tapi keduanya
cuma memiliki kemampuan menahan panas tubuh selama 8 jam."

Jika si kecil tak bisa atau susah mengonsumsi obat lewat mulut, "Orang tua boleh
menyediakan di rumah obat penurun panas yang dimasukkan lewat anus." Justru obat
seperti inilah yang daya kerjanya lebih cepat karena lebih mudah diserap oleh
tubuh. Tapi ingat, harus dengan sepengetahuan dokter.

Kita boleh saja menyediakan 3 tiga jenis obat tersebut di rumah. Akan tetapi
yang harus diingat, kata Zakiudin, "Orang tua tak boleh lantas percaya bayinya
sudah sembuh walau panas tubuhnya turun setelah minum obat." Sembuh tidaknya
baru bisa dilihat jika bayi tak diberi obat suhu tubuhnya normal, tetap ceria,
tetap aktif, makan-minumnya normal dan banyak.

Bila si kecil mengalami demam/panas hampir setiap minggu, jelas tak wajar. "Ini
harus diperiksa lebih jauh lagi dengan saksama." Tak menutup kemungkinan,
kekebalan tubuhnya tidak baik. Karena wajarnya, demam pada bayi terjadi 2 bulan
sekali atau paling cepat 1 bulan sekali, selama lingkungannya sehat.

DUA PENYEBAB DEMAM
Menurut Zakiudin, demam bisa dikarenakan faktor fisiologis atau faktor akibat.

1. Demam karena faktor fisiologis

Panas atau demam yang terjadi adalah reaksi tubuh melawan kuman yang menyerang.
Jadi, panas tubuh si kecil itu tanda bahwa sistem imunitas tubuhnya sedang
bekerja membunuh penyakit yang datang. "Jadi kalau tubuh anak atau bayi panasnya
baru 38 derajat Celcius dan tidak rewel, lebih baik jangan diberi obat penurun
panas. Biarkan saja, karena dengan suhu tubuh tertentu penyakit yang menyerang
bisa mati."

Dalam otak manusia, termasuk bayi, mempunyai sensor/pusat pengatur suhu. Karena
inilah kenapa tubuh kita tak terpengaruh dengan suhu lingkungan, alias bisa
menyesuaikan diri. Berbeda dengan ikan, jika di air dingin maka suhu tubuhnya
dingin, dan jika di air yang panas suhu tubuhnya pun panas.

Jadi, panas tubuh anak/bayi yang meningkat itu mungkin disebabkan kondisi suhu
lingkungan yang terlalu dingin. "Karena itulah suhu tubuh manusia pada malam
hari cenderung lebih panas."

2. Demam karena faktor akibat

* Akibat infeksi

Saat imunitas bekerja memerangi kuman, dia mengeluarkan zat-zat tertentu yang
merangsang panas tubuh menjadi meningkat. Begitu juga kala imunitas tubuh si
anak/bayi kalah, dia akan megeluarkan zat tertentu yang juga merangsang naiknya
suhu tubuh. Sebaliknya, kuman yang mati oleh imunitas tubuh pun akan
mengeluarkan zat tertentu yang merangsang naiknya suhu tubuh.

Biasanya panas tubuh atau demam karena faktor inilah yang bisa menyentuh level
menghawatirkan, di atas 39 derajat Celcius, bahkan bisa di atas 40 derajat
Celcius. "Nah, di sini umumnya jika si anak tidak kuat atau mempunyai riwayat
kejang, dia akan kejang-kejang." Karena itu, lanjut Zakiudin, jika panasnya
tinggi perlu diberikan obat penurun panas.

* Akibat dehidrasi atau kurang cairan

Anak/bayi yang mengalami diare, kurang minum, hingga kekurangan cairan tubuh
bisa mengalami demam juga. "Cirinya, suhu tubuhnya paling tinggi 380 C." Ciri
lainya: mencret-mencret, sering BAB, loyo, lemah, letih lesu, dan tak bergairah.

Jika dehidrasinya dibarengi komplikasi lain, semisal ada serangan virus, jelas
suhu tubuhnya akan semakin tinggi. Bisa saja menyentuh level di atas 400 C.

MENANGANI KEJANG
Jika anak punya riwayat kejang, pesan Zakiudin, jangan tunggu hinga tiga hari.
Lekas detik itu juga bawa ke dokter. Kecuali bila kita mempunyai obat penurun
panas dari dokter yang sudah ada obat antikejang, "Orang tua bisa sedikit lega
karena boleh saja membawa anak ke dokter beberapa saat kemudian setelah minum
obat tersebut."

Penanganan pertama yang bisa dilakukan orang tua adalah:

1. Buka seluruh pakaiannya untuk memudahkan sirkulasi panas tubuh anak/bayi.

2. Hati-hati, cegah jangan sampai lidahnya tergigit. Caranya, ganjal gigi
anak/bayi dengan dengan benda yang tak membahayakan.

3. Berikan obat antikejang/penurun panas lewat anus.

Gazali Solahuddin. Foto Iman/nakita
(NAKITA)

#17 From: Bayi-Kita@yahoogroups.com
Date: Mon Nov 7, 2005 1:15 am
Subject: File - BEDA KURANG GIZI DAN GIZI BURUK
Bayi-Kita@yahoogroups.com
Send Email Send Email
 
BEDA KURANG GIZI DAN GIZI BURUK

Beragam masalah malnutrisi banyak ditemukan pada anak-anak. Dari kurang gizi
hingga busung lapar. Lalu bagaimana membedakannya?

Masyarakat terhenyak saat berita mengenai busung lapar yang menimpa anak-anak di
NTB marak mengisi media massa. Silang pendapat antarpejabat pun tak kalah marak.
Ada yang mengomentarinya semata-mata sebagai "kecelakaan", sebagian menyebutnya
"sekadar" kurang gizi, dan sebagian lagi tegas-tegas mengatakannya sebagai
busung lapar.

Secara umum, kurang gizi adalah salah satu istilah dari penyakit malnutrisi
energi-protein (MEP), yaitu penyakit yang diakibatkan kekurangan energi dan
protein. Bergantung pada derajat kekurangan energi-protein yang terjadi, maka
manifestasi penyakitnya pun berbeda-beda. MEP ringan sering diistilahkan dengan
kurang gizi. Sedangkan marasmus, kwashiorkor (sering juga diistilahkan dengan
busung lapar atau HO), dan marasmik-kwashiorkor digolongkan sebagai MEP berat.
Apa saja perbedaannya dan bagaimana ciri masing-masing?

KURANG GIZI

Penyakit ini paling banyak menyerang anak balita, terutama di negara-negara
berkembang. Gejala kurang gizi ringan relatif tidak jelas, hanya terlihat bahwa
berat badan anak tersebut lebih rendah dibanding anak seusianya. Rata-rata berat
badannya hanya sekitar 60-80% dari berat ideal. Adapun ciri-ciri klinis yang
biasa menyertainya antara lain:

* Kenaikan berat badan berkurang, terhenti, atau bahkan menurun.

* Ukuran lingkaran lengan atas menurun.

* Maturasi tulang terlambat.

* Rasio berat terhadap tinggi, normal atau cenderung menurun.

* Tebal lipat kulit normal atau semakin berkurang.

MARASMUS

Anak-anak penderita marasmus secara fisik mudah dikenali. Meski masih anak-anak,
wajahnya terlihat tua, sangat kurus karena kehilangan sebagian lemak dan
otot-ototnya. Penderita marasmus berat akan menunjukkan perubahan mental, bahkan
hilang kesadaran. Dalam stadium yang lebih ringan, anak umumnya jadi lebih
cengeng dan gampang menangis karena selalu merasa lapar. Ada pun ciri-ciri
lainnya adalah:

* Berat badannya kurang dari 60% berat anak normal seusianya.

* Kulit terlihat kering, dingin dan mengendur.

* Beberapa di antaranya memiliki rambut yang mudah rontok.

* Tulang-tulang terlihat jelas menonjol.

* Sering menderita diare atau konstipasi.

* Tekanan darah cenderung rendah dibanding anak normal, dengan kadar hemoglobin
yang juga lebih rendah dari semestinya.

KWASHIORKOR

Kwashiorkor sering juga diistilahkan sebagai busung lapar atau HO. Penampilan
anak-anak penderita HO umumnya sangat khas, terutama bagian perut yang menonjol.
Berat badannya jauh di bawah berat normal. Edema stadium berat maupun ringan
biasanya menyertai penderita ini. Beberapa ciri lain yang menyertai di
antaranya:* Perubahan mental menyolok. Banyak menangis, bahkan pada stadium
lanjut anak terlihat sangat pasif.

* Penderita nampak lemah dan ingin selalu terbaring

* Anemia.

* Diare dengan feses cair yang banyak mengandung asam laktat karena berkurangnya
produksi laktase dan enzim penting lainnya.

* Kelainan kulit yang khas, dimulai dengan titik merah menyerupai petechia
(perdarahan kecil yang timbul sebagai titik berwarna merah keunguan, pada kulit
maupun selaput lendir, Red.), yang lambat laun kemudian menghitam. Setelah
mengelupas, terlihat kemerahan dengan batas menghitam. Kelainan ini biasanya
dijumpai di kulit sekitar punggung, pantat, dan sebagainya.

* Pembesaran hati. Bahkan saat rebahan, pembesaran ini dapat diraba dari luar
tubuh, terasa licin dan kenyal.

MARASMIK-KWASHIORKOR

Penyakit ini merupakan gabungan dari marasmus dan kwashirkor dengan gabungan
gejala yang menyertai.

* Berat badan penderita hanya berkisar di angka 60% dari berat normal. Gejala
khas kedua penyakit tersebut nampak jelas, seperti edema, kelainan rambut,
kelainan kulit dan sebagainya.

* Tubuh mengandung lebih banyak cairan, karena berkurangnya lemak dan otot.

* Kalium dalam tubuh menurun drastis sehingga menyebabkan gangguan metabolik
seperti gangguan pada ginjal dan pankreas.

* Mineral lain dalam tubuh pun mengalami gangguan, seperti meningkatnya kadar
natrium dan fosfor inorganik serta menurunnya kadar magnesium.

GAGAL TUMBUH

Selain malnutrisi energi-protein di atas, ada juga gangguan pertumbuhan yang
diistilahkan dengan gagal tumbuh. Yang dimaksud dengan gagal tumbuh adalah
bayi/anak dengan pertumbuhan fisik kurang secara bermakna dibanding anak
sebayanya. Untuk mudahnya, pertumbuhan anak tersebut ada di bawah kurva
pertumbuhan normal. Tanda-tanda lainnya adalah:

* Kegagalan mencapai tinggi dan berat badan ideal

* Hilangnya lemak di bawah kulit secara signifikan

* Berkurangnya massa otot

* Dermatitis

* Infeksi berulang

FAKTOR PENYEBAB

Secara umum masalah malnutrisi energi-protein (MEP) disebabkan beberapa faktor.
Yang paling dominan adalah tanggung jawab negara terhadap rakyatnya karena
bagaimanapun MEP tidak akan terjadi bila kesejahteraan rakyat terpenuhi. Berikut
beberapa faktor penyebabnya:

* Faktor sosial; yang dimaksud di sini adalah rendahnya kesadaran masyarakat
akan pentingnya makanan bergizi bagi pertumbuhan anak. Sehingga banyak balita
yang diberi makan "sekadarnya" atau asal kenyang padahal miskin gizi.

* Kemiskinan; sering dituding sebagai biang keladi munculnya penyakit ini di
negara-negara berkembang. Rendahnya pendapatan masyarakat menyebabkan kebutuhan
paling mendasar, yaitu pangan pun seringkali tak bisa terpenuhi.

* Laju pertambahan penduduk yang tidak diimbangi dengan bertambahnya
ketersediaan bahan pangan akan menyebabkan krisis pangan. Ini pun menjadi
penyebab munculnya penyakit MEP.

* Infeksi. Tak dapat dipungkiri memang ada hubungan erat antara infeksi dengan
malnutrisi. Infeksi sekecil apa pun berpengaruh pada tubuh. Sedangkan kondisi
malnutrisi akan semakin memperlemah daya tahan tubuh yang pada giliran
berikutnya akan mempermudah masuknya beragam penyakit.

Tindak pencegahan otomatis sudah dilakukan bila faktor-faktor penyebabnya dapat
dihindari. Misalnya ketersediaan pangan yang tercukupi, daya beli masyarakat
untuk dapat membeli bahan pangan, serta pentingnya sosialisasi makanan bergizi
bagi balita.

LANGKAH PENGOBATAN

Pengobatan pada penderita MEP tentu saja harus disesuaikan dengan tingkatannya.
Penderita kurang gizi stadium ringan, contohnya, diatasi dengan perbaikan gizi.
Dalam sehari anak-anak ini harus mendapat masukan protein sekitar 2-3 gram atau
setara dengan 100-150 Kkal.

Sedangkan pengobatan MEP berat cenderung lebih kompleks karena masing-masing
penyakit yang menyertai harus diobati satu per satu. Penderita pun sebaiknya
dirawat di rumah sakit untuk mendapat perhatian medis secara penuh. Sejalan
dengan pengobatan penyakit penyerta maupun infeksinya, status gizi anak tersebut
terus diperbaiki hingga sembuh.

Marfuah Panji Astuti. Ilustrator: Pugoeh

Narasumber:

Dr. Adi S. Budhipramono, Sp.A.,

dari Siloam Gleneagles Hospital, Lippo Karawaci
(Nakita)

#18 From: Bayi-Kita@yahoogroups.com
Date: Mon Nov 7, 2005 1:15 am
Subject: File - MEMILIH DOKTER KANDUNGAN (IDEAL)
Bayi-Kita@yahoogroups.com
Send Email Send Email
 
MEMILIH DOKTER KANDUNGAN (IDEAL)

Seideal apa pun, dokter yang dipilih harus bisa membuat Ibu hamil nyaman dan
aman berada dalam penanganannya.

"Mbak, kalau mau periksa kandungan, enaknya ke dokter A. Orangnya baik, ramah,
dan suka guyon. Tapi harus tahan antre, soalnya pasiennya banyak banget!"

"Mendingan dokter B saja. Dia banyak ngasih penjelasan. Apa yang kita tanya
pasti dijawab lengkap dan mudah dimengerti. Wah, pokoknya memuaskan deh!"

"Kalau mau dokter yang asyik, pilih saja dokter C. Dia tergolong dokter senior,
jadi sudah pengalaman banget. Selain itu, dia juga lumayan ganteng, lo!"

Begitulah komentar para ibu tentang sosok dokter spesialis kebidanan dan
kandungan (obgin) yang pernah memeriksanya. Dari beberapa komentar singkat
tersebut, ternyata memang setiap orang memiliki "selera" tersendiri. Walau
demikian, masukan dan saran dari teman, kakak, saudara, dan lainnya boleh-boleh
saja dijadikan bahan pertimbangan. Namun akhirnya, ibu sendirilah yang harus
memutuskan hendak memeriksakan kehamilannya ke dokter yang mana.

Begitu banyak kriteria yang muncul mengenai sosok seorang dokter tentu tak
terlepas dari persepsi atau penilaian ibu-ibu hamil yang pernah menjadi
pasiennya. Akibatnya, bukan tidak mungkin Anda malah bingung, mau pilih dokter
yang mana, ya?

SEJUMLAH KRITERIA

Sebagai pegangan, inilah yang bisa dijadikan pertimbangan kala memilih dokter
kandungan dan kebidanan bagi kehamilan dan persalinan Anda:

* Jenis kelamin

Faktor jenis kelamin menjadi salah satu kriteria yang banyak dipilih, apakah
dokter kandungan dan kebidanan tersebut perempuan atau pria. Alasan kenapa harus
memilih dokter kandungan dan kebidanan berdasarkan jender ini tentu beragam.
Contohnya, seorang ibu hamil merasa lebih nyaman jika diperiksa oleh dokter
dengan jenis kelamin sama. Yang bersangkutan tidak perlu merasa risih atau
sungkan ketika sang dokter melakukan proses pemeriksaan, terutama pemeriksaan
dalam, karena sama-sama perempuan. Sebaliknya, ada juga yang lebih memilih
diperiksa oleh dokter pria, karena mungkin ia merasa bisa curhat mengungkapkan
keluhan-keluhan kehamilan dan merasa terlindungi.

* Penampilan dan pembawaan

Ada juga pasien yang mempertimbangkan penampilan fisik sebagai bahan
pertimbangan yang cukup penting. Misalnya, sang dokter berparas tampan atau
cantik, bersih, rapi dan wangi. Pasien merasa senang kalau diperiksa oleh dokter
dengan sederet kriteria tadi.

Sebaliknya, ada juga ibu hamil yang sama sekali tak mempertimbangkan apakah si
dokter ganteng atau cantik. Yang penting baginya, dokter tersebut haruslah
ramah, murah senyum, tidak kaku dan melakukan pemeriksaan dengan santai.
Sikap luwes ini umumnya juga dikaitkan dengan kesediaan si dokter memberikan
penjelasan memuaskan. Jika ibu merasa nyaman karenanya, tentu
saja pilihan yang dibuat berdasarkan penampilan dan pembawaan dokter menjadi
sangat logis.

* Pengalaman praktik

Tak sedikit ibu hamil yang memilih dokter kandungan dan kebidanan berdasarkan
pengalaman praktiknya. Dalam hal ini, yang menjadi incaran adalah para dokter
senior dan berpraktik di beberapa RS kenamaan. Pilihan semacam ini memang bisa
membuat pasien seperti Anda yang sedang hamil tak khawatir menggantungkan
nasibnya di tangan dokter yang betul-betul pakar di bidangnya serta sudah banyak
makan asam garam alias amat berpengalaman. Akan tetapi tak salah pula jika ada
yang lebih senang memeriksakan diri ke dokter "yunior". Di mata pasiennya,
dokter seperti ini dianggap lebih care , pengetahuannya lebih up to date, serta
tenaganya masih full, dan keterampilannya sesuai dengan perkembangan dan punya
banyak waktu (karena pasiennya belum banyak) saat konsultasi maupun kala harus
membantu proses persalinan.

* Banyak-sedikitnya pasien

Jumlah pasien seorang dokter ternyata juga memberi kontribusi bagi banyak orang
dalam memutuskan akan memilih dokter kandungan dan kebidanan yang mana.
Banyaknya pasien dinilai sebagai poin plus si dokter. Bukankah itu berarti
kualitas si dokter sudah diakui banyak orang? Risikonya, ibu harus rela
berlama-lama menunggu giliran diperiksa oleh sang dokter "istimewa" ini. Jika
tidak mau menunggu di antrean yang panjang, ibu bisa memilih dokter kandungan
dan kebidanan yang pasiennya sedikit. Pertimbangannya, antrean yang terbatas
sangat memungkinkan masing-masing pasien punya cukup waktu untuk berdialog atau
mendapatkan penjelasan yang komprehensif. Kalau pasiennya seabreg, sulit bagi si
dokter untuk punya banyak waktu dalam menyampaikan informasi panjang lebar pada
semua pasiennya.

* Rekomendasi saudara atau teman

Memilih dokter kandungan dan kebidanan bisa semata-mata berdasarkan rekomendasi
dari sanak famili atau teman. Dari merekalah, didapat gambaran kemampuan dan
karakter dokter yang dimaksud. Kalau saat datang pertama kali ternyata benar
sesuai dengan gambaran ideal, kemungkinan besar inilah pilihan yang cocok. Akan
tetapi bila ternyata tak sesuai, boleh saja mencari masukan dari teman-teman
atau sumber lain.

MEMBANGUN RASA SALING PERCAYA

Memang sama sekali tak mengherankan bila ibu hamil berbeda pendapat dalam
menetapkan sejumlah kriteria atas dokter kandungan dan kebidanan. Yang utama
pastilah ibu harus menaruh rasa percaya pada dokter pilihannya. Kepercayaan ini
amat menentukan relasi dua arah antara dokter dan pasiennya. Rasa percaya
memungkinkan seorang ibu mengutarakan segala keluhan seputar kehamilan yang
dirasakannya. Begitu juga semua pertanyaan, hingga tak cuma menggelantung di
benaknya. Secara timbal balik, mendapat kepercayaan dari pasiennya membuat si
dokter mampu mengatasi segala kekhawatiran, keluhan, maupun gangguan kehamilan
yang dialami pasiennya.

Seiring perjalanan waktu, pasien juga akan menilai sendiri bagaimana kepuasan
ataupun tingkat pelayanan dokter yang menangani kondisi kehamilannya. Bisa saja
baru sekali periksa, Anda langsung merasa cocok dengan dokter itu. Kalaupun tak
merasa cocok, hak Anda untuk berganti dokter hingga akhirnya menemukan yang
dianggap paling cocok. Prinsipnya sih, semua dokter akan memberi pelayanan
maksimal dan terbaik bagi para pasiennya. Sementara soal kepuasan, setiap pasien
bisa saja memiliki kriteria penilaian tersendiri.

Dalam sehari umumnya seorang dokter kandungan dan kebidanan memiliki kemampuan
yang berbeda dalam memeriksa pasien. Ada yang mampu memeriksa 20 pasien, meski
ada juga yang mencapai 40-60 pasien! Namun seberapa banyak sebetulnya tak
masalah asalkan dokter yang bersangkutan tetap mampu memberi pelayanan prima
bagi setiap pasiennya. Tapi ingat, bagaimanapun juga dokter adalah manusia biasa
yang memiliki keterbatasan tenaga dan butuh istirahat. Masalahnya, pasien
sendiri yang kadang ngotot ingin ditangani oleh dokter tersebut meskipun harus
rela antre berjam-jam lamanya.

TUNJUKKAN PROFESIONALISME

Kalau dipikir-pikir, tak ada kriteria yang jelas dan serbapasti dalam memilih
dokter yang pas dan cocok alias ideal. Yang terpenting, pertimbangkan faktor
profesionalisme si dokter yang bisa diamati dari hal-hal berikut:

* Terbuka

Dokter yang profesional adalah sosok yang terbuka pada pasiennya. Dengan kata
lain, dia mau memberikan berbagai informasi yang dibutuhkan ibu hamil, entah itu
diminta ataupun tidak. Dokter juga mampu memberikan penjelasan dengan baik dan
benar. Contohnya tentang kehamilan maupun risiko yang mungkin terjadi pada saat
kehamilan yang dialami ibu dan sebagainya. Dengan kata lain tak ada keterangan
yang sengaja ditutup-tutupi sehingga pasien tak tahu apa kendala yang
dialaminya.

* Bersedia mendengarkan pasien

Selain terbuka memberikan berbagai keterangan, dokter juga mau mendengarkan
keluhan dan menanggapi pertanyaan pasiennya. Dengan kata lain, komunikasi yang
terjalin tak berlangsung satu arah atau sepihak saja. Dokter tak hanya
memberikan instruksi, tapi alangkah baiknya menampung dan memberikan solusi bagi
permasalahan yang dihadapi pasien.

* Punya waktu cukup

Agar dapat memberikan informasi yang lengkap dan bisa mendengarkan keluhan
pasiennya, tentunya dokter butuh waktu yang cukup. Memang persoalan waktu adalah
sesuatu yang relatif. Artinya, ada yang merasa perlu punya waktu panjang, tapi
ada juga yang merasa cukup beberapa menit saja untuk melayani pasien. Pilihan
terpulang kembali pada kebutuhan si ibu hamil.

RENCANA PERSALINAN

Selain mempertimbangkan dan memilih dokter yang ideal, hal penting lainnya
adalah memilih tempat bersalin. Ada berbagai alternatif, apakah mau melahirkan
di rumah bersalin, rumah sakit bersalin, rumah sakit ibu dan anak, atau rumah
sakit umum. Berikut beberapa faktor yang patut dipertimbangkan:

* Fasilitas

Perhatikan fasilitas yang disediakan tempat bersalin tersebut, apakah tergolong
lengkap atau tidak. Jangan lupa, ibu melahirkan bukan cuma menjalani proses
melahirkan lalu selesai begitu saja. Namun, adakalanya terjadi komplikasi atau
kendala lain, seperti perdarahan berat dan lain sebagainya. Kondisi seperti ini
tentu saja membutuhkan tempat bersalin yang menyediakan sarana dan prasarana
yang memadai seperti ruang kamar operasi untuk melakukan operasi maupun ruang
ICU (Intensive Care Unit). Belum lagi kalau ternyata si bayi yang juga
memerlukan perwatan yang lebih intensif seperti di ruang NICU (Neonatal
Intensive Care Unit). Hal ini perlu menjadi bahan pertimbangan karena di sini
waktu sangat berati. Bayangkan, dalam kondisi kritis, ibu melahirkan dan bayinya
harus dirujuk ke rumah sakit lain. Keadaan akan menjadi berbeda kalau di sana
tersedia sarana yang lengkap hingga dapat segera mendapat pertolongan.

* Pelayanan

Penting juga adalah pelayanan para petugas kesehatan, baik itu perawat, bidan
maupun dokter. Suasana pelayanan yang ramah dan menyenangkan secara psikologis
pastilah membuat ibu merasa tenang, nyaman dan aman.

Pertimbangan pemilihan tempat bersalin ini disesuaikan dengan kondisi kehamilan
si ibu apakah memunyai risiko tidak, sesuai dengan hasil pemeriksaan dokternya.

PLUS MINUS BIDAN DAN DOKTER
Selain dokter spesialis kebidanan dan kandungan, tenaga kesehatan lain yang juga
dapat memeriksa kehamilan adalah:

* Bidan

Bidan bertugas memeriksa kehamilan ibu hamil sampai membantu proses melahirkan.
Namun, jika bidan menemukan ada kelainan, semisal terjadinya gangguan pada
kehamilan ibu tentu akan dirujuk pada dokter kandungan dan kebidanan untuk
diperiksa dan ditangani lebih lanjut.

* Dokter Umum

Di pelosok/daerah terpencil dimana tak terdapat bidan, apalagi dokter kandungan
dan kebidanan, dokter umum dapat saja melakukan pemeriksaan kehamilan. Namun, di
perkotaan yang sarananya banyak, pelayanan haruslah sesuai dengan bidang
keahliannya.

Hilman Hilmansyah. Foto: Ferdi/nakita

Konsultan Ahli:
Dr. Otamar Samsudin, Sp.OG.,
dari RS Metropolitan Medical Centre, Jakarta, RS Gandaria dan
Klinik Infertility Sam Marie
(Nakita)

#19 From: Bayi-Kita@yahoogroups.com
Date: Mon Nov 7, 2005 1:15 am
Subject: File - METHYLMALONIC ACIDEMIA SEBABKAN BAYI GAGAL TUMBUH
Bayi-Kita@yahoogroups.com
Send Email Send Email
 
METHYLMALONIC ACIDEMIA SEBABKAN BAYI GAGAL TUMBUH

Gangguan metabolisme umumnya ditunjukkan dengan berat badan yang tak kunjung
meningkat. Pada gangguan metabolisme yang disebut Methylmalonic Acidemia (MMA),
ASI dan susu formula biasa justru tak boleh dikonsumsi bayi

Berat badan bayi memang tidak berbanding lurus dengan kesehatannya. Namun jika
si kecil tak kunjung mengalami kenaikan berat badan, orang tua harus segera
waspada. Terlebih jika disertai gejala lain seperti susunya sering dimuntahkan,
badan terkulai lemah, dan tonggak perkembangannya tidak berhasil dicapai. Bisa
jadi si kecil gagal tumbuh akibat metabolisme tubuhnya terganggu.

Untuk menentukan apa yang menjadi faktor penyebab terganggunya pertumbuhan anak,
tentu membutuhkan observasi lebih dalam. Selain untuk akurasi diagnosa,
kemungkinan penyebabnya pun sangat banyak. Salah satunya mungkin methylmalonic
acidemia (MMA).

"Gangguan pertumbuhan merupakan salah satu gejala MMA," kata Dr. Naomi
Esthernita, Sp.A. Apa yang dimaksud dengan MMA? "MMA adalah suatu kelainan
metabolisme bawaan (inborn errors of metabolism). Yakni hambatan metabolisme
protein terutama asam amino esensial valine dan isoleucine untuk menjadi
produk-produk baru yang diperlukan tubuh," lanjut dokter spesialis anak dari RS
Siloam Gleneagles, Lippo Cikarang.

Dengan hambatan tersebut, berarti tubuh bayi tidak bisa menerima asupan ASI
maupun susu formula biasa. Bisa dibayangkan, betapa berat hidup si bayi jika
harus menerima asupan yang justru berakibat buruk bagi metabolisme tubuhnya. Hal
ini terjadi karena enzim yang mengubah asam metil malonat yaitu metylmalonyl CoA
mutase terlalu sedikit bahkan tidak diproduksi. Kemungkinan lain, faktor
pendukung yang diperlukan agar enzim dapat bekerja, yaitu vitamin B12, tidak
memadai.

WASPADAI GEJALANYA

Tidak semua gangguan yang terjadi dalam tubuh terlihat dengan mudah. Adakalanya
fakta itu jauh tersembunyi di dalam tubuh, hingga untuk menelisiknya pun
membutuhkan pemeriksaan laboratorium yang cermat serta peralatan canggih,
seperti yang terjadi pada MMA. "Gangguan ini sangat sulit terdeteksi. Apalagi
untuk mendapatkan hasil laboratorium yang akurat mengenai adanya gangguan ini
belum bisa dilakukan di Indonesia," ungkap dr. Dwi Putro Widodo, Sp.A., dari RS
Siloam Gleneagles, Lippo Karawaci yang ditemui pada kesempatan terpisah.

Jadi paling tidak, waspadai indikator adanya gangguan pada anak, antara lain:

* Malas makan dan minum

* Makanan atau minuman yang masuk sering dimuntahkan

* Otot lemah

* Pertumbuhan dan perkembangan terganggu

* Infeksi jamur berulang

* Muka dismorfik

* Kadang-kadang terdapat pembesaran hati.

Namun memang, indikator tadi bukan merupakan gejala yang spesifik. Artinya,
tidak hanya gangguan MMA saja yang ditandai dengan gejala sejenis. "Kemungkinan
gangguan metabolisme tubuh dengan gejala serupa sangatlah banyak. Sementara,
pemeriksaan laboratorium di Indonesia belum cukup memadai. Oleh dokter nantinya
sampel darah akan dikirim ke laboratorium yang mempunyai fasilitas lebih lengkap
seperti di Australia untuk menegakkan diagnosa," lanjut Dwi.

Senada dengan Dwi, Naomi pun memberikan pendapatnya, "Jadi untuk mengetahui
secara dini, sebaiknya dilakukan skrining pada bayi baru lahir (newborn
screening). Caranya, gunakan noktah darah kering di kertas saring untuk
dikirimkan ke laboratorium yang berkompetensi untuk itu." Namun tentu saja biaya
pemeriksaan ini tidaklah murah. Mengingat kondisi masyarakat Indonesia, bisa
dimaklumi jika tidak banyak kalangan yang mampu melakukannya.

DITURUNKAN ORANG TUA

Rumitnya menelisik gangguan ini menyebabkan MMA sering lolos dari pengamatan
orang tua. Lain hal bila gejala yang menyertainya memang sudah sangat jelas.
"Waktu lahir, bayi dengan MMA biasanya normal sehingga sulit membedakannya
dengan bayi tanpa MMA," tutur Naomi.

Meski gangguan ini sudah bisa ditemukan sejak bayi baru lahir, tapi umumnya
gejalanya baru timbul setelah si bayi mengonsumsi protein dari ASI atau PASI.
"Yang merepotkan, gejala sudah timbul sementara hasil pemeriksaan belum ada
mengingat proses pemeriksaan di laboratorium sedemikian rumit dan belum bisa
dilakukan di sini. Bila demikian, sebaiknya lakukan pembatasan asupan protein
(antara lain dari ASI dan PASI) untuk mencegah berlanjutnya gejala," lanjut
Naomi.

MMA diturunkan secara autosomal resesif. Artinya, kedua orang tua membawa gen
abnormal, tapi tidak selalu menimbulkan gejala karena tertutup oleh kerja gen
yang normal. Baru jika kedua gen abnormal tersebut bertemu, maka si bayi yang
dilahirkan akan menderita MMA. "Orang tua yang terdeteksi mempunyai kelainan
ini, sebaiknya segera waspada begitu mempunyai bayi," saran Dwi.

Sedangkan faktor pola makan, gaya hidup, polusi dan sebagainya, menurut Dwi
tidak ada kaitannya dengan kasus ini. "Pola makan orang tua yang tidak benar
saat hamil tidak akan memunculkan kelainan ini pada bayinya. Jadi gangguan ini
sepenuhnya adalah faktor keturunan," papar Dwi.

Secara umum gangguan ini bisa dibedakan menjadi dua, yaitu gangguan yang terjadi
karena defisien (kekurangan) enzim atau karena defisien co-factor. Oleh sebab
itu penatalaksanaannya pun dibedakan menjadi dua, yakni:

* Defiasi enzim

Jika karena defisien enzim, maka dilakukan pembatasan asupan asam amino esensial
valine dan isoleucine dengan memberikan susu formula khusus pada bayi. Sebelum
susu formula khusus didapat, cairan makanan pengganti sementara akan diberikan
di bawah pengawasan dokter.

* Defiasi co-factor

- Jika defisien co-factor yang terjadi, cukup diberikan vitamin B12.

- Kondisi stres yang dapat menimbulkan katabolisme protein tubuh harus
dihindari.

Selain itu, lanjut Dwi, bukan tidak mungkin bayi dengan MMA ini juga mempunyai
gangguan fungsi organ tubuh lainnya. "Dokter perlu mewaspadai. Misalnya gangguan
saraf otak, gangguan ginjal, dan sebagainya sehingga penanganannya bisa
menyeluruh."

KASUSNYA JARANG

Seperti sudah disebut di atas, gangguan ini teramat sulit dideteksi. Namun,
bukan berarti kalau dibiarkan saja tidak akan membawa efek buruk seperti, "Yang
jelas terlihat adalah gangguan tumbuh kembang anak. Biasanya bayi terlihat kurus
karena sulit makan dan makanan yang masuk pun sering dimuntahkan. Bahkan dalam
keadaan stres dapat menyebabkan koma sampai kematian," kata Dwi.

Meski kasusnya tergolong jarang, sebaiknya orang tua tetap waspada. Untuk itu
Naomi menyarankan beberapa hal berikut:

* Kalau memang memungkinkan, sebaiknya lakukan newborn screening pada setiap
bayi baru lahir untuk mendeteksi adanya kelainan metabolisme bawaan secara dini,
termasuk kelainan MMA ini.

* Bila mempunyai bayi dengan gangguan pertumbuhan atau perkembangan, sebaiknya
konsultasikan pada dokter anak.

* Bila ada anggota keluarga yang mempunyai kelainan seperti itu, sementara
pasangan suami istri ingin punya anak lagi, sebaiknya lakukan konsultasi genetik
untuk mendeteksi kelainan ini melalui prenatal diagnosis.

Marfuah Panji Astuti. Ilustrasi. Pugoeh
(Nakita)

#20 From: Bayi-Kita@yahoogroups.com
Date: Mon Nov 7, 2005 1:15 am
Subject: File - calon member baru
Bayi-Kita@yahoogroups.com
Send Email Send Email
 
Terima kasih atas bergabungnya anda bersama kami, mohon bantuan anda untuk
mengirimkan email di bawah kepada 10 rekan anda atau 3 milis yang anda ikuti
dengan men cc kan ke bayi-kita-owner@yahoogroups.com.

email yg dikirimkan -----------------------copy paste saja


Halo ibu dan bapak,

Jika anda mempunyai bayi atau berencana memiliki buah hati atau yang mencintai
bayi, bergabunglah bersama kami disini klub bayi kita ! mari kita bersama sama
bertukar informasi tentang bagaimana merawat, mengurus dan mendidik bayi kita
dengan benar dan tepat.

Dapatkan file-file menarik seputar bagaimana merawat, mengasuh dan mendidik buah
hati kita.
* METHYLMALONIC ACIDEMIA SEBABKAN BAYI GAGAL TUMBUH
* BAYI SAKIT TAK SELALU DISERTAI DEMAM
* TIPS MEMILIH DOKTER KANDUNGAN YANG IDEAL
* KURANG GIZI ATAU GIZI TIDAK BAIK ?
* DLL

untuk bergabung kirimkan email kosong ke :
bayi-kita-subscribe@yahoogroups.com

terima kasih,
KBK -
------------------------------

#21 From: wahyu yuliawati <leaedun@...>
Date: Tue Nov 8, 2005 9:47 am
Subject: Fwd: Patutlah...kita bersyukur....
leaedun@...
Send Email Send Email
 


Note: forwarded message attached.


Yahoo! FareChase - Search multiple travel sites in one click.
Note: forwarded message attached.




__________________________________
Yahoo! FareChase: Search multiple travel sites in one click.
http://farechase.yahoo.com


Note: forwarded message attached.


Yahoo! FareChase - Search multiple travel sites in one click.


Note: forwarded message attached.


Yahoo! FareChase - Search multiple travel sites in one click.


 


Yahoo! FareChase - Search multiple travel sites in one click.

 

 


 

 

Jangan simpan email ini untuk anda sendiri, teruskan forward ke teman lain, agar lebih banyak lagi teman kita mensyukuri nikmat hidup di Indonesia tercinta walaupun BBM melangit... 
 

Fotografernya
  : Kevin Charter bunuh diri akibat depresi 3 bulan setelah mengambil foto – foto dibawah ini.




image013.jpg





image014.jpg



image015.jpg





image016.jpg

 





Satu lagi "bukti" yang memperkuat alasan, Kenapa kita sepatutnya mensyukuri makanan dan minuman yang masih dengan mudah kita dapatkan....

Sementara itu . Ironisnya ......, bukankah dengan mudahnya kita masih saja sering menyia-nyiakan (membuang) makanan/minuman yang kita anggap lebih ???


I feel very GRATEFUL for what I have today.......
We are so lucky! contemplate on this...

**********************************************************

He who labors diligently need never despair; for all things are accomplished by diligence and labor.
 

image017.jpg

 

"I felt very fortunate to live in this part of the world. I promise I will never waste my food no matter how bad it can taste and  how full I may be. I promise not to waste water. I pray that this little boy be alleviated from his suffering.

image018.jpg

 

I pray that we will be more sensitive towards the suffering in the world around us and not be blinded by our own selfish nature and interests.  I hope this picture will always serve as a reminder to us about how fortunate we are and that we must never ever take things for granted.

image019.jpg 

Think & look at this...when you complain about your food and the food we waste daily..." MAY ALL BEINGS BE FREE FROM SUFFERING!!!!

Please don't break this and keep on forwarding it to all our friends. On this good day, let's make a prayer for the suffering in any place around the globe and send this friendly reminder to others.


image020.jpg

 
NB : Vulture = Burung yang biasa memakan bangkai atau makhluk hidup yang sudah sekarat.

People have said time and again that it's better to have loved and lost than never to have loved at all. But what they will probably never understand is how I'll always be a winner for having loved you.

 

  

 

 

 

 

 


.

 


--
No virus found in this incoming message.
Checked by AVG Free Edition.
Version: 7.1.361 / Virus Database: 267.12.4/146 - Release Date: 10/21/2005


--
No virus found in this outgoing message.
Checked by AVG Free Edition.
Version: 7.1.361 / Virus Database: 267.12.4/146 - Release Date: 10/21/2005


#22 From: milla nur <milla1972@...>
Date: Wed Nov 9, 2005 6:29 am
Subject: Re: File - BAYI SAKIT TAK SELALU DISERTAI DEMAM
milla1972
Send Email Send Email
 
saya tertarik sekali baca e mail ini,kira2 boleh tau
apa nama obat utk penurun panas yg diberikan via dubur
si anak? masalahnya anak saya pernah sekali kejang dan
itu ada keturunan dari ayahnya (suami) saya. atas
bantuannya saya ucapkan terima kasih.

--- Bayi-Kita@yahoogroups.com wrote:

>
> BAYI SAKIT TAK SELALU DISERTAI DEMAM
>
> Lantas bagaimana mengenali sakit pada bayi jika tak
> muncul demam?
>
> "Memang, semua anak, tak terkecuali bayi, memiliki
> sensor atau kemampuan menaikkan suhu tubuh sebagai
> reaksi melawan penyakit akibat kuman ataupun virus
> yang menyerang tubuhnya," kata dr. Zakiudin Munasir,
> SpA(K) dari RSUPN Cipto Mangunkusumo, Jakarta. Akan
> tetapi, lanjutnya, seringkali pada bayi, terlebih
> bayi berusia di bawah 3 bulan, tidak menunjukkan
> gejala naiknya suhu tubuh. Sekalipun sebenarnya
> tubuh si bayi sedang berperang melawan serangan
> virus atau kuman. "Hal ini dikarenakan sistem sensor
> panas di tubuh bayi belum sempurna. Jadi, sekalipun
> penyakit sudah berada di dalam tubuh bayi atau si
> kecil sudah mengalami dehidrasi, tetapi karena chip
> atau pusat otak belum menerima sinyal melakukan
> tindakan, otomatis tubuh si kecil tidak
> memberitahukan bahwa dirinya sedang dalam bahaya,"
> papar Zakiudin.
>
> Syukur-syukur "tentara" di tubuh si kecil bisa
> menang memerangi "makhluk asing" yang bisa
> merugikannya itu. Jadi sekalipun tak terpantau, si
> kecil bisa tetap sehat dan tidak terjadi hal yang
> tak diinginkan. Namun bila yang terjadi sebaliknya,
> kita seringkali kecolongan. "Saat datang kontrol,
> penyakit yang diderita si bayi sudah parah. Kondisi
> ini terjadi karena orang tua menganggap, selama
> bayinya tidak panas, ya, tidak sakit. Tidak mau
> makan dianggap wajar, namanya juga bayi. Padahal
> seharusnya tidak demikian."
>
> KENALI BAYI ANDA
>
> Karena itulah, anjur Zakiudin, dalam merawat bayi,
> orang tua hendaknya tidak melulu berpatokan pada
> termometer alias ada-tidaknya demam. Orang tua harus
> mampu mengenali bayinya.
>
> Untuk itu, orang tua perlu melakukan pengamatan
> sebagai berikut:
>
> 1. Apakah hari itu si kecil minum ASI-nya masih
> seperti hari-hari kemarin?
>
> 2. Apakah nafsu makannya (Makanan Pendamping-ASI)
> masih tetap tinggi seperti hari-hari sebelumnya?
>
> 3. Apakah si kecil cerewetnya tidak berubah alias
> tidak mendadak menjadi pendiam?
>
> 4. Apakah sorot matanya tetap tajam dan lincah?
>
> 5. Apakah tetap aktif dan lincah dalam bergerak?
>
> 6. Apakah fisik bayi tak ada yang berubah atau ada
> sesuatu yang janggal (tidak seperti biasanya)?
>
> 7. Apakah BAB dan BAK normal dan lancar?
>
> Nah, jika jawaban yang muncul dari hasil pengamatan
> kita adalah kebalikannya, "Jangan tunggu besok, atau
> melakukan 'upacara adat' ini-itu. Saat itu juga
> lekas bawa ke dokter atau rumah sakit sekalipun si
> bayi tidak mengalami demam!" tegas Zakiudin.
>
> Memang, bisa jadi si kecil menolak makan cuma karena
> sariawan. "Tetapi apakah orang tua bisa memeriksa
> sampai sedetail itu? Jadi, daripada kondisi anak
> bertambah parah dan diagnosa orang tua meleset,
> kenapa tidak lebih baik ditangani oleh ahlinya
> saja?"
>
> PENGOBATAN FISIOLOGIS
>
> Sebaliknya, jika si kecil tetap aktif, lincah, nafsu
> makan bagus, minum susu oke, kondisi fisik baik,
> buang air besar dan kecil lancar, tapi suhu tubuhnya
> naik kurang lebih 37,50C, menurut Zakiudin, orang
> tua bisa melakukan tindakan-tindakan untuk
> mengobatinya sendiri di rumah secara fisiologis,
> yakni:
>
> 1. Berikan keleluasan suhu tubuh si kecil untuk bisa
> bersirkulasi dengan baik. Hindari pengenaan selimut
> atau baju tebal. Malah jika perlu telanjangi saja si
> kecil. Pendingin udara sangat boleh kita aktifkan.
> Justru dengan adanya pendingin udara bisa memberi
> keleluasaan yang lebih besar bagi panas tubuhnya
> untuk keluar.
>
> 2. Berikan minum yang banyak. Dengan cara ini
> diharapkan si kecil bisa BAK sebanyak-banyaknya,
> sehingga bisa membantu kelancaran sirkulasi suhu
> tubuh.
>
> 3. Lakukan kompres air hangat. Menurut hasil
> penelitian dan penemuan terbaru di dunia kedokteran,
> pemberian kompres air hangat paling baik di area
> tubuh yang mudah terekspos, seperti dada, perut atau
> dahi. Dengan demikian pembuluh darah akan melebar
> dan ini tentunya mempermudah serta memperlancar
> sirkulasi suhu
>
> tubuh. Sebaiknya tidak mengompres di area pembuluh
> darah besar karena pembuluh darahnya tidak bisa
> melebar lagi, di ketiak dan selangkangan, misalnya.
>
> "Memang dulu ada anggapan kompres dengan air dingin
> hingga pengompresan dilakukan di area pembuluh darah
> yang banyak, tapi cara tersebut sudah tidak berlaku
> lagi," kata Zakiudin. Kompres dengan air dingin
> justru semakin mengerutkan pembuluh darah dan bisa
> terjadi pembohongan tubuh. Maksudnya, kompres air
> dingin memang bisa mendinginkan suhu tubuh, tapi itu
> hanya beberapa saat saja. "Malah setelah itu bisa
> jadi suhu tubuh anak semakin panas, karena sensor
> suhu tubuh di otak akan menaikkan panas tubuh.
> Berbeda jika kompres dengan air hangat, sensor akan
> memerintahkan tubuh untuk menurunkan suhu tubuhnya."
>
>
> Nah, dengan pengobatan fisiologis ini, lanjut
> Zakiudin, pertahanan tubuh bayi akan terstimulasi
> menjadi lebih kuat. Tetapi ingat, cara-cara tersebut
> dilakukan selama si kecil tidak mengalami kejang!
> "Kalau sudah kejang, tak ada kata lain, usahakan
> lidah bayi tak tergigit dan saat itu juga bawa ke
> dokter," anjurnya.
>
> BERIKAN OBAT PENURUN PANAS
>
> Jika dengan penanganan fisiologis ternyata suhu
> tubuhnya tak kunjung reda atau sembuh dalam 1x24
> jam, bisa jadi panas tubuh si kecil itu karena
> faktor nonfisiologis. Penanganan yang harus orang
> tua lakukan adalah:
>
> 1. Tetap menjalankan penanganan secara fisiologis.
>
> 2. Berikan obat penurun panas. Jika tidak kunjung
> reda setelah diberi obat, atau panasnya naik kembali
> selang 2 jam setelah minum obat, atau panasnya
> tambah tinggi, dan si anak rewel, menolak
> makan-minum, "Lekas larikan ke dokter. Nanti dokter
> akan mencari penyebabnya untuk diobati," kata
> Zakiudin.
>
> 3. Sebaliknya jika kondisi bayi cenderung membaik,
> "Orang tua boleh melihat perkembangannya hingga dua
> hari ke depan." Jika semakin membaik dengan ciri
> tidak panas lagi atau berangsur-angsur menurun,
> aktivitas hingga makan dan minum kembali seperti
> semula, bersyukurlah. Tetapi jika di hari ketiga si
> bayi kembali panas dan aktivitasnya menurun, lekas
> bawa ke dokter.
>
> Dalam kaitan dengan penanganan demam pada bayi ini,
> Zakiudin menyarankan orang tua untuk selalu
> menyediakan termometer, pakaian yang menyerap
> keringat dan tidak bikin gerah, termos air panas dan
> dingin, serta obat penurun panas.
>
> Untuk obat penurun panas kita bisa menyediakan obat
> dari golongan parasetamol dan ibuprofen. "Obat-obat
> ini relatif aman sebagai obat pertolongan pertama
> menurunkan demam pada bayi." Yang perlu diketahui,
> parasetamol hanya mampu dan efektif menurunkan panas
> tubuh yang biasa atau tidak terlalu tinggi, 38-390
> C. Sedangkan ibuprofen ampuh menurunkan panas tubuh
> yang tinggi. "Tapi keduanya cuma memiliki kemampuan
> menahan panas tubuh selama 8 jam."
>
> Jika si kecil tak bisa atau susah mengonsumsi obat
> lewat mulut, "Orang tua boleh menyediakan di rumah
> obat penurun panas yang dimasukkan lewat anus."
> Justru obat seperti inilah yang daya kerjanya lebih
> cepat karena lebih mudah diserap oleh tubuh. Tapi
> ingat, harus dengan sepengetahuan dokter.
>
> Kita boleh saja menyediakan 3 tiga jenis obat
> tersebut di rumah. Akan tetapi yang harus diingat,
> kata Zakiudin, "Orang tua tak boleh lantas percaya
> bayinya sudah sembuh walau panas tubuhnya turun
> setelah minum obat." Sembuh tidaknya baru bisa
> dilihat jika bayi tak diberi obat suhu tubuhnya
> normal, tetap ceria, tetap aktif, makan-minumnya
> normal dan banyak.
>
> Bila si kecil mengalami demam/panas hampir setiap
> minggu, jelas tak wajar. "Ini harus diperiksa lebih
> jauh lagi dengan saksama." Tak menutup kemungkinan,
> kekebalan tubuhnya tidak baik. Karena wajarnya,
> demam pada bayi terjadi 2 bulan sekali atau paling
> cepat 1 bulan sekali, selama lingkungannya sehat.
>
> DUA PENYEBAB DEMAM
>
=== message truncated ===





__________________________________
Yahoo! Mail - PC Magazine Editors' Choice 2005
http://mail.yahoo.com

#23 From: "tika" <tika@...>
Date: Wed Nov 9, 2005 3:50 am
Subject: FW: JENIS BARU KANKER PAYUDARA !!!
tika@...
Send Email Send Email
 
Semoga informasi ini bermanfaat bagi kita semua...

-----Original Message-----
From: Yovancka Eveline [mailto:yovancka.eveline@...]
Sent: Monday, October 31, 2005 2:49 PM
To: Yovanckahappy@...
Subject: FW: JENIS BARU KANKER PAYUDARA !!!
Importance: High







> Subject: Jenis Baru Kanker Payudara!
>
> Jenis Baru Kanker - JANGAN DIHAPUS
> Teruskan ini kepada semua wanita dalam hidup Anda.
> Para ibu, anak perempuan, saudari, tante, kawan-kawan,dsb. Dalam bulan

> Nopember (2004?), satu jenis kanker baru ditemukan. Pada seorang
> wanita timbul sebuah bintik merah di payudaranya, hal ini sama seperti

> pada ibu-ibu muda yang sedang menyusui. Karena mammogram (foto sinar-x

> payudara)-nya cerah, dokter
mengobatinya
> dengan antibiotik untuk infeksi.
> Setelah 2 kali pengobatan, hal itu berlangsung menjadi lebih buruk,
jadi
> dokternya mengirim dia untuk difoto x-ray lagi. Kali ini mammogram-nya

> menunjukkan suatu gumpalan. Oleh biopsi didapati suatu penumbuhan yang

> bersifat ganas. Chemo (terapi kimia) dimulai untuk menciutkan
> perkembangan gumpalan itu;
lalu
> dilakukan  pembedahan (mastectomy); kemudian terapi kimia sepenuhnya;
> lalu radiasi. Kira-kira setelah 9 bulan pengobatan intensif, ia diberi

> surat keterangan sehat. Dia hidup sehat penuh setiap hari dalam
> setahun. Lalu kanker itu
kembali
> ke daerah hati (lever). Ia melakukan 4 kali pengobatan dan memutuskan
> bahwa ia mengingini kualitas hidup, bukan setelah efek Chemo. Ia
> memiliki waktu 5 bulan dan ia merencanakan tiap detail dari akhir
> hidupnya. Setelah beberapa hari hidup dengan membutuhkan morphine, ia
> mati. Dia meninggalkan berita ini untuk para wanita dimanapun:
>
> Wanita, WASPADALAH pada segala sesuatu yang tidak normal, dan gigihlah

> untuk mendapat pertolongan sesegera mungkin.
>
> Penyakit Paget: Ini adalah suatu bentuk yang jarang dari kanker
> payudara, dan ada di luar dari payudara, pada puting susu dan aureole
> (lingkaran gelap di sekitar puting). Mulai muncul sebagai bintik
merah,
> yang kemudian menjadi luka dengan kerak di tepi luarnya. Saya tidak
> pernah curiga itu kanker tetapi demikianlah. Puting susu saya
sepertinya
> tidak beda bagiku, tapi bintik merah itu mengganggu saya, dan karena
itu
> saya ke dokter. Terkadang, gatal dan nyeri, tapi lain dari itu tidak
> menyusahkan saya. Itu hanya jelek dan suatu gangguan, dan tak dapat
> dihilangkan oleh semua krim (salep) yang dianjurkan pleh dokter saya
dan
> para dokter karena radang kulit (dermatitis) pada mata saya tepat
> sebelum penjangkitan ini. Mereka rupanya sedikit prihatin tetapi tidak

> memberi peringatan bahwa ini mungkin kanker.
>
> Nah, saya kira tidak banya wanita yang tahu bahwa suatu luka atau
bintik
> pada puting susu atau aureole mungkin kanker payudara. (Punyaku
dimulai
> sebagai sebuah jerawat merah pada aureole. Satu yang terbesar dari
> penyakit Paget dari puting susu adalah bahwa gejala-gejala yang timbul

> tidak berbahaya. Itu sering disangka suatu radang atau infeksi kulit,
> yang sayangnya berakibat keterlambatan dalam deteksi dan perawatan).
>
> Apa gejalanya?
> 1. Suatu kemerahan, pengeluaran cairan, dan pengerasan kulit dari
puting
> susu Anda yang terus menerus yang membuatnya terasa gatal dan terbakar

> (seperti yang saya nyatakan, punyaku tidak banyak gatal atau terbakar,

> dan tidak mengalir saya sadari itu, tetapi ada kerak kulit
> (keras) sepanjang tepi luar pada satu sisi).
>
> 2. Nyeri pada puting Anda . (Punyaku di sekitar aureole dengan suatu
> daerah yang terlihat putih dan tebal di tengah-tengah puting susu).
>
> 3. Biasanya berpengaruh hanya pada satu puting. Bagaimana didiagnosa?
> Dokter Anda akan melakukan pemeriksaan fisik dan harus menganjurkan
> segera membuat foto mammogram dari kedua payudara. Meskipun
> kemerahan,keluarnya cairan dan pengerasan kulit dengan jelas
menunjukkan
> dermatitis (radang kulit), dokter Anda harus mencurigai kanker bila
rasa
> nyeri hanya pada satu susu. Dokter Anda harus  menyuruh biopsi
> (pengambilan jaringan untuk diperiksa di bawah
> mikroskop) bagian dari rasa nyeri Anda untuk memastikan apa yang
sedang
> terjadi.
>
> Berita ini harus ditanggapi dengan serius dan diteruskan kepada
sebanyak
> mungkin keluarga dan teman Anda; hal ini dapat menyelamatkan hidup
> seseorang.
>
> Kanker payudara saya telah menyebar dan menjalar ke tulang-tulang saya

> setelah menerima mega dosis dari kemoterapi, 28 pengobatan radiasi dan

> makan Tamaxofin. Apabila sejak awal hal ini telah didiagnosa sebagai
> kanker payudara, mungkin tidak akan menyebar...
>
> KEPADA SEMUA PEMBACA:
>
> Ini menyedihkan jika para wanita tidak menyadari tentang penyakit
Page.
> Apabila, dengan meneruskan berita ini ke sekeliling di e-mail, kita
> dapat membuat orang lain mengetahui hal ini dan bahaya potensialnya,
> maka kita sedang membantu para wanita di mana saja.
>
> Mohon, bila Anda dapat, ambillah waktu untuk mem-forward berita ini
> kepada sebanyak mungkin orang, khususnya untuk keluarga dan
teman-teman
> Anda. Ini hanya membutuhkan sedikit waktu, namun hasilnya dapat
> menyelamatkan hidup seseorang!
>
> God Bless You
>
>

#24 From: "Lakshmi Nawasasi" <lakshminawasasi@...>
Date: Thu Nov 10, 2005 5:15 am
Subject: Re: File - BAYI SAKIT TAK SELALU DISERTAI DEMAM
lakshminawasasi@...
Send Email Send Email
 
namanya Stesolid Suppositoria .... Bu Milla ..
biasanya memang selalu ada di lemari es ibu-ibu yang anaknya sering stuip (kejang2)
Semoga membantu ya ..
O ya dear Mod dan anggota yang lain, salam kenalsaya anggota baru di milis ini
Salam, lakshmi
----- Original Message -----
From: milla nur
Sent: Tuesday, November 08, 2005 10:29 PM
Subject: Re: [Bayi-Kita] File - BAYI SAKIT TAK SELALU DISERTAI DEMAM

saya tertarik sekali baca e mail ini,kira2 boleh tau
apa nama obat utk penurun panas yg diberikan via dubur
si anak? masalahnya anak saya pernah sekali kejang dan
itu ada keturunan dari ayahnya (suami) saya. atas
bantuannya saya ucapkan terima kasih.

--- Bayi-Kita@yahoogroups.com wrote:

>
> BAYI SAKIT TAK SELALU DISERTAI DEMAM
>
> Lantas bagaimana mengenali sakit pada bayi jika tak
> muncul demam?
>
> "Memang, semua anak, tak terkecuali bayi, memiliki
> sensor atau kemampuan menaikkan suhu tubuh sebagai
> reaksi melawan penyakit akibat kuman ataupun virus
> yang menyerang tubuhnya," kata dr. Zakiudin Munasir,
> SpA(K) dari RSUPN Cipto Mangunkusumo, Jakarta. Akan
> tetapi, lanjutnya, seringkali pada bayi, terlebih
> bayi berusia di bawah 3 bulan, tidak menunjukkan
> gejala naiknya suhu tubuh. Sekalipun sebenarnya
> tubuh si bayi sedang berperang melawan serangan
> virus atau kuman. "Hal ini dikarenakan sistem sensor
> panas di tubuh bayi belum sempurna. Jadi, sekalipun
> penyakit sudah berada di dalam tubuh bayi atau si
> kecil sudah mengalami dehidrasi, tetapi karena chip
> atau pusat otak belum menerima sinyal melakukan
> tindakan, otomatis tubuh si kecil tidak
> memberitahukan bahwa dirinya sedang dalam bahaya,"
> papar Zakiudin.
>
> Syukur-syukur "tentara" di tubuh si kecil bisa
> menang memerangi "makhluk asing" yang bisa
> merugikannya itu. Jadi sekalipun tak terpantau, si
> kecil bisa tetap sehat dan tidak terjadi hal yang
> tak diinginkan. Namun bila yang terjadi sebaliknya,
> kita seringkali kecolongan. "Saat datang kontrol,
> penyakit yang diderita si bayi sudah parah. Kondisi
> ini terjadi karena orang tua menganggap, selama
> bayinya tidak panas, ya, tidak sakit. Tidak mau
> makan dianggap wajar, namanya juga bayi. Padahal
> seharusnya tidak demikian."
>
> KENALI BAYI ANDA
>
> Karena itulah, anjur Zakiudin, dalam merawat bayi,
> orang tua hendaknya tidak melulu berpatokan pada
> termometer alias ada-tidaknya demam. Orang tua harus
> mampu mengenali bayinya.
>
> Untuk itu, orang tua perlu melakukan pengamatan
> sebagai berikut:
>
> 1. Apakah hari itu si kecil minum ASI-nya masih
> seperti hari-hari kemarin?
>
> 2. Apakah nafsu makannya (Makanan Pendamping-ASI)
> masih tetap tinggi seperti hari-hari sebelumnya?
>
> 3. Apakah si kecil cerewetnya tidak berubah alias
> tidak mendadak menjadi pendiam?
>
> 4. Apakah sorot matanya tetap tajam dan lincah?
>
> 5. Apakah tetap aktif dan lincah dalam bergerak?
>
> 6. Apakah fisik bayi tak ada yang berubah atau ada
> sesuatu yang janggal (tidak seperti biasanya)?
>
> 7. Apakah BAB dan BAK normal dan lancar?
>
> Nah, jika jawaban yang muncul dari hasil pengamatan
> kita adalah kebalikannya, "Jangan tunggu besok, atau
> melakukan 'upacara adat' ini-itu. Saat itu juga
> lekas bawa ke dokter atau rumah sakit sekalipun si
> bayi tidak mengalami demam!" tegas Zakiudin.
>
> Memang, bisa jadi si kecil menolak makan cuma karena
> sariawan. "Tetapi apakah orang tua bisa memeriksa
> sampai sedetail itu? Jadi, daripada kondisi anak
> bertambah parah dan diagnosa orang tua meleset,
> kenapa tidak lebih baik ditangani oleh ahlinya
> saja?"
>
> PENGOBATAN FISIOLOGIS
>
> Sebaliknya, jika si kecil tetap aktif, lincah, nafsu
> makan bagus, minum susu oke, kondisi fisik baik,
> buang air besar dan kecil lancar, tapi suhu tubuhnya
> naik kurang lebih 37,50C, menurut Zakiudin, orang
> tua bisa melakukan tindakan-tindakan untuk
> mengobatinya sendiri di rumah secara fisiologis,
> yakni:
>
> 1. Berikan keleluasan suhu tubuh si kecil untuk bisa
> bersirkulasi dengan baik. Hindari pengenaan selimut
> atau baju tebal. Malah jika perlu telanjangi saja si
> kecil. Pendingin udara sangat boleh kita aktifkan.
> Justru dengan adanya pendingin udara bisa memberi
> keleluasaan yang lebih besar bagi panas tubuhnya
> untuk keluar.
>
> 2. Berikan minum yang banyak. Dengan cara ini
> diharapkan si kecil bisa BAK sebanyak-banyaknya,
> sehingga bisa membantu kelancaran sirkulasi suhu
> tubuh.
>
> 3. Lakukan kompres air hangat. Menurut hasil
> penelitian dan penemuan terbaru di dunia kedokteran,
> pemberian kompres air hangat paling baik di area
> tubuh yang mudah terekspos, seperti dada, perut atau
> dahi. Dengan demikian pembuluh darah akan melebar
> dan ini tentunya mempermudah serta memperlancar
> sirkulasi suhu
>
> tubuh. Sebaiknya tidak mengompres di area pembuluh
> darah besar karena pembuluh darahnya tidak bisa
> melebar lagi, di ketiak dan selangkangan, misalnya.
>
> "Memang dulu ada anggapan kompres dengan air dingin
> hingga pengompresan dilakukan di area pembuluh darah
> yang banyak, tapi cara tersebut sudah tidak berlaku
> lagi," kata Zakiudin. Kompres dengan air dingin
> justru semakin mengerutkan pembuluh darah dan bisa
> terjadi pembohongan tubuh. Maksudnya, kompres air
> dingin memang bisa mendinginkan suhu tubuh, tapi itu
> hanya beberapa saat saja. "Malah setelah itu bisa
> jadi suhu tubuh anak semakin panas, karena sensor
> suhu tubuh di otak akan menaikkan panas tubuh.
> Berbeda jika kompres dengan air hangat, sensor akan
> memerintahkan tubuh untuk menurunkan suhu tubuhnya."
>
>
> Nah, dengan pengobatan fisiologis ini, lanjut
> Zakiudin, pertahanan tubuh bayi akan terstimulasi
> menjadi lebih kuat. Tetapi ingat, cara-cara tersebut
> dilakukan selama si kecil tidak mengalami kejang!
> "Kalau sudah kejang, tak ada kata lain, usahakan
> lidah bayi tak tergigit dan saat itu juga bawa ke
> dokter," anjurnya.
>
> BERIKAN OBAT PENURUN PANAS
>
> Jika dengan penanganan fisiologis ternyata suhu
> tubuhnya tak kunjung reda atau sembuh dalam 1x24
> jam, bisa jadi panas tubuh si kecil itu karena
> faktor nonfisiologis. Penanganan yang harus orang
> tua lakukan adalah:
>
> 1. Tetap menjalankan penanganan secara fisiologis.
>
> 2. Berikan obat penurun panas. Jika tidak kunjung
> reda setelah diberi obat, atau panasnya naik kembali
> selang 2 jam setelah minum obat, atau panasnya
> tambah tinggi, dan si anak rewel, menolak
> makan-minum, "Lekas larikan ke dokter. Nanti dokter
> akan mencari penyebabnya untuk diobati," kata
> Zakiudin.
>
> 3. Sebaliknya jika kondisi bayi cenderung membaik,
> "Orang tua boleh melihat perkembangannya hingga dua
> hari ke depan." Jika semakin membaik dengan ciri
> tidak panas lagi atau berangsur-angsur menurun,
> aktivitas hingga makan dan minum kembali seperti
> semula, bersyukurlah. Tetapi jika di hari ketiga si
> bayi kembali panas dan aktivitasnya menurun, lekas
> bawa ke dokter.
>
> Dalam kaitan dengan penanganan demam pada bayi ini,
> Zakiudin menyarankan orang tua untuk selalu
> menyediakan termometer, pakaian yang menyerap
> keringat dan tidak bikin gerah, termos air panas dan
> dingin, serta obat penurun panas.
>
> Untuk obat penurun panas kita bisa menyediakan obat
> dari golongan parasetamol dan ibuprofen. "Obat-obat
> ini relatif aman sebagai obat pertolongan pertama
> menurunkan demam pada bayi." Yang perlu diketahui,
> parasetamol hanya mampu dan efektif menurunkan panas
> tubuh yang biasa atau tidak terlalu tinggi, 38-390
> C. Sedangkan ibuprofen ampuh menurunkan panas tubuh
> yang tinggi. "Tapi keduanya cuma memiliki kemampuan
> menahan panas tubuh selama 8 jam."
>
> Jika si kecil tak bisa atau susah mengonsumsi obat
> lewat mulut, "Orang tua boleh menyediakan di rumah
> obat penurun panas yang dimasukkan lewat anus."
> Justru obat seperti inilah yang daya kerjanya lebih
> cepat karena lebih mudah diserap oleh tubuh. Tapi
> ingat, harus dengan sepengetahuan dokter.
>
> Kita boleh saja menyediakan 3 tiga jenis obat
> tersebut di rumah. Akan tetapi yang harus diingat,
> kata Zakiudin, "Orang tua tak boleh lantas percaya
> bayinya sudah sembuh walau panas tubuhnya turun
> setelah minum obat." Sembuh tidaknya baru bisa
> dilihat jika bayi tak diberi obat suhu tubuhnya
> normal, tetap ceria, tetap aktif, makan-minumnya
> normal dan banyak.
>
> Bila si kecil mengalami demam/panas hampir setiap
> minggu, jelas tak wajar. "Ini harus diperiksa lebih
> jauh lagi dengan saksama." Tak menutup kemungkinan,
> kekebalan tubuhnya tidak baik. Karena wajarnya,
> demam pada bayi terjadi 2 bulan sekali atau paling
> cepat 1 bulan sekali, selama lingkungannya sehat.
>
> DUA PENYEBAB DEMAM
>
=== message truncated ===





__________________________________
Yahoo! Mail - PC Magazine Editors' Choice 2005
http://mail.yahoo.com


------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Help save the life of a child. Support St. Jude Children's Research Hospital.
http://us.click.yahoo.com/kHgT2A/lbOLAA/a8ILAA/GCOolB/TM
--------------------------------------------------------------------~->

 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Bayi-Kita/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    Bayi-Kita-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


#25 From: milla nur <milla1972@...>
Date: Thu Nov 10, 2005 12:49 am
Subject: Re: File - BAYI SAKIT TAK SELALU DISERTAI DEMAM
milla1972
Send Email Send Email
 
terima kasih atas balasan e mail nya ibu lakshmi, saya
akan coba sedia juga di lemari es saya.
dan salam kenal juga.


Milla

--- Lakshmi Nawasasi <lakshminawasasi@...>
wrote:

> namanya Stesolid Suppositoria .... Bu Milla ..
> biasanya memang selalu ada di lemari es ibu-ibu yang
> anaknya sering stuip (kejang2)
> Semoga membantu ya ..
> O ya dear Mod dan anggota yang lain, salam kenalsaya
> anggota baru di milis ini
> Salam, lakshmi
>   ----- Original Message -----
>   From: milla nur
>   To: Bayi-Kita@yahoogroups.com
>   Sent: Tuesday, November 08, 2005 10:29 PM
>   Subject: Re: [Bayi-Kita] File - BAYI SAKIT TAK
> SELALU DISERTAI DEMAM
>
>
>   saya tertarik sekali baca e mail ini,kira2 boleh
> tau
>   apa nama obat utk penurun panas yg diberikan via
> dubur
>   si anak? masalahnya anak saya pernah sekali kejang
> dan
>   itu ada keturunan dari ayahnya (suami) saya. atas
>   bantuannya saya ucapkan terima kasih.
>
>   --- Bayi-Kita@yahoogroups.com wrote:
>
>   >
>   > BAYI SAKIT TAK SELALU DISERTAI DEMAM
>   >
>   > Lantas bagaimana mengenali sakit pada bayi jika
> tak
>   > muncul demam?
>   >
>   > "Memang, semua anak, tak terkecuali bayi,
> memiliki
>   > sensor atau kemampuan menaikkan suhu tubuh
> sebagai
>   > reaksi melawan penyakit akibat kuman ataupun
> virus
>   > yang menyerang tubuhnya," kata dr. Zakiudin
> Munasir,
>   > SpA(K) dari RSUPN Cipto Mangunkusumo, Jakarta.
> Akan
>   > tetapi, lanjutnya, seringkali pada bayi,
> terlebih
>   > bayi berusia di bawah 3 bulan, tidak menunjukkan
>   > gejala naiknya suhu tubuh. Sekalipun sebenarnya
>   > tubuh si bayi sedang berperang melawan serangan
>   > virus atau kuman. "Hal ini dikarenakan sistem
> sensor
>   > panas di tubuh bayi belum sempurna. Jadi,
> sekalipun
>   > penyakit sudah berada di dalam tubuh bayi atau
> si
>   > kecil sudah mengalami dehidrasi, tetapi karena
> chip
>   > atau pusat otak belum menerima sinyal melakukan
>   > tindakan, otomatis tubuh si kecil tidak
>   > memberitahukan bahwa dirinya sedang dalam
> bahaya,"
>   > papar Zakiudin.
>   >
>   > Syukur-syukur "tentara" di tubuh si kecil bisa
>   > menang memerangi "makhluk asing" yang bisa
>   > merugikannya itu. Jadi sekalipun tak terpantau,
> si
>   > kecil bisa tetap sehat dan tidak terjadi hal
> yang
>   > tak diinginkan. Namun bila yang terjadi
> sebaliknya,
>   > kita seringkali kecolongan. "Saat datang
> kontrol,
>   > penyakit yang diderita si bayi sudah parah.
> Kondisi
>   > ini terjadi karena orang tua menganggap, selama
>   > bayinya tidak panas, ya, tidak sakit. Tidak mau
>   > makan dianggap wajar, namanya juga bayi. Padahal
>   > seharusnya tidak demikian."
>   >
>   > KENALI BAYI ANDA
>   >
>   > Karena itulah, anjur Zakiudin, dalam merawat
> bayi,
>   > orang tua hendaknya tidak melulu berpatokan pada
>   > termometer alias ada-tidaknya demam. Orang tua
> harus
>   > mampu mengenali bayinya.
>   >
>   > Untuk itu, orang tua perlu melakukan pengamatan
>   > sebagai berikut:
>   >
>   > 1. Apakah hari itu si kecil minum ASI-nya masih
>   > seperti hari-hari kemarin?
>   >
>   > 2. Apakah nafsu makannya (Makanan
> Pendamping-ASI)
>   > masih tetap tinggi seperti hari-hari sebelumnya?
>
>   >
>   > 3. Apakah si kecil cerewetnya tidak berubah
> alias
>   > tidak mendadak menjadi pendiam?
>   >
>   > 4. Apakah sorot matanya tetap tajam dan lincah?
>   >
>   > 5. Apakah tetap aktif dan lincah dalam bergerak?
>
>   >
>   > 6. Apakah fisik bayi tak ada yang berubah atau
> ada
>   > sesuatu yang janggal (tidak seperti biasanya)?
>   >
>   > 7. Apakah BAB dan BAK normal dan lancar?
>   >
>   > Nah, jika jawaban yang muncul dari hasil
> pengamatan
>   > kita adalah kebalikannya, "Jangan tunggu besok,
> atau
>   > melakukan 'upacara adat' ini-itu. Saat itu juga
>   > lekas bawa ke dokter atau rumah sakit sekalipun
> si
>   > bayi tidak mengalami demam!" tegas Zakiudin.
>   >
>   > Memang, bisa jadi si kecil menolak makan cuma
> karena
>   > sariawan. "Tetapi apakah orang tua bisa
> memeriksa
>   > sampai sedetail itu? Jadi, daripada kondisi anak
>   > bertambah parah dan diagnosa orang tua meleset,
>   > kenapa tidak lebih baik ditangani oleh ahlinya
>   > saja?"
>   >
>   > PENGOBATAN FISIOLOGIS
>   >
>   > Sebaliknya, jika si kecil tetap aktif, lincah,
> nafsu
>   > makan bagus, minum susu oke, kondisi fisik baik,
>   > buang air besar dan kecil lancar, tapi suhu
> tubuhnya
>   > naik kurang lebih 37,50C, menurut Zakiudin,
> orang
>   > tua bisa melakukan tindakan-tindakan untuk
>   > mengobatinya sendiri di rumah secara fisiologis,
>   > yakni:
>   >
>   > 1. Berikan keleluasan suhu tubuh si kecil untuk
> bisa
>   > bersirkulasi dengan baik. Hindari pengenaan
> selimut
>   > atau baju tebal. Malah jika perlu telanjangi
> saja si
>   > kecil. Pendingin udara sangat boleh kita
> aktifkan.
>   > Justru dengan adanya pendingin udara bisa
> memberi
>   > keleluasaan yang lebih besar bagi panas tubuhnya
>   > untuk keluar.
>   >
>   > 2. Berikan minum yang banyak. Dengan cara ini
>   > diharapkan si kecil bisa BAK sebanyak-banyaknya,
>   > sehingga bisa membantu kelancaran sirkulasi suhu
>   > tubuh.
>   >
>   > 3. Lakukan kompres air hangat. Menurut hasil
>   > penelitian dan penemuan terbaru di dunia
> kedokteran,
>   > pemberian kompres air hangat paling baik di area
>   > tubuh yang mudah terekspos, seperti dada, perut
> atau
>   > dahi. Dengan demikian pembuluh darah akan
> melebar
>   > dan ini tentunya mempermudah serta memperlancar
>   > sirkulasi suhu
>   >
>   > tubuh. Sebaiknya tidak mengompres di area
> pembuluh
>   > darah besar karena pembuluh darahnya tidak bisa
>   > melebar lagi, di ketiak dan selangkangan,
> misalnya.
>   >
>   > "Memang dulu ada anggapan kompres dengan air
> dingin
>   > hingga pengompresan dilakukan di area pembuluh
> darah
>   > yang banyak, tapi cara tersebut sudah tidak
> berlaku
>   > lagi," kata Zakiudin. Kompres dengan air dingin
>   > justru semakin mengerutkan pembuluh darah dan
> bisa
>   > terjadi pembohongan tubuh. Maksudnya, kompres
> air
>   > dingin memang bisa mendinginkan suhu tubuh, tapi
> itu
>   > hanya beberapa saat saja. "Malah setelah itu
> bisa
>   > jadi suhu tubuh anak semakin panas, karena
> sensor
>   > suhu tubuh di otak akan menaikkan panas tubuh.
>   > Berbeda jika kompres dengan air hangat, sensor
> akan
>   > memerintahkan tubuh untuk menurunkan suhu
> tubuhnya."
>
=== message truncated ===





__________________________________
Yahoo! Mail - PC Magazine Editors' Choice 2005
http://mail.yahoo.com

#26 From: gita miranda <gmiranda@...>
Date: Thu Nov 10, 2005 1:40 am
Subject: Re: File - BAYI SAKIT TAK SELALU DISERTAI DEMAM
gmiranda@...
Send Email Send Email
 
Allow Mod n anggota lain salam kenal..
Saya minta tips dunk, gimana caranya spy cepat hamil, krn dah nunggu 2 tahun blm hamil jg neh..

salam
Gita

Lakshmi Nawasasi wrote:
namanya Stesolid Suppositoria .... Bu Milla ..
biasanya memang selalu ada di lemari es ibu-ibu yang anaknya sering stuip (kejang2)
Semoga membantu ya ..
O ya dear Mod dan anggota yang lain, salam kenalsaya anggota baru di milis ini
Salam, lakshmi
----- Original Message -----
From: milla nur
Sent: Tuesday, November 08, 2005 10:29 PM
Subject: Re: [Bayi-Kita] File - BAYI SAKIT TAK SELALU DISERTAI DEMAM

saya tertarik sekali baca e mail ini,kira2 boleh tau
apa nama obat utk penurun panas yg diberikan via dubur
si anak? masalahnya anak saya pernah sekali kejang dan
itu ada keturunan dari ayahnya (suami) saya. atas
bantuannya saya ucapkan terima kasih.

--- Bayi-Kita@yahoogroups.com wrote:

>
> BAYI SAKIT TAK SELALU DISERTAI DEMAM
>
> Lantas bagaimana mengenali sakit pada bayi jika tak
> muncul demam?
>
> "Memang, semua anak, tak terkecuali bayi, memiliki
> sensor atau kemampuan menaikkan suhu tubuh sebagai
> reaksi melawan penyakit akibat kuman ataupun virus
> yang menyerang tubuhnya," kata dr. Zakiudin Munasir,
> SpA(K) dari RSUPN Cipto Mangunkusumo, Jakarta. Akan
> tetapi, lanjutnya, seringkali pada bayi, terlebih
> bayi berusia di bawah 3 bulan, tidak menunjukkan
> gejala naiknya suhu tubuh. Sekalipun sebenarnya
> tubuh si bayi sedang berperang melawan serangan
> virus atau kuman. "Hal ini dikarenakan sistem sensor
> panas di tubuh bayi belum sempurna. Jadi, sekalipun
> penyakit sudah berada di dalam tubuh bayi atau si
> kecil sudah mengalami dehidrasi, tetapi karena chip
> atau pusat otak belum menerima sinyal melakukan
> tindakan, otomatis tubuh si kecil tidak
> memberitahukan bahwa dirinya sedang dalam bahaya,"
> papar Zakiudin.
>
> Syukur-syukur "tentara" di tubuh si kecil bisa
> menang memerangi "makhluk asing" yang bisa
> merugikannya itu. Jadi sekalipun tak terpantau, si
> kecil bisa tetap sehat dan tidak terjadi hal yang
> tak diinginkan. Namun bila yang terjadi sebaliknya,
> kita seringkali kecolongan. "Saat datang kontrol,
> penyakit yang diderita si bayi sudah parah. Kondisi
> ini terjadi karena orang tua menganggap, selama
> bayinya tidak panas, ya, tidak sakit. Tidak mau
> makan dianggap wajar, namanya juga bayi. Padahal
> seharusnya tidak demikian."
>
> KENALI BAYI ANDA
>
> Karena itulah, anjur Zakiudin, dalam merawat bayi,
> orang tua hendaknya tidak melulu berpatokan pada
> termometer alias ada-tidaknya demam. Orang tua harus
> mampu mengenali bayinya.
>
> Untuk itu, orang tua perlu melakukan pengamatan
> sebagai berikut:
>
> 1. Apakah hari itu si kecil minum ASI-nya masih
> seperti hari-hari kemarin?
>
> 2. Apakah nafsu makannya (Makanan Pendamping-ASI)
> masih tetap tinggi seperti hari-hari sebelumnya?
>
> 3. Apakah si kecil cerewetnya tidak berubah alias
> tidak mendadak menjadi pendiam?
>
> 4. Apakah sorot matanya tetap tajam dan lincah?
>
> 5. Apakah tetap aktif dan lincah dalam bergerak?
>
> 6. Apakah fisik bayi tak ada yang berubah atau ada
> sesuatu yang janggal (tidak seperti biasanya)?
>
> 7. Apakah BAB dan BAK normal dan lancar?
>
> Nah, jika jawaban yang muncul dari hasil pengamatan
> kita adalah kebalikannya, "Jangan tunggu besok, atau
> melakukan 'upacara adat' ini-itu. Saat itu juga
> lekas bawa ke dokter atau rumah sakit sekalipun si
> bayi tidak mengalami demam!" tegas Zakiudin.
>
> Memang, bisa jadi si kecil menolak makan cuma karena
> sariawan. "Tetapi apakah orang tua bisa memeriksa
> sampai sedetail itu? Jadi, daripada kondisi anak
> bertambah parah dan diagnosa orang tua meleset,
> kenapa tidak lebih baik ditangani oleh ahlinya
> saja?"
>
> PENGOBATAN FISIOLOGIS
>
> Sebaliknya, jika si kecil tetap aktif, lincah, nafsu
> makan bagus, minum susu oke, kondisi fisik baik,
> buang air besar dan kecil lancar, tapi suhu tubuhnya
> naik kurang lebih 37,50C, menurut Zakiudin, orang
> tua bisa melakukan tindakan-tindakan untuk
> mengobatinya sendiri di rumah secara fisiologis,
> yakni:
>
> 1. Berikan keleluasan suhu tubuh si kecil untuk bisa
> bersirkulasi dengan baik. Hindari pengenaan selimut
> atau baju tebal. Malah jika perlu telanjangi saja si
> kecil. Pendingin udara sangat boleh kita aktifkan.
> Justru dengan adanya pendingin udara bisa memberi
> keleluasaan yang lebih besar bagi panas tubuhnya
> untuk keluar.
>
> 2. Berikan minum yang banyak. Dengan cara ini
> diharapkan si kecil bisa BAK sebanyak-banyaknya,
> sehingga bisa membantu kelancaran sirkulasi suhu
> tubuh.
>
> 3. Lakukan kompres air hangat. Menurut hasil
> penelitian dan penemuan terbaru di dunia kedokteran,
> pemberian kompres air hangat paling baik di area
> tubuh yang mudah terekspos, seperti dada, perut atau
> dahi. Dengan demikian pembuluh darah akan melebar
> dan ini tentunya mempermudah serta memperlancar
> sirkulasi suhu
>
> tubuh. Sebaiknya tidak mengompres di area pembuluh
> darah besar karena pembuluh darahnya tidak bisa
> melebar lagi, di ketiak dan selangkangan, misalnya.
>
> "Memang dulu ada anggapan kompres dengan air dingin
> hingga pengompresan dilakukan di area pembuluh darah
> yang banyak, tapi cara tersebut sudah tidak berlaku
> lagi," kata Zakiudin. Kompres dengan air dingin
> justru semakin mengerutkan pembuluh darah dan bisa
> terjadi pembohongan tubuh. Maksudnya, kompres air
> dingin memang bisa mendinginkan suhu tubuh, tapi itu
> hanya beberapa saat saja. "Malah setelah itu bisa
> jadi suhu tubuh anak semakin panas, karena sensor
> suhu tubuh di otak akan menaikkan panas tubuh.
> Berbeda jika kompres dengan air hangat, sensor akan
> memerintahkan tubuh untuk menurunkan suhu tubuhnya."
>
>
> Nah, dengan pengobatan fisiologis ini, lanjut
> Zakiudin, pertahanan tubuh bayi akan terstimulasi
> menjadi lebih kuat. Tetapi ingat, cara-cara tersebut
> dilakukan selama si kecil tidak mengalami kejang!
> "Kalau sudah kejang, tak ada kata lain, usahakan
> lidah bayi tak tergigit dan saat itu juga bawa ke
> dokter," anjurnya.
>
> BERIKAN OBAT PENURUN PANAS
>
> Jika dengan penanganan fisiologis ternyata suhu
> tubuhnya tak kunjung reda atau sembuh dalam 1x24
> jam, bisa jadi panas tubuh si kecil itu karena
> faktor nonfisiologis. Penanganan yang harus orang
> tua lakukan adalah:
>
> 1. Tetap menjalankan penanganan secara fisiologis.
>
> 2. Berikan obat penurun panas. Jika tidak kunjung
> reda setelah diberi obat, atau panasnya naik kembali
> selang 2 jam setelah minum obat, atau panasnya
> tambah tinggi, dan si anak rewel, menolak
> makan-minum, "Lekas larikan ke dokter. Nanti dokter
> akan mencari penyebabnya untuk diobati," kata
> Zakiudin.
>
> 3. Sebaliknya jika kondisi bayi cenderung membaik,
> "Orang tua boleh melihat perkembangannya hingga dua
> hari ke depan." Jika semakin membaik dengan ciri
> tidak panas lagi atau berangsur-angsur menurun,
> aktivitas hingga makan dan minum kembali seperti
> semula, bersyukurlah. Tetapi jika di hari ketiga si
> bayi kembali panas dan aktivitasnya menurun, lekas
> bawa ke dokter.
>
> Dalam kaitan dengan penanganan demam pada bayi ini,
> Zakiudin menyarankan orang tua untuk selalu
> menyediakan termometer, pakaian yang menyerap
> keringat dan tidak bikin gerah, termos air panas dan
> dingin, serta obat penurun panas.
>
> Untuk obat penurun panas kita bisa menyediakan obat
> dari golongan parasetamol dan ibuprofen. "Obat-obat
> ini relatif aman sebagai obat pertolongan pertama
> menurunkan demam pada bayi." Yang perlu diketahui,
> parasetamol hanya mampu dan efektif menurunkan panas
> tubuh yang biasa atau tidak terlalu tinggi, 38-390
> C. Sedangkan ibuprofen ampuh menurunkan panas tubuh
> yang tinggi. "Tapi keduanya cuma memiliki kemampuan
> menahan panas tubuh selama 8 jam."
>
> Jika si kecil tak bisa atau susah mengonsumsi obat
> lewat mulut, "Orang tua boleh menyediakan di rumah
> obat penurun panas yang dimasukkan lewat anus."
> Justru obat seperti inilah yang daya kerjanya lebih
> cepat karena lebih mudah diserap oleh tubuh. Tapi
> ingat, harus dengan sepengetahuan dokter.
>
> Kita boleh saja menyediakan 3 tiga jenis obat
> tersebut di rumah. Akan tetapi yang harus diingat,
> kata Zakiudin, "Orang tua tak boleh lantas percaya
> bayinya sudah sembuh walau panas tubuhnya turun
> setelah minum obat." Sembuh tidaknya baru bisa
> dilihat jika bayi tak diberi obat suhu tubuhnya
> normal, tetap ceria, tetap aktif, makan-minumnya
> normal dan banyak.
>
> Bila si kecil mengalami demam/panas hampir setiap
> minggu, jelas tak wajar. "Ini harus diperiksa lebih
> jauh lagi dengan saksama." Tak menutup kemungkinan,
> kekebalan tubuhnya tidak baik. Karena wajarnya,
> demam pada bayi terjadi 2 bulan sekali atau paling
> cepat 1 bulan sekali, selama lingkungannya sehat.
>
> DUA PENYEBAB DEMAM
>
=== message truncated ===





__________________________________
Yahoo! Mail - PC Magazine Editors' Choice 2005
http://mail.yahoo.com


------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Help save the life of a child. Support St. Jude Children's Research Hospital.
http://us.click.yahoo.com/kHgT2A/lbOLAA/a8ILAA/GCOolB/TM
--------------------------------------------------------------------~->

 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Bayi-Kita/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    Bayi-Kita-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


YAHOO! GROUPS LINKS





#27 From: "Batubara, Faisal" <Faisal.Batubara@...>
Date: Thu Nov 10, 2005 1:57 am
Subject: caranya spy cepat hamil
Faisal.Batubara@...
Send Email Send Email
 

Wah Boleh juga nih topic untuk dibahas, mungkin ada yang punya pengalaman untuk dibagi, mungkin dokter, atau pengobatan alternative. Karena saya juga mengalami hal yang sama. Belum punya anak setelah nikah 3 tahun.

 

_________________________________

Faisal Raja Batubara

Senior CAD Technician

PT Sulzer Hickham Indonesia

Sulzer Turbo Services

Kawasan Industri Kota Bukit Indah

Blok A11, Kav. IC-ID

Purwakarta 41181, Indonesia

Phone +62 (0)264 351 920 ext. 170

Fax +62 (0)264 351 143

E-mail: mailto:faisal.Batubara@...

Internet: http://www.pthickham.com

_________________________________


size=2 width="100%" align=center tabindex=-1>

From: Bayi-Kita@yahoogroups.com [mailto:Bayi-Kita@yahoogroups.com] On Behalf Of gita miranda
Sent: Thursday, November 10, 2005 8:41 AM
To: Bayi-Kita@yahoogroups.com
Subject: Re: [Bayi-Kita] File - BAYI SAKIT TAK SELALU DISERTAI DEMAM

 

Allow Mod n anggota lain salam kenal..
Saya minta tips dunk, gimana caranya spy cepat hamil, krn dah nunggu 2 tahun blm hamil jg neh..

salam
Gita

Lakshmi Nawasasi wrote:

namanya Stesolid Suppositoria .... Bu Milla ..

biasanya memang selalu ada di lemari es ibu-ibu yang anaknya sering stuip (kejang2)

Semoga membantu ya ..

O ya dear Mod dan anggota yang lain, salam kenalsaya anggota baru di milis ini

Salam, lakshmi

----- Original Message -----

From: milla nur

Sent: Tuesday, November 08, 2005 10:29 PM

Subject: Re: [Bayi-Kita] File - BAYI SAKIT TAK SELALU DISERTAI DEMAM

 

saya tertarik sekali baca e mail ini,kira2 boleh tau
apa nama obat utk penurun panas yg diberikan via dubur
si anak? masalahnya anak saya pernah sekali kejang dan
itu ada keturunan dari ayahnya (suami) saya. atas
bantuannya saya ucapkan terima kasih.

--- Bayi-Kita@yahoogroups.com wrote:

>
> BAYI SAKIT TAK SELALU DISERTAI DEMAM
>
> Lantas bagaimana mengenali sakit pada bayi jika tak
> muncul demam?
>
> "Memang, semua anak, tak terkecuali bayi, memiliki
> sensor atau kemampuan menaikkan suhu tubuh sebagai
> reaksi melawan penyakit akibat kuman ataupun virus
> yang menyerang tubuhnya," kata dr. Zakiudin Munasir,
> SpA(K) dari RSUPN Cipto Mangunkusumo, Jakarta. Akan
> tetapi, lanjutnya, seringkali pada bayi, terlebih
> bayi berusia di bawah 3 bulan, tidak menunjukkan
> gejala naiknya suhu tubuh. Sekalipun sebenarnya
> tubuh si bayi sedang berperang melawan serangan
> virus atau kuman. "Hal ini dikarenakan sistem sensor
> panas di tubuh bayi belum sempurna. Jadi, sekalipun
> penyakit sudah berada di dalam tubuh bayi atau si
> kecil sudah mengalami dehidrasi, tetapi karena chip
> atau pusat otak belum menerima sinyal melakukan
> tindakan, otomatis tubuh si kecil tidak
> memberitahukan bahwa dirinya sedang dalam bahaya,"
> papar Zakiudin.
>
> Syukur-syukur "tentara" di tubuh si kecil bisa
> menang memerangi "makhluk asing" yang bisa
> merugikannya itu. Jadi sekalipun tak terpantau, si
> kecil bisa tetap sehat dan tidak terjadi hal yang
> tak diinginkan. Namun bila yang terjadi sebaliknya,
> kita seringkali kecolongan. "Saat datang kontrol,
> penyakit yang diderita si bayi sudah parah. Kondisi
> ini terjadi karena orang tua menganggap, selama
> bayinya tidak panas, ya, tidak sakit. Tidak mau
> makan dianggap wajar, namanya juga bayi. Padahal
> seharusnya tidak demikian."
>
> KENALI BAYI ANDA
>
> Karena itulah, anjur Zakiudin, dalam merawat bayi,
> orang tua hendaknya tidak melulu berpatokan pada
> termometer alias ada-tidaknya demam. Orang tua harus
> mampu mengenali bayinya.
>
> Untuk itu, orang tua perlu melakukan pengamatan
> sebagai berikut:
>
> 1. Apakah hari itu si kecil minum ASI-nya masih
> seperti hari-hari kemarin?
>
> 2. Apakah nafsu makannya (Makanan Pendamping-ASI)
> masih tetap tinggi seperti hari-hari sebelumnya?
>
> 3. Apakah si kecil cerewetnya tidak berubah alias
> tidak mendadak menjadi pendiam?
>
> 4. Apakah sorot matanya tetap tajam dan lincah?
>
> 5. Apakah tetap aktif dan lincah dalam bergerak?
>
> 6. Apakah fisik bayi tak ada yang berubah atau ada
> sesuatu yang janggal (tidak seperti biasanya)?
>
> 7. Apakah BAB dan BAK normal dan lancar?
>
> Nah, jika jawaban yang muncul dari hasil pengamatan
> kita adalah kebalikannya, "Jangan tunggu besok, atau
> melakukan 'upacara adat' ini-itu. Saat itu juga
> lekas bawa ke dokter atau rumah sakit sekalipun si
> bayi tidak mengalami demam!" tegas Zakiudin.
>
> Memang, bisa jadi si kecil menolak makan cuma karena
> sariawan. "Tetapi apakah orang tua bisa memeriksa
> sampai sedetail itu? Jadi, daripada kondisi anak
> bertambah parah dan diagnosa orang tua meleset,
> kenapa tidak lebih baik ditangani oleh ahlinya
> saja?"
>
> PENGOBATAN FISIOLOGIS
>
> Sebaliknya, jika si kecil tetap aktif, lincah, nafsu
> makan bagus, minum susu oke, kondisi fisik baik,
> buang air besar dan kecil lancar, tapi suhu tubuhnya
> naik kurang lebih 37,50C, menurut Zakiudin, orang
> tua bisa melakukan tindakan-tindakan untuk
> mengobatinya sendiri di rumah secara fisiologis,
> yakni:
>
> 1. Berikan keleluasan suhu tubuh si kecil untuk bisa
> bersirkulasi dengan baik. Hindari pengenaan selimut
> atau baju tebal. Malah jika perlu telanjangi saja si
> kecil. Pendingin udara sangat boleh kita aktifkan.
> Justru dengan adanya pendingin udara bisa memberi
> keleluasaan yang lebih besar bagi panas tubuhnya
> untuk keluar.
>
> 2. Berikan minum yang banyak. Dengan cara ini
> diharapkan si kecil bisa BAK sebanyak-banyaknya,
> sehingga bisa membantu kelancaran sirkulasi suhu
> tubuh.
>
> 3. Lakukan kompres air hangat. Menurut hasil
> penelitian dan penemuan terbaru di dunia kedokteran,
> pemberian kompres air hangat paling baik di area
> tubuh yang mudah terekspos, seperti dada, perut atau
> dahi. Dengan demikian pembuluh darah akan melebar
> dan ini tentunya mempermudah serta memperlancar
> sirkulasi suhu
>
> tubuh. Sebaiknya tidak mengompres di area pembuluh
> darah besar karena pembuluh darahnya tidak bisa
> melebar lagi, di ketiak dan selangkangan, misalnya.
>
> "Memang dulu ada anggapan kompres dengan air dingin
> hingga pengompresan dilakukan di area pembuluh darah
> yang banyak, tapi cara tersebut sudah tidak berlaku
> lagi," kata Zakiudin. Kompres dengan air dingin
> justru semakin mengerutkan pembuluh darah dan bisa
> terjadi pembohongan tubuh. Maksudnya, kompres air
> dingin memang bisa mendinginkan suhu tubuh, tapi itu
> hanya beberapa saat saja. "Malah setelah itu bisa
> jadi suhu tubuh anak semakin panas, karena sensor
> suhu tubuh di otak akan menaikkan panas tubuh.
> Berbeda jika kompres dengan air hangat, sensor akan
> memerintahkan tubuh untuk menurunkan suhu tubuhnya."
>
>
> Nah, dengan pengobatan fisiologis ini, lanjut
> Zakiudin, pertahanan tubuh bayi akan terstimulasi
> menjadi lebih kuat. Tetapi ingat, cara-cara tersebut
> dilakukan selama si kecil tidak mengalami kejang!
> "Kalau sudah kejang, tak ada kata lain, usahakan
> lidah bayi tak tergigit dan saat itu juga bawa ke
> dokter," anjurnya.
>
> BERIKAN OBAT PENURUN PANAS
>
> Jika dengan penanganan fisiologis ternyata suhu
> tubuhnya tak kunjung reda atau sembuh dalam 1x24
> jam, bisa jadi panas tubuh si kecil itu karena
> faktor nonfisiologis. Penanganan yang harus orang
> tua lakukan adalah:
>
> 1. Tetap menjalankan penanganan secara fisiologis.
>
> 2. Berikan obat penurun panas. Jika tidak kunjung
> reda setelah diberi obat, atau panasnya naik kembali
> selang 2 jam setelah minum obat, atau panasnya
> tambah tinggi, dan si anak rewel, menolak
> makan-minum, "Lekas larikan ke dokter. Nanti dokter
> akan mencari penyebabnya untuk diobati," kata
> Zakiudin.
>
> 3. Sebaliknya jika kondisi bayi cenderung membaik,
> "Orang tua boleh melihat perkembangannya hingga dua
> hari ke depan." Jika semakin membaik dengan ciri
> tidak panas lagi atau berangsur-angsur menurun,
> aktivitas hingga makan dan minum kembali seperti
> semula, bersyukurlah. Tetapi jika di hari ketiga si
> bayi kembali panas dan aktivitasnya menurun, lekas
> bawa ke dokter.
>
> Dalam kaitan dengan penanganan demam pada bayi ini,
> Zakiudin menyarankan orang tua untuk selalu
> menyediakan termometer, pakaian yang menyerap
> keringat dan tidak bikin gerah, termos air panas dan
> dingin, serta obat penurun panas.
>
> Untuk obat penurun panas kita bisa menyediakan obat
> dari golongan parasetamol dan ibuprofen. "Obat-obat
> ini relatif aman sebagai obat pertolongan pertama
> menurunkan demam pada bayi." Yang perlu diketahui,
> parasetamol hanya mampu dan efektif menurunkan panas
> tubuh yang biasa atau tidak terlalu tinggi, 38-390
> C. Sedangkan ibuprofen ampuh menurunkan panas tubuh
> yang tinggi. "Tapi keduanya cuma memiliki kemampuan
> menahan panas tubuh selama 8 jam."
>
> Jika si kecil tak bisa atau susah mengonsumsi obat
> lewat mulut, "Orang tua boleh menyediakan di rumah
> obat penurun panas yang dimasukkan lewat anus."
> Justru obat seperti inilah yang daya kerjanya lebih
> cepat karena lebih mudah diserap oleh tubuh. Tapi
> ingat, harus dengan sepengetahuan dokter.
>
> Kita boleh saja menyediakan 3 tiga jenis obat
> tersebut di rumah. Akan tetapi yang harus diingat,
> kata Zakiudin, "Orang tua tak boleh lantas percaya
> bayinya sudah sembuh walau panas tubuhnya turun
> setelah minum obat." Sembuh tidaknya baru bisa
> dilihat jika bayi tak diberi obat suhu tubuhnya
> normal, tetap ceria, tetap aktif, makan-minumnya
> normal dan banyak.
>
> Bila si kecil mengalami demam/panas hampir setiap
> minggu, jelas tak wajar. "Ini harus diperiksa lebih
> jauh lagi dengan saksama." Tak menutup kemungkinan,
> kekebalan tubuhnya tidak baik. Karena wajarnya,
> demam pada bayi terjadi 2 bulan sekali atau paling
> cepat 1 bulan sekali, selama lingkungannya sehat.
>
> DUA PENYEBAB DEMAM
>
=== message truncated ===





__________________________________
Yahoo! Mail - PC Magazine Editors' Choice 2005
http://mail.yahoo.com


------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Help save the life of a child. Support St. Jude Children's Research Hospital.
http://us.click.yahoo.com/kHgT2A/lbOLAA/a8ILAA/GCOolB/TM
--------------------------------------------------------------------~->

 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Bayi-Kita/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    Bayi-Kita-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

 

YAHOO! GROUPS LINKS

 

 

 



CONFIDENTIALITY NOTICE
The information in this email may be confidential and/or privileged. This email is intended to be reviewed
by only the addressee(s) named above. If you are not the intended recipient, you are hereby notified
that any review, dissemination, copying, use or storage of this email and its attachments, if any, or the
information contained herein is prohibited. If you have received this email in error, please immediately
notify the sender by return email and delete this email from your system. Thank you.


#28 From: "Quality Assurance" <qa@...>
Date: Thu Nov 10, 2005 2:29 am
Subject: Re: caranya spy cepat hamil
qa@...
Send Email Send Email
 
Menurut saya sebaiknya jangan langsung ke alternative,karena biasanya
logikanya suka gak masuk akal.
Check dulu secara medis,sekarang kan Andrologi sudah berkembang maju
pesat,Kalau secara medis dokter sudah angkat tangan baru ke aLternative.
Tahapannya,Check dulu kondisi sperma normal /enggak trus check
selanjutnya konsul aja ama dokter Andrologi dech.
Dokter specialis (Ketua Androlog) yang saya tahu Dr Indra,Prakteknya di
RSB YPK Menteng,RS Budi Jaya,Klinik Sayyidah pondok kelapa,sama di
cibubur.
Hari dan jamnya gak apal aku
Thanks

Cachoek

-----Original Message-----
From: "Batubara, Faisal" <Faisal.Batubara@...>
To: <Bayi-Kita@yahoogroups.com>
Date: Thu, 10 Nov 2005 08:57:09 +0700
Subject: [Bayi-Kita] caranya spy cepat hamil

>Wah Boleh juga nih topic untuk dibahas, mungkin ada yang punya
>pengalaman untuk dibagi, mungkin dokter, atau pengobatan alternative.
>Karena saya juga mengalami hal yang sama. Belum punya anak setelah
>nikah
>3 tahun.
>
>
>
>_________________________________
>
>Faisal Raja Batubara
>
>Senior CAD Technician
>
>PT Sulzer Hickham Indonesia
>
>Sulzer Turbo Services
>
>Kawasan Industri Kota Bukit Indah
>
>Blok A11, Kav. IC-ID
>
>Purwakarta 41181, Indonesia
>
>Phone +62 (0)264 351 920 ext. 170
>
>Fax +62 (0)264 351 143
>
>E-mail: mailto:faisal.Batubara@...
><mailto:faisal.Batubara@...>
>
>Internet: http://www.pthickham.com
><blocked::http://www.pthickham.com/>
>
>_________________________________
>
>________________________________
>
>size=2 width="100%" align=center tabindex=-1>
>
>From: Bayi-Kita@yahoogroups.com [mailto:Bayi-Kita@yahoogroups.com] On
>Behalf Of gita miranda
>Sent: Thursday, November 10, 2005 8:41 AM
>To: Bayi-Kita@yahoogroups.com
>Subject: Re: [Bayi-Kita] File - BAYI SAKIT TAK SELALU DISERTAI DEMAM
>
>
>
>Allow Mod n anggota lain salam kenal..
>Saya minta tips dunk, gimana caranya spy cepat hamil, krn dah nunggu 2
>tahun blm hamil jg neh..
>
>salam
>Gita
>
>Lakshmi Nawasasi wrote:
>
>namanya Stesolid Suppositoria .... Bu Milla ..
>
>biasanya memang selalu ada di lemari es ibu-ibu yang anaknya sering
>stuip (kejang2)
>
>Semoga membantu ya ..
>
>O ya dear Mod dan anggota yang lain, salam kenalsaya anggota baru di
>milis ini
>
>Salam, lakshmi
>
> ----- Original Message -----
>
> From: milla nur <mailto:milla1972@...>
>
> To: Bayi-Kita@yahoogroups.com
>
> Sent: Tuesday, November 08, 2005 10:29 PM
>
> Subject: Re: [Bayi-Kita] File - BAYI SAKIT TAK SELALU DISERTAI
>DEMAM
>
>
>
> saya tertarik sekali baca e mail ini,kira2 boleh tau
> apa nama obat utk penurun panas yg diberikan via dubur
> si anak? masalahnya anak saya pernah sekali kejang dan
> itu ada keturunan dari ayahnya (suami) saya. atas
> bantuannya saya ucapkan terima kasih.
>
> --- Bayi-Kita@yahoogroups.com wrote:
>
> >
> > BAYI SAKIT TAK SELALU DISERTAI DEMAM
> >
> > Lantas bagaimana mengenali sakit pada bayi jika tak
> > muncul demam?
> >
> > "Memang, semua anak, tak terkecuali bayi, memiliki
> > sensor atau kemampuan menaikkan suhu tubuh sebagai
> > reaksi melawan penyakit akibat kuman ataupun virus
> > yang menyerang tubuhnya," kata dr. Zakiudin Munasir,
> > SpA(K) dari RSUPN Cipto Mangunkusumo, Jakarta. Akan
> > tetapi, lanjutnya, seringkali pada bayi, terlebih
> > bayi berusia di bawah 3 bulan, tidak menunjukkan
> > gejala naiknya suhu tubuh. Sekalipun sebenarnya
> > tubuh si bayi sedang berperang melawan serangan
> > virus atau kuman. "Hal ini dikarenakan sistem sensor
> > panas di tubuh bayi belum sempurna. Jadi, sekalipun
> > penyakit sudah berada di dalam tubuh bayi atau si
> > kecil sudah mengalami dehidrasi, tetapi karena chip
> > atau pusat otak belum menerima sinyal melakukan
> > tindakan, otomatis tubuh si kecil tidak
> > memberitahukan bahwa dirinya sedang dalam bahaya,"
> > papar Zakiudin.
> >
> > Syukur-syukur "tentara" di tubuh si kecil bisa
> > menang memerangi "makhluk asing" yang bisa
> > merugikannya itu. Jadi sekalipun tak terpantau, si
> > kecil bisa tetap sehat dan tidak terjadi hal yang
> > tak diinginkan. Namun bila yang terjadi sebaliknya,
> > kita seringkali kecolongan. "Saat datang kontrol,
> > penyakit yang diderita si bayi sudah parah. Kondisi
> > ini terjadi karena orang tua menganggap, selama
> > bayinya tidak panas, ya, tidak sakit. Tidak mau
> > makan dianggap wajar, namanya juga bayi. Padahal
> > seharusnya tidak demikian."
> >
> > KENALI BAYI ANDA
> >
> > Karena itulah, anjur Zakiudin, dalam merawat bayi,
> > orang tua hendaknya tidak melulu berpatokan pada
> > termometer alias ada-tidaknya demam. Orang tua harus
> > mampu mengenali bayinya.
> >
> > Untuk itu, orang tua perlu melakukan pengamatan
> > sebagai berikut:
> >
> > 1. Apakah hari itu si kecil minum ASI-nya masih
> > seperti hari-hari kemarin?
> >
> > 2. Apakah nafsu makannya (Makanan Pendamping-ASI)
> > masih tetap tinggi seperti hari-hari sebelumnya?
> >
> > 3. Apakah si kecil cerewetnya tidak berubah alias
> > tidak mendadak menjadi pendiam?
> >
> > 4. Apakah sorot matanya tetap tajam dan lincah?
> >
> > 5. Apakah tetap aktif dan lincah dalam bergerak?
> >
> > 6. Apakah fisik bayi tak ada yang berubah atau ada
> > sesuatu yang janggal (tidak seperti biasanya)?
> >
> > 7. Apakah BAB dan BAK normal dan lancar?
> >
> > Nah, jika jawaban yang muncul dari hasil pengamatan
> > kita adalah kebalikannya, "Jangan tunggu besok, atau
> > melakukan 'upacara adat' ini-itu. Saat itu juga
> > lekas bawa ke dokter atau rumah sakit sekalipun si
> > bayi tidak mengalami demam!" tegas Zakiudin.
> >
> > Memang, bisa jadi si kecil menolak makan cuma karena
> > sariawan. "Tetapi apakah orang tua bisa memeriksa
> > sampai sedetail itu? Jadi, daripada kondisi anak
> > bertambah parah dan diagnosa orang tua meleset,
> > kenapa tidak lebih baik ditangani oleh ahlinya
> > saja?"
> >
> > PENGOBATAN FISIOLOGIS
> >
> > Sebaliknya, jika si kecil tetap aktif, lincah, nafsu
> > makan bagus, minum susu oke, kondisi fisik baik,
> > buang air besar dan kecil lancar, tapi suhu tubuhnya
> > naik kurang lebih 37,50C, menurut Zakiudin, orang
> > tua bisa melakukan tindakan-tindakan untuk
> > mengobatinya sendiri di rumah secara fisiologis,
> > yakni:
> >
> > 1. Berikan keleluasan suhu tubuh si kecil untuk bisa
> > bersirkulasi dengan baik. Hindari pengenaan selimut
> > atau baju tebal. Malah jika perlu telanjangi saja si
> > kecil. Pendingin udara sangat boleh kita aktifkan.
> > Justru dengan adanya pendingin udara bisa memberi
> > keleluasaan yang lebih besar bagi panas tubuhnya
> > untuk keluar.
> >
> > 2. Berikan minum yang banyak. Dengan cara ini
> > diharapkan si kecil bisa BAK sebanyak-banyaknya,
> > sehingga bisa membantu kelancaran sirkulasi suhu
> > tubuh.
> >
> > 3. Lakukan kompres air hangat. Menurut hasil
> > penelitian dan penemuan terbaru di dunia kedokteran,
> > pemberian kompres air hangat paling baik di area
> > tubuh yang mudah terekspos, seperti dada, perut atau
> > dahi. Dengan demikian pembuluh darah akan melebar
> > dan ini tentunya mempermudah serta memperlancar
> > sirkulasi suhu
> >
> > tubuh. Sebaiknya tidak mengompres di area pembuluh
> > darah besar karena pembuluh darahnya tidak bisa
> > melebar lagi, di ketiak dan selangkangan, misalnya.
> >
> > "Memang dulu ada anggapan kompres dengan air dingin
> > hingga pengompresan dilakukan di area pembuluh darah
> > yang banyak, tapi cara tersebut sudah tidak berlaku
> > lagi," kata Zakiudin. Kompres dengan air dingin
> > justru semakin mengerutkan pembuluh darah dan bisa
> > terjadi pembohongan tubuh. Maksudnya, kompres air
> > dingin memang bisa mendinginkan suhu tubuh, tapi itu
> > hanya beberapa saat saja. "Malah setelah itu bisa
> > jadi suhu tubuh anak semakin panas, karena sensor
> > suhu tubuh di otak akan menaikkan panas tubuh.
> > Berbeda jika kompres dengan air hangat, sensor akan
> > memerintahkan tubuh untuk menurunkan suhu tubuhnya."
> >
> >
> > Nah, dengan pengobatan fisiologis ini, lanjut
> > Zakiudin, pertahanan tubuh bayi akan terstimulasi
> > menjadi lebih kuat. Tetapi ingat, cara-cara tersebut
> > dilakukan selama si kecil tidak mengalami kejang!
> > "Kalau sudah kejang, tak ada kata lain, usahakan
> > lidah bayi tak tergigit dan saat itu juga bawa ke
> > dokter," anjurnya.
> >
> > BERIKAN OBAT PENURUN PANAS
> >
> > Jika dengan penanganan fisiologis ternyata suhu
> > tubuhnya tak kunjung reda atau sembuh dalam 1x24
> > jam, bisa jadi panas tubuh si kecil itu karena
> > faktor nonfisiologis. Penanganan yang harus orang
> > tua lakukan adalah:
> >
> > 1. Tetap menjalankan penanganan secara fisiologis.
> >
> > 2. Berikan obat penurun panas. Jika tidak kunjung
> > reda setelah diberi obat, atau panasnya naik kembali
> > selang 2 jam setelah minum obat, atau panasnya
> > tambah tinggi, dan si anak rewel, menolak
> > makan-minum, "Lekas larikan ke dokter. Nanti dokter
> > akan mencari penyebabnya untuk diobati," kata
> > Zakiudin.
> >
> > 3. Sebaliknya jika kondisi bayi cenderung membaik,
> > "Orang tua boleh melihat perkembangannya hingga dua
> > hari ke depan." Jika semakin membaik dengan ciri
> > tidak panas lagi atau berangsur-angsur menurun,
> > aktivitas hingga makan dan minum kembali seperti
> > semula, bersyukurlah. Tetapi jika di hari ketiga si
> > bayi kembali panas dan aktivitasnya menurun, lekas
> > bawa ke dokter.
> >
> > Dalam kaitan dengan penanganan demam pada bayi ini,
> > Zakiudin menyarankan orang tua untuk selalu
> > menyediakan termometer, pakaian yang menyerap
> > keringat dan tidak bikin gerah, termos air panas dan
> > dingin, serta obat penurun panas.
> >
> > Untuk obat penurun panas kita bisa menyediakan obat
> > dari golongan parasetamol dan ibuprofen. "Obat-obat
> > ini relatif aman sebagai obat pertolongan pertama
> > menurunkan demam pada bayi." Yang perlu diketahui,
> > parasetamol hanya mampu dan efektif menurunkan panas
> > tubuh yang biasa atau tidak terlalu tinggi, 38-390
> > C. Sedangkan ibuprofen ampuh menurunkan panas tubuh
> > yang tinggi. "Tapi keduanya cuma memiliki kemampuan
> > menahan panas tubuh selama 8 jam."
> >
> > Jika si kecil tak bisa atau susah mengonsumsi obat
> > lewat mulut, "Orang tua boleh menyediakan di rumah
> > obat penurun panas yang dimasukkan lewat anus."
> > Justru obat seperti inilah yang daya kerjanya lebih
> > cepat karena lebih mudah diserap oleh tubuh. Tapi
> > ingat, harus dengan sepengetahuan dokter.
> >
> > Kita boleh saja menyediakan 3 tiga jenis obat
> > tersebut di rumah. Akan tetapi yang harus diingat,
> > kata Zakiudin, "Orang tua tak boleh lantas percaya
> > bayinya sudah sembuh walau panas tubuhnya turun
> > setelah minum obat." Sembuh tidaknya baru bisa
> > dilihat jika bayi tak diberi obat suhu tubuhnya
> > normal, tetap ceria, tetap aktif, makan-minumnya
> > normal dan banyak.
> >
> > Bila si kecil mengalami demam/panas hampir setiap
> > minggu, jelas tak wajar. "Ini harus diperiksa lebih
> > jauh lagi dengan saksama." Tak menutup kemungkinan,
> > kekebalan tubuhnya tidak baik. Karena wajarnya,
> > demam pada bayi terjadi 2 bulan sekali atau paling
> > cepat 1 bulan sekali, selama lingkungannya sehat.
> >
> > DUA PENYEBAB DEMAM
> >
> === message truncated ===
>
>
>
>
>
> __________________________________
> Yahoo! Mail - PC Magazine Editors' Choice 2005
> http://mail.yahoo.com
>
>
> ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor
>
>
> Yahoo! Groups Links
>
>
>
>
>
>
>
>YAHOO! GROUPS LINKS
>
>
>
>*  Visit your group "Bayi-Kita
><http://groups.yahoo.com/group/Bayi-Kita> " on the web.
>
>*  To unsubscribe from this group, send an email to:
>  Bayi-Kita-unsubscribe@yahoogroups.com
><mailto:Bayi-Kita-unsubscribe@yahoogroups.com?subject=Unsubscribe>
>
>*  Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of
>Service <http://docs.yahoo.com/info/terms/> .
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>________________________________
>
>YAHOO! GROUPS LINKS
>
>
>
>*  Visit your group "Bayi-Kita
><http://groups.yahoo.com/group/Bayi-Kita> " on the web.
>
>*  To unsubscribe from this group, send an email to:
>  Bayi-Kita-unsubscribe@yahoogroups.com
><mailto:Bayi-Kita-unsubscribe@yahoogroups.com?subject=Unsubscribe>
>
>*  Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of
>Service <http://docs.yahoo.com/info/terms/> .
>
>
>
>________________________________
>
>
>CONFIDENTIALITY NOTICE
>The information in this email may be confidential and/or privileged.
>This email is intended to be reviewed
>by only the addressee(s) named above. If you are not the intended
>recipient, you are hereby notified
>that any review, dissemination, copying, use or storage of this email
>and its attachments, if any, or the
>information contained herein is prohibited. If you have received this
>email in error, please immediately
>notify the sender by return email and delete this email from your
>system. Thank you.
>
>
>

#29 From: "Tyas" <tyas@...>
Date: Thu Nov 10, 2005 2:25 am
Subject: Re: caranya spy cepat hamil
tyas@...
Send Email Send Email
 
Hallo... saya baru juga di millis ini.
 
Saya menikah sejak September 2004, dan hingga kini belum jg hamil. Wlpn br sethn  menikah, saya dan suami ingin segera pny keturunan, salah satu pertimbangannya krn usia saya sudah 30th. Bulan Maret yg lalu, saya memeriksakan diri ke dokter kandungan di klinik fertilitas di RS Bunda, disana saya di USG transvaginal, oleh dokter dikatakan bhw dalam indung telur kiri saya terdapata kista yg ukurannya (+-) 5cm, dokter menyarankan operasi laparoscopy, tp seblmnya saya diminta utk tes darah di laborat. Suami saya juga diperiksa spermanya, hasilnya terdeteksi sbg Teratozoosperma, menurut dokter sperma suami saya bentuknya ada yg cacat  jd msh kurang sempurna utk membuahi.
 
Sampe saat ini saya belum juga menjalani operasi, tapi masih berusaha lewat pengobatan alternatif dan juga sambil berdoa tentunya.
Untuk Mbak Gita dan Mas Faisal, ada baiknya periksakan diri ke klinik fertilitas untuk dilakukan pengecekan terhadap organ2 reproduksi istri dan juga cek sperma suami. Jika ternyata sudah periksa dgn hasil NORMAL tp juga belum mendapatkan momongan, insyaAllah memang belum rezeki kita mendapatkan keturunan saat2 ini, mudah2an kita semua dimudahkan  untuk mendapatkan keturunan yang sehat dan cerdas..amin.
 
Salam
 
Tyas
----- Original Message -----
Sent: Thursday, November 10, 2005 8:57 AM
Subject: [Bayi-Kita] caranya spy cepat hamil

Wah Boleh juga nih topic untuk dibahas, mungkin ada yang punya pengalaman untuk dibagi, mungkin dokter, atau pengobatan alternative. Karena saya juga mengalami hal yang sama. Belum punya anak setelah nikah 3 tahun.

 

_________________________________

Faisal Raja Batubara

Senior CAD Technician

PT Sulzer Hickham Indonesia

Sulzer Turbo Services

Kawasan Industri Kota Bukit Indah

Blok A11, Kav. IC-ID

Purwakarta 41181, Indonesia

Phone +62 (0)264 351 920 ext. 170

Fax +62 (0)264 351 143

E-mail: mailto:faisal.Batubara@...

Internet: http://www.pthickham.com

_________________________________


size=2 width="100%" align=center tabindex=-1>

From: Bayi-Kita@yahoogroups.com [mailto:Bayi-Kita@yahoogroups.com] On Behalf Of gita miranda
Sent: Thursday, November 10, 2005 8:41 AM
To: Bayi-Kita@yahoogroups.com
Subject: Re: [Bayi-Kita] File - BAYI SAKIT TAK SELALU DISERTAI DEMAM

 

Allow Mod n anggota lain salam kenal..
Saya minta tips dunk, gimana caranya spy cepat hamil, krn dah nunggu 2 tahun blm hamil jg neh..

salam
Gita

Lakshmi Nawasasi wrote:

namanya Stesolid Suppositoria .... Bu Milla ..

biasanya memang selalu ada di lemari es ibu-ibu yang anaknya sering stuip (kejang2)

Semoga membantu ya ..

O ya dear Mod dan anggota yang lain, salam kenalsaya anggota baru di milis ini

Salam, lakshmi

----- Original Message -----

From: milla nur

Sent: Tuesday, November 08, 2005 10:29 PM

Subject: Re: [Bayi-Kita] File - BAYI SAKIT TAK SELALU DISERTAI DEMAM

 

saya tertarik sekali baca e mail ini,kira2 boleh tau
apa nama obat utk penurun panas yg diberikan via dubur
si anak? masalahnya anak saya pernah sekali kejang dan
itu ada keturunan dari ayahnya (suami) saya. atas
bantuannya saya ucapkan terima kasih.

--- Bayi-Kita@yahoogroups.com wrote:

>
> BAYI SAKIT TAK SELALU DISERTAI DEMAM
>
> Lantas bagaimana mengenali sakit pada bayi jika tak
> muncul demam?
>
> "Memang, semua anak, tak terkecuali bayi, memiliki
> sensor atau kemampuan menaikkan suhu tubuh sebagai
> reaksi melawan penyakit akibat kuman ataupun virus
> yang menyerang tubuhnya," kata dr. Zakiudin Munasir,
> SpA(K) dari RSUPN Cipto Mangunkusumo, Jakarta. Akan
> tetapi, lanjutnya, seringkali pada bayi, terlebih
> bayi berusia di bawah 3 bulan, tidak menunjukkan
> gejala naiknya suhu tubuh. Sekalipun sebenarnya
> tubuh si bayi sedang berperang melawan serangan
> virus atau kuman. "Hal ini dikarenakan sistem sensor
> panas di tubuh bayi belum sempurna. Jadi, sekalipun
> penyakit sudah berada di dalam tubuh bayi atau si
> kecil sudah mengalami dehidrasi, tetapi karena chip
> atau pusat otak belum menerima sinyal melakukan
> tindakan, otomatis tubuh si kecil tidak
> memberitahukan bahwa dirinya sedang dalam bahaya,"
> papar Zakiudin.
>
> Syukur-syukur "tentara" di tubuh si kecil bisa
> menang memerangi "makhluk asing" yang bisa
> merugikannya itu. Jadi sekalipun tak terpantau, si
> kecil bisa tetap sehat dan tidak terjadi hal yang
> tak diinginkan. Namun bila yang terjadi sebaliknya,
> kita seringkali kecolongan. "Saat datang kontrol,
> penyakit yang diderita si bayi sudah parah. Kondisi
> ini terjadi karena orang tua menganggap, selama
> bayinya tidak panas, ya, tidak sakit. Tidak mau
> makan dianggap wajar, namanya juga bayi. Padahal
> seharusnya tidak demikian."
>
> KENALI BAYI ANDA
>
> Karena itulah, anjur Zakiudin, dalam merawat bayi,
> orang tua hendaknya tidak melulu berpatokan pada
> termometer alias ada-tidaknya demam. Orang tua harus
> mampu mengenali bayinya.
>
> Untuk itu, orang tua perlu melakukan pengamatan
> sebagai berikut:
>
> 1. Apakah hari itu si kecil minum ASI-nya masih
> seperti hari-hari kemarin?
>
> 2. Apakah nafsu makannya (Makanan Pendamping-ASI)
> masih tetap tinggi seperti hari-hari sebelumnya?
>
> 3. Apakah si kecil cerewetnya tidak berubah alias
> tidak mendadak menjadi pendiam?
>
> 4. Apakah sorot matanya tetap tajam dan lincah?
>
> 5. Apakah tetap aktif dan lincah dalam bergerak?
>
> 6. Apakah fisik bayi tak ada yang berubah atau ada
> sesuatu yang janggal (tidak seperti biasanya)?
>
> 7. Apakah BAB dan BAK normal dan lancar?
>
> Nah, jika jawaban yang muncul dari hasil pengamatan
> kita adalah kebalikannya, "Jangan tunggu besok, atau
> melakukan 'upacara adat' ini-itu. Saat itu juga
> lekas bawa ke dokter atau rumah sakit sekalipun si
> bayi tidak mengalami demam!" tegas Zakiudin.
>
> Memang, bisa jadi si kecil menolak makan cuma karena
> sariawan. "Tetapi apakah orang tua bisa memeriksa
> sampai sedetail itu? Jadi, daripada kondisi anak
> bertambah parah dan diagnosa orang tua meleset,
> kenapa tidak lebih baik ditangani oleh ahlinya
> saja?"
>
> PENGOBATAN FISIOLOGIS
>
> Sebaliknya, jika si kecil tetap aktif, lincah, nafsu
> makan bagus, minum susu oke, kondisi fisik baik,
> buang air besar dan kecil lancar, tapi suhu tubuhnya
> naik kurang lebih 37,50C, menurut Zakiudin, orang
> tua bisa melakukan tindakan-tindakan untuk
> mengobatinya sendiri di rumah secara fisiologis,
> yakni:
>
> 1. Berikan keleluasan suhu tubuh si kecil untuk bisa
> bersirkulasi dengan baik. Hindari pengenaan selimut
> atau baju tebal. Malah jika perlu telanjangi saja si
> kecil. Pendingin udara sangat boleh kita aktifkan.
> Justru dengan adanya pendingin udara bisa memberi
> keleluasaan yang lebih besar bagi panas tubuhnya
> untuk keluar.
>
> 2. Berikan minum yang banyak. Dengan cara ini
> diharapkan si kecil bisa BAK sebanyak-banyaknya,
> sehingga bisa membantu kelancaran sirkulasi suhu
> tubuh.
>
> 3. Lakukan kompres air hangat. Menurut hasil
> penelitian dan penemuan terbaru di dunia kedokteran,
> pemberian kompres air hangat paling baik di area
> tubuh yang mudah terekspos, seperti dada, perut atau
> dahi. Dengan demikian pembuluh darah akan melebar
> dan ini tentunya mempermudah serta memperlancar
> sirkulasi suhu
>
> tubuh. Sebaiknya tidak mengompres di area pembuluh
> darah besar karena pembuluh darahnya tidak bisa
> melebar lagi, di ketiak dan selangkangan, misalnya.
>
> "Memang dulu ada anggapan kompres dengan air dingin
> hingga pengompresan dilakukan di area pembuluh darah
> yang banyak, tapi cara tersebut sudah tidak berlaku
> lagi," kata Zakiudin. Kompres dengan air dingin
> justru semakin mengerutkan pembuluh darah dan bisa
> terjadi pembohongan tubuh. Maksudnya, kompres air
> dingin memang bisa mendinginkan suhu tubuh, tapi itu
> hanya beberapa saat saja. "Malah setelah itu bisa
> jadi suhu tubuh anak semakin panas, karena sensor
> suhu tubuh di otak akan menaikkan panas tubuh.
> Berbeda jika kompres dengan air hangat, sensor akan
> memerintahkan tubuh untuk menurunkan suhu tubuhnya."
>
>
> Nah, dengan pengobatan fisiologis ini, lanjut
> Zakiudin, pertahanan tubuh bayi akan terstimulasi
> menjadi lebih kuat. Tetapi ingat, cara-cara tersebut
> dilakukan selama si kecil tidak mengalami kejang!
> "Kalau sudah kejang, tak ada kata lain, usahakan
> lidah bayi tak tergigit dan saat itu juga bawa ke
> dokter," anjurnya.
>
> BERIKAN OBAT PENURUN PANAS
>
> Jika dengan penanganan fisiologis ternyata suhu
> tubuhnya tak kunjung reda atau sembuh dalam 1x24
> jam, bisa jadi panas tubuh si kecil itu karena
> faktor nonfisiologis. Penanganan yang harus orang
> tua lakukan adalah:
>
> 1. Tetap menjalankan penanganan secara fisiologis.
>
> 2. Berikan obat penurun panas. Jika tidak kunjung
> reda setelah diberi obat, atau panasnya naik kembali
> selang 2 jam setelah minum obat, atau panasnya
> tambah tinggi, dan si anak rewel, menolak
> makan-minum, "Lekas larikan ke dokter. Nanti dokter
> akan mencari penyebabnya untuk diobati," kata
> Zakiudin.
>
> 3. Sebaliknya jika kondisi bayi cenderung membaik,
> "Orang tua boleh melihat perkembangannya hingga dua
> hari ke depan." Jika semakin membaik dengan ciri
> tidak panas lagi atau berangsur-angsur menurun,
> aktivitas hingga makan dan minum kembali seperti
> semula, bersyukurlah. Tetapi jika di hari ketiga si
> bayi kembali panas dan aktivitasnya menurun, lekas
> bawa ke dokter.
>
> Dalam kaitan dengan penanganan demam pada bayi ini,
> Zakiudin menyarankan orang tua untuk selalu
> menyediakan termometer, pakaian yang menyerap
> keringat dan tidak bikin gerah, termos air panas dan
> dingin, serta obat penurun panas.
>
> Untuk obat penurun panas kita bisa menyediakan obat
> dari golongan parasetamol dan ibuprofen. "Obat-obat
> ini relatif aman sebagai obat pertolongan pertama
> menurunkan demam pada bayi." Yang perlu diketahui,
> parasetamol hanya mampu dan efektif menurunkan panas
> tubuh yang biasa atau tidak terlalu tinggi, 38-390
> C. Sedangkan ibuprofen ampuh menurunkan panas tubuh
> yang tinggi. "Tapi keduanya cuma memiliki kemampuan
> menahan panas tubuh selama 8 jam."
>
> Jika si kecil tak bisa atau susah mengonsumsi obat
> lewat mulut, "Orang tua boleh menyediakan di rumah
> obat penurun panas yang dimasukkan lewat anus."
> Justru obat seperti inilah yang daya kerjanya lebih
> cepat karena lebih mudah diserap oleh tubuh. Tapi
> ingat, harus dengan sepengetahuan dokter.
>
> Kita boleh saja menyediakan 3 tiga jenis obat
> tersebut di rumah. Akan tetapi yang harus diingat,
> kata Zakiudin, "Orang tua tak boleh lantas percaya
> bayinya sudah sembuh walau panas tubuhnya turun
> setelah minum obat." Sembuh tidaknya baru bisa
> dilihat jika bayi tak diberi obat suhu tubuhnya
> normal, tetap ceria, tetap aktif, makan-minumnya
> normal dan banyak.
>
> Bila si kecil mengalami demam/panas hampir setiap
> minggu, jelas tak wajar. "Ini harus diperiksa lebih
> jauh lagi dengan saksama." Tak menutup kemungkinan,
> kekebalan tubuhnya tidak baik. Karena wajarnya,
> demam pada bayi terjadi 2 bulan sekali atau paling
> cepat 1 bulan sekali, selama lingkungannya sehat.
>
> DUA PENYEBAB DEMAM
>
=== message truncated ===





__________________________________
Yahoo! Mail - PC Magazine Editors' Choice 2005
http://mail.yahoo.com


------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Help save the life of a child. Support St. Jude Children's Research Hospital.
http://us.click.yahoo.com/kHgT2A/lbOLAA/a8ILAA/GCOolB/TM
--------------------------------------------------------------------~->

 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Bayi-Kita/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    Bayi-Kita-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

 

YAHOO! GROUPS LINKS

 

 

 



CONFIDENTIALITY NOTICE
The information in this email may be confidential and/or privileged. This email is intended to be reviewed
by only the addressee(s) named above. If you are not the intended recipient, you are hereby notified
that any review, dissemination, copying, use or storage of this email and its attachments, if any, or the
information contained herein is prohibited. If you have received this email in error, please immediately
notify the sender by return email and delete this email from your system. Thank you.


#30 From: "Agus Arifiyanto" <cnc@...>
Date: Thu Nov 10, 2005 3:37 am
Subject: RE: caranya spy cepat hamil
cnc@...
Send Email Send Email
 
Selamat pagi semua,
 
Perkenalkan saya anggota milis yang baru,
Saya ingin menceritakan sedikit pengalaman kawan saya,
 
Udah lima tahun menikah belum di karunia anak,
setelah mendengar cerita dari orang singaporean, dia meminum herbal dalam kemasan botol
berupa ramuan rempah2 ( resep chinese ) yang udah di produksi oleh eropa. Alhamdulillah belum habis satu botol istri sudah hamil.
namanya DOOM klo di Malaysia harga 70-80 Ringgit, klo di batam bisa di dapatkan seharga 300-400 ribu/ botol ukuran besar.
Saya sendiripun belum tau bentuknya.
 
Minuman tersebut digunakan untuk stamina tubuh, agar sehat dan tidak mudah terserang penyakit.
Bisa buat campuran untuk soup ayam, bisa juga langsung di minum cukup 1 tutup botolnya saja.
 
Mungkin hubungan ramuan tersebut dengan kehamilan adalah membantu menguatkan sperma (maaf) & indung telur.
 
Buat Bu Tyas,Bu Gita,dan pak Faisal.
Teruslah berusaha, dan berdo'a, dan apa saran dari rekan2 yang masuk akal lakukanlah. 
 
Saya sendiri nikah bulan june 2005 bulan agustus alhamdulillah istri positif hamil
mungkin pengaruh umur saya 26 dan istri 21 thn,
 
Bersama saya lampirkan trik-trik dari milis kehamilan dan ayah bunda,
 
salam kenal,

A. Arifiyanto
PT. Jaya Asiatic Shipyard
BATAM ISLAND 

 
 
 
 
-----Original Message-----
From: Bayi-Kita@yahoogroups.com [mailto:Bayi-Kita@yahoogroups.com]On Behalf Of Tyas
Sent: Thursday, November 10, 2005 9:25 AM
To: Bayi-Kita@yahoogroups.com
Subject: Re: [Bayi-Kita] caranya spy cepat hamil

Hallo... saya baru juga di millis ini.
 
Saya menikah sejak September 2004, dan hingga kini belum jg hamil. Wlpn br sethn  menikah, saya dan suami ingin segera pny keturunan, salah satu pertimbangannya krn usia saya sudah 30th. Bulan Maret yg lalu, saya memeriksakan diri ke dokter kandungan di klinik fertilitas di RS Bunda, disana saya di USG transvaginal, oleh dokter dikatakan bhw dalam indung telur kiri saya terdapata kista yg ukurannya (+-) 5cm, dokter menyarankan operasi laparoscopy, tp seblmnya saya diminta utk tes darah di laborat. Suami saya juga diperiksa spermanya, hasilnya terdeteksi sbg Teratozoosperma, menurut dokter sperma suami saya bentuknya ada yg cacat  jd msh kurang sempurna utk membuahi.
 
Sampe saat ini saya belum juga menjalani operasi, tapi masih berusaha lewat pengobatan alternatif dan juga sambil berdoa tentunya.
Untuk Mbak Gita dan Mas Faisal, ada baiknya periksakan diri ke klinik fertilitas untuk dilakukan pengecekan terhadap organ2 reproduksi istri dan juga cek sperma suami. Jika ternyata sudah periksa dgn hasil NORMAL tp juga belum mendapatkan momongan, insyaAllah memang belum rezeki kita mendapatkan keturunan saat2 ini, mudah2an kita semua dimudahkan  untuk mendapatkan keturunan yang sehat dan cerdas..amin.
 
Salam
 
Tyas
----- Original Message -----
Sent: Thursday, November 10, 2005 8:57 AM
Subject: [Bayi-Kita] caranya spy cepat hamil

Wah Boleh juga nih topic untuk dibahas, mungkin ada yang punya pengalaman untuk dibagi, mungkin dokter, atau pengobatan alternative. Karena saya juga mengalami hal yang sama. Belum punya anak setelah nikah 3 tahun.

 

_________________________________

Faisal Raja Batubara

Senior CAD Technician

PT Sulzer Hickham Indonesia

Sulzer Turbo Services

Kawasan Industri Kota Bukit Indah

Blok A11, Kav. IC-ID

Purwakarta 41181, Indonesia

Phone +62 (0)264 351 920 ext. 170

Fax +62 (0)264 351 143

E-mail: mailto:faisal.Batubara@...

Internet: http://www.pthickham.com

_________________________________


size=2 width="100%" align=center tabindex=-1>

From: Bayi-Kita@yahoogroups.com [mailto:Bayi-Kita@yahoogroups.com] On Behalf Of gita miranda
Sent: Thursday, November 10, 2005 8:41 AM
To: Bayi-Kita@yahoogroups.com
Subject: Re: [Bayi-Kita] File - BAYI SAKIT TAK SELALU DISERTAI DEMAM

 

Allow Mod n anggota lain salam kenal..
Saya minta tips dunk, gimana caranya spy cepat hamil, krn dah nunggu 2 tahun blm hamil jg neh..

salam
Gita

Ay-Buns,
 
Hampir setiap pasangan yang menikah pasti mengharapkan kehadiran buah hati di antara mereka. Namun ada kala penantian datangnya sang buah hati cukup panjang untuk dilalui. Hingga berbagai usaha yang dilakukan oleh setiap pasangan untuk memperoleh si dambaan hati ini. Hal penting yang wajib diketahui bagi pasangan yang ingin memiliki atau menambah momongan adalah kapan masa subur wanita dan kapan waktu yang paling tepat untuk mengerjakan 'pe-er'.
 
Untuk mengetahui masa subur wanita ada beberapa cara:

Memeriksa sendiri konsistensi cairan pada vagina:
Pada saat masa subur, cairan vagina akan encer, jernih dan pada saat akan diraba dan ditarik dengan dua jari akan terbentuk suatu benang yang tidak gampang putus. Berbeda dengan pada saat tidak subur, cairan vagina lebih kental, keruh dan gampang putus bila ditarik diantara dua jari.

Memeriksa peningkatan suhu tubuh:
Cara ini tergolong agak merepotkan dan membutuhkan ketekunan namun hasilnya lebih jauh akurat. Saat menjelang dan sesudah masa ovulasi suhu badan akan meningkat atau menghangat, hal ini akibat dari pengaruh hormon progesteron. Teknik untuk mengetahuinya, biasanya digunakan 'tabel suhu tubuh' yang berfungsi untuk 'mendeteksi' perubahan hormonal yang terjadi melalui perubahan suhu. Biasanya perbedaan suhu tubuh sangatlah kecil, umumnya hanya 'koma' beberapa derajat celcius saja (antara 35°C sampai 37°C). Untuk itu harus benar teliti mencatatnya dan tidak bisa memakai termometer tubuh biasa. Gunakan termometer khusus untuk ini yang biasanya dijual di apotik dengan keakuratan pengukuran sampai 1/10°C. Ada yang bentuknya seperti termometer biasa, ada pula yang elektronik dengan layar kecil untuk menampilkan suhu.

 

Menghitung berdasarkan rata-rata waktu haid:

'X' adalah rata-rata siklus menstruasi Anda, (Misalnya 6 hari) dan 'Y' adalah perkiraan terjadinya ovulasi.
Rumusnya: Y = Tgl. menstrusi hari pertama + X hari - 14 hari
( Y - 3 hari ) sampai ( Y + 3 hari )

Jadi, masa subur Anda jatuh pada 3 hari sebelum sampai 3 hari setelahnya.

Setelah kita mengetahui, kapan masa subur... sekarang tinggal merencanakan kapan kita harus bikin 'pe-er'. Tentunya perlu diingat bahwa sperma diproduksi tiap 36-48jam setelah dikeluarkan. Jadi bisa dikira-kira kapan waktu ideal untuk bikin 'pe-er' bareng.

 

Selanjutnya, jika semua hal sudah dilakukan adakalanya ada masalah yang tidak kita kehendaki. Baik itu dari pihak suami maunpun dari pihak istri. Untuk mengatasi masalah ini, sebaiknya dikonsultasikan dengan dokter spesialis yang paham akan kondisi kesehatan kita.

 

Sementara kita berusaha melakukan yang terbaik, tentunya kita tetap harus menjaga asupan makanan. Untuk memperoleh kondisi fit dan prima diperlukan makanan dengan gizi seimbang. Dalam mempersiapkan kehamilan ada beberapa asupan yang harus diperhatikan.

Asam folat

Sumber asam folat ini dapat diperoleh melalui sayuran hijau seperti bayam, kacang-kacangan, beras, beras merah. Tentunya susu hamil A***M yang disebutkan oleh mB' Isma pada imel sebelum ini, menonjolkan keunggulannya di sini. Padahal Asam folat dapat dengan mudah kita peroleh. Kebutuhan asam folat pada wanita yang sedang mempersiapkan kehamilan sebesar 400micrograms/hari.

 

Kalsium

Kebutuhan kalsium harus dicukupi, karena selama kehamilan jika asupan kalsium kurang, maka akan diambil dari tulang. Ini menyebabkan osteoporosis banyak terjadi pada wanita.

 

Selanjutnya yang harus dihindari adalah

Kafein

Berdasarkan penelitian, konsumsi lebih dari 300miligram kafein/hari akan mengurangi fertilitas hingga 27%. Selain itu, kafein juga mempengaruhi kemampuan tubuh untuk menyerap zat besi dan kalsium. Kafein terdapat dalam kopi, moka, teh, dan coklat.

 
Kurangi juga konsumsi pemanis buatan, rokok, narkoba, dan minuman beralkohol.
 
Untung bagi saya, suami saya tidak merokok atau pun mengkonsumsi minuman beralkohol dan bukan pula pecandu kopi:-) kami memutuskan untuk berusaha sekuat tenaga terlebih dulu, sebelum memutuskan pergi memeriksakan diri ke dokter. Yang kami lakukan, lebih tepatnya yang saya lakukan adalah melakukan pengamatan dan perhitungan masa subur setiap hari. Jadi kami dapat menentukan waktu yang paling tepat untuk bikin pe-er. Ini benar-benar harus diperhitungkan karena masa hidup sel telur yang baik adalah 48 jam (cmiiw). Selain itu, secara teratur saya melakukan terapi dengan menggunakan rose oil. Alhamdulillah, setelah beberapa bulan terapi akhirnya saya positif hamil.
 
Sekian sharing saya seputar usaha menuju hamil... Lumayan panjang juga ya... *semuanya saya sarikan dari berbagai sumber*

Regards,
DeA Haryono
YM ID: dhea_sjofjan

"aromaterapi dapat mengatasi masalah hormonal"
http://www.BelAirIndonesia.int.tl
"healthy air, better life"

#31 From: <Achmad.Ghazali@...>
Date: Thu Nov 10, 2005 4:39 am
Subject: RE: caranya spy cepat hamil
Achmad.Ghazali@...
Send Email Send Email
 
Melihat pengalaman dari orang lain,
 
Ada cara mungkin bisa,
 
Dengan mengambil anak orang yatim or tidak mampu untuk dipelihara,
 
Karena dengan punya anak akan merangsang keinginan punya anak.
 
Insya 4JJ dengan ijinnya bisa punya anak.
 
 
Regards,
Agam


From: Bayi-Kita@yahoogroups.com [mailto:Bayi-Kita@yahoogroups.com] On Behalf Of Tyas
Sent: Thursday, November 10, 2005 9:25 AM
To: Bayi-Kita@yahoogroups.com
Subject: Re: [Bayi-Kita] caranya spy cepat hamil

Hallo... saya baru juga di millis ini.
 
Saya menikah sejak September 2004, dan hingga kini belum jg hamil. Wlpn br sethn  menikah, saya dan suami ingin segera pny keturunan, salah satu pertimbangannya krn usia saya sudah 30th. Bulan Maret yg lalu, saya memeriksakan diri ke dokter kandungan di klinik fertilitas di RS Bunda, disana saya di USG transvaginal, oleh dokter dikatakan bhw dalam indung telur kiri saya terdapata kista yg ukurannya (+-) 5cm, dokter menyarankan operasi laparoscopy, tp seblmnya saya diminta utk tes darah di laborat. Suami saya juga diperiksa spermanya, hasilnya terdeteksi sbg Teratozoosperma, menurut dokter sperma suami saya bentuknya ada yg cacat  jd msh kurang sempurna utk membuahi.
 
Sampe saat ini saya belum juga menjalani operasi, tapi masih berusaha lewat pengobatan alternatif dan juga sambil berdoa tentunya.
Untuk Mbak Gita dan Mas Faisal, ada baiknya periksakan diri ke klinik fertilitas untuk dilakukan pengecekan terhadap organ2 reproduksi istri dan juga cek sperma suami. Jika ternyata sudah periksa dgn hasil NORMAL tp juga belum mendapatkan momongan, insyaAllah memang belum rezeki kita mendapatkan keturunan saat2 ini, mudah2an kita semua dimudahkan  untuk mendapatkan keturunan yang sehat dan cerdas..amin.
 
Salam
 
Tyas
----- Original Message -----
Sent: Thursday, November 10, 2005 8:57 AM
Subject: [Bayi-Kita] caranya spy cepat hamil

Wah Boleh juga nih topic untuk dibahas, mungkin ada yang punya pengalaman untuk dibagi, mungkin dokter, atau pengobatan alternative. Karena saya juga mengalami hal yang sama. Belum punya anak setelah nikah 3 tahun.

 

_________________________________

Faisal Raja Batubara

Senior CAD Technician

PT Sulzer Hickham Indonesia

Sulzer Turbo Services

Kawasan Industri Kota Bukit Indah

Blok A11, Kav. IC-ID

Purwakarta 41181, Indonesia

Phone +62 (0)264 351 920 ext. 170

Fax +62 (0)264 351 143

E-mail: mailto:faisal.Batubara@...

Internet: http://www.pthickham.com

_________________________________


size=2 width="100%" align=center tabindex=-1>

From: Bayi-Kita@yahoogroups.com [mailto:Bayi-Kita@yahoogroups.com] On Behalf Of gita miranda
Sent: Thursday, November 10, 2005 8:41 AM
To: Bayi-Kita@yahoogroups.com
Subject: Re: [Bayi-Kita] File - BAYI SAKIT TAK SELALU DISERTAI DEMAM

 

Allow Mod n anggota lain salam kenal..
Saya minta tips dunk, gimana caranya spy cepat hamil, krn dah nunggu 2 tahun blm hamil jg neh..

salam
Gita

Lakshmi Nawasasi wrote:

namanya Stesolid Suppositoria .... Bu Milla ..

biasanya memang selalu ada di lemari es ibu-ibu yang anaknya sering stuip (kejang2)

Semoga membantu ya ..

O ya dear Mod dan anggota yang lain, salam kenalsaya anggota baru di milis ini

Salam, lakshmi

----- Original Message -----

From: milla nur

Sent: Tuesday, November 08, 2005 10:29 PM

Subject: Re: [Bayi-Kita] File - BAYI SAKIT TAK SELALU DISERTAI DEMAM

 

saya tertarik sekali baca e mail ini,kira2 boleh tau
apa nama obat utk penurun panas yg diberikan via dubur
si anak? masalahnya anak saya pernah sekali kejang dan
itu ada keturunan dari ayahnya (suami) saya. atas
bantuannya saya ucapkan terima kasih.

--- Bayi-Kita@yahoogroups.com wrote:

>
> BAYI SAKIT TAK SELALU DISERTAI DEMAM
>
> Lantas bagaimana mengenali sakit pada bayi jika tak
> muncul demam?
>
> "Memang, semua anak, tak terkecuali bayi, memiliki
> sensor atau kemampuan menaikkan suhu tubuh sebagai
> reaksi melawan penyakit akibat kuman ataupun virus
> yang menyerang tubuhnya," kata dr. Zakiudin Munasir,
> SpA(K) dari RSUPN Cipto Mangunkusumo, Jakarta. Akan
> tetapi, lanjutnya, seringkali pada bayi, terlebih
> bayi berusia di bawah 3 bulan, tidak menunjukkan
> gejala naiknya suhu tubuh. Sekalipun sebenarnya
> tubuh si bayi sedang berperang melawan serangan
> virus atau kuman. "Hal ini dikarenakan sistem sensor
> panas di tubuh bayi belum sempurna. Jadi, sekalipun
> penyakit sudah berada di dalam tubuh bayi atau si
> kecil sudah mengalami dehidrasi, tetapi karena chip
> atau pusat otak belum menerima sinyal melakukan
> tindakan, otomatis tubuh si kecil tidak
> memberitahukan bahwa dirinya sedang dalam bahaya,"
> papar Zakiudin.
>
> Syukur-syukur "tentara" di tubuh si kecil bisa
> menang memerangi "makhluk asing" yang bisa
> merugikannya itu. Jadi sekalipun tak terpantau, si
> kecil bisa tetap sehat dan tidak terjadi hal yang
> tak diinginkan. Namun bila yang terjadi sebaliknya,
> kita seringkali kecolongan. "Saat datang kontrol,
> penyakit yang diderita si bayi sudah parah. Kondisi
> ini terjadi karena orang tua menganggap, selama
> bayinya tidak panas, ya, tidak sakit. Tidak mau
> makan dianggap wajar, namanya juga bayi. Padahal
> seharusnya tidak demikian."
>
> KENALI BAYI ANDA
>
> Karena itulah, anjur Zakiudin, dalam merawat bayi,
> orang tua hendaknya tidak melulu berpatokan pada
> termometer alias ada-tidaknya demam. Orang tua harus
> mampu mengenali bayinya.
>
> Untuk itu, orang tua perlu melakukan pengamatan
> sebagai berikut:
>
> 1. Apakah hari itu si kecil minum ASI-nya masih
> seperti hari-hari kemarin?
>
> 2. Apakah nafsu makannya (Makanan Pendamping-ASI)
> masih tetap tinggi seperti hari-hari sebelumnya?
>
> 3. Apakah si kecil cerewetnya tidak berubah alias
> tidak mendadak menjadi pendiam?
>
> 4. Apakah sorot matanya tetap tajam dan lincah?
>
> 5. Apakah tetap aktif dan lincah dalam bergerak?
>
> 6. Apakah fisik bayi tak ada yang berubah atau ada
> sesuatu yang janggal (tidak seperti biasanya)?
>
> 7. Apakah BAB dan BAK normal dan lancar?
>
> Nah, jika jawaban yang muncul dari hasil pengamatan
> kita adalah kebalikannya, "Jangan tunggu besok, atau
> melakukan 'upacara adat' ini-itu. Saat itu juga
> lekas bawa ke dokter atau rumah sakit sekalipun si
> bayi tidak mengalami demam!" tegas Zakiudin.
>
> Memang, bisa jadi si kecil menolak makan cuma karena
> sariawan. "Tetapi apakah orang tua bisa memeriksa
> sampai sedetail itu? Jadi, daripada kondisi anak
> bertambah parah dan diagnosa orang tua meleset,
> kenapa tidak lebih baik ditangani oleh ahlinya
> saja?"
>
> PENGOBATAN FISIOLOGIS
>
> Sebaliknya, jika si kecil tetap aktif, lincah, nafsu
> makan bagus, minum susu oke, kondisi fisik baik,
> buang air besar dan kecil lancar, tapi suhu tubuhnya
> naik kurang lebih 37,50C, menurut Zakiudin, orang
> tua bisa melakukan tindakan-tindakan untuk
> mengobatinya sendiri di rumah secara fisiologis,
> yakni:
>
> 1. Berikan keleluasan suhu tubuh si kecil untuk bisa
> bersirkulasi dengan baik. Hindari pengenaan selimut
> atau baju tebal. Malah jika perlu telanjangi saja si
> kecil. Pendingin udara sangat boleh kita aktifkan.
> Justru dengan adanya pendingin udara bisa memberi
> keleluasaan yang lebih besar bagi panas tubuhnya
> untuk keluar.
>
> 2. Berikan minum yang banyak. Dengan cara ini
> diharapkan si kecil bisa BAK sebanyak-banyaknya,
> sehingga bisa membantu kelancaran sirkulasi suhu
> tubuh.
>
> 3. Lakukan kompres air hangat. Menurut hasil
> penelitian dan penemuan terbaru di dunia kedokteran,
> pemberian kompres air hangat paling baik di area
> tubuh yang mudah terekspos, seperti dada, perut atau
> dahi. Dengan demikian pembuluh darah akan melebar
> dan ini tentunya mempermudah serta memperlancar
> sirkulasi suhu
>
> tubuh. Sebaiknya tidak mengompres di area pembuluh
> darah besar karena pembuluh darahnya tidak bisa
> melebar lagi, di ketiak dan selangkangan, misalnya.
>
> "Memang dulu ada anggapan kompres dengan air dingin
> hingga pengompresan dilakukan di area pembuluh darah
> yang banyak, tapi cara tersebut sudah tidak berlaku
> lagi," kata Zakiudin. Kompres dengan air dingin
> justru semakin mengerutkan pembuluh darah dan bisa
> terjadi pembohongan tubuh. Maksudnya, kompres air
> dingin memang bisa mendinginkan suhu tubuh, tapi itu
> hanya beberapa saat saja. "Malah setelah itu bisa
> jadi suhu tubuh anak semakin panas, karena sensor
> suhu tubuh di otak akan menaikkan panas tubuh.
> Berbeda jika kompres dengan air hangat, sensor akan
> memerintahkan tubuh untuk menurunkan suhu tubuhnya."
>
>
> Nah, dengan pengobatan fisiologis ini, lanjut
> Zakiudin, pertahanan tubuh bayi akan terstimulasi
> menjadi lebih kuat. Tetapi ingat, cara-cara tersebut
> dilakukan selama si kecil tidak mengalami kejang!
> "Kalau sudah kejang, tak ada kata lain, usahakan
> lidah bayi tak tergigit dan saat itu juga bawa ke
> dokter," anjurnya.
>
> BERIKAN OBAT PENURUN PANAS
>
> Jika dengan penanganan fisiologis ternyata suhu
> tubuhnya tak kunjung reda atau sembuh dalam 1x24
> jam, bisa jadi panas tubuh si kecil itu karena
> faktor nonfisiologis. Penanganan yang harus orang
> tua lakukan adalah:
>
> 1. Tetap menjalankan penanganan secara fisiologis.
>
> 2. Berikan obat penurun panas. Jika tidak kunjung
> reda setelah diberi obat, atau panasnya naik kembali
> selang 2 jam setelah minum obat, atau panasnya
> tambah tinggi, dan si anak rewel, menolak
> makan-minum, "Lekas larikan ke dokter. Nanti dokter
> akan mencari penyebabnya untuk diobati," kata
> Zakiudin.
>
> 3. Sebaliknya jika kondisi bayi cenderung membaik,
> "Orang tua boleh melihat perkembangannya hingga dua
> hari ke depan." Jika semakin membaik dengan ciri
> tidak panas lagi atau berangsur-angsur menurun,
> aktivitas hingga makan dan minum kembali seperti
> semula, bersyukurlah. Tetapi jika di hari ketiga si
> bayi kembali panas dan aktivitasnya menurun, lekas
> bawa ke dokter.
>
> Dalam kaitan dengan penanganan demam pada bayi ini,
> Zakiudin menyarankan orang tua untuk selalu
> menyediakan termometer, pakaian yang menyerap
> keringat dan tidak bikin gerah, termos air panas dan
> dingin, serta obat penurun panas.
>
> Untuk obat penurun panas kita bisa menyediakan obat
> dari golongan parasetamol dan ibuprofen. "Obat-obat
> ini relatif aman sebagai obat pertolongan pertama
> menurunkan demam pada bayi." Yang perlu diketahui,
> parasetamol hanya mampu dan efektif menurunkan panas
> tubuh yang biasa atau tidak terlalu tinggi, 38-390
> C. Sedangkan ibuprofen ampuh menurunkan panas tubuh
> yang tinggi. "Tapi keduanya cuma memiliki kemampuan
> menahan panas tubuh selama 8 jam."
>
> Jika si kecil tak bisa atau susah mengonsumsi obat
> lewat mulut, "Orang tua boleh menyediakan di rumah
> obat penurun panas yang dimasukkan lewat anus."
> Justru obat seperti inilah yang daya kerjanya lebih
> cepat karena lebih mudah diserap oleh tubuh. Tapi
> ingat, harus dengan sepengetahuan dokter.
>
> Kita boleh saja menyediakan 3 tiga jenis obat
> tersebut di rumah. Akan tetapi yang harus diingat,
> kata Zakiudin, "Orang tua tak boleh lantas percaya
> bayinya sudah sembuh walau panas tubuhnya turun
> setelah minum obat." Sembuh tidaknya baru bisa
> dilihat jika bayi tak diberi obat suhu tubuhnya
> normal, tetap ceria, tetap aktif, makan-minumnya
> normal dan banyak.
>
> Bila si kecil mengalami demam/panas hampir setiap
> minggu, jelas tak wajar. "Ini harus diperiksa lebih
> jauh lagi dengan saksama." Tak menutup kemungkinan,
> kekebalan tubuhnya tidak baik. Karena wajarnya,
> demam pada bayi terjadi 2 bulan sekali atau paling
> cepat 1 bulan sekali, selama lingkungannya sehat.
>
> DUA PENYEBAB DEMAM
>
=== message truncated ===





__________________________________
Yahoo! Mail - PC Magazine Editors' Choice 2005
http://mail.yahoo.com


------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Help save the life of a child. Support St. Jude Children's Research Hospital.
http://us.click.yahoo.com/kHgT2A/lbOLAA/a8ILAA/GCOolB/TM
--------------------------------------------------------------------~->

 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Bayi-Kita/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    Bayi-Kita-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

 

YAHOO! GROUPS LINKS

 

 

 



CONFIDENTIALITY NOTICE
The information in this email may be confidential and/or privileged. This email is intended to be reviewed
by only the addressee(s) named above. If you are not the intended recipient, you are hereby notified
that any review, dissemination, copying, use or storage of this email and its attachments, if any, or the
information contained herein is prohibited. If you have received this email in error, please immediately
notify the sender by return email and delete this email from your system. Thank you.



===============================================
The content of this message may contain the private views and opinions of the sender and does not constitute a formal view and/or opinion of the company unless specifically stated.
The contents of this email and any attachments may contain confidential and/or proprietary information, and is intended only for the person/entity to whom it was originally addressed. Any dissemination, distribution or copying of this communication is strictly prohibited.
If you have received this email in error please notify the sender immediately by return e-mail and delete this message and any attachments from your system.
Please refer to http://www.newmont.com/en/disclaimer for other language versions of this disclaimer.
================================================

#32 From: "Athoillah" <Atho@...>
Date: Thu Nov 10, 2005 5:12 am
Subject: RE: caranya spy cepat hamil
Atho@...
Send Email Send Email
 
Makasih info dari Bp. Agus Arifiyanto
 

Terima Kasih,
Athoillah
------------------------------------
atho@...

-----Original Message-----
From: Agus Arifiyanto [mailto:cnc@...]
Sent: 10 Nopember 2005 10:38
To: Bayi-Kita@yahoogroups.com
Cc: tyas@...; Faisal.Batubara@...; gmiranda@...
Subject: RE: [Bayi-Kita] caranya spy cepat hamil

Selamat pagi semua,
 
Perkenalkan saya anggota milis yang baru,
Saya ingin menceritakan sedikit pengalaman kawan saya,
 
Udah lima tahun menikah belum di karunia anak,
setelah mendengar cerita dari orang singaporean, dia meminum herbal dalam kemasan botol
berupa ramuan rempah2 ( resep chinese ) yang udah di produksi oleh eropa. Alhamdulillah belum habis satu botol istri sudah hamil.
namanya DOOM klo di Malaysia harga 70-80 Ringgit, klo di batam bisa di dapatkan seharga 300-400 ribu/ botol ukuran besar.
Saya sendiripun belum tau bentuknya.
 
Minuman tersebut digunakan untuk stamina tubuh, agar sehat dan tidak mudah terserang penyakit.
Bisa buat campuran untuk soup ayam, bisa juga langsung di minum cukup 1 tutup botolnya saja.
 
Mungkin hubungan ramuan tersebut dengan kehamilan adalah membantu menguatkan sperma (maaf) & indung telur.
 
Buat Bu Tyas,Bu Gita,dan pak Faisal.
Teruslah berusaha, dan berdo'a, dan apa saran dari rekan2 yang masuk akal lakukanlah. 
 
Saya sendiri nikah bulan june 2005 bulan agustus alhamdulillah istri positif hamil
mungkin pengaruh umur saya 26 dan istri 21 thn,
 
Bersama saya lampirkan trik-trik dari milis kehamilan dan ayah bunda,
 
salam kenal,

A. Arifiyanto
PT. Jaya Asiatic Shipyard
BATAM ISLAND 

 
 
 


---
Outgoing mail is certified Virus Free.
Checked by AVG anti-virus system (http://www.grisoft.com).
Version: 6.0.574 / Virus Database: 364 - Release Date: 29/01/04


#33 From: "Setyo santoso" <Setyo@...>
Date: Thu Nov 10, 2005 5:19 am
Subject: Re: caranya spy cepat hamil
Setyo@...
Send Email Send Email
 
Mungkin ini hanya sebuah saran. kakak saya ada yang menikah kurang lebih 2 - 3 tahun, tetapi belum dapat juga keturunan. tetapi sekarang dia sydah mempunyai anak yang berumur kurang lebih 2 tahun berkat berobat alternatif di daerah tenpat saya tinggal. kalau ada yang berminat alamat tersebut langsung aja email ke alamat saya agar tidak terganggu
tks
----- Original Message -----
From: Tyas
Sent: Thursday, November 10, 2005 09:25
Subject: Re: [Bayi-Kita] caranya spy cepat hamil

Hallo... saya baru juga di millis ini.
 
Saya menikah sejak September 2004, dan hingga kini belum jg hamil. Wlpn br sethn  menikah, saya dan suami ingin segera pny keturunan, salah satu pertimbangannya krn usia saya sudah 30th. Bulan Maret yg lalu, saya memeriksakan diri ke dokter kandungan di klinik fertilitas di RS Bunda, disana saya di USG transvaginal, oleh dokter dikatakan bhw dalam indung telur kiri saya terdapata kista yg ukurannya (+-) 5cm, dokter menyarankan operasi laparoscopy, tp seblmnya saya diminta utk tes darah di laborat. Suami saya juga diperiksa spermanya, hasilnya terdeteksi sbg Teratozoosperma, menurut dokter sperma suami saya bentuknya ada yg cacat  jd msh kurang sempurna utk membuahi.
 
Sampe saat ini saya belum juga menjalani operasi, tapi masih berusaha lewat pengobatan alternatif dan juga sambil berdoa tentunya.
Untuk Mbak Gita dan Mas Faisal, ada baiknya periksakan diri ke klinik fertilitas untuk dilakukan pengecekan terhadap organ2 reproduksi istri dan juga cek sperma suami. Jika ternyata sudah periksa dgn hasil NORMAL tp juga belum mendapatkan momongan, insyaAllah memang belum rezeki kita mendapatkan keturunan saat2 ini, mudah2an kita semua dimudahkan  untuk mendapatkan keturunan yang sehat dan cerdas..amin.
 
Salam
 
Tyas
----- Original Message -----
Sent: Thursday, November 10, 2005 8:57 AM
Subject: [Bayi-Kita] caranya spy cepat hamil

Wah Boleh juga nih topic untuk dibahas, mungkin ada yang punya pengalaman untuk dibagi, mungkin dokter, atau pengobatan alternative. Karena saya juga mengalami hal yang sama. Belum punya anak setelah nikah 3 tahun.

 

_________________________________

Faisal Raja Batubara

Senior CAD Technician

PT Sulzer Hickham Indonesia

Sulzer Turbo Services

Kawasan Industri Kota Bukit Indah

Blok A11, Kav. IC-ID

Purwakarta 41181, Indonesia

Phone +62 (0)264 351 920 ext. 170

Fax +62 (0)264 351 143

E-mail: mailto:faisal.Batubara@...

Internet: http://www.pthickham.com

_________________________________


size=2 width="100%" align=center tabindex=-1>

From: Bayi-Kita@yahoogroups.com [mailto:Bayi-Kita@yahoogroups.com] On Behalf Of gita miranda
Sent: Thursday, November 10, 2005 8:41 AM
To: Bayi-Kita@yahoogroups.com
Subject: Re: [Bayi-Kita] File - BAYI SAKIT TAK SELALU DISERTAI DEMAM

 

Allow Mod n anggota lain salam kenal..
Saya minta tips dunk, gimana caranya spy cepat hamil, krn dah nunggu 2 tahun blm hamil jg neh..

salam
Gita

Lakshmi Nawasasi wrote:

namanya Stesolid Suppositoria .... Bu Milla ..

biasanya memang selalu ada di lemari es ibu-ibu yang anaknya sering stuip (kejang2)

Semoga membantu ya ..

O ya dear Mod dan anggota yang lain, salam kenalsaya anggota baru di milis ini

Salam, lakshmi

----- Original Message -----

From: milla nur

Sent: Tuesday, November 08, 2005 10:29 PM

Subject: Re: [Bayi-Kita] File - BAYI SAKIT TAK SELALU DISERTAI DEMAM

 

saya tertarik sekali baca e mail ini,kira2 boleh tau
apa nama obat utk penurun panas yg diberikan via dubur
si anak? masalahnya anak saya pernah sekali kejang dan
itu ada keturunan dari ayahnya (suami) saya. atas
bantuannya saya ucapkan terima kasih.

--- Bayi-Kita@yahoogroups.com wrote:

>
> BAYI SAKIT TAK SELALU DISERTAI DEMAM
>
> Lantas bagaimana mengenali sakit pada bayi jika tak
> muncul demam?
>
> "Memang, semua anak, tak terkecuali bayi, memiliki
> sensor atau kemampuan menaikkan suhu tubuh sebagai
> reaksi melawan penyakit akibat kuman ataupun virus
> yang menyerang tubuhnya," kata dr. Zakiudin Munasir,
> SpA(K) dari RSUPN Cipto Mangunkusumo, Jakarta. Akan
> tetapi, lanjutnya, seringkali pada bayi, terlebih
> bayi berusia di bawah 3 bulan, tidak menunjukkan
> gejala naiknya suhu tubuh. Sekalipun sebenarnya
> tubuh si bayi sedang berperang melawan serangan
> virus atau kuman. "Hal ini dikarenakan sistem sensor
> panas di tubuh bayi belum sempurna. Jadi, sekalipun
> penyakit sudah berada di dalam tubuh bayi atau si
> kecil sudah mengalami dehidrasi, tetapi karena chip
> atau pusat otak belum menerima sinyal melakukan
> tindakan, otomatis tubuh si kecil tidak
> memberitahukan bahwa dirinya sedang dalam bahaya,"
> papar Zakiudin.
>
> Syukur-syukur "tentara" di tubuh si kecil bisa
> menang memerangi "makhluk asing" yang bisa
> merugikannya itu. Jadi sekalipun tak terpantau, si
> kecil bisa tetap sehat dan tidak terjadi hal yang
> tak diinginkan. Namun bila yang terjadi sebaliknya,
> kita seringkali kecolongan. "Saat datang kontrol,
> penyakit yang diderita si bayi sudah parah. Kondisi
> ini terjadi karena orang tua menganggap, selama
> bayinya tidak panas, ya, tidak sakit. Tidak mau
> makan dianggap wajar, namanya juga bayi. Padahal
> seharusnya tidak demikian."
>
> KENALI BAYI ANDA
>
> Karena itulah, anjur Zakiudin, dalam merawat bayi,
> orang tua hendaknya tidak melulu berpatokan pada
> termometer alias ada-tidaknya demam. Orang tua harus
> mampu mengenali bayinya.
>
> Untuk itu, orang tua perlu melakukan pengamatan
> sebagai berikut:
>
> 1. Apakah hari itu si kecil minum ASI-nya masih
> seperti hari-hari kemarin?
>
> 2. Apakah nafsu makannya (Makanan Pendamping-ASI)
> masih tetap tinggi seperti hari-hari sebelumnya?
>
> 3. Apakah si kecil cerewetnya tidak berubah alias
> tidak mendadak menjadi pendiam?
>
> 4. Apakah sorot matanya tetap tajam dan lincah?
>
> 5. Apakah tetap aktif dan lincah dalam bergerak?
>
> 6. Apakah fisik bayi tak ada yang berubah atau ada
> sesuatu yang janggal (tidak seperti biasanya)?
>
> 7. Apakah BAB dan BAK normal dan lancar?
>
> Nah, jika jawaban yang muncul dari hasil pengamatan
> kita adalah kebalikannya, "Jangan tunggu besok, atau
> melakukan 'upacara adat' ini-itu. Saat itu juga
> lekas bawa ke dokter atau rumah sakit sekalipun si
> bayi tidak mengalami demam!" tegas Zakiudin.
>
> Memang, bisa jadi si kecil menolak makan cuma karena
> sariawan. "Tetapi apakah orang tua bisa memeriksa
> sampai sedetail itu? Jadi, daripada kondisi anak
> bertambah parah dan diagnosa orang tua meleset,
> kenapa tidak lebih baik ditangani oleh ahlinya
> saja?"
>
> PENGOBATAN FISIOLOGIS
>
> Sebaliknya, jika si kecil tetap aktif, lincah, nafsu
> makan bagus, minum susu oke, kondisi fisik baik,
> buang air besar dan kecil lancar, tapi suhu tubuhnya
> naik kurang lebih 37,50C, menurut Zakiudin, orang
> tua bisa melakukan tindakan-tindakan untuk
> mengobatinya sendiri di rumah secara fisiologis,
> yakni:
>
> 1. Berikan keleluasan suhu tubuh si kecil untuk bisa
> bersirkulasi dengan baik. Hindari pengenaan selimut
> atau baju tebal. Malah jika perlu telanjangi saja si
> kecil. Pendingin udara sangat boleh kita aktifkan.
> Justru dengan adanya pendingin udara bisa memberi
> keleluasaan yang lebih besar bagi panas tubuhnya
> untuk keluar.
>
> 2. Berikan minum yang banyak. Dengan cara ini
> diharapkan si kecil bisa BAK sebanyak-banyaknya,
> sehingga bisa membantu kelancaran sirkulasi suhu
> tubuh.
>
> 3. Lakukan kompres air hangat. Menurut hasil
> penelitian dan penemuan terbaru di dunia kedokteran,
> pemberian kompres air hangat paling baik di area
> tubuh yang mudah terekspos, seperti dada, perut atau
> dahi. Dengan demikian pembuluh darah akan melebar
> dan ini tentunya mempermudah serta memperlancar
> sirkulasi suhu
>
> tubuh. Sebaiknya tidak mengompres di area pembuluh
> darah besar karena pembuluh darahnya tidak bisa
> melebar lagi, di ketiak dan selangkangan, misalnya.
>
> "Memang dulu ada anggapan kompres dengan air dingin
> hingga pengompresan dilakukan di area pembuluh darah
> yang banyak, tapi cara tersebut sudah tidak berlaku
> lagi," kata Zakiudin. Kompres dengan air dingin
> justru semakin mengerutkan pembuluh darah dan bisa
> terjadi pembohongan tubuh. Maksudnya, kompres air
> dingin memang bisa mendinginkan suhu tubuh, tapi itu
> hanya beberapa saat saja. "Malah setelah itu bisa
> jadi suhu tubuh anak semakin panas, karena sensor
> suhu tubuh di otak akan menaikkan panas tubuh.
> Berbeda jika kompres dengan air hangat, sensor akan
> memerintahkan tubuh untuk menurunkan suhu tubuhnya."
>
>
> Nah, dengan pengobatan fisiologis ini, lanjut
> Zakiudin, pertahanan tubuh bayi akan terstimulasi
> menjadi lebih kuat. Tetapi ingat, cara-cara tersebut
> dilakukan selama si kecil tidak mengalami kejang!
> "Kalau sudah kejang, tak ada kata lain, usahakan
> lidah bayi tak tergigit dan saat itu juga bawa ke
> dokter," anjurnya.
>
> BERIKAN OBAT PENURUN PANAS
>
> Jika dengan penanganan fisiologis ternyata suhu
> tubuhnya tak kunjung reda atau sembuh dalam 1x24
> jam, bisa jadi panas tubuh si kecil itu karena
> faktor nonfisiologis. Penanganan yang harus orang
> tua lakukan adalah:
>
> 1. Tetap menjalankan penanganan secara fisiologis.
>
> 2. Berikan obat penurun panas. Jika tidak kunjung
> reda setelah diberi obat, atau panasnya naik kembali
> selang 2 jam setelah minum obat, atau panasnya
> tambah tinggi, dan si anak rewel, menolak
> makan-minum, "Lekas larikan ke dokter. Nanti dokter
> akan mencari penyebabnya untuk diobati," kata
> Zakiudin.
>
> 3. Sebaliknya jika kondisi bayi cenderung membaik,
> "Orang tua boleh melihat perkembangannya hingga dua
> hari ke depan." Jika semakin membaik dengan ciri
> tidak panas lagi atau berangsur-angsur menurun,
> aktivitas hingga makan dan minum kembali seperti
> semula, bersyukurlah. Tetapi jika di hari ketiga si
> bayi kembali panas dan aktivitasnya menurun, lekas
> bawa ke dokter.
>
> Dalam kaitan dengan penanganan demam pada bayi ini,
> Zakiudin menyarankan orang tua untuk selalu
> menyediakan termometer, pakaian yang menyerap
> keringat dan tidak bikin gerah, termos air panas dan
> dingin, serta obat penurun panas.
>
> Untuk obat penurun panas kita bisa menyediakan obat
> dari golongan parasetamol dan ibuprofen. "Obat-obat
> ini relatif aman sebagai obat pertolongan pertama
> menurunkan demam pada bayi." Yang perlu diketahui,
> parasetamol hanya mampu dan efektif menurunkan panas
> tubuh yang biasa atau tidak terlalu tinggi, 38-390
> C. Sedangkan ibuprofen ampuh menurunkan panas tubuh
> yang tinggi. "Tapi keduanya cuma memiliki kemampuan
> menahan panas tubuh selama 8 jam."
>
> Jika si kecil tak bisa atau susah mengonsumsi obat
> lewat mulut, "Orang tua boleh menyediakan di rumah
> obat penurun panas yang dimasukkan lewat anus."
> Justru obat seperti inilah yang daya kerjanya lebih
> cepat karena lebih mudah diserap oleh tubuh. Tapi
> ingat, harus dengan sepengetahuan dokter.
>
> Kita boleh saja menyediakan 3 tiga jenis obat
> tersebut di rumah. Akan tetapi yang harus diingat,
> kata Zakiudin, "Orang tua tak boleh lantas percaya
> bayinya sudah sembuh walau panas tubuhnya turun
> setelah minum obat." Sembuh tidaknya baru bisa
> dilihat jika bayi tak diberi obat suhu tubuhnya
> normal, tetap ceria, tetap aktif, makan-minumnya
> normal dan banyak.
>
> Bila si kecil mengalami demam/panas hampir setiap
> minggu, jelas tak wajar. "Ini harus diperiksa lebih
> jauh lagi dengan saksama." Tak menutup kemungkinan,
> kekebalan tubuhnya tidak baik. Karena wajarnya,
> demam pada bayi terjadi 2 bulan sekali atau paling
> cepat 1 bulan sekali, selama lingkungannya sehat.
>
> DUA PENYEBAB DEMAM
>
=== message truncated ===





__________________________________
Yahoo! Mail - PC Magazine Editors' Choice 2005
http://mail.yahoo.com


------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Help save the life of a child. Support St. Jude Children's Research Hospital.
http://us.click.yahoo.com/kHgT2A/lbOLAA/a8ILAA/GCOolB/TM
--------------------------------------------------------------------~->

 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Bayi-Kita/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    Bayi-Kita-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

 

YAHOO! GROUPS LINKS

 

 

 



CONFIDENTIALITY NOTICE
The information in this email may be confidential and/or privileged. This email is intended to be reviewed
by only the addressee(s) named above. If you are not the intended recipient, you are hereby notified
that any review, dissemination, copying, use or storage of this email and its attachments, if any, or the
information contained herein is prohibited. If you have received this email in error, please immediately
notify the sender by return email and delete this email from your system. Thank you.


#34 From: Edy Sugiarto <edosgrt@...>
Date: Thu Nov 10, 2005 6:13 am
Subject: Re: caranya spy cepat hamil
edosgrt@...
Send Email Send Email
 
Hello,
 
Salam kenal, saya anggota baru nih....
 
Berdasarkan pengalaman dari beberapa teman, dan juga dokter kandungan kami biasanya memberikan Multi Vitamin Theragran M dan Vitamin E dosis tinggi, kedua vitamin tersebut harus dikonsumsi oleh kedua belah pihak ..suami dan isteri...
 
Kalo boleh saya anjurkan coba kontrol ke RS Budhi Jaya di Sahardjo, di sana ada ahli kandungan yang bagus (menurut kami) namanya Prof. DR. Dr. Ichramsyah A. Rachman SpOG, SKFER.... dokternya ramah.
 
Salam,
Edy

 
On 11/10/05, Batubara, Faisal <Faisal.Batubara@...> wrote:

Wah Boleh juga nih topic untuk dibahas, mungkin ada yang punya pengalaman untuk dibagi, mungkin dokter, atau pengobatan alternative. Karena saya juga mengalami hal yang sama. Belum punya anak setelah nikah 3 tahun.

 

_________________________________

Faisal Raja Batubara

Senior CAD Technician

PT Sulzer Hickham Indonesia

Sulzer Turbo Services

Kawasan Industri Kota Bukit Indah

Blok A11, Kav. IC-ID

Purwakarta 41181, Indonesia

Phone +62 (0)264 351 920 ext. 170

Fax +62 (0)264 351 143

E-mail: mailto:faisal.Batubara@...

Internet: http://www.pthickham.com

_________________________________


size=2 width="100%" align=center tabindex=-1>

From: Bayi-Kita@yahoogroups.com [mailto: Bayi-Kita@yahoogroups.com] On Behalf Of gita miranda
Sent: Thursday, November 10, 2005 8:41 AM
To: Bayi-Kita@yahoogroups.com
Subject: Re: [Bayi-Kita] File - BAYI SAKIT TAK SELALU DISERTAI DEMAM

 

Allow Mod n anggota lain salam kenal..
Saya minta tips dunk, gimana caranya spy cepat hamil, krn dah nunggu 2 tahun blm hamil jg neh..

salam
Gita

Lakshmi Nawasasi wrote:

namanya Stesolid Suppositoria .... Bu Milla ..

biasanya memang selalu ada di lemari es ibu-ibu yang anaknya sering stuip (kejang2)

Semoga membantu ya ..

O ya dear Mod dan anggota yang lain, salam kenalsaya anggota baru di milis ini

Salam, lakshmi

----- Original Message -----

From: milla nur

Sent: Tuesday, November 08, 2005 10:29 PM

Subject: Re: [Bayi-Kita] File - BAYI SAKIT TAK SELALU DISERTAI DEMAM

 

saya tertarik sekali baca e mail ini,kira2 boleh tau
apa nama obat utk penurun panas yg diberikan via dubur
si anak? masalahnya anak saya pernah sekali kejang dan
itu ada keturunan dari ayahnya (suami) saya. atas
bantuannya saya ucapkan terima kasih.

--- Bayi-Kita@yahoogroups.com wrote:

>
> BAYI SAKIT TAK SELALU DISERTAI DEMAM
>
> Lantas bagaimana mengenali sakit pada bayi jika tak
> muncul demam?
>
> "Memang, semua anak, tak terkecuali bayi, memiliki
> sensor atau kemampuan menaikkan suhu tubuh sebagai
> reaksi melawan penyakit akibat kuman ataupun virus
> yang menyerang tubuhnya," kata dr. Zakiudin Munasir,
> SpA(K) dari RSUPN Cipto Mangunkusumo, Jakarta. Akan
> tetapi, lanjutnya, seringkali pada bayi, terlebih
> bayi berusia di bawah 3 bulan, tidak menunjukkan
> gejala naiknya suhu tubuh. Sekalipun sebenarnya
> tubuh si bayi sedang berperang melawan serangan
> virus atau kuman. "Hal ini dikarenakan sistem sensor
> panas di tubuh bayi belum sempurna. Jadi, sekalipun
> penyakit sudah berada di dalam tubuh bayi atau si
> kecil sudah mengalami dehidrasi, tetapi karena chip
> atau pusat otak belum menerima sinyal melakukan
> tindakan, otomatis tubuh si kecil tidak
> memberitahukan bahwa dirinya sedang dalam bahaya,"
> papar Zakiudin.
>
> Syukur-syukur "tentara" di tubuh si kecil bisa
> menang memerangi "makhluk asing" yang bisa
> merugikannya itu. Jadi sekalipun tak terpantau, si
> kecil bisa tetap sehat dan tidak terjadi hal yang
> tak diinginkan. Namun bila yang terjadi sebaliknya,
> kita seringkali kecolongan. "Saat datang kontrol,
> penyakit yang diderita si bayi sudah parah. Kondisi
> ini terjadi karena orang tua menganggap, selama
> bayinya tidak panas, ya, tidak sakit. Tidak mau
> makan dianggap wajar, namanya juga bayi. Padahal
> seharusnya tidak demikian."
>
> KENALI BAYI ANDA
>
> Karena itulah, anjur Zakiudin, dalam merawat bayi,
> orang tua hendaknya tidak melulu berpatokan pada
> termometer alias ada-tidaknya demam. Orang tua harus
> mampu mengenali bayinya.
>
> Untuk itu, orang tua perlu melakukan pengamatan
> sebagai berikut:
>
> 1. Apakah hari itu si kecil minum ASI-nya masih
> seperti hari-hari kemarin?
>
> 2. Apakah nafsu makannya (Makanan Pendamping-ASI)
> masih tetap tinggi seperti hari-hari sebelumnya?
>
> 3. Apakah si kecil cerewetnya tidak berubah alias
> tidak mendadak menjadi pendiam?
>
> 4. Apakah sorot matanya tetap tajam dan lincah?
>
> 5. Apakah tetap aktif dan lincah dalam bergerak?
>
> 6. Apakah fisik bayi tak ada yang berubah atau ada
> sesuatu yang janggal (tidak seperti biasanya)?
>
> 7. Apakah BAB dan BAK normal dan lancar?
>
> Nah, jika jawaban yang muncul dari hasil pengamatan
> kita adalah kebalikannya, "Jangan tunggu besok, atau
> melakukan 'upacara adat' ini-itu. Saat itu juga
> lekas bawa ke dokter atau rumah sakit sekalipun si
> bayi tidak mengalami demam!" tegas Zakiudin.
>
> Memang, bisa jadi si kecil menolak makan cuma karena
> sariawan. "Tetapi apakah orang tua bisa memeriksa
> sampai sedetail itu? Jadi, daripada kondisi anak
> bertambah parah dan diagnosa orang tua meleset,
> kenapa tidak lebih baik ditangani oleh ahlinya
> saja?"
>
> PENGOBATAN FISIOLOGIS
>
> Sebaliknya, jika si kecil tetap aktif, lincah, nafsu
> makan bagus, minum susu oke, kondisi fisik baik,
> buang air besar dan kecil lancar, tapi suhu tubuhnya
> naik kurang lebih 37,50C, menurut Zakiudin, orang
> tua bisa melakukan tindakan-tindakan untuk
> mengobatinya sendiri di rumah secara fisiologis,
> yakni:
>
> 1. Berikan keleluasan suhu tubuh si kecil untuk bisa
> bersirkulasi dengan baik. Hindari pengenaan selimut
> atau baju tebal. Malah jika perlu telanjangi saja si
> kecil. Pendingin udara sangat boleh kita aktifkan.
> Justru dengan adanya pendingin udara bisa memberi
> keleluasaan yang lebih besar bagi panas tubuhnya
> untuk keluar.
>
> 2. Berikan minum yang banyak. Dengan cara ini
> diharapkan si kecil bisa BAK sebanyak-banyaknya,
> sehingga bisa membantu kelancaran sirkulasi suhu
> tubuh.
>
> 3. Lakukan kompres air hangat. Menurut hasil
> penelitian dan penemuan terbaru di dunia kedokteran,
> pemberian kompres air hangat paling baik di area
> tubuh yang mudah terekspos, seperti dada, perut atau
> dahi. Dengan demikian pembuluh darah akan melebar
> dan ini tentunya mempermudah serta memperlancar
> sirkulasi suhu
>
> tubuh. Sebaiknya tidak mengompres di area pembuluh
> darah besar karena pembuluh darahnya tidak bisa
> melebar lagi, di ketiak dan selangkangan, misalnya.
>
> "Memang dulu ada anggapan kompres dengan air dingin
> hingga pengompresan dilakukan di area pembuluh darah
> yang banyak, tapi cara tersebut sudah tidak berlaku
> lagi," kata Zakiudin. Kompres dengan air dingin
> justru semakin mengerutkan pembuluh darah dan bisa
> terjadi pembohongan tubuh. Maksudnya, kompres air
> dingin memang bisa mendinginkan suhu tubuh, tapi itu
> hanya beberapa saat saja. "Malah setelah itu bisa
> jadi suhu tubuh anak semakin panas, karena sensor
> suhu tubuh di otak akan menaikkan panas tubuh.
> Berbeda jika kompres dengan air hangat, sensor akan
> memerintahkan tubuh untuk menurunkan suhu tubuhnya."
>
>
> Nah, dengan pengobatan fisiologis ini, lanjut
> Zakiudin, pertahanan tubuh bayi akan terstimulasi
> menjadi lebih kuat. Tetapi ingat, cara-cara tersebut
> dilakukan selama si kecil tidak mengalami kejang!
> "Kalau sudah kejang, tak ada kata lain, usahakan
> lidah bayi tak tergigit dan saat itu juga bawa ke
> dokter," anjurnya.
>
> BERIKAN OBAT PENURUN PANAS
>
> Jika dengan penanganan fisiologis ternyata suhu
> tubuhnya tak kunjung reda atau sembuh dalam 1x24
> jam, bisa jadi panas tubuh si kecil itu karena
> faktor nonfisiologis. Penanganan yang harus orang
> tua lakukan adalah:
>
> 1. Tetap menjalankan penanganan secara fisiologis.
>
> 2. Berikan obat penurun panas. Jika tidak kunjung
> reda setelah diberi obat, atau panasnya naik kembali
> selang 2 jam setelah minum obat, atau panasnya
> tambah tinggi, dan si anak rewel, menolak
> makan-minum, "Lekas larikan ke dokter. Nanti dokter
> akan mencari penyebabnya untuk diobati," kata
> Zakiudin.
>
> 3. Sebaliknya jika kondisi bayi cenderung membaik,
> "Orang tua boleh melihat perkembangannya hingga dua
> hari ke depan." Jika semakin membaik dengan ciri
> tidak panas lagi atau berangsur-angsur menurun,
> aktivitas hingga makan dan minum kembali seperti
> semula, bersyukurlah. Tetapi jika di hari ketiga si
> bayi kembali panas dan aktivitasnya menurun, lekas
> bawa ke dokter.
>
> Dalam kaitan dengan penanganan demam pada bayi ini,
> Zakiudin menyarankan orang tua untuk selalu
> menyediakan termometer, pakaian yang menyerap
> keringat dan tidak bikin gerah, termos air panas dan
> dingin, serta obat penurun panas.
>
> Untuk obat penurun panas kita bisa menyediakan obat
> dari golongan parasetamol dan ibuprofen. "Obat-obat
> ini relatif aman sebagai obat pertolongan pertama
> menurunkan demam pada bayi." Yang perlu diketahui,
> parasetamol hanya mampu dan efektif menurunkan panas
> tubuh yang biasa atau tidak terlalu tinggi, 38-390
> C. Sedangkan ibuprofen ampuh menurunkan panas tubuh
> yang tinggi. "Tapi keduanya cuma memiliki kemampuan
> menahan panas tubuh selama 8 jam."
>
> Jika si kecil tak bisa atau susah mengonsumsi obat
> lewat mulut, "Orang tua boleh menyediakan di rumah
> obat penurun panas yang dimasukkan lewat anus."
> Justru obat seperti inilah yang daya kerjanya lebih
> cepat karena lebih mudah diserap oleh tubuh. Tapi
> ingat, harus dengan sepengetahuan dokter.
>
> Kita boleh saja menyediakan 3 tiga jenis obat
> tersebut di rumah. Akan tetapi yang harus diingat,
> kata Zakiudin, "Orang tua tak boleh lantas percaya
> bayinya sudah sembuh walau panas tubuhnya turun
> setelah minum obat." Sembuh tidaknya baru bisa
> dilihat jika bayi tak diberi obat suhu tubuhnya
> normal, tetap ceria, tetap aktif, makan-minumnya
> normal dan banyak.
>
> Bila si kecil mengalami demam/panas hampir setiap
> minggu, jelas tak wajar. "Ini harus diperiksa lebih
> jauh lagi dengan saksama." Tak menutup kemungkinan,
> kekebalan tubuhnya tidak baik. Karena wajarnya,
> demam pada bayi terjadi 2 bulan sekali atau paling
> cepat 1 bulan sekali, selama lingkungannya sehat.
>
> DUA PENYEBAB DEMAM
>
=== message truncated ===





__________________________________
Yahoo! Mail - PC Magazine Editors' Choice 2005
http://mail.yahoo.com


------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Help save the life of a child. Support St. Jude Children's Research Hospital.
http://us.click.yahoo.com/kHgT2A/lbOLAA/a8ILAA/GCOolB/TM
--------------------------------------------------------------------~->

 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Bayi-Kita/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    Bayi-Kita-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

 

YAHOO! GROUPS LINKS

 

 

 





YAHOO! GROUPS LINKS



CONFIDENTIALITY NOTICE
The information in this email may be confidential and/or privileged. This email is intended to be reviewed
by only the addressee(s) named above. If you are not the intended recipient, you are hereby notified
that any review, dissemination, copying, use or storage of this email and its attachments, if any, or the
information contained herein is prohibited. If you have received this email in error, please immediately
notify the sender by return email and delete this email from your system. Thank you.



#35 From: "aNiTa YuNiaR" <adis@...>
Date: Thu Nov 10, 2005 8:28 am
Subject: Re: caranya spy cepat hamil
adis@...
Send Email Send Email
 
Hai,
teman saya juga ada yg berobat ke Prof Irhamsyah, dan biasanya Dokter Iam ini, obat2nya pasti mahal2, dan Alhamdulilah, skr teman saya berhasil hamil, tapi ada juga teman saya yg ga berhasil, tp berhasil dgn dokter lain.
 
semua usaha butuh kesabaran, kalo pengalaman saya, setelah di cek, ternyata organ2 nya normal, dan dokter memberikan Vit.e dosis tinggi, dan ditambah ,saya rajin minum air rebusan kacang ijo setiap hari bersama2 suami, Alhamdulilah, skr sedang hamil 13 minggu, anak pertama.
 
Saya juga selalu menghitung masa subur saya, dan saya usahakan untuk berhub.pada waktu tsb, dan usahakan diganjal bantal, dan jgn lgs bergerak alias diam di tempat tidur selama lebih kurang 1/2 jam, setelah selesai berhubungan,
 
semoga membantu, ga lupa juga berdoa kepada YME.
 
Rgds,
Adis
 
----- Original Message -----
Sent: Thursday, November 10, 2005 1:13 PM
Subject: Re: [Bayi-Kita] caranya spy cepat hamil

Hello,
 
Salam kenal, saya anggota baru nih....
 
Berdasarkan pengalaman dari beberapa teman, dan juga dokter kandungan kami biasanya memberikan Multi Vitamin Theragran M dan Vitamin E dosis tinggi, kedua vitamin tersebut harus dikonsumsi oleh kedua belah pihak ..suami dan isteri...
 
Kalo boleh saya anjurkan coba kontrol ke RS Budhi Jaya di Sahardjo, di sana ada ahli kandungan yang bagus (menurut kami) namanya Prof. DR. Dr. Ichramsyah A. Rachman SpOG, SKFER.... dokternya ramah.
 
Salam,
Edy

 
On 11/10/05, Batubara, Faisal <Faisal.Batubara@...> wrote:

Wah Boleh juga nih topic untuk dibahas, mungkin ada yang punya pengalaman untuk dibagi, mungkin dokter, atau pengobatan alternative. Karena saya juga mengalami hal yang sama. Belum punya anak setelah nikah 3 tahun.

 

_________________________________

Faisal Raja Batubara

Senior CAD Technician

PT Sulzer Hickham Indonesia

Sulzer Turbo Services

Kawasan Industri Kota Bukit Indah

Blok A11, Kav. IC-ID

Purwakarta 41181, Indonesia

Phone +62 (0)264 351 920 ext. 170

Fax +62 (0)264 351 143

E-mail: mailto:faisal.Batubara@...

Internet: http://www.pthickham.com

_________________________________


size=2 width="100%" align=center tabindex=-1>

From: Bayi-Kita@yahoogroups.com [mailto: Bayi-Kita@yahoogroups.com] On Behalf Of gita miranda
Sent: Thursday, November 10, 2005 8:41 AM
To: Bayi-Kita@yahoogroups.com
Subject: Re: [Bayi-Kita] File - BAYI SAKIT TAK SELALU DISERTAI DEMAM

 

Allow Mod n anggota lain salam kenal..
Saya minta tips dunk, gimana caranya spy cepat hamil, krn dah nunggu 2 tahun blm hamil jg neh..

salam
Gita

Lakshmi Nawasasi wrote:

namanya Stesolid Suppositoria .... Bu Milla ..

biasanya memang selalu ada di lemari es ibu-ibu yang anaknya sering stuip (kejang2)

Semoga membantu ya ..

O ya dear Mod dan anggota yang lain, salam kenalsaya anggota baru di milis ini

Salam, lakshmi

----- Original Message -----

From: milla nur

Sent: Tuesday, November 08, 2005 10:29 PM

Subject: Re: [Bayi-Kita] File - BAYI SAKIT TAK SELALU DISERTAI DEMAM

 

saya tertarik sekali baca e mail ini,kira2 boleh tau
apa nama obat utk penurun panas yg diberikan via dubur
si anak? masalahnya anak saya pernah sekali kejang dan
itu ada keturunan dari ayahnya (suami) saya. atas
bantuannya saya ucapkan terima kasih.

--- Bayi-Kita@yahoogroups.com wrote:

>
> BAYI SAKIT TAK SELALU DISERTAI DEMAM
>
> Lantas bagaimana mengenali sakit pada bayi jika tak
> muncul demam?
>
> "Memang, semua anak, tak terkecuali bayi, memiliki
> sensor atau kemampuan menaikkan suhu tubuh sebagai
> reaksi melawan penyakit akibat kuman ataupun virus
> yang menyerang tubuhnya," kata dr. Zakiudin Munasir,
> SpA(K) dari RSUPN Cipto Mangunkusumo, Jakarta. Akan
> tetapi, lanjutnya, seringkali pada bayi, terlebih
> bayi berusia di bawah 3 bulan, tidak menunjukkan
> gejala naiknya suhu tubuh. Sekalipun sebenarnya
> tubuh si bayi sedang berperang melawan serangan
> virus atau kuman. "Hal ini dikarenakan sistem sensor
> panas di tubuh bayi belum sempurna. Jadi, sekalipun
> penyakit sudah berada di dalam tubuh bayi atau si
> kecil sudah mengalami dehidrasi, tetapi karena chip
> atau pusat otak belum menerima sinyal melakukan
> tindakan, otomatis tubuh si kecil tidak
> memberitahukan bahwa dirinya sedang dalam bahaya,"
> papar Zakiudin.
>
> Syukur-syukur "tentara" di tubuh si kecil bisa
> menang memerangi "makhluk asing" yang bisa
> merugikannya itu. Jadi sekalipun tak terpantau, si
> kecil bisa tetap sehat dan tidak terjadi hal yang
> tak diinginkan. Namun bila yang terjadi sebaliknya,
> kita seringkali kecolongan. "Saat datang kontrol,
> penyakit yang diderita si bayi sudah parah. Kondisi
> ini terjadi karena orang tua menganggap, selama
> bayinya tidak panas, ya, tidak sakit. Tidak mau
> makan dianggap wajar, namanya juga bayi. Padahal
> seharusnya tidak demikian."
>
> KENALI BAYI ANDA
>
> Karena itulah, anjur Zakiudin, dalam merawat bayi,
> orang tua hendaknya tidak melulu berpatokan pada
> termometer alias ada-tidaknya demam. Orang tua harus
> mampu mengenali bayinya.
>
> Untuk itu, orang tua perlu melakukan pengamatan
> sebagai berikut:
>
> 1. Apakah hari itu si kecil minum ASI-nya masih
> seperti hari-hari kemarin?
>
> 2. Apakah nafsu makannya (Makanan Pendamping-ASI)
> masih tetap tinggi seperti hari-hari sebelumnya?
>
> 3. Apakah si kecil cerewetnya tidak berubah alias
> tidak mendadak menjadi pendiam?
>
> 4. Apakah sorot matanya tetap tajam dan lincah?
>
> 5. Apakah tetap aktif dan lincah dalam bergerak?
>
> 6. Apakah fisik bayi tak ada yang berubah atau ada
> sesuatu yang janggal (tidak seperti biasanya)?
>
> 7. Apakah BAB dan BAK normal dan lancar?
>
> Nah, jika jawaban yang muncul dari hasil pengamatan
> kita adalah kebalikannya, "Jangan tunggu besok, atau
> melakukan 'upacara adat' ini-itu. Saat itu juga
> lekas bawa ke dokter atau rumah sakit sekalipun si
> bayi tidak mengalami demam!" tegas Zakiudin.
>
> Memang, bisa jadi si kecil menolak makan cuma karena
> sariawan. "Tetapi apakah orang tua bisa memeriksa
> sampai sedetail itu? Jadi, daripada kondisi anak
> bertambah parah dan diagnosa orang tua meleset,
> kenapa tidak lebih baik ditangani oleh ahlinya
> saja?"
>
> PENGOBATAN FISIOLOGIS
>
> Sebaliknya, jika si kecil tetap aktif, lincah, nafsu
> makan bagus, minum susu oke, kondisi fisik baik,
> buang air besar dan kecil lancar, tapi suhu tubuhnya
> naik kurang lebih 37,50C, menurut Zakiudin, orang
> tua bisa melakukan tindakan-tindakan untuk
> mengobatinya sendiri di rumah secara fisiologis,
> yakni:
>
> 1. Berikan keleluasan suhu tubuh si kecil untuk bisa
> bersirkulasi dengan baik. Hindari pengenaan selimut
> atau baju tebal. Malah jika perlu telanjangi saja si
> kecil. Pendingin udara sangat boleh kita aktifkan.
> Justru dengan adanya pendingin udara bisa memberi
> keleluasaan yang lebih besar bagi panas tubuhnya
> untuk keluar.
>
> 2. Berikan minum yang banyak. Dengan cara ini
> diharapkan si kecil bisa BAK sebanyak-banyaknya,
> sehingga bisa membantu kelancaran sirkulasi suhu
> tubuh.
>
> 3. Lakukan kompres air hangat. Menurut hasil
> penelitian dan penemuan terbaru di dunia kedokteran,
> pemberian kompres air hangat paling baik di area
> tubuh yang mudah terekspos, seperti dada, perut atau
> dahi. Dengan demikian pembuluh darah akan melebar
> dan ini tentunya mempermudah serta memperlancar
> sirkulasi suhu
>
> tubuh. Sebaiknya tidak mengompres di area pembuluh
> darah besar karena pembuluh darahnya tidak bisa
> melebar lagi, di ketiak dan selangkangan, misalnya.
>
> "Memang dulu ada anggapan kompres dengan air dingin
> hingga pengompresan dilakukan di area pembuluh darah
> yang banyak, tapi cara tersebut sudah tidak berlaku
> lagi," kata Zakiudin. Kompres dengan air dingin
> justru semakin mengerutkan pembuluh darah dan bisa
> terjadi pembohongan tubuh. Maksudnya, kompres air
> dingin memang bisa mendinginkan suhu tubuh, tapi itu
> hanya beberapa saat saja. "Malah setelah itu bisa
> jadi suhu tubuh anak semakin panas, karena sensor
> suhu tubuh di otak akan menaikkan panas tubuh.
> Berbeda jika kompres dengan air hangat, sensor akan
> memerintahkan tubuh untuk menurunkan suhu tubuhnya."
>
>
> Nah, dengan pengobatan fisiologis ini, lanjut
> Zakiudin, pertahanan tubuh bayi akan terstimulasi
> menjadi lebih kuat. Tetapi ingat, cara-cara tersebut
> dilakukan selama si kecil tidak mengalami kejang!
> "Kalau sudah kejang, tak ada kata lain, usahakan
> lidah bayi tak tergigit dan saat itu juga bawa ke
> dokter," anjurnya.
>
> BERIKAN OBAT PENURUN PANAS
>
> Jika dengan penanganan fisiologis ternyata suhu
> tubuhnya tak kunjung reda atau sembuh dalam 1x24
> jam, bisa jadi panas tubuh si kecil itu karena
> faktor nonfisiologis. Penanganan yang harus orang
> tua lakukan adalah:
>
> 1. Tetap menjalankan penanganan secara fisiologis.
>
> 2. Berikan obat penurun panas. Jika tidak kunjung
> reda setelah diberi obat, atau panasnya naik kembali
> selang 2 jam setelah minum obat, atau panasnya
> tambah tinggi, dan si anak rewel, menolak
> makan-minum, "Lekas larikan ke dokter. Nanti dokter
> akan mencari penyebabnya untuk diobati," kata
> Zakiudin.
>
> 3. Sebaliknya jika kondisi bayi cenderung membaik,
> "Orang tua boleh melihat perkembangannya hingga dua
> hari ke depan." Jika semakin membaik dengan ciri
> tidak panas lagi atau berangsur-angsur menurun,
> aktivitas hingga makan dan minum kembali seperti
> semula, bersyukurlah. Tetapi jika di hari ketiga si
> bayi kembali panas dan aktivitasnya menurun, lekas
> bawa ke dokter.
>
> Dalam kaitan dengan penanganan demam pada bayi ini,
> Zakiudin menyarankan orang tua untuk selalu
> menyediakan termometer, pakaian yang menyerap
> keringat dan tidak bikin gerah, termos air panas dan
> dingin, serta obat penurun panas.
>
> Untuk obat penurun panas kita bisa menyediakan obat
> dari golongan parasetamol dan ibuprofen. "Obat-obat
> ini relatif aman sebagai obat pertolongan pertama
> menurunkan demam pada bayi." Yang perlu diketahui,
> parasetamol hanya mampu dan efektif menurunkan panas
> tubuh yang biasa atau tidak terlalu tinggi, 38-390
> C. Sedangkan ibuprofen ampuh menurunkan panas tubuh
> yang tinggi. "Tapi keduanya cuma memiliki kemampuan
> menahan panas tubuh selama 8 jam."
>
> Jika si kecil tak bisa atau susah mengonsumsi obat
> lewat mulut, "Orang tua boleh menyediakan di rumah
> obat penurun panas yang dimasukkan lewat anus."
> Justru obat seperti inilah yang daya kerjanya lebih
> cepat karena lebih mudah diserap oleh tubuh. Tapi
> ingat, harus dengan sepengetahuan dokter.
>
> Kita boleh saja menyediakan 3 tiga jenis obat
> tersebut di rumah. Akan tetapi yang harus diingat,
> kata Zakiudin, "Orang tua tak boleh lantas percaya
> bayinya sudah sembuh walau panas tubuhnya turun
> setelah minum obat." Sembuh tidaknya baru bisa
> dilihat jika bayi tak diberi obat suhu tubuhnya
> normal, tetap ceria, tetap aktif, makan-minumnya
> normal dan banyak.
>
> Bila si kecil mengalami demam/panas hampir setiap
> minggu, jelas tak wajar. "Ini harus diperiksa lebih
> jauh lagi dengan saksama." Tak menutup kemungkinan,
> kekebalan tubuhnya tidak baik. Karena wajarnya,
> demam pada bayi terjadi 2 bulan sekali atau paling
> cepat 1 bulan sekali, selama lingkungannya sehat.
>
> DUA PENYEBAB DEMAM
>
=== message truncated ===





__________________________________
Yahoo! Mail - PC Magazine Editors' Choice 2005
http://mail.yahoo.com


------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Help save the life of a child. Support St. Jude Children's Research Hospital.
http://us.click.yahoo.com/kHgT2A/lbOLAA/a8ILAA/GCOolB/TM
--------------------------------------------------------------------~->

 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Bayi-Kita/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    Bayi-Kita-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

 

YAHOO! GROUPS LINKS

 

 

 





YAHOO! GROUPS LINKS



CONFIDENTIALITY NOTICE
The information in this email may be confidential and/or privileged. This email is intended to be reviewed
by only the addressee(s) named above. If you are not the intended recipient, you are hereby notified
that any review, dissemination, copying, use or storage of this email and its attachments, if any, or the
information contained herein is prohibited. If you have received this email in error, please immediately
notify the sender by return email and delete this email from your system. Thank you.



#36 From: "Batubara, Faisal" <Faisal.Batubara@...>
Date: Thu Nov 10, 2005 10:18 am
Subject: RE: caranya spy cepat hamil
Faisal.Batubara@...
Send Email Send Email
 

Salam,

 

Tentang masa subur bagi wanita yang saya dapat dari berbagai sumber banyak perbedaan, mungkin ada yang bisa bagi pengetahuan. Kalau untuk dokter yang bagus didaerah tangerang (BSD, Lippo karawaci dan sekitarnya) ada yang tahu dokter geratis. Karena kalau di Jakarta terlalu jauh istri saya kerja ditangerang dan rumah ditangerang.

 

_________________________________


From: Bayi-Kita@yahoogroups.com [mailto:Bayi-Kita@yahoogroups.com] On Behalf Of aNiTa YuNiaR
Sent: Thursday, November 10, 2005 3:28 PM
To: Bayi-Kita@yahoogroups.com
Subject: Re: [Bayi-Kita] caranya spy cepat hamil

 

Hai,

teman saya juga ada yg berobat ke Prof Irhamsyah, dan biasanya Dokter Iam ini, obat2nya pasti mahal2, dan Alhamdulilah, skr teman saya berhasil hamil, tapi ada juga teman saya yg ga berhasil, tp berhasil dgn dokter lain.

 

semua usaha butuh kesabaran, kalo pengalaman saya, setelah di cek, ternyata organ2 nya normal, dan dokter memberikan Vit.e dosis tinggi, dan ditambah ,saya rajin minum air rebusan kacang ijo setiap hari bersama2 suami, Alhamdulilah, skr sedang hamil 13 minggu, anak pertama.

 

Saya juga selalu menghitung masa subur saya, dan saya usahakan untuk berhub.pada waktu tsb, dan usahakan diganjal bantal, dan jgn lgs bergerak alias diam di tempat tidur selama lebih kurang 1/2 jam, setelah selesai berhubungan,

 

semoga membantu, ga lupa juga berdoa kepada YME.

 

Rgds,

Adis

 

----- Original Message -----

From: Edy Sugiarto

Sent: Thursday, November 10, 2005 1:13 PM

Subject: Re: [Bayi-Kita] caranya spy cepat hamil

 

Hello,

 

Salam kenal, saya anggota baru nih....

 

Berdasarkan pengalaman dari beberapa teman, dan juga dokter kandungan kami biasanya memberikan Multi Vitamin Theragran M dan Vitamin E dosis tinggi, kedua vitamin tersebut harus dikonsumsi oleh kedua belah pihak ..suami dan isteri...

 

Kalo boleh saya anjurkan coba kontrol ke RS Budhi Jaya di Sahardjo, di sana ada ahli kandungan yang bagus (menurut kami) namanya Prof. DR. Dr. Ichramsyah A. Rachman SpOG, SKFER.... dokternya ramah.

 

Salam,

Edy

 

On 11/10/05, Batubara, Faisal <Faisal.Batubara@...> wrote:

Wah Boleh juga nih topic untuk dibahas, mungkin ada yang punya pengalaman untuk dibagi, mungkin dokter, atau pengobatan alternative. Karena saya juga mengalami hal yang sama. Belum punya anak setelah nikah 3 tahun.

 

_________________________________

Faisal Raja Batubara

Senior CAD Technician

PT Sulzer Hickham Indonesia

Sulzer Turbo Services

Kawasan Industri Kota Bukit Indah

Blok A11, Kav. IC-ID

Purwakarta 41181, Indonesia

Phone +62 (0)264 351 920 ext. 170

Fax +62 (0)264 351 143

E-mail: mailto:faisal.Batubara@...

Internet: http://www.pthickham.com

_________________________________


size=2 width="100%" align=center tabindex=-1>

From: Bayi-Kita@yahoogroups.com [mailto: Bayi-Kita@yahoogroups.com] On Behalf Of gita miranda
Sent: Thursday, November 10, 2005 8:41 AM
To: Bayi-Kita@yahoogroups.com
Subject: Re: [Bayi-Kita] File - BAYI SAKIT TAK SELALU DISERTAI DEMAM

 

Allow Mod n anggota lain salam kenal..
Saya minta tips dunk, gimana caranya spy cepat hamil, krn dah nunggu 2 tahun blm hamil jg neh..

salam
Gita

Lakshmi Nawasasi wrote:

namanya Stesolid Suppositoria .... Bu Milla ..

biasanya memang selalu ada di lemari es ibu-ibu yang anaknya sering stuip (kejang2)

Semoga membantu ya ..

O ya dear Mod dan anggota yang lain, salam kenalsaya anggota baru di milis ini

Salam, lakshmi

----- Original Message -----

From: milla nur

Sent: Tuesday, November 08, 2005 10:29 PM

Subject: Re: [Bayi-Kita] File - BAYI SAKIT TAK SELALU DISERTAI DEMAM

 

saya tertarik sekali baca e mail ini,kira2 boleh tau
apa nama obat utk penurun panas yg diberikan via dubur
si anak? masalahnya anak saya pernah sekali kejang dan
itu ada keturunan dari ayahnya (suami) saya. atas
bantuannya saya ucapkan terima kasih.

--- Bayi-Kita@yahoogroups.com wrote:

>
> BAYI SAKIT TAK SELALU DISERTAI DEMAM
>
> Lantas bagaimana mengenali sakit pada bayi jika tak
> muncul demam?
>
> "Memang, semua anak, tak terkecuali bayi, memiliki
> sensor atau kemampuan menaikkan suhu tubuh sebagai
> reaksi melawan penyakit akibat kuman ataupun virus
> yang menyerang tubuhnya," kata dr. Zakiudin Munasir,
> SpA(K) dari RSUPN Cipto Mangunkusumo, Jakarta. Akan
> tetapi, lanjutnya, seringkali pada bayi, terlebih
> bayi berusia di bawah 3 bulan, tidak menunjukkan
> gejala naiknya suhu tubuh. Sekalipun sebenarnya
> tubuh si bayi sedang berperang melawan serangan
> virus atau kuman. "Hal ini dikarenakan sistem sensor
> panas di tubuh bayi belum sempurna. Jadi, sekalipun
> penyakit sudah berada di dalam tubuh bayi atau si
> kecil sudah mengalami dehidrasi, tetapi karena chip
> atau pusat otak belum menerima sinyal melakukan
> tindakan, otomatis tubuh si kecil tidak
> memberitahukan bahwa dirinya sedang dalam bahaya,"
> papar Zakiudin.
>
> Syukur-syukur "tentara" di tubuh si kecil bisa
> menang memerangi "makhluk asing" yang bisa
> merugikannya itu. Jadi sekalipun tak terpantau, si
> kecil bisa tetap sehat dan tidak terjadi hal yang
> tak diinginkan. Namun bila yang terjadi sebaliknya,
> kita seringkali kecolongan. "Saat datang kontrol,
> penyakit yang diderita si bayi sudah parah. Kondisi
> ini terjadi karena orang tua menganggap, selama
> bayinya tidak panas, ya, tidak sakit. Tidak mau
> makan dianggap wajar, namanya juga bayi. Padahal
> seharusnya tidak demikian."
>
> KENALI BAYI ANDA
>
> Karena itulah, anjur Zakiudin, dalam merawat bayi,
> orang tua hendaknya tidak melulu berpatokan pada
> termometer alias ada-tidaknya demam. Orang tua harus
> mampu mengenali bayinya.
>
> Untuk itu, orang tua perlu melakukan pengamatan
> sebagai berikut:
>
> 1. Apakah hari itu si kecil minum ASI-nya masih
> seperti hari-hari kemarin?
>
> 2. Apakah nafsu makannya (Makanan Pendamping-ASI)
> masih tetap tinggi seperti hari-hari sebelumnya?
>
> 3. Apakah si kecil cerewetnya tidak berubah alias
> tidak mendadak menjadi pendiam?
>
> 4. Apakah sorot matanya tetap tajam dan lincah?
>
> 5. Apakah tetap aktif dan lincah dalam bergerak?
>
> 6. Apakah fisik bayi tak ada yang berubah atau ada
> sesuatu yang janggal (tidak seperti biasanya)?
>
> 7. Apakah BAB dan BAK normal dan lancar?
>
> Nah, jika jawaban yang muncul dari hasil pengamatan
> kita adalah kebalikannya, "Jangan tunggu besok, atau
> melakukan 'upacara adat' ini-itu. Saat itu juga
> lekas bawa ke dokter atau rumah sakit sekalipun si
> bayi tidak mengalami demam!" tegas Zakiudin.
>
> Memang, bisa jadi si kecil menolak makan cuma karena
> sariawan. "Tetapi apakah orang tua bisa memeriksa
> sampai sedetail itu? Jadi, daripada kondisi anak
> bertambah parah dan diagnosa orang tua meleset,
> kenapa tidak lebih baik ditangani oleh ahlinya
> saja?"
>
> PENGOBATAN FISIOLOGIS
>
> Sebaliknya, jika si kecil tetap aktif, lincah, nafsu
> makan bagus, minum susu oke, kondisi fisik baik,
> buang air besar dan kecil lancar, tapi suhu tubuhnya
> naik kurang lebih 37,50C, menurut Zakiudin, orang
> tua bisa melakukan tindakan-tindakan untuk
> mengobatinya sendiri di rumah secara fisiologis,
> yakni:
>
> 1. Berikan keleluasan suhu tubuh si kecil untuk bisa
> bersirkulasi dengan baik. Hindari pengenaan selimut
> atau baju tebal. Malah jika perlu telanjangi saja si
> kecil. Pendingin udara sangat boleh kita aktifkan.
> Justru dengan adanya pendingin udara bisa memberi
> keleluasaan yang lebih besar bagi panas tubuhnya
> untuk keluar.
>
> 2. Berikan minum yang banyak. Dengan cara ini
> diharapkan si kecil bisa BAK sebanyak-banyaknya,
> sehingga bisa membantu kelancaran sirkulasi suhu
> tubuh.
>
> 3. Lakukan kompres air hangat. Menurut hasil
> penelitian dan penemuan terbaru di dunia kedokteran,
> pemberian kompres air hangat paling baik di area
> tubuh yang mudah terekspos, seperti dada, perut atau
> dahi. Dengan demikian pembuluh darah akan melebar
> dan ini tentunya mempermudah serta memperlancar
> sirkulasi suhu
>
> tubuh. Sebaiknya tidak mengompres di area pembuluh
> darah besar karena pembuluh darahnya tidak bisa
> melebar lagi, di ketiak dan selangkangan, misalnya.
>
> "Memang dulu ada anggapan kompres dengan air dingin
> hingga pengompresan dilakukan di area pembuluh darah
> yang banyak, tapi cara tersebut sudah tidak berlaku
> lagi," kata Zakiudin. Kompres dengan air dingin
> justru semakin mengerutkan pembuluh darah dan bisa
> terjadi pembohongan tubuh. Maksudnya, kompres air
> dingin memang bisa mendinginkan suhu tubuh, tapi itu
> hanya beberapa saat saja. "Malah setelah itu bisa
> jadi suhu tubuh anak semakin panas, karena sensor
> suhu tubuh di otak akan menaikkan panas tubuh.
> Berbeda jika kompres dengan air hangat, sensor akan
> memerintahkan tubuh untuk menurunkan suhu tubuhnya."
>
>
> Nah, dengan pengobatan fisiologis ini, lanjut
> Zakiudin, pertahanan tubuh bayi akan terstimulasi
> menjadi lebih kuat. Tetapi ingat, cara-cara tersebut
> dilakukan selama si kecil tidak mengalami kejang!
> "Kalau sudah kejang, tak ada kata lain, usahakan
> lidah bayi tak tergigit dan saat itu juga bawa ke
> dokter," anjurnya.
>
> BERIKAN OBAT PENURUN PANAS
>
> Jika dengan penanganan fisiologis ternyata suhu
> tubuhnya tak kunjung reda atau sembuh dalam 1x24
> jam, bisa jadi panas tubuh si kecil itu karena
> faktor nonfisiologis. Penanganan yang harus orang
> tua lakukan adalah:
>
> 1. Tetap menjalankan penanganan secara fisiologis.
>
> 2. Berikan obat penurun panas. Jika tidak kunjung
> reda setelah diberi obat, atau panasnya naik kembali
> selang 2 jam setelah minum obat, atau panasnya
> tambah tinggi, dan si anak rewel, menolak
> makan-minum, "Lekas larikan ke dokter. Nanti dokter
> akan mencari penyebabnya untuk diobati," kata
> Zakiudin.
>
> 3. Sebaliknya jika kondisi bayi cenderung membaik,
> "Orang tua boleh melihat perkembangannya hingga dua
> hari ke depan." Jika semakin membaik dengan ciri
> tidak panas lagi atau berangsur-angsur menurun,
> aktivitas hingga makan dan minum kembali seperti
> semula, bersyukurlah. Tetapi jika di hari ketiga si
> bayi kembali panas dan aktivitasnya menurun, lekas
> bawa ke dokter.
>
> Dalam kaitan dengan penanganan demam pada bayi ini,
> Zakiudin menyarankan orang tua untuk selalu
> menyediakan termometer, pakaian yang menyerap
> keringat dan tidak bikin gerah, termos air panas dan
> dingin, serta obat penurun panas.
>
> Untuk obat penurun panas kita bisa menyediakan obat
> dari golongan parasetamol dan ibuprofen. "Obat-obat
> ini relatif aman sebagai obat pertolongan pertama
> menurunkan demam pada bayi." Yang perlu diketahui,
> parasetamol hanya mampu dan efektif menurunkan panas
> tubuh yang biasa atau tidak terlalu tinggi, 38-390
> C. Sedangkan ibuprofen ampuh menurunkan panas tubuh
> yang tinggi. "Tapi keduanya cuma memiliki kemampuan
> menahan panas tubuh selama 8 jam."
>
> Jika si kecil tak bisa atau susah mengonsumsi obat
> lewat mulut, "Orang tua boleh menyediakan di rumah
> obat penurun panas yang dimasukkan lewat anus."
> Justru obat seperti inilah yang daya kerjanya lebih
> cepat karena lebih mudah diserap oleh tubuh. Tapi
> ingat, harus dengan sepengetahuan dokter.
>
> Kita boleh saja menyediakan 3 tiga jenis obat
> tersebut di rumah. Akan tetapi yang harus diingat,
> kata Zakiudin, "Orang tua tak boleh lantas percaya
> bayinya sudah sembuh walau panas tubuhnya turun
> setelah minum obat." Sembuh tidaknya baru bisa
> dilihat jika bayi tak diberi obat suhu tubuhnya
> normal, tetap ceria, tetap aktif, makan-minumnya
> normal dan banyak.
>
> Bila si kecil mengalami demam/panas hampir setiap
> minggu, jelas tak wajar. "Ini harus diperiksa lebih
> jauh lagi dengan saksama." Tak menutup kemungkinan,
> kekebalan tubuhnya tidak baik. Karena wajarnya,
> demam pada bayi terjadi 2 bulan sekali atau paling
> cepat 1 bulan sekali, selama lingkungannya sehat.
>
> DUA PENYEBAB DEMAM
>
=== message truncated ===





__________________________________
Yahoo! Mail - PC Magazine Editors' Choice 2005
http://mail.yahoo.com


------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Help save the life of a child. Support St. Jude Children's Research Hospital.
http://us.click.yahoo.com/kHgT2A/lbOLAA/a8ILAA/GCOolB/TM
--------------------------------------------------------------------~->

 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Bayi-Kita/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    Bayi-Kita-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

 

YAHOO! GROUPS LINKS

 

 

 

 

 


YAHOO! GROUPS LINKS

 

 


CONFIDENTIALITY NOTICE
The information in this email may be confidential and/or privileged. This email is intended to be reviewed
by only the addressee(s) named above. If you are not the intended recipient, you are hereby notified
that any review, dissemination, copying, use or storage of this email and its attachments, if any, or the
information contained herein is prohibited. If you have received this email in error, please immediately
notify the sender by return email and delete this email from your system. Thank you.

 

 

CONFIDENTIALITY NOTICE
The information in this email may be confidential and/or privileged. This email is intended to be reviewed
by only the addressee(s) named above. If you are not the intended recipient, you are hereby notified
that any review, dissemination, copying, use or storage of this email and its attachments, if any, or the
information contained herein is prohibited. If you have received this email in error, please immediately
notify the sender by return email and delete this email from your system. Thank you.


#37 From: "Andri Riskia" <andri.riskia@...>
Date: Thu Nov 10, 2005 2:57 pm
Subject: Re: caranya spy cepat hamil
andri.riskia@...
Send Email Send Email
 
Kurma Nabi udah nyoba?? Jangan sampe makan yang palsu, cari yang asli yang belum terkena api alias udah di olah...
----- Original Message -----
Sent: Thursday, November 10, 2005 1:13 PM
Subject: Re: [Bayi-Kita] caranya spy cepat hamil

Hello,
 
Salam kenal, saya anggota baru nih....
 
Berdasarkan pengalaman dari beberapa teman, dan juga dokter kandungan kami biasanya memberikan Multi Vitamin Theragran M dan Vitamin E dosis tinggi, kedua vitamin tersebut harus dikonsumsi oleh kedua belah pihak ..suami dan isteri...
 
Kalo boleh saya anjurkan coba kontrol ke RS Budhi Jaya di Sahardjo, di sana ada ahli kandungan yang bagus (menurut kami) namanya Prof. DR. Dr. Ichramsyah A. Rachman SpOG, SKFER.... dokternya ramah.
 
Salam,
Edy

 
On 11/10/05, Batubara, Faisal <Faisal.Batubara@...> wrote:

Wah Boleh juga nih topic untuk dibahas, mungkin ada yang punya pengalaman untuk dibagi, mungkin dokter, atau pengobatan alternative. Karena saya juga mengalami hal yang sama. Belum punya anak setelah nikah 3 tahun.

 

_________________________________

Faisal Raja Batubara

Senior CAD Technician

PT Sulzer Hickham Indonesia

Sulzer Turbo Services

Kawasan Industri Kota Bukit Indah

Blok A11, Kav. IC-ID

Purwakarta 41181, Indonesia

Phone +62 (0)264 351 920 ext. 170

Fax +62 (0)264 351 143

E-mail: mailto:faisal.Batubara@...

Internet: http://www.pthickham.com

_________________________________


size=2 width="100%" align=center tabindex=-1>

From: Bayi-Kita@yahoogroups.com [mailto: Bayi-Kita@yahoogroups.com] On Behalf Of gita miranda
Sent: Thursday, November 10, 2005 8:41 AM
To: Bayi-Kita@yahoogroups.com
Subject: Re: [Bayi-Kita] File - BAYI SAKIT TAK SELALU DISERTAI DEMAM

 

Allow Mod n anggota lain salam kenal..
Saya minta tips dunk, gimana caranya spy cepat hamil, krn dah nunggu 2 tahun blm hamil jg neh..

salam
Gita

Lakshmi Nawasasi wrote:

namanya Stesolid Suppositoria .... Bu Milla ..

biasanya memang selalu ada di lemari es ibu-ibu yang anaknya sering stuip (kejang2)

Semoga membantu ya ..

O ya dear Mod dan anggota yang lain, salam kenalsaya anggota baru di milis ini

Salam, lakshmi

----- Original Message -----

From: milla nur

Sent: Tuesday, November 08, 2005 10:29 PM

Subject: Re: [Bayi-Kita] File - BAYI SAKIT TAK SELALU DISERTAI DEMAM

 

saya tertarik sekali baca e mail ini,kira2 boleh tau
apa nama obat utk penurun panas yg diberikan via dubur
si anak? masalahnya anak saya pernah sekali kejang dan
itu ada keturunan dari ayahnya (suami) saya. atas
bantuannya saya ucapkan terima kasih.

--- Bayi-Kita@yahoogroups.com wrote:

>
> BAYI SAKIT TAK SELALU DISERTAI DEMAM
>
> Lantas bagaimana mengenali sakit pada bayi jika tak
> muncul demam?
>
> "Memang, semua anak, tak terkecuali bayi, memiliki
> sensor atau kemampuan menaikkan suhu tubuh sebagai
> reaksi melawan penyakit akibat kuman ataupun virus
> yang menyerang tubuhnya," kata dr. Zakiudin Munasir,
> SpA(K) dari RSUPN Cipto Mangunkusumo, Jakarta. Akan
> tetapi, lanjutnya, seringkali pada bayi, terlebih
> bayi berusia di bawah 3 bulan, tidak menunjukkan
> gejala naiknya suhu tubuh. Sekalipun sebenarnya
> tubuh si bayi sedang berperang melawan serangan
> virus atau kuman. "Hal ini dikarenakan sistem sensor
> panas di tubuh bayi belum sempurna. Jadi, sekalipun
> penyakit sudah berada di dalam tubuh bayi atau si
> kecil sudah mengalami dehidrasi, tetapi karena chip
> atau pusat otak belum menerima sinyal melakukan
> tindakan, otomatis tubuh si kecil tidak
> memberitahukan bahwa dirinya sedang dalam bahaya,"
> papar Zakiudin.
>
> Syukur-syukur "tentara" di tubuh si kecil bisa
> menang memerangi "makhluk asing" yang bisa
> merugikannya itu. Jadi sekalipun tak terpantau, si
> kecil bisa tetap sehat dan tidak terjadi hal yang
> tak diinginkan. Namun bila yang terjadi sebaliknya,
> kita seringkali kecolongan. "Saat datang kontrol,
> penyakit yang diderita si bayi sudah parah. Kondisi
> ini terjadi karena orang tua menganggap, selama
> bayinya tidak panas, ya, tidak sakit. Tidak mau
> makan dianggap wajar, namanya juga bayi. Padahal
> seharusnya tidak demikian."
>
> KENALI BAYI ANDA
>
> Karena itulah, anjur Zakiudin, dalam merawat bayi,
> orang tua hendaknya tidak melulu berpatokan pada
> termometer alias ada-tidaknya demam. Orang tua harus
> mampu mengenali bayinya.
>
> Untuk itu, orang tua perlu melakukan pengamatan
> sebagai berikut:
>
> 1. Apakah hari itu si kecil minum ASI-nya masih
> seperti hari-hari kemarin?
>
> 2. Apakah nafsu makannya (Makanan Pendamping-ASI)
> masih tetap tinggi seperti hari-hari sebelumnya?
>
> 3. Apakah si kecil cerewetnya tidak berubah alias
> tidak mendadak menjadi pendiam?
>
> 4. Apakah sorot matanya tetap tajam dan lincah?
>
> 5. Apakah tetap aktif dan lincah dalam bergerak?
>
> 6. Apakah fisik bayi tak ada yang berubah atau ada
> sesuatu yang janggal (tidak seperti biasanya)?
>
> 7. Apakah BAB dan BAK normal dan lancar?
>
> Nah, jika jawaban yang muncul dari hasil pengamatan
> kita adalah kebalikannya, "Jangan tunggu besok, atau
> melakukan 'upacara adat' ini-itu. Saat itu juga
> lekas bawa ke dokter atau rumah sakit sekalipun si
> bayi tidak mengalami demam!" tegas Zakiudin.
>
> Memang, bisa jadi si kecil menolak makan cuma karena
> sariawan. "Tetapi apakah orang tua bisa memeriksa
> sampai sedetail itu? Jadi, daripada kondisi anak
> bertambah parah dan diagnosa orang tua meleset,
> kenapa tidak lebih baik ditangani oleh ahlinya
> saja?"
>
> PENGOBATAN FISIOLOGIS
>
> Sebaliknya, jika si kecil tetap aktif, lincah, nafsu
> makan bagus, minum susu oke, kondisi fisik baik,
> buang air besar dan kecil lancar, tapi suhu tubuhnya
> naik kurang lebih 37,50C, menurut Zakiudin, orang
> tua bisa melakukan tindakan-tindakan untuk
> mengobatinya sendiri di rumah secara fisiologis,
> yakni:
>
> 1. Berikan keleluasan suhu tubuh si kecil untuk bisa
> bersirkulasi dengan baik. Hindari pengenaan selimut
> atau baju tebal. Malah jika perlu telanjangi saja si
> kecil. Pendingin udara sangat boleh kita aktifkan.
> Justru dengan adanya pendingin udara bisa memberi
> keleluasaan yang lebih besar bagi panas tubuhnya
> untuk keluar.
>
> 2. Berikan minum yang banyak. Dengan cara ini
> diharapkan si kecil bisa BAK sebanyak-banyaknya,
> sehingga bisa membantu kelancaran sirkulasi suhu
> tubuh.
>
> 3. Lakukan kompres air hangat. Menurut hasil
> penelitian dan penemuan terbaru di dunia kedokteran,
> pemberian kompres air hangat paling baik di area
> tubuh yang mudah terekspos, seperti dada, perut atau
> dahi. Dengan demikian pembuluh darah akan melebar
> dan ini tentunya mempermudah serta memperlancar
> sirkulasi suhu
>
> tubuh. Sebaiknya tidak mengompres di area pembuluh
> darah besar karena pembuluh darahnya tidak bisa
> melebar lagi, di ketiak dan selangkangan, misalnya.
>
> "Memang dulu ada anggapan kompres dengan air dingin
> hingga pengompresan dilakukan di area pembuluh darah
> yang banyak, tapi cara tersebut sudah tidak berlaku
> lagi," kata Zakiudin. Kompres dengan air dingin
> justru semakin mengerutkan pembuluh darah dan bisa
> terjadi pembohongan tubuh. Maksudnya, kompres air
> dingin memang bisa mendinginkan suhu tubuh, tapi itu
> hanya beberapa saat saja. "Malah setelah itu bisa
> jadi suhu tubuh anak semakin panas, karena sensor
> suhu tubuh di otak akan menaikkan panas tubuh.
> Berbeda jika kompres dengan air hangat, sensor akan
> memerintahkan tubuh untuk menurunkan suhu tubuhnya."
>
>
> Nah, dengan pengobatan fisiologis ini, lanjut
> Zakiudin, pertahanan tubuh bayi akan terstimulasi
> menjadi lebih kuat. Tetapi ingat, cara-cara tersebut
> dilakukan selama si kecil tidak mengalami kejang!
> "Kalau sudah kejang, tak ada kata lain, usahakan
> lidah bayi tak tergigit dan saat itu juga bawa ke
> dokter," anjurnya.
>
> BERIKAN OBAT PENURUN PANAS
>
> Jika dengan penanganan fisiologis ternyata suhu
> tubuhnya tak kunjung reda atau sembuh dalam 1x24
> jam, bisa jadi panas tubuh si kecil itu karena
> faktor nonfisiologis. Penanganan yang harus orang
> tua lakukan adalah:
>
> 1. Tetap menjalankan penanganan secara fisiologis.
>
> 2. Berikan obat penurun panas. Jika tidak kunjung
> reda setelah diberi obat, atau panasnya naik kembali
> selang 2 jam setelah minum obat, atau panasnya
> tambah tinggi, dan si anak rewel, menolak
> makan-minum, "Lekas larikan ke dokter. Nanti dokter
> akan mencari penyebabnya untuk diobati," kata
> Zakiudin.
>
> 3. Sebaliknya jika kondisi bayi cenderung membaik,
> "Orang tua boleh melihat perkembangannya hingga dua
> hari ke depan." Jika semakin membaik dengan ciri
> tidak panas lagi atau berangsur-angsur menurun,
> aktivitas hingga makan dan minum kembali seperti
> semula, bersyukurlah. Tetapi jika di hari ketiga si
> bayi kembali panas dan aktivitasnya menurun, lekas
> bawa ke dokter.
>
> Dalam kaitan dengan penanganan demam pada bayi ini,
> Zakiudin menyarankan orang tua untuk selalu
> menyediakan termometer, pakaian yang menyerap
> keringat dan tidak bikin gerah, termos air panas dan
> dingin, serta obat penurun panas.
>
> Untuk obat penurun panas kita bisa menyediakan obat
> dari golongan parasetamol dan ibuprofen. "Obat-obat
> ini relatif aman sebagai obat pertolongan pertama
> menurunkan demam pada bayi." Yang perlu diketahui,
> parasetamol hanya mampu dan efektif menurunkan panas
> tubuh yang biasa atau tidak terlalu tinggi, 38-390
> C. Sedangkan ibuprofen ampuh menurunkan panas tubuh
> yang tinggi. "Tapi keduanya cuma memiliki kemampuan
> menahan panas tubuh selama 8 jam."
>
> Jika si kecil tak bisa atau susah mengonsumsi obat
> lewat mulut, "Orang tua boleh menyediakan di rumah
> obat penurun panas yang dimasukkan lewat anus."
> Justru obat seperti inilah yang daya kerjanya lebih
> cepat karena lebih mudah diserap oleh tubuh. Tapi
> ingat, harus dengan sepengetahuan dokter.
>
> Kita boleh saja menyediakan 3 tiga jenis obat
> tersebut di rumah. Akan tetapi yang harus diingat,
> kata Zakiudin, "Orang tua tak boleh lantas percaya
> bayinya sudah sembuh walau panas tubuhnya turun
> setelah minum obat." Sembuh tidaknya baru bisa
> dilihat jika bayi tak diberi obat suhu tubuhnya
> normal, tetap ceria, tetap aktif, makan-minumnya
> normal dan banyak.
>
> Bila si kecil mengalami demam/panas hampir setiap
> minggu, jelas tak wajar. "Ini harus diperiksa lebih
> jauh lagi dengan saksama." Tak menutup kemungkinan,
> kekebalan tubuhnya tidak baik. Karena wajarnya,
> demam pada bayi terjadi 2 bulan sekali atau paling
> cepat 1 bulan sekali, selama lingkungannya sehat.
>
> DUA PENYEBAB DEMAM
>
=== message truncated ===





__________________________________
Yahoo! Mail - PC Magazine Editors' Choice 2005
http://mail.yahoo.com


------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Help save the life of a child. Support St. Jude Children's Research Hospital.
http://us.click.yahoo.com/kHgT2A/lbOLAA/a8ILAA/GCOolB/TM
--------------------------------------------------------------------~->

 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Bayi-Kita/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    Bayi-Kita-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

 

YAHOO! GROUPS LINKS

 

 

 





YAHOO! GROUPS LINKS



CONFIDENTIALITY NOTICE
The information in this email may be confidential and/or privileged. This email is intended to be reviewed
by only the addressee(s) named above. If you are not the intended recipient, you are hereby notified
that any review, dissemination, copying, use or storage of this email and its attachments, if any, or the
information contained herein is prohibited. If you have received this email in error, please immediately
notify the sender by return email and delete this email from your system. Thank you.



#38 From: "Marsau Lina" <MarsauL@...>
Date: Thu Nov 10, 2005 3:25 pm
Subject: RE: caranya spy cepat hamil
MarsauL@...
Send Email Send Email
 

Salam kenal ya, mba…

 

Maaf kalo boleh tau, mba kerja dimana, koq jam segini msh on line? Thx

 

   Regards,

  

Marsau Lina C

     (Lina)

 


From: Bayi-Kita@yahoogroups.com [mailto:Bayi-Kita@yahoogroups.com] On Behalf Of Andri Riskia
Sent: Thursday, November 10, 2005 9:57 PM
To: Bayi-Kita@yahoogroups.com
Subject: Re: [Bayi-Kita] caranya spy cepat hamil

 

Kurma Nabi udah nyoba?? Jangan sampe makan yang palsu, cari yang asli yang belum terkena api alias udah di olah...

----- Original Message -----

From: Edy Sugiarto

Sent: Thursday, November 10, 2005 1:13 PM

Subject: Re: [Bayi-Kita] caranya spy cepat hamil

 

Hello,

 

Salam kenal, saya anggota baru nih....

 

Berdasarkan pengalaman dari beberapa teman, dan juga dokter kandungan kami biasanya memberikan Multi Vitamin Theragran M dan Vitamin E dosis tinggi, kedua vitamin tersebut harus dikonsumsi oleh kedua belah pihak ..suami dan isteri...

 

Kalo boleh saya anjurkan coba kontrol ke RS Budhi Jaya di Sahardjo, di sana ada ahli kandungan yang bagus (menurut kami) namanya Prof. DR. Dr. Ichramsyah A. Rachman SpOG, SKFER.... dokternya ramah.

 

Salam,

Edy

 

On 11/10/05, Batubara, Faisal <Faisal.Batubara@...> wrote:

Wah Boleh juga nih topic untuk dibahas, mungkin ada yang punya pengalaman untuk dibagi, mungkin dokter, atau pengobatan alternative. Karena saya juga mengalami hal yang sama. Belum punya anak setelah nikah 3 tahun.

 

_________________________________

Faisal Raja Batubara

Senior CAD Technician

PT Sulzer Hickham Indonesia

Sulzer Turbo Services

Kawasan Industri Kota Bukit Indah

Blok A11, Kav. IC-ID

Purwakarta 41181, Indonesia

Phone +62 (0)264 351 920 ext. 170

Fax +62 (0)264 351 143

E-mail: mailto:faisal.Batubara@...

Internet: http://www.pthickham.com

_________________________________


size=2 width="100%" align=center tabindex=-1>

From: Bayi-Kita@yahoogroups.com [mailto: Bayi-Kita@yahoogroups.com] On Behalf Of gita miranda
Sent: Thursday, November 10, 2005 8:41 AM
To: Bayi-Kita@yahoogroups.com
Subject: Re: [Bayi-Kita] File - BAYI SAKIT TAK SELALU DISERTAI DEMAM

 

Allow Mod n anggota lain salam kenal..
Saya minta tips dunk, gimana caranya spy cepat hamil, krn dah nunggu 2 tahun blm hamil jg neh..

salam
Gita

Lakshmi Nawasasi wrote:

namanya Stesolid Suppositoria .... Bu Milla ..

biasanya memang selalu ada di lemari es ibu-ibu yang anaknya sering stuip (kejang2)

Semoga membantu ya ..

O ya dear Mod dan anggota yang lain, salam kenalsaya anggota baru di milis ini

Salam, lakshmi

----- Original Message -----

From: milla nur

Sent: Tuesday, November 08, 2005 10:29 PM

Subject: Re: [Bayi-Kita] File - BAYI SAKIT TAK SELALU DISERTAI DEMAM

 

saya tertarik sekali baca e mail ini,kira2 boleh tau
apa nama obat utk penurun panas yg diberikan via dubur
si anak? masalahnya anak saya pernah sekali kejang dan
itu ada keturunan dari ayahnya (suami) saya. atas
bantuannya saya ucapkan terima kasih.

--- Bayi-Kita@yahoogroups.com wrote:

>
> BAYI SAKIT TAK SELALU DISERTAI DEMAM
>
> Lantas bagaimana mengenali sakit pada bayi jika tak
> muncul demam?
>
> "Memang, semua anak, tak terkecuali bayi, memiliki
> sensor atau kemampuan menaikkan suhu tubuh sebagai
> reaksi melawan penyakit akibat kuman ataupun virus
> yang menyerang tubuhnya," kata dr. Zakiudin Munasir,
> SpA(K) dari RSUPN Cipto Mangunkusumo, Jakarta. Akan
> tetapi, lanjutnya, seringkali pada bayi, terlebih
> bayi berusia di bawah 3 bulan, tidak menunjukkan
> gejala naiknya suhu tubuh. Sekalipun sebenarnya
> tubuh si bayi sedang berperang melawan serangan
> virus atau kuman. "Hal ini dikarenakan sistem sensor
> panas di tubuh bayi belum sempurna. Jadi, sekalipun
> penyakit sudah berada di dalam tubuh bayi atau si
> kecil sudah mengalami dehidrasi, tetapi karena chip
> atau pusat otak belum menerima sinyal melakukan
> tindakan, otomatis tubuh si kecil tidak
> memberitahukan bahwa dirinya sedang dalam bahaya,"
> papar Zakiudin.
>
> Syukur-syukur "tentara" di tubuh si kecil bisa
> menang memerangi "makhluk asing" yang bisa
> merugikannya itu. Jadi sekalipun tak terpantau, si
> kecil bisa tetap sehat dan tidak terjadi hal yang
> tak diinginkan. Namun bila yang terjadi sebaliknya,
> kita seringkali kecolongan. "Saat datang kontrol,
> penyakit yang diderita si bayi sudah parah. Kondisi
> ini terjadi karena orang tua menganggap, selama
> bayinya tidak panas, ya, tidak sakit. Tidak mau
> makan dianggap wajar, namanya juga bayi. Padahal
> seharusnya tidak demikian."
>
> KENALI BAYI ANDA
>
> Karena itulah, anjur Zakiudin, dalam merawat bayi,
> orang tua hendaknya tidak melulu berpatokan pada
> termometer alias ada-tidaknya demam. Orang tua harus
> mampu mengenali bayinya.
>
> Untuk itu, orang tua perlu melakukan pengamatan
> sebagai berikut:
>
> 1. Apakah hari itu si kecil minum ASI-nya masih
> seperti hari-hari kemarin?
>
> 2. Apakah nafsu makannya (Makanan Pendamping-ASI)
> masih tetap tinggi seperti hari-hari sebelumnya?
>
> 3. Apakah si kecil cerewetnya tidak berubah alias
> tidak mendadak menjadi pendiam?
>
> 4. Apakah sorot matanya tetap tajam dan lincah?
>
> 5. Apakah tetap aktif dan lincah dalam bergerak?
>
> 6. Apakah fisik bayi tak ada yang berubah atau ada
> sesuatu yang janggal (tidak seperti biasanya)?
>
> 7. Apakah BAB dan BAK normal dan lancar?
>
> Nah, jika jawaban yang muncul dari hasil pengamatan
> kita adalah kebalikannya, "Jangan tunggu besok, atau
> melakukan 'upacara adat' ini-itu. Saat itu juga
> lekas bawa ke dokter atau rumah sakit sekalipun si
> bayi tidak mengalami demam!" tegas Zakiudin.
>
> Memang, bisa jadi si kecil menolak makan cuma karena
> sariawan. "Tetapi apakah orang tua bisa memeriksa
> sampai sedetail itu? Jadi, daripada kondisi anak
> bertambah parah dan diagnosa orang tua meleset,
> kenapa tidak lebih baik ditangani oleh ahlinya
> saja?"
>
> PENGOBATAN FISIOLOGIS
>
> Sebaliknya, jika si kecil tetap aktif, lincah, nafsu
> makan bagus, minum susu oke, kondisi fisik baik,
> buang air besar dan kecil lancar, tapi suhu tubuhnya
> naik kurang lebih 37,50C, menurut Zakiudin, orang
> tua bisa melakukan tindakan-tindakan untuk
> mengobatinya sendiri di rumah secara fisiologis,
> yakni:
>
> 1. Berikan keleluasan suhu tubuh si kecil untuk bisa
> bersirkulasi dengan baik. Hindari pengenaan selimut
> atau baju tebal. Malah jika perlu telanjangi saja si
> kecil. Pendingin udara sangat boleh kita aktifkan.
> Justru dengan adanya pendingin udara bisa memberi
> keleluasaan yang lebih besar bagi panas tubuhnya
> untuk keluar.
>
> 2. Berikan minum yang banyak. Dengan cara ini
> diharapkan si kecil bisa BAK sebanyak-banyaknya,
> sehingga bisa membantu kelancaran sirkulasi suhu
> tubuh.
>
> 3. Lakukan kompres air hangat. Menurut hasil
> penelitian dan penemuan terbaru di dunia kedokteran,
> pemberian kompres air hangat paling baik di area
> tubuh yang mudah terekspos, seperti dada, perut atau
> dahi. Dengan demikian pembuluh darah akan melebar
> dan ini tentunya mempermudah serta memperlancar
> sirkulasi suhu
>
> tubuh. Sebaiknya tidak mengompres di area pembuluh
> darah besar karena pembuluh darahnya tidak bisa
> melebar lagi, di ketiak dan selangkangan, misalnya.
>
> "Memang dulu ada anggapan kompres dengan air dingin
> hingga pengompresan dilakukan di area pembuluh darah
> yang banyak, tapi cara tersebut sudah tidak berlaku
> lagi," kata Zakiudin. Kompres dengan air dingin
> justru semakin mengerutkan pembuluh darah dan bisa
> terjadi pembohongan tubuh. Maksudnya, kompres air
> dingin memang bisa mendinginkan suhu tubuh, tapi itu
> hanya beberapa saat saja. "Malah setelah itu bisa
> jadi suhu tubuh anak semakin panas, karena sensor
> suhu tubuh di otak akan menaikkan panas tubuh.
> Berbeda jika kompres dengan air hangat, sensor akan
> memerintahkan tubuh untuk menurunkan suhu tubuhnya."
>
>
> Nah, dengan pengobatan fisiologis ini, lanjut
> Zakiudin, pertahanan tubuh bayi akan terstimulasi
> menjadi lebih kuat. Tetapi ingat, cara-cara tersebut
> dilakukan selama si kecil tidak mengalami kejang!
> "Kalau sudah kejang, tak ada kata lain, usahakan
> lidah bayi tak tergigit dan saat itu juga bawa ke
> dokter," anjurnya.
>
> BERIKAN OBAT PENURUN PANAS
>
> Jika dengan penanganan fisiologis ternyata suhu
> tubuhnya tak kunjung reda atau sembuh dalam 1x24
> jam, bisa jadi panas tubuh si kecil itu karena
> faktor nonfisiologis. Penanganan yang harus orang
> tua lakukan adalah:
>
> 1. Tetap menjalankan penanganan secara fisiologis.
>
> 2. Berikan obat penurun panas. Jika tidak kunjung
> reda setelah diberi obat, atau panasnya naik kembali
> selang 2 jam setelah minum obat, atau panasnya
> tambah tinggi, dan si anak rewel, menolak
> makan-minum, "Lekas larikan ke dokter. Nanti dokter
> akan mencari penyebabnya untuk diobati," kata
> Zakiudin.
>
> 3. Sebaliknya jika kondisi bayi cenderung membaik,
> "Orang tua boleh melihat perkembangannya hingga dua
> hari ke depan." Jika semakin membaik dengan ciri
> tidak panas lagi atau berangsur-angsur menurun,
> aktivitas hingga makan dan minum kembali seperti
> semula, bersyukurlah. Tetapi jika di hari ketiga si
> bayi kembali panas dan aktivitasnya menurun, lekas
> bawa ke dokter.
>
> Dalam kaitan dengan penanganan demam pada bayi ini,
> Zakiudin menyarankan orang tua untuk selalu
> menyediakan termometer, pakaian yang menyerap
> keringat dan tidak bikin gerah, termos air panas dan
> dingin, serta obat penurun panas.
>
> Untuk obat penurun panas kita bisa menyediakan obat
> dari golongan parasetamol dan ibuprofen. "Obat-obat
> ini relatif aman sebagai obat pertolongan pertama
> menurunkan demam pada bayi." Yang perlu diketahui,
> parasetamol hanya mampu dan efektif menurunkan panas
> tubuh yang biasa atau tidak terlalu tinggi, 38-390
> C. Sedangkan ibuprofen ampuh menurunkan panas tubuh
> yang tinggi. "Tapi keduanya cuma memiliki kemampuan
> menahan panas tubuh selama 8 jam."
>
> Jika si kecil tak bisa atau susah mengonsumsi obat
> lewat mulut, "Orang tua boleh menyediakan di rumah
> obat penurun panas yang dimasukkan lewat anus."
> Justru obat seperti inilah yang daya kerjanya lebih
> cepat karena lebih mudah diserap oleh tubuh. Tapi
> ingat, harus dengan sepengetahuan dokter.
>
> Kita boleh saja menyediakan 3 tiga jenis obat
> tersebut di rumah. Akan tetapi yang harus diingat,
> kata Zakiudin, "Orang tua tak boleh lantas percaya
> bayinya sudah sembuh walau panas tubuhnya turun
> setelah minum obat." Sembuh tidaknya baru bisa
> dilihat jika bayi tak diberi obat suhu tubuhnya
> normal, tetap ceria, tetap aktif, makan-minumnya
> normal dan banyak.
>
> Bila si kecil mengalami demam/panas hampir setiap
> minggu, jelas tak wajar. "Ini harus diperiksa lebih
> jauh lagi dengan saksama." Tak menutup kemungkinan,
> kekebalan tubuhnya tidak baik. Karena wajarnya,
> demam pada bayi terjadi 2 bulan sekali atau paling
> cepat 1 bulan sekali, selama lingkungannya sehat.
>
> DUA PENYEBAB DEMAM
>
=== message truncated ===





__________________________________
Yahoo! Mail - PC Magazine Editors' Choice 2005
http://mail.yahoo.com


------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Help save the life of a child. Support St. Jude Children's Research Hospital.
http://us.click.yahoo.com/kHgT2A/lbOLAA/a8ILAA/GCOolB/TM
--------------------------------------------------------------------~->

 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Bayi-Kita/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    Bayi-Kita-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

 

YAHOO! GROUPS LINKS

 

 

 

 

 


YAHOO! GROUPS LINKS

 

 


CONFIDENTIALITY NOTICE
The information in this email may be confidential and/or privileged. This email is intended to be reviewed
by only the addressee(s) named above. If you are not the intended recipient, you are hereby notified
that any review, dissemination, copying, use or storage of this email and its attachments, if any, or the
information contained herein is prohibited. If you have received this email in error, please immediately
notify the sender by return email and delete this email from your system. Thank you.




#39 From: erliana halim <erliana_halim@...>
Date: Thu Nov 10, 2005 3:36 pm
Subject: Re: caranya spy cepat hamil
erliana_halim
Send Email Send Email
 
Dear Friends,
 
Ini sih gak tau beneran atau tidak, tapi saya beserta 3 orang coba dan manjur, moga berhasil juga untuk teman teman yang belum mendapat keturunan.
 
Disaat berhubungan suami istri, (maaf), taruh bantal diatas pantat istri, sehingga posisinya lebih tinggi , mungkin dengan ini, sperma jadi lebih mudah masuk.
 
MAaf, saya bukan bermasuk ngomong vulgar, tapi cuma mau berbagi pengalaman.
 
Sincerely,
Erlin

Edy Sugiarto <edosgrt@...> wrote:
Hello,
 
Salam kenal, saya anggota baru nih....
 
Berdasarkan pengalaman dari beberapa teman, dan juga dokter kandungan kami biasanya memberikan Multi Vitamin Theragran M dan Vitamin E dosis tinggi, kedua vitamin tersebut harus dikonsumsi oleh kedua belah pihak ..suami dan isteri...
 
Kalo boleh saya anjurkan coba kontrol ke RS Budhi Jaya di Sahardjo, di sana ada ahli kandungan yang bagus (menurut kami) namanya Prof. DR. Dr. Ichramsyah A. Rachman SpOG, SKFER.... dokternya ramah.
 
Salam,
Edy

 
On 11/10/05, Batubara, Faisal <Faisal.Batubara@...> wrote:
Wah Boleh juga nih topic untuk dibahas, mungkin ada yang punya pengalaman untuk dibagi, mungkin dokter, atau pengobatan alternative. Karena saya juga mengalami hal yang sama. Belum punya anak setelah nikah 3 tahun.
 
_________________________________
Faisal Raja Batubara
Senior CAD Technician
PT Sulzer Hickham Indonesia
Sulzer Turbo Services
Kawasan Industri Kota Bukit Indah
Blok A11, Kav. IC-ID
Purwakarta 41181, Indonesia
Phone +62 (0)264 351 920 ext. 170
Fax +62 (0)264 351 143
_________________________________

size=2 width="100%" align=center tabindex=-1>
From: Bayi-Kita@yahoogroups.com [mailto: Bayi-Kita@yahoogroups.com] On Behalf Of gita miranda
Sent: Thursday, November 10, 2005 8:41 AM
To: Bayi-Kita@yahoogroups.com
Subject: Re: [Bayi-Kita] File - BAYI SAKIT TAK SELALU DISERTAI DEMAM
 
Allow Mod n anggota lain salam kenal..
Saya minta tips dunk, gimana caranya spy cepat hamil, krn dah nunggu 2 tahun blm hamil jg neh..

salam
Gita

Lakshmi Nawasasi wrote:
namanya Stesolid Suppositoria .... Bu Milla ..
biasanya memang selalu ada di lemari es ibu-ibu yang anaknya sering stuip (kejang2)
Semoga membantu ya ..
O ya dear Mod dan anggota yang lain, salam kenalsaya anggota baru di milis ini
Salam, lakshmi
----- Original Message -----
From: milla nur
Sent: Tuesday, November 08, 2005 10:29 PM
Subject: Re: [Bayi-Kita] File - BAYI SAKIT TAK SELALU DISERTAI DEMAM
 
saya tertarik sekali baca e mail ini,kira2 boleh tau
apa nama obat utk penurun panas yg diberikan via dubur
si anak? masalahnya anak saya pernah sekali kejang dan
itu ada keturunan dari ayahnya (suami) saya. atas
bantuannya saya ucapkan terima kasih.

--- Bayi-Kita@yahoogroups.com wrote:

>
> BAYI SAKIT TAK SELALU DISERTAI DEMAM
>
> Lantas bagaimana mengenali sakit pada bayi jika tak
> muncul demam?
>
> "Memang, semua anak, tak terkecuali bayi, memiliki
> sensor atau kemampuan menaikkan suhu tubuh sebagai
> reaksi melawan penyakit akibat kuman ataupun virus
> yang menyerang tubuhnya," kata dr. Zakiudin Munasir,
> SpA(K) dari RSUPN Cipto Mangunkusumo, Jakarta. Akan
> tetapi, lanjutnya, seringkali pada bayi, terlebih
> bayi berusia di bawah 3 bulan, tidak menunjukkan
> gejala naiknya suhu tubuh. Sekalipun sebenarnya
> tubuh si bayi sedang berperang melawan serangan
> virus atau kuman. "Hal ini dikarenakan sistem sensor
> panas di tubuh bayi belum sempurna. Jadi, sekalipun
> penyakit sudah berada di dalam tubuh bayi atau si
> kecil sudah mengalami dehidrasi, tetapi karena chip
> atau pusat otak belum menerima sinyal melakukan
> tindakan, otomatis tubuh si kecil tidak
> memberitahukan bahwa dirinya sedang dalam bahaya,"
> papar Zakiudin.
>
> Syukur-syukur "tentara" di tubuh si kecil bisa
> menang memerangi "makhluk asing" yang bisa
> merugikannya itu. Jadi sekalipun tak terpantau, si
> kecil bisa tetap sehat dan tidak terjadi hal yang
> tak diinginkan. Namun bila yang terjadi sebaliknya,
> kita seringkali kecolongan. "Saat datang kontrol,
> penyakit yang diderita si bayi sudah parah. Kondisi
> ini terjadi karena orang tua menganggap, selama
> bayinya tidak panas, ya, tidak sakit. Tidak mau
> makan dianggap wajar, namanya juga bayi. Padahal
> seharusnya tidak demikian."
>
> KENALI BAYI ANDA
>
> Karena itulah, anjur Zakiudin, dalam merawat bayi,
> orang tua hendaknya tidak melulu berpatokan pada
> termometer alias ada-tidaknya demam. Orang tua harus
> mampu mengenali bayinya.
>
> Untuk itu, orang tua perlu melakukan pengamatan
> sebagai berikut:
>
> 1. Apakah hari itu si kecil minum ASI-nya masih
> seperti hari-hari kemarin?
>
> 2. Apakah nafsu makannya (Makanan Pendamping-ASI)
> masih tetap tinggi seperti hari-hari sebelumnya?
>
> 3. Apakah si kecil cerewetnya tidak berubah alias
> tidak mendadak menjadi pendiam?
>
> 4. Apakah sorot matanya tetap tajam dan lincah?
>
> 5. Apakah tetap aktif dan lincah dalam bergerak?
>
> 6. Apakah fisik bayi tak ada yang berubah atau ada
> sesuatu yang janggal (tidak seperti biasanya)?
>
> 7. Apakah BAB dan BAK normal dan lancar?
>
> Nah, jika jawaban yang muncul dari hasil pengamatan
> kita adalah kebalikannya, "Jangan tunggu besok, atau
> melakukan 'upacara adat' ini-itu. Saat itu juga
> lekas bawa ke dokter atau rumah sakit sekalipun si
> bayi tidak mengalami demam!" tegas Zakiudin.
>
> Memang, bisa jadi si kecil menolak makan cuma karena
> sariawan. "Tetapi apakah orang tua bisa memeriksa
> sampai sedetail itu? Jadi, daripada kondisi anak
> bertambah parah dan diagnosa orang tua meleset,
> kenapa tidak lebih baik ditangani oleh ahlinya
> saja?"
>
> PENGOBATAN FISIOLOGIS
>
> Sebaliknya, jika si kecil tetap aktif, lincah, nafsu
> makan bagus, minum susu oke, kondisi fisik baik,
> buang air besar dan kecil lancar, tapi suhu tubuhnya
> naik kurang lebih 37,50C, menurut Zakiudin, orang
> tua bisa melakukan tindakan-tindakan untuk
> mengobatinya sendiri di rumah secara fisiologis,
> yakni:
>
> 1. Berikan keleluasan suhu tubuh si kecil untuk bisa
> bersirkulasi dengan baik. Hindari pengenaan selimut
> atau baju tebal. Malah jika perlu telanjangi saja si
> kecil. Pendingin udara sangat boleh kita aktifkan.
> Justru dengan adanya pendingin udara bisa memberi
> keleluasaan yang lebih besar bagi panas tubuhnya
> untuk keluar.
>
> 2. Berikan minum yang banyak. Dengan cara ini
> diharapkan si kecil bisa BAK sebanyak-banyaknya,
> sehingga bisa membantu kelancaran sirkulasi suhu
> tubuh.
>
> 3. Lakukan kompres air hangat. Menurut hasil
> penelitian dan penemuan terbaru di dunia kedokteran,
> pemberian kompres air hangat paling baik di area
> tubuh yang mudah terekspos, seperti dada, perut atau
> dahi. Dengan demikian pembuluh darah akan melebar
> dan ini tentunya mempermudah serta memperlancar
> sirkulasi suhu
>
> tubuh. Sebaiknya tidak mengompres di area pembuluh
> darah besar karena pembuluh darahnya tidak bisa
> melebar lagi, di ketiak dan selangkangan, misalnya.
>
> "Memang dulu ada anggapan kompres dengan air dingin
> hingga pengompresan dilakukan di area pembuluh darah
> yang banyak, tapi cara tersebut sudah tidak berlaku
> lagi," kata Zakiudin. Kompres dengan air dingin
> justru semakin mengerutkan pembuluh darah dan bisa
> terjadi pembohongan tubuh. Maksudnya, kompres air
> dingin memang bisa mendinginkan suhu tubuh, tapi itu
> hanya beberapa saat saja. "Malah setelah itu bisa
> jadi suhu tubuh anak semakin panas, karena sensor
> suhu tubuh di otak akan menaikkan panas tubuh.
> Berbeda jika kompres dengan air hangat, sensor akan
> memerintahkan tubuh untuk menurunkan suhu tubuhnya."
>
>
> Nah, dengan pengobatan fisiologis ini, lanjut
> Zakiudin, pertahanan tubuh bayi akan terstimulasi
> menjadi lebih kuat. Tetapi ingat, cara-cara tersebut
> dilakukan selama si kecil tidak mengalami kejang!
> "Kalau sudah kejang, tak ada kata lain, usahakan
> lidah bayi tak tergigit dan saat itu juga bawa ke
> dokter," anjurnya.
>
> BERIKAN OBAT PENURUN PANAS
>
> Jika dengan penanganan fisiologis ternyata suhu
> tubuhnya tak kunjung reda atau sembuh dalam 1x24
> jam, bisa jadi panas tubuh si kecil itu karena
> faktor nonfisiologis. Penanganan yang harus orang
> tua lakukan adalah:
>
> 1. Tetap menjalankan penanganan secara fisiologis.
>
> 2. Berikan obat penurun panas. Jika tidak kunjung
> reda setelah diberi obat, atau panasnya naik kembali
> selang 2 jam setelah minum obat, atau panasnya
> tambah tinggi, dan si anak rewel, menolak
> makan-minum, "Lekas larikan ke dokter. Nanti dokter
> akan mencari penyebabnya untuk diobati," kata
> Zakiudin.
>
> 3. Sebaliknya jika kondisi bayi cenderung membaik,
> "Orang tua boleh melihat perkembangannya hingga dua
> hari ke depan." Jika semakin membaik dengan ciri
> tidak panas lagi atau berangsur-angsur menurun,
> aktivitas hingga makan dan minum kembali seperti
> semula, bersyukurlah. Tetapi jika di hari ketiga si
> bayi kembali panas dan aktivitasnya menurun, lekas
> bawa ke dokter.
>
> Dalam kaitan dengan penanganan demam pada bayi ini,
> Zakiudin menyarankan orang tua untuk selalu
> menyediakan termometer, pakaian yang menyerap
> keringat dan tidak bikin gerah, termos air panas dan
> dingin, serta obat penurun panas.
>
> Untuk obat penurun panas kita bisa menyediakan obat
> dari golongan parasetamol dan ibuprofen. "Obat-obat
> ini relatif aman sebagai obat pertolongan pertama
> menurunkan demam pada bayi." Yang perlu diketahui,
> parasetamol hanya mampu dan efektif menurunkan panas
> tubuh yang biasa atau tidak terlalu tinggi, 38-390
> C. Sedangkan ibuprofen ampuh menurunkan panas tubuh
> yang tinggi. "Tapi keduanya cuma memiliki kemampuan
> menahan panas tubuh selama 8 jam."
>
> Jika si kecil tak bisa atau susah mengonsumsi obat
> lewat mulut, "Orang tua boleh menyediakan di rumah
> obat penurun panas yang dimasukkan lewat anus."
> Justru obat seperti inilah yang daya kerjanya lebih
> cepat karena lebih mudah diserap oleh tubuh. Tapi
> ingat, harus dengan sepengetahuan dokter.
>
> Kita boleh saja menyediakan 3 tiga jenis obat
> tersebut di rumah. Akan tetapi yang harus diingat,
> kata Zakiudin, "Orang tua tak boleh lantas percaya
> bayinya sudah sembuh walau panas tubuhnya turun
> setelah minum obat." Sembuh tidaknya baru bisa
> dilihat jika bayi tak diberi obat suhu tubuhnya
> normal, tetap ceria, tetap aktif, makan-minumnya
> normal dan banyak.
>
> Bila si kecil mengalami demam/panas hampir setiap
> minggu, jelas tak wajar. "Ini harus diperiksa lebih
> jauh lagi dengan saksama." Tak menutup kemungkinan,
> kekebalan tubuhnya tidak baik. Karena wajarnya,
> demam pada bayi terjadi 2 bulan sekali atau paling
> cepat 1 bulan sekali, selama lingkungannya sehat.
>
> DUA PENYEBAB DEMAM
>
=== message truncated ===





__________________________________
Yahoo! Mail - PC Magazine Editors' Choice 2005
http://mail.yahoo.com


------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Help save the life of a child. Support St. Jude Children's Research Hospital.
http://us.click.yahoo.com/kHgT2A/lbOLAA/a8ILAA/GCOolB/TM
--------------------------------------------------------------------~->

 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Bayi-Kita/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    Bayi-Kita-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 
 
YAHOO! GROUPS LINKS
 
 
 




YAHOO! GROUPS LINKS



CONFIDENTIALITY NOTICE
The information in this email may be confidential and/or privileged. This email is intended to be reviewed
by only the addressee(s) named above. If you are not the intended recipient, you are hereby notified
that any review, dissemination, copying, use or storage of this email and its attachments, if any, or the
information contained herein is prohibited. If you have received this email in error, please immediately
notify the sender by return email and delete this email from your system. Thank you.



Yahoo! FareChase - Search multiple travel sites in one click.

#40 From: "Batubara, Faisal" <Faisal.Batubara@...>
Date: Fri Nov 11, 2005 12:26 am
Subject: RE: caranya spy cepat hamil (ralat kata - kata)
Faisal.Batubara@...
Send Email Send Email
 

 Sorry ada Ralat kata - kata

 

_________________________________

Salam,

 

Tentang masa subur bagi wanita yang saya dapat dari berbagai sumber banyak perbedaan, mungkin ada yang bisa bagi pengetahuan. Kalau untuk dokter yang bagus didaerah tangerang (BSD, Lippo karawaci dan sekitarnya) ada yang tahu dokter geratis( maksudnya bagus bukan geratis). Karena kalau di Jakarta terlalu jauh istri saya kerja ditangerang dan rumah ditangerang.

 

_________________________________


From: Bayi-Kita@yahoogroups.com [mailto:Bayi-Kita@yahoogroups.com] On Behalf Of aNiTa YuNiaR
Sent: Thursday, November 10, 2005 3:28 PM
To: Bayi-Kita@yahoogroups.com
Subject: Re: [Bayi-Kita] caranya spy cepat hamil

 

Hai,

teman saya juga ada yg berobat ke Prof Irhamsyah, dan biasanya Dokter Iam ini, obat2nya pasti mahal2, dan Alhamdulilah, skr teman saya berhasil hamil, tapi ada juga teman saya yg ga berhasil, tp berhasil dgn dokter lain.

 

semua usaha butuh kesabaran, kalo pengalaman saya, setelah di cek, ternyata organ2 nya normal, dan dokter memberikan Vit.e dosis tinggi, dan ditambah ,saya rajin minum air rebusan kacang ijo setiap hari bersama2 suami, Alhamdulilah, skr sedang hamil 13 minggu, anak pertama.

 

Saya juga selalu menghitung masa subur saya, dan saya usahakan untuk berhub.pada waktu tsb, dan usahakan diganjal bantal, dan jgn lgs bergerak alias diam di tempat tidur selama lebih kurang 1/2 jam, setelah selesai berhubungan,

 

semoga membantu, ga lupa juga berdoa kepada YME.

 

Rgds,

Adis

 

----- Original Message -----

From: Edy Sugiarto

Sent: Thursday, November 10, 2005 1:13 PM

Subject: Re: [Bayi-Kita] caranya spy cepat hamil

 

Hello,

 

Salam kenal, saya anggota baru nih....

 

Berdasarkan pengalaman dari beberapa teman, dan juga dokter kandungan kami biasanya memberikan Multi Vitamin Theragran M dan Vitamin E dosis tinggi, kedua vitamin tersebut harus dikonsumsi oleh kedua belah pihak ..suami dan isteri...

 

Kalo boleh saya anjurkan coba kontrol ke RS Budhi Jaya di Sahardjo, di sana ada ahli kandungan yang bagus (menurut kami) namanya Prof. DR. Dr. Ichramsyah A. Rachman SpOG, SKFER.... dokternya ramah.

 

Salam,

Edy

 

On 11/10/05, Batubara, Faisal <Faisal.Batubara@...> wrote:

Wah Boleh juga nih topic untuk dibahas, mungkin ada yang punya pengalaman untuk dibagi, mungkin dokter, atau pengobatan alternative. Karena saya juga mengalami hal yang sama. Belum punya anak setelah nikah 3 tahun.

 

_________________________________

Faisal Raja Batubara

Senior CAD Technician

PT Sulzer Hickham Indonesia

Sulzer Turbo Services

Kawasan Industri Kota Bukit Indah

Blok A11, Kav. IC-ID

Purwakarta 41181, Indonesia

Phone +62 (0)264 351 920 ext. 170

Fax +62 (0)264 351 143

E-mail: mailto:faisal.Batubara@...

Internet: http://www.pthickham.com

_________________________________


size=2 width="100%" align=center tabindex=-1>

From: Bayi-Kita@yahoogroups.com [mailto: Bayi-Kita@yahoogroups.com] On Behalf Of gita miranda
Sent: Thursday, November 10, 2005 8:41 AM
To: Bayi-Kita@yahoogroups.com
Subject: Re: [Bayi-Kita] File - BAYI SAKIT TAK SELALU DISERTAI DEMAM

 

Allow Mod n anggota lain salam kenal..
Saya minta tips dunk, gimana caranya spy cepat hamil, krn dah nunggu 2 tahun blm hamil jg neh..

salam
Gita

Lakshmi Nawasasi wrote:

namanya Stesolid Suppositoria .... Bu Milla ..

biasanya memang selalu ada di lemari es ibu-ibu yang anaknya sering stuip (kejang2)

Semoga membantu ya ..

O ya dear Mod dan anggota yang lain, salam kenalsaya anggota baru di milis ini

Salam, lakshmi

----- Original Message -----

From: milla nur

Sent: Tuesday, November 08, 2005 10:29 PM

Subject: Re: [Bayi-Kita] File - BAYI SAKIT TAK SELALU DISERTAI DEMAM

 

saya tertarik sekali baca e mail ini,kira2 boleh tau
apa nama obat utk penurun panas yg diberikan via dubur
si anak? masalahnya anak saya pernah sekali kejang dan
itu ada keturunan dari ayahnya (suami) saya. atas
bantuannya saya ucapkan terima kasih.

--- Bayi-Kita@yahoogroups.com wrote:

>
> BAYI SAKIT TAK SELALU DISERTAI DEMAM
>
> Lantas bagaimana mengenali sakit pada bayi jika tak
> muncul demam?
>
> "Memang, semua anak, tak terkecuali bayi, memiliki
> sensor atau kemampuan menaikkan suhu tubuh sebagai
> reaksi melawan penyakit akibat kuman ataupun virus
> yang menyerang tubuhnya," kata dr. Zakiudin Munasir,
> SpA(K) dari RSUPN Cipto Mangunkusumo, Jakarta. Akan
> tetapi, lanjutnya, seringkali pada bayi, terlebih
> bayi berusia di bawah 3 bulan, tidak menunjukkan
> gejala naiknya suhu tubuh. Sekalipun sebenarnya
> tubuh si bayi sedang berperang melawan serangan
> virus atau kuman. "Hal ini dikarenakan sistem sensor
> panas di tubuh bayi belum sempurna. Jadi, sekalipun
> penyakit sudah berada di dalam tubuh bayi atau si
> kecil sudah mengalami dehidrasi, tetapi karena chip
> atau pusat otak belum menerima sinyal melakukan
> tindakan, otomatis tubuh si kecil tidak
> memberitahukan bahwa dirinya sedang dalam bahaya,"
> papar Zakiudin.
>
> Syukur-syukur "tentara" di tubuh si kecil bisa
> menang memerangi "makhluk asing" yang bisa
> merugikannya itu. Jadi sekalipun tak terpantau, si
> kecil bisa tetap sehat dan tidak terjadi hal yang
> tak diinginkan. Namun bila yang terjadi sebaliknya,
> kita seringkali kecolongan. "Saat datang kontrol,
> penyakit yang diderita si bayi sudah parah. Kondisi
> ini terjadi karena orang tua menganggap, selama
> bayinya tidak panas, ya, tidak sakit. Tidak mau
> makan dianggap wajar, namanya juga bayi. Padahal
> seharusnya tidak demikian."
>
> KENALI BAYI ANDA
>
> Karena itulah, anjur Zakiudin, dalam merawat bayi,
> orang tua hendaknya tidak melulu berpatokan pada
> termometer alias ada-tidaknya demam. Orang tua harus
> mampu mengenali bayinya.
>
> Untuk itu, orang tua perlu melakukan pengamatan
> sebagai berikut:
>
> 1. Apakah hari itu si kecil minum ASI-nya masih
> seperti hari-hari kemarin?
>
> 2. Apakah nafsu makannya (Makanan Pendamping-ASI)
> masih tetap tinggi seperti hari-hari sebelumnya?
>
> 3. Apakah si kecil cerewetnya tidak berubah alias
> tidak mendadak menjadi pendiam?
>
> 4. Apakah sorot matanya tetap tajam dan lincah?
>
> 5. Apakah tetap aktif dan lincah dalam bergerak?
>
> 6. Apakah fisik bayi tak ada yang berubah atau ada
> sesuatu yang janggal (tidak seperti biasanya)?
>
> 7. Apakah BAB dan BAK normal dan lancar?
>
> Nah, jika jawaban yang muncul dari hasil pengamatan
> kita adalah kebalikannya, "Jangan tunggu besok, atau
> melakukan 'upacara adat' ini-itu. Saat itu juga
> lekas bawa ke dokter atau rumah sakit sekalipun si
> bayi tidak mengalami demam!" tegas Zakiudin.
>
> Memang, bisa jadi si kecil menolak makan cuma karena
> sariawan. "Tetapi apakah orang tua bisa memeriksa
> sampai sedetail itu? Jadi, daripada kondisi anak
> bertambah parah dan diagnosa orang tua meleset,
> kenapa tidak lebih baik ditangani oleh ahlinya
> saja?"
>
> PENGOBATAN FISIOLOGIS
>
> Sebaliknya, jika si kecil tetap aktif, lincah, nafsu
> makan bagus, minum susu oke, kondisi fisik baik,
> buang air besar dan kecil lancar, tapi suhu tubuhnya
> naik kurang lebih 37,50C, menurut Zakiudin, orang
> tua bisa melakukan tindakan-tindakan untuk
> mengobatinya sendiri di rumah secara fisiologis,
> yakni:
>
> 1. Berikan keleluasan suhu tubuh si kecil untuk bisa
> bersirkulasi dengan baik. Hindari pengenaan selimut
> atau baju tebal. Malah jika perlu telanjangi saja si
> kecil. Pendingin udara sangat boleh kita aktifkan.
> Justru dengan adanya pendingin udara bisa memberi
> keleluasaan yang lebih besar bagi panas tubuhnya
> untuk keluar.
>
> 2. Berikan minum yang banyak. Dengan cara ini
> diharapkan si kecil bisa BAK sebanyak-banyaknya,
> sehingga bisa membantu kelancaran sirkulasi suhu
> tubuh.
>
> 3. Lakukan kompres air hangat. Menurut hasil
> penelitian dan penemuan terbaru di dunia kedokteran,
> pemberian kompres air hangat paling baik di area
> tubuh yang mudah terekspos, seperti dada, perut atau
> dahi. Dengan demikian pembuluh darah akan melebar
> dan ini tentunya mempermudah serta memperlancar
> sirkulasi suhu
>
> tubuh. Sebaiknya tidak mengompres di area pembuluh
> darah besar karena pembuluh darahnya tidak bisa
> melebar lagi, di ketiak dan selangkangan, misalnya.
>
> "Memang dulu ada anggapan kompres dengan air dingin
> hingga pengompresan dilakukan di area pembuluh darah
> yang banyak, tapi cara tersebut sudah tidak berlaku
> lagi," kata Zakiudin. Kompres dengan air dingin
> justru semakin mengerutkan pembuluh darah dan bisa
> terjadi pembohongan tubuh. Maksudnya, kompres air
> dingin memang bisa mendinginkan suhu tubuh, tapi itu
> hanya beberapa saat saja. "Malah setelah itu bisa
> jadi suhu tubuh anak semakin panas, karena sensor
> suhu tubuh di otak akan menaikkan panas tubuh.
> Berbeda jika kompres dengan air hangat, sensor akan
> memerintahkan tubuh untuk menurunkan suhu tubuhnya."
>
>
> Nah, dengan pengobatan fisiologis ini, lanjut
> Zakiudin, pertahanan tubuh bayi akan terstimulasi
> menjadi lebih kuat. Tetapi ingat, cara-cara tersebut
> dilakukan selama si kecil tidak mengalami kejang!
> "Kalau sudah kejang, tak ada kata lain, usahakan
> lidah bayi tak tergigit dan saat itu juga bawa ke
> dokter," anjurnya.
>
> BERIKAN OBAT PENURUN PANAS
>
> Jika dengan penanganan fisiologis ternyata suhu
> tubuhnya tak kunjung reda atau sembuh dalam 1x24
> jam, bisa jadi panas tubuh si kecil itu karena
> faktor nonfisiologis. Penanganan yang harus orang
> tua lakukan adalah:
>
> 1. Tetap menjalankan penanganan secara fisiologis.
>
> 2. Berikan obat penurun panas. Jika tidak kunjung
> reda setelah diberi obat, atau panasnya naik kembali
> selang 2 jam setelah minum obat, atau panasnya
> tambah tinggi, dan si anak rewel, menolak
> makan-minum, "Lekas larikan ke dokter. Nanti dokter
> akan mencari penyebabnya untuk diobati," kata
> Zakiudin.
>
> 3. Sebaliknya jika kondisi bayi cenderung membaik,
> "Orang tua boleh melihat perkembangannya hingga dua
> hari ke depan." Jika semakin membaik dengan ciri
> tidak panas lagi atau berangsur-angsur menurun,
> aktivitas hingga makan dan minum kembali seperti
> semula, bersyukurlah. Tetapi jika di hari ketiga si
> bayi kembali panas dan aktivitasnya menurun, lekas
> bawa ke dokter.
>
> Dalam kaitan dengan penanganan demam pada bayi ini,
> Zakiudin menyarankan orang tua untuk selalu
> menyediakan termometer, pakaian yang menyerap
> keringat dan tidak bikin gerah, termos air panas dan
> dingin, serta obat penurun panas.
>
> Untuk obat penurun panas kita bisa menyediakan obat
> dari golongan parasetamol dan ibuprofen. "Obat-obat
> ini relatif aman sebagai obat pertolongan pertama
> menurunkan demam pada bayi." Yang perlu diketahui,
> parasetamol hanya mampu dan efektif menurunkan panas
> tubuh yang biasa atau tidak terlalu tinggi, 38-390
> C. Sedangkan ibuprofen ampuh menurunkan panas tubuh
> yang tinggi. "Tapi keduanya cuma memiliki kemampuan
> menahan panas tubuh selama 8 jam."
>
> Jika si kecil tak bisa atau susah mengonsumsi obat
> lewat mulut, "Orang tua boleh menyediakan di rumah
> obat penurun panas yang dimasukkan lewat anus."
> Justru obat seperti inilah yang daya kerjanya lebih
> cepat karena lebih mudah diserap oleh tubuh. Tapi
> ingat, harus dengan sepengetahuan dokter.
>
> Kita boleh saja menyediakan 3 tiga jenis obat
> tersebut di rumah. Akan tetapi yang harus diingat,
> kata Zakiudin, "Orang tua tak boleh lantas percaya
> bayinya sudah sembuh walau panas tubuhnya turun
> setelah minum obat." Sembuh tidaknya baru bisa
> dilihat jika bayi tak diberi obat suhu tubuhnya
> normal, tetap ceria, tetap aktif, makan-minumnya
> normal dan banyak.
>
> Bila si kecil mengalami demam/panas hampir setiap
> minggu, jelas tak wajar. "Ini harus diperiksa lebih
> jauh lagi dengan saksama." Tak menutup kemungkinan,
> kekebalan tubuhnya tidak baik. Karena wajarnya,
> demam pada bayi terjadi 2 bulan sekali atau paling
> cepat 1 bulan sekali, selama lingkungannya sehat.
>
> DUA PENYEBAB DEMAM
>
=== message truncated ===





__________________________________
Yahoo! Mail - PC Magazine Editors' Choice 2005
http://mail.yahoo.com


------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Help save the life of a child. Support St. Jude Children's Research Hospital.
http://us.click.yahoo.com/kHgT2A/lbOLAA/a8ILAA/GCOolB/TM
--------------------------------------------------------------------~->

 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Bayi-Kita/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    Bayi-Kita-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

 

YAHOO! GROUPS LINKS

 

 

 

 

 


YAHOO! GROUPS LINKS

 

 


CONFIDENTIALITY NOTICE
The information in this email may be confidential and/or privileged. This email is intended to be reviewed
by only the addressee(s) named above. If you are not the intended recipient, you are hereby notified
that any review, dissemination, copying, use or storage of this email and its attachments, if any, or the
information contained herein is prohibited. If you have received this email in error, please immediately
notify the sender by return email and delete this email from your system. Thank you.

 

 

CONFIDENTIALITY NOTICE
The information in this email may be confidential and/or privileged. This email is intended to be reviewed
by only the addressee(s) named above. If you are not the intended recipient, you are hereby notified
that any review, dissemination, copying, use or storage of this email and its attachments, if any, or the
information contained herein is prohibited. If you have received this email in error, please immediately
notify the sender by return email and delete this email from your system. Thank you.


#41 From: "Agus Arifiyanto" <cnc@...>
Date: Fri Nov 11, 2005 1:10 am
Subject: RE: caranya spy cepat hamil
cnc@...
Send Email Send Email
 
Maaf mau menambahin,
 
Klo trik dari Bu Erlin tentunya bukan rahasia umum lagi,
dalam arti setelah ada sperma masuk, diusahakan jangan sampe ada yang keluar lagi. gitu khan maksudnya?
 
maaf lebih vulgar,
 
agus
-----Original Message-----
From: Bayi-Kita@yahoogroups.com [mailto:Bayi-Kita@yahoogroups.com]On Behalf Of erliana halim
Sent: Thursday, November 10, 2005 10:37 PM
To: Bayi-Kita@yahoogroups.com
Subject: Re: [Bayi-Kita] caranya spy cepat hamil

Dear Friends,
 
Ini sih gak tau beneran atau tidak, tapi saya beserta 3 orang coba dan manjur, moga berhasil juga untuk teman teman yang belum mendapat keturunan.
 
Disaat berhubungan suami istri, (maaf), taruh bantal diatas pantat istri, sehingga posisinya lebih tinggi , mungkin dengan ini, sperma jadi lebih mudah masuk.
 
MAaf, saya bukan bermasuk ngomong vulgar, tapi cuma mau berbagi pengalaman.
 
Sincerely,
Erlin

Edy Sugiarto <edosgrt@...> wrote:
Hello,
 
Salam kenal, saya anggota baru nih....
 
Berdasarkan pengalaman dari beberapa teman, dan juga dokter kandungan kami biasanya memberikan Multi Vitamin Theragran M dan Vitamin E dosis ting! gi, kedua vitamin tersebut harus dikonsumsi oleh kedua belah pihak ..suami dan isteri...
 
Kalo boleh saya anjurkan coba kontrol ke RS Budhi Jaya di Sahardjo, di sana ada ahli kandungan yang bagus (menurut kami) namanya Prof. DR. Dr. Ichramsyah A. Rachman SpOG, SKFER.... dokternya ramah.
 
Salam,
Edy

 
On 11/10/05, Batubara, Faisal <Faisal.Batubara@...> wrote:
Wah Boleh juga nih topic untuk dibahas, mungkin ada yang punya pengalaman untuk dibagi, mungkin dokter, atau pengobatan alternative. Karena saya juga mengalami hal yang sama. Belum punya anak setelah nikah 3 tahu! n.
 
_________________________________
Faisal Raja Batubara
Senior CAD Technician
PT Sulzer Hickham Indonesia
Sulzer Turbo Services
Kawasan Industri Kota Bukit Indah
Blok A11, Kav. IC-ID
Purwakarta 41181, Indonesia
Phone +62 (0)264 351 920 ext. 170
Fax +62 (0)264 351 143
_________________________________

size=2 width="100%" align=center tabindex=-1>
From: Bayi-Kita@yahoogroups.com [mailto: Bayi-Kita@yahoogroups.com] On Behalf Of gita miranda
Sent: Thursday, November 10, 2005 8:41 AM
To: Bayi-Kita@yahoogroups.com
Subject: Re: [Bayi-Kita] File - BAYI SAKIT TAK SELALU DISERTAI DEMAM
 
Allow Mod n anggota lain salam kenal..
Saya minta tips dunk, gimana caranya spy cepat hamil, krn dah nunggu 2 tahun blm hamil jg neh..

salam
Gita

Lakshmi Nawasasi wrote:
namanya Stesolid Suppositoria .... Bu Milla ..
biasanya memang selalu ada di lemari es ibu-ibu yang anaknya sering stuip (kejang2)
Semoga membantu ya ..
O ya dear Mod dan anggota yang lain, salam kenalsaya anggota baru di milis ini
Salam, lakshmi
----- Original Message -----
From: milla nur
Sent: Tuesday, November 08, 2005 10:29 PM
Subject: Re: [Bayi-Kita] File - BAYI SAKIT TAK SELALU DISERTAI DEMAM
 
saya tertarik sekali baca e mail ini,kira2 boleh tau
apa nama obat utk penurun panas yg diberikan via dubur
si anak? masalahnya anak saya pernah sekali kejang dan
itu ada keturunan dari ayahnya (suami) saya. atas
bantuannya saya ucapkan terima kasih.

--- Bayi-Kita@yahoogroups.com wrote:

>
> BAYI SAKIT TAK SELALU DISERTAI DEMAM
>
> Lantas bagaimana mengenali sakit pada bayi jika tak
> muncul demam?
>
> "Memang, semua anak, tak terkecuali bayi, memiliki
> sensor atau kemampuan menaikkan suhu tubuh sebagai
> reaksi melawan penyakit akibat kuman ataupun virus
> yang menyerang tubuhnya," kata dr. Zakiudin Munasir,
> SpA(K) dari RSUPN Cipto Mangunkusumo, Jakarta. Akan
> tetapi, lanjutnya, seringkali pada bayi, terlebih
> bayi berusia di bawah 3 bulan, tidak menunjukkan
> gejala naiknya suhu tubuh. Sekalipun sebenarnya
> tubuh si bayi sedang berperang melawan serangan
> virus atau kuman. "Hal ini dikarenakan sistem sensor
> panas di tubuh bayi belum sempurna. Jadi, sekalipun
> penyakit sudah berada di dalam tubuh bayi atau si
> kecil sudah mengalami dehidrasi, tetapi karena chip
> atau pusat otak belum menerima sinyal melakukan!
> tindakan, otomatis tubuh si kecil tidak
> memberitahukan bahwa dirinya sedang dalam bahaya,"
> papar Zakiudin.
>
> Syukur-syukur "tentara" di tubuh si kecil bisa
> menang memerangi "makhluk asing" yang bisa
> merugikannya itu. Jadi sekalipun tak terpantau, si
> kecil bisa tetap sehat dan tidak terjadi hal yang
> tak diinginkan. Namun bila yang terjadi sebaliknya,
> kita seringkali kecolongan. "Saat datang kontrol,
> penyakit yang diderita si bayi sudah parah. Kondisi
> ini terjadi karena orang tua menganggap, selama
> bayinya tidak panas, ya, tidak sakit. Tidak mau
> makan dianggap wajar, namanya juga bayi. Padahal
> seharusnya tidak demikian."
>
> KENALI BAYI ANDA
>
> Karena itulah, anjur Zakiudin, dalam merawat bayi,
> orang tua hendaknya tidak melulu berpatokan pada
> termometer alias ada-tidaknya demam. Orang tua harus
> mampu mengenali b! ayinya.
>
> Untuk itu, orang tua perlu melakukan pengamatan
> sebagai berikut:
>
> 1. Apakah hari itu si kecil minum ASI-nya masih
> seperti hari-hari kemarin?
>
> 2. Apakah nafsu makannya (Makanan Pendamping-ASI)
> masih tetap tinggi seperti hari-hari sebelumnya?
>
> 3. Apakah si kecil cerewetnya tidak berubah alias
> tidak mendadak menjadi pendiam?
>
> 4. Apakah sorot matanya tetap tajam dan lincah?
>
> 5. Apakah tetap aktif dan lincah dalam bergerak?
>
> 6. Apakah fisik bayi tak ada yang berubah atau ada
> sesuatu yang janggal (tidak seperti biasanya)?
>
> 7. Apakah BAB dan BAK normal dan lancar?
>
> Nah, jika jawaban yang muncul dari hasil pengamatan
> kita adalah kebalikannya, "Jangan tunggu besok, atau
> melakukan 'upacara adat' ini-itu. Saat itu juga
> lekas bawa ke dokter atau rumah sakit sekalipun s! i
> bayi tidak mengalami demam!" tegas Zakiudin.
>
> Memang, bisa jadi si kecil menolak makan cuma karena
> sariawan. "Tetapi apakah orang tua bisa memeriksa
> sampai sedetail itu? Jadi, daripada kondisi anak
> bertambah parah dan diagnosa orang tua meleset,
> kenapa tidak lebih baik ditangani oleh ahlinya
> saja?"
>
> PENGOBATAN FISIOLOGIS
>
> Sebaliknya, jika si kecil tetap aktif, lincah, nafsu
> makan bagus, minum susu oke, kondisi fisik baik,
> buang air besar dan kecil lancar, tapi suhu tubuhnya
> naik kurang lebih 37,50C, menurut Zakiudin, orang
> tua bisa melakukan tindakan-tindakan untuk
> mengobatinya sendiri di rumah secara fisiologis,
> yakni:
>
> 1. Berikan keleluasan suhu tubuh si kecil untuk bisa
> bersirkulasi dengan baik. Hindari pengenaan selimut
> atau baju tebal. Malah jika perlu telanjangi saja si
> kecil. Pendingin u! dara sangat boleh kita aktifkan.
> Justru dengan adanya pendingin udara bisa memberi
> keleluasaan yang lebih besar bagi panas tubuhnya
> untuk keluar.
>
> 2. Berikan minum yang banyak. Dengan cara ini
> diharapkan si kecil bisa BAK sebanyak-banyaknya,
> sehingga bisa membantu kelancaran sirkulasi suhu
> tubuh.
>
> 3. Lakukan kompres air hangat. Menurut hasil
> penelitian dan penemuan terbaru di dunia kedokteran,
> pemberian kompres air hangat paling baik di area
> tubuh yang mudah terekspos, seperti dada, perut atau
> dahi. Dengan demikian pembuluh darah akan melebar
> dan ini tentunya mempermudah serta memperlancar
> sirkulasi suhu
>
> tubuh. Sebaiknya tidak mengompres di area pembuluh
> darah besar karena pembuluh darahnya tidak bisa
> melebar lagi, di ketiak dan selangkangan, misalnya.
>
> "Memang dulu ada anggapan kompres dengan air dingin
> hingga pengompresan dilakukan di area pembuluh darah
> yang banyak, tapi cara tersebut sudah tidak berlaku
> lagi," kata Zakiudin. Kompres dengan air dingin
> justru semakin mengerutkan pembuluh darah dan bisa
> terjadi pembohongan tubuh. Maksudnya, kompres air
> dingin memang bisa mendinginkan suhu tubuh, tapi itu
> hanya beberapa saat saja. "Malah setelah itu bisa
> jadi suhu tubuh anak semakin panas, karena sensor
> suhu tubuh di otak akan menaikkan panas tubuh.
> Berbeda jika kompres dengan air hangat, sensor akan
> memerintahkan tubuh untuk menurunkan suhu tubuhnya."
>
>
> Nah, dengan pengobatan fisiologis ini, lanjut
> Zakiudin, pertahanan tubuh bayi akan terstimulasi
> menjadi lebih kuat. Tetapi ingat, cara-cara tersebut
> dilakukan selama si kecil tidak mengalami kejang!
> "Kalau sudah kejang, tak ada kata lain, usahakan
> lidah bayi tak t! ergigit dan saat itu juga bawa ke
> dokter," anjurnya.
>
> BERIKAN OBAT PENURUN PANAS
>
> Jika dengan penanganan fisiologis ternyata suhu
> tubuhnya tak kunjung reda atau sembuh dalam 1x24
> jam, bisa jadi panas tubuh si kecil itu karena
> faktor nonfisiologis. Penanganan yang harus orang
> tua lakukan adalah:
>
> 1. Tetap menjalankan penanganan secara fisiologis.
>
> 2. Berikan obat penurun panas. Jika tidak kunjung
> reda setelah diberi obat, atau panasnya naik kembali
> selang 2 jam setelah minum obat, atau panasnya
> tambah tinggi, dan si anak rewel, menolak
> makan-minum, "Lekas larikan ke dokter. Nanti dokter
> akan mencari penyebabnya untuk diobati," kata
> Zakiudin.
>
> 3. Sebaliknya jika kondisi bayi cenderung membaik,
> "Orang tua boleh melihat perkembangannya hingga dua
> hari ke depan." Jika semakin membaik dengan ciri
! > tidak panas lagi atau berangsur-angsur menurun,
> aktivitas hingga makan dan minum kembali seperti
> semula, bersyukurlah. Tetapi jika di hari ketiga si
> bayi kembali panas dan aktivitasnya menurun, lekas
> bawa ke dokter.
>
> Dalam kaitan dengan penanganan demam pada bayi ini,
> Zakiudin menyarankan orang tua untuk selalu
> menyediakan termometer, pakaian yang menyerap
> keringat dan tidak bikin gerah, termos air panas dan
> dingin, serta obat penurun panas.
>
> Untuk obat penurun panas kita bisa menyediakan obat
> dari golongan parasetamol dan ibuprofen. "Obat-obat
> ini relatif aman sebagai obat pertolongan pertama
> menurunkan demam pada bayi." Yang perlu diketahui,
> parasetamol hanya mampu dan efektif menurunkan panas
> tubuh yang biasa atau tidak terlalu tinggi, 38-390
> C. Sedangkan ibuprofen ampuh menurunkan panas tubuh
> yang tinggi. "Tapi kedua! nya cuma memiliki kemampuan
> menahan panas tubuh selama 8 jam."
>
> Jika si kecil tak bisa atau susah mengonsumsi obat
> lewat mulut, "Orang tua boleh menyediakan di rumah
> obat penurun panas yang dimasukkan lewat anus."
> Justru obat seperti inilah yang daya kerjanya lebih
> cepat karena lebih mudah diserap oleh tubuh. Tapi
> ingat, harus dengan sepengetahuan dokter.
>
> Kita boleh saja menyediakan 3 tiga jenis obat
> tersebut di rumah. Akan tetapi yang harus diingat,
> kata Zakiudin, "Orang tua tak boleh lantas percaya
> bayinya sudah sembuh walau panas tubuhnya turun
> setelah minum obat." Sembuh tidaknya baru bisa
> dilihat jika bayi tak diberi obat suhu tubuhnya
> normal, tetap ceria, tetap aktif, makan-minumnya
> normal dan banyak.
>
> Bila si kecil mengalami demam/panas hampir setiap
> minggu, jelas tak wajar. "Ini harus diperiksa lebih
> ja! uh lagi dengan saksama." Tak menutup kemungkinan,
> kekebalan tubuhnya tidak baik. Karena wajarnya,
> demam pada bayi terjadi 2 bulan sekali atau paling
> cepat 1 bulan sekali, selama lingkungannya sehat.
>
> DUA PENYEBAB DEMAM
>
=== message truncated ===





__________________________________
Yahoo! Mail - PC Magazine Editors' Choice 2005
http://mail.yahoo.com


------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Help save the life of a child. Support St. Jude Children's Research Hospital.
http://us.click.yahoo.com/kHgT2A/lbOLAA/a8ILAA/GCOolB/TM
--------------------------------------------------------------------~->

 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Bayi-Kita/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    Bayi-Kita-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 
 
YAHOO! GROUPS LINKS
 
 
 




YAHOO! GROUPS LINKS



CONFIDENTIALITY NOTICE
The information in this email may be confidential and/or privileged. This email is intended to be reviewed
by only the addressee(s) named above. If you are not the intended recipient, you are hereby notified
that any review, dissemination, copying, use or storage of this email and its attachments, if any, or the
information contained herein is prohibited. If you have received this email in error, please immediately
notify the sender by return email and delete this email from your system. Thank you.



Yahoo! FareChase - Search multiple travel sites in one click.

#42 From: "Imun Sihombing" <imun@...>
Date: Fri Nov 11, 2005 1:36 am
Subject: RE: caranya spy cepat hamil
imun@...
Send Email Send Email
 

Mungkin bisa coba ke dr. Karel. Beliau praktek di RS Bunda dan RS Abdi Waluyo. Keduanya di daerah Menteng. Kami sukses setelah dua tahun berobat ke dia, tapi harap maklum kalau anda harus antri.

 

 

 


From: Bayi-Kita@yahoogroups.com [mailto:Bayi-Kita@yahoogroups.com] On Behalf Of Batubara, Faisal
Sent: Thursday, November 10, 2005 8:57 AM
To: Bayi-Kita@yahoogroups.com
Subject: [Bayi-Kita] caranya spy cepat hamil

 

Wah Boleh juga nih topic untuk dibahas, mungkin ada yang punya pengalaman untuk dibagi, mungkin dokter, atau pengobatan alternative. Karena saya juga mengalami hal yang sama. Belum punya anak setelah nikah 3 tahun.

 

_________________________________

Faisal Raja Batubara

Senior CAD Technician

PT Sulzer Hickham Indonesia

Sulzer Turbo Services

Kawasan Industri Kota Bukit Indah

Blok A11, Kav. IC-ID

Purwakarta 41181, Indonesia

Phone +62 (0)264 351 920 ext. 170

Fax +62 (0)264 351 143

E-mail: mailto:faisal.Batubara@...

Internet: http://www.pthickham.com

_________________________________

<hr size=2 width="100%" align=center tabindex=-1>

From: Bayi-Kita@yahoogroups.com [mailto:Bayi-Kita@yahoogroups.com] On Behalf Of gita miranda
Sent: Thursday, November 10, 2005 8:41 AM
To: Bayi-Kita@yahoogroups.com
Subject: Re: [Bayi-Kita] File - BAYI SAKIT TAK SELALU DISERTAI DEMAM

 

Allow Mod n anggota lain salam kenal..
Saya minta tips dunk, gimana caranya spy cepat hamil, krn dah nunggu 2 tahun blm hamil jg neh..

salam
Gita

Lakshmi Nawasasi wrote:

namanya Stesolid Suppositoria .... Bu Milla ..

biasanya memang selalu ada di lemari es ibu-ibu yang anaknya sering stuip (kejang2)

Semoga membantu ya ..

O ya dear Mod dan anggota yang lain, salam kenalsaya anggota baru di milis ini

Salam, lakshmi

----- Original Message -----

From: milla nur

Sent: Tuesday, November 08, 2005 10:29 PM

Subject: Re: [Bayi-Kita] File - BAYI SAKIT TAK SELALU DISERTAI DEMAM

 

saya tertarik sekali baca e mail ini,kira2 boleh tau
apa nama obat utk penurun panas yg diberikan via dubur
si anak? masalahnya anak saya pernah sekali kejang dan
itu ada keturunan dari ayahnya (suami) saya. atas
bantuannya saya ucapkan terima kasih.

--- Bayi-Kita@yahoogroups.com wrote:

>
> BAYI SAKIT TAK SELALU DISERTAI DEMAM
>
> Lantas bagaimana mengenali sakit pada bayi jika tak
> muncul demam?
>
> "Memang, semua anak, tak terkecuali bayi, memiliki
> sensor atau kemampuan menaikkan suhu tubuh sebagai
> reaksi melawan penyakit akibat kuman ataupun virus
> yang menyerang tubuhnya," kata dr. Zakiudin Munasir,
> SpA(K) dari RSUPN Cipto Mangunkusumo, Jakarta. Akan
> tetapi, lanjutnya, seringkali pada bayi, terlebih
> bayi berusia di bawah 3 bulan, tidak menunjukkan
> gejala naiknya suhu tubuh. Sekalipun sebenarnya
> tubuh si bayi sedang berperang melawan serangan
> virus atau kuman. "Hal ini dikarenakan sistem sensor
> panas di tubuh bayi belum sempurna. Jadi, sekalipun
> penyakit sudah berada di dalam tubuh bayi atau si
> kecil sudah mengalami dehidrasi, tetapi karena chip
> atau pusat otak belum menerima sinyal melakukan
> tindakan, otomatis tubuh si kecil tidak
> memberitahukan bahwa dirinya sedang dalam bahaya,"
> papar Zakiudin.
>
> Syukur-syukur "tentara" di tubuh si kecil bisa
> menang memerangi "makhluk asing" yang bisa
> merugikannya itu. Jadi sekalipun tak terpantau, si
> kecil bisa tetap sehat dan tidak terjadi hal yang
> tak diinginkan. Namun bila yang terjadi sebaliknya,
> kita seringkali kecolongan. "Saat datang kontrol,
> penyakit yang diderita si bayi sudah parah. Kondisi
> ini terjadi karena orang tua menganggap, selama
> bayinya tidak panas, ya, tidak sakit. Tidak mau
> makan dianggap wajar, namanya juga bayi. Padahal
> seharusnya tidak demikian."
>
> KENALI BAYI ANDA
>
> Karena itulah, anjur Zakiudin, dalam merawat bayi,
> orang tua hendaknya tidak melulu berpatokan pada
> termometer alias ada-tidaknya demam. Orang tua harus
> mampu mengenali bayinya.
>
> Untuk itu, orang tua perlu melakukan pengamatan
> sebagai berikut:
>
> 1. Apakah hari itu si kecil minum ASI-nya masih
> seperti hari-hari kemarin?
>
> 2. Apakah nafsu makannya (Makanan Pendamping-ASI)
> masih tetap tinggi seperti hari-hari sebelumnya?
>
> 3. Apakah si kecil cerewetnya tidak berubah alias
> tidak mendadak menjadi pendiam?
>
> 4. Apakah sorot matanya tetap tajam dan lincah?
>
> 5. Apakah tetap aktif dan lincah dalam bergerak?
>
> 6. Apakah fisik bayi tak ada yang berubah atau ada
> sesuatu yang janggal (tidak seperti biasanya)?
>
> 7. Apakah BAB dan BAK normal dan lancar?
>
> Nah, jika jawaban yang muncul dari hasil pengamatan
> kita adalah kebalikannya, "Jangan tunggu besok, atau
> melakukan 'upacara adat' ini-itu. Saat itu juga
> lekas bawa ke dokter atau rumah sakit sekalipun si
> bayi tidak mengalami demam!" tegas Zakiudin.
>
> Memang, bisa jadi si kecil menolak makan cuma karena
> sariawan. "Tetapi apakah orang tua bisa memeriksa
> sampai sedetail itu? Jadi, daripada kondisi anak
> bertambah parah dan diagnosa orang tua meleset,
> kenapa tidak lebih baik ditangani oleh ahlinya
> saja?"
>
> PENGOBATAN FISIOLOGIS
>
> Sebaliknya, jika si kecil tetap aktif, lincah, nafsu
> makan bagus, minum susu oke, kondisi fisik baik,
> buang air besar dan kecil lancar, tapi suhu tubuhnya
> naik kurang lebih 37,50C, menurut Zakiudin, orang
> tua bisa melakukan tindakan-tindakan untuk
> mengobatinya sendiri di rumah secara fisiologis,
> yakni:
>
> 1. Berikan keleluasan suhu tubuh si kecil untuk bisa
> bersirkulasi dengan baik. Hindari pengenaan selimut
> atau baju tebal. Malah jika perlu telanjangi saja si
> kecil. Pendingin udara sangat boleh kita aktifkan.
> Justru dengan adanya pendingin udara bisa memberi
> keleluasaan yang lebih besar bagi panas tubuhnya
> untuk keluar.
>
> 2. Berikan minum yang banyak. Dengan cara ini
> diharapkan si kecil bisa BAK sebanyak-banyaknya,
> sehingga bisa membantu kelancaran sirkulasi suhu
> tubuh.
>
> 3. Lakukan kompres air hangat. Menurut hasil
> penelitian dan penemuan terbaru di dunia kedokteran,
> pemberian kompres air hangat paling baik di area
> tubuh yang mudah terekspos, seperti dada, perut atau
> dahi. Dengan demikian pembuluh darah akan melebar
> dan ini tentunya mempermudah serta memperlancar
> sirkulasi suhu
>
> tubuh. Sebaiknya tidak mengompres di area pembuluh
> darah besar karena pembuluh darahnya tidak bisa
> melebar lagi, di ketiak dan selangkangan, misalnya.
>
> "Memang dulu ada anggapan kompres dengan air dingin
> hingga pengompresan dilakukan di area pembuluh darah
> yang banyak, tapi cara tersebut sudah tidak berlaku
> lagi," kata Zakiudin. Kompres dengan air dingin
> justru semakin mengerutkan pembuluh darah dan bisa
> terjadi pembohongan tubuh. Maksudnya, kompres air
> dingin memang bisa mendinginkan suhu tubuh, tapi itu
> hanya beberapa saat saja. "Malah setelah itu bisa
> jadi suhu tubuh anak semakin panas, karena sensor
> suhu tubuh di otak akan menaikkan panas tubuh.
> Berbeda jika kompres dengan air hangat, sensor akan
> memerintahkan tubuh untuk menurunkan suhu tubuhnya."
>
>
> Nah, dengan pengobatan fisiologis ini, lanjut
> Zakiudin, pertahanan tubuh bayi akan terstimulasi
> menjadi lebih kuat. Tetapi ingat, cara-cara tersebut
> dilakukan selama si kecil tidak mengalami kejang!
> "Kalau sudah kejang, tak ada kata lain, usahakan
> lidah bayi tak tergigit dan saat itu juga bawa ke
> dokter," anjurnya.
>
> BERIKAN OBAT PENURUN PANAS
>
> Jika dengan penanganan fisiologis ternyata suhu
> tubuhnya tak kunjung reda atau sembuh dalam 1x24
> jam, bisa jadi panas tubuh si kecil itu karena
> faktor nonfisiologis. Penanganan yang harus orang
> tua lakukan adalah:
>
> 1. Tetap menjalankan penanganan secara fisiologis.
>
> 2. Berikan obat penurun panas. Jika tidak kunjung
> reda setelah diberi obat, atau panasnya naik kembali
> selang 2 jam setelah minum obat, atau panasnya
> tambah tinggi, dan si anak rewel, menolak
> makan-minum, "Lekas larikan ke dokter. Nanti dokter
> akan mencari penyebabnya untuk diobati," kata
> Zakiudin.
>
> 3. Sebaliknya jika kondisi bayi cenderung membaik,
> "Orang tua boleh melihat perkembangannya hingga dua
> hari ke depan." Jika semakin membaik dengan ciri
> tidak panas lagi atau berangsur-angsur menurun,
> aktivitas hingga makan dan minum kembali seperti
> semula, bersyukurlah. Tetapi jika di hari ketiga si
> bayi kembali panas dan aktivitasnya menurun, lekas
> bawa ke dokter.
>
> Dalam kaitan dengan penanganan demam pada bayi ini,
> Zakiudin menyarankan orang tua untuk selalu
> menyediakan termometer, pakaian yang menyerap
> keringat dan tidak bikin gerah, termos air panas dan
> dingin, serta obat penurun panas.
>
> Untuk obat penurun panas kita bisa menyediakan obat
> dari golongan parasetamol dan ibuprofen. "Obat-obat
> ini relatif aman sebagai obat pertolongan pertama
> menurunkan demam pada bayi." Yang perlu diketahui,
> parasetamol hanya mampu dan efektif menurunkan panas
> tubuh yang biasa atau tidak terlalu tinggi, 38-390
> C. Sedangkan ibuprofen ampuh menurunkan panas tubuh
> yang tinggi. "Tapi keduanya cuma memiliki kemampuan
> menahan panas tubuh selama 8 jam."
>
> Jika si kecil tak bisa atau susah mengonsumsi obat
> lewat mulut, "Orang tua boleh menyediakan di rumah
> obat penurun panas yang dimasukkan lewat anus."
> Justru obat seperti inilah yang daya kerjanya lebih
> cepat karena lebih mudah diserap oleh tubuh. Tapi
> ingat, harus dengan sepengetahuan dokter.
>
> Kita boleh saja menyediakan 3 tiga jenis obat
> tersebut di rumah. Akan tetapi yang harus diingat,
> kata Zakiudin, "Orang tua tak boleh lantas percaya
> bayinya sudah sembuh walau panas tubuhnya turun
> setelah minum obat." Sembuh tidaknya baru bisa
> dilihat jika bayi tak diberi obat suhu tubuhnya
> normal, tetap ceria, tetap aktif, makan-minumnya
> normal dan banyak.
>
> Bila si kecil mengalami demam/panas hampir setiap
> minggu, jelas tak wajar. "Ini harus diperiksa lebih
> jauh lagi dengan saksama." Tak menutup kemungkinan,
> kekebalan tubuhnya tidak baik. Karena wajarnya,
> demam pada bayi terjadi 2 bulan sekali atau paling
> cepat 1 bulan sekali, selama lingkungannya sehat.
>
> DUA PENYEBAB DEMAM
>
=== message truncated ===





__________________________________
Yahoo! Mail - PC Magazine Editors' Choice 2005
http://mail.yahoo.com


------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Help save the life of a child. Support St. Jude Children's Research Hospital.
http://us.click.yahoo.com/kHgT2A/lbOLAA/a8ILAA/GCOolB/TM
--------------------------------------------------------------------~->

 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Bayi-Kita/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    Bayi-Kita-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

 

YAHOO! GROUPS LINKS

 

 

 

 

 

CONFIDENTIALITY NOTICE
The information in this email may be confidential and/or privileged. This email is intended to be reviewed
by only the addressee(s) named above. If you are not the intended recipient, you are hereby notified
that any review, dissemination, copying, use or storage of this email and its attachments, if any, or the
information contained herein is prohibited. If you have received this email in error, please immediately
notify the sender by return email and delete this email from your system. Thank you.


--
No virus found in this incoming message.
Checked by AVG Free Edition.
Version: 7.1.362 / Virus Database: 267.12.8/165 - Release Date: 11/9/2005


--
No virus found in this outgoing message.
Checked by AVG Free Edition.
Version: 7.1.362 / Virus Database: 267.12.8/165 - Release Date: 11/9/2005


#47 From: "Lakshmi Nawasasi" <lakshminawasasi@...>
Date: Sat Nov 12, 2005 2:28 pm
Subject: Ngetik lewat komputer di rumah Re: caranya spy cepat hamil
lakshminawasasi@...
Send Email Send Email
 
Nimbrung nih ... maaf kalau ga berkenan ...
Mbak Lina, Kan ga semua peserta milis itu ngetiknya pake komputer kantor .... hehehe
Nah mbak Andri ini, salah satu nya .... ngetik pake komputer di rumah ... yaaa mo ngetik jam 12 malem juga kan syah2 aja .... wong komputer sendiri kok ....
Salam, lakshmi
 
----- Original Message -----
Sent: Thursday, November 10, 2005 7:25 AM
Subject: RE: [Bayi-Kita] caranya spy cepat hamil

Salam kenal ya, mba…

 

Maaf kalo boleh tau, mba kerja dimana, koq jam segini msh on line? Thx

 

   Regards,

  

Marsau Lina C

     (Lina)

 


From: Bayi-Kita@yahoogroups.com [mailto:Bayi-Kita@yahoogroups.com] On Behalf Of Andri Riskia
Sent: Thursday, November 10, 2005 9:57 PM
To: Bayi-Kita@yahoogroups.com
Subject: Re: [Bayi-Kita] caranya spy cepat hamil

 

Kurma Nabi udah nyoba?? Jangan sampe makan yang palsu, cari yang asli yang belum terkena api alias udah di olah...

----- Original Message -----

From: Edy Sugiarto

Sent: Thursday, November 10, 2005 1:13 PM

Subject: Re: [Bayi-Kita] caranya spy cepat hamil

 

Hello,

 

Salam kenal, saya anggota baru nih....

 

Berdasarkan pengalaman dari beberapa teman, dan juga dokter kandungan kami biasanya memberikan Multi Vitamin Theragran M dan Vitamin E dosis tinggi, kedua vitamin tersebut harus dikonsumsi oleh kedua belah pihak ..suami dan isteri...

 

Kalo boleh saya anjurkan coba kontrol ke RS Budhi Jaya di Sahardjo, di sana ada ahli kandungan yang bagus (menurut kami) namanya Prof. DR. Dr. Ichramsyah A. Rachman SpOG, SKFER.... dokternya ramah.

 

Salam,

Edy

 

On 11/10/05, Batubara, Faisal <Faisal.Batubara@...> wrote:

Wah Boleh juga nih topic untuk dibahas, mungkin ada yang punya pengalaman untuk dibagi, mungkin dokter, atau pengobatan alternative. Karena saya juga mengalami hal yang sama. Belum punya anak setelah nikah 3 tahun.

 

_________________________________

Faisal Raja Batubara

Senior CAD Technician

PT Sulzer Hickham Indonesia

Sulzer Turbo Services

Kawasan Industri Kota Bukit Indah

Blok A11, Kav. IC-ID

Purwakarta 41181, Indonesia

Phone +62 (0)264 351 920 ext. 170

Fax +62 (0)264 351 143

E-mail: mailto:faisal.Batubara@...

Internet: http://www.pthickham.com

_________________________________


size=2 width="100%" align=center tabindex=-1>

From: Bayi-Kita@yahoogroups.com [mailto: Bayi-Kita@yahoogroups.com] On Behalf Of gita miranda
Sent: Thursday, November 10, 2005 8:41 AM
To: Bayi-Kita@yahoogroups.com
Subject: Re: [Bayi-Kita] File - BAYI SAKIT TAK SELALU DISERTAI DEMAM

 

Allow Mod n anggota lain salam kenal..
Saya minta tips dunk, gimana caranya spy cepat hamil, krn dah nunggu 2 tahun blm hamil jg neh..

salam
Gita

Lakshmi Nawasasi wrote:

namanya Stesolid Suppositoria .... Bu Milla ..

biasanya memang selalu ada di lemari es ibu-ibu yang anaknya sering stuip (kejang2)

Semoga membantu ya ..

O ya dear Mod dan anggota yang lain, salam kenalsaya anggota baru di milis ini

Salam, lakshmi

----- Original Message -----

From: milla nur

Sent: Tuesday, November 08, 2005 10:29 PM

Subject: Re: [Bayi-Kita] File - BAYI SAKIT TAK SELALU DISERTAI DEMAM

 

saya tertarik sekali baca e mail ini,kira2 boleh tau
apa nama obat utk penurun panas yg diberikan via dubur
si anak? masalahnya anak saya pernah sekali kejang dan
itu ada keturunan dari ayahnya (suami) saya. atas
bantuannya saya ucapkan terima kasih.

--- Bayi-Kita@yahoogroups.com wrote:

>
> BAYI SAKIT TAK SELALU DISERTAI DEMAM
>
> Lantas bagaimana mengenali sakit pada bayi jika tak
> muncul demam?
>
> "Memang, semua anak, tak terkecuali bayi, memiliki
> sensor atau kemampuan menaikkan suhu tubuh sebagai
> reaksi melawan penyakit akibat kuman ataupun virus
> yang menyerang tubuhnya," kata dr. Zakiudin Munasir,
> SpA(K) dari RSUPN Cipto Mangunkusumo, Jakarta. Akan
> tetapi, lanjutnya, seringkali pada bayi, terlebih
> bayi berusia di bawah 3 bulan, tidak menunjukkan
> gejala naiknya suhu tubuh. Sekalipun sebenarnya
> tubuh si bayi sedang berperang melawan serangan
> virus atau kuman. "Hal ini dikarenakan sistem sensor
> panas di tubuh bayi belum sempurna. Jadi, sekalipun
> penyakit sudah berada di dalam tubuh bayi atau si
> kecil sudah mengalami dehidrasi, tetapi karena chip
> atau pusat otak belum menerima sinyal melakukan
> tindakan, otomatis tubuh si kecil tidak
> memberitahukan bahwa dirinya sedang dalam bahaya,"
> papar Zakiudin.
>
> Syukur-syukur "tentara" di tubuh si kecil bisa
> menang memerangi "makhluk asing" yang bisa
> merugikannya itu. Jadi sekalipun tak terpantau, si
> kecil bisa tetap sehat dan tidak terjadi hal yang
> tak diinginkan. Namun bila yang terjadi sebaliknya,
> kita seringkali kecolongan. "Saat datang kontrol,
> penyakit yang diderita si bayi sudah parah. Kondisi
> ini terjadi karena orang tua menganggap, selama
> bayinya tidak panas, ya, tidak sakit. Tidak mau
> makan dianggap wajar, namanya juga bayi. Padahal
> seharusnya tidak demikian."
>
> KENALI BAYI ANDA
>
> Karena itulah, anjur Zakiudin, dalam merawat bayi,
> orang tua hendaknya tidak melulu berpatokan pada
> termometer alias ada-tidaknya demam. Orang tua harus
> mampu mengenali bayinya.
>
> Untuk itu, orang tua perlu melakukan pengamatan
> sebagai berikut:
>
> 1. Apakah hari itu si kecil minum ASI-nya masih
> seperti hari-hari kemarin?
>
> 2. Apakah nafsu makannya (Makanan Pendamping-ASI)
> masih tetap tinggi seperti hari-hari sebelumnya?
>
> 3. Apakah si kecil cerewetnya tidak berubah alias
> tidak mendadak menjadi pendiam?
>
> 4. Apakah sorot matanya tetap tajam dan lincah?
>
> 5. Apakah tetap aktif dan lincah dalam bergerak?
>
> 6. Apakah fisik bayi tak ada yang berubah atau ada
> sesuatu yang janggal (tidak seperti biasanya)?
>
> 7. Apakah BAB dan BAK normal dan lancar?
>
> Nah, jika jawaban yang muncul dari hasil pengamatan
> kita adalah kebalikannya, "Jangan tunggu besok, atau
> melakukan 'upacara adat' ini-itu. Saat itu juga
> lekas bawa ke dokter atau rumah sakit sekalipun si
> bayi tidak mengalami demam!" tegas Zakiudin.
>
> Memang, bisa jadi si kecil menolak makan cuma karena
> sariawan. "Tetapi apakah orang tua bisa memeriksa
> sampai sedetail itu? Jadi, daripada kondisi anak
> bertambah parah dan diagnosa orang tua meleset,
> kenapa tidak lebih baik ditangani oleh ahlinya
> saja?"
>
> PENGOBATAN FISIOLOGIS
>
> Sebaliknya, jika si kecil tetap aktif, lincah, nafsu
> makan bagus, minum susu oke, kondisi fisik baik,
> buang air besar dan kecil lancar, tapi suhu tubuhnya
> naik kurang lebih 37,50C, menurut Zakiudin, orang
> tua bisa melakukan tindakan-tindakan untuk
> mengobatinya sendiri di rumah secara fisiologis,
> yakni:
>
> 1. Berikan keleluasan suhu tubuh si kecil untuk bisa
> bersirkulasi dengan baik. Hindari pengenaan selimut
> atau baju tebal. Malah jika perlu telanjangi saja si
> kecil. Pendingin udara sangat boleh kita aktifkan.
> Justru dengan adanya pendingin udara bisa memberi
> keleluasaan yang lebih besar bagi panas tubuhnya
> untuk keluar.
>
> 2. Berikan minum yang banyak. Dengan cara ini
> diharapkan si kecil bisa BAK sebanyak-banyaknya,
> sehingga bisa membantu kelancaran sirkulasi suhu
> tubuh.
>
> 3. Lakukan kompres air hangat. Menurut hasil
> penelitian dan penemuan terbaru di dunia kedokteran,
> pemberian kompres air hangat paling baik di area
> tubuh yang mudah terekspos, seperti dada, perut atau
> dahi. Dengan demikian pembuluh darah akan melebar
> dan ini tentunya mempermudah serta memperlancar
> sirkulasi suhu
>
> tubuh. Sebaiknya tidak mengompres di area pembuluh
> darah besar karena pembuluh darahnya tidak bisa
> melebar lagi, di ketiak dan selangkangan, misalnya.
>
> "Memang dulu ada anggapan kompres dengan air dingin
> hingga pengompresan dilakukan di area pembuluh darah
> yang banyak, tapi cara tersebut sudah tidak berlaku
> lagi," kata Zakiudin. Kompres dengan air dingin
> justru semakin mengerutkan pembuluh darah dan bisa
> terjadi pembohongan tubuh. Maksudnya, kompres air
> dingin memang bisa mendinginkan suhu tubuh, tapi itu
> hanya beberapa saat saja. "Malah setelah itu bisa
> jadi suhu tubuh anak semakin panas, karena sensor
> suhu tubuh di otak akan menaikkan panas tubuh.
> Berbeda jika kompres dengan air hangat, sensor akan
> memerintahkan tubuh untuk menurunkan suhu tubuhnya."
>
>
> Nah, dengan pengobatan fisiologis ini, lanjut
> Zakiudin, pertahanan tubuh bayi akan terstimulasi
> menjadi lebih kuat. Tetapi ingat, cara-cara tersebut
> dilakukan selama si kecil tidak mengalami kejang!
> "Kalau sudah kejang, tak ada kata lain, usahakan
> lidah bayi tak tergigit dan saat itu juga bawa ke
> dokter," anjurnya.
>
> BERIKAN OBAT PENURUN PANAS
>
> Jika dengan penanganan fisiologis ternyata suhu
> tubuhnya tak kunjung reda atau sembuh dalam 1x24
> jam, bisa jadi panas tubuh si kecil itu karena
> faktor nonfisiologis. Penanganan yang harus orang
> tua lakukan adalah:
>
> 1. Tetap menjalankan penanganan secara fisiologis.
>
> 2. Berikan obat penurun panas. Jika tidak kunjung
> reda setelah diberi obat, atau panasnya naik kembali
> selang 2 jam setelah minum obat, atau panasnya
> tambah tinggi, dan si anak rewel, menolak
> makan-minum, "Lekas larikan ke dokter. Nanti dokter
> akan mencari penyebabnya untuk diobati," kata
> Zakiudin.
>
> 3. Sebaliknya jika kondisi bayi cenderung membaik,
> "Orang tua boleh melihat perkembangannya hingga dua
> hari ke depan." Jika semakin membaik dengan ciri
> tidak panas lagi atau berangsur-angsur menurun,
> aktivitas hingga makan dan minum kembali seperti
> semula, bersyukurlah. Tetapi jika di hari ketiga si
> bayi kembali panas dan aktivitasnya menurun, lekas
> bawa ke dokter.
>
> Dalam kaitan dengan penanganan demam pada bayi ini,
> Zakiudin menyarankan orang tua untuk selalu
> menyediakan termometer, pakaian yang menyerap
> keringat dan tidak bikin gerah, termos air panas dan
> dingin, serta obat penurun panas.
>
> Untuk obat penurun panas kita bisa menyediakan obat
> dari golongan parasetamol dan ibuprofen. "Obat-obat
> ini relatif aman sebagai obat pertolongan pertama
> menurunkan demam pada bayi." Yang perlu diketahui,
> parasetamol hanya mampu dan efektif menurunkan panas
> tubuh yang biasa atau tidak terlalu tinggi, 38-390
> C. Sedangkan ibuprofen ampuh menurunkan panas tubuh
> yang tinggi. "Tapi keduanya cuma memiliki kemampuan
> menahan panas tubuh selama 8 jam."
>
> Jika si kecil tak bisa atau susah mengonsumsi obat
> lewat mulut, "Orang tua boleh menyediakan di rumah
> obat penurun panas yang dimasukkan lewat anus."
> Justru obat seperti inilah yang daya kerjanya lebih
> cepat karena lebih mudah diserap oleh tubuh. Tapi
> ingat, harus dengan sepengetahuan dokter.
>
> Kita boleh saja menyediakan 3 tiga jenis obat
> tersebut di rumah. Akan tetapi yang harus diingat,
> kata Zakiudin, "Orang tua tak boleh lantas percaya
> bayinya sudah sembuh walau panas tubuhnya turun
> setelah minum obat." Sembuh tidaknya baru bisa
> dilihat jika bayi tak diberi obat suhu tubuhnya
> normal, tetap ceria, tetap aktif, makan-minumnya
> normal dan banyak.
>
> Bila si kecil mengalami demam/panas hampir setiap
> minggu, jelas tak wajar. "Ini harus diperiksa lebih
> jauh lagi dengan saksama." Tak menutup kemungkinan,
> kekebalan tubuhnya tidak baik. Karena wajarnya,
> demam pada bayi terjadi 2 bulan sekali atau paling
> cepat 1 bulan sekali, selama lingkungannya sehat.
>
> DUA PENYEBAB DEMAM
>
=== message truncated ===





__________________________________
Yahoo! Mail - PC Magazine Editors' Choice 2005
http://mail.yahoo.com


------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Help save the life of a child. Support St. Jude Children's Research Hospital.
http://us.click.yahoo.com/kHgT2A/lbOLAA/a8ILAA/GCOolB/TM
--------------------------------------------------------------------~->

 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Bayi-Kita/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    Bayi-Kita-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

 

YAHOO! GROUPS LINKS

 

 

 

 

 


YAHOO! GROUPS LINKS

 

 


CONFIDENTIALITY NOTICE
The information in this email may be confidential and/or privileged. This email is intended to be reviewed
by only the addressee(s) named above. If you are not the intended recipient, you are hereby notified
that any review, dissemination, copying, use or storage of this email and its attachments, if any, or the
information contained herein is prohibited. If you have received this email in error, please immediately
notify the sender by return email and delete this email from your system. Thank you.




Messages 14 - 47 of 54369   Oldest  |  < Older  |  Newer >  |  Newest
Add to My Yahoo!      XML What's This?

Copyright © 2010 Yahoo! Inc. All rights reserved.
Privacy Policy - Terms of Service - Guidelines NEW - Help