Skip to search.

Breaking News Visit Yahoo! News for the latest.

×Close this window

daarut-tauhiid · Milis Islam Cyber-Santri Daarut Tauhiid

The Yahoo! Groups Product Blog

Check it out!

Group Information

  • Members: 26788
  • Category: Indonesia
  • Founded: Aug 9, 1999
  • Language: Indonesian
? Already a member? Sign in to Yahoo!

Yahoo! Groups Tips

Did you know...
Real people. Real stories. See how Yahoo! Groups impacts members worldwide.

Messages

Advanced
Messages Help
Messages 36640 - 36669 of 38079   Oldest  |  < Older  |  Newer >  |  Newest
Messages: Show Message Summaries Sort by Date ^  
#36640 From: muhamad agus syafii <agussyafii@...>
Date: Mon Apr 2, 2012 6:07 am
Subject: Pancaran Kebahagiaan
agussyafii
Send Email Send Email
 
Pancaran Kebahagiaan

By: Muhamad Agus Syafii

Pancaran kebahagiaan diwajah kita adalah cermin dari hati yang bahagia ketika
hidup penuh syukur mendapatkan nikmat dan bersabar dikala mendapatkan ujian.
Begitulah yang dirasakan seorang Ibu dengan tiga putrinya. Di dalam hidupnya
harus melewati ujian kehidupan yang sebelumnya tidak pernah disadarinya. Setelah
pernikahannya dua puluh tahun dikaruniai dengan tiga putri yang sudah beranjak
dewasa dikejutkan oleh kenyataan pahit, tiba-tiba suami menggugat cerai. Sampai
beliau berpikir, apa yang salah dari dirinya sampai suaminya tega melakukan itu.
Beliau sempat depresi, bingung tak tahu apa yang harus dilakukan. Apa lagi sang
buah hati mereka sangat mengidolakan ayah dan bundanya. Mesti begitu dirinya
tidak membiarkan ketiga putrinya terlihat dalam masalah orang tuanya.

Ketidak mengertian atas sikap suaminya karena selama ini kehidupan rumah tangga
sangatlah tenteram dan bahagia, tidak pernah bertengkar dan keributan dan tidak
ada alasan yang utama yang bisa dijadikan gugatan cerai oleh suaminya karena
selain istri sangat menghormatinya dan tidak ada gelagat atau perilaku yang
aneh. Suaminya yang sangat santun dan penuh perhatian pada anak istrinya.
Ditengah kegalauannya beliau datang ke Rumah Amalia untuk bershodaqoh & berdoa
bersama. 'Syukurlah alhamdulillah, dengan berdoa paling tidak telah membuat hati
saya menjadi sejuk, bisa menerima dengan lapang dada, hati yang bersih dan
ikhlas dalam menghadapi hidup ini,' tuturnya.

Ditengah dirinya sudah berserah diri kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Mencoba
untuk instropeksi diri atas semua kekurangannya. Disaat itulah kebahagiaan itu
hadir dan meluluhkan hati suami tercintanya kembali pulang ke rumah dan telah
mencabut gugatan cerainya. 'Sungguh Mas Agus Syafii, hati saya sangat bahagia
karena Allah telah membuat keluarga kami bisa berkumpul kembali.' tuturnya.
Malam itu hatinya penuh kebahagiaan tak henti mengucapkan puji syukur kehadirat
Allah.  'Segala puji bagi Allah yang telah menghilangkan duka cita dari kami.
Sesungguhnya Tuhan kami benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri.' (QS.
Faathir : 34).

--
Sahabatku, yuk..aminkan doa ini agar keluarga kita menjadi keluarga sakinah
mawaddah warahmah. "Rabbana hab lanâ min azwâjinâ wa dzurriyyatinâ qurrata
a’yunin waj-’alnâ lil-muttaqîna imâmâ." Artinya, Ya Tuhan kami,
anugerahkan kepada kami, pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyejuk hati
kami, dan jadikan kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa. (QS. Al-Furqan:
74).

Wassalam,
Muhamad Agus Syafii
--
Sahabatku yang "single" ingin segera menikah. Jangan berputus asa, memohonlah pd
Allah maka Allah akan kirimkan jodoh yg terbaik dari sisiNya untuk anda.
yuk..hadir di kegiatan "Secercah Harapan Untuk Amalia (CERIA)", Ahad, 15 April
2012. Jam 8 s.d 12 pagi di Rumah Amalia. Bila berkenan berpartisipasi dlm bentuk
baju baru, paket sembako, konsumsi silahkan kirimkan ke Rumah Amalia, Jl.
Subagyo IV blok ii, No. 24 Komplek Peruri, Ciledug, Tangerang 15151. Dukungan &
partisipasi anda sangat berarti bagi kami. Info: agussyafii@... atau SMS
087 8777 12 431,http://agussyafii.blogspot.com/

[Non-text portions of this message have been removed]

#36641 From: Gordon ST <gordonyst@...>
Date: Mon Apr 2, 2012 8:23 am
Subject: Mohon Bantuan Contact Person Ustadz Fikri Zainuddin MZ
gordonyst
Send Email Send Email
 
Assalamu'alaikum Wr Wb.

Sehubungan akan diadakan acara Islamic Fair di PT. Agro Indomas Sampit
Central Kalimantan, Kami mohon dengan sangat bantuan kepada saudara2 yang
mengetahui Contact Person untuk mendatangkan Ustadz Fikri tersebut. Atas
bantuannya Kami ucapkan banyak Terimakasih

Wasalamu'alaikum Wr Wb,

Panita Islamic Fair 2012

Roni, ST
081388151003
gordonyst@...


[Non-text portions of this message have been removed]

#36642 From: wirawan <wirawan.smg@...>
Date: Mon Apr 2, 2012 2:42 pm
Subject: Hak Suami (Sebuah Fenomena Yang Mulai Diremehkan Para Istri) Bagian akhir
wirawan_smg
Send Email Send Email
 
Hak Suami (Sebuah Fenomena Yang Mulai Diremehkan Para Istri)  Bagian akhir
Senin, 18 Rabiul Akhir 1433 H / 12 Maret
2012<http://muslimahzone.com/hak-suami-sebuah-fenomena-yang-mulai-diremehkan-par\
a-istri-bagian-akhir/>

zafaran <http://muslimahzone.com/author/zafaran/>
  [image: Hak Suami (Sebuah Fenomena Yang Mulai Diremehkan Para Istri) 
Bagian akhir]


*Muslimahzone.com*  Bahasan terakhir di antara hak-hak suami yang kurang
mendapat perhatian istri adalah hak untuk mendapatkan pelayanan, bantuan
dari istri, rasa bersyukur dan berterimakasih dari istri terhadap suami
yang telah berbuat baik kepadanya. Hal inilah salah satu penyebab sebagian
besar dari penghuni neraka adalah wanita. Lalu apa hak-hak suami dan sebab
yang lainnya?

1. Hendaknya isteri memberikan pelayanan kepada suami di rumahnya, dan
membantunya untuk mendapatkan rasa hidup yang indah, maka sesungguhnya hal
itu membantunya (suami) untuk bisa mencurahkan waktu, tenaga dan pikiran
untuk melaksanakan kewajibannya.

Terlebih lagi jika ia (suami) sibuk dengan ilmu. Maka isteri shalihah

Bukanlah bagian dari dunia melainkan (isteri shalihah itu) adalah yang
menjadikanmu mencurahkan waktu, tenaga dan pikiranmu untuk akhirat

sebagaimana dikatakan ad-Darany, sebagaimana terdapat dalam al-lhya
(4/699) karangan al-Ghazali. Dan telah lewat hadits yang menguatkan masalah
tersebut.

Khidmah (pelayanan) seorang isteri kepada suaminya adalah wajib menurut
pendapat yang paling rajih (kuat), pendapat selain itu dhaif, tidak bisa
dijadikan hujjah.

Tentang kewajiban isteri memberikan pelayanan kepada suaminya telah
dirajihkan guru kami al-Albani dalam Adabuz-Zifaf (180-181)

Bahwa Khidmah (pelayanan/bakti) yang telah disebutkan, wajib dilakukan
secara maruf dalam batas-batas kemampuan isteri. Maka khidmah seorang
(yang biasa) tinggal di kampung berbeda dengan (yang biasa) tinggal di
kota, dan baktinya seorang yang kuat tidak sama dengan baktinya seorang
yang lemah, sebagaimana dikatakan Syaikhul-Islam Ibnu Taimiyah.* (16)*

Dan jika seorang isteri tidak mampu melakukan sesuatu, maka suami tidak
boleh membebani apa yang diluar batas kemampuannya. Sementara jika suami
mampu melakukannya, maka hendaknya ia melakukannya, karena hadits Aisyah
yang berkata:

Bahwa Rasul biasa menjahit pakaiannya sendiri, menambal kasutnya
(sandalnya) dan beliau berlaku sebagaimana seorang laki-laki berlaku di
rumahnya.* (17)*

2. Hendaknya isteri bersyukur (berterima kasih) atas segala kebaikan suami
kepadanya dan janganlah isteri mengingkari kebaikan suaminya, maka
sesungguhnya yang demikian itu akan mendatangkan kebencian dari Allah,
karena sabda Rasul,

Allah tidak mau melihat wanita yang tidak tahu berterima kasih kepada
suaminya sedang ia (wanita) tidak merasa cukup kepadanya (suaminya). *(18)*

Dan juga karena sabda Rasul,

Diperlihatkan kepadaku neraka, maka sebagian besar penghuninya adalah para
wanita yang kufur. Dikatakan: Apakah mereka kufur kepada Allah? Rasul
menjawab:

Mereka kufur terhadap suami mereka dan mereka mengingkari kebaikan suami
mereka. Seandainya engkau berbuat balk kepada salah seorang dari mereka
sepanjang masa, kemudian ia (wanita tersebut) melihat sesuatu (yang tidak
disukainya), ia akan berkata:

Aku sama sekali belum pernah melihat kebaikan padamu.* (19)*

Hadits ini merupakan peringatan penting bagi para wanita yang beriman
kepada Allah dan bagi wanita yang mengharapkan kampung akhirat. Dalam hal
ini ada bukti dari hadits lain:

Penghuni surga yang paling sedikit adalah dari kalangan wanita. *(20)*

Maka tidak pantas seorang wanita yang mencari keselamatan kemudian
menyelisihi suami kepada yang selain diberikan suami dengan
kufur/mengingkari kebaikan suaminya atau banyak mengeluh karena sebab-sebab
yang sangat sepele.
Dan wanita mana saja yang menyakiti suaminya akan dilaknat para Bidadari
(Wanita-wanita surga yang disediakan sebagai isteri-isteri pria beriman
-red). Maka ia (wanita) akan berada di jurang kehancuran jika terus-menerus
melakukan perkara yang dilarang itu. Sesuai dengan sabda Rasulullah,

Tidaklah seorang wanita menyakiti suaminya di dunia, kecuali berkata
isterinya yang dari bidadari:

Janganlah kau sakiti dia (suami) -Semoga Allah mencelakakan mu- maka tidak
lain dia (suami) disisimu hanya seorang asing yang sebentar lagi akan
meninggalkanmu menuju kepada kami. *(21)*

Dan masih ada beberapa hak suami selain ini, aku (Abu Ishak al-Huwaini)
tidak ingin menyebutkannya lagi khawatir terlalu berlarut-larut dan apa
yang telah kami sebutkan telah cukup. Walhamdulillah.

***

Catatan:

*(16)*  Dalam *al-Fatawal-Kubra* (2/234-235).

*(17) Hadits shahih dikeluarkan Abdur Razzaq* (20492),
*Ahmad*(6/121,167,256,260),
*Abusy* -Syaikh dalam Akhlaqun-Nabi (1/1/20), *al-Baghawi* dalam
Syarhus-Sunnah (13/242-243) dan lain-lain.

Aku telah menyebutkan mereka dalam kitabku Al-Aqdu Adz-Dzahaby takhrij
kitab Akhlaqun-Nabs nomor 11.

*(18)*  *Hadits shahih,* dikeluarkan *An-Nasai* dalam Al-Kubra (3/168)
dari jalan Sarar bin Masyjar dari Said bin Abu Arubah dari Qatadah dari
Said bin Al-Musayyab dari Abdullah bin Amr secara marfu.

*(19)* *Hadits shahih dikeluarkan Bukhari* (1/83-2/540-9/298 -Fathul Bari)
dan lafadz Bukhari, *Muslim* (6/212-213 Nawawi), *Abu Awanah* (2/379-380),
*Malik* (1/194-195-Tanwir), *Nasai* (3/146,147,148), *Baihaqi* (7/294)
dari beberapa jalan dari Ibnu Abbas.

*Masih ada beberapa riwayat yang secara umum shahih, demikian untuk
ringkasnya, -pent.*

***

*Ref: Tulisan ini dinukil dari kitab al-Insyirah fi Adab an-Nikah
karya Syeikh
Abu Ishak al-Huwaini al-Atsari. Diterjemahlan secara bebas dan dengan
peringkasan pada catatan kaki oleh Retno Ishmah Widiastuti.*

*Diambil dari: majalah As-Sunnah 05/IV/1420H hal. 59  64*

*Foto Ilustrasi: Pasangan Muslim*

(zafaran/muslimahzone.com)


[Non-text portions of this message have been removed]

#36643 From: aalghifari@...
Date: Tue Apr 3, 2012 12:46 am
Subject: Merindu ketenangan
aalghifari
Send Email Send Email
 
Merindu ketenangan

Assalaamualaikum Wr. Wb.

Sahabat seiman..,
Diantara kesibukkan yang mulai menyerang, diserakan pikiran yang kian
berdatangan, dikala keyakinan terkikis permasalahan, saat ibadah berantakan,
sempatkanlah sahabat tuk bermesraan dengan Ar Rahman. Dia berpesan, artinya:
Dia-lah yang Telah menurunkan ketenangan ke dalam hati orang-orang mukmin
supaya keimanan mereka bertambah di samping keimanan mereka (yang Telah ada).
dan kepunyaan Allah-lah tentara langit dan bumi dan adalah Allah Maha mengetahui
lagi Maha Bijaksana, (Q.S. Al Fath (48): 4)

Sahabat seiman..,
Rasakanlah, Ketenangan itu memang ada. seperti pagi ini kita masih dapat
tersenyum, ada rezeki yang selalu datang menghampiri meski sering tak tersadari,
ada harap yang terukir terbingkai ikhtiar yang tak boleh berakhir meski masih
tersimpan dalam pikir. Tanyakan darimana datangnya ketenangan itu? Maka orang
beriman mengolahnya demi iman agar tetap bersemayam, bahkan memperjuangkannya
agar menjadi tumbuh berkembang.

Sahabat seiman..,
Apapun aktifitas kita, serumit apapun permasalahannya, seberat apapun
tantangannya, tetaplah untuk merasakan ketenangan tersebut, biarkan iman
menyambut, ia akan menuntut bak candu yang tak ingin terpisahkan, selalu liar
mencari jalan, tetap berpikir tuk menerobos tantangan. Adakah yang lebih tenang
darinya? sebesar apa rindumu akan ketenangan sebesar imanmu di hati, selamat
beraktifitas! (@_SaiBah)

#36644 From: muhamad agus syafii <agussyafii@...>
Date: Tue Apr 3, 2012 3:07 am
Subject: Jodoh Dan Cinta Pandangan Pertama
agussyafii
Send Email Send Email
 
Jodoh Dan Cinta Pandangan Pertama

By: Muhamad Agus Syafii

Sahabatku, bertemunya kita dengan jodoh kita bila jatuh cinta pada  pandangan
pertama biasanya dipicu oleh bertemunya unsur daya tarik tertentu dan selera
tertentu. Daya tarik itu bisa oleh sosok utuh seseorang, bisa juga oleh lirikan
maut , bisa oleh senyumannya yang sangat menawan, bisa juga oleh suaranya yang
sangat merdu atau perilaku khas dari orang itu yang sangat mengesankan, daya
tarik khas mana kemudian bertemu dengan orang yang memiliki selera khas pula.
Cinta tidak bisa dianalisa secara ilmiah, karena cinta bukan bagian dari ilmu,
tetapi bagian dari rasa. Sebagaimana sulit menerangkan rasa manis gula, demikian
juga sulit menguraikan gemuruh cinta. Bagi orang yang sudah merasakan manisnya
gula, meski ia tidak sanggup menguraikan secara ilmiah, tetapi manisnya gula
sudah menjadi “haqqul yaqin” yang tidak tergoyahkan oleh argumen apapun yang
mengatakan bahwa gula tidak manis. Demikian juga orang yang telah merasakan
manisnya cinta, ia tak
  pernah mau mendengar penilaian orang lain yang berdasar analisa. Cinta
pandangan pertama biasanya tulus, murni dan tidak berkonotasi hawa nafsu.   
 

Sahabatku, bila memang bertemu jodoh pada cinta pandangan pertama maka
segerakanlah untuk memohon pada Allah agar diberikan kemudahan untuk segera
mewujudkan keluarga sakinah mawaddah warahmah. Yakinlah pada Allah bahwa anda
akan mendapatkan jodoh yang terbaik dari sisi Allah untuk anda."Dan apabila
hamba-hambaKu bertanya kepadaKu tentang AKU, maka (jawablah), bahwa AKU sangat
dekat, AKU mengabulkan permohonan orang yang memohon kepadaKU." (Qs. 2:186).

Sahabatku, Aminkan doa bila anda ingin segera mewujudkan impian unt mendapatkan
jodoh yg terbaik dari sisi Allah, membina keluarga bahagia. 'Rabbana hablana
milladunka zaujan thayyiban wayakuna shahiban lii fiddini waddunya wal akhirah'
Artinya. 'Ya Tuhan kami, berikanlah kami pasangan yg terbaik dari sisiMu,
pasangan yg juga menjadi sahabat kami dlm urusan agama, urusan dunia & akhirat.'

Wassalam,
Muhamad Agus Syafii
---
Sahabatku yang "single" ingin segera menikah. Jangan berputus asa, memohonlah pd
Allah maka Allah akan kirimkan jodoh yg terbaik dari sisiNya untuk anda.
yuk..hadir di kegiatan "Secercah Harapan Untuk Amalia (CERIA)", Ahad, 15 April
2012. Jam 8 s.d 12 pagi di Rumah Amalia. Bila berkenan berpartisipasi dlm bentuk
baju baru, paket sembako, konsumsi silahkan kirimkan ke Rumah Amalia, Jl.
Subagyo IV blok ii, No. 24 Komplek Peruri, Ciledug, Tangerang 15151. Dukungan &
partisipasi anda sangat berarti bagi kami. Info: agussyafii@... atau SMS
087 8777 12 431,http://agussyafii.blogspot.com/

[Non-text portions of this message have been removed]

#36645 From: wirawan <wirawan.smg@...>
Date: Tue Apr 3, 2012 5:25 am
Subject: Obrolan Tentang Syariah dan Khilafah
wirawan_smg
Send Email Send Email
 
Obrolan Tentang Syariah dan Khilafah
Diposting Senin, 02-04-2012 | 19:52:38 WIB

*SEPOTONG PEMBICARAAN TENTANG SYARIAH DAN KHILAFAH*

*Oleh : Rd. Laili Al Fadhli**



Tidak ada keraguan bagi setiap aktivis muslim tentang kewajiban melaksanaan
syariat Islam dalam seluruh aspek kehidupan, termasuk di dalamnya aspek
politik, peradilan, dan perundang-undangan. Seruan penegakkan kembali
Khilafah Islamiyah menggema terdengar di seluruh antero negeri, menyusuri
kolong-kolong langit bumi ini. Sayangnya, seperti ada yang terlupa
mengiringi ruhnya. Sehingga seolah-olah konsep Syariah dan Khilafah
sekedar membicarakan sepotong roti yang tidak diberikan secara adil oleh
penguasa kepada rakyatnya. Sehingga seolah-olah konsep Syariah dan
Khilafah sekedar tentang bagaimana harga cabai di pasar tidak mengalami
kenaikan agar rakyat tidak lagi menjerit histeris dan ketakutan.

Bagi setiap muslim sejati, tingkah laku dan seluruh gerak geriknya
merupakan cerminan syariat. Karena Allah telah menegaskan *Tidaklah kami
menciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah*. Dengan kata lain,
mengerjakan seluruh perintahnya dan menjauhi segala larangan-Nya. Adapun
dalam prosesnya, maka Allah hanya menghendaki totalitas dan penerimaan
sepenuhnya, *Hai orang-orang yang beriman, masuklah ke dalam Islam secara
keseluruhan*.

Pada titik ini, kita harusnya memahami bahwa kepentingan ummat terhadap
Syariat dan Khilafah bukan sekedar kepentingan duniawi semata. Mengapa
demikian?

*Pertama*, bahwa kesempurnaan keislaman seseorang hanya akan terealisasi
jika ia berhasil menerapkan seluruh syariat Islam dalam kehidupannya, baik
dalam skala pribadi, sosial-masyarakat, atau kehidupan berbangsa dan
bernegara. Karenanya, penegakkan syariat Islam dan Khilafah Islamiyah
adalah bentuk peribadahan yang tidak bisa tidak wajib diusahakan sebagai
salah satu bukti nyata ketaatan kita kepada Allah azza wa jalla. Penerapan
syariat Islam dalam kehidupan berbangsa dan bernegara merupakan
satu-satunya sarana untuk mencapai kesempurnaan peribadahan dalam rangka
menegakkan syariat Islam dalam kehidupan setiap muslim. Maka, mengikuti
satu kaidah ushul fiqih, Sebuah kewajiban yang tidak bisa terlaksana
kecuali dengan sesuatu, maka sesuatu itu menjadi wajib pula.

*Kedua*, bahwa *Khilafah alaa minhaaj an nubuwwah* merupakan isyarat
qathi yang telah disampaikan oleh Baginda Rasulullah Muhammad *shallallahu
alayhi wa sallam*, sebagaimana riwayat shahih yang datang kepada kita. Ya,
beliau tidak pernah mengabarkan secara pasti kapan Kekhilafahan akan
kembali, namun justru hal tersebut seharusnya memberikan pelajaran kepada
kita bahwa kitalah ummat Islam yang seharusnya mengusahakan penegakkan
kembali syariat Islam dan Kekhilafahan ke pentas peradaban. Maka
sesungguhnya menolak kehilafahan berarti menolak sunnah nabawiyah.

*Ketiga,* bahwa sesungguhnya pelaksanaan syariat Islam dan penegakkan
kembali Kekhilafahan tidaklah harus selalu berbanding lurus dengan apa yang
disebut dengan kesejahteraan. Ini penting dipahami, karena terbukti
setidaknya selama satu dekade pertama, Negara Islam Madinah mengalami
guncangan ekonomi yang sangat dahsyat, hari demi hari dilalui dengan
peperangan dan pertumpahan darah. Sebagian besar masyarakat terlibat dalam
jihad dan meninggalkan pekerjaannya mengais rizki duniawi, sehingga seorang
Kaab bin Malik *radhiyallahu anhu* pun harus terpaksa meninggalkan Medan
Tabuk karena melihat pohon-pohon mulai berbuah dan dedaunan mulai rindang
(tanda panen). Akhirnya, Allah sendiri yang langsung memberikan hukuman
karena ia telah berpaling dari jihad fii sabiilillah. Bersyukurlah akhirnya
Allah dan Rasul-Nya menerima taubat dari Kaab bin Malik dan dua orang
sahabat yang lainnya *ridhwaanullahu ajmain*.

Tidak dapat terbayang bagi kita, sebuah Negara yang baru berdiri harus
dihantam sana-sini dengan berbagai persoalan yang dapat melupakan rakyatnya
dari kehidupan duniawi. Pengkhianatan kaum Yahudi dari dalam negeri,
peperangan dengan kaum musyrikin Makkah, hingga pembebasan negeri-negeri di
sekitar Madinah demi menyebarkan risalah tawhid dan dawah Islamiyyah.

Lebih dari itu, pada masa kekhalifahan Umar bin Al Khathab, para pedagang
sempat mengalami guncangan ekonomi karena gagalnya sebagian hasil panen
yang menyebabkan terjadinya kenaikan harga pada beberapa bahan pokok
masyarakat. Saat diadukan hal ini kepada Khalifah Umar, maka beliau pun
cukup memberikan nasihat untuk bersabar karena sesungguhnya harga (selama
tidak dipermainkan) adalah sunnatullah. Maka, apakah kita akan berhenti
memperjuangkan syariat Islam dan Kekhilafahan saat melihat beberapa
realita sejarah tersebut?

Justru saya pribadi cenderung khawatir saat slogan Syariah dan Khilafah
terlalu sering dikaitkan dengan kesejahteraan yang bersifat duniawi. Maka
apa yang akan terjadi nanti bila pada suatu masa syariat Islam telah
dilaksanakan dan Khilafah telah ditegakkan, namun beberpa kejadian sejarah
yang menghalangi ummat dari rizki duniawi seperti di atas kemudian
terulang..? Maka bisa saja rakyat akan menuntut serta menyalahkan Syariat
dan Khilafah karena dinilai tidak bisa menyelesaikan masalah mereka. Ini
jelas merupakan kerugian.

Ya, saya tidak memungkiri bahwa pelaksanaan Syariah dan Khilafah dapat
memberikan dampak positif bagi kehidupan dunia, sebagaimana yang terjadi
pada masa Kekhilafahan Umar bin Abdul Aziz, dan ini juga yang telah
dijanjikan oleh Rasulullah *shallallahu alayhi wa sallam* dalam sunnahnya
saat memberikan isyarat Nubuwwah tentang hadirnya *Al Mahdi *dari kalangan
Ahlul Bait-nya, *Muhammad bin Abdullah Al Fathimi Al Hasani *(bukan Al
Husaini), di mana ia akan memenuhi bumi dengan kebenaran dan keadilan,
membagi-bagikan emas dan harta benda untuk mensejahterakan kaum muslimin.

Begitupun dalam Al Quran, Allah telah menjelaskan kepada kita, *Sekiranya
penduduk negeri itu beriman dan bertaqwa, maka Kami pasti membukakan pintu
keberkahan dari langit dan bumi bagi mereka*. Ini jelas menunjukkan bahwa
pelaksanaan syariat Islam yang merupakan representasi dari kesempurnaan
iman dan taqwa akan memberikan dampak positif berupa melimpahnya keberkahan
dari langit dan bumi.

Namun demikian, harus kita pahami bersama bahwa perbincangan Syariah dan
Khilafah sudah sepatutnya tidak berhenti sampai di situ, bahkan harus ada
upaya penyadaran kepada ummat bahwa tujuan utama pelaksanaan syariat dan
Khilafah bukanlah persoalan sepotong roti dan perut yang keroncongan. Ada
lagi yang lebih penting dan utama dari semua itu. Adalah sebuah sarana
penyempurnaan keislaman kita, sebagai bukti kongkrit yang merepresentasikan
iman dan taqwa dalam jiwa setiap muslim. Bila kita telah sepakat akan hal
ini, maka kita pun bisa menarik simpulan bahwa pembicaraan tentang Syariah
dan Khilafah bukanlah persoalan dunia yang sempit, namun lebih kepada
persoalan kehidupan akhirat yang luas membentang. *Wallahu alam*...

*Penulis adalah Staf Humas Mahasiswa Pencinta Islam (MPI) Pusat dan Ketua
Mahasiswa Pecinta Islam (MPI) Daerah Bandung

Penulis merupakan mahasiswa Ma'had Al Imarat Bandung.
TTL : Subang, 04 Januari 1987
Alamat Tinggal : Jalan Kopo 231-233 Bandung
No HP : 085294450101email : akhfillah@...

http://muslimdaily.net/opini/wawasanislam/obrolan-tentang-syariah-dan-khilafah.h\
tml


[Non-text portions of this message have been removed]

#36646 From: aalghifari@...
Date: Wed Apr 4, 2012 2:11 am
Subject: Tebusan Iman dan Dosa
aalghifari
Send Email Send Email
 
Tebusan Iman dan Dosa

Assalaamualaikum Wr. Wb.

Sahabat seiman..,
Lihatlah pagi, cerahnya jangan tercemar lalai dalam dzikir, sejuknya jangan
terkotor takabbur dalam ibadah, segarnya jangan ternoda bakhil dalam amal.
segera tatap sebait ayat, artinya:
Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan mati sedang mereka tetap dalam
kekafirannya, Maka tidaklah akan diterima dari seseorang diantara mereka emas
sepenuh bumi, walaupun dia menebus diri dengan emas (yang sebanyak) itu. bagi
mereka Itulah siksa yang pedih dan sekali-kali mereka tidak memperoleh penolong
(Q.S. Ali Imran: 91)

Sahabat seiman..,
Kuyakin kita memiliki segudang iman tuk membeli dua kebahagiaan tak ternilai,
dunia dan akhirat. Tak mampukah iman menggetar hati menginsafkan diri dari dosa,
sehebat itukah secuil bahagia dunia menggoda melalaikan diri hingga terbawa
mati? Dengan iman Ibadah-ibadah kan tertunai sempurna manis terasa. Tugas-tugas
kan tuntas terlaksana, beban masalah kan terselesaikan dengan mudah karenanya.

Sahabat seiman..,
Sebaik apa bait ayat yang terpahami, terucap lisan membasahi, terlaksana amal
menuntuni? Jika mahalnya iman tak mampu membeli sekejap nikmat dunia, jangan
berharap secuil dunia mampu menebus siksa adzab akhirat. Mari sahabat, Allah SWT
mengundang kita menghampiri, segera perbaharui dan tingkatkan iman di dada.
Selamat beraktifitas! (@_SaiBah)

#36647 From: muhamad agus syafii <agussyafii@...>
Date: Wed Apr 4, 2012 3:12 am
Subject: Istriku, Menangislah Pada Allah
agussyafii
Send Email Send Email
 
Istriku, Menangislah Pada Allah

By: Muhamad Agus Syafii

Di Rumah Amalia seorang ibu dengan bercucuran air mata merasakan kepedihan
dihati menuturkan disaat mata suaminya terpejam ia melihat air mata yang
mengalir dari kedua mata suaminya. Seingatnya didalam perjalanan hidup berumah
tangga jarang sekali suaminya menangis, itu adalah yang ketiga kalinya. Dua kali
sebelumnya adalah ketika anak satu-satunya yang masih balita meninggal dunia dan
kedua disaat ia keguguran yang harus dirawat di Rumah Sakit. Ia duduk di kasur
mengusap kepala sang suami, "Mas, hidup dan mati adalah urusan Allah, kita tidak
pernah tahu soal itu. Siapa yang menyangka anak kita lebih cepat dipanggil?
Mungkin besok malah aku yang dipanggil duluan harus menghadap Ilahi, yang
penting kita berserah diri kepada Allah."
Suaminya memeluk tubuhnya, "Berat banget ya Ma, cobaan hidup ini buat kita." Air
matanya deras mengucur, ia memeluk suaminya dan ikut dalam tangisan. "Kamu harus
kuat Mas, kamu harus kuat..memohonlah pada Allah." Sebelah hatinya tersayat
kepedihan karena suaminya terguncang, terpuruk setelah tahu penyakit yang
dideritanya, tetapi disisi lain sebagai seorang bersyukur karena disaat mereka
terpuruk malah semakin mendekatkan diri kepada Allah, mendorong suaminya agar
tegar menatap realitas. Tetapi tak seiring dengan harapan, kondisi sang suami
tidak menjadi lebih baik, hari demi hari kondisi suaminya lebih memburuk lagi,
panasnya terus meningkat, semakin sulit makan, tepat seminggu di Rumah Sakit
panas tubuhnya meninggi melewati temperatur 40.  Kondisi suaminya kian melemah
membuat tak sadarkan diri. Berbagai doa dipanjatkan, sentuhan kasih sayang untuk
menguatkan dilakukannya, sehari berikutnya siuman. Senyum menghias diwajah
suaminya, membisikkan
  kata-kata lirih ditelinga, "Istriku, menangislah pada Allah" Dihadapannya 
sang suami mengucap dua kalimat syahadat sebelum menghembuskan napas terakhir.
Suster memakai alat pemicu jantung tapi suaminya tetap tak tertolong, telah
berpulang kehadapan Sang Khaliq. Air matanya mengalir deras, melepas kepergian
suami yang dicintainya. Semua menjadi tinggal kenangan.
--
Sahabatku aminkan doa ini, agar malam ini diberikan ketenangan hati & ikhlas
menerima ketetapan Allah, "Allahumma r zuqni nafs’an muthmainnatan tu’minu
biliqa-ika wa tardha biqadha-ika .”Ya Allah berilah kami, yang tenang, yang
beriman akan saat perjumpaan dengan-Mu dan ridha menerima segala
ketetapan-Mu.”

Wassalam,
Muhamad Agus Syafii
--
Sahabatku..Yuk, tebarkan cinta & kepedulian pada sesama dg hadir pada kegiatan
"Secercah Harapan Untuk Amalia (CERIA)", Ahad, 15 April 2012. Jam 8 s.d 12 pagi
di Rumah Amalia. Bila  berkenan berpartisipasi dlm bentuk buku2, Majalah,
Komik, Novel, Cerpen,Kaset VCD, CD, DVD ( ISLAMI ), IPTEK, buku Pelajaran,
peralatan sekolah, paket sembako, konsumsi silahkan kirimkan ke Rumah Amalia,
Jl. Subagyo IV blok ii, No. 24 Komplek Peruri, Ciledug, Tangerang 15151.
Dukungan & partisipasi anda sangat berarti bagi kami. Info: agussyafii@...
atau SMS 087 8777 12 431, http://agussyafii.blogspot.com,
http://www.twitter.com/agussyafii

[Non-text portions of this message have been removed]

#36648 From: "Umul" <u_choironi@...>
Date: Wed Apr 4, 2012 12:14 pm
Subject: Mensyukuri Republik Indonesia
uchoir
Send Email Send Email
 
Salam,

Numpang sharing. Demi sebuah bangsa yang mestinya pandai bersyukur atas berkat
dan Rohmat Allah Yang Maha Kuasa kepada bangsa dan negara kita.

Salam/... Umul
Powered by Telkomsel BlackBerry

-----Original Message-----
From: pranoto <pranoto12@...>
Sender: ploso@yahoogroups.com
Date: Wed, 4 Apr 2012 14:40:57
To: <ploso@yahoogroups.com>
Reply-To: ploso@yahoogroups.com
Subject: [ploso]  Mensyukuri Republik Indonesia

Teman teman,

ternyata bikin negara itu ndak gampang
kita merasa tidak memiliki apa apa, sampai akhirnya melihat orang lain yang
tidak memiliki, baru sadar kalau kita punya sesuatu

waktu terbang ke Dubai, sebelah saya orang Afghan ber jenggot panjang
tapi biar tampang serem, orang nya ramah. kata anak muda sekarang, tampang
rambo tapi hati seperti rinto harahap :)
apalagi setelah saya kasih tahu kata kunci: saya masalman, alias saya
muslim, makin ramah

nah, dia itu pedagang mobil, sering wira wiri dari Paktya di Afghan ke
Dubai, kulakan mobil bekas
sampai ke soal umur, saya tanya, berapa umur sampeyan ?
dia kelihatan kaget dan mikir lama
lha, koq umur sendiri saja gak tahu pikir saya ?
maka saya minta tunjukkan paspor nya, saya lihat umurnya baru 35
saya bilang: umur kamu 35, kontan dia menolak, gak mungkin, umur saya sudah
lebih dari 40 paling tidak
lha, yang di paspor itu, umur paspor.....
walah, betul, soalnya tanggal lahir 1 Januari

maka, saya nanya, koq bisa nggak sama ?
lha, jaman perang selama 30 tahun, kantor catatan sipil sudah ambur adul,
berantakan, kantor di bom, arsip sudah pada kemana, dan pegawai pada
kemana...
siapa yang berhak mengeluarkan KTP, juga ndak jelas
apa depdagri, apa pemerintah lokal, apa kelurahan, atau dep hankam :)
berhubung perlu paspor, ya sudah data apa saja di terima oleh pihak
imigrasi afghan....

***

saya baru ngeh, kalau disini tidak ada kredit rumah, kredit sepeda motor,
koperasi, asuransi dll
lha, pertanyaan pertama: ada KTP ?. bisa bisa ada KTP keluaran kelurahan,
keluaran RT, keluaran pos polisi atau apa saja
gimana lantas bank mau menyalurkan kredit nya ?

mereka iri waktu saya bilang, di Indonesia cukup dengan 50 dollar bisa bawa
pulang motor
nggak usah ngomong kurikulum sekolah: ada yang ikut ala Iran, ala Rusia,
ala Amerika dan ala Pakistan
depdikbud ikutan pusing ngaturnya
sepuluh tahun amerika disini, 17 milyar dollar habis, menyeragamkan KTP
saja masih sulit

tidak heran PBB sekarang mengambil alih Sudan Selatan, merekrut 65 ribu
orang untuk mengisi pemerintahan yang dikendalikan PBB
setelah itu baru diserahkan ke orang Sudan

***

alhamdulillah Indonesia sudah melewati masa masa itu
tinggal cari pemimpin yang beres, karena infrastruktur sosial dan fisik
sudah ada
tiba  tiba saya merasa, Indonesia memiliki banyak hal yang tidak di miliki
oleh negara lain
dan sekelebat pencerahan datang: bahwa infrastruktur fisik dan sosial yang
kuat bisa menentukan daya saing suatu bangsa
lebih dari sekedar kekayaan alam tapi tanpa infrastruktur moral yang baik
dan ini menjelaskan, kenapa Swiss adalah raja coklat di dunia tanpa satu
hektar pun kebun coklat
dan kenapa Bridgestone di Jepang adalah ban terbaik di dunia tanpa satu
hektar pun kebun karet
dan semakin jelas, kenapa di Indonesia Raya kata kata bangunlah jiwanya di
sebut dahulu...

salam,

pranoto
kabul, awal april 2012



[Non-text portions of this message have been removed]

#36649 From: muhamad agus syafii <agussyafii@...>
Date: Wed Apr 4, 2012 2:10 pm
Subject: Jodoh Dan Samudra Kehidupan
agussyafii
Send Email Send Email
 
Jodoh Dan Samudra Kehidupan

By: Muhamad Agus Syafii

Sahabatku, yang ingin segera menikah. Mempersiapkan diri dan memperkokoh
keimanan kepada Allah agar diberi kekuatan dan kesabaran adalah bagian yang
paling fundamental dalam rumah tangga, sebab begitu bertemu dengan jodoh anda
bukan berarti segala permasalahan kehidupan berakhir, namun itu titik berangkat.
Berumah tangga bagaikan mengemudi bahtera di tengah samudera luas. Lautan
kehidupan seperti tak bertepi, dan medan hamparan kehidupan sering tiba-tiba
berubah.  Memasuki lembaran baru hidup berkeluarga biasanya dipandang sebagai
pintu kebahagiaan. Segala macam harapan kebahagiaan ditumpahkan pada lembaga
keluarga. Akan tetapi setelah periode “impian indah” terlampaui orang harus
menghadapi realita kehidupan. Sunnah kehidupan ternyata adalah “problem”.
Kehidupan kita, tak terkecuali dalam lingkup keluarga adalah problem, problem
sepanjang masa. Tidak ada seorangpun yang hidupnya terbebas dari problem, tetapi
ukuran keberhasilan hidup justeru
  terletak pada kemampuan seseorang mengatasi problem. Sebaik-baik mukmin adalah
orang yang selalu diuji tetapi lulus terus, khiyar al mu’min mufattanun
tawwabun.(hadis). Problem itu sendiri juga merupakan ujian dari Allah. siapa
diantara ,mereka yang berfikir positif, sehingga dari problem itu justeru lahir
nilai kebaikan, liyabluwakum ayyukum ahsanu `amala (Q/67:2) liyabluwakum fi ma a
ta kum (Q/6:165).

Sahabatku yang ingin segera menikah, carilah jodoh dunia akhirat, jodoh yang
setia dalam mengarungi samudra kehidupan yang penuh ombak dan badai kehidupan
yang menghempas bahtera rumah tangga anda, carilah pasangan yang tangguh, kuat
dan kokoh, tahan penderitaan, pasangan yang hanya dengan mengharap keridhaan
Allah. Maka bahtera rumah tangga anda akan bisa mengarungi samudra kehidupan
dengan selamat dunia dan akhirat. Bila memang ada niat & keinginan
sungguh-sungguh untuk mendapatkan jodoh. Jangan putus asa, tetaplah berikhitiar
& memohon kpd Allah maka Allah akan mengirimkan jodoh yg terbaik untuk anda.

--
Sahabatku, yuk..aminkan doa ini untuk mendapatkan jodoh yg terbaik dari sisi
Allah, membina keluarga sakinah mawaddah warahmah. 'Rabbana hablana milladunka
zaujan thayyiban wayakuna shahiban lii fiddini waddunya wal akhirah' Artinya.
'Ya Tuhan kami, berikanlah kami pasangan yg terbaik dari sisiMu, pasangan yg
juga menjadi sahabat kami dlm urusan agama, urusan dunia & akhirat.'

Wassalam,
Muhamad Agus Syafii
--
Sahabatku yang "single" ingin segera menikah. Jangan berputus asa, memohonlah pd
Allah maka Allah akan kirimkan jodoh yg terbaik dari sisiNya untuk anda.
yuk..hadir di kegiatan "Secercah Harapan Untuk Amalia (CERIA)", Ahad, 15 April
2012. Jam 8 s.d 12 pagi di Rumah Amalia. Bila berkenan berpartisipasi dlm bentuk
baju baru, paket sembako, konsumsi silahkan kirimkan ke Rumah Amalia, Jl.
Subagyo IV blok ii, No. 24 Komplek Peruri, Ciledug, Tangerang 15151. Dukungan &
partisipasi anda sangat berarti bagi kami. Info: agussyafii@... atau SMS
087 8777 12 431,http://agussyafii.blogspot.com/




[Non-text portions of this message have been removed]

#36650 From: aalghifari@...
Date: Thu Apr 5, 2012 12:49 am
Subject: Nasihat itu obat
aalghifari
Send Email Send Email
 
Nasihat itu obat

Assalaamualaikum Wr. Wb.

Sahabat seiman..,
Bila dapat kau rasa debar kalbu, tak kan sabar hati segera bercumbu, agar ayat
menjadi nasihat, lahir bathin menjadi sehat dan prestasi kerja semakin hebat,
Allah SWT berfirman, artinya: Dan apabila dikatakan kepadanya: "Bertakwalah
kepada Allah", bangkitlah kesombongannya yang menyebabkannya berbuat dosa. Maka
cukuplah (balasannya) neraka jahannam. dan sungguh neraka Jahannam itu tempat
tinggal yang seburuk-buruknya. (Q.S. Al Baqoroh: 206)

Sahabat seiman..,
Hati yang bersih akan merindu nasihat, fitrahnya akan merasa begitu takut sesat,
kekeliruannya khawatir mendatang laknat. Apa yang ia miliki membuat ia berpikir
akankah ia menjadi beban atau boomerang, ataukah menjadi pohon kebaikan. Apa
yang ia perbuat membuat dia berdzikir, kepada Allah kah ia kian mendekat, atau
semakin jauhkah ia karena maksiyat?

Sahabat seiman..,
Apalagi yang dapat diharap jika teguran tak lagi bermanfaat, bila nasihat
semakin menambah sesat. Tataplah prestasi ibadah dan amal kita, bilakah saat
ajal datang cukupkah ilmu kita menenangkan, sempurnakah amal kita memuaskan,
selamatkah diri kita dari kesalahan? Lalu apa yang menghalangi kita menerima
teguran, atau membuat kita sombong seakan tak butuh peringatan, selamat
beraktifitas! (@_SaiBah)

#36651 From: A Nizami <nizaminz@...>
Date: Thu Apr 5, 2012 2:45 am
Subject: Keajaiban Al Qur’an dan Ilmu Pengetahuan
nizaminz
Send Email Send Email
 
Assalamu'alaikum wr wb,
Keajaiban Al Qur’an dan Ilmu Pengetahuan
Benar kiranya jika Al Qur’an disebut sebagai mukjizat. Bagaimana tidak,
ternyata ayat-ayat Al Qur’an yang diturunkan di abad ke 7 masehi di mana ilmu
pengetahuan belum berkembang (saat itu orang mengira bumi itu rata dan matahari
mengelilingi bumi), sesuai dengan ilmu pengetahuan modern yang baru-baru ini
ditemukan oleh manusia.

Sebagai contoh ayat di bawah:

“Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi
itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara
keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah
mereka tiada juga beriman?” [Al Anbiyaa:30]


Saat itu orang tidak ada yang tahu bahwa langit dan bumi itu awalnya satu.
Ternyata ilmu pengetahuan modern seperti teori Big Bang dan teori ilmiyah
lainnya menyatakan bahwa alam semesta (bumi dan langit) itu dulunya satu.
Kemudian akhirnya pecah menjadi sekarang ini.

Kemudian ternyata benar segala yang bernyawa, termasuk tumbuhan bersel satu
pasti mengandung air dan juga membutuhkan air. Keberadaan air adalah satu
indikasi adanya kehidupan di suatu planet. Tanpa air, mustahil ada kehidupan.
Inilah satu kebenaran ayat Al Qur’an.

Tatkala merujuk kepada matahari dan bulan di dalam Al Qur’an, ditegaskan bahwa
masing-masing bergerak dalam orbit atau garis edar tertentu.

“Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan.
Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya.” (Al Qur’an,
21:33)

Disebutkan pula dalam ayat yang lain bahwa matahari tidaklah diam, tetapi
bergerak dalam garis edar tertentu:

“Dan matahari berjalan di tempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Yang Maha
Perkasa lagi Maha Mengetahui.” (Al Qur’an, 36:38)

Langit yang mengembang (Expanding Universe)

Dalam Al Qur’an, yang diturunkan 14 abad silam di saat ilmu astronomi masih
terbelakang, mengembangnya alam semesta digambarkan sebagaimana berikut ini:

“Dan langit itu Kami bangun dengan kekuasaan (Kami) dan sesungguhnya Kami
benar-benar meluaskannya.” (Al Qur’an, 51:47)

Menurut Al Qur’an langit diluaskan/mengembang. Dan inilah kesimpulan yang
dicapai ilmu pengetahuan masa kini.

Menurut Stephen Hawkings dengan teori Big Bang, sejak terjadinya peristiwa Big
Bang, alam semesta telah mengembang secara terus-menerus dengan kecepatan maha
dahsyat. Teori lain seperti Inflationary juga berpendapat jagad raya terus
berkembang. Para ilmuwan menyamakan peristiwa mengembangnya alam semesta dengan
permukaan balon yang sedang ditiup.

Hingga awal abad ke-20, satu-satunya pandangan yang umumnya diyakini di dunia
ilmu pengetahuan adalah bahwa alam semesta bersifat tetap dan telah ada sejak
dahulu kala tanpa permulaan. Namun, penelitian, pengamatan, dan perhitungan yang
dilakukan dengan teknologi modern, mengungkapkan bahwa alam semesta sesungguhnya
memiliki permulaan, dan ia terus-menerus “mengembang”.

Pada awal abad ke-20, fisikawan Rusia, Alexander Friedmann, dan ahli kosmologi
Belgia, George Lemaitre, secara teoritis menghitung dan menemukan bahwa alam
semesta senantiasa bergerak dan mengembang.

Fakta ini dibuktikan juga dengan menggunakan data pengamatan pada tahun 1929.
Ketika mengamati langit dengan teleskop, Edwin Hubble, seorang astronom Amerika,
menemukan bahwa bintang-bintang dan galaksi terus bergerak saling menjauhi.

Gunung yang Bergerak

“Dan kamu lihat gunung-gunung itu, kamu sangka dia tetap di tempatnya, padahal
ia berjalan sebagai jalannya awan.” [QS 27:88]

14 abad lampau seluruh manusia menyangka gunung itu diam tidak bergerak. Namun
dalam Al Qur’an disebutkan gunung itu bergerak.

Gerakan gunung-gunung ini disebabkan oleh gerakan kerak bumi tempat mereka
berada. Kerak bumi ini seperti mengapung di atas lapisan magma yang lebih rapat.
Pada awal abad ke-20, untuk pertama kalinya dalam sejarah, seorang ilmuwan
Jerman bernama Alfred Wegener mengemukakan bahwa benua-benua pada permukaan bumi
menyatu pada masa-masa awal bumi, namun kemudian bergeser ke arah yang
berbeda-beda sehingga terpisah ketika mereka bergerak saling menjauhi.



Para ahli geologi memahami kebenaran pernyataan Wegener baru pada tahun 1980,
yakni 50 tahun setelah kematiannya. Sebagaimana pernah dikemukakan oleh Wegener
dalam sebuah tulisan yang terbit tahun 1915, sekitar 500 juta tahun lalu seluruh
tanah daratan yang ada di permukaan bumi awalnya adalah satu kesatuan yang
dinamakan Pangaea. Daratan ini terletak di kutub selatan.

Sekitar 180 juta tahun lalu, Pangaea terbelah menjadi dua bagian yang
masing-masingnya bergerak ke arah yang berbeda. Salah satu daratan atau benua
raksasa ini adalah Gondwana, yang meliputi Afrika, Australia, Antartika dan
India. Benua raksasa kedua adalah Laurasia, yang terdiri dari Eropa, Amerika
Utara dan Asia, kecuali India. Selama 150 tahun setelah pemisahan ini, Gondwana
dan Laurasia terbagi menjadi daratan-daratan yang lebih kecil.

Benua-benua yang terbentuk menyusul terbelahnya Pangaea telah bergerak pada
permukaan Bumi secara terus-menerus sejauh beberapa sentimeter per tahun.
Peristiwa ini juga menyebabkan perubahan perbandingan luas antara wilayah
daratan dan lautan di Bumi.

Pergerakan kerak Bumi ini diketemukan setelah penelitian geologi yang dilakukan
di awal abad ke-20. Para ilmuwan menjelaskan peristiwa ini sebagaimana berikut:

Kerak dan bagian terluar dari magma, dengan ketebalan sekitar 100 km, terbagi
atas lapisan-lapisan yang disebut lempengan. Terdapat enam lempengan utama, dan
beberapa lempengan kecil. Menurut teori yang disebut lempeng tektonik,
lempengan-lempengan ini bergerak pada permukaan bumi, membawa benua dan dasar
lautan bersamanya. Pergerakan benua telah diukur dan berkecepatan 1 hingga 5 cm
per tahun. Lempengan-lempengan tersebut terus-menerus bergerak, dan menghasilkan
perubahan pada geografi bumi secara perlahan. Setiap tahun, misalnya, Samudera
Atlantic menjadi sedikit lebih lebar. (Carolyn Sheets, Robert Gardner, Samuel F.
Howe; General Science, Allyn and Bacon Inc. Newton, Massachusetts, 1985, s. 30)

Ada hal sangat penting yang perlu dikemukakan di sini: dalam ayat tersebut Allah
telah menyebut tentang gerakan gunung sebagaimana mengapungnya perjalanan awan.
(Kini, Ilmuwan modern juga menggunakan istilah “continental drift” atau
“gerakan mengapung dari benua” untuk gerakan ini. (National Geographic
Society, Powers of Nature, Washington D.C., 1978, s.12-13)

Tidak dipertanyakan lagi, adalah salah satu kejaiban Al Qur’an bahwa fakta
ilmiah ini, yang baru-baru saja ditemukan oleh para ilmuwan, telah dinyatakan
dalam Al Qur’an.

“Dan Kami telah meniupkan angin untuk mengawinkan dan Kami turunkan hujan dari
langit lalu Kami beri minum kamu dengan air itu dan sekali kali bukanlah kamu
yang menyimpannya.” (Al Qur’an, 15:22)

Ramalan Kemenangan Romawi atas Persia

“Alif, Lam, Mim. Telah dikalahkan bangsa Romawi, di negeri yang terdekat dan
mereka sesudah dikalahkan itu akan menang, dalam beberapa tahun (lagi). Bagi
Allah-lah urusan sebelum dan sesudah (mereka menang).” (Al Qur’an, 30:1-4)

Ayat-ayat ini diturunkan kira-kira pada tahun 620 Masehi, hampir tujuh tahun
setelah kekalahan hebat Bizantium Kristen di tangan bangsa Persia, ketika
Bizantium kehilangan Yerusalem. Kemudian diriwayatkan dalam ayat ini bahwa
Bizantium dalam waktu dekat menang. Padahal, Bizantium waktu itu telah menderita
kekalahan sedemikian hebat hingga nampaknya mustahil baginya untuk
mempertahankan keberadaannya sekalipun, apalagi merebut kemenangan kembali.
Tidak hanya bangsa Persia, tapi juga bangsa Avar, Slavia, dan Lombard menjadi
ancaman serius bagi Kekaisaran Bizantium. Bangsa Avar telah datang hingga
mencapai dinding batas Konstantinopel. Kaisar Bizantium, Heraklius, telah
memerintahkan agar emas dan perak yang ada di dalam gereja dilebur dan dijadikan
uang untuk membiayai pasukan perang. Banyak gubernur memberontak melawan Kaisar
Heraklius dan dan Kekaisaran tersebut berada pada titik keruntuhan. Mesopotamia,
Cilicia, Syria, Palestina, Mesir dan Armenia, yang
  semula dikuasai oleh Bizantium, diserbu oleh bangsa Persia. (Warren Treadgold,
A History of the Byzantine State and Society, Stanford University Press, 1997,
s. 287-299.)

Diselamatkannya Jasad Fir’aun

“Maka pada hari ini Kami selamatkan badanmu supaya kamu dapat menjadi
pelajaran bagi orang-orang yang datang sesudahmu” [QS 10:92]

Maurice Bucaille dulunya adalah peneliti mumi Fir’aun di Mesir. Pada mumi
Ramses II Dia menemukan keganjilan, yaitu kandungan garam yang sangat tinggi
pada tubuhnya.  Dia baru kemudian menemukan jawabannya di Al-Quran, ternyata
Ramses II ini adalah Firaun yang dulu ditenggelamkan oleh Allah swt ketika
sedang mengejar Nabi Musa as.

Injil & Taurat hanya menyebutkan bahwa Ramses II tenggelam; tetapi hanya
Al-Quran yang kemudian menyatakan bahwa mayatnya diselamatkan oleh Allah swt,
sehingga bisa menjadi pelajaran bagi kita semua.

Perhatikan bahwa Nabi Muhammad saw hidup 3000 tahun setelah kejadian tersebut,
dan tidak ada cara informasi tersebut (selamatnya mayat Ramses II) dapat
ditemukan beliau (karena di Injil & Taurat pun tidak disebut). Makam Fir’aun,
Piramid, yang tertimbun tanah baru ditemukan oleh arkeolog Giovanni Battista
Belzoni tahun 1817.Namun Al-Quran bisa menyebutkannya karena memang firman Allah
swt (bukan buatan Nabi Muhammad saw).

Segala Sesuatu diciptakan Berpasang-pasangan

Al Qur’an yang berulang-ulang menyebut adanya pasangan dalam alam
tumbuh-tumbuhan, juga menyebut adanya pasangan dalam rangka yang lebih umum, dan
dengan batas-batas yang tidak ditentukan.

“Maha Suci Tuhan yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya baik dari
apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa-apa yang
mereka tidak ketahui.” [Yaa Siin 36:36]

Kita dapat mengadakan hipotesa sebanyak-banyaknya mengenai arti hal-hal yang
manusia tidak mengetahui pada zaman Nabi Muhammad. Hal-hal yang manusia tidak
mengetahui itu termasuk di dalamnya susunan atau fungsi yang berpasangan baik
dalam benda yang paling kecil atau benda yang paling besar, baik dalam benda
mati atau dalam benda hidup. Yang penting adalah untuk mengingat pemikiran yang
dijelaskan dalam ayat itu secara rambang dan untuk mengetahui bahwa kita tidak
menemukan pertentangan dengan Sains masa ini.

Meskipun gagasan tentang “pasangan” umumnya bermakna laki-laki dan
perempuan, atau jantan dan betina, ungkapan “maupun dari apa yang tidak mereka
ketahui” dalam ayat di atas memiliki cakupan yang lebih luas. Kini, cakupan
makna lain dari ayat tersebut telah terungkap. Ilmuwan Inggris, Paul Dirac, yang
menyatakan bahwa materi diciptakan secara berpasangan, dianugerahi Hadiah Nobel
di bidang fisika pada tahun 1933. Penemuan ini, yang disebut “parité”,
menyatakan bahwa materi berpasangan dengan lawan jenisnya: anti-materi.
Anti-materi memiliki sifat-sifat yang berlawanan dengan materi. Misalnya,
berbeda dengan materi, elektron anti-materi bermuatan positif, dan protonnya
bermuatan negatif. Fakta ini dinyatakan dalam sebuah sumber ilmiah sebagaimana
berikut:

“…setiap partikel memiliki anti-partikel dengan muatan yang berlawanan …
dan hubungan ketidakpastian mengatakan kepada kita bahwa penciptaan berpasangan
dan pemusnahan berpasangan terjadi di dalam vakum di setiap saat, di setiap
tempat.”

Semua ini menunjukkan bahwa unsur besi tidak terbentuk di Bumi, melainkan dibawa
oleh meteor-meteor melalui letupan bintang-bintang di luar angkasa, dan kemudian
“dikirim ke bumi”, persis sebagaimana dinyatakan dalam ayat tersebut. Jelas
bahwa fakta ini tak mungkin diketahui secara ilmiah pada abad ke-7, di saat Al
Qur’an diturunkan.

Tulisan di atas hanyalah sebagian kecil dari keajaiban Al Qur’an yang ada dan
ternyata sesuai dengan ilmu pengetahuan modern. Bagi yang ingin tahu lebih
banyak silahkan baca buku referensi di bawah.

Jelas Al Qur’an itu benar dan tak ada keraguan di dalamnya.

”Kitab Al Quran ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang
bertaqwa” [Al Baqarah:2]

Jika agama lain bisa punya lebih dari 4 versi kitab suci yang berbeda satu
dengan lainnya, maka Al Qur’an hanya ada satu dan tak ada pertentangan di
dalamnya:

”Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al Quran? Kalau kiranya Al Quran itu
bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di
dalamnya.” [An Nisaa’:82]

Al Qur’an adalah satu-satunya kitab suci yang bisa dihafal jutaan manusia
(Hafidz/penghafal Al Qur’an) sehingga keaslian/kesuciannya selalu terjaga.

Baca selengkapnya di:
http://media-islam.or.id/2007/11/07/keajaiban-al-quran-dan-ilmu-pengetahuan



Silahkan baca juga:

http://media-islam.or.id/category/artikel-penting


.
===
Belajar Islam sesuai Al Qur'an dan Hadits di http://media-islam.or.id


Paket Umrah 2011 mulai US$ 1.700/orang di
http://media-islam.or.id/2011/01/24/paket-umroh-2011-mulai-us-1-400


Promosi Tahun Baru Hijriyah Pembuatan Website (All in) 1 Dinar (Rp 2,3 juta):
http://media-islam.or.id/2010/07/22/pembuatan-website-seharga-2-dinar
Milis Syiar Islam: syiar-islam-subscribe@yahoogroups.com 

#36652 From: muhamad agus syafii <agussyafii@...>
Date: Thu Apr 5, 2012 3:27 am
Subject: Pemenang Kehidupan
agussyafii
Send Email Send Email
 
Pemenang Kehidupan

By: M. Agus Syafii

Ditengah kebahagiaan. Tiba-tiba musibah datang memporakporandakan semua. Musibah
menjadi terasa teramat berat karena kita sedang berbahagia. Biasanya ditengah
kebahagiaan seperti itu kita lengah. Jika ada hal yang buruk kita benar-benar
terhenyak dibuatnya. Sama sekali tidak kita sangka. Kebahagiaan mampu membuat
diri kita mabuk kepayang. Kita tidak dalam keadaan sadar dan mawas diri dengan
keadaan sekeliling kita karena kita merasakan kenikmatan yang tiada tara
sehingga begitu tertimpa kepedihan membuat tubuh kita seolah terguncang hebat. 
Tanpa kita sadari terucap oleh kita. 'Ya Allah, kenapa ini terjadi pada diri ku?
Aku tidak lalai, tapi aku tidak siap. Aku tidak melupakan diriMu, tetapi aku
sedang berbahagia.' Sabar menerima musibah membuat tubuh kita menjadi ringan
dari penderitaan bahkan mampu menghapus dosa-dosa kita. Setiap musibah, ujian &
cobaan yang datang akan disesuaikan dengan kadar kemampuan kita dalam
menerimanya karena Allah sangatlah
  memahami seberapa kekuatan kita dalam menerimanya sehingga Allah tidak akan
memberikan musibah, ujian & cobaan diluar kesanggupan kita.

Musibah hadir di dalam kehidupan kita sebagai proses menyucikan kita dari segala
kotoran yang melekat dalam jiwa kita sehingga dosa dan segala kotoran jiwa kita
dibersihkan dengan kekuatan daya pembersihannya. Musibah, ujian & cobaan adalah
sparing partner dalam hidup ini. Bila kita memahami bahwa musibah, ujian &
cobaan sebagai sparing partner di dalam kehidupan kita maka sudah sepatutnya
kita mampu menyambut disetiap musibah dengan lapang dada dan rasa optimis di
dalam hidup ini bahwa Allah memuliaan hidup kita dengan berbagai cara yang
indah, terkadang sekalipun kita merasakan hal itu menyakitkan dan membuat hati
terasa pedih karena Allah memberikan kita sparing partner yang lebih kuat &
tangguh. Semakin kuat & tangguh sparing partner kita malah semakin baik agar
kita menjadi kuat dan tujuannya hanya satu agar anda bisa menjadi pemenang.
Pemenang yang diberikan keberkahan yang sempurna & rahmat Allah serta
mendapatkan petunjuk.

Dan Sesungguhnya akan kami berikan cobaan kepadamu dengan sedikit ketakutan,
kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan, Dan berikanlah berita gembira
kepada orang-orang yang sabar, yaitu orang-orang yang apabila tertimpa musibah
mereka mengucapkan 'inna lillaahi wa inna ilaihi raajiuun' (Sesungguhnya kami
adalah milik Allah dan kepadaNya kami akan kembali). Mereka itulah yang
mendapatkan keberkahan yang sempurna dan rahmat Tuhan mereka dan mereka itulah
orang-orang yang mendapatkan petunjuk. (al-Baqarah : 155 -157).

--
Sahabatku aminkan doa ini, doa memohon keberkahan dan terhindar dari musibah dan
marabahaya, Allalhumma aktsir ma li wawaladi, wabarika li fima a’thaitani,
wa-athil hayati’ala ‘atika, wa ahsin’ amali, waghfirli.”Ya Allah ,
limpahkanlah kami rizki yang berlimpah serta anak kami dan berkahilah apa yang
Engkau berikan kepada kami. Panjangkanlah umur kami dalam ketaatan kepadaMu ,
perbaikilah amal kami dan ampunilah kami.”

Wassalam,
Muhamad Agus Syafii
--
Sahabatku yang "single" ingin segera menikah. Jangan berputus asa, memohonlah pd
Allah maka Allah akan kirimkan jodoh yg terbaik dari sisiNya untuk anda.
yuk..hadir di kegiatan "Secercah Harapan Untuk Amalia (CERIA)", Ahad, 15 April
2012. Jam 8 s.d 12 pagi di Rumah Amalia. Bila berkenan berpartisipasi dlm bentuk
baju baru, paket sembako, konsumsi silahkan kirimkan ke Rumah Amalia, Jl.
Subagyo IV blok ii, No. 24 Komplek Peruri, Ciledug, Tangerang 15151. Dukungan &
partisipasi anda sangat berarti bagi kami. Info: agussyafii@... atau SMS
087 8777 12 431,http://agussyafii.blogspot.com/

[Non-text portions of this message have been removed]

#36653 From: wirawan <wirawan.smg@...>
Date: Thu Apr 5, 2012 4:05 am
Subject: Keadaan Penghuni Jannah Paling Rendah
wirawan_smg
Send Email Send Email
 
Semoga Allah SWT mengampuni dosa-dosa kita dan memudahkan kita mendapatkan
kampung akhirat terbaik : Jannah...aamiin...

Abdurrazaq meriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi
wa Sallam bersabda, Penghuni surga yang paling rendah tempat tinggal dan
derajatnya yaitu orang yang tak akan masuk surga lagi sesudahnya seorang
pun, diluaskan pandangannya dalam jarak seratus tahun perjalanan, dalam
istana  istana dari emas dan kemah  kemah dari mutiara.

Tidak ada padanya tempat selebar satu jengkal pun melainkan diisi dan
ditempatkan sebanyak tujuh puluh ribu piring dari emas, yang tiada satu
piring darinya melainkan memiliki warna yang tidak terdapat pada yang lain
sepertinya.

Seleranya pada yang terakhir sama dengan seleranya pada yang pertama.

Seandainya diturunkan kepada seluruh penghuni bumi, pasti akan cukup buat
mereka dari apa yang diberikan itu tidak berkurang sedikit pun dari apa
yang didatangkan.


((Sumber : Al-Qalmuni, Syaikh Abu Dzar. Dunia Neraka & Surga dalam Tafsir
Ibnu Katsir. Jakarta Timur : Pustaka Al-Kautsar, 2006)


[Non-text portions of this message have been removed]

#36654 From: wirawan <wirawan.smg@...>
Date: Thu Apr 5, 2012 4:06 am
Subject: Penghuni Jannah Terendah (bag 2)
wirawan_smg
Send Email Send Email
 
Semoga bisa menambah motivasi menjadi lebih baik dan lebih bersabar dalam
menghadapi fitnah dunia...

Penghuni Surga Terendah

       
        
     
        
       
       
    

Telah menceritakan kepada kami Suwaid telah mengkhabarkan kepada kami
Abdullah telah mengkhabarkan kepada kami Risydin bin Sa'ad telah
menceritakan kepadaku Amru bin Al Harits dari Darraj dari Abu Al Haitsam
dari Abu Sa'id Al Khudri berkata:

Rasulullah *Shallallahu 'alaihi wa Salam* bersabda:

"Penghuni surga terendah memiliki delapan puluh ribu pelayan,...tujuh puluh
dua istri,...
untuknya didirikan kubah mutiara, permata dan yaqut yang besarnya seperti
(jarak) antara Jabiyah ke Shan'a."

(Hadits Riwayat TIRMIDZI No 2485)

NB: Ada yg tahu jarak Jabiyah ke Shan'a ndak? :)


[Non-text portions of this message have been removed]

#36655 From: "ali" <ali.hozi@...>
Date: Thu Apr 5, 2012 11:48 am
Subject: Senyum Pak Haji dan Konsep Stabilitas Pembiayaan Bank Syariah
ali.hozi
Send Email Send Email
 
By : Alihozi

Perjalanan saya pertama kali ke kota Batam di bulan Januari 2011 merupakan salah
satu peristiwa yang tidak akan terlupakan dalam hidup saya sebagai s...eorang
bankir bank syariah. Meninjau project salah satu nasabah yaitu penyediaan tenaga
kerja (Man Power Suply) untuk pembuatan kapal penangkapan ikan berukuran sangat
besar di sana. Kota Batam merupakan kota industri yang maju dengan segala
kelengkapan infrastrukturnya yang sengaja dibangun pemerintah untuk menarik
investor asing menanamkan modalnya di Indonesia.

Nasabah kami, panggil saja ia Pak Haji AH mendapatkan project Man Power Suply di
kota Batam dari salah satu perusahaan asing pembuatan kapal laut berukuran
besar. Sepanjang perjalanan menuju lokasi project banyak sekali yang kami
bicarakan khususnya sejarah perkembangan kota Batam dan pembahasan mengenai
pembiayaan di Bank Syariah. Pak Haji AH mulai bertanya kepada saya,

" Pak Ali, Apa yang menjadi keuntungan atau benefit bagi perusahaan kami apabila
pengajuan pembiayaan kami disetujui Bank Syariah tempat Pak Ali , dibandingkan
dengan kami mengajukan kredit di Bank Konvensional, karena setelah kami pelajari
ternyata tingkat bagi hasil yang kami bayarkan kepada Bank Syariah ternyata
lebih mahal 2% dibandingkan dengan Bank Konvensional ? " ucap Pak Haji AH sambil
menatap saya dengan tersenyum.

Saya berfikir sejenak, bagaimana menjawab pertanyaan tsb karena saya menyadari
kalau Pak Haji ini merupakan nasabah yang sangat rasional profit oriented bukan
nasabah emosional religius yaitu nasabah yang tidak terlalu memperhatikan
keharaman bunga bank tetapi ia lebih mengutamakan keuntungan (profit) bagi
perusahaannya . Lalu saya menjawab,

"Pak Haji Maaf sebelumnya, Keuntungan Pertama : "Pada konsep pembiayaan Bank
Syariah itu sangat berbeda jauh dengan kredit Bank Konvensional. Kalau Pak Haji
mengajukan pembiayaan di Bank Syariah akan mendapatkan keuntungan berupa
stabilnya tingkat pembayaran bagi hasil ke Bank Syariah sedangkan kalau Pak Haji
membayar bunga ke Bank Konvensional memang awalnya murah tapi Pak Haji suatu
saat nanti bisa mengalami kerugian karena adanya perubahan tingkat suku bunga
yang tinggi secara tiba-tiba."

Saya terus menjelaskan pentingnya Konsep Stabilitas Pembiayaan Bank Syariah,

"Pak Haji, Sesuatu yang stabil tentunya tak banyak bergoyang, maksudnya
bergoyang dalam dunia ekonomi berarti selisih pembayaran angsuran hutang setiap
bulannya/tahunnya adalah kecil , tidak besar. Kestabilan amat dibutuhkan apabila
kita mengharapkan kepastian terutama kita berniat mengambil utang untuk
perusahaan ataupun untuk pribadi. Tentunya kita tidak mau dicap gagal bayar dan
masuk dalam catatan buruk di perbankan bukan? Dalam kondisi semacam itu, kita
akan memilih jenis utang yang pembayarannya stabil tidak bergejolak .

"Jenis utang yang pembayarannya stabil tidak bergejolak tentu saja utang yang
tidak terpengaruh dengan fluktuasi system bunga yaitu jenis utang yang memakai
konsep pembiayaan bank syariah. Dengan konsep pembiayaan bank syariah stabilitas
pengembalian utang akan lebih terjaga karena dengan konsep pembiayaan bank
syariah , suatu bank syariah tidak diperkenankan merubah tingkat bagi hasil atau
pricing yang sudah disepakati pada saat akad s/d akad tsb selesai walaupun
fluktuasi tingkat suku bunga sedang tinggi misalnya karena krisis ekonomi."

"Keuntungan Yang Kedua bila Pak Haji mengajukan pembiayaan di Bank Syariah
tempat saya adalah InsyaAllah saya akan memberikan pelayanan yang cepat dan akan
membantu memberikan masukan atau solusi-solusi atas masalah manajemen keuangan
untuk perusahaan Pak Haji."

Pak Haji tersenyum sangat indah seindah pantai di Jembatan Balerang kota Batam,
mendengarkan penjelasan saya mengenai Konsep Stabilitas Pembiayaan Pada Bank
Syariah.

Alhamdulillah segala puji bagi Allah,SWT karena pertolongan-Nya saya kembali
bisa mengajak salah satu pengusaha kota Jakarta bergabung dengan Bank Syariah
dan saat ini merupakan nasabah yang loyal baik untuk pembiayaan maupun untuk
pendanaan.

Sebagai catatan akhir pada tulisan ini kita harus mengingat bahwa Tiada manusia
yang sempurna, sehebat apapun perencanaan keuangan kita termasuk dengan dibantu
ekonom ternamapun, pasti ada saja variable-variabel yang benar-benar tak terduga
yang mempengaruhi perencanaan keuangan pribadi atau perusahaan kita . Contoh
variabel tidak terduga adalah krisis ekonomi yang berpengaruh pada fluktuasi
tingkat suku bunga seperti krisis ekonomi tahun 1997-1998 dan krisis ekonomi
global tahun 2008-2009.

Ahli keuangan dan perbankan dari Columbia Univesity , Prof.Frederic S.Mishkin.
Dalam bukunya yang berjudul " The Economics of Money, Banking and Financial
Markets " pada Bab tentang Perilaku Suku Bunga , Ia menjelaskan bahwa suku bunga
dipengaruhi oleh penawaran dan permintaan obligasi negara/swasta dan juga
dipengaruhi oleh penawaran dan permintaan uang dalam system perekonomian.

Ia juga mengakui bahwa tingkat suku bunga sangat berfluktuasi tajam dan sangat
sulit diprediksikan kapan naik dan turunnya, seringkali para ahli yang paling
top sekalipun meleset dalam meramal tingkat suku bunga."

Tangerang, 05 April 2012


Alihozi (Prkatisi Bank Syariah)
http://www.facebook.com/SejutaSenyumDenganBankirBankSyariah
http://alihozi77.blogspot.com

#36656 From: muhamad agus syafii <agussyafii@...>
Date: Fri Apr 6, 2012 1:14 am
Subject: Akhirnya Bertemu Jodoh
agussyafii
Send Email Send Email
 
Akhirnya Bertemu Jodoh

By: Muhamad Agus Syafii

Disaat hatinya galau menanti jodoh tidak kian datang, membentangkan sajadah
setiap malam. Ditengah ibunda tercinta yang sakit-sakitan dan ayahnya selalu
menanyakan kapan dirinya hendak menikah karena adik-adiknya menunggu dia untuk
segera menikah. Sekalipun belum genap usia tiga puluh tahun sebagai anak pertama
membuat semua tanggung jawab berada di pundaknya. Kehidupannya selalu saja
mendapatkan kelancaran selesai kuliah langsung bisa bekerja bahkan tidak sampai
satu tahun telah dipercaya untuk memimpin satu project. Ditengah kebahagiaan itu
semua terasa hidup kesepian ditengah kesuksesan yang telah diraihnya.

Kedatangannya di Rumah Amalia pada satu kegiatan telah lama direncanakan namun
baru hari itu niatnya kesampaian. "Saya berniat untuk shodaqoh agar Allah
mengabulkan doa saya untuk segera bertemu dengan jodoh saya..Mas," tuturnya.
Pagi itu suara anak-anak Amalia sedang membaca Yasin terdengar meresap dalam
hati. Menyejukkan hati siapapun yang selalu berharap dan memohon kepada Allah
ditengah keputusasaan.

Sampai kemudian Allah menjawab doanya. Disaat pulang kerja hapenya berdering ada
SMS dari bapak. "Mbak, bapak minta mbak Sholat Istikharah, ada pemuda yang
melamar pada bapak, segeralah pulang untuk memberikan jawaban." Membaca SMS itu
membuat air matanya meleleh. Terbayang wajah bapak dan Ibunya bahagia karena
anaknya yang menjadi harapan kedua orang tuanya telah menemukan jodoh justru
disaat keputusasaan dirinya dan dilaksanakan anjuran bapaknya untuk Sholat
Istikharah setelah itu segera menemui Bapak dan Ibu penuh dengan kemantapan hati
untuk menerima lamaran. Sosok laki-laki yang sudah dikenalnya sejak duduk
dibangku SMP. Laki-laki yang sholeh baik, jujur dan bertanggung jawab.
Alhamdulillah semuanya berjalan dengan cepat bertemu jodohnya akhirnya menikah
dengan doa dan restu kedua orang tuanya, hatinya penuh kebahagiaan yang
berlimpah. Subhanallah.

---
Sahabatku, yuk..aminkan doa ini untuk mendapatkan jodoh yg terbaik dari sisi
Allah untuk membina keluarga sakinah mawaddah warahmah. 'Rabbana hablana
milladunka zaujan thayyiban wayakuna shahiban lii fiddini waddunya wal akhirah'
Artinya. 'Ya Tuhan kami, berikanlah kami pasangan yg terbaik dari sisiMu,
pasangan yg juga menjadi sahabat kami dlm urusan agama, urusan dunia & akhirat.'


Wassalam,
Muhamad Agus Syafii
--
Sahabatku yang "single" ingin segera menikah. Jangan berputus asa, memohonlah pd
Allah maka Allah akan kirimkan jodoh yg terbaik dari sisiNya untuk anda.
yuk..hadir di kegiatan "Secercah Harapan Untuk Amalia (CERIA)", Ahad, 15 April
2012. Jam 8 s.d 12 pagi di Rumah Amalia. Bila berkenan berpartisipasi dlm bentuk
baju baru, paket sembako, konsumsi silahkan kirimkan ke Rumah Amalia, Jl.
Subagyo IV blok ii, No. 24 Komplek Peruri, Ciledug, Tangerang 15151. Dukungan &
partisipasi anda sangat berarti bagi kami. Info: agussyafii@... atau SMS
087 8777 12 431,http://agussyafii.blogspot.com/

[Non-text portions of this message have been removed]

#36657 From: muhamad agus syafii <agussyafii@...>
Date: Fri Apr 6, 2012 10:54 am
Subject: Dua Hati Dan Pilar Kebahagiaan
agussyafii
Send Email Send Email
 
Dua Hati Dan Pilar Kebahagiaan

By: Muhamad Agus Syafii

Sahabatku, jodoh artinya dua hati yang bersatu. Sedangkan pernikahan adalah
dipertemukan dua insan oleh Allah dalam ikatan sunnah Rasulullah. Ibarat orang
yang akan menempuh perjalanan jauh, Keberangkatan sepasang musafir yang akan
mengarungi lautan kehidupan yang amat luas, penuh kehati-hatian dan selalu
waspada agar sampai ke tujuan dengan selamat dan sejahtera. Sebagaimana yang
dijelaskan di dalam al Qur’an surat ar-Rum/30:21. 'Di antara tanda-tanda
kebesaran dan kekuasaan Allah adalah Dia menciptakan dari sejenismu
pasangan-pasangan agar (kamu) masing-masing memperoleh ketenteraman dari
(pasangan) nya, dan dijadikannya diantara kamu mawaddah dan rahmah. Sesungguhnya
yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.'
Pernikahan adalah ikrar antara dua mempelai untuk hidup berpasangan. Dalam
Islam, hidup berpasangan merupakan fitrah kehidupan. Bukan hanya manusia yang
disett untuk hidup berpasangan, tetapi benda-benda lain,
  hewan dan tumbuh-tumbuhan pun menurut Al Qur’an juga diciptakan Allah dengan
berpasangan. 'Segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan agar kamu
menyadari (kebesaran Allah).' (Azzariat/51: 49).

Kualitas kita akan diketahui dan teruji hanya setelah kita bertemu jodoh kita,
karena dalam hidup berpasangan akan dapat diketahui kualitas, kapasitas dan
sifat-sifat kemanusiaannya. Dalam hidup pernikahan itulah seseorang teruji
kepribadiannya, tanggung jawabnya, keibuannya, kebapakannya, perikemanusiaannya,
ketangguhannya, kesabarannya. Begitu besar makna hidup berumah tangga sampai
Nabi mengatakan bahwa di dalam hidup berumah tangga sudah terkandung separuh
urusan agama. Separoh yang lainnya tersebar pada berbagai bidang, sosial,
ekonomi, politik, kebudayaan dan aspek kehidupan yang lainnya. Dalam surat ar
Rum 21 tadi disebutkan bahwa Allah menciptakan manusia dengan setting
berpasangan dalam hidup perkawinan agar pasangan itu memperoleh ketenteraman,
memperoleh sakinah. Jodoh yang ideal itu bagaikan lautan tak bertepi, segala
ketegangan, kegelisahan, kecemasan, kesepian dan kelelahan akan hilang jika
orang berlabuh dalam pelabuhan cinta mesra.

Sahabatku yang ingin segera menikah, carilah jodoh dunia akhirat, jodoh yang
setia dalam mengarungi samudra kehidupan yang penuh ombak dan badai kehidupan
yang menghempas bahtera rumah tangga anda, carilah pasangan yang tangguh, kuat
dan kokoh, tahan penderitaan, pasangan yang hanya dengan mengharap keridhaan
Allah. Maka bahtera rumah tangga anda akan bisa mengarungi samudra kehidupan
dengan selamat dunia dan akhirat. Bila memang ada niat & keinginan
sungguh-sungguh untuk mendapatkan jodoh. Jangan putus asa, tetaplah berikhitiar
& memohon kpd Allah maka Allah akan mengirimkan jodoh yg terbaik untuk anda.


---
Sahabatku yg sedang berikhtiar menjemput jodoh,yuk..aminkan doa ini agar Allah
memudahkan jodoh anda, "Ya Allah, walaupun kami masih sendiri. kami tetap ikhlas
dalam kesendirian kami ini dan kami tetap pasrahkan padaMu jodoh yang terbaik
menurut Engkau untuk kami. Ya Allah, kabulkanlah doa kami."


Wassalam,
Muhamad Agus Syafii
---
Sahabatku yang "single" ingin segera menikah. Jangan berputus asa, memohonlah pd
Allah maka Allah akan kirimkan jodoh yg terbaik dari sisiNya untuk anda.
yuk..hadir di kegiatan "Secercah Harapan Untuk Amalia (CERIA)", Ahad, 15 April
2012. Jam 8 s.d 12 pagi di Rumah Amalia. Bila berkenan berpartisipasi dlm bentuk
buku bacaan, baju baru, paket sembako, konsumsi silahkan kirimkan ke Rumah
Amalia, Jl. Subagyo IV blok ii, No. 24 Komplek Peruri, Ciledug, Tangerang 15151.
Dukungan & partisipasi anda sangat berarti bagi kami. Info: agussyafii@...
atau SMS 087 8777 12 431, http://agussyafii.blogspot.com/




[Non-text portions of this message have been removed]

#36658 From: Dedy Iskandar <dysar06@...>
Date: Fri Apr 6, 2012 2:26 pm
Subject: Qadla' dan Qadar Allah
dysar06
Send Email Send Email
 
Qadla' dan Qadar Allah
 
Pendahuluan

Segala puji bagi Allah Ta’ala yang telah mengutus hambaNya Muhammad Shalallahu
‘alaihi wassalam dengan membawa kebenaran, menyampaikan amanat kepada ummat
dan
berjihad dijalanNya hingga akhir hayat. Semoga shalawat dan salam senantiasa
dilimpahkan kepada beliau, berikut para keluarga, shahabat dan pengikutnya yang
setia.

Dalam pertemuan ini, kami akan membahas suatu masalah yang kami anggap sangat
penting bagi kita umat Islam, yaitu masalah Qadha’ dan Qadar. Mudah-mudahan
Allah Ta’ala membukakan pintu karunia dan rahmatNya bagi kita, menjadikan kita
termasuk para pembimbing yang mengikuti jalan kebenaran dan para pembina yang
membawa pembaharuan.

Sebenarnya masalah ini sudah jelas. akan tetapi kalau bukan karena banyaknya
pertanyaan dan banyaknya orang yang masih kabur dalam memahami masalah ini
serta banyaknya orang yang membicarakanya, yang kadangkala benar tetapi
seringkali salah; di samping itu tersebarnya pemahaman – pemahaman yang hanya
karena mengikuti hawa nafsu dan adanya orang –orang fasik yang berdalih dengan
qadha’ dan qadar untuk kefasikannya; seandainya bukan karena itu semua,
niscaya
kami tidak akan berbicara tentang masalah ini.

Sudah sejak duhulu masalah qadha’ dan qadar menjadi ajang perselisihan di
kalangan umat Islam. Diriwayatkan bahwa Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam
keluar menemui shahabatnya , ketika itu mereka sedang berselisih tentang
masalah Qadha’ dan Qadar ( takdir ) maka beliau melarangnya dan memperingatkan
bahwa kehancuran umat – umat terdahalu tiada lain karena perdebatan seperti
ini.

Pengertian
Tauhid & Macam – Macamnya

Walaupun masalah qadha’ dan qadar menjadi ajang perselisian di kalangan umat
Islam, tetapi Allah Ta’ala telah membuka hati para hambaNya yang beriman,
yaitu
para salaf shaleh yang mereka itu senantiasa menempuh jalan kebenaran dalam
pemahaman dan pendapat. Menurut mereka qadha’ dan qadar adalah termasuk
rububiyah Allah Ta’ala atas makhlukNya. Maka masalah ini termasuk dalam salah
satu diantara tiga macam tauhid menurut pembagian ulama:

Pertama : Tauhid AL- Uluhiyah, ialah mengesakan Allah Ta’ala dalam beribadah,
yakni beribadah hanya kepada Allah dan karenaNya semata.

Kedua : Tauhid Ar- Rububiyah, ialah mengesakan Allah Ta’ala dalam perbuatanNya
, yakni mengimani dan meyakini bahwa hanya Allah yang mencipta, menguasai dan
mengatur alam semesta ini.

Ketiga : Tauhid Al- Asma’ was- Shifat, ialah mengesakan Allah Ta’ala dalam
asma’ dan sifatNya. Artinya mengimani bahwa tidak ada makhluk yang serupa
dengan Allah Ta’ala dalam Dzat, Asma’; maupun Sifat.

Iman kepada Qadar adalah termasuk tauhid Ar-Rububiyah. Oleh karena itu imam
Ahmad rahimahullah berkata : “Qadar adalah merupakan kekuasaan Allah Ta’ala
“.
Karena tak syak lagi, Qadar ( takdir ) termasuk qudrat dan kekuasaanNya yang
menyeluruh, di samping itu, qadar adalah rahasia Allah Ta’ala yang
tersembunyi,
tak ada seorangpun yang dapat mengetahuinya kecuali Dia, tertulis pada Lauh
Mahfuzh dan tak ada seorangpun yang dapat melihatnya. Kita tidak tahu, takdir
baik atau buruk yang telah ditentukan untuk kita maupun untuk makhluk lainnya,
kecuali setelah terjadi atau berdasarkan nash yang benar.
 
Pendapat – Pendapat Tentang Qadar

Umat Islam dalam masalah qadar ini terpecah menjadi tiga golongan :

Pertama: mereka yang ekstrim dalam
menetapkan qadar dan menolak adanya kehendak dan kemampuan makhluk. Mereka
berpendapat bahwa manusia sama sekali tidak mempunyai kemampuan dan keinginan,
dia hanya disetir dan tidak mempunyai pilihan, laksana pohon yang tertiup
angin. Mereka tidak membedakan antara perbuatan manusia yang terjadi dengan
kemauannya dan perbuatan yang terjadi tanpa kemauannya, tentu saja mereka ini
keliru dan sesat, kerena sudah jelas menurut agama, akal dan adat kebiasaan
bahwa manusia dapat membedakan antara perbuatan yang dikehendaki dan perbuatan
yang terpaksa.

Kedua: mereka yang ekstrim dalam
menetapkan kemampuan dan kehendak makhluk sehingga mereka menolak bahwa apa
yang diperbuat manusia adalah karena kehendak dan keinginan Allah Ta’ala serta
diciptakan olehNya. Menurut mereka, manusia memiliki kebebasan atas
perbuatannya. Bahkan ada diantara mereka yang mengatakan bahwa Allah Ta’ala
tidak mengetahui apa yang diperbuat oleh manusia kecuali setelah terjadi.
Mereka inipun sangat ekstrim dalam menetapkan kemampuan dan kehendak makhluk.

Ketiga: mereka yang beriman,
sehingga diberi petunjuk eleh Allah Ta’ala untuk menemukan kebenaran yang
telah
diperselisihkan. Mereka itu adalah Ahlussunnah Wal Jamaah. Dalam masalah ini
mereka menempuh jalan tengah dengan berpijak di atas dalil syar’i dan dalil
aqli. Mereka berpendapat bahwa perbuatan yang dijadikan Allah Ta’ala di alam
semesta ini terbagi atas dua macam :

1- Perbuatan yang dilakukan oleh Allah Ta’ala terhadap makhlukNya. Dalam hal
ini tak ada kekuasaan dan pilihan bagi siapapun. Seperti turunnya hujan,
tumbuhnya tanaman, kehidupan, kematian, sakit, sehat dan banyak contoh lainnya
yang dapat disaksikan pada makhluk Allah Ta’ala. Hal seperi ini, tentu saja
tak
ada kekuasaan dan kehendak bagi siapapun kecuali bagi Allah Ta’ala yang maha
Esa dan Kuasa.


2- Perbuatan yang dilakukan oleh
semua makhluk yang mempunyai kehendak. Perbuatan ini terjadi atas dasar
keinginan dan kemauan pelakunya; karena Allah Ta’ala menjadikannya untuk
mereka. Sebagaimana firman Allah Ta’ala :


Artinya : “Bagi siapa diantara
kamu yang mau menempuh jalan yang lurus”. (At Takwir: 28).

Artinya : “Di antara kamu ada orang yang menghendaki dunia dan di antara kamu
ada orang yang menghendaki akhirat”.( Ali Imran : 152)

Artinya : “ Maka barang siapa yang ingin ( beriman ) hendaklah ia beriman, dan
barang siapa yang ingin ( kafir ) biarlah ia kafir “( Al Kahfi: 29)

Manusia bisa membedakan antara perbuatan yang terjadi kerena kehendaknya
sendiri dan yang terjadi karena terpaksa. Sebagai contoh, orang yang dengan
sadar turun dari atas rumah melalui tangga, ia tahu kalau perbuatannya atas
dasar pilihan dan kehendaknya sendiri. Lain halnya kalau ia terjatuh dari atas
rumah, ia tahu bahwa hal tersebut bukan karena kemauannya. Dia dapat membedakan
antara kadua perbuatan ini, yang pertama atas dasar kumauannya dan yang kedua
tanpa kemauannya. Dan siapapun mengetahui perbedaan ini.

Begitu juga orang yang menderita sakit beser umpamanya, ia tahu kalau air
kencingnya keluar tanpa kemauanya. Tetapi apa bila ia sudah sembuh, ia sadar
bahwa air kencingnya keluar dengan kemauannya. Dia mengetahui perbedaan antara
kedua hal ini dan tak ada seorangpun yang mengingkari adanya perbedaan
tersebut.

Demikian segala hal yang terjadi pada diri manusia, dia mengetahui, perbedaan
antara mana yang terjadi dengan kumauannya dan mana yang tidak.

Akan tetapi, karena kasih sayang Allah Ta’ala , ada diantara perbuatan manusia
yang terjadi atas kemauannya namun tidak dinyatakan sebagai perbuatannya.
Seperti perbuatan orang yang kelupaan, dan orang yang sedang tidur. Firman
Allah Ta’ala dalam kisah Ashabul Kahfi :

Artinya : “ ..Dan kami balik – balikkan mereka ke kanan dan ke kiri …”
(Al-
Kahfi: 18)

Padahal mereka sendiri yang sebenarnya berbalik ke kanan dan berbalik ke kiri,
tetapi Allah Ta’ala menyatakan bahwa Dialah yang membalik – balikkan mereka
ke
kanan dan ke kiri, sebab orang yang sedang tidur tidak mempunyai kemauan dan
pilihan serta tidak mendapatkan hukuman atas perbuatannya.

Maka perbuatan tersebut dinisbahkan kepada Allah Ta’ala. Dan sabda Nabi
Muhammad Shalallahu ‘alaihi wassalam :


“ Barang siapa yang lupa ketika
dalam keadaan berpuasa, lalu makan atau minum, maka hendaklah ia menyempurnakan
puasanya, kerena Allah Ta’ala yang memberinya makan dan minum “

Dinyatakan dalam hadits ini, bahwa yang memberi makan dan minum adalah Allah
Ta’ala , karena perbuatannya tersebut terjadi di luar kesadarannya, maka
seakan
– akan terjadi tanpa kemauannya.

Kita semua mengetahui perbedaan antara perasaan sedih atau perasaan senang yang
kadang kala dirasakan seseorang dalam dirinya tanpa kemauannya serta dia
sendiri tidak mengetahui sebab dari kedua perasaan tersebut yang timbul dari
perbuatan yang dilakukan oleh dirinya sendiri. Hal ini, alhamdulillah, sudah
cukup jelas dan gamblang.

Istilah penting :


Jabri ialah orang yang
berpendapat bahwa manusia itu terpaksa dalam perbuatannya, tidak mempunyai
kehendak
dan keinginan. Jabariyyah adalah pemahaman yang dimaukan orang Jabri.

Qadari ialah orang yang berpendapat bahwa manusia memiliki kebebasan dalam
perbuatannya dan mengingkari adanya takdir. Qadariyyah adalah pemahaman yang
dimaukan orang Qadari.
 
Sanggahan Atas Pendapat Pertama (Jabariyyah)

Seandainya kita mengambil dan mengikuti pendapat golongan yang pertama, yaitu
mereka yang ekstrim dalam menetapkan qadar, niscaya sia-sialah syari’at ini
dari tujuan semula. Sebab bila dikatakan bahwa manusia tidak mempunyai kehendak
dalam perbuatannya, berarti tidak perlu dipuji atas perbuatannya yang terpuji
dan tidak perlu dicela atas perbuatannya yang tercela. Karena pada hakekatnya
perbuatan tersebut dilakukan tanpa kehendak dan keinginan darinya.

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa Allah Ta’ala Maha Suci dari pendapat
dan paham yang demikian ini.

Adalah merupakan kezhaliman, jika Allah Ta’ala menyiksa orang yang berbuat
maksiat yang perbuatan maksiat tersebut terjadi bukan dengan kehendak dan
keinginannya.


Pendapat seperti ini sangat jelas
bertentangan dengan firman Allah Ta’ala :

Artinya : “ Dan ( malaikat ) yang menyertai dia berkata : ‘ inilah (catatan
amalnya ) yang tersedia pada sisiku, Allah berfirman : “Lemparkanlah olehmu
berdua ke dalam neraka semua orang yang sangat ingkar dan keras kepala; yang
sangat enggan melakukan kebaikan, melanggar batas lagi ragu-ragu; yang
menyembah sesembahan yang lain beserta Allah, maka lemparkanlah dia ke dalam
siksaan yang sangat (pedih ). Sedang ( syaitan ) yang menyertai dia berkata :
“
ya Robb kami, aku tidak menyesatkannya, tetapi dialah yang berada dalam
kesesatan yang jauh’. Allah berfirman : “ Janganlah kamu bertengkar d
ihadapanku, padahal sesungguhnya Aku dahulu telah memberikan ancaman kepadamu.
Keputusan di sisiKu tidak dapat di ubah, dan aku sekali-kali tidak menganiaya
hamba-hambaKu ( Qaaf : 23- 29)

Dalam ayat ini Allah Ta’ala menjelaskan bahwa siksaan dariNya itu adalah
kerena
keadilanNya, dan sama sekali Dia tidak zhalim terhadap hamba-hambaNya. Sebab
Allah Ta’ala telah memberikan peringatan dan ancaman kepada mereka, telah
menjelaskan jalan kebenaran dan jalan kesesatan bagi mereka, akan tetapi mereka
memilih jalan kesesatan, maka mereka tidak akan memiliki alasan di hadapan
Allah Ta’ala untuk membantah keputusanNya.


Andaikata kita menganut pendapat
yang batil ini, niscaya sia-sialah firman Allah Ta’ala ini :

Artinya: “( kami utus mereka) sebagai rasul-rasul pembawa berita gembira dan
pemberi peringatan agar supaya tidak ada alasan bagi manusia untuk membantah
Allah sesudah di utusnya Rasul-rasul itu. Dan Allah maha Perkasa lagi maha
Bijaksana “. ( An- Nisaa’ : 165)

Dalam ayat ini Allah Ta’ala menjelaskan bahwa tidak ada alasan lagi bagi
manusia setelah di utusnya para Rasul, karena sudah jelas hujjah Allah Ta’ala
atas mereka. Maka seandainya masalah qadar bisa dijadikan alasan bagi mereka,
tentu alasan ini akan tetap berlaku sekalipun sesudah di utusnya para Rasul.
Karena qadar ( takdir) Allah Ta’ala sudah ada sejak dahulu sebelum diutusnya
para
Rasul dan tetap ada sesudah di utusnya mereka.

Dengan demikian pendapat ini adalah batil karena tidak sesuai dengan nash
(dalil) dan kenyataan, sebagaimana telah kami uraikan dengan contoh- contoh di
atas.

Sanggahan Atas
Pendapat Kedua (Qadariyyah)

Adapun pendapat kedua, yaitu pendapat golongan yang ekstrim dalam menetapkan
kemampuan manusia, maka pendapat inipun bertentangan dangan nash dan kenyataan.
Sebab banyak ayat yang menjelaskan bahwa kehendak manusia tidak lepas dari
kehendak Allah Ta’ala. Firman Allah :

Artinya : “ ( yaitu ) bagi siapa di antara kamu yang mau menempuh jalan yang
lurus. Dan kamu tidak dapat menghendaki ( menempuh jalan itu) kecuali apabila
di kehendaki oleh Allah, Tuhan semesta Alam “.(At Takwir : 28- 29)

Artinya : Dan Tuhanmu menciptakan apa yang Dia kehendaki dan memilihnya.
Sekali-kali tidak ada pilihan bagi mereka” ( Al Qashash: 68)

Artinya: “ Allah menyeru ( manusia ) ke Darussalam ( surga ), dan menunjuki
orang yang dikehendakiNya kepada jalan yang lurus (Islam)” (Yunus: 25).

Mereka yang menganut pendapat ini sebenarnya telah mengingkari salah satu dari
rububiyah Allah, dan berprasangka bahwa ada dalam kerajaan Allah ini apa yang
tidak dikehendaki dan tidak di ciptakanNya. Padahal Allah lah yang menghendaki
segala sesuatu, menciptakannya dan menentukan qadar ( takdir) nya.

Sekarang kalau semuanya kembali kepada kehendak Allah dan segalanya berada di
Tangan Allah, lalu apakah jalan dan upaya yang akan ditempuh seseorang apa bila
dia telah di takdirkan Allah tersesat dan tidak dapat petunjuk ?

Jawabnya : bahwa Allah Ta’ala menunjuki orang-orang yang patut mendapat
petunjuk dan menyesatkan orang-orang yang patut menjadi sesat. Firman Allah :

Artinya: “ Maka tatkala mereka berpaling ( dari kebenaran ) Allah memalingkan
hati mereka; dan Allah tiada memberi petunjuk kepada kaum yang fasik”.( Ash
Shaf : 5)

Artinya : “( tetapi ) kerena mereka melanggar janjinya, Kami kutuk mareka dan
Kami jadikan hati mereka keras mambatu, mereka suka merobah perkataan (Allah)
dari tempat-tempatnya, dan mereka (sengaja) melupakan sebahagian dari apa yang
mereka yang telah di beri peringatan dengannya” . (Al Ma’idah : 13)

Di sini Allah Ta’ala menjelaskan bahwa Dia tidak menyesatkan orang yang sesat
kecuali disebabkan oleh dirinya sendiri. Dan sebagaimana telah kami terangkan
tadi bahwa manusia tidak dapat mengetahui apa yang telah ditakdirkan oleh Allah
Ta’ala untuk dirinya. Karena dia tidak mengetahui takdirnya kecuali apabila
sudah terjadi, maka dia tidak tahu apakah dia ditakdirkan Allah menjadi orang
yang tersesat atau menjadi orang yang mendapat petunjuk.

Kalau begitu, mengapa jika seseorang menempuh jalan kesesatan lalu berdalih
bahwa Allah Ta’ala telah menghendakinya demikian ? Apa tidak lebih patut
baginya menempuh jalan kebenaran kemudian mengatakan bahwa Allah Ta’ala telah
menunjukkan kepadaku jalan kebenaran.

Pantaskah dia menjadi orang yang jabri kalau tersesat dan qadari kalau berbuat
kebaikan ?

Sungguh tak pantas seseorang menjadi jabri ketika berada dalam kesesatan dan
kemaksiatan, kalau ia tersesat atau berbuat maksiat kepada Allah Ta’ala ia
mengatakan : “ ini sudah takdirku, dan tak mungkin aku dapat keluar dari
ketentuan dan takdir Allah”; tetapi ketika berada dalam ketaatan dan
memperoleh
taufiq dari Allah untuk berbuat ketaatan dan kebaikan ia mengatakan : “ ini
kuperoleh dari diriku sendiri”. Dengan demikian ia menjadi qadari dalam segi
ketaatan dan menjadi "jabri" dalam segi kemaksiatan.

Ini tidak dibenarkan sama sekali, sebab sebenarnya manusia mempunyai kehendak
dan kemampuan.

Masalah hidayah persis seperti masalah rizki dan menuntut ilmu. Sebagaimana
kita semua tahu bahwa manusia telah ditentukan untuknya rizki yang menjadi
bagiannya. Namun demikian dia tetap berusaha untuk mencari rizki ke sana dan
kemari baik di daerahnya sendiri atau di luar daerahnya. Tidak duduk di rumah
saja saraya berkata : “ kalau sudah ditakdirkan untukku rizkiku tentu ia akan
datang dengan sendirinya”. bahkan dia akan berusaha untuk mencari rizki
tersebut. Padahal rizki ini disebutkan bersamaan dengan amal perbuatan,
sebagaimana di sebutkan dalam hadits Nabi Shalallahu ‘alaihi wassalam yang
diriwayatkan oleh Ibnu Mas’ud Radiyallahu 'anhu:


“Sesungguhnya kalian ini
dihimpunkan kejadiannya dalam perut ibu selama empat puluh hari berupa air
mani, kemudian berubah menjadi segumpal darah selama empat puluh hari pula,
kemudian berubah menjadi segumpal daging selama empat puluh hari pula, lalu
Allah mengutus seorang malaikat yang diberi tugas untuk mencatat empat perkara,
yaitu rizkinya, ajalnya, amal perbuatannya dan apakah ia termasuk orang celaka
atau bahagia”.

Jadi rizki inipun telah tercatat seperti halnya amal perbuatan, baik ataupun
buruk, juga telah tercatat.

Kalau begitu, mengapa anda pergi kesana dan kemari untuk mencari rizki dunia
tetapi tidak berbuat kebaikan untuk mencari rizki akherat dan mendapatkan
kebahagiaan surga ? padahal kedua-duanya adalah sama, tidak ada perbedaannya.

Jika anda mau berusaha untuk mencari rizki dan untuk mempertahankan
kelangsungan kehidupan anda, sehingga kalau anda sakit, pergi kemanapun untuk
mencari dokter ahli untuk mengobati penyakit anda, padahal anda tuhu kalau ajal
telah ditentukan, tidak akan dapat bertambah dan tidak maupun berkurang. Anda
tidak bersikap pasrah sambil berkata : “ sudahlah aku tetap tinggal di rumah
saja meski menderita sakit , kerena kalaupun aku di takdirkan panjang umur aku
akan tetap hidup”. Bahkan anda berusaha sekuat tenaga untuk mencari dokter
yang
ahli, yang sekiranya dapat menyembuhkan penyakit anda dengan takdir Allah .
jika demikian, mengapa usaha anda di jalan akherat dan dalam amal shaleh tidak
seperti usaha anda untuk kepentingan duniawi?


Sebagaiman telah aku kemukakan
bahwa masalah qadar adalah rahasia Allah Ta’ala yang tersembunyi, tak mungkin
anda dapat mengetahuinya. Sekarang anda di antara dua jalan : jalan yang
membawa anda kepada keselamatan, kebahagiaan, kedamaian dan kemuliaan ; dan
jalan yang dapat membawa anda kepada kehancuran, penyesalan, dan kehinaan.
Sekarang anda sedang berdiri di antara ujung kedua jalan tersebut dan bebas
untuk memilih tak ada seorangpun yang akan merintangi anda untuk melalui jalan
yang kanan atau jalan yang kiri. Anda dapat pergi kemanapun sesuka hati anda.
Lalu mengapa anda memilih jalan kiri (sesat) kemudian berdalih bahwa” itu
sudah
takdirku”? apa tidak lebih patut jika anda memilih jalan kanan dan mengatakan
bahwa “ itu takdirku” ?

Untuk lebih jelasnya, apa bila anda mau bepergian ke suatu tempat dan di
hadapan anda ada dua jalan. Yang satu mulus, lebih pendek dan lebih aman ;
sedang yang kedua rusak, lebih panjang dan mengerikan. Tentu saja anda akan
memilih jalan yang mulus, yang lebih pendek dan lebih aman, tidak memilih jalan
yang tidak mulus, tidak pendek dan tidak aman. Ini berkenaan dengan jalan yang
visual, begitu juga dengan yang non visual, sama saja dan tidak ada bedanya.
Namun kadangkala hawa nafsulah yang memegang peran dan menguasai akal.

Padahal, sebagai seorang mu’min seyogyanya akalnyalah yang harus lebih
berperan
dan menguasai hawa nafsunya. Jika orang menggunakan akalnya, maka akal itu
menurut pengertian yang sebenarnya akan melindungi pemiliknya dari yang
membahayakan dan membawanya kepada yang bermanfaat dan membahagiakan.

Dengan demikian jelaslah bagi kita bahwa manusia mempunyai kehendak dan pilihan
dalam perbuatan yang di lakukannya secara sadar, bukan terpaksa. Kalau manusia
berbuat dengan kehendak dan pilihannya untuk kepentingan dunia, maka iapun
seharusnya begitu pula dalam usahanya menuju akherat. Bahkan jalan menuju
akherat lebih jelas. Karena Allah Ta’ala telah menjelaskannya dalam
Al-Qur’an
dan melalui sabda RasulNya Shalallahu ‘alaihi wassalam , maka jalan menuju
akherat tentu saja lebih jelas dan lebih terang daripada jalan untuk
kepentingan dunia.

Namun kenyataannya, manusia mau berusaha untuk kepentingan dunia yang tidak
terjamin hasilnya dan meninggalkan jalan menuju akhirat yang telah terjamin
hasilnya dan diketahui balasannya berdasarkan janji Allah Ta’ala , dan Allah
Ta’ala tidak akan menyalahi janjiNya.

Inilah yang menjadi ketetapan Ahlussunnah Wal Jamaah dan inilah yang menjadi
aqidah serta madzhab mereka, yaitu bahwa manusia berbuat atas dasar kemauannya
dan berkata menurut keinginannya, tetapi keinginan dan kemauannya itu tidak
lepas dari kemauan dan kehendak Allah Ta’ala. Dan Ahlussunnah Wal Jamaah
mengimani bahwa kehendak Allah Ta’ala tidak lepas dari hikmah
kebijaksanaanNya,
bukan kehendak yang mutlak da absolut, tetapi kehendak yang senantiasa sesuai
dengan hikmah kebijaksanaanNya. Karena di antara asma Allah Ta’ala adalah AL-
HAKIM yang artinya Maha Bijaksana yang memutuskan segala sesuatu dan bijaksana
dalam keputusanNya.


Allah Ta’ala dengan sifat
hikmahNya, menentukan hidayah bagi siapa yang di kehendakiNya yang menurut
pengetahuanNya benar-benar menginginkan al-haq dan hatinya dalam istiqamah. Dan
dengan sifat hikmahNya pula, dia menentukan kesesatan bagi siapa yang suka akan
kesesatan dan hatinya tidak senang dengan Islam. Sifat hikmah Allah Ta’ala
tidak dapat menerima bila orang yang suka akan kesesatan termasuk orang-orang
yang mendapat petunjuk, kecuali jika Allah Ta’ala memperbaiki hatinya dan
merubah kehendaknya, dan Allah Ta’ala maha Kuasa atas segala sesuatu. Namun,
sifat hikmahNya menetapkan bahwa setiap sebab berkait erat dengan dengan
akibatNya.
 
Tingkatan Qadha’ Dan Qadar

Menurut Ahlussunnah Wal Jamaah, qadha’ dan qadar mempunyai empat tingkatan :

Pertama : Al-‘Ilm (pengetahuan)


Artinya mengimani dan meyakini
bahwa Allah Ta’ala maha Tahu atas segala sesuatu. Dia mengetahui apa yang ada
di langit dan di bumi, secara umum maupun terperinci, baik itu termasuk
perbuatanNya sendiri atau perbuatan makhlukNya. Tak ada sesuatupun yang
tersembunyi bagiNya.

Kedua : Al-kitabah (penulisan)


Artinya mengimani bahwa Allah
Ta’ala telah menuliskan ketetapan segala sesuatu dalam Lauh Mahfuzh.


Kedua tingkatan ini sama-sama
dijelaskan oleh Allah Ta’ala dalam firmanNya:

Artinya : “ Apakah kamu tidak mengetahui bahwa sesungguhnya Allah mengetahui
apa saja yang ada di langit dan di bumi; bahwasanya yang demikian itu terdapat
dalam sebuah kitab (Lauh Mahfuzh). sesungguhnya yang demikian itu amat mudah
bagi Allah”.(Al- Hajj:70)

Dalam ayat ini disebutkan lebih dahulu bahwa Allah Ta’ala mengetahui apa saja
yang ada di langit dan di bumi, kemudian dikatakan bahwa yang demikian itu
tertulis dalam sebuah kitab Lauh Mahfuzh.

Sebagaimana dijelaskan pula oleh Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam dalam
sabdanya:


“ Pertama kali tatkala Allah
Ta’ala menciptakan qalam (pena), Dia firmankan kepadanya : Tulislah!. Qalam
itu
berkata : ya Tuhanku, apakah yang hendak kutulis? Allah Ta’ala berfirman :
Tulislah apa saja yang akan terjadi ! maka seketika itu bergeraklah qalam itu
menulis segala sesuatu yang akan terjadi hingga hari kiamat”.

Ketika Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wassalam ditanya tentang apa yang
hendak
kita perbuat, apakah sudah ditetapkan atau tidak ? beliau menjawab : “ sudah
ditetapkan”.


Dan ketika beliau ditanya:
“Mengapa kita mesti berusaha dan tidak pasrah saja dengan takdir yang sudah
tertulis ? Beliaupun menjawab : “Berusahalah kalian, masing-masing akan
dimudahkan menurut takdir yang telah ditentukan baginya”. Kemudian beliau
mensitir firman Alah :

Artinya : “ Adapun orang yang memberikan hartanya (di jalan Allah) dan
bertakwa, dan membenarkan adanya pahala yang terbaik, maka Kami akan memudahkan
baginya( jalan) yang mudah. Sedangkan orang yang bakhil dan merasa dirinya
cukup serta mendustakan adanya pahala yang terbaik, maka Kami akan memudahkan
baginya (jalan) yang sukar”.( Al Lail: 5 – 10)

Oleh karena itu hendaklah anda berusaha, sebagaimana yang diperintahkan nabi
Muhammad Shalallahu ‘alaihi wassalam kepada para Sahabat. Anda akan di
mudahkan
menurut takdir yang telah ditentukan Allah Ta’ala.

Ketiga : Al- Masyiah ( kehendak ).


Artinya: bahwa segala sesuatu,
yang terjadi atau tidak terjadi, di langit dan di bumi, adalah dengan kehendak
Allah Ta’ala . hal ini dinyatakan jelas dalam Al-Qur’an Al –Karim. Dan
Allah
Ta’ala telah menetapkan bahwa apa yang diperbuatNya, serta apa yang diperbuat
para hambaNya juga dengan kehendakNya. Firman Allah :

Artinya : “ ( yaitu ) bagi siapa di antara kamu yang mau menempuh jalan yang
lurus. Dan kamu tidak dapat menghendaki ( menempuh jalan itu ) kecuali apa bila
dikehendaki Allah,Tuhan semesta alam”. ( At Takwir : 28 -29)

Artinya: “ jikalau Tuhanmu menghendaki, niscaya mereka tidak
mengerjakannya”. (
Al – An’am : 112)

Artinya: “ Seandainya Allah menghendaki, tidaklah mereka berbunuh-bunuhan.
Akan
tetapi Allah berbuat apa yang dikehandakinya”. ( Al – Baqarah : 253)

Dalam ayat – ayat tersebut Allah Ta’ala menjelaskan bahwa apa yang diperbuat
oleh manusia itu terjadi dengan kehendakNya.
Dan banyak pula ayat– ayat yang menunjukkan bahwa apa yang diperbuat Allah
adalah dengan kehendakNya. Seperti firman Allah :

Artinya : “ Dan kalau kami menghendaki niscaya akan kami berikan kepada tiap
–
tiap jiwa petunjuk (bagi) nya”.( As Sajdah: 13)

Artinya : “Jikalau Tuhanmu menghendaki, tentu Dia menjadikan manusia umat yang
satu”. ( Huud : 118)

Dan banyak lagi ayat – ayat yang menetapkan kehendak Allah dalam apa yang
diperbuatNya.

Oleh karena itu, tidaklah sempurna keimanan seseorang kepada qadar ( takdir)
kecuali dengan mengimani bahwa kehendak Allah Ta’ala meliputi segala sesuatu.
Tak ada yang terjadi atau tidak terjadi kecuali dengan kehendakNya. Tak mungkin
ada sesuatu yang terjadi di langit ataupun di bumi tanpa dengan kehendak Allah
Ta’ala.

Keempat : Al – Khalq ( penciptaan )


Artinya mengimani bahwa Allah
pencipta segala sesuatu. Apa yang ada di langit dan di bumi penciptanya tiada
lain kecuali Allah Ta’ala. Sampai “ kematian” lawan dari kehidupan itupun
diciptakan. Firman Allah :

Artinya: “ Yang menjadikan hidup dan mati, supaya Dia menguji kamu, siapa di
antara kamu yang lebih baik amalnya”.( Al Mulk : 2)

Jadi segala sesuatu yang ada di langit ataupun di bumi penciptanya tiada lain
kecuali Allah Ta’ala.

Kita semua mengetahui dan meyakini bahwa apa yang terjadi dari hasil perbuatan
Allah adalah ciptaanNya. Seperti langit, bumi, gunung, sungai, matahari, bulan,
bintang, angin, manusia dan hewan kesemuanya adalah ciptaan Allah. Demikian
pula apa yang terjadi untuk para makhluk ini , seperti : sifat, perubahan dan
keadaan, itupun ciptaan Allah Ta’ala.

Akan tetapi mungkin saja ada orang yang merasa sulit memahami, bagaimana dapat
dikatakan bahwa perbuatan dan perkataan yang kita lakukan dengan kehendak kita
ini adalah ciptaan Allah Ta’ala?


Jawabnya : Ya, memang demikian,
sebab perbuatan dan perkataan kita ini timbul karena adanya dua faktor, yaitu
kehendak dan kemampuan. Apa bila perbuatan manusia timbul karena kehendak dan
kemampuannya, maka perlu diketahui bahwa yang menciptakan kehendak dan
kemampuan manusia adalah Allah Ta’ala. Dan siapa yang menciptakan sebab dialah
yang menciptakan akibatnya.

Jadi, sebagai argumentasi bahwa Allah-lah yang menciptakan perbuatan manusia
maksudnya adalah bahwa apa yang diperbuat manusia itu timbul karena dua faktor,
yaitu : kehendak dan kemampuan. Andaikata tidak ada kehendak dan kemampuan,
tentu manusia tidak akan berbuat, karena andaikata dia menghendaki, tetapi
tidak mampu, tidak akan dia berbuat, begitu pula andaikata dia mampu, tetapi
tidak menghendaki, tidak akan terjadi suatu perbuatan.

Jika perbuatan manusia terjadi karena adanya kehendak yang mantap dan kemampuan
yang sempurna, sedangkan yang menciptakan kehendak dan kemampuan tadi pada diri
manusia adalah Allah Ta’ala, maka dengan ini dapat dikatakan bahwa yang
menciptakan perbuatan manusia adalah Allah Ta’ala.
Akan tetapi, pada hakekatnya manusialah yang berbuat, manusialah yang bersuci,
yang melakukan shalat, yang menunaikan zakat, yang berpuasa, yang melaksanakan
ibadah haji dan umrah, yang berbuat kemaksiatan, yang berbuat ketaatan; hanya
saja perbuatan ini ada dan terjadi dengan kehendak dan kemampuan yang
diciptakan oleh Allah Ta’ala. Dan alhamdulillah hal ini sudah cukup jelas.

Keempat tingkatan yang disebutkan tadi wajib kita tetapkan untuk Allah Ta’ala.
Dan hal ini tidak bertentangan apabila kita katakan bahwa manusia sebagai
pelaku perbuatan.

Seperti halnya kita katakan : “api membakar” padahal yang menjadikan api
dapat
membakar adalah Allah Ta’ala. Api tidak dapat membakar dengan sendirinya,
sebab
seandainya api dapat membakar dengan sendirinya, tentu ketika nabi Ibrahim AS
dilemparkan ke dalam api, akan terbakar hangus. Akan tetapi, ternyata beliau
tidak mengalami cidera sedikitpun, karena Allah Ta’ala berfirman pada api itu
:


Artinya : “ hai api, jadilah
dingin dan keselamatan bagi Ibrahim”.(Al Anbiya’: 69)


Sehingga Nabi Ibrahim tidak
terbakar, bahkan tetap dalam keadaan sehat walafiat.

Jadi api tidak dapat membakar dengan sendirinya, tetapi Allah-lah yang
menjadikan api tersebut mempunyai kekuatan untuk membakar. Kekuatan api untuk
membakar adalah sama dengan kehendak dan kemampuan pada diri manusia untuk
berbuat, tidak ada perbedaanya. Hanya saja, Karena manusia mempunyai kehendak,
perasaan, pilihan dan tindakan, maka secara hukum yang dinyatakan sebagai
pelaku tindakan adalah manusia. Dia akan mendapat balasan sesuai dengan apa
yang diperbuatnya, karena dia berbuat menurut kehendak dan kemauannya sendiri.

Penutup

Sebagai penutup, kami katakan bahwa seorang mu’min harus ridha kepada Allah
Ta’ala sebagai Tuhannya, dan termasuk kesempurnaan ridhaNya yaitu mengimani
adanya qadha dan qadar serta meyakini bahwa dalam masalah ini tidak ada
perbedaan antara amal yang dikerjakan manusia, rizki yang dia usahakan dan ajal
yang dia khawatirkan. Kesemuanya adalah sama, sudah tertulis dan ditentukan.
Dan setiap manusia dimudahkan menurut takdir yang ditentukan baginya.

(Dinukil dari kitab Qadla' dan Qadar Allah, oleh Syaikh Muhammad Shalih
al`Utsaimin).
 
Sumber: www.salafy.or.id

[Non-text portions of this message have been removed]

#36659 From: Dedy Iskandar <dysar06@...>
Date: Fri Apr 6, 2012 2:26 pm
Subject: Orang Tua Sebab Sang Anak Berada di Suatu Agama dan Setiap Amalan Tergantung Penutupnya (Antara Husnul Khatimah Dengan Su`ul Khatimah)
dysar06
Send Email Send Email
 
Orang Tua Sebab Sang
Anak Berada di Suatu Agama dan Setiap Amalan Tergantung Penutupnya (Antara
Husnul Khatimah Dengan Su`ul Khatimah)
 
A. Orang Tua Sebab Sang Anak Berada di Suatu Agama
 
Dari Abu Hurairah berkata,
Rasulullah telah bersabda:
 
“Tidaklah setiap anak yang lahir
kecuali dilahirkan dalam keadaan fitrah. Maka kedua orangtuanyalah yang akan
menjadikannya sebagai Yahudi, Nasrani, atau Majusi. Seperti hewan melahirkan
anaknya yang sempurna, apakah kalian melihat darinya buntung (pada telinga)?”
 
Hadits diriwayatkan oleh Al-Imam
Malik dalam Al-Muwaththa` (no. 507); Al-Imam Ahmad dalam Musnad-nya (no. 8739);
Al-Imam Al-Bukhari dalam Kitabul Jana`iz (no. 1358, 1359, 1385), Kitabut Tafsir
(no. 4775), Kitabul Qadar (no. 6599); Al-Imam Muslim dalam Kitabul Qadar (no.
2658).
 
Dari sekian nikmat Allah yang
wajib untuk disyukuri ialah adanya anak di tengah keluarga. Merupakan idaman,
harapan dan dambaan bagi yang telah berkeluarga, adanya anak yang dapat menjadi
penghibur bagi keduanya. Selain itu, terbetik harapan agar ia menjadi anak yang
taat kepada Allah dan Rasul-Nya, lagi berbakti kepada orangtua, serta menjadi
anak yang baik lagi beragama.
 
Allah menciptakan manusia melalui
sebab adanya orangtua. Karena itulah Allah agungkan hak kedua orangtua atas
anaknya (yaitu kewajiban yang harus ditunaikan oleh seorang anak kepada kedua
orangtuanya). Allah berfirman:
 
“Dan Kami wajibkan manusia
(berbuat baik) kepada kedua orangtuanya.” (Al-’Ankabut: 8)
 
Adakah harapan dan dambaan serta
kebanggaan yang lain bagi orangtua yang muslim dan beriman, jika anak yang
lahir darinya dan dididik di atas fitrahnya, selain mendapati anaknya menjadi
anak shalih yang senantiasa mendoakan orangtuanya, dan di hari kiamat ia
menjadi sebab terangkatnya derajat kedua orangtuanya?
 
Dari Abu Hurairah, Rasulullah
bersabda:
 
“Apabila manusia telah mati,
terputuslah amalannya kecuali tiga hal: shadaqah jariyah, ilmu yang bermanfaat,
atau anak shalih yang mendoakannya.” (HR. Muslim)
 
Demikian pula sabda beliau yang
diriwayatkan dari sahabat Abu Hurairah:
 
“Sesungguhnya Allah akan
mengangkat derajat seorang hamba yang shalih di jannah, kemudian ia berkata:
‘Wahai Rabbku, dari mana ini?’ Maka Allah berfirman: ‘Dengan sebab
istighfar
(permintaan ampun) anakmu untukmu’.” (HR. Ahmad)
 
Dan Al-Bazzar meriwayatkan dengan
lafadz:
 
“Dengan sebab doa anakmu
untukmu.” (Lihat Ash-Shahihul Musnad, 1/383-384, cet. Darul Quds)
 
Memang tidak semua anak yang
lahir akan menjadi dambaan dan kebahagiaan bagi kedua orangtua. Ada pula anak
yang menjadi siksaan bagi keduanya. Oleh karena itu Allah berfirman:
 
“Hai orang-orang yang beriman,
sesungguhnya di antara istri-istri dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh
bagimu, maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka.” (At-Taghabun: 14)
 
Jika demikian, apakah yang sudah
dilakukan oleh orangtua untuk anaknya? Adakah keinginan untuk menyenangkan anak
cukup dengan mengikuti dan memenuhi segala apa yang disenangi dan dimaui, tanpa
memedulikan keselamatan agamanya? Sudahkah seorang ayah atau ibu memberikan
atau mengupayakan sesuatu yang dapat menjadi sebab untuk menguatkan sang anak
agar ia hidup dan meninggal tetap berada di atas fitrahnya? Tidakkah seorang
menyadari bahwa orangtua menjadi sebab akan agama yang dianut anaknya? Di
manakah dia berada?
 
Makna dan
Faedah Hadits
 
Lafadz :
 
“Tidaklah setiap anak yang lahir”
 
Pada riwayat lain: “setiap yang dilahirkan (bayi)”.
 
Al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullahu berkata: “Yaitu
dari bani Adam, seperti yang tersebut dalam riwayat dari jalan Ja’far bin
Rabi’ah dari Al-A’raj dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu dengan lafadz :
 
“Setiap bani Adam dilahirkan dalam keadaan fitrah.”
 
Demikian pula Khalid Al-Wasithi meriwayatkan dengan
lafadz yang serupa, dari Abdurrahman bin Ishaq dari Abu Zinad dari Al-A’raj.
Riwayat ini disebutkan oleh Ibnu Abdil Bar dalam kitabnya At-Tamhid.
 
Sekilas, riwayat ini mengandung kejanggalan, karena
berkonsekuensi bahwa setiap yang lahir akan ada yang menjadi Yahudi atau yang
lain seperti tersebut dalam hadits. Juga bahwa sebagian dari yang dilahirkan
itu tetap menjadi seorang muslim dan tidak terjadi padanya sesuatu (perubahan).
Jawabnya adalah, kekufuran yang terjadi (setelah bayi lahir) bukan bawaan diri
sang bayi dan tabiatnya, namun hal itu terjadi karena adanya sebab dari luar.
Jika seorang bayi selamat dari sebab luar yang mempengaruhinya, ia akan terus
berada pada kebenaran (fitrahnya). Hal inilah yang menguatkan pendapat yang
benar dalam mengartikan makna fitrah. (lihat Al-Fath, 3/303, cet. Darul Hadits,
dan At-Tamhid, 18/98, Al-Maktabah As Syamilah).
 
Al-Imam Muslim rahimahullahu meriwayatkan dari jalan
Abdul Aziz Ad-Darawardi, dari Al-’Ala` bin Abdirrahman, dari ayahnya
Abdurrahman bin Ya’qub, dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwa
Rasulullah
Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
 
“Setiap manusia dilahirkan oleh ibunya dalam keadaan
fitrah.”
 
Lafadz :
 
“Dilahirkan dalam kedaan fitrah.”
 
Al-Hafizh rahimahullahu berkata: “Yang nampak bahwa
sifat ini umum pada seluruh anak yang dilahirkan. Hal ini seperti yang
ditegaskan dalam riwayat sebelumnya (dalam Shahih Al-Bukhari hadits no. 1359),
dari jalan Yunus bin Yazid Al-Aili, dari Az-Zuhri, dari Abu Salamah, dari Abu
Hurairah dengan lafadz :
 
“Tidaklah setiap anak yang lahir, kecuali dilahirkan
dalam keadaan fitrah.”
 
Dalam Shahih Muslim (Kitabul Qadar-46/bab-6/no.23)
dari jalan Abu Shalih, dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu dengan lafadz:
 
“Tidaklah setiap anak yang lahir, kecuali dilahirkan
dalam keadaan fitrah.”
 
Ibnu Abdil Bar menghikayatkan pendapat yang menyatakan
bahwa hadits ini tidak berkonsekuensi keumuman (meliputi setiap bayi). Namun
maksud dari hadits ini adalah, setiap anak yang dilahirkan dalam keadaan fitrah
dan ia memiliki kedua orangtua yang keduanya beragama selain Islam, maka kedua
orangtuanyalah yang telah memindahkan fitrah (agama) anaknya kepada agama
selain Islam (Yahudi atau Nasrani). Maka perkiraan makna hadits ini ialah:
Setiap anak yang lahir dilahirkan dalam keadaan fitrah, sedangkan kedua
orangtuanya Yahudi (misalnya), maka keduanya telah menjadikan anaknya Yahudi.
Kemudian di waktu baligh, ia akan dihukumi dengan apa yang sesuai padanya.
 
Untuk membantah pendapat ini, cukuplah dengan riwayat
yang jelas, seperti riwayat dari jalan Ja’far bin Rabi’ah:
 
“Setiap bani Adam dilahirkan dalam keadaan fitrah.”
(Al-Fath, 3/303)
 
Lafadz :
 
“Maka kedua orangtuanyalah yang
menjadikannya sebagai Yahudi, Nasrani atau Majusi.”
 
Dalam Shahih Muslim terdapat tambahan riwayat dari
jalan Al-A’masy, dari Abu Shalih, dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu:
 
“Menjadikannya seorang musyrik.”
 
Riwayat ini juga terdapat dalam Musnad Al-Imam Ahmad,
Musnad Al-Humaidi, dan Musykilul Atsar karya Ath-Thahawi. Dalam kitab yang
sama, Al-Imam Ath-Thahawi menyebutkan riwayat dari jalan Suhail, dari Abu
Shalih, dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu:
 
“Menjadikannya seorang kafir.”
 
Ath-Thibi berkata: “(Huruf) fa` pada kalimat ini bisa
sebagai at-ta’qib (mengikuti) sababiyyah (sebab) atau jaza` syarth muqaddar
(jawaban dari kata kerja/fi’l syarat yang diperkirakan). Maknanya, apabila
(setiap anak yang lahir) telah ditetapkan demikian (berada pada agama Islam),
kemudian terjadi perubahan (pada agamanya), maka itu disebabkan oleh
orangtuanya. Baik dengan cara pengajaran orangtua atau dorongan (ajakan)
orangtua kepadanya. Sehingga, seorang anak yang agamanya mengikuti agama
orangtuanya, (menunjukkan) bahwa hukum anak itu seperti hukum kedua
orangtuanya.”
________________________
 
Fatwa
Al-Lajnah Ad-Da`imah tentang Hadits Ini
 
Sebuah pertanyaan pernah diajukan
kepada Al-Lajnah: Ada sebuah hadits yang mulia berbunyi: “Setiap anak
dilahirkan dalam keadaan fitrah, maka kedua orangtuanya-lah yang akan
menjadikannya sebagai seorang Yahudi, Majusi atau Nasrani.” Dan hadits lain
berbunyi: “Setiap jiwa yang lahir telah ditetapkan rizki dan amalannya, apakah
ia celaka ataukah bahagia.” Bagaimana perincian dan penjelasannya, serta apa
perbedaan antara kedua hadits ini?
 
Jawabannya:
 
Pertama, hadits yang pertama
diriwayatkan oleh Al-Baihaqi dan Ath-Thabarani dalam Al-Mu’jam Al-Kabir, dan
Al-Imam Muslim meriwayatkan dengan lafadz: “Setiap manusia dilahirkan oleh
ibunya dalam keadaan fitrah.”
 
Al-Imam Al-Bukhari meriwayatkan
dengan lafadz: “Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah maka kedua
orangtuanyalah yang akan menjadikannya sebagai Yahudi, Nasrani, atau Majusi,
sebagaimana hewan yang melahirkan anaknya, apakah kamu melihat darinya
perubahan (buntung)?”
 
Makna hadits ini adalah bahwa
setiap manusia dilahirkan (ditetapkan) berada pada fitrahnya (Islam), namun
perlu adanya pengajaran kepadanya dengan perbuatan (untuk tetap senantiasa
berada dalam Islam). Maka barangsiapa yang telah Allah tetapkan keadaannya
sebagai orang yang beruntung (Islam), Allah akan mempersiapkan baginya seorang
yang mengajarinya kepada jalan yang benar, dan menjadilah anak itu siap untuk
melakukan kebaikan. Barangsiapa yang Allah telantarkan dan tetapkan sebagai
orang yang celaka, Dia akan jadikan sebab orang yang akan mengubah fitrahnya
sehingga mampu mengubah ketetapan fitrahnya. Hal ini sebagaimana yang tersebut
dalam hadits, yaitu adanya peranan kedua orangtua dalam mengubah anaknya (yang
berfitrah Islam) menjadi orang yang beragama Yahudi, Nasrani atau Majusi.
 
Kedua, dalam Shahih Al-Bukhari
dan Shahih Muslim dari Abdullah bin Mas’ud, Rasulullah telah bercerita kepada
kami dan beliau adalah orang yang benar lagi dibenarkan: -Al-Hadits-. Makna
ketetapan seseorang itu celaka atau bahagia, hal itu merupakan ketetapan yang
azali (abadi) berdasarkan ilmu Allah yang telah mendahuluinya. Keadaan akhir
hidup seseorang juga sesuai dengan ilmu Allah yang telah mendahuluinya.
 
Ketiga, dengan menelaah makna
hadits yang pertama dan kedua di atas serta memerhatikan pertanyaan yang
diajukan, disimpulkan bahwa kedua hadits tersebut tidak terdapat pertentangan
di dalamnya. Karena sesungguhnya manusia diciptakan di atas ketetapan fitrah
yang baik. Jika dia dijadikan sebagai orang yang bahagia sebagaimana ketetapan
ilmu Allah, maka akhir hidupnya ditetapkan menjadi husnul khatimah. Allah akan
mempersiapkan orang yang akan menunjukinya kepada jalan kebaikan. Sebaliknya,
jika keberadaanya sebagai orang yang celaka sebagaimana ketetapan ilmu Allah
maka akhir hidupnya ditetapkan menjadi celaka. Allah juga akan mendatangkan
baginya seorang yang akan memalingkan dirinya dari jalan kebaikan, menemani dan
mengajaknya pada jalan keburukan, dan selalu menyertainya hingga ditetapkan
baginya akhir hidup yang buruk.
 
Telah banyak dalil yang menyebutkan
adanya ketetapan Allah yang mendahului sebelum penciptaan manusia, baik
kebahagiaan atau keburukan. Dalam Shahih Al- Bukhari dan Shahih Muslim dari
‘Ali
bin Abi Thalib, dari Nabi, beliau bersabda: “Tidaklah setiap jiwa yang
ditiupkan ruh padanya kecuali Allah tetapkan tempatnya dari penghuni jannah
atau neraka, dan telah ditetapkan sebagai seorang yang celaka atau bahagia.”
Kemudian seorang sahabat bertanya: “Wahai Rasulullah, apakah kita hanya
berdiam
saja (pasrah) dengan apa yang telah menjadi ketetapan Allah dan meninggalkan
amal
perbuatan (berusaha)?” Beliau bersabda: “Beramallah (berusahalah), setiap
kalian akan dimudahkan dengan apa yang telah ditetapkan baginya. Orang-orang
yang ditetapkan bahagia mereka akan dimudahkan untuk melakukan
perbuatan-perbuatan yang mulia. Adapun orang-orang yang telah ditetapkan celaka
akan dimudahkan untuk melakukan perbuatan-perbuatan yang buruk.” Kemudian
beliau membaca firman Allah:
 
“Adapun orang yang memberikan
(hartanya di jalan Allah) dan bertakwa, dan membenarkan adanya pahala yang
terbaik
(jannah).”
 
Hadits di atas menerangkan bahwa
celaka dan bahagia merupakan suatu ketetapan Allah. Dan hal itu ditentukan
sesuai dengan amal perbuatan. Setiap orang akan dimudahkan untuk menjalankan
amal perbuatan sebagaimana yang telah ditentukan baginya, yang mana hal
tersebut akan menjadi sebab dia bahagia atau celaka.
 
Wabillahi taufiq. Semoga Allah
mencurahkan shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga beserta
sahabat beliau seluruhnya.
________________________
 
Walaupun setiap anak lahir akan
berada pada fitrahnya, namun orangtua memiliki peran yang besar. Ibnul Qayyim
berkata: “Sebagian ulama berkata: ‘Sesungguhnya Allah akan menanyakan
tanggung
jawab orangtua atas (pendidikan) anak, sebelum menanyakan kepada anak atas
baktinya kepada orangtua. Karena, sebagaimana orangtua memiliki hak atas
anaknya (yaitu kewajiban yang harus ditunaikan oleh seorang anak kepada
orangtuanya), anak juga memiliki hak atas orangtuanya (berupa kewajiban yang
harus ditunaikan oleh orangtua kepada anak). Allah berfirman:
 
“Hai orang-orang yang beriman,
peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah
manusia dan batu.” (At-Tahrim: 6)
 
Oleh karena itu, orangtua
hendaknya mencurahkan tenaga dan upaya untuk mendidik anak-anaknya. Hidayah
(petunjuk)
itu berada di tangan Allah. Manusia tidak akan mampu memberi hidayah kepada
dirinya sendiri, terlebih lagi memberi hidayah kepada orang lain.
 
Inilah Nuh, salah seorang nabi
Allah. Beliau tidak mampu memberi hidayah kepada anaknya. Beliau berharap
sangat agar anaknya ikut bersamanya dan bukan bersama orang-orang kafir,
sebagaimana Allah berfirman:
 
“Dan Nuh memanggil anaknya yang
berada di tempat yang jauh terpencil: ‘Hai anakku, naiklah (ke kapal) bersama
kami dan janganlah engkau berada bersama orang-orang kafir.’ Anaknya menjawab:
‘Aku akan mencari perlindungan ke gunung yang dapat melindungiku dari air
bah.’
Nuh berkata: ‘Tidak ada yang melindungi hari ini dari azab Allah selain Allah
saja yang Maha Penyayang.’ Gelombang pun menjadi penghalang antara keduanya,
maka jadilah anak itu termasuk orang-orang yang ditenggelamkan.” (Hud: 42-43)
 
Seorang salaf yang bernama
Syu’bah bin Al-Hajjaj berkata: “Telah lahir anakku lalu aku beri nama Sa’d
(kebahagiaan). Namun ia tidak bahagia dan tidak pula beruntung.” Beliau pernah
berkata kepada anaknya: “Pergilah engkau (belajar) kepada Hisyam
Ad-Dustuwa`i.”
Anak itu menyahut: “Saya ingin melepas burung merpati.”
 
Demikian pula penuturan Isma’il
bin Ibrahim bin Miqsam, seorang lelaki yang shalih. Di antara anak-anaknya ada
yang bernama Ibrahim, namun ia menjadi seorang yang berpemikiran Jahmiyah
(pengikut Jahm bin Shofwan, yang memiliki aqidah menolak nama-nama Allah dan
sifat-sifat-Nya) dan berpendapat bahwa Al-Qur`an adalah mahkluk.
 
Hidayah berada di tangan Allah.
Namun seorang hamba harus menempuh sebab. Jika Allah menghendaki kebaikan
kepadanya (anak), tentulah dia akan tunduk kepada nasihat. Namun jika Dia
menghendaki lain, maka ia akan berada di atas kebatilan. Seorang penyair
berkata:
 
“Jika perangai itu adalah
perangai yang jelek
Maka tidak ada pendidikan maupun
pendidik yang berguna”
(Sebagian dinukil dari Nashihati
lin Nisa`, hal.75-76, cet. Darul Haramain)
 
Tiada permohonan yang pantas
kecuali meniru apa yang telah diucapkan oleh orang-orang shalih kepada Rabb
mereka dalam doanya, sebagaimana firman Allah:
 
“Dan orang-orang yang berkata:
‘Ya Rabb kami, anugerahkanlah kepada kami istri-istri kami dan keturunan kami
sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami sebagai imam bagi
orang-orang yang bertakwa.” (Al-Furqan: 74)
 
Wallahu a’lam bish-shawab.
 
Sumber: ringkasan artikel dari www.asysyariah.com
 
 
B. Setiap Amalan Tergantung Penutupnya (Antara Husnul Khatimah
Dengan Su`ul Khatimah)
 
Abdullah bin Mas’ud radhiallahu
‘anhu berkata: Menceritakan kepada kami Rasulullah shallallahu ‘alaihi
wasallam
yang beliau adalah seorang yang benar lagi dibenarkan:
 
“Bahwa penciptaan salah seorang
di antara kalian dihimpun dalam perut ibunya selama empat puluh hari atau empat
puluh malam, kemudian menjadi segumpal darah dalam empat puluh hari berikutnya,
kemudian menjadi segumpal daging dalam empat puluh hari berikutnya. Kemudian
Allah mengutus malaikat kepadanya dan memerintahkan untuk menetapkan empat
kalimat (empat hal): Tentang rezkinya, ajalnya, amalnya, sengsara ataukah
bahagia, kemudian Allah meniupkan ruh padanya. Sungguh ada salah seorang di
antara kalian yang melakukan amalan-amalan penghuni surga hingga tak ada jarak
antara dia dan surga selain sehasta, namun kemudian takdir telah mendahului
dia, lantas ia pun melakukan amalan penghuni neraka dan akhirnya ia masuk
neraka. Dan sungguh ada salah seorang di antara kalian yang melakukan amalan
penghuni neraka, hingga tak ada jarak antara dia dan neraka selain sehasta,
namun kemudian takdir mendahuluinya, lantas ia pun mengamalkan amalan penghuni
surga sehingga dia memasukinya.” (HR. Al-Bukhari no. 3332)
 
Hadits ini dijelaskan oleh hadits
berikut
 
Dari Sahl bin Sa’ad radhiallahu
anhu dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
 
“Sungguh ada seorang hamba yang
menurut pandangan orang banyak mengamalkan amalan penghuni surga, padahal dia
sebenarnya adalah penghuni neraka. Sebaliknya ada seorang hamba yang menurut
pandangan orang melakukan amalan-amalan penduduk neraka, padahal dia sebenarnya
adalah penghuni surga. Sungguh setiap amalan itu dihitung dengan
penutupannya.”
(HR. Al-Bukhari no. 6012)
 
Dari Jabir radhiallahu anhuma dia
berkata: Aku mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
 
“Setiap hamba dibangkitkan sesuai
dengan kondisi saat ia meninggal.” (HR. Muslim no. 2878)
 
Penjelasan
ringkas:
 
Hadits-hadits di atas di satu
sisi merupakan kabar buruk dan di sisi lain merupakan kabar yang baik. Kabar
buruk bagi siapa yang sudah terbiasa melakukan kejelekan dan kabar baik bagi
siapa yang sudah terbiasa melakukan kebaikan. Karena sesuatu yang sudah menjadi
kebiasaan biasanya sulit untuk ditinggalkan dan akan selalu dia amalkan apapun
yang terjadi. Karenanya, orang yang sudah terbiasa mengamalkan amalan jelek maka
kemungkinan besar dia akan dihukum oleh Allah dengan su`ul khatimah atau
meninggal di atas kejelekan, dan ini termasuk siksaan Allah yang terbesar di
muka bumi ini. Sebaliknya, siapa saja yang sudah terbiasa melakukan suatu
kebaikan maka besar kemungkinan dia juga akan mengakhiri hidupnya di atas
kebaikan. Dan Allah Ta’ala akan membangkitkan setiap orang sesuai dengan
keadaan ketika dia meninggal.
 
Inilah hukum asalnya. Adapun
hadits Abdullah bin Mas’ud di atas, maka dia termasuk hadits-hadits dalam
masalah
takdir yang wajib diterima dan dibenarkan, walaupun akal tidak bisa mencernanya
karena kurangnya ilmu dan akal manusia. Yang jelas kita meyakini bahwa Allah
Ta’ala Maha Adil dan Maha Mengetahui. Dia tidak akan memasukkan ke dalam
neraka
orang yang tidak pantas masuk neraka dan tidak akan memasukkan ke dalam surga
orang yang tidak pantas masuk ke dalam surga. Dan Dia lebih mengetahui siapa di
antara hamba-hambaNya yang bersyukur kepada-Nya. Ini jawaban secara global.
 
Adapun secara rinci, maka
diterangkan dalam hadits Sahl bin Sa’ad di atas, yaitu bahwa amalan baik yang
diamalkan oleh penghuni neraka itu hanya lahiriahnya saja yang baik, akan
tetapi hati orang tersebut bertentangan dengan amalannya, dimana kejelekan
hatinya ini tidak diketahui oleh orang lain. Dan kejelekan hatinya inilah yang
kemudian mendominasi dirinya, dan kejelekan hatinya ini muncul di akhir umurnya
dengan dia melakukan kejelekan, sehingga dia akhirnya meninggal dengan su`ul
khatimah. Sebaliknya, seorang penghuni surga terkadang melakukan banyak
kejelekan akan tetapi sebenarnya di dalam hatinya ada suatu sifat kebaikan yang
tidak diketahui oleh orang lain. Kemudian, sifat baik ini mendominasi dirinya
dan baru muncul buahnya di akhir hidupnya dengan dia berbuat kebaikan. Sehingga
dia akhirnya meninggal dengan husnul khatimah. (Iqazh Al-Himam Al-Muntaqa min
Jami’ Al-Ulum wa Al-Hikam hal. 94)
 
Intinya seorang muslim wajib
beriman kepada takdir dan tidak larut mempertanyakan atau memperbincangkan
takdir. Karena takdir adalah rahasia Allah dimana tidak ada seorangpun makhluk
yang mengetahuinya. Dan sudah dimaklumi bersama bahwa membicarakan sesuatu yang
tidak diketahui adalah pekerjaan yang buang-buang waktu dan tidak akan
menghasilkan kebaikan apa-apa.
 
Pelajaran penting lainnya dari
hadits-hadits di atas adalah bahwa seorang pelaku maksiat tidak boleh berputus
asa dengan banyaknya dosa yang telah dia perbuat. Karena sebesar apapun
dosanya, yang menjadi penentu nasibnya di akhirat adalah amalan yang dia
amalkan di akhir hidupnya. Dan sebaliknya setiap pelaku kebaikan tidak boleh
bangga dan tertipu dengan banyaknya pahala yang telah dia dapatkan. Karena
nasibnya di akhirat tidak ditentukan oleh pahala yang sudah dia kumpulkan, akan
tetapi ditentrukan oleh amalan yang dia kerjakan di akhir umurnya. Maka dengan
beriman kepada takdir dengan keimanan yang benar, seseorang bisa menjaga
hatinya antara selalu berharap kepada Allah dan selalu takut kepada Allah.
 
Sumber:
http://al-atsariyyah.com/antara-husnul-khatimah-dengan-suul-khatimah.html

[Non-text portions of this message have been removed]

#36660 From: wirawan <wirawan.smg@...>
Date: Fri Apr 6, 2012 10:30 pm
Subject: Perjalanan Panjang Seorang Wanita Mualaf Rusia
wirawan_smg
Send Email Send Email
 
Perjalanan Panjang Seorang Wanita Mualaf Rusia

Siraaj

*Kamis, 5 April 2012 19:38:45*
    <http://static.arrahmah.net/images/stories/2012/04/arabian-woman1.jpg>

*(Arrahmah.com <http://arrahmah.com/>)* - Awal mulanyaIa seorang gadis
Rusia, berasal dari keluarga yang taat beragama, akan tetapi ia seorang
penganut kristen ortodox yang sangat fanatik dengan kristennya.Salah
seorang pedagang Rusia menawarinya untuk pergi bersama dengan sekelompok
gadis-gadis ke negara teluk untuk membeli alat-alat elektronik yang
kemudian akan dijual di Rusia. Demikianlah awal kesepakatan antara pedagang
dengan gadis-gadis tersebut.

Ketika mereka telah sampai di sana, laki-laki itu mulai menampakkan
taringnya dan mengungkapkan niat jahatnya. Ia menawarkan kepada gadis-gadis
tersebut profesi tercela. Ia mulai merayu mereka dengan harta yang melimpah
dan hubungan yang luas, sampai sebagian besar gadis-gadis itu terpedaya dan
akhirnya menerima idenya, kecuali wanita yang satu ini. Ia sangat fanatik
dengan agama kristennya sehingga ia menolak.

Laki-laki itu menertawakannya seraya berkata, Engkau di negeri ini
tersia-sia, engkau tidak memiliki apapun selain pakaian yang engkau pakai 
dan aku tidak akan memberikan apapun kepadamu. Ia mulai menekannya, ia
tempatkan wanita itu di sebuah flat (kamar) bersama gadis-gadis yang lain
dan ia sembunyikan paspor-paspor mereka. Gadis-gadis yang lain tidak mampu
mempertahankan prinsipnya, mereka pun larut bersama arus  sementara ia
tetap teguh menjaga kesuciannya. Setiap hari ia selalu mendesak laki-laki
itu untuk menyerahkan paspornya atau memulangkan dirinya ke negeri asalnya.
Tetapi laki-laki itu menolak. Pada suatu hari ia berusaha untuk mencari
paspor itu di flat. Setelah susah payah mencarinya akhirnya ia
menemukannya. Langsung saja ia ambil paspor tersebut dan segera kabur dari
flat itu.

Ia keluar menuju ke jalan raya, sementara ia tidak punya apa-apa selain
pakaian yang dikenakannya. Ia kebingungan, ia orang asing yang tidak tahu
kemana harus pergi, tak ada keluarga, tak ada hubungan, tak ada harta, tak
ada makanan dan tak ada juga tempat tinggal.Wanita yang lemah itu
benar-benar kebingungan, menoleh ke kanan dan ke kiri. Tiba-tiba ia melihat
seorang pemuda yang sedang berjalan bersama tiga orang wanita, ia merasa
tentram dengan penampilannya lalu ia menghampirinya dan mulai berbicara
dengan bahasa Rusia.Pemuda itu minta maaf karena ia tidak paham bahasa
Rusia. Wanita itu berkata, Apakah kalian bisa berbicara bahasa Inggris.
Mereka menjawab, Ya, bisa. Wanita itu menangis karena gembira, lalu
berkata, Aku seorang wanita dari Rusia, kisahku begini (ia menuturkan
kisahnya), aku tidak punya harta dan tempat tinggal, aku ingin pulang ke
negeriku, yang aku inginkan dari kalian hanyalah sekedar mau menampungku
dua atau tiga hari agar aku dapat mengatur urusanku bersama keluargaku dan
saudara-saudaraku di negeriku.

Pemuda yang bernama Khalid itu merenungkan kata-katanya, ia berfikir boleh
jadi wanita ini menipu! Sementara wanita itu melihat kepadanya dan
menangis. Lalu Khalid bermusyawarah dengan ibu dan kedua saudara
perempuannya.

Pada akhirnya mereka sepakat membawa wanita itu ke rumah. Ia mulai
menghubungi keluarganya di Rusia, akan tetapi tidak ada yang menjawab.
Jaringan telepon terputus di negeri itu! Padahal ia sudah mengulang-ngulang
menelpon setiap jam.

Keluarga itu tahu bahwa wanita itu seorang Kristen. Mereka berusaha untuk
berlemah lembut dan santun kepadanya. Wanita itu mencintai mereka dan
mereka mengajaknya untuk memeluk Islam. Akan tetapi ia menolak dan tidak
ingin berpindah agama, bahkan tidak bersedia sekedar untuk diskusi tentang
masalah agama sama sekali, karena ia dari keluarga ortodox yang sangat
fanatik membenci Islam dan kaum muslimin!

Khalid pergi ke Pusat Islam dan Dakwah (Islamic Center) lalu membawakan
untuknya beberapa buku tentang Islam dalam bahasa Rusia. Wanita itu
membacanya dengan seksama. Setelah membaca buku-buku tersebut ia mulai bisa
memahami tentang Islam. Pada akhirnya ia terkesan dan kagum dengan agama
yang baru ia kenal ini. Hari-hari terus berlalu sementara mereka terus
berusaha untuk meyakinkannya hingga akhirnya dia masuk Islam. Semakin hari
keislamannya semakin baik. Ia mulai menaruh perhatian terhadap
ajaran-ajaran dien dan semangat untuk bergaul dengan wanita-wanita yang
shalihah. Setelah memeluk Islam ia takut untuk kembali ke negerinya karena
khawatir kembali ke agama Kristen.

*Pernikahan*

Karena ia telah menjadi seorang wanita yang muslimah maka akhirnya Khalid
pun menikahinya. Ternyata ia lebih teguh dalam memegang dien daripada
kebanyakan wanita-wanita muslimah lainnya. Pada suatu hari ia pergi bersama
suaminya ke pasar, di sana ia melihat seorang wanita bercadar. Ini adalah
untuk pertama kalinya ia melihat seorang wanita berjilbab yang menutupi
wajahnya (bercadar). Seorang wanita berjilbab dengan sempurna, ia merasa
heran dengan bentuk pakaian tersebut!! Ia berkata kepada suaminya ,
Khalid, kenapa wanita itu berpakaian seperti itu? Mungkin wanita itu
tertimpa penyakit yang membuat rusak wajahnya sehingga ia menutupinya?

Khalid menjawab, Tidak, wanita itu berhijab dengan hijab yang diridhoi
oleh Allah Subhanahu wa Taala untuk hamba-hamba-Nya dan yang diperintahkan
oleh Rasul-Nya. Ia terdiam sebentar kemudian berkata, Ya, benar, ini
adalah hijab yang islami, yang dikehendaki oleh Allah untuk kita.

Khalid berkata, Dari mana engkau tahu? Ia menjawab, Aku sekarang
merasakan, jika aku masuk ke pertokoan, mata-mata para pemilik toko itu
tidak lepas dari wajahku! Seakan-akan mereka mau menelan wajahku
sepotong-sepotong!! Kalau begitu wajahku ini harus ditutup, tidak boleh ada
yang melihatnya selain suamiku saja, kalau begitu aku tidak akan keluar
dari pasar ini kecuali dengan hijab seperti itu. Di mana kita bisa
membelinya?. Khalid berkata, Tetaplah terus dengan hijabmu ini, seperti
ibu dan saudara-saudara perempuanku. Ia menjawab, Tidak, aku ingin hijab
seperti yang diinginkan Allah.

Hari-hari terus berlalu atas wanita ini sementara tidak ada yang bertambah
kecuali keimanannya. Orang-orang yang ada di sekelilingnya menyukainya,
hati dan perasaan Khalid pun terkuasai olehnya.

Pada suatu hari ia melihat paspornya, ternyata hampir habis masa berlakunya
dan harus segera diperpanjang. Yang paling sulit adalah paspor itu harus
diperpanjang di kota tempat dulu ia tinggal. Jadi mesti pergi ke Rusia.
Jika tidak, maka ia akan dianggap pendatang gelap. Khalid memutuskan untuk
pergi bersamanya, karena wanita itu tidak mau bepergian tanpa disertai
mahram.

Mereka berdua naik pesawat jawatan penerbangan Rusia (Russian Air Lines)
sementara wanita itu tetap dengan hijabnya yang sempurna!! Ia duduk di
samping suaminya dengan mantap dan penuh kewibawaan. Khalid berkata
kepadanya, Aku khawatir kita menemui kesulitan-kesulitan karena hijabmu
ini. Ia menjawab, Subhanallah! engkau ingin agar aku mentaati orang-orang
kafir tersebut dan mendurhakai Allah? Tidak, demi Allah, terserah mereka
mau ngomong apa.

Orang-orang mulai memandanginya. Dan para pramugari mulai membagi-bagikan
makanan dan khamr (bir) kepada para penumpang. Tak lama kemudian khamr
mulai beraksi di kepala mereka, kata-kata kasar mulai bermunculan dari
orang-orang di sekelilingnya yang diarahkan kepadanya. Ada yang membuat
lelucon (humor), ada yang tertawa, ada juga yang mengolok-olok. Mereka
berdiri di samping wanita itu dan mengomentari dirinya. Sementara Khalid
melihat ke arah mereka tanpa memahami ucapan mereka sedikitpun. Adapun
wanita itu tersenyum dan tertawa serta menerjemahkan omongan mereka
kepadanya. Sang suami marah, tetapi wanita itu berkata, Jangan, jangan
engkau bersedih, jangan merasa sempit dada, ini perkara kecil dibandingkan
ujian dan cobaan iman yang dialami oleh para sahabat Nabi, baik yang
laki-laki maupun perempuan. Wanita itu bersabar, demikian juga sang suami,
hingga pesawat itu mendarat.

*Di Rusia*

Khalid berkata, Ketika kami turun di bandara, aku menyangka bahwa kami
akan pergi ke rumah keluarganya dan tinggal di sana, setelah itu akan
menyelesaikan pengurusan perpanjangan paspor kemudian pulang. Akan tetapi
pandangan istriku ternyata cukup jauh.Wanita itu berkata, Keluargaku
masih menganut kristen ortodox semua, mereka fanatik dengan agamanya. Oleh
karena itu aku tidak ingin ke sana sekarang! Tetapi kita akan menyewa
sebuah kamar di satu tempat dan tinggal di sana lalu mengurus perpanjangan
paspor. Nanti sebelum pulang, kita berkunjung ke rumah keluargaku. Khalid
pun menyetujui usulan yang bagus itu.Kami pun menyewa sebuah kamar dan
bermalam di situ. Keesokan harinya kami pergi ke kantor bagian pengurusan
paspor. Kami menemui petugas dan ia meminta agar kami menyerahkan paspor
yang lama berikut foto pemiliknya. Istriku menyerahkan fotonya yang hitam
putih, yang tak terlihat dari tubuhnya kecuali bagian wajahnya saja.

Petugas itu berkata, Foto ini menyalahi aturan, kami minta foto yang
berwarna, dan terlihat di situ wajah, rambut dan leher dengan sempurna!!
Istriku menolak menyerahkan selain foto itu. Kami pun pergi ke petugas
kedua lalu petugas yang lainnya lagi, akan tetapi mereka semua minta foto
yang tidak berjilbab, sementara istriku berkata, Tidak mungkin aku berikan
kepada mereka foto yang tabarruj (terbuka auratnya) selama-lamanya. Para
petugas itu pun menolak melayani permintaan kami. Kemudian kami menuju ke
pimpinan utama mereka yang perempuan.

Istriku berusaha semampunya meyakinkan pimpinan itu agar mau menerima foto
tersebut. Akan tetapi ditolak. Istriku mulai mendesak seraya berkata,
Apakah tidak engkau lihat rupaku yang sebenarnya lalu engkau bandingkan
dengan yang ada di foto itu? Yang penting wajah terlihat, adapun rambut
bisa saja berubah. Bukankah foto ini sudah cukup?!Pimpinan itu tetap
bersikeras bahwa aturan tidak membolehkan foto seperti itu. Maka istriku
berkata, Saya tidak akan menyerahkan selain foto-foto ini, lalu apa jalan
keluarnya? Sang pimpinan berkata, Tidak ada yang bisa menyelesaikan
masalah ini kecuali direktur utama di kantor pusat pengurusan paspor yang
berada di Moskow. Maka kami pun keluar dari kantor tersebut.

Ia menoleh kepadaku seraya berkata, Wahai Khalid, kita akan pergi ke
Moskow. Ketika itu aku berkata kepadanya, Sudahlah, serahkan saja foto
yang mereka inginkan itu, bukankah Allah tidak akan membebani seseorang
kecuali sesuai dengan kemampuannya? Maka bertakwalah kepada Allah
semampumu. Dan ini sesuatu yang darurat, sementara paspor itu tidak akan
dilihat kecuali oleh segelintir orang, itupun untuk sesuatu yang darurat,
kemudian setelah itu engkau sembunyikan di rumahmu sampai habis masa
berlakunya. Lepaskan dirimu dari kesulitan-kesulitan ini, kita tidak perlu
pergi ke Moskow.Ia menjawab, Tidak, tidak mungkin aku tampil dengan
bentuk yang tabarruj (membuka aurat) setelah aku mengenal agama Allah ini.

*Di Moskow*

Ia mendesakku, akhirnya kami pun pergi ke Moskow, lalu kami menyewa sebuah
kamar dan tinggal di situ. Keesokan harinya kami pergi ke kantor pusat
pengurusan paspor. Kami menemui petugas pertama, kedua dan ketiga. Pada
akhirnya kami terpaksa menghadap direktur utama. Kami menemuinya, ternyata
ia termasuk orang yang paling buruk akhlaknya! Ketika ia melihat paspor, ia
membolak-balik foto-foto kemudian mengarahkan pandangannya ke arah istriku,
seraya berkata, Siapa yang bisa membuktikan kepadaku bahwa engkau adalah
pemilik foto-foto ini? Ia ingin agar istriku membuka wajahnya agar dapat
melihatnya. Istriku berkata kepadanya, Katakan saja kepada salah seorang
pegawai wanita yang ada di sini atau sekretaris wanita untuk menemuiku lalu
aku bersedia membuka wajahku untuknya, sehingga ia dapat mencocokkan
foto-foto itu. Adapun engkau maka tidak akan bisa mencocokkannya, aku tidak
akan membuka wajahku untukmu.

Orang itu marah lalu mengambil paspor lama dan foto-fotonya berikut
berkas-berkas lainnya kemudian dijadikan satu dan dilemparkan ke laci meja
pribadinya. Ia berkata kepada istriku, Engkau tidak akan bisa memperoleh
paspor yang lama ataupun yang baru kecuali jika engkau serahkan kepadaku
foto-foto yang benar-benar cocok dan kami bisa mencocokkannya
denganmu.Istriku mulai berbicara kepadanya dan berusaha untuk
meyakinkannya. Kedua orang itu berbicara dengan bahasa Rusia, sementara aku
memandangi keduanya tanpa faham sedikitpun pembicaraan mereka. Aku marah 
tetapi aku tak dapat berbuat apa-apa, sementara orang itu
mengulang-ngulang, Engkau harus mendatangkan foto-foto yang sesuai dengan
syarat-syarat kami.

Istriku tetap berusaha untuk meyakinkannya tetapi tidak ada hasilnya!
Akhirnya ia diam dan berdiri, aku menoleh kepadanya dan mengulangi
perkataanku sebelumnya, Wahai istriku yang terhormat, Allah tidak akan
memberikan beban kepada seseorang kecuali sesuai dengan kemampuannya, dan
kita dalam keadaan darurat, sampai kapan kita berkeliling di kantor-kantor
pengurusan paspor?Dia menjawab, Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah,
niscaya Dia adakan baginya jalan keluar dan Dia karuniakan kepadanya rizki
dari arah yang tidak diduga-duga.

Perdebatan antara aku dengannya semakin sengit, direktur pengurusan paspor
itupun marah dan kami diusir dari kantornya. Kami keluar sambil menyeret
langkah-langkah kami, perasaanku antara kasihan dan marah kepada istriku.
Kami pun pergi untuk saling mempelajari perkara ini di kamar kami. Aku
berusaha untuk meyakinkannya, akan tetapi ia tetap bersungguh-sungguh
meyakinkanku, sampai larut malam. Kami pun shalat Isya. Fikiranku tetap
risau dengan musibah ini, kemudian kami makan malam seadanya lalu aku
letakkan kepalaku untuk tidur.

*Bagaimana engkau bisa tidur*

Ketika ia melihatku seperti itu, wajahnya berubah lalu menoleh kepadaku
seraya berkata, Khalid, engkau akan tidur?! Aku menjawab, Ya, apakah
engkau tidak merasa capek?!Ia berkata, Subhanallah, dalam kondisi yang
sulit ini engkau bisa tidur?! Kita sedang melewati saat-saat yang kita
harus lari kepada Allah, bangun dan mohonlah kepada Allah dengan
sungguh-sungguh, karena ini adalah waktu untuk memohon.

Aku pun bangun dan shalat sesuai dengan yang Allah kehendaki untukku,
kemudian aku tidur, adapun dia tetap berdiri untuk shalat dan shalat,
setiap kali aku terbangun dan melihatnya, aku dapati dia masih dalam
keadaan ruku atau sujud atau berdiri atau berdoa atau menangis, sampai
terbit fajar. Kemudian ia membangunkanku seraya berkata, Telah masuk waktu
fajar, mari kita shalat berjamah.

Aku pun bangun, berwudhu dan shalat berjamaah, kemudian ia tidur sejenak.
Setelah matahari terbit ia terbangun seraya berkata, Mari kita pergi ke
kantor pengurusan paspor!!Aku berkata, Kita akan pergi ke kantor
pengurusan paspor lagi?! Dengan argumen apa?! Mana foto-fotonya, kita masih
belum memiliki foto-foto itu!!

Ia berkata, Marilah kita pergi dan berusaha, jangan putus asa dari rahmat
Allah. Kami pun pergi. Demi Allah, ketika kaki-kaki kami menginjak lantai
ruang pertama kantor pengurusan paspor tersebut dan mereka melihat istriku
-yang sudah mereka ketahui sebelumnya- dengan hijabnya itu, tiba-tiba salah
seorang petugas memanggil, Engkau Fulanah?Istriku menjawab, Ya, benar!
Petugas itu berkata, Ambillah paspormu. Dan ternyata paspor itu telah
beres, lengkap dengan foto-fotonya yang berjilbab. Aku merasa gembira, lalu
ia menoleh kepadaku seraya berkata, Bukankah telah aku katakan kepadamu,
barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia adakan baginya jalan
keluar.

Tatkala kami ingin keluar, petugas itu berkata, Kalian harus kembali ke
kota yang kalian datangi pertama kali agar paspor Anda distempel di sana.
Kami pun kembali ke kota yang pertama dan aku berkata dalam hatiku, ini
adalah kesempatan untuk mengunjungi keluarganya sebelum kami meninggalkan
Rusia. Akhirnya kami sampai di kota keluarganya. Kami menyewa sebuah kamar
kemudian kami menstempel paspor tersebut.

*Perjalanan yang penuh siksaan*

Kami pergi mengunjungi keluarganya. Ternyata rumah itu tampak kuno dan
sederhana. Nampak jelas ada tanda-tanda kemiskinan di sana. Kami mengetuk
pintu rumah tersebut dan yang membukakan pintu adalah kakak laki-lakinya
yang tertua, ia seorang pemuda yang kekar otot-ototnya. Istriku gembira
dapat bertemu dengan kakaknya, ia membuka wajahnya dan tersenyum serta
mengucapkan selamat berjumpa! Adapun sang kakak -ketika pertama kali
melihat adiknya- wajahnya terlihat gembira dengan kepulangannya yang
selamat tapi bercampur heran karena pakaiannya yang hitam dan menutup
semuanya itu.

Istriku masuk sambil tersenyum dan memeluk saudaranya. Aku pun ikut masuk
di belakangnya dan duduk di ruang tamu, aku duduk seorang diri. Adapun dia,
terus masuk ke dalam rumah. Aku mendengar mereka berbicara dengan bahasa
Rusia. Aku tidak faham sama-sekali, tetapi aku perhatikan nada suara mereka
semakin meninggi dan keras!! Logatnya pun berubah!! Teriakan mulai
meninggi!! Tiba-tiba mereka semua meneriaki istriku, sementara ia membela
diri dan menyanggah perkataan mereka. Aku merasa ada hal yang tidak baik
dalam urusan ini, tetapi aku tidak bisa memastikannya karena aku tidak
faham sedikitpun dari pembicaraan mereka.

Tiba-tiba suara mereka semakin mendekat ke ruangan tamu dimana aku berada
di situ- kemudian keluarlah tiga orang pemuda dipimpin oleh seorang yang
agak tua menemuiku. Pada mulanya aku menduga bahwa mereka akan menyambut
kedatangan suami dari anak mereka! Ternyata mereka menyerangku seperti
binatang buas. Tiba-tiba sambutan berubah menjadi pukulan-pukulan dan
tamparan-tamparan!! Aku berusaha untuk membela diri dari serangan mereka,
aku berteriak dan minta tolong, hingga habis kekuatanku. Aku merasa di
rumah inilah akhir hidupku. Mereka semakin menghujaniku dengan
pukulan-pukulan. Sementara itu aku berusaha menoleh ke sekitarku, aku
berusaha mengingat-ingat dari pintu mana aku tadi masuk supaya aku bisa
keluar. Ketika aku melihat pintu, aku segera bangkit membuka pintu dan
kabur. Sementara mereka mengejar di belakangku. Aku masuk di tengah
kerumunan orang hingga tersembunyi dari mereka.

Kemudian aku menuju ke kamarku yang kebetulan tidak jauh dari rumah itu.
Aku berdiri membersihkan darah dari wajah dan mulutku. Aku melihat diriku,
ternyata pukulan dan tamparan-tamparan itu meninggalkan bekas pada kening,
pipi dan hidungku. Darah mengalir dari mulutku, pakaianku robek. Aku memuji
Allah yang telah menyelamatkanku dari binatang-binatang buas tersebut.
Tetapi aku berkata dalam hati, Aku telah selamat, tetapi bagaimana dengan
istriku?! Wajahnya terbayang-bayang di hadapanku, apakah ia juga menerima
pukulan dan tamparan sepertiku? Laki-laki saja hampir-hampir tak sanggup
menghadapinya sementara ia adalah seorang wanita, apakah ia mampu
menanggungnya?! Aku khawatir wanita yang lemah itu roboh

*Inikah saatnya perpisahan??*

Syetan mulai bekerja dan membisikkan kepadaku, Ia akan murtad dari
agamanya dan kembali menjadi Kristen, lalu engkau akan kembali ke negerimu
seorang diri. Aku jadi bingung, apa yang harus aku perbuat? Di negeri ini,
kemana aku harus pergi, apa yang mesti aku lakukan? Nyawa di negeri ini
murah, engkau bisa menyewa seseorang untuk membunuh orang lain hanya dengan
sepuluh dollar!! Uuuh  bagaimana kalau keluarga istriku menyiksanya lalu
ia menunjukkan kepada mereka tempatku, kemudian mereka mengutus seseorang
untuk membunuhku di kegelapan malam?

Aku kunci kamar, aku tetap merasa takut dan cemas sampai pagi. Kemudian aku
berganti pakaian lalu pergi untuk mencari-cari informasi, aku lihat rumah
mereka dari kejauhan, aku mengawasinya dan mengikuti apa yang terjadi di
situ. Akan tetapi pintunya tertutup. Aku terus menunggu. Tiba-tiba pintu
terbuka dan keluarlah tiga orang pemuda dan seorang tua. Ketiga pemuda
itulah yang menyiksaku. Dari penampilannya nampaknya mereka akan pergi ke
tempat kerja. Pintu pun tertutup dan terkunci kembali. Aku tetap mengawasi
dan mengintai. Aku berharap dapat melihat wajah istriku, akan tetapi tak
berhasil.

Aku terus mengawasinya sampai berjam-jam. Kemudian para laki-laki yang
pergi itu kembali dari pekerjaan mereka dan memasuki rumah mereka. Aku
merasa lelah, lalu kembali ke kamarku. Pada hari kedua, aku pergi mengawasi
kembali. Akan tetapi aku tidak melihat istriku. Pada hari ketiga pun sama.
Aku sudah putus asa akan kehidupannya, aku menduga ia sudah mati karena
kerasnya siksaan atau dibunuh! Akan tetapi seandainya ia telah mati tentu
paling tidak akan terlihat kesibukan di rumah itu, akan ada yang datang
untuk bertaziah (melayat) atau menjenguk. Akan tetapi ketika aku tidak
melihat sesuatu yang aneh. Akhirnya aku meyakinkan diriku bahwa ia masih
hidup dan kesempatan bertemu kembali masih ada.

*Pertemuan*

Pada hari yang keempat, aku tidak sabar untuk duduk di kamarku, lalu aku
pergi untuk mengawasi rumah mereka dari kejauhan. Ketika para pemuda itu
pergi bersama ayah mereka ke tempat kerjanya seperti biasa, sementara aku
tetap mengawasi dan berharap, tiba-tiba pintu terbuka dan ternyata wajah
istriku terlihat dari balik pintu.

Ia menoleh ke kanan dan ke kiri, aku melihat ke wajahnya, ternyata penuh
dengan lingkaran-lingkaran merah dan bekas-bekas pukulan yang membiru,
karena banyaknya pukulan dan tamparan. Pakaiannya bersimbah darah. Aku
merasa cemas dan iba ketika melihat penampilannya. Aku segera
menghampirinya. Aku melihatnya semakin jelas, ternyata darah mengalir dari
luka-luka di wajahnya. Kedua tangan dan kakinya pun mengalirkan darah.
Pakaiannya robek-robek, tidak tersisa kecuali secarik kain sederhana yang
menutupinya. Kedua kakinya terikat dengan belenggu!! Kedua tangannya pun
diikat ke belakang dengan rantai. Tatkala aku melihatnya seperti itu aku
menangis. Aku tidak dapat menguasai diriku, aku panggil ia dari kejauhan

*Keteguhan*

Istriku berkata kepadaku sambil menahan air matanya dan merintih karena
pedihnya siksaan, Dengarkan wahai Khalid, jangan engkau mencemaskan
diriku, aku tetap teguh di atas perjanjian. Demi Allah yang tidak ada Tuhan
selain Dia, apa yang aku temui sekarang ini tidak sebanding seujung rambut
pun dengan apa yang ditemui oleh para sahabat dan tabiin, apalagi para
Nabi dan Rasul. Dan aku mengharap agar engkau tidak ikut campur dalam
urusan antara aku dan keluargaku, dan pergilah cepat-cepat sekarang juga
serta tunggulah di kamar sampai aku datang, insya Allah, akan tetapi
perbanyaklah doa, qiyamullail dan shalat.

Aku pun pergi dari sisinya sementara aku merasa sangat iba dan sedih atas
dirinya, aku tinggal di kamarku sehari penuh menunggunya, aku mengharapkan
kedatangannya. Hari berikutnya pun lewat. Hari ketiga juga berlalu, sampai
malam telah larut, tiba-tiba pintu kamarku diketuk! Aku terkejut siapakah
gerangan yang di balik pintu?! Siapa yang mengetuk itu? Akan merasa sangat
takut, siapa yang datang pada tengah malam begini? Boleh jadi keluarganya
telah mengetahui tempatku, atau boleh jadi istriku telah mengaku lalu
keluarganya datang untuk membunuhku. Aku ditimpa ketakutan seperti mau
mati, tidak ada jarak antara aku dengan kematian kecuali seujung rambut.
Aku bertanya dengan mengulang-ulang, Siapa yang mengetuk pintu itu?

Tiba-tiba terdengar suara istriku berkata dengan penuh kelembutan, Bukalah
pintu, aku Fulanah. Kemudian aku nyalakan lampu kamar dan aku buka pintu.
Ia masuk dalam keadaan gemetar dan kondisi yang mengenaskan, sementara
luka-luka disekujur tubuhnya. Ia berkata, Cepat kita pergi sekarang! Aku
berkata, Sementara keadaanmu seperti ini?! Ia menjawab, Ya, cepatlah.
Aku mulai membereskan pakaianku sementara ia mengambil kopernya, ia
mengganti pakaiannya dan mengeluarkan hijab dan abaah (mantel luar) nya
lalu dipakainya. Kami segera mengambil semua barang-barang kami lalu turun
dan naik taksi. Wanita yang lemah itu menghempaskan tubuhnya yang lapar dan
penuh luka itu ke kursi mobil

*Ke Bandara*

Begitu aku naik taksi, aku langsung berkata kepada sopir dengan bahasa
Rusia, Ke bandara pak! Aku memang sudah mengetahui beberapa kata dalam
bahasa Rusia. Tetapi istriku berkata, Tidak, kita tidak akan pergi ke
bandara, tetapi kita akan pergi ke suatu desa.Aku bertanya, Kenapa?
Bukankah kita akan kabur?! Ia menjawab, Benar, akan tetapi jika
keluargaku tahu akan kepergianku mereka pasti akan segera mencari kita di
bandara. Kita pergi saja ke suatu desa, jika kita telah sampai di desa
tersebut kita akan turun, lalu naik mobil lain ke desa yang lainnya,
kemudian ke desa lainnya, kemudian ke sebuah kota lain yang di situ ada
bandara internasional.

Ketika kami telah sampai di bandara internasional, kami segera memesan
tiket untuk pulang ke negeri kami, akan tetapi pemesanan terlambat, lalu
kami menyewa sebuah kamar dan tinggal di situ. Tatkala kami sudah merasa
tenang tinggal di kamar, istriku melepas abaah (mantel luar) nya. Aku
melihat kepadanya, ya Allah  ternyata tidak ada satu tempat pun yang
selamat dari darah!! Kulitnya tercabik, darah-darah yang membeku, rambut
yang terpotong-potong dan bibir yang membiru 

*Kisah yang menakutkan*

Aku bertanya kepadanya, Apa yang telah terjadi?. Ia menjawab, Ketika
kita telah masuk ke rumah, aku duduk bersama keluargaku, lalu mereka
berkata kepadaku, Pakaian apa ini?!! Aku menjawab, Ini adalah pakaian
Islam. Mereka berkata, Dan siapakah laki-laki itu?! Aku menjawab, Dia
suamiku, aku telah masuk Islam dan menikah dengan laki-laki tersebut.
Mereka berkata, Tidak mungkin ini terjadi!

Kemudian aku berkata, Dengarkanlah dulu ceritaku. Lalu aku ceritakan
kepada mereka kisah laki-laki Rusia yang ingin menarikku ke lembah
prostitusi, lalu bagaimana aku bisa lari darinya, kemudian pertemuanku
denganmu. Mereka berkata, Seandainya engkau menempuh jalan prostitusi
tentu lebih kami sukai daripada engkau datang kepada kami sebagai
muslimah. Mereka juga berkata kepadaku, Sekali-kali engkau tidak akan
bisa keluar dari rumah ini kecuali sebagai wanita kristen orthodox atau
mayat yang kaku!!

Sejak saat itu mereka menyiksa dan memukuliku, kemudian mereka menuju
kepadamu dan memukulimu, sementara aku mendengar mereka memukulimu dan
engkau berteriak minta tolong, sedangkan aku saat itu dalam keadaan
terikat. Dan ketika engkau lari, saudara-saudaraku kembali kepadaku dan
menumpahkan cacian serta cercaannya kepadaku. Kemudian mereka pergi dan
membeli rantai belenggu, lalu mereka mengikatku.

Mereka mulai mencambukku, aku merasakan cambukan yang meninggalkan bekas,
mereka mencambukku dengan cambuk-cambuk yang aneh dan asing!! Setiap hari
pemukulan dimulai bada ashar sampai tiba waktu tidur, adapun di pagi
hari, ayah dan saudara-saudaraku pergi ke tempat kerja, sedangkan ibuku di
rumah. Nah, inilah waktu istirahatku satu-satunya. Tidak ada di sampingku
selain adik perempuan yang umurnya 15 tahun. Ia mendatangiku dan
menertawakan keadaanku. Percayakah engkau bahwa hingga tidur pun aku dalam
keadaan pingsan? Mereka mencambukku sampai aku pingsan dan tertidur. Mereka
hanya menuntut dariku agar murtad dari Islam, tetapi aku menolaknya dan
berusaha keras untuk bersabar. Setelah itu adik perempuanku mulai bertanya
kepadaku, Kenapa engkau tinggalkan agamamu dan agama ibu, ayah serta
kakek-kakekmu?.

*Dia adakan baginya jalan keluar*

Aku berusaha untuk meyakinkannya, aku jelaskan kepadanya tentang dien ini,
aku terangkan tentang tauhid, lalu ia pun mulai merasa puas dan terkesan!!
Gambaran tentang Islam mulai jelas di hadapannya!! Tiba-tiba aku dikejutkan
olehnya ketika ia berkata, Engkau di atas kebenaran  inilah agama yang
benar, inilah agama yang seharusnya aku anut juga!! Kemudian ia berkata
kepadaku, Aku akan membantumu. Aku menjawab, Jika engkau memang ingin
membantuku maka bantulah aku untuk menemui suamiku.

Adik perempuanku mulai melihat dari atas rumah, lalu ia melihatmu sedang
berjalan, ia segera berkata kepadaku, Sesungguhnya aku melihat seorang
laki-laki yang begini dan begitu cirinya. Aku berkata, Dialah suamiku,
jika engkau melihatnya maka bukakanlah pintu untukku agar aku bisa
berbicara kepadanya.

Dan benar, ia pun membukakan pintu lalu aku keluar dan berbicara kepadamu,
akan tetapi aku tidak bisa keluar menghampirimu karena aku dalam keadaan
terikat dengan dua rantai belenggu yang kuncinya dipegang oleh saudaraku,
dan rantai yang ketiga diikatkan ke salah satu tiang rumah agar aku tidak
bisa keluar. Kuncinya dipegang oleh adik perempuanku ini dan akan dibukanya
bila aku hendak ke kamar mandi.

Ketika aku berbicara kepadamu waktu itu dan aku meminta kepadamu agar tetap
tinggal sampai aku datang, keadaanku masih terikat dengan rantai belenggu.
Lalu aku mulai meyakinkan adik perempuanku tentang Islam, maka ia pun masuk
Islam dan ingin berkorban dengan pengorbanan yang lebih besar dari
pengorbananku. Ia pun memutuskan untuk melepasku agar bisa keluar rumah,
akan tetapi kunci-kunci rantai belenggu dipegang oleh saudaraku dan ia
sangat menjaganya.

Pada hari tersebut, adik perempuanku menyiapkan untuk saudara-saudaraku
khamr yang kental dan berat. Lalu mereka pun meminumnya sampai mabuk berat
dan tidak sadar sama sekali. Kemudian adikku mengambil kunci tersebut dari
kantong saudaraku dan membuka rantai-rantai belenggu itu dariku. Lalu aku
datang menemuimu pada kegelapan malam itu.

Aku bertanya kepada istriku, Bagaimana adik perempuanmu? Apa yang akan
terjadi dengannya? Ia menjawab, Tidak masalah, aku sudah meminta
kepadanya agar merahasiakan ke-Islamannya sampai kita bisa memikirkan
urusannya.

Kami pun bisa tidur malam itu, dan keesokan harinya kami pulang ke negeri
kami. Begitu kami sampai di negeri kami, langsung aku masukkan istriku ke
rumah sakit. Ia tinggal di situ beberapa hari menjalani pengobatan karena
bekas cambukan-cambukan dan penyiksaan. Dan sekarang ini kami berdoa untuk
adik perempuannya agar Allah Subhanahu wa Taala meneguhkan hatinya di atas
dien-Nya.

***

*Kisah ini dikutip dari kaset yang berjudul Qishash Muatstsirah, oleh Dr.
Ibrahim Al Faris*

Sumber: *Majalah Qiblati*

Foto: Ilustrasi

(siraaj/arrahmah.com<http://arrahmah.com/read/2012/04/05/19222-amazing-story-per\
jalanan-panjang-seorang-wanita-mualaf-rusia.html>
)


[Non-text portions of this message have been removed]

#36661 From: wirawan <wirawan.smg@...>
Date: Fri Apr 6, 2012 10:31 pm
Subject: Indonesia Tanpa Sepilis: Membongkar Makar Ideologi AS dan Kaki Tangannya (5)
wirawan_smg
Send Email Send Email
 
Indonesia Tanpa Sepilis: Membongkar Makar Ideologi AS dan Kaki Tangannya
(5)

Senin, 02/04/2012 08:15
WIB<http://www.eramuslim.com/berita/laporan-khusus/cetak/indonesia-tanpa-sepilis\
-membongkar-makar-ideologi-as-dan-kaki-tangannya-5>

*
*

*Intelijen AS diduga kuat menyusup dalam LSM-LSM internasional yang
beroperasi di Indonesia dan menjadi funding kelompok pengasong virus
Sepilis. Inilah ideologi trans-nasional sesungguhnya yang mesti diwaspadai
oleh bangsa ini!*

*Oleh: Artawijaya
Editor Pustaka Al-Kautsar*

Imprealisme asing terhadap negeri ini menggunakan beragam cara dan bermacam
kedok. Diantara kedok yang mereka pakai adalah beroperasinya
lembaga-lembaga swadaya masyarakat yang mengusung tema-tema Hak Asasi
Manusia, kesetaraan gender, civil society, toleransi agama, anti kekerasan,
dan lain sebagainya. Semua itu adalah kedok dari operasi mereka
sesungguhnya untuk membangun hegemoni ideologi dan kekuasaan serta
penyebaran paham-paham sesat seperti Sekularisme, Pluralisme, dan
Liberalisme.

Diantara lembaga asing yang beroperas i di Indonesia, dan menjadi partner
kelompok liberal adalah The Asia Foundation (TAF) yang berkantor pusat di
San Fransisco, Amerika Serikat. Sedangkan kantor perwakilan TAF di
Indonesia ini terletak di Jalan Adityawarman, Kebayoran Baru, Jakarta
Selatan. TAF bisa disebut sebagai funding dan mentor para aktivis dan
LSM liberal di Indonesia. TAF jugalah yang terlibat membantu penyusunan
Counter Legal Draft- Kompilasi Hukum Islam pada tahun 2004, yang diketuai
oleh Siti Musdah Mulia. Mereka membentuk sebuah tim yang disebut sebagai
Tim Pengarusutamaan Gender, yang kemudian menyusun sebuah rancangan
kompilasi hukum Islam yang sempat menghebohkan kaum muslimin pada waktu
itu. Diantara isi rancangan itu adalah, nikah dianggap bukan sebagai
ibadah, namun sekadar hubungan muamalah (kontrak sosial) antara manusia.
Poligami dilarang dan suami-istri mempunyai hak dan kewajiban yang sama.
Dalam hal waris, rancangan tersebut menyatakan antara laki-laki dan
perempuan mendapat hak waris yang sama. Anak yang murtad dari Islam,
menurut rancangan tersebut juga mendapat waris dari orangtuanya yang Muslim.

Sedikit gambaran mengenai Siti Musdah Mulia, mantan Ketua Tim
Pengarusutamaan Gender Depag yang juga menjabat sebagai Guru Besar UIN
Syarif Hidayatullah Jakarta. Dalam berbagai kesempatan, Musdah yang mengaku
berasal dari lingkungan pesantren seringkali mengampanyekan bolehnya nikah
beda agama. Musdah juga yang member kata pengantar dari sebuah buku yang
mengampanyekan nikah beda agama. Dari hasil penelitian buku ini, tercatat
sejak 2004 sampai 2012, ada 1.109 pasangan yang menikah dengan
latarbelakang keyakinan yang berbeda. Pasangan terbanyak adalah pernikahan
antara yang menganut Islam dan Kristen, kemudian pasangan Islam dan
Katolik. Inilah hasil kerja keras dari kelompok liberal! (Lihat
disini)<http://www.hidayatullah.com/read/21986/31/03/2012/musdah-mulia-ajak-masy\
arakat-sosialisasikan-nikah-beda-agama.html%29.>

Karena kerja kerasnya dalam mengampanyekan kesetaraan gender dan pluralism
agama, Siti Musdah Mulia mendapat penghargaan *t**he International Women
Courage Award* pada 7 Maret 2007. Award ini diserahkan langsung oleh
Menteri Luar Negeri AS ketika itu, Condoleeza Rice dalam sebuah upacara
seremonial di Departeman Luar Negeri AS.

Dengan kata lain, Award ini murni berasal dari pemerintah AS atas inisiatif
kementerian luar negerinya. Award ini juga sekaligus menguatkan dugaan
adanya keterlibatan AS dalam proyek liberalisasi di negeri-negeri Muslim,
termasuk di Indonesia. Musdah yang pernah mengatakan bahwa Islam mengakui
kaum lesbian dan homoseksual, menolak poligami dan mengatakan nikah bukan
urusan ibadah mendapat ganjaran sebagai Wanita Pemberani dari pemerintah
AS.

Kembali ke soal The Asia Foundation. Roland G Simbulan dalam sebuah acara
di Filipina pada 18 Agustus 2000, memaparkan makalah berjudul C*IAS Hidden
History in the Philippines*, yang menjelaskan soal adanya keterlibatan
lembaga telik sandi AS, Central Inteligencen Agency (CIA), dalam
mengendalikan LSM-LSM besar. Mereka menjadikan LSM-LSM tersebut sebagai
kedok untuk menjalankan operasinya di setiap negara. Menurut Roland, di
Manila, Filipina, CIA memainkan peranan penting dalam mengendalikan lembaga
The Asia Foundation.

Roland G Simbulan sempat mewawancarai agen CIA yang beroperasi di Filipina
pada tahun 1996, yang menyatakan bahwa selama agen tersebut menjalankan
misi intelijennya mereka menggunakan TAF sebagai kedok penyamaran.
Sebelumnya, dalam TAF Annual Report 1985 (Laporan Tahunan TAF 1985), salah
seorang Deputy CIA bernama Victor Marchetti mengatakan bahwa TAF didirikan
oleh CIA dan sampai tahun 1967 mendapat bantuan subsidi dana dari badan
intelijen AS ini. TAF juga mendapat bantuan dari *American Jewish World
Service* (AJWS) yang merupakan partnership mereka dalam menjalankan
berbagai program di seluruh dunia. Meskipun TAF selalu membantah soal ini.

Di Indonesia, selain memberikan dana bagi Jaringan Islam Liberal (JIL), TAF
juga pernah bekerjasama dalam penerbitan sebuah majalah bernama Syirah
yang mengusung pluralisme agama. Majalah ini tak mampu meraih minat pembeli
dan pembaca karena isinya yang cenderung konfrontatif dengan keyakinan
mainstream umat Islam. Bahkan, meski sebagian awak redaksinya berasal dari
anak-anak muda NU, majalah ini juga tak mampu menjaring pembaca dari
kalangan nahdhiyyin. Saat itu, Syirah seolah ingin menjadi majalah yang
mampu mengimbangi keberadaan Majalah Islam Sabili yang mampu meraih oplah
besar dan menjangkau khalayak di seluruh Nusantara.

elain The Asia Foundation, LSM internasional lainnya yang menjadi funding
bagi kelompok pengasong paham Sepilis lainnya adalah Ford Foundation. LSM
ini berkantor pusat di New York, Amerika Serikat, dan mempunyai cabang di
Asia, Timur Tengah, Eropa, dan Afrika. Ford Foundation pernah terlibat
dalam mendanai penerbitan buku berjudul *Fiqih Perempuan: Refleksi Kiayi
atas Wacana Agama dan Gender* yang isinya sangat bertolak belakang dengan
syariat Islam. LSM ini juga bekerjasama dengan LBH APIK, sebuah lembaga
yang memperjuangkan kesetaraan gender di Indonesia.

Hari-hari ke depan, umat Islam akan dihadapkan pada persoalan RUU
Kesetaraan Gender yang digodok di DPR dan diback-up oleh kelompok-kelompok
pengusung virus Sepilis.Bukan tak mungkin, RUU ini adalah pesanan asing
dengan tujuan merusak keyakinan umat Islam dan memecah belah bangsa ini.
Karena itu, setelah mewaspadai keberadaan LSM-LSM yang membawa misi merusak
keyakinan Islam, umat harus waspada terhadap upaya-upaya intervensi asing
kepada lembaga-lembaga negara, seperti DPR, Mahkamah Konstitusi, dan
Mahkamah Agung. Lembaga-lembaga negara inilah yang terus berupaya mereka
tekan, desak, dan kuasai. Jika lembaga-lembaga tersebut berhasil mereka
tekan dan kuasai, kemudian lahirlah produk hukum dan perundang-undangan
yang liberal, maka negeri ini tinggal menunggu azab Ilahi. Wallahu alam.
(Bersambung)


http://www.eramuslim.com/berita/laporan-khusus/indonesia-tanpa-sepilis-membongka\
r-makar-ideologi-as-dan-kaki-tangannya-5.htm#


[Non-text portions of this message have been removed]

#36662 From: muhamad agus syafii <agussyafii@...>
Date: Sat Apr 7, 2012 3:38 am
Subject: Keluarganya Bersatu Kembali
agussyafii
Send Email Send Email
 
Keluarganya Bersatu Kembali

By: Muhamad Agus Syafii

Pertengkaran demi pertengkaran mewarnai rumah tangganya, tak terelakkan lagi.
Sampai pada suatu hari istrinya mengancam, memaksa minta cerai. Dalam keadaan
emosi dirinya menjawab tantangan itu, 'Siapa takut? Ayo kita urus..!' Istrinya
memaksa malam itu juga pulang ke rumah orang tuanya dengan membawa anak
laki-lakinya yang baru berumur satu tahun, sementara anak laki-laki yang sulung
berumur empat tahun tetap bersamanya. Setelah bepergian istrinya, terasa betapa
repotnya harus memasak, mengurus rumah tangga, mencuci, membersihkan lantai,
memandikan anak, memakaikan baju, menyuapi. Padahal dirinya juga harus membuka
toko yang ada di depan rumah. Rasa sepi, marah, dendam, kecewa, kesal atas semua
yang terjadi bercampur aduk dalam pikirannya. Hidupnya menjadi kacau, rumah dan
tokonya lama-lama tak terurus, anaknya dan dirinya terbengkalai, mulailah
terseret oleh pengaruh judi dan kehidupan malam. Makin lama usahanya semakin
habis.

Malam itu di Rumah Amalia terasa hening. Tidak lama kemudian istri saya
menyuguhkan teh manis dan kue. Beberapa kali terlihat tangannya menyeka air mata
yang sudah berjatuhan dipipinya. Ia teringat akan keagungan & keutamaan shodaqoh
maka ia bershodaqoh dengan harapan keluarganya bersatu kembali. Saya kemudian
mempersilahkan untuk mengambil air wudhu agar meredam kegelisahan hatinya dengan
mengingatkan bahwa apapun yang terjadi pada dirinya untuk mengembalikan semua
masalah hidupnya kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala dan berdoa memohon kepada
Allah agar keluarganya bersatu kembali.

Tidak lama kemudian dijemputlah istrinya. Sang istri akhirnya mau kembali ke
rumah. Hari-hari berlalu jauh lebih indah dibanding sebelumnya. Suara lantunan
ayat suci al-Quran senantiasa terdengar. Sholat fardhu berjamaah senantiasa
dikerjakan. Ujian dan cobaan yang Allah berikan pada keluargannya telah mampu
dilewatinya dengan baik. Keluarganya selamat dari kehancuran dengan semakin
mendekatkan diri kepada Allah. 'Alhamdulillah, Segala Puji Bagi Allah. Allah
begitu sangat menyayangi kami sekeluarga yang telah menyelamatkan kami dari
kehancuran,' ucapnya penuh syukur kehadirat Allah Subhanahu Wa Ta'ala.karena
keluarganya telah bersatu kembali. Subhanallah..

---
Sahabatku, aminkan doa ini agar menjaga keharmonisan keluarga. "Robbana atmin
lana nurona waghfirlana, innaka ‘ala kulli syay`in qodirun. “Wahai Tuhan
kami, sempurnakanlah bagi kami cahaya kami dan ampunilah kami, sesungguhnya
Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (QS At-Tahrim [66]:8).

Wassalam,
Muhamad Agus Syafii
--
Sahabatku yang "single" ingin segera menikah. Jangan berputus asa, memohonlah pd
Allah maka Allah akan kirimkan jodoh yg terbaik dari sisiNya untuk anda.
yuk..hadir di kegiatan "Secercah Harapan Untuk Amalia (CERIA)", Ahad, 15 April
2012. Jam 8 s.d 12 pagi di Rumah Amalia. Bila berkenan berpartisipasi dlm bentuk
buku bacaan, baju baru, paket sembako, konsumsi silahkan kirimkan ke Rumah
Amalia, Jl. Subagyo IV blok ii, No. 24 Komplek Peruri, Ciledug, Tangerang 15151.
Dukungan & partisipasi anda sangat berarti bagi kami. Info: agussyafii@...
atau SMS 087 8777 12 431,http://agussyafii.blogspot.com/



[Non-text portions of this message have been removed]

#36663 From: "Salman Media" <salmanmedia2000@...>
Date: Sat Apr 7, 2012 3:53 am
Subject: Bersegera dlm kebaikan
salmanmedia2000
Send Email Send Email
 
Mengapa Kita Harus Bersegera Melakukan Amal Kebaikan?

1. Berlomba2 dlm melakukan kebaikan adalah perintah ALLAH dan Rasul-Nya,
sedangkan melaksanakan perintah agama akan mendatangkan pahala yg sangat besar;

2. Berlomba2 dlm kebaikan adalah sifat hamba2 ALLAH yg mulia;

3. Bersegera dlm melakukan amal kebaikan memungkinkan kita utk menjadi pioner
dalam proyek kebaikan, shg kita mendapatkan pahala yg besar dan terus mengalir
meskipun kita sudah wafat;

4. Bersegera dlm berbagai bidang kebaikan memungkinkan kita utk mendapatkan
peluang emas yg tidak bisa didapatkan oleh orang2 yg lamban dan tidak sigap dlm
beramal;


www.salmanmedia.com
Taman Buku Indonesia

Sent from [www.salmanmedia.com]

#36664 From: muhamad agus syafii <agussyafii@...>
Date: Sat Apr 7, 2012 7:05 am
Subject: Dunia Bagi Seorang Mukmin
agussyafii
Send Email Send Email
 
Dunia Bagi Seorang Mukmin

By: Muhamad Agus Syafii

Ada sebuah hadis yang cukup popular, sesunguhnya ia merupakan hadis psikologi,
tetapi jarang sekali yang memahaminya. Hadis itu berbunyhi, "ìaddunya sijnul
mukminin wa jannatul kafirinî, artinya dunia adalah penjara bagi orang mukmin
dan surga bagi orang kafir.  Dalam pemahaman non psikologi, hadis ini menilai
dunia sebagai hal yang tantangan untuk meperbanyak amal kebaikan bagi orang
mukmin, dan bagi orang ingkar kepada Allah sebagai hal untuk bersenang-senang,
berfoya-foya.

Sesungguhnya hadis ini adalah hadis psikologi.  Dunia sebagai penjara bagi
orang mukmin maknanya, seorang mukmin ketika hidup di dunia hendaknya
psikologinya seperti orang yang berada dalam penjara. Penghuni penjara tidak ada
yang berfikir untuk berlama-lama di dalamnya. Ia selalu memikirkan apa yang akan
dikerjakan nanti setelah keluar dari penjara. Kerinduan penghuni penjara adalah
terbebas dari penjara untuk selanjutnya menikmati kebebasan diluar penjara. Nah
begitulah psikologi seorang mukmin semasa hidupnya. Ia tidak berfikir untuk
menumpuk kekayaan duniawi. Yang menjadi perhatiannya adalah bagaimana melakukan
sesuatu yang bermakna agar kelak nanti setelah meninggal memperoleh kebahagiaan
surgawi. Ia mau berlapar-lapar  puasa demi untuk nanti. Ia mau bersusah payah
bekerja atau menolong orang demi ridha Allah yang akan dinikmati nanti di
akhirat. Bagi orang mukmin, kematian disongsong dengan riang gembira seperti
riang gembiranya seorang bertemu
  dengan kekasih yang dirindukannya. Yaitu kerinduan bertemu dengan Sang Khaliq.

--
Sahabatku aminkan doa ini mohon keteguhan iman, "Allahumma musharrifal-qulubana
sharrif qulubana ‘ala tha’atika. “ Ya Allah, Dzat yang mengubah-ubah hati,
ubahlah hati kami untuk selalu taat kepada-Mu” (H.R, Muslim).

Wassalam,
Muhamad Agus Syafii
--
Sahabatku yang "single" ingin segera menikah. Jangan berputus asa, memohonlah pd
Allah maka Allah akan kirimkan jodoh yg terbaik dari sisiNya untuk anda.
yuk..hadir di kegiatan "Secercah Harapan Untuk Amalia (CERIA)", Ahad, 15 April
2012. Jam 8 s.d 12 pagi di Rumah Amalia. Bila berkenan berpartisipasi dlm bentuk
buku bacaan, baju baru, paket sembako, konsumsi silahkan kirimkan ke Rumah
Amalia, Jl. Subagyo IV blok ii, No. 24 Komplek Peruri, Ciledug, Tangerang 15151.
Dukungan & partisipasi anda sangat berarti bagi kami. Info: agussyafii@...
atau SMS 087 8777 12 431,http://agussyafii.blogspot.com/

[Non-text portions of this message have been removed]

#36665 From: "ali" <ali.hozi@...>
Date: Sat Apr 7, 2012 1:44 pm
Subject: Pasar Cipulir dan Keharmonisan Bank Syariah dan Sektor UKM
ali.hozi
Send Email Send Email
 
By Alihozi
Pasar Cipulir merupakan salah satu pusat bisnis pasar grosir di  Indonesia yang
sangat terkenal , bukan hanya terkenal sebagai pusat belanja pakaian yang murah
akan tetapi juga terkenal dengan kemacetannya dan daerah banjir. Orang yang di
tinggal di Ibu Kota Jakarta kalau mendengar kata-kata daerah Cipulir sudah akan
dipastikan akan menarik napas karena langsung teringat dengan kemacetannya dan
banjir siklus 5 tahunan yang parah.


Sebenarnya untuk mengurai kemacetan di daerah Cipulir tidaklah terlalu sulit
bila ada kemauan dari pemerintah daerah untuk melakukannya, kunci kemacetan di
daerah Cipulir adalah lampu merah perdatam yaitu kendaraan dari daerah ciledug
yang akan berbelok ke arah bintaro agar dilarang karena berbenturan dengan
kendaraan dari arah bintaro yang akan menuju pasar Cipulir dan masalah banjir 
mudah-mudahan tahun 2012 ini tidak terjadi banjir parah seperti pada tahun 2007
dan tahun 2002.


Penulis saat ini bertugas di Bank Syariah daerah  Cipulir tsb, disana penulis
sering berinteraksi bersosialisasi dengan para pengusaha kecil dan menengah ,
produsen berbagai pakaian jadi baik untuk anak-anak dan dewasa. Saya berusaha
membantu mereka yang ingin mendapatkan jasa pelayanan bank syariah, selama
memang usaha mereka feasible dan bankable untuk dibiayai.  Sudah banyak diantara
mereka yang menjadi nasabah bank syariah baik nasabah pendanaan dan juga
pembiayaan.

Seperti Pak HBY misalnya, ia seorang produsen celana levis anak-anak, dulu
sebelum mengenal bank syariah  ia hanya mengandalkan hasil  keuntungan usaha
untuk mengembangkan usaha karena ia sangat takut meminjam ke bank konvensional ,
takut terjerat  yang namanya pinjaman bunga berbunga atau kata kerennya Compound
Interest.  Tetapi suatu hari bulan Januari 2012 akhirnya  ia datang ke bank
syariah bertemu saya karena mengalami kesulitan modal  untuk menambah jumlah
produksi celana,   sedangkan pesanan terus bertambah.  Lalu saya  menjelaskan
syarat dan ketentuan meminjam modal di bank syariah.

Ternyata Pak HBY tidak bisa memenuhi persyaratan laporan keuangan 2 tahun dan
juga casflow projection rencana pengembangan usaha, karena ia memang tidak
memiliki kemampuan untk mebuatnya, melihat semangatnya yang besar untuk
mengembangkan usahanya saya coba membantunya dan Alhamdulillah saat ini
pengembangan usaha Pak HBY bisa berjalan dengan baik dengan bantuan bank
syariah.

Demikianlah kisah singkat saya dengan salah seorang pengusaha UKM di Cipulir,
kesimpulannya seorang  bankir syariah  siapapun dia orangnya baik level bawah
maupun yang sudah level atas, haruslah menjalin hubungan yang harmonis dengan
para pengusaha sektor UKM, jangan hanya karena pengajuan pembiayaan kecil lalu
tidak mau memperdulikan mereka.

Karena Usaha kecil dan menengah (UKM)  merupakan usaha yang paling tahan
terhadap krisis ekonomi yang melanda Indonesia sejak tahun 1998 dan paling
banyak dalam menyerap tenaga kerja sampai pada tingkat 80%. Selain itu juga
karena karakteristik utama dan tujuan didirikannya  bank syariah adalah agar 
terwujudnya keadilan sosioekonomi dan pemerataan distribusi pendapatan dan
kekayaan serta terbukanya kesempatan kerja yang luas , hal ini hanya bisa
terwujud apabila kalangan bankir bank syariah baik level atas maupun level bawah
mempertahankan karekteristik utama bank syariah.itu sendiri atau dengan kata
lain tidak hanya memakai sub system bank syariah yang menguntungkan bagi mereka
saja.

Untuk menambah semangat membantu  pengusaha sektor UKM ,  seorang bankir syariah
haruslah mengingat kembali sejarah awal  bank syariah mulai didirikan pada tahun
1992 di negeri ini . Pada waktu itu ketika akan meminta izin dari pemerintahan
orde baru yang sangat phobia terhadap ajaran Islam , MUI & ICMI yang diketuai
Pak Adi Sasono waktu itu oleh pemerintahan orde baru diberondong beberapa
pertanyaan mengapa harus ada bank syariah apakah ada kaitannya akan didirikannya
sebuah negara Islam.

Pak Adi Sasono berusaha meyakinkan pemerintahan orde baru kalau tujuan
mendirikan bank syariah adalah bukan untuk mendirikan negara Islam tetapi untuk
memenuhi aspirasi ummat Islam di bidang ekonomi yang menginginkan adanya system
perbankan yang non ribawi sesuai dengan keyakinan agamanya dan dengan adanya
bank syariah diharapkan bisa berperan sebagai instrumen baru pengembangan sector
usaha kecil dan menengah yang cakupannya sangat luas. Alasan-alasan tsb dapat
diterima dan selanjutnya proses pendirian bank syariah pertama di Indonesia
yaitu Bank Muamalat Indonesia (BMI) berjalan lancar dan terus maju pesat seperti
sekarang ini.

Berdasarkan penjelasan Pak Adi Sasono tsb diatas bahwa tujuan didirikannya bank
syariah salah satunya adalah agar bisa menjadi instrument baru pengembangan
sector usaha kecil dan menengah, inilah yang disebut karakteristik utama bank
syariah yaitu mewujudkan keadilan sosio ekonomi dan pemerataan pendapatan /
kekayaan dengan mendukung pengembangan sector Usaha Kecil dan Menengah (UKM) dan
terbukanya kesempatan kerja yang luas.

Tangerang , 6 April 2012




Alihozi (Praktisi Bank Syariah)
http://www.facebook.com/SejutaSenyumDenganBankirBankSyariah

#36666 From: arief dani <ariefdani@...>
Date: Sat Apr 7, 2012 3:49 pm
Subject: Cinta Kepada Nabi Muhammad (saw) Adalah dengan Bersama Awliyaullah
ariefdani
Send Email Send Email
 
Cinta Kepada Nabi Muhammad (saw) Adalah dengan Bersama Awliyaullah

Seri Kebesaran Nabi Muhammad (saw) Volume - 5

Mawlana Syekh Muhammad Hisyam Kabbani qs

3 April 2012 - Lefke, Cyprus Turky




Suhbah Setelah Zhuhr sholat



A`udzu billahi min ash-Shaytaani 'r-rajiim. Bismillahi 'r-Rahmaani'r-Rahiim.
Nawaitu 'l-arba`iin, nawaitu 'l-`itikaaf, nawaitu 'l-khalwah,
  nawaitu 'l-`uzlah, nawaitu 'r-riyaadah, nawaitu 's-suluuk, lillahi ta`ala fii
haadza 'l-masjid.



أطيعوا الله وأطيعوا الرسول وأولي الأمر منكم



Ati`uullaha wa ati`uu 'r-Rasuula wa uuli 'l-amri minkum. 

Taatilah Allah, taatilah Rasul-Nya, dan taatilah para ulil amri di antara
kalian. (4:59)


Saya membuka buku ini karena saya mendengar Mawlana Syaikh Nazim qs mengatakan
berulang  kali bahwa ia berharap bahwa seluruh ulama di dunia ini akan lebih
banyak berbicara tentang  kebesaran Sayyidina Nabi Muhammad (saw), bagaimana ia
  berbeda dari orang lain  dan beliau dihormati oleh Allah (swt) dan para
malaikat-Nya.

Jadi  saya membuka buku ini untuk menyebutkan sesuatu tentang  kebesaran Nabi
Muhammad (saw) dan bagaimana hingga hari ini banyak Ulama dan Awliyaullah di
seluruh dunia menghormati dan  mencintai Nabi saw, dan mereka mendorong para
pengikutnya untuk memberikan lebih  banyak cinta dan lebih banyak penghormatan
kepada Nabi Muhammad (saw). Dan  saya mengatakan hal ini karena saya berbicara
hanya atas perintah Mawlana Syaikh  Nazim qs dan meminta izin dari Syaikh Mehmet
qs, yang adalah wakil dari  Mawlana Syaikh Nazim Adil Haqqani qs.



Saya akan mulai dengan menyebutkan satu hadits yang menekankan pentingnya
kecintaan kepada Nabi (saw). Suatu kali seorang Badui datang kepada Nabi (saw),
sedangkan pada waktu itu Nabi saw sedang berada di mimbar memberikan khutbah
Jum'at. Dan Badui itu datang ke pintu masjid dan berkata, "Yaa Muhammad!" Anda
tahu suku  Badui, orang gurun terkadang kasar dalam cara mereka berbicara, hidup
mereka  sulit dan mereka langsung berbicara, jadi Badui itu mengatakan, "Yaa 
Muhammad!" dia tidak mengatakan, "Yaa Rasulullah saw!".



Nabi (saw) ketika itu sedang kutbah Jumat dan tidak menjawab. Lalu badui itu
bertanya untuk kedua kalinya, "Yaa Muhammad! Kapan Hari Kiamat tiba". Nabi (saw)
tetap tidak menjawab, karena adalah diluar adab kepada Allah (swt) ketika sedang
Kutbah Jumat untuk menjawab pertanyaan seseorang. Kemudian  Badui itu bertanya
ketiga kalinya, "Kapankah Hari Kiamat tiba?"  Kemudian Malaikat
  Jibril (as) datang kepada Nabi (saw) dan berkata, "Jawablah dia". Segera Nabi
(saw) menjawab dan bertanya kepada Badui itu,"Apa yang telah kau persiapkan
untuk menyongsong hari kiamat yang merupakan sebuah perjalanan yang panjang? "



Hidup  ini adalah sebuah perjalanan, kalian bisa hidup selama sepuluh tahun,
lima puluh tahun atau  bahkan seratus tahun, tetapi apa yang telah kalian
persiapkan untuk perjalanan itu? Hal ini sungguh tidak mudah.

Dalam  hadis lain, ketika Nabi (saw) bertanya kepada sahabat (ra), "Tahukah
kalian siapakah orang yang bangkrut itu? Mereka miskin dan tidak memiliki
apapun"
  Para sahabat (ra) menjawab,"Orang  yang tidak memiliki uang Yaa Rasulullah."
Nabi (saw
  )  mengatakan, "Bukan itu, orang yang bangkrut adalah orang yang tidak memiliki
amal meskipun dia telah solat dan puasa, maka mereka adalah orang yang bangkrut.
"Dan  mereka berkata"Bahkan jika mereka juga telah mengerjakan puasa dan salat?
Nabi saw menjawab " Ya,  bahkan jika ia berpuasa dan salat".



Nabi (saw) berkata,"Apakah kalian tahu siapa muflis (seseorang yang bangkrut)?
Para muflis dari umatku adalah orang yang datang pada hari kiamat padahal dia
telah mengerjakan salat, berdoa, berpuasa, dan memberikan zakat. Namun,
  bersama dengan semua amal ini, mereka banyak bergibah (gosip), melecehkan orang
lain dan memfitnah orang, dan mereka makan kekayaan hak orang lain dan melawan
hukum syariat Allah dengan menumpahkan darah  orang tersebut. Maka orang-orang
yang dizalimi itu akan mengambil seluruh perbuatan baik orang itu. Namun,  jika
perbuatan baiknya habis dan tidak mencukupi, maka dosa-dosa mereka yang dizalimi
akan
  dipindahkan kepada orang itu dan ia akan dilemparkan ke neraka. (Hadist Riwayat
Muslim)



Jadi  mengapa kita menjadi bangkrut? Karena banyak kejadian yang terjadi dalam
hidup kita,  dan kita melihat banyak keburukan orang lain dan bukannya kita
menyembunyikan aib mereka, malah kita mengekspos aib dan keburukan mereka. Kita
mungkin mendengar

sesuatu dan mungkin saja yang kita dengar itu salah dan ternyata memang tidak
benar, tapi kalian menyebarkan keburukan orang itu, dan hal itu menyebabkan
jatuhnya kehormatan pria atau wanita itu.

Jadi  Nabi (saw) mengajarkan kepada kita untuk selalu memiliki niat baik,
pikiran  dan prasangka yang baik dan untuk melihat hanya pada sisi positif
seseorang dan bukan pada sisi
  negatifnya. Jika  orang lain memiliki kesalahan, maka lihatlah pada hanya pada
kebaikannya saja, atau lihatlah sisi positifnya saja  dan jika ia melakukan
kesalahan, maka sembunyikan, tutupi kesalahannya dan jangan mengeksposnya. 



Jadi Nabi (saw) bertanya kepada Badui itu, "Wahai orang Arab! Apakah kau salat
dan berpuasa? Apakah kalian tidak menyebarkan gosip palsu dan memfitnah orang?
Apakah kau telah mempersiapkan dirimu untuk menjadi orang baik
  dan berbuat baik untuk menyenangkan orang lain? Apakah kalian telah menghisab
dan memeriksa dirimu
  sendiri sebelum mencari-cari kesalahan orang lain? "



Mari kita memeriksa diri kita sendiri sebelum kita mencari kesalahan orang lain.
Lihatlah diri  kita terlebih dahulu, apakah kita berada di jalan yang benar
atau jalan yang salah. Alhamdulillah,  kita yang disini berada di jalan yang
benar, jalannya para awliya, jalannya Mawlana Syaikh Nazim qs dan kita  hanya
mengikutinya, semoga Allah (swt)
  senantiasa mendukungnya dan memberinya kesehatan  dan menaikkan derajatnya dan
menunjukkan kebesarannya di depan Nabi (saw)!



Tapi  itu tidak berarti kita harus menahan diri dari apa yang harus  dikatakan,
bukan dengan cara mengeluh dan menyalahkan orang lain, melainkan marilah
memberikan nasihat dengan cara yang baik. Jadi mari kita mengaudit diri kita
sendiri terlebih dahulu sebelum kita mengeluh tentang
  keburukan saudara-saudara kita. Itu berlaku untuk kita semua, bagi Anda
  dan juga bagi saya sendiri.



Hanya ada satu yang sempurna, yaitu Nabi Muhammad (saw)!  Allah (swt) telah

melindungi hambaNya, Sayyidina Muhammad (saw) dan semua nabi lainnya, karena

mereka adalah ma `sum, sempurna. Meskipun  saudara-saudara dari Nabi Yusuf (as)
yang mereka semua juga adalah para nabi membuang Nabi Yusuf kedalam  sumur,
tetap saja

mereka adalah ma'sum, karena mereka melakukan tindakan-tindakan itu untuk
menunjukkan kebesaran Nabi Yusuf  (as).

Begitu  pula kepada para sahabat Nabi saw, janganlah kita berbicara buruk kepada
para sahabat (ra), kepada para Shuyukh (Syaikh-syaikh) besar, tetapi hormati
mereka dengan cara menghormati  para pengikut mereka, kita juga harus saling
menghormati satu

sama lain. Untuk mencintai Mawlana Syekh Nazim qs adalah mudah, tetapi kita juga
harus saling mencintai sesama murid lainnya.

Maka hadits seorang Badui Arab yang datang dari gurun ini adalah hadist yang
penting untuk kami sampaikan. Nabi  (saw) bertanya kepadanya, "Apa yang telah
kau siapkan untuk menyambut hari kiamat?" Badui itu menjawab aku tidak
menyiapkan  apa-apa, dan kemudian badui itu mengatakan, "Aku mencintaimu Yaa
Rasuulullah!" Kata "cinta" dalam bahasa Arab adalah "hubb."

Banyak orang berbicara  tentang cinta atau hubb dalam bahasa Arab. Dan mereka
berkata, "Cinta, cinta, cinta". Kalian mungkin mencintai seorang gadis lebih
dari kalian mencintai ayah dan ibumu. Apakah itu yang disebut cinta? Dimana
kalian letakkan cinta kalian kepada ayah dan ibumu? Atau kalian mungkin
mencintai anakmu lebih dari kalian

mencintai diri sendiri, apakah ini adalah cinta sejati?



Hubb  terdiri dari dua huruf, "haa," yang mewakili "hayaat," atau kehidupan dan 
keindahan hidup dalam mencintai Allah (swt) dan Nabi-Nya (saw) dan  para sahabat
(ra).

"Baa"  mewakili "baqa", yang berarti abadi, karena itu, "hubb" juga berarti
"hidup"  dan "keberadaan yang tidak pernah hilang (abadi)." "Selalu Ada." Ketika
Anda mencapai  `fanaa, keadaan pemusnahan diri kalian di Hadirat Allah (swt),
fana kepada Nabi (saw) dan fana kedalam Syaikh kalian, maka hal inilah yang akan
membawa kalian sampai kepada maqom baqa, makam keabadian. Ketika  Anda
meniadakan dirimu, maka Syaikhmu akan membawa kalian ke kehidupan sejati, dan
membuat kalian bercahaya berkilauan bagaikan lampu sorot, sebuah magnet yang
akan menarik banyak orang untuk mendekatimu (hakikat ad Jazba, daya tarik). 
Itulah hubb: fanaa `dan baqa.



Bila kalian mencintai seseorang, maka kalian meniadakan kepentingan diri kalian
sendiri dan kalian bersatu kedalam diri mereka yang kalian cintai. Bahkan jika
Syaikhmu yang kau cintai menendang dan mengusirmu keluar dari pintunya, maka
masuklah dan datanglah lagi melalui jendelanya. Grandsyekh Abdullah Faiz
ad-Daghestani (qs) mengatakan berulang kali, "Jika
  saya menendang dan mengusirmu dari pintuku, maka masuklah lagi dan datanglah
melalui jendelaku. Jika saya mengusirmu melalui jendelaku, maka masuklah dari
atap!"



Janganlah kalian memiliki perasaan dan prasangka buruk kepada Syaikhmu, yang
merupakan cermin bagi kalian. Ketika Anda melihat di cermin itu, maka akan
mencerminkan karakter kalian. Syaikh  juga memiliki wakil-wakilnya dan mereka
seperti dia, jadi ketika kalian  melihat mereka, maka kalian melihat karaktermu
sendiri, bukan karakter wakilnya itu. Itu adalah karakter kalian sendiri yang
kalian lihat di sana.



المؤمن مرآة أخيه



:Al-mu'min mirraat akhihi".

Orang mu'min (beriman) adalah ibarat cermin bagi saudaranya.


Kalian tidak melihatnya, tetapi kalian akan melihat dirimu sendiri berada
didalam cermin itu, sehingga kalian akan dapat melihat karaktermu sendiri. Bila
kalian melihat karakter yang baik, itu artinya kalian adalah orang yang baik,
dan jika kalian melihat karakter buruk pada orang yang beriman ini, maka itu
berarti itu adalah keburukan dirimu sendiri, dan tidak mungkin  itu adalah
keburukan wali itu (mukmin), karena Setan mungkin mempermainkan kalian dengan
cermin itu untuk  memberikan keburukan tentang orang yang beriman itu.

Oleh  karena itu, kita harus selalu mengatakan "astaghfirullah, astaghfirullah"
ketika ada pikiran buruk kepada Syaikh atau ketika kita berada didekat Syaikh.



Ketika Badui  itu bertanya, "Kapan hari kiamat tiba?" Nabi (saw) bertanya, "Apa
yang kau persiapkan untuk itu? Apakah kau telah mengaudit diri sendiri. Kami
menghitung tujuh belas kategori utama perilaku buruk ketika kita melihat diri
kita sendiri. Beberapa dari sifat buruk itu adalah kekikiran, kesombongan,
amarah, cinta dunya. Maka kalian perlu untuk menyingkirkan segala keburukan dari
dirimu itu. Hambatan tersebut berada di depanmu, namun kalian menklaim bahwa
kalian mencintai. Sebenarnya, kalian tidak mencintai, maka artinya kalian masih
memiliki penyakit didalam hatimu.



Dan Badui itu berkata dari hati yang tulus, "Aku mencintaimu dengan seluruh
hidupku! Aku  memberikan hidupku kepadamu, Yaa Muhammad". Berapa kali  para
sahabat (ra) berkata,"Saya memberikan hidup saya kepadamu, yaa Rasulullah saw,
dan juga hidup ayah dan ibu saya. Itu adalah perkataan cinta sejati!. Pada saat
itu mereka akan mencapai maqom baqa, berada di Hadirat Illahi, dan tidak pernah
musnah.

Jadi  bukti cinta kepada Nabi Muhammad (saw) adalah dengan mencintai Awliyaullah
dan bersamalah selalu dengan Wali-Wali Allah. Dan kami ingin menjelaskan dan
membangun pemahaman tentang hal ini dalam serangkaian pembicaraan dengan topik
ini. Juga, kami ingin menyebutkan sesuatu untuk membantu kalian lebih memahami.
Mereka mungkin berkata, "Setiap orang adalah wali," atau, "Setiap mu'min
pastilah seorang wali." Jadi siapakah yang merupakan Wali Allah?

Dalam hadits, dikatakan bahwa seseorang mungkin bangkrut akibat perbuatan
buruknya, meskipun ia telah mengerjakan salat dan puasa. Jadi  kita perlu
menetapkan apa yang dimaksud, apakah buku terbaik  atau paling banyak dibaca
setelah Al-Qur'an? Dari buku sihah para wali. Kitab Hadist Imam Muhammad Ismail
Bukhari (ra), atau biasa disebut Kitab Hadist Sahih al-Bukhari adalah buku yang
terbanyak dibaca setelah Kitab Suci Al-Quran.

Setiap  hadits yang ia temukan dan ia tulis, pertama Imam Bukhari ra akan
memverifikasi terlebih dahulu hadist itu,
  ia tidak akan menulis hadits  dibukunya sampai ia salat istikhara terlebih
dahulu,  bahkan jika perlu ia akan melakukan perjalanan ratusan  kilometer
untuk

mendapatkan hadits dari seseorang. Lalu ia tidur dan akan mendapatkan jawabannya
melalui mimpi bertemu Rasulullah saw. Proses  ini dilakukan oleh semua Awliya
dan Ulama Besar Ahlus-Sunnah wal-Jama'ah dan bahkan  Ulama Wahhabi, bahwa ia
akan melihat dan bermimpi Nabi (saw), yang akan mengkonfirmasi tentang hadits
tersebut (apakah ini hadist shahih atau tidak).



Wajah Nabi (saw) tidak dapat diserupai oleh setan, maka siapapun yang
melihat Nabi (saw) dalam mimpinya maka dia melihatnya dalam kenyataan!
Jadi apapun yang Nabi (saw) katakan kepada seseorang dalam mimpinya, maka itu
perkataan yang haqq dan orang itu tidak bisa berbohong. Tak  seorang Muslim pun
yang melihat Nabi (saw) dan berbohong tentang hal  itu, dia berkata, "Aku
melihat Nabi (saw)," ketika mereka mengatakan hal ini padahal mereka tidak
melihat Nabi saw,  maka  dia akan merasa menajdi manusia yang buruk.



Seperti dalam Al-Qur'an, kita melihat bahwa banyak sekali peristiwa dimana Allah
(swt) mengirimkan mimpi kepada kita. Kita  mengatakannya mimpi, tapi untuk para
Nabi itu adalah Wahyu, vision, seperti dalam peristiwa Sayyidina Nabi Ibrahim
(as) dan Sayyidina Ismail (as), dan  beberapa kisah lainnya. Jadi ketika
Awliyaullah melihat sesuatu baik visi atau mimpi, mereka tidak bisa berbohong
tentang itu.Setiap wali memiliki jalan yang berbeda satu sama lain. Ada  124.000
Awliyaullah dan masing-masing memiliki cara yang
  berbeda, tapi bagi  kami, Mawlana adalah Sultan, Sultan ul-Awliya, dan kami
dalam jalannya, jalan tol yang besar.



Dahulu salah satu wali, Muhammad al-Talmaysani (q), melihat Nabi Muhammad (saw)
dalam mimpi. Syaikh  Muhammad Telmaysani (q) telah membaca Dala`il khairat
sebanyak 100.000 kali dan  kemudian dia melihat Nabi (saw) dalam mimpinya, dan
Nabi saw mengatakan  kepadanya," Yaa Muhammad Talmaysani! Jika kau membaca
salawaat ini, maka itu seperti jika Anda membaca Dala `il khairat sebanyak
800.000 kali!"

Salawat apakah itu?, Itu adalah salawat Sayyidina Ahmad al-Badawi qs:



Allahumma salli wa sallim wa baarik `ala Sayyidina  wa Mawlana Muhammadin
shajarati ‘l-aslin nuraaniyyati wa lam`ati  ’l-qabdati ‘r-rahmaaniyyati wa
afdali ‘l-khaliqati ‘l-insaaniyyati wa  ashrafi ‘s-surati
‘l-jismaaniyyati wa m`adini ‘l-asraari  ‘r-rabbaniyyati wa khazaaini
‘l-`ulumi ’l-istifaaiyyati, saahibi  ‘l-qabdati ‘l-asliyya
wa‘l-bahjati ‘s-saniyya wa ‘r-rutbatil `aliyya,  manin darajati
‘n-nabiyyuna tahtali waaihi, fahum minhu wa ilayhi, wa  salli wa sallim wa
baarik `alayhi wa `ala aalihi wa sahbihi `adada maa  khalaqta wa razaqta wa
amatta wa ahyayta ilaa yawmi tab`athu man afnayta  wa sallim tasliman katsira wa
‘l-hamdulillahi rabbi 'l-`alamin.



Ketika kita membacanya sekarang, karena salawat itu diberikan kepada Muhammad
al-Talmaysani (ra), dan seolah-olah kita telah membaca Dala `il khairat
sebanyak 100.000  kali.

Dalil  ini dari Sayyidina `Ali (r) dan ini adalah dalam buku Nahj  al-Mutaqqin,"
dan ia mengatakan, karena mereka adalah awliyaullah dan didukung oleh apa yang
Nabi (saw) katakan kepada mereka, karena mereka  melihat dengan bermimpi Nabi
(saw) itu berarti mereka melihat dia dan itu kebenaran karena Setan tidak bisa
menyerupai 
  Nabi saw.

Hadits  yang disebutkan itu adalah yaraani, "Kau akan melihat
  Aku." Imam Suyuti (ra)  berkata, "Itu berarti Anda akan dapat melihat Nabi
(saw) di dunya ini. Ini tidak mengacu pada akhirat, karena semua orang akan
melihat Nabi (saw) di akhirat nanti".


Ada satu salawat yang disebut Sayyidul Salawat jika kalian membaca salawaat ini
tiga kali sehari dan seratus kali pada  hari Jumat, maka akan seperti jika Anda
telah melakukan salawatnya  semua  manusia yang telah diciptakan sejak zaman
Nabi Adam as sampai hari kiamat! Berapa banyak manusia yang telah diciptakan?
Seberapa besar umat dari Nabi (saw)? Dalam  satu mimpi atau vision, Grandsyekh
`AbdAllah al-Fa'iz ad-Daghestani (q)  berkata bahwa Nabi (saw) berkata
kepadanya," Umatku adalah sebanyak 400 miliar  orang.
  " Itu adalah umat an-Nabi (saw)! Pada abad ini adalah 1,5 miliar muslim. Jika
kalian menambahkan mereka semua, dari saat Sayyidina Adam (as) sampai hari
  ini, maka akan ada 400 miliar manusia!

Ada  sebuah hadits tentang hal itu dimana Nabi (saw) berkata, "umat saya adalah 
70.000 kali 70.000 kali 70.000," yang hampir 400 miliar, bertepatan  dengan apa
yang Grandsyekh Abdullah Faiz (q) katakan. Jadi  jika kalian membaca salawaat
itu, maka (pahalanya) adalah sejumlah umat yang telah diciptakan,  yaitu 400
miliar manusia, seperti Sayyidina
  `Ali (ra) berkata," Hal ini adalah jumlah dari semua ciptaan, termasuk jumlah
non-Muslim dari zaman Adam (as). Ini adalah jumlah yang sangat besar! Yang 
mengucapkan salawat ini tiga kali sehari dan seratus kali pada hari Jumat  maka
dia akan dibangkitkan di hari kiamat bersama dengan Nabi (saw), yang akan
mengambil  tangannya dan membawanya ketempatnya disurga!



Saya  ingin mengetahui sejak lama, karena Grandsyekh Abdullah (q) dan
Mawlana Syekh Nazim  (q) memerintahkan kami untuk membaca salawaat ini:
 

`Ala ashraf al-'alamina  Sayyidina Muhammad (saw) salawaat
`Ala akmalil-`alamina Sayyidina  Muhammad (saw) salawaat,
'Ala afdal'il-` alamina Sayyidina Muhammad (saw) salawaat.

Kepada makhluk yang paling mulia di alam semesta, Sayyidina Muhammad sawKepada
makhluk yang paling baik  di alam semesta, Sayyidina Muhammad
sawKepada makhluk yang paling sempurna  di alam semesta, Sayyidina
Muhammad saw



Dan  saya telah mencarinya melalui begitu banyak buku dan tidak pernah menemukan
hadits Sayyidina `Ali (ra) sampai saya menemukannya didalam buku Nahj
al-Mutaqqin:



Salawaatullaahi ta ala wa malaa'ikatihi wa anbiyaaihi wa rusulihi wa jami`i
khalqihi` alaa  Muhammad wa `alaa aali Muhammad` alaihi wa `alayhimu 's-salaam
wa  rahmatullaahi wa barakatuh.

Shalawat ALLAH Yang Maha Tinggi dan para
Malaikat, Anbiya dan Mursalin dan seluruh ciptaan-Nya, kepada Muhammad dan
kepada keluarga Muhammad saw, semoga kedamaian dan rahmat ALLAH serta
berkah-Nya diberikan kepadanya dan kepada mereka.



Itu  adalah bagian dari salawaat yang disebut Mawlana Syaikh Nazim qs dan
disampaikan kepada kami untuk  membaca sawalat ini setiap hari atau setelah
salat-salat wajib, karena ini memungkinkan  kita untuk memegang tangan Nabi
Muhammad (saw), yang akan membawa kita ke  tempat kita di surga! Saya  tidak
akan mengatakan lebih dari ini sekarang, seperti Syaikh Muhammad, beliau  tidak
ingin
  berpanjang lebar dan orang akan menjadi lelah. Jadi kita akan melanjutkan
besok. Saya akan membaca sebuah hadits sebelum kita akhiri:



'A'isha  ra melaporkan bahwa Rasulullah utusan Allah (semoga damai besertanya)
mengatakan: Setiap  orang dari anak-anak Adam telah diciptakan dengan 360 sendi,
dimana setiap sendi memerlukan sedekahnya, jadi dia  yang berdzikir dengan
kemuliaan Allah, memuji Allah, demikianlah firmanNya, Allah  adalah Satu,
memuliakan Allah,  dan mencari pengampunan dari Allah, dan jika kita
menyingkirkan batu, atau duri dari jalan, dan memerintahkan apa yang baik dan
melarang  dari kejahatan, maka itu semua adalah  sedekah dan dzikir untuk
setiap sendi dengan jumlah 360 (sendi) maka dengan itu  telah dihapus dirinya
dari api neraka. (Sahih Muslim, Buku 005, Nomor 2199)



Wa min Allahi 't-tawfeeq, bi hurmati' l-Habeeb, bi hurmati 'l-Fatihah.




Love of Prophet (saw) Is with Awliyaullah

The Greatness of Prophet (s) Series, Vol 5

Mawlana Shaykh Hisham Kabbani

3 April 2012   Lefke, Cyprus




Suhbah After Zhuhr Salaat

 

A`oodhu billahi min ash-Shaytaani 'r-rajeem. Bismillahi 'r-Rahmaani

'r-Raheem. Nawaytu 'l-arba`een, nawaytu 'l-`itikaaf, nawaytu 'l-khalwah,
  nawaytu 'l-`uzlah,nawaytu 'r-riyaadah, nawaytu 's-sulook, lillahi

ta`ala fee haadha 'l-masjid.

 

أَطِيعُواْ اللّهَ وَأَطِيعُواْ الرَّسُولَ
وَأُوْلِي الأَمْرِ مِنكُمْ



Ati`oollaha wa ati`oo 'r-Rasoola wa ooli 'l-amri minkum.

Obey Allah, obey the Prophet, and obey those in authority among you. (4:59)



I  have opened a book here because I heard Mawlana say many times that he 
wished that all around the world scholars would speak about the
  greatness of Sayyidina Muhammad (s), how he is different from everyone
else and has been respected by Allah (swt) and His angels. So I brought  this
book to mention something from it about the greatness of

Sayyidina  Muhammad (s) and how up to today many scholars and awliyaullah from 
around the world have been respecting and loving him, and encouraging  their
followers to give more and more love and respect to him (s). And  just to say, I
am speaking by the order of Mawlana Shaykh Nazim and  taking permission from
Shaykh Mehmet, who is the

representative of  Mawlana Shaykh Nazim.



I  will begin by mentioning one hadith that stresses the importance of   love
of the Prophet (s). One time a Bedouin came to the Prophet (s)
  while he was on the minbar giving khutbah. He came to the door of the masjid
and said, “Yaa Muhammad!”  You know the desert Bedouins are sometimes rude
in the way they talk;  their life is hard and they can be
  very direct, so he said, “Yaa Muhammad!” he didn’t say,
“Yaa Rasoolullah!” The Prophet (s) was in Jumu`ah and didn’t answer.

Then he asked a second time, “Yaa Muhammad! When is Judgment Day?” And the
Prophet (s) didn’t answer out of adab to  Allah (swt) that this is the
Jumu`ah. Then the Bedouin asked the third  time, “When is Judgment Day?”
Then Jibreel (a) came to the Prophet (s)  and said, “Answer him,” so Prophet
(s) answered him, saying, “What have  you prepared for that long journey?”



Life is a journey; you might live ten, fifty or one-hundred years, but what have
you prepared for that journey? It is not easy. In  another
  hadith, when the Prophet (s) asked the Sahaabah (r), “Who is  the bankrupt,
poor one who has nothing?” The Sahaabah (r) said, “The one  who has no
money.” The Prophet (s) said, “No, the one who has no `amal is poor.” And
they said, “Even if he fasts and prays?” He said, “Yes, even if he fasts
and prays.”



The Prophet (s) said: Do  you know who the muflis (bankrupt one) is? The muflis
from my Ummah is  one who comes on the Day of Judgment having
  performed prayer, fasting,  and giving zakaat. However, along with all of this,
he abused this  person and slandered that person, ate the wealth of this person
and  unlawfully spilled the blood of that person.

These people will take from  his good deeds. If, however, his good deeds
  become exhausted, then  their sins will be put upon him and he will be thrown
into the Fire.(Muslim)



So  being “bankrupt” is due to many incidents that happen in our life
and  instead of covering them, we are exposing them. We may hear something  and
it might be a mistake, but we bring down the respect of that man or  woman. So
the Prophet (s) taught us to always have good intentions, good  thoughts, and to
look more at the positive, not at the
  negative. If  that person has mistakes, look to see is he more positive
  and if he is,  cover the mistake and overlook it.


So  the Prophet (s) asked that Bedouin, “O `Arabee! Did you pray and fast? 
Did you not spread false rumors and backbite people? Did you prepare to  be a
good and lovable person? Did you audit and check yourself before  checking
others?”



Let us check ourselves before we check others to see are we on the right path or
wrong path. Alhamdulillah, we  are on the right path of Mawlana Shaykh Nazim
and we are following him,  may Allah (swt) support him and give him health and
honor him and show  his power in front of the Prophet (s)! But that does not
mean we have to  refrain from what

has to be said, not in the way of complaining and  putting someone in the
corner, but rather in the way of giving good  advice. So let us audit ourselves
before we complain about our brothers  and sisters. That applies to all of us,
to you and to me.


There  is only one who is perfect: the Prophet (s)! Allah (swt) has protected 
Sayyidina Muhammad (s) and all other Prophets, as they are ma`soom, infallible.
Although the brothers of Sayyidina Yusuf (a) who were also Prophets put him in
the well, still they are ma`soom;
  they were drawn to do those acts to show the greatness of Sayyidina  Yusuf (a).
Similarly, for Sahaabah (r), of whom we don’t speak badly, or
  for great Shuyookh, for whom respect  is to respect their followers, we must
also respect each other. To love  Mawlana Shaykh Nazim is easy, but we also have
to love each other.

So  that hadith of the Arab coming from the desert is important. The Prophet (s)
asked him, “What have you prepared?” He had not prepared anything, so he
said, “I love you, yaa  Rasoolullah!” The word “love” in Arabic is
“hubb.” Many people speak about hubb; they  say,

“love, love, love.” You might love a girl more than your father  and mother.
Is that love? Where is your father and your mother (in that  love)? Or you might
love your son more than yourself; is that real love?



Hubb consists of two letters, “haa,” which represents “hayaat,” life
and the beauty of life, in loving Allah (swt) and His Prophet (s) and the
Sahaabah (r). “Baa” represents “baqa,” which means “existence that
never disappears.” Therefore, “hubb” also means “life” and
“existence.”  When you reach fanaa`,  the state of complete annihilation in
the Divine
  Presence of Allah  (swt), the Prophet (s) and in the Shaykh, that will take you
to baqa.  When you annihilate, your Shaykh takes you to real existence and that 
makes you like a spotlight, a magnet that attracts people. That is hubb:
 fanaa` and baqa.  When you love someone you annihilate in them and even if he
kicks you  out from the door, you come
  in again from the window. Grandshaykh (q)  said many times, “If I kick you
from the door, come from the window. If I  kick you from the window, come from
the ceiling!”



Don’t  have bad feelings about the Shaykh, who is a mirror. When you look in 
the mirror it reflects your character. The Shaykh also has  representatives and
they are like him, so when you look at them you see
  your own character, not the representative's character. That is your own 
character you are seeing there.



المؤمن مرآة أخيه


Al-mu’min mirraat akheehi.

The believer is the mirror of his brother (or sister).



You  don’t see him, you see yourself, so you are seeing your own characters. 
When you see his good character it means yours is good, and if you see  his bad
character then yours is bad, and it might not be one-to-one, as  always Shaytan
might play with the mirror to give
  you a bad feeling  about that person. Therefore, we must always say
“astaghfirullah.”  When the Bedouin asked, “When is Judgment Day?” the
Prophet (s) said,  “What did you prepare for that?

Did you audit yourself?” We counted  seventeen major categories of bad manners
when we
  look at the self. Some  of them are stinginess, pride, anger, love of dunya, 
and you need to get rid of them. These obstacles are in front of
  you  and yet you claim you love. Actually, you don’t love, you have pain. And
the Bedouin said from a real heart, “I love you with my life! I give my life
to you, yaa Muhammad!” How many times did the Sahaabah (r)

say, “I give my life to you, yaa Muhammad, and the life of my father and
  mother!” That is real love. At that time they will reach baqa, existence in
the Divine Presence, not to disappear. So the love of the Prophet (s) is with
awliyaullah, and we want to establish this while I am here because I will make
this a series of talks.


Also, we want to mention something to help us better understand. They
might say, “Everyone is a wali,” or, “Every mu’min is a wali.” So who
is a wali? In that hadith, it is said that a person might be bankrupt of
  deeds even if he prays and fasts. So we need to establish what is meant
  by “wali.” What is the best or most-read book after the Holy Qur'an, from
the sihah books? Is it not the book of Imam Muhammad Isma`eel

Bukhari (r), the Sahih al-Bukhari?

Every hadith he found, first he verified it; he didn't write the hadith until
he made istikhara, even if he travelled hundreds of miles to get that hadith.
Then  he slept and would get the answer. This process is established by all 
scholars, Ahl as-Sunnah wa 'l-Jama'ah and even

Wahhabis, that he would  see a dream of the Prophet (s), who would confirm that
hadith. The  form of the Prophet (s) cannot be taken by Shaytan, so whoever saw
the  Prophet (s) in a dream saw him in reality and will see him in reality!

So whatever the Prophet (s) said to someone in a dream, that is haqq and that 
person cannot lie. No Muslim can see the Prophet (s) and lie about it,  saying,
“I saw the Prophet

(s),” although they didn't, because he would  feel bad. As in the Holy Qur'an,
we see that many times where Allah  (swt) sent dreams. We say “dream,” but
for the Prophets it is a vision  as in the case of Sayyidina Ibrahim (a) and
Sayyidina Isma`eel (a), and  so on.



So when awliyaullah see something by vision or dreams, they cannot lie about
that. Each wali has different highways. There are 124,000 awliyaullah and
each one has a different way, but for us, Mawlana is our
  Sultan, Sultan ul-Awliya, and we are on his way, a big highway. Long ago, one
wali, Muhammad al-Talmaysani (q), saw the Prophet (s) in a

dream. Shaykh Muhammad Telmaysani (q) had read Dala`il al-Khayrat 100,000 times
and then he saw the Prophet (s) in the dream, saying to him, “Yaa Muhammad!
If you read this salawaat, it will be as if you read Dala`il al-Khayrat 800,000
times!” It is the recitation of

Sayyidina Ahmad al-Badawi:



Allahumma  salli wa sallim wa baarik `ala Sayyidina wa Mawlana Muhammadin 
shajarati ‘l-aslin nooraaniyyati wa lam`ati ’l-qabdati ‘r-rahmaaniyyati 
wa afdali ‘l-khaleeqati ‘l-insaaniyyati wa ashrafi ‘s-soorati 
‘l-jismaaniyyati wa m`adini ‘l-asraari ‘r-rabbaniyyati wa khazaaini 
‘l-`uloomi ’l-istifaaiyyati, saahibi ‘l-qabdati ‘l-asliyya wa
‘l-bahjati  ‘s-saniyya wa ‘r-rutbatil `aliyya, manin darajati
‘n-nabiyyoona tahtali  waaihi, fahum minhu wa ilayhi, wa

salli wa sallim wa baarik `alayhi wa  `ala aalihi wa sahbihi `adada maa khalaqta
wa razaqta wa amatta wa  ahyayta ilaa yawmi tab`athu man afnayta wa sallim
tasleeman katheera wa  ‘l-hamdulillahi rabbi 'l-`alameen.



We just read it now as it was given to Muhammad al-Talmaysani (r), and it is as
if we read Dala`il al-Khayrat 100,000 times. The daleel is from Sayyidina `Ali
(r) and this is in the book Nahj al-Mutaqqeen,” and it says, because they are
awliyaullah and  it is
  established by what the Prophet (s) said to them, as they see  dream of
  the Prophet (s) it means they saw him correctly because Shaytan  cannot
  imitate the Prophet’s image. The hadith mentioned, sa yaraanee, “You will
see me.” Imam Suyuti (r) said, “That means you will Prophet (s) him
  in dunya. It would not refer to akhira, because  everyone will see the

Prophet (s) in akhirah.”



Also, if you recite that salawaat three times daily  and one-hundred times on
Jumu`ah, it will be as if you have performed  the worship of all human beings
since the time they were created up to  Judgment Day! How many human beings are
there? How big is the ummah of

the Prophet (s)? In one dream or vision, Grandshaykh `AbdAllah al-Fa'iz
  ad-Daghestani (q) said that the Prophet (s) said to him, "My ummah is 400
billion people." That is ummat an-Nabi (s)!  In this century it is 1.5 billion.
If you add them all up, from the  time of Sayyidina Adam (a) to today, it is 400
billion! There is a hadith  about  that where

the Prophet (s) said, “My ummah is 70,000 times 70,000 times 70,000,” which
is nearly 400 billion, coinciding with what Grandshaykh Abdullah Faiz (q) said.



So if you read that salawaat, (the reward) is on the number of the ummah, which 
is 400 billion, as Sayyidina `Ali (r) said, “It is on the number of all 
Creation, including the number of non-Muslims, from the time of Adam  (a).” It
is a huge number! Who recites this three times a day and  one-hundred times on
the day of Jumu`ah will be raised on Judgment Day  with the Prophet (s), who
will take his hand until he takes him to his  place in Paradise!



I was curious since a long time ago, because Grandshaykh (q) and Mawlana Shaykh
Nazim (q) ordered us to read a salawaat: `ala  ashraf al-`alameena Sayyidina
Muhammad (s) salawaat,  `ala  akmalil-`alameena Sayyidina Muhammad salawaat,
`ala afdal'il-`alameena  Sayyidina Muhammad
  (s) salawaat. And I looked through many books and never found that hadith of
Sayyidina `Ali (r) until I found it in Nahj al-Mutaqqeen:



Salawaatullaahi  wa malaa’ikatihi wa anbiyaaihi wa rusoolihi wa jami`ee
khalqihi `alaa  Muhammad wa `alaa aali Muhammad `alayhi wa `alayhimu ‘s-salaam
wa  rahmatullaahi wa barakatuh.


Blessings  of Allah Almighty, of His Angels, of His Prophets, of His Messengers,
and all Creation be upon Muhammad and the family of Muhammad; may the  Peace and
Mercy of Allah Almighty and His Blessings be upon upon him and  upon them.



That is part of the salawaat that  Mawlana told us to recite every day or after
each prayer, because this  allows us to take the hands of the Prophet (s), who
will take us into  our place in Paradise! I will not say more than this now, as
Shaykh  Muhammad does not want to make it long and people will get tired. So we 
will continue
  on that tomorrow. I will read that hadith before we end:


'A'isha  reported Allah's Messenger (may peace be upon him) as saying: Every one
of the children of Adam has been created with
  360 joints; so he who  declares the Glory of Allah, praises Allah, declares
Allah to be One,  Glorifies Allah, and seeks forgiveness from

Allah, and removes a stone,  thorn or a bone from people's path, and enjoins
what is good and forbids  from evil, to the number of those 360 (joints) will
walk that day  having removed himself from Hell.  (Sahih Muslim, Book 005,
Number 2199)



Wa min Allahi 't-tawfeeq, bi hurmati 'l-habeeb, bi hurmati 'l-Fatihah. 



http://www.sufilive.com/rnd.cfm?m=4220

© Copyright 2012 Sufilive. All rights reserved. This transcript is protected

by international copyright law. Please attribute Sufilive when sharing it.
JazakAllahu khayr.

[Non-text portions of this message have been removed]

#36667 From: muhamad agus syafii <agussyafii@...>
Date: Sun Apr 8, 2012 1:47 am
Subject: Berharap Pasangan Yang Sempurna
agussyafii
Send Email Send Email
 
Berharap Pasangan Yang Sempurna

By: Muhamad Agus Syafii

Allah telah memberikan modal dasar agar kita dapat membangun keluarga kita
menjadi keluarga sakinah, yaitu ditupkannya rasa kasih dan sayang. Selanjutnya
kita sendirilah yang memupuk dan merawat kasih dan sayang itu agar tidak
menciderai perjalanan dalam membina rumah tangga. Salah satu yang dapat membuat
kasih sayang suami istri menjadi terkoyak adalah 'berharap kesempurnaan pada
pasangan.' Ada ungkapan 'dimana tak ada cinta yang mendalam, takkan ada
kekecewaan yang mendalam.' Begitulah masa sebelum ijab kabul dilangsungkan atau
saat awal pernikahan, ketika cinta hadir memenuhi ruang hati, suami atau istri
memandang pasangan hidupnya begitu teramat sempurna, tanpa noda & cela karena
kita tenggelam dalam bayangan indah bukan apa yang sebenarnya kita lihat sebuah
kenyataan yang ada didepan mata kita.

Seiring waktu noda dan cela nampak terlihat, api cinta mulai meredup, masing2
pasangan tak menyadari kondisi yang tengah dialaminya. Kesempurnaan pasangan
tetap menjadi fokus keinginan. Tenggelam dalam bayangan indah. Terbuai dalam
impian. Padahal diawal pernikahanpun pasangan kita memang tidaklah sempurna,
karena memang tidak ada manusia yang sempurna. Dalam pengertian, pasangan kita
bukanlah sosok yang bisa memenuhi semua apa yang kita inginkan. Jadi, akar
permasalahannya adalah bukan penurunan kualitas kesempurnaan pasangan kita
tetapi rasa cinta yang tidak lagi menggebu seperti dulu. Karena itulah, berharap
pasangan yang sempurna hanya akan membuat kasih sayang yang sudah terjalin
menjadi terkoyak. Ketika kita menuntut pasangan hidup kita untuk sempurna maka
nampak adalah berbagai ketidaksempurnaan ada didepan mata kita.

Ada nasehat yang baik dari Imam Syafii bila anda berharap pasangan yang
sempurna, 'Jika kita membayangkan pasangan yang sempurna tetapi kita menikah
dengan pasangan yang tidak sempurna dan kita berharap kesempurnaan, maka
pilihannya hanya ada dua. Pertama, hapuskan saja bayangan kesempurnaan itu dan
terimalah pasangan kita sebagaimana adanya atau campakkanlah pasangan anda dan
terimalah bayangan kesempurnaan itu sebagai pasangan hidup anda.' "Dan diantara
tanda-tanda kekuasaanNya ialah Dia menciptakan untukmu pasangan  dari jenismu
sendiri supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya dan dijadikanNya
diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu
benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir' (QS. Ruum :21).

----
Sahabatku, yuk..aminkan doa ini agar keluarga kita menjadi keluarga sakinah
mawaddah warahmah. "Rabbana hab lanâ min azwâjinâ wa dzurriyyatinâ qurrata
a’yunin waj-’alnâ lil-muttaqîna imâmâ." Artinya, Ya Tuhan kami,
anugerahkan kepada kami, pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyejuk hati
kami, dan jadikan kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa. (QS. Al-Furqan:
74).

Wassalam,
Muhamad Agus Syafii
--
Sahabatku yang "single" ingin segera menikah. Jangan berputus asa, memohonlah pd
Allah maka Allah akan kirimkan jodoh yg terbaik dari sisiNya untuk anda.
yuk..hadir di kegiatan "Secercah Harapan Untuk Amalia (CERIA)", Ahad, 15 April
2012. Jam 8 s.d 12 pagi di Rumah Amalia. Bila berkenan berpartisipasi dlm bentuk
buku bacaan, DVD IPTEK, baju baru, peralatan sekolah, paket sembako, konsumsi
silahkan kirimkan ke Rumah Amalia, Jl. Subagyo IV blok ii, No. 24 Komplek
Peruri, Ciledug, Tangerang 15151. Dukungan & partisipasi anda sangat berarti
bagi kami. Info: agussyafii@... atau SMS 087 8777 12 431,
http://agussyafii.blogspot.com/

[Non-text portions of this message have been removed]

#36668 From: Dony Syehnul <dsyehnul@...>
Date: Sun Apr 8, 2012 3:12 am
Subject: IMAN KEPADA RASUL-RASUL ALLAH[1]
dsyehnul@...
Send Email Send Email
 
IMAN KEPADA RASUL-RASUL ALLAH[1]



Ahlus Sunnah beriman kepada Rasul-rasul yang diutus Allah kepada setiap kaumnya.
Ar-Rusul (الرُّسُلُ) bentuk jamak dari kata rasul (رَسُوْلٌ),
yang berarti orang yang diutus untuk menyampaikan sesuatu. Namun yang dimaksud
‘rasul’ di sini adalah orang yang diberi wahyu untuk disampaikan kepada
ummat.

Rasul yang pertama adalah Nabiyyullah Nuh Alaihissallam, dan yang terakhir
adalah Nabiyyullah Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam.

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

إِنَّا أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ كَمَا
أَوْحَيْنَا إِلَىٰ نُوحٍ وَالنَّبِيِّينَ
مِنْ بَعْدِهِ

“Sesungguhnya Kami telah memberikan wahyu kepadamu sebagaimana Kami telah
memberikan wahyu kepada Nuh dan Nabi-Nabi yang kemudian...” [An-Nisaa': 163]

Abu Hurairah Radhiyallahu anhu dalam hadits syafa’at menceritakan bahwa Nabi
Shallallahu 'alaihi wa sallam mengatakan: “Nanti orang-orang akan datang
kepada Nabi Adam Alaihissallam untuk meminta syafa’at. Nabi Adam Alaihissallam
meminta maaf kepada mereka, seraya berkata: ‘Datangilah Nuh Alaihissallam.’
Lalu mereka mendatangi Nabi Nuh Alaihissallam dan berkata:

‘Wahai Nuh Alaihissallam, engkaulah Rasul pertama yang diutus Allah.” [2]

Allah Jalla Jalaluhu berfirman tentang Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa
sallam:

مَا كَانَ مُحَمَّدٌ أَبَا أَحَدٍ مِنْ
رِجَالِكُمْ وَلَٰكِنْ رَسُولَ اللَّهِ
وَخَاتَمَ النَّبِيِّينَ ۗ وَكَانَ اللَّهُ
بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمًا

“Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara
kamu, tetapi ia adalah Rasulullah dan penutup Nabi-nabi dan adalah Allah
Mahamengetahui segala sesuatu.” [Al-Ahzaab: 40]

Setiap ummat tidak pernah sunyi dari Nabi yang diutus Allah Subhanahu wa Ta'ala
yang membawa syari’at khusus untuk kaumnya atau dengan membawa syari’at
sebelumnya yang diperbaharui.

Allah Azza wa Jalla berfirman:

وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِي كُلِّ أُمَّةٍ
رَسُولًا أَنِ اعْبُدُوا اللَّهَ
وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوتَ

“Dan sesungguhnya kami telah mengutus Rasul pada tiap-tiap ummat (untuk
menyerukan) ‘Beribadahlah kepada Allah (saja) dan jauhilah thaghut...”’
[An-Nahl: 36]

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

إِنَّا أَرْسَلْنَاكَ بِالْحَقِّ بَشِيرًا
وَنَذِيرًا ۚ وَإِنْ مِنْ أُمَّةٍ إِلَّا
خَلَا فِيهَا نَذِيرٌ

“Sesungguhnya kami mengutus kamu dengan membawa kebenaran sebagai pembawa
berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, dan tidak ada suatu ummat pun
melainkan telah ada padanya seorang pemberi peringatan.” [Faathir: 24]

Para Rasul adalah manusia biasa, makhluk Allah yang tidak mempunyai sedikit pun
keistimewaan Rububiyyah dan Uluhiyyah serta mereka pun tidak mengetahui perkara
yang ghaib. Allah Azza wa Jalla berfirman tentang Nabi Muhammad Shallallahu
'alaihi wa sallam sebagai pemimpin para Rasul dan yang paling tinggi derajatnya
di sisi Allah Subhanahu wa Ta'ala.

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

قُلْ لَا أَمْلِكُ لِنَفْسِي نَفْعًا وَلَا
ضَرًّا إِلَّا مَا شَاءَ اللَّهُ ۚ وَلَوْ
كُنْتُ أَعْلَمُ الْغَيْبَ لَاسْتَكْثَرْتُ
مِنَ الْخَيْرِ وَمَا مَسَّنِيَ السُّوءُ ۚ
إِنْ أَنَا إِلَّا نَذِيرٌ وَبَشِيرٌ
لِقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ

“Katakanlah: ‘Aku tidak berkuasa menarik kemanfaatan bagi diriku dan tidak
(pula) menolak kemudharatan kecuali yang dikehendaki Allah. Dan sekiranya aku
mengetahui yang ghaib, tentulah aku berbuat kebajikan sebanyak-banyaknya dan aku
tidak akan ditimpa kemudharatan. Aku tidak lain hanyalah pemberi peringatan, dan
pembawa berita gembira bagi orang-orang yang beriman.” [Al-A’raaf: 188]

Keyakinan bahwa ada selain Allah Azza wa Jalla yang dapat mengetahui perkara
ghaib, maka keyakinannya adalah kufur. [3]

Para Rasul juga memiliki sifat-sifat kemanusiaan, seperti sakit, mati,
membutuhkan makan dan minum, dan lain sebagainya. Allah Azza wa Jalla berfirman
tentang Nabi Ibrahim Alaihissallam yang menjelaskan Sifat Rabb-nya:

وَالَّذِي هُوَ يُطْعِمُنِي وَيَسْقِينِ
وَإِذَا مَرِضْتُ فَهُوَ يَشْفِين
ِوَالَّذِي يُمِيتُنِي ثُمَّ يُحْيِينِ

“Dan Rabb-ku, Dia-lah Yang memberi makan dan minum kepadaku dan apabila aku
sakit, Dia-lah Yang menyembuhkanku, dan Yang akan mematikanku kemudian akan
menghidupkan aku (kembali).” [Asy-Syu’araa’: 79-81]

Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

إِنَّمَا أَنَا بَشَرٌ مِثْلُكُمْ أَنْسَى
كَمَا تَنْسَوْنَ فَإِذَا نَسِيْتُ
فَذَكِّرُوْنِي.

“Aku tidak lain hanyalah manusia seperti kalian. Aku juga lupa seperti kalian,
maka jika aku lupa, ingatkanlah.”[4]

Allah Subhanahu wa Ta'ala menerangkan bahwa para Rasul mempunyai ‘ubudiyyah
(penghambaan) yang tertinggi kepada-Nya.

Allah Azza wa Jalla berfirman tentang Nabi Nuh Alaihissallam:

إِنَّهُ كَانَ عَبْدًا شَكُورًا

“Dia adalah hamba (Allah) yang banyak bersyukur.” [Al-Israa’: 3]

Allah Jalla Jalaluhu juga berfirman tentang Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa
sallam:

تَبَارَكَ الَّذِي نَزَّلَ الْفُرْقَانَ
عَلَىٰ عَبْدِهِ لِيَكُونَ لِلْعَالَمِينَ
نَذِيرًا

“Mahasuci Allah Yang telah menurunkan al-Furqaan (Al-Qur-an) kepada hamba-Nya,
agar ia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam.” [Al-Furqaan: 1]

Allah juga berfirman tentang Nabi ‘Isa bin Maryam Alaihissallam:

إِنْ هُوَ إِلَّا عَبْدٌ أَنْعَمْنَا
عَلَيْهِ وَجَعَلْنَاهُ مَثَلًا لِبَنِي
إِسْرَائِيلَ

“‘Isa tidak lain hanyalah seorang hamba yang Kami berikan kepadanya nikmat
(kenabian) dan Kami jadikan ia sebagai tanda bukti (kekuasaan Allah) untuk Bani
Israil.” [Az-Zukhruf: 59]

Jadi, seluruh Nabi dan Rasul Alaihimussallam, termasuk Nabi ‘Isa
Alaihissallam, adalah manusia biasa, hamba Allah dan bukan tuhan.

Iman kepada para Rasul mengandung empat unsur:

1. Mengimani bahwasanya risalah mereka benar-benar dari Allah Azza wa Jalla.
Barangsiapa mengingkari risalah mereka, walaupun hanya seorang (dari mereka),
maka menurut pendapat seluruh ulama ia dikatakan kafir.

Allah al-Haq berfirman:

كَذَّبَتْ قَوْمُ نُوحٍ الْمُرْسَلِينَ

“Kaum Nuh telah mendustakan para Rasul.” [Asy-Syu-‘araa’: 105][5]

Allah Azza wa Jalla menyebutkan bahwa mereka mendustakan semua Rasul, padahal
hanya seorang Rasul saja yang ada (yaitu Nuh Alaihissallam) ketika mereka
mendustakannya. Oleh karena itu, ummat Nasrani yang mendustakan dan tidak mau
mengikuti Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam, berarti mereka juga telah
mendustakan dan tidak mengikuti Nabi ‘Isa al-Masih bin Maryam Alaihissallam,
karena Nabi ‘Isa Alaihissallam sendiri pernah menyampaikan kabar gembira
dengan kedatangan Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam ke alam semesta
ini sebagai rahmat bagi semesta alam. Kata ‘menyampaikan kabar gembira’ ini
mengandung makna bahwa Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam adalah seorang
Rasul yang diutus Allah Azza wa Jalla, yang akan menyelamatkan mereka dari
kesesatan dan memberi petunjuk kepada mereka menuju jalan yang lurus.

2. Mengimani nama-nama Rasul yang sudah kita kenali, yang Allah sebutkan dalam
Al-Qur-an dan As-Sunnah yang shahih.
Jumlah Nabi dan Rasul banyak sekali. Menurut riwayat bahwa jumlah Nabi ada
124.000 dan jumlah Rasul ada 315 [6]. Adapun yang terkenal ada 25 Rasul.

Allah Subhanahu wa Ta'ala menyebutkan tentang para Nabi dan Rasul di dalam
Al-Qur-an ada 25, yaitu Adam, Idris, Nuh, Hud, Shalih, Ibrahim, Luth, Isma’il,
Is-haq, Ya’qub, Yusuf, Syu’aib, Ayyub, Dzulkifli, Musa, Harun, Dawud,
Sulaiman, Ilyas, Ilyasa’, Yunus, Zakariya, Yahya, ‘Isa dan Muhammad,
صَلَوَاتُ اللهِ وَسَلاَمُهُ عَلَيْهِمْ
أَجْمَعِيْنَ. Lihat surat Ali ‘Imran: 33; Hud: 50, 61, 84;
al-Anbiyaa': 85; al-An’aam: 83-86 dan al-Fat-h: 29.

Di antara nama para Nabi yang juga disebutkan di dalam As-Sunnah, yaitu Syiit
dan Yuusya’ bin Nun. Sedangkan yang di-ikhtilafkan ulama, apakah ia Nabi
ataukah hamba yang shalih, adalah Khidhir, Dzul Qarnain dan Luqman, wallaahu
a’lam.[7]

Allah memberikan keutamaan sebagian Rasul atas sebagian yang lainnya. Rasul dan
Nabi yang paling utama ada lima, yaitu Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam,
Ibrahim , Musa, ‘Isa, dan Nuh Alaihimussallam. Kelima Nabi dan Rasul itu
disebut Ulul ‘Azmi. Allah menyebut mereka dalam dua tempat, yakni dalam surat
al-Ahzaab ayat 7 dan asy-Syuura’ ayat 13.

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

وَإِذْ أَخَذْنَا مِنَ النَّبِيِّينَ
مِيثَاقَهُمْ وَمِنْكَ وَمِنْ نُوحٍ
وَإِبْرَاهِيمَ وَمُوسَىٰ وَعِيسَى ابْنِ
مَرْيَمَ ۖ وَأَخَذْنَا مِنْهُمْ مِيثَاقًا
غَلِيظًا

“Dan (ingatlah) ketika Kami mengambil perjanjian dari Nabi-nabi dan dari kamu
(sendiri), dari Nuh, Ibrahim, Musa dan ‘Isa putera Maryam, dan Kami telah
mengambil dari mereka per-janjian yang teguh.” [Al-Ahzaab: 7]

Terhadap para Rasul yang tidak kita ketahui nama-nama mereka, maka kita wajib
mengimaninya secara global.

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا رُسُلًا مِنْ قَبْلِكَ
مِنْهُمْ مَنْ قَصَصْنَا عَلَيْكَ
وَمِنْهُمْ مَنْ لَمْ نَقْصُصْ عَلَيْكَ

“Dan sesungguhnya telah Kami utus beberapa orang Rasul sebelum kamu, di antara
mereka ada yang Kami ceritakan kepadamu dan di antara mereka ada (pula) yang
tidak Kami ceritakan kepadamu...” [Al-Mu'min: 78]

3. Membenarkan berita-berita mereka yang shahih riwayatnya.
4. Mengamalkan syari’at Rasul yang diutus kepada kita. Dia adalah Nabi
terakhir, Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam, yang diutus Allah Azza wa
Jalla kepada seluruh manusia.

Allah Azza wa Jalla berfirman:

فَلَا وَرَبِّكَ لَا يُؤْمِنُونَ حَتَّىٰ
يُحَكِّمُوكَ فِيمَا شَجَرَ بَيْنَهُمْ
ثُمَّ لَا يَجِدُوا فِي أَنْفُسِهِمْ
حَرَجًا مِمَّا قَضَيْتَ وَيُسَلِّمُوا
تَسْلِيمًا

“Maka demi Rabb-mu, mereka (pada hakikatnya) tidak beriman hingga mereka
menjadikan kamu sebagai hakim terhadap perkara yang mereka perselisihkan,
kemudian mereka tidak merasa dalam hati mereka suatu keberatan terhadap putusan
yang kamu berikan, dan mereka menerima sepenuhnya.” [An-Nisaa': 65][8]

[Disalin dari kitab Syarah Aqidah Ahlus Sunnah Wal Jama'ah, Penulis Yazid bin
Abdul Qadir Jawas, Penerbit Pustaka Imam Asy-Syafi'i, Po Box 7803/JACC 13340A
Jakarta, Cetakan Ketiga 1427H/Juni 2006M].
Sumber : www.almanhaj.or.id
_______
Footnote
[1]. Lihat pembahasan ini dalam kitab Syarah Ushuulil Iimaan (hal. 34-39),
ar-Rusul war Risaalaat oleh Dr. ‘Umar bin Sulaiman al-Asyqar, dan beberapa
kitab lainnya.
[2]. HR. Al-Bukhari (no. 3340) dan Muslim (no. 194 (327)) dari Sahabat Abu
Hurairah Radhiyallahu anhu.
[3]. Lihat Majmuu’ Fataawaa wa Rasaa-il (I/292, no. 115) oleh Syaikh Muhammad
bin Shalih al-‘Utsaimin dan Mujmal Ushuul Ahlis Sunnah wal Jamaa’ah fil
‘Aqiidah (hal. 14).
[4]. HR. Al-Bukhari (no. 401), Muslim (no. 572 (89)) dan selainnya. Lafazh
hadits ini adalah lafazh al-Bukhari, dari Sahabat ‘Abdullah bin Mas’ud
Radhiyallahu anhu.
[5]. Lihat juga QS. Asy-Syu’araa': 123, 141 dan 160.
[6]. HR. Ahmad (V/178, 179, 265) dan al-Hakim (II/262) dari Sahabat Abu Umamah.
Diriwayatkan juga oleh Ibnu Hibban (no. 94) dari Sahabat Abu Dzarr. Tentang
jumlah Nabi dan Rasul riwayatnya shahih dari Sahabat Abu Umamah dan Abu Dzarr
Radhiyallahu anhuma, hanya saja terdapat sedikit perbedaan tentang jumlah Rasul,
pada sebagian riwayat disebutkan 313 dan pada riwayat yang lain 315, wallaahu
a’lam. Lihat Zaadul Ma’aad fii Hadyi Khairil ‘Ibaad (I/43-44) dan
Silsilatul Ahaadiits ash-Shahiihah (no. 2668).
[7]. Tentang kisah Khidir, dapat dilihat dalam zhahir surat al-Kahfi ayat 65-82.
Khi-dir dan Dzul Qarnain adalah Nabi, sedangkan Luqman adalah seorang hakim.
Lihat Fat-hul Baari (VI/382-383) dan ar-Rusul war Risaalah (hal. 17-24) oleh Dr.
‘Umar Sulaiman al-Asyqar. Cet. III/ Maktabah al-Falaah, 1405 H.
[8]. Syarah Ushuulil Iimaan (hal. 34-39) dan ar-Rusul war Risaalaat.
***** This message may contain confidential and/or privileged information. If
you are not the addressee or authorized to receive this for the addressee, you
must not use, copy, disclose or take any action based on this message or any
information herein. If you have received this communication in error, please
notify us immediately by responding to this email and then delete it from your
system. PT Pertamina (Persero) is neither liable for the proper and complete
transmission of the information contained in this communication nor for any
delay in its receipt. *****


[Non-text portions of this message have been removed]

#36669 From: "ali" <ali.hozi@...>
Date: Sun Apr 8, 2012 8:48 am
Subject: Tangis Seorang Ibu Pengusaha dan Bahaya Compounding Interest
ali.hozi
Send Email Send Email
 
By : Alihozi

Sepanjang perjalanan saya sebagai seorang bankir bank syariah sudah bertemu
dengan berbagai macam orang dengan berbagai macam latar belakang profesi dari
pegawai sampa...i dengan pengusaha , dan hal itu membuat semakin menyad...arkan
saya tentang bahayanya system compund interest (bunga berbunga) sub system bank
konvensional dan pentingnya kita kembali kepada system ekonomi Islam yang bebas
interest. Pengetahuan tentang hal inilah yang tidak saya dapatkan ketika saya
bekerja sebagai Senior Accounting di perusahaan retail besar di Jakarta.

Sebelum menjadi bankir syariah , saya termasuk orang  orang yang mengatakan
bahwa system bank syariah adalah sama dengan system bank konvensional. Untuk
membuktikan pemikiran saya tsb saya terjun langsung menjadi bankir syariah, dan
sekarang sesudah empat tahun berjalan menjadi bankir syariah ternyata pemikiran
saya tsb tidak terbukti . Selama empat tahun tsb ternyata system bank syariah
bukan hanya berbeda dengan bank konvensional tetapi adalah jauh lebih baik dan
lebih adil dibandingkan dengan system bank konvensional.

Tulisan saya kali ini memang tidak akan mampu merubah dunia Islam yang sudah
dalam cengkraman kuat system bank konvensional dengan sub system compounding
interestnya, tetapi setidaknya saya mempunyai harapan besar agar sedikit demi
sedikit ummat Islam kembali menyadari bahwa system interest adalah sebuah system
yang bisa membawa bencana dunia dan akhirat kepada siapa saja yang
menggunakannya baik bagi penyimpan maupun bagi peminjam uang.

Dan juga harapan agar ummat Islam bisa kembali kepada system ekonominya sendiri
yaitu system ekonomi Islam seperti bank syariah yang bisa mendatangkan
kemaslahatan untuk ummat Islam di Indonesia khususnya dan ummat Islam di
Indonesia dan ummat Islam seluruh dunia pada umumnya.

Untuk meyakinkan para pembaca yang budiman tentang bahaya compund interest
(bunga berbunga) dan kelebihan system bank syariah. Berikut ini sebuah kisah
nyata bagaimana system sebuah bank konvensional dengan sub system compound
interestnya telah membuat seorang Ibu pengusaha terjebak hutang di bank
konvensional dengan sub system compund interestnya.

Suatu hari pada awal bulan Januari 2012, saya mengadakan perjalanan di daerah
Jakarta Timur dalam rangka solisit seorang Ibu pengusaha , setelah berbicara
baru  jam tiba-tiba pengusaha tsb berurai air mata sambil memegang kepalanya,
saya jadi tidak enak melihatnya. Saya tunggu beberapa saat , setelah reda air
matanya ia bercerita bahwa sebelum saya menawarkan pembiayaan bank syariah, ia
sudah mendapatkan fasilitas kredit dari salah satu bank konvensional untuk
membeli mesin produksi seharga 1 Milyar jangka waktu 5 tahun dan sudah berjalan
masuk tahun ke tiga .

Selama satu tahun pinjamannya tidak ada masalah karena usahanya sedang
bagus-bagusnya sehingga ia tidak pernah telat dalam membayar angsuran pinjaman +
bunganya dan belum terkena compound interest.

Menginjak usia pinjaman tahun ke dua , usahanya mendadak turun 50% omzetnya
karena pesanan dari langganannya tiba-tiba menurun drastis. Sehingga
mempengaruhi pembayaran angsuran pinjaman + bunganya ke bank konvensional dari
lancar menjadi sering telat, yang membuat ia sedih mengapa jumlah cicilannya
menjadi semakin besar. Lalu saya meminta prin out rekening koran kredit
miliknya, setelah membacanya ternyata ia telah terjebak pada system compund
interest.

Berikut ini saya ilustrasikan dengan sederhana mengapa hutang Ibu Pengusaha tsb
menjadi semakin membesar :
Jika Ibu Pengusaha tsb meminjam 1.000.000.000 , jangka waktu 5 tahun, interet
14% pa atau 1,166% per bulan , cicilan pokok per enam bulan Rp.100.000.000,
Karena usahanya sedang bagus , Ibu tsb membayar dengan lancar angsuran pokok dan
angsuran bunganya setiap bulan yaitu Rp.11.166.667 selama 6 bulan pertama, dan
Rp.10.500.000 pada 6 bulan ke dua.

Pada tahun kedua atau bulan ke 13 masa kredit usahanya mendadak turun drastis,
Ibu tsb mulai telat membayar angsuran bunga pinjaman, perlu diketahui posisi
hutang pokoknya adalah Rp.800.000.000,-, kalau ia tidak terlambat maka ia
membayar bunga adalah Rp.9.333.333,- per bulan, karena ia tidak membayar
angsuran bunga selama 3 bulan maka bunganya yang harus dibayar pada bulan ke 16
adalah sbb :

1.Tunggakan bunga Bulan ke 13 = Rp.9.333.333,-
2.Tunggakan bunga Bulan ke 14 = Rp.9.333.333,-
3.Tunggakan bunga Bulan ke 15 = Rp.9.333.333,-
4.Bunga Bulan ke 16 = (Rp.800.000.000,- + (Rp.9.333.33 x 3bl) x 1,166% =
Rp.9.660.000,-

Dari ilustrasi sederhana tsb di atas maka jelas kita lihat mengapa kalau Ibu tsb
semakin sering telat membayar angsuran maka jumlah bunga yang harus ia bayar
akan semakin besar, apalagi saat saya bertemu pinjamannya sudah menginjak tahun
ke tiga, saudara bisa menghitung sendiri berapa besarnya bunga yang harus ia
bayar, maka sangatlah wajar kalau ibu itu sangat sedih.

Hal ini sangat berbeda kalau misalnya ibu tsb membeli mesin produksi dengan
pembiayaan bank syariah , system bank syariah tidak mengenal istilah compound
interest yang ada adalah harga beli + margin = harga jual, yang mana bank
syariah tidak boleh merubah harga jual yang sudah disepakati apapun yang terjadi
dengan usaha nasabah tsb.

Sebagai seorang yang mengaku beriman kepada Allah,SWT dan hari akhir dari kisah
nyata tsb di atas tentu saja akan mengatakan bahwa system compund interest salah
satu bank konvensional tsb adalah riba yang sangat diharamkan karena telah
berbuat zalim terhadap Ibu Pengusaha tsb di atas karena terus dikenakan bunga
berbunga padahal usahanya sedang mengalami penurunan.

Wallahua'lam

Ya Allah Ya Rabb Ampunilah Hamba yang penuh dosa ini dan Orang-orang yang
beriman baik yang masih hidup maupun yang sudah meninggal.

Salam


Tangerang, 8 April 2011

Alihozi (Praktisi Bank Syariah)
http://www.facebook.com/SejutaSenyumDenganBankirBankSyariah
http://alihozi77.blogspot.com

Messages 36640 - 36669 of 38079   Oldest  |  < Older  |  Newer >  |  Newest
Add to My Yahoo!      XML What's This?

Copyright 2010 Yahoo! Inc. All rights reserved.
Privacy Policy - Terms of Service - Guidelines NEW - Help