Skip to search.

Breaking News Visit Yahoo! News for the latest.

×Close this window

islam-kristen · Dialog Persaudaraan Ismail-Ishak

The Yahoo! Groups Product Blog

Check it out!

Group Information

? Already a member? Sign in to Yahoo!

Yahoo! Groups Tips

Did you know...
Hear how Yahoo! Groups has changed the lives of others. Take me there.

Messages

Advanced
Messages Help
Messages 11277 - 11306 of 34176   Oldest  |  < Older  |  Newer >  |  Newest
Messages: Show Message Summaries Sort by Date ^  
#11277 From: islam-kristen@yahoogroups.com
Date: Sun Jun 1, 2003 11:05 am
Subject: File - ROH YANG MEMBERI HIDUP.ppt
islam-kristen@yahoogroups.com
Send Email Send Email
 
File        : ROH YANG MEMBERI HIDUP.ppt
Description : TRITUNGGAL

#11278 From: "Tamam" <gochi@...>
Date: Sat May 24, 2003 4:51 am
Subject: Tuhan Maha Kuasa
gochi@...
Send Email Send Email
 
Tuhan Maha Kuasa itu berarti :
 
1. Tuhan menguasai segala yang hidup dan yang mati dari dulu dan sampai kapanpun. Tuhan tidak perlu menundukkan maut karena sejak awal maut sudah dalam kuasa Tuhan.
2. Tuhan menguasai seluruh alam baik yang fana, yang nyata dan yang ghaib. Baik di dunia maupun di akhirat. Baik di surga maupun di neraka. Jadi Tuhan nggak perlu repot2 merebut kunci neraka karena memang dari neraka sudah berada dalam kuasa Tuhan.
 

#11279 From: "Tamam" <gochi@...>
Date: Sat May 24, 2003 5:02 am
Subject: Tuhan Maha Kasih
gochi@...
Send Email Send Email
 
Tuhan Maha Kasih itu berarti
 
1. Tuhan akan mengampuni semua dosa-dosa atau kesalahan manusia jika manusia mau bertobat kepada Tuhan.
2. Tuhan tidak perlu mengorbankan siapapun entah anak-Nya atau utusan-Nya atas dosa atau kesalahan yang tidak diperbuatnya.

#11280 From: "iron_rosak" <iron_rosak@...>
Date: Sat May 24, 2003 5:05 am
Subject: kpd sdr engeneering training
iron_rosak
Send Email Send Email
 
sdr...saya merupakan pelajar islam(wanita) dari malaysia..
saya nak tanya , anda yakin hanya yahudi dan kristien agama wahyu?
apa hujah anda?

#11281 From: "iron_rosak" <iron_rosak@...>
Date: Sat May 24, 2003 5:12 am
Subject: kpd yohanesss
iron_rosak
Send Email Send Email
 
Daud adalah nabi....mererangkap Raja...seorang nabi boleh jadi seorg
raja,tetapi seorang raja tak semestinya nabi....bisa faham?????

#11282 From: "A.C. Zulvan" <zac@...>
Date: Sat May 24, 2003 7:41 am
Subject: Ciri-ciri lahir baru
zac@...
Send Email Send Email
 

Adapun ciri-ciri orang yang hidupnya mengikuti Roh Allah di dalam dirinya:

Yeh 36:26 Kamu akan Kuberikan hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan Kuberikan kepadamu hati yang taat.
36:27 Roh-Ku akan Kuberikan diam di dalam batinmu dan Aku akan membuat kamu hidup menurut segala ketetapan-Ku dan tetap berpegang pada peraturan-peraturan-Ku dan melakukannya.

Jadi, bila ada orang yang mengatakan bahwa dirinya telah mendapat Roh Kudus, tetapi tidak taat dan tidak melakukan peraturan-peraturan Allah atau malah mengatakan dan mengajarkan orang untuk tidak taat dan tidak perlu melakukan peraturan-peraturan Allah, maka orang itu jelas penipu, seperti orang yang mengatakan:

Roma 3:20 Sebab TIDAK SEORANGPUN YANG DAPAT DIBENARKAN DI HADAPAN ALLAH OLEH KARENA MELAKUKAN HUKUM TAURAT, karena justru oleh hukum Taurat orang mengenal dosa.

Roma 3:28 Karena kami yakin, bahwa manusia dibenarkan karena iman, dan BUKAN KARENA IA MELAKUKAN HUKUM TAURAT.

Karena itu Yesus berkata:

Matius
5:19 Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga.

Semoga jelas dan bermanfaat.

Salam.


#11283 From: "ringgo" <ringgo@...>
Date: Sat May 24, 2003 3:19 pm
Subject: Re: Tuhan Maha Adil
rvlatu
Send Email Send Email
 
From: Tamam
Sent: Saturday, May 24, 2003 11:38 AM
Subject: [islam-kristen] Tuhan Maha Adil

Tuhan Maha Adil itu berarti siapa yang berbuat maka dialah yang akan menanggung hasil perbuatannya. Itu berarti :
 
1. Setiap bayi yang baru lahir itu suci, tidak berdosa dan tidak membawa dosa apapun dari moyangnya.
 
==> Roma 3:23 "Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah"; Mazmur 51:7 "Sesungguhnya, dalam kesalahan aku diperanakkan, dalam dosa aku dikandung ibuku"
 
2. Setiap bayi yang baru lahir jika meninggal akan langsung masuk surga tanpa melalui proses penghakiman. Karena memang tidak berdosa.
 
==> Selain Maha Adil, Allah juga Maha Bijaksana.., biarlah keputusan soal itu jadi urusanNya. Bandingkan juga dengan orang-orang dari suku-suku terasing di pedalaman yang belum pernah mendengar pemberitaan Firman Tuhan, apakah mereka harus masuk neraka juga ?. Walahuallam, Allah Maha Bijaksana...Dia tentu tahu jawabannya. Yang pasti, kita yang sudah mendengar pemberitaan Firman Tuhan tapi tidak mau percaya, itulah yang akan celaka. Yesus berkata dalam Yohanes 12:48 "Barangsiapa menolak Aku, dan tidak menerima perkataanKu, ia sudah ada hakimnya, yaitu firman yang telah Kukatakan, itulah yang akan menjadi hakimnya pada akhir zaman"
 
3. Setiap bayi baru lahir sejak adanya manusia pertama kali (Adam dan Hawa), zamannya Yesus hidup atau zaman sekarang dan yang akan datang itu sama yaitu suci, tidak berdosa dan tidak membawa dosa.
 
==> Lihat point 1 diatas.



#11284 From: "cahyadi_kwee" <cahyadi_kwee@...>
Date: Sun May 25, 2003 7:58 am
Subject: Tuhan Maha Adil
cahyadi_kwee
Send Email Send Email
 
Saya ingin menanggapi apa yang saudara Tamam tuliskan.  Memang benar
sekali bahwa setiap orang harus menanggung sendiri dosanya.  Tapi
saya ingin bertanya: "So, what's your poin?"
Memang saudara Tamam mengatakan bahwa bayi tidak berdosa, dst.
Apakah ini dihubungkan dengan masalah, bagaimana jika bayi itu
meninggal?  Pergi kemanakah dia?
Terima kasih

#11285 From: "francy_v1" <francy@...>
Date: Sun May 25, 2003 8:27 am
Subject: Re: Alasan Kristen bahwa Yesus adalah 'Tuhan'
francy_v1
Send Email Send Email
 
Yesus Kristus adalah Tuhan dinyatakan baik secara teks maupun
empirik. Ada teori ada prakteknya. Teks harus dibaca sebagaimana
mestinya. Ada FirmanNya ada KuasaNya. Dan tanda-tanda Kuasa itulah
yang meneguhkan iman kami dan menjadi bukti untuk juga orang-orang
yang tidak percaya. Kuasa dalam nama Yesus yang mampu
menjungkirbalikkan suatu keadaan untuk melepaskan manusia dari
kesengsaraan. Tidak pernah ada nama orang suci manapun yang begitu
powerful hingga hukum-hukum alam takluk di dalamNya, hanya dalam nama
Yesus Kristus.



> Salam,
> Saya hanya ingin mendapatkan konfirmasi/jawaban dari rekan-rekan
Kristen, apa sih sebetulnya yang membuat umat Kristen meyakini bahwa
Yesus adalah Tuhan?
>
> Yosep MYS

#11286 From: jaka tujuh <tigapluh@...>
Date: Sun May 25, 2003 4:19 pm
Subject: RE: Re: INJIL sekarang tidak ASli lagi !!!
tigapluh
Send Email Send Email
 
itu justru membuktikan, bahwa terjemahan tidak bisa menjamin keotentikan, karena ia senantiasa berubah seiring perjalanan waktu. Akan halnya Al-quran, teks asli senantiasa menyertai terjemahan, sehingga setiap muslim bisa langsung merujuk kepadanya, tidak hanya mengandalkan terjemahan yang sifatnya sangat subyektif

Engineering Training <training@...> wrote:
Kalau palsu apa saudara Nasrun bisa menunjukkan yg asli, maksud dari terjemahan Injil itu tetap sama dan teks aslinya juga tetap ada anda bisa membelinya , banyak di toko buku kristen, sekarang apa saudara bisa menunjukkan keotentikan Quran, meskipun secara sebenarnya Iman Kristen itu tidak mengakui ada Firman lain setelah Kitab Wahyu, karena setelah itu dari kuasa lain, tapi nggak apa-apa kita bahas disini, kitab saudara juga diterjemahkan dan terjemahannya juga berbeda-beda untuk tiap periode karena ada revisi penerjemahan, bukankah kasusnya sama!? bahkan di kitab saudara ada tambahan yg tidak relevan dengan kitab asli nanti akan saya ungkapkan disini dan saudara jangan kaget.
-----Original Message-----
From: omega [mailto:omega@...]
Sent: Tuesday, May 20, 2003 6:43 AM
To: islam-kristen@yahoogroups.com
Subject: RE: [islam-kristen] Re: INJIL sekarang tidak ASli lagi !!!

Revisinya bukan tentang isi, content, substansinya , melainkan terjemahan, pilihan kata, ejaan, tanpa merubah samasekali esensinya pengertian spiritual.
 
-----Original Message-----
From: Nasrun, Herman [mailto:HNasrun@...]
Sent: Tuesday, 20 May, 2003 09:41
To: 'islam-kristen@yahoogroups.com'
Subject: RE: [islam-kristen] Re: INJIL sekarang tidak ASli lagi !!!

Tentu jelas Palsu Donk..
kalo nggak palsu... knapa selalu direvisi..
 
 
-----Original Message-----
From: Ronald [mailto:ronald7@...]
Sent: Thursday, May 15, 2003 4:38 PM
To: islam-kristen@yahoogroups.com
Subject: [islam-kristen] Re: INJIL sekarang tidak ASli lagi !!!
Importance: High


Jika Injil sekarang katanya PALSU ?
1. Lukas 6:27-28 : "TEtapi kepada kamu. yang mendengarkan Aku, Kasihilah
musuhmu, berbuatlah baik kepada orang yg membenci kamu, mintalah berkat bagi
orang yang mengutuk kamu berdoalah bagi yang mencaci kamu.

Berarti INJIL ASLI berbunyi:
Tetapi kepada kamu, yg mendengarkan Aku, bunuhlah sampai keakar-akarnya yang
yang memusuhi kamu, hajar orang yang membenci kamu, sumpahi mereka yang
mengutukmu juga, santetlah mereka.

2. Matius 6:2
    JAdi apabila engkau memberi sedekah, janganlah engkau mencanangkan hal
itu, seperti orang munafik dirumah-rumah ibadat dan lorong-lorong supaya
mereka dipuji orang.

Berarti INJIL ASLI berbunyi:
    Jadi engkau memberi sedekah, hendaklah berlimpah dari hartamu agar
berkat Tuhan berlimpah atasmu juga, dan agar para pemimpin rumah ibadat
berdoa bagimu

3. Lukas 14:13-14
    Tetapi apabila engkau mengadakan perjamuan, undanglah orang-orang
miskin, cacat, orang-orang lumpuh dan orang-orang buta. Dan engkau akan
berbahagia, karena mereka tidak mempunyai apa-apa untuk membalasnya
kepadamu,
    Berarti INJIL ASLI berbunyi:
    Tetapi engkau , undanglah orang-orang miskin dan juga para
petinggi-petinggi gereja, orang yang berkuasa, orang yang berpendidikan,
para penulis Injil(kami) yang kudus, karena adalah utusanNya dan berkat
atasmu juga.

Begitukah bagi mereka-mereka yang menilai Injil ??? Apakah alasan anda
berkata itu Palsu ? semoga sadar

Saya menunggu balasannya

Terima kasih

Salam,







Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.


Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.


Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.


Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.


Do you Yahoo!?
The New Yahoo! Search - Faster. Easier. Bingo.

#11287 From: Ivan Ko <ailnavi66@...>
Date: Mon May 26, 2003 1:03 am
Subject: RE: Trinitas.
ailnavi66
Send Email Send Email
 
Boleh.
 
Koq bingung sih mas,
Saya mengerti jalan pikiran anda. Selama ini (di dalam akidah Islam), Tuhan disebutkan sebagai Yang Maha segala-galanya. Mana mungkin sih Tuhan menjadi manusia (makhluk), begitu kira-kira yg pernah saya pelajari.
Di dalam ke-Kristenan, Tuhan "menyapa" umatnya dengan cara di luar "aturan" . Tuhan tidak hanya sekedar memberikan "hukum-hukum/syariat-syariat", tapi Tuhan "memperkenalkan" diri-Nya.
 
Caranya : Dia mengutus Firman-Nya turun menjadi manusia.
 
Ini agak sedikit menyimpang dari pertanyaan anda, supaya anda sedikit jelas memahami apa itu ke-Kristenan.
 
Beralih ke pertanyaan anda.
 
Yesus itu manusia sepenuhnya (saya tidak menggunakan istilah manusia 100% dan Allah 100%, itu kurang tepat menurut saya).
 
Mengapa dia disapa dengan Tuhan (bukan me-nuhankan, itu berbeda di dalam akidah ke-Kristenan) ?
Karena Yesus ber-asal dari dalam diri Allah. Kata "ber-asal" itu harap diperhatikan. Yang ber-asal itu bukan tubuh kemanusiaannya, namun ke-Ilahiannya.
 
Berbeda dengan Musa dan yang lainnya.
Mereka ciptaan berasal dari Allah, bukan berasal dari dalam diri Allah.
 
Jadi kesimpulannya, Yesus memiliki ke-Ilahian, disamping kemanusia-annya. Ke-Ilahiannya inilah yang mendasari umatnya menyapa Yesus dengan sebutan Tuhan, bukan menuhankan (meng-angkat menjadi Tuhan) Yesus.
 
Moga-moga anda paham.
 
Salam,
Ivan
 
 


Lukman Hakim <lukman.hakim@...> wrote:
tanya nih


Yesus adalah Allah, Allah adalah Yesus
Anda keliru sekali. Yesus bukan Allah dan Allah bukan Yesus, walaupun Yesus adalah Firman Allah yg berasal dari dalam diri Allah.
=== > saya bingung nih, (apa karena saya pake logika yaaa ?)... jadi sebenernya yesus itu manusia atau tuhan ?...
===> kenapa tidak seperti musa atau yang lainnya, ....


Do you Yahoo!?
The New Yahoo! Search - Faster. Easier. Bingo.

#11288 From: "huttaqi" <huttaqi@...>
Date: Mon May 26, 2003 2:08 am
Subject: Fw: [huttaqi] Bedah Buku Huttaqi
huttaqi@...
Send Email Send Email
 
 
 
----- Original Message -----
From: kiki
Sent: Sunday, May 25, 2003 10:33 PM
Subject: [huttaqi] Bedah Buku Huttaqi

DO YOU HUTTAQ !!
Bedah Buku gratis
"Perjalanan Menuju Kebenaran:
Risalah Perjalanan"
 
karya
huttaqi
 
Tempat :
Perpustakaan ITS (Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya)
Jl. Arif Rahman Hakim
Surabaya-Jawa Timur,
lantai 2, ruang Seminar
 
Waktu :
Selasa, 27 Mei 2003
jam 13.30-16.30
 
be there
Don't Miss it
 
 
bersiap-siaplah mengalami pencerahan
dari cara berpikir yang jumut, konservatif dan kolot
untuk memajukan diri, bangsa, dan umat manusia
 
-nunut dawuhe cak hut :) -
"huttaqi" dari kata 'hu' yang artinya 'Dia', 'taqi' yang berarti 'taqwa'.
Jadi 'huttaqi' berarti 'Dia yang lagi menuju taqwalloh'...
website: http://www.huttaqi.com
joint mailist : huttaqi-subscribe@...
==^^===============================================================
This email was sent to: unicom@...
EASY UNSUBSCRIBE click here: http://topica.com/u/?a84EPd.baVW2v.dW5pY29t
Or send an email to: Huttaqi-unsubscribe@...
TOPICA - Start your own email discussion group. FREE!
http://www.topica.com/partner/tag02/create/index2.html
==^^===============================================================

#11289 From: "Arijanto" <arijanto@...>
Date: Mon May 26, 2003 3:26 am
Subject: RE: Tuhan Maha Adil
arijanto@...
Send Email Send Email
 
Mas Tamam, apakah tulisan anda ini menjawab email saya kepada bung Zulvan di bawah ini? Mohon maaf kalau dugaan saya salah.
aep.
 
++++++++++++++++++++++++
Mas Zulvan yang budiman,
 
Dapatkah anda tunjukkan dibagian mana Yesus mengakui dosa2Nya? Hal ini saya maksudkan agar anda lebih teliti dalam menulis. Anda mengabaikan anak kalimat dibelakang kata "TETAPI" dalam ayat 13 sebagai bentuk pengecualian atau bertolak belakang terhadap kalimat di depannya. Anak kalimat di belakang kata "tetapi" tsb dgn jelas menggambarkan bhw Yohanes Pembaptis (dalam Islam dikenal sbg Nabi Yahya) sebagai "jongos" utk membuka tali kasut-Nya saja merasa tidak pantas. Bayangkan: Seorang nabi, membuka tali kasut Yesus pun tak layak.... siapakah Yesus itu di mata nabi Yahya? Jadi kalau di Alkitab tidak ada menyebutkan bahwa Yesus berdosa atau mengakui dosanya, sebaiknya anda jangan mengarang cerita sendiri.... kalau anda tidak mau disebut penyebar fitnah. Sebab kitab suci anda sendiri mengakui bahwa Yesus adalah suci  alias tidak berdosa ( S.Maryam 19:19 ). Dalam salah satu hadits juga disebutkan bahwa satu2nya bayi yg tidak pernah disentuh oleh setan adalah bayi Isa ibnu Maryam, beda dgn bayi2 manusia yang lain yg begitu lahir disentuh oleh setan. Jadi janganlah memberikan pernyataan yang justru bertentangan dengan kitab2 anda sendiri.
Semoga Tuhan Al Khalik mengasihi anda. Amin.
 
Syalom.
+++++++++++++++++++++++++++++++
 
 
-----Original Message-----
From: Tamam [mailto:gochi@...]
Sent: Saturday, May 24, 2003 11:38 AM
To: islam-kristen@yahoogroups.com
Subject: [islam-kristen] Tuhan Maha Adil

Tuhan Maha Adil itu berarti siapa yang berbuat maka dialah yang akan menanggung hasil perbuatannya. Itu berarti :
 
1. Setiap bayi yang baru lahir itu suci, tidak berdosa dan tidak membawa dosa apapun dari moyangnya.
2. Setiap bayi yang baru lahir jika meninggal akan langsung masuk surga tanpa melalui proses penghakiman. Karena memang tidak berdosa.
3. Setiap bayi baru lahir sejak adanya manusia pertama kali (Adam dan Hawa), zamannya Yesus hidup atau zaman sekarang dan yang akan datang itu sama yaitu suci, tidak berdosa dan tidak membawa dosa.
 


#11290 From: Ivan Ko <ailnavi66@...>
Date: Mon May 26, 2003 4:07 am
Subject: RE: Trinitas.
ailnavi66
Send Email Send Email
 
terima kasih, saya paham maksudnya.
Sama-sama.
 
tapi masih ada sedikit ada pertanyaan lagi, saya pernah baca di injil PB (injil yang mana saya lupa) : isi initnya " Jika aku tidak pergi, maka roh kebenaran itu tidak akan datang".
(mungkin islam mengartikan roh kebenaran, adalah sebagai muhammad, tapi saya ngak akan menanyakan ini ke anda),
Baiklah, tidak akan saya bahas.
Tapi kristen mengartikan setelah yesus diangkat, maka tidak ada lagi firman, maka "roh kebenaran" sebagai ganti nya berupa "petunjuk" (diislam mengkin pengertiannya sama dgn wahyu) yang di berikan kepada manusia/orang pilihan spt : murid yesus, atau orang suci lainnya bisa tidak "roh kebenarab" diartikan Ke-Ilahian yang juga ada ada di diri orang suci tsb, kenapa mereka tidak disapa dengan sebutan Tuhan ?.
Selain Yesus, tidak ada seorangpun yang memiliki ke-Ilahian yang berasal dari dalam diri Allah, sekalipun dia seorang yang disebut "suci".
Jadi tidak ada satupun manusia, selain Yesus yg dapat disapa dengan Tuhan.
 
Apa karena Yesus lahir dengan proses yang istimewa ?,
Bukan itu alasannya.
 
bisa membuat burung dari tanah?, bisa menyembuhkan penyakit lepra, bisa menghidupkan orang mati? dll, maka Yesus di sapa dengan Tuhan?
Segala mukjizat yang telah dilakukan oleh Yesus bukan itu yang menjadi alasan Yesus disapa dengan Tuhan.
Ke-Praadaannya sebagai Firman-lah yang menjadi alasan Yesus disapa dengan Tuhan.
 
siapakah yang disembah Yesus, atau Tuhan (Allah) ?,
Pokok sembahan tetap ditujukan kepada Allah.
 
karena diatas disebutkan Yesus (munusia), tapi berasal (keilahian) dari diri Allah ?
Menyembah ke-Ilahian Yesus (bukan kemanusiaannya) sama dengan menyembah Allah itu sendiri.
 
semoga saya bisa paham, dengan cara memahami dengan tidak melalui keimanan islam saya.
Terima kasih anda sudah mau berdiskusi dengan saya dengan tidak menggunakan kaca mata agama anda (Islam).
 
Salam,
Ivan


Lukman Hakim <lukman.hakim@...> wrote:
Karena Yesus ber-asal dari dalam diri Allah. Kata "ber-asal" itu harap diperhatikan. Yang ber-asal itu bukan tubuh kemanusiaannya, namun ke-Ilahiannya.

Berbeda dengan Musa dan yang lainnya.
Mereka ciptaan berasal dari Allah, bukan berasal dari dalam diri Allah.

Jadi kesimpulannya, Yesus memiliki ke-Ilahian, disamping kemanusia-annya. Ke-Ilahiannya inilah yang mendasari umatnya menyapa Yesus dengan sebutan Tuhan, bukan menuhankan (meng-angkat menjadi Tuhan) Yesus.

===>terima kasih, saya paham maksudnya. tapi masih ada sedikit ada pertanyaan lagi, saya pernah baca di injil PB (injil yang mana saya lupa) : isi initnya " Jika aku tidak pergi, maka roh kebenaran itu tidak akan datang".
(mungkin islam mengartikan roh kebenaran, adalah sebagai muhammad, tapi saya ngak akan menanyakan ini ke anda),
Tapi kristen mengartikan setelah yesus diangkat, maka tidak ada lagi firman, maka "roh kebenaran" sebagai ganti nya berupa "petunjuk" (diislam mengkin pengertiannya sama dgn wahyu) yang di berikan kepada manusia/orang pilihan spt : murid yesus, atau orang suci lainnya
bisa tidak "roh kebenarab" diartikan Ke-Ilahian yang juga ada ada di diri orang suci tsb, kenapa mereka tidak disapa dengan sebutan Tuhan ?.

===> Apa karena Yesus lahir dengan proses yang istimewa ?, bisa membuat burung dari tanah?, bisa menyembuhkan penyakit lepra, bisa menghidupkan orang mati? dll, maka Yesus di sapa dengan Tuhan?

===> siapakah yang disembah Yesus, atau Tuhan (Allah) ?, karena diatas disebutkan Yesus (munusia), tapi berasal (keilahian) dari diri Allah ?


Moga-moga anda paham.
semoga saya bisa paham, dengan cara memahami dengan tidak melalui keimanan islam saya.

Salam,
Ivan




Lukman Hakim wrote:

tanya nih


Yesus adalah Allah, Allah adalah Yesus
Anda keliru sekali. Yesus bukan Allah dan Allah bukan Yesus, walaupun Yesus adalah Firman Allah yg berasal dari dalam diri Allah.
=== > saya bingung nih, (apa karena saya pake logika yaaa ?)... jadi sebenernya yesus itu manusia atau tuhan ?...
===> kenapa tidak seperti musa atau yang lainnya, ....




_____

Do you Yahoo!?
The New Yahoo! Search - Faster. Easier. Bingo.


Do you Yahoo!?
The New Yahoo! Search - Faster. Easier. Bingo.

#11291 From: Ivan Ko <ailnavi66@...>
Date: Mon May 26, 2003 4:52 am
Subject: Re: Alasan Kristen bahwa Yesus adalah 'Tuhan'
ailnavi66
Send Email Send Email
 
Jaminan yang diberikan Yesus untuk hidup kekal.
 
Karena tidak ada seorangpun, selain Yesus yang mampu memberi jaminan/guarantee seperti itu.
 
Jika Yesus ber-dusta, Dia tidak akan dibangkitkan oleh Allah dari mati dan naik ke Sorga.
 
Salam,
Ivan.

"Yosep@telkom" <ymys2001@...> wrote:
Salam,
Saya hanya ingin mendapatkan konfirmasi/jawaban dari rekan-rekan Kristen, apa sih sebetulnya yang membuat umat Kristen meyakini bahwa Yesus adalah Tuhan?
 
Yosep MYS


Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.


Do you Yahoo!?
The New Yahoo! Search - Faster. Easier. Bingo.

#11292 From: Hendra purba <purba_hendra@...>
Date: Mon May 26, 2003 5:27 am
Subject: Re: Trinitas (penting untuk anda baca)
purba_hendra@...
Send Email Send Email
 
Salam Kasih untuk Sdr Yosep,
 
Saya mau komentar kata-kata sdr dibawah ini :
 
(Yosep) ---> tapi entah saya mengalami atau tidak, itu rahasia Allah. Yang jelas, di hari berbangkit nanti

 (HP) : mengapa anda tidak yakin bahwa anda salah satu orang yang berhak masuk sorga, salah seorang yang dipilih menjadi ahli warisnya?
saya mengimani dan mengaminkan bahwa saya salah seorang yang menjadi ahli waris ALLH dan menjadi penghuni sorga karena ada kepastian tertulis di kitab Yohannes.
' Tidak ada seorangpun yang sampai kepada Bapa kalau tidak melalui AKU'
Notr : yang dimaksud 'AKU' itu adalah Yesus :)
Salam

"Yosep@telkom" <ymys2001@...> wrote:
Maaf, saya menolak jika saya dikatakan menjadi hakim. Saya belum mempunyai kapasitas untuk menjadi hakim. Saya menulis email sebelumnya untuk 'menyadarkan' sdr. Engineering yang telah 'menjadi hakim' tanpa dalil, bahkan dari Al Kitab-nya sendiri.
Saya pribadi mempercayai dengan sepenuh hati bahwa Yesus akan datang kedua kali ke dunia untuk menjadi hakim yang adil (bukan Hakim Agung), (diantaranya) mengadili orang-orang yang  menyembahnya sebagai Tuhan --ditandai dengan menghancurkan salib-salib--, tapi entah saya mengalami atau tidak, itu rahasia Allah. Yang jelas, di hari berbangkit nanti (akhirat) Allah-lah yang akan menjadi HAKIM AGUNG YANG MAHA ADIL yang akan menghakimi kita semua, BUKAN YESUS a.s. karena dia pun akan diadili bersama umatnya. Bahkan di hari terakhir itulah Yesus akan menolak orang yang menyembahnya sebagai tuhan karena Yesus sendiri tidak pernah mengajarkan untuk menyembah selain Bapa. Sekali lagi, dalam berdiskusi dengan kaum Kristen saya berusaha memakai logika sehat berdasarkan Al Kitab Anda. Apa menurut Anda agama Anda benar? Apakah Anda benar-benar meyakini bahwa Tuhan sudah bersama Anda dan Anda bersama Tuhan? Saya tidak mengklaim agama SAYA yang benar, melainkan saya mengklaim agama para utusan Tuhan-lah yang benar karena mereka dibimbing langsung oleh Tuhan.
Memang, hidup Anda akan sia-sia (dalam arti merugi) jika Anda tidak mengimani utusan Tuhan sebagai utusan Tuhan, bukan Tuhan itu sendiri. BTW, di ayat Al Kitab yang mana Yesus menyatakan sebagai 'Hakim Agung' yang akan mengadili (seluruh) orang hidup dan orang mati?
 
Salam,
Yosep
 
PS: Saya aminkan doa Anda, terima kasih. Semoga Tuhan benar-benar mengasihi saya.
----- Original Message -----
Sent: Thursday, May 22, 2003 3:14 PM
Subject: Re: [islam-kristen] Trinitas (penting untuk anda baca)

Mas Yosep yang dikasihi Tuhan,
 
Maaf, saya 'agak' terganggu dengan tuduhan anda.
milis ini bukan tempat untuk menghakimi dan kapasitas Mas Yosep bukan sebagai hakim yang agung.
Hakim Agung, yang akan menghakimi semua yang mati dan yang hidup adalah YESUS, yang akan datang kedua kalinya.
Apakah Anda tidak yakin, Yesus yang akan menjadi hakim kita semua?
Sia-sialah saya kalau tidak mempercaiNya.
 
salam kasih

"Yosep@telkom" <ymys2001@...> wrote:

Sebetulnya sudah  jelas dalam email ini ;)
Umat Yahudi memang dikaruniai kelebihan tapi kelebihan itu sudah dicabut, bahkan digantikan dengan kehinaan.
Umat Yahudi sebagai umat yang ingkar pada nikmat Tuhan mengingkari Yesus a.s. sebagai utusan Tuhan yang mengingatkan Yahudi.
Umat Kristen (yang muncul dalam rangka meluruskan kaum Yahudi) menolak kedatangan Muhammad SAW sebagai utusan Tuhan untuk mengembalikan ajaran Tuhan pada ketauhidan murni yang telah menyimpang dalam ajaran Kristen.
Jadi, mana agama yang masih lurus? Tentu agamanya Ibrahim a.s. yang hanif, tentu agamanya Musa a.s., tentu agamanya Yesus a.s., tentu agamanya Muhammad SAW karena mereka adalah utusan Tuhan.
Yang jelas, bukan agama Anda :)
 
Salam,
Yosep
 
 
----- Original Message -----
Sent: Tuesday, May 20, 2003 2:45 PM
Subject: FW: [islam-kristen] Trinitas (penting untuk anda baca)



-----Original Message-----
From: Engineering Training
Sent: Tuesday, May 20, 2003 2:27 PM
To: 'Lukman Hakim'
Subject: RE: [islam-kristen] Trinitas (penting untuk anda baca)


Sorry baru bisa ngebales, soalnya agak sibuk, Pak Lukman Hakim, sebelumnya saya juga minta maaf kalau tulisan saya terlalu keras, seperti saudara ketahui dan kondisi ini sama dengan yg ada di muslim terdapat sekte/aliran yg interpretasinya berbeda terhadap ajaran dari satu sumber, misalnya dalam sekte katolik yg terkesan moderat juga sangat toleransi dengan sebutan agama pewahyuan kepada iman anda, tetapi menurut pemahaman iman saya bahwa sekte itu belum mengajarkan kebenaran yg sesungguhnya dalam kristen.

Langsung ke pertanyaan saudara, bahwa Agama pewahyuan yg ada yg saya akui saat ini berdasarkan pemahaman iman saya sekarang ada dua yaitu Kristen dan Yahudi, karena apa :

1. Yahudi (Agama Yahudi) adalah bangsa pilihan Tuhan yg sebenarnya sangat diistimewakan Tuhan, sehingga segala sesuatu dari yg terkecil sampai terbesar dikaruniakan kepada Bangsa ini, sejarah Pewahyuan pertamakali diturunkan kepada bangsa ini ditandai dengan Nabi-nabi yg sebagai perantara Firman Tuhan dengan manusia adalah orang Yahudi, dan Firman sebagian besar ditujukan kepada orang Yahudi, sehingga Agama Yahudi saat ini termasuk dalam agama pewahyuan. Segala doktrin, ketetapan yg di berikan Tuhan kepada manusia, termasuk Sepuluh Perintah, dan Taurat yg berisi peraturan yg sangat ketat diberikan oleh Tuhan yg kemudian mengatur kehidupan bangsa Yahudi. Di dalam Taurat terdapat nubuat-nubuatan tentang kedatangan Mesias yang nantinya sebagai karya penyempurnaan dari proses penyelamatan manusia dari dosa. Perlu diketahui bahwa sampai saat ini Umat Yahudi yg belum percaya Yesus masih menantikan MEsias itu, tetapi hampir 15% yg sudah menerima Yesus tidak mau disebut Kristen, tetapi Mesianic Jews.

2. Ketika nubuatan itu digenapi dan Yesus turun untuk menyelamatkan manusia dengan karyaNya yg agung dan luar biasa telah membuat manusia kembali ke jalan kebenaran yaitu dibenarkan kembali dihadapan Tuhan dan akan memperoleh keselamatan yg sudah dijanjikan, Pewahyuan yg terjadi tidak melewati perantaraan seperti pada jaman sebelumnya, namun langsung melalui Yesus itu sendiri, karena Yesus adalah FIRMAN HIDUP yg berarti apa yg diucapkan adalah Firman sebab Roh Tuhan ada dalam diri Yesus. Karya penyelamatan ini yaitu realisasi dari kedatangan Yesus sebagai Firman Hidup yg telah menimbulkan kepercayaan baru yg saat ini di sebut Kristen, di dalam Kitab terakhir Perjanjian Baru yaitu Kitab Wahyu yg merupakan kitab Penghabisan dari Perjanjian Baru disebutkan bahwa setelah Kitab Wahyu, yaitu nubuatan tentang akhir jaman yg diterima  di pulau Patmos  menyebutkan bahwa tidak akan ada lagi Firman yg akan diberikan, siapa yg menambahkan kata atau mengurangi kata dari firman akan di ambil bagiannya dari pohon kehidupan. Sehingga pewahyuan terakhir adalah selama masa Perjanjian Baru tepatnya pada Kitab Wahyu di pulau Patmos (anda bisa baca di kitab Injil Perjanjian Baru pada bagian terakhir).

Jadi kesimpulannya agama pewahyuan hanya dua, dan isi Quran (maaf) ternyata banyak mirip dengan Taurat Perjanjian Lama...mungkin ini bisa kita kaji lebih kanjut.

Demikian Pak Lukman secara umum saja belum ke arah subject dasar firman itu sendiri, semoga dapat membantu, kalau sekiranya ada yg belum jelas boleh ditanyakan kembali.

Hormat saya.

-----Original Message-----
From: Lukman Hakim [mailto:lukman.hakim@...]
Sent: Tuesday, May 20, 2003 7:06 AM
Subject: [islam-kristen] Trinitas (penting untuk anda baca)
Importance: High


pak... maaf lancang saya pake jalur japri anda..
saya tertarik dengan mailist islam-kristen, berharap ada informasi yang bermanfaat buat saya baca sebagai referensi saya, semoga tidak ada kekeliruan saya dalam menilai terhadap mereka yang tidak sama keyakinannya dengan saya,
tapi justru di milist ini cuma ada perdebatan, yang menurut saya tidak memberikan solusi kpd saya dalam keinginan tahuan saya ttg kristen.

saya adalah muslim
dlm agama saya, saya mengimani adanya isa/yesus, dan ke 12 muridnya + bunda marya (karena di Alquran memang ada)
kalo boleh saya tanya ke anda (mudah-mudahan anda orang kristen yang paham sekali ttg agama anda)

"  hal apakah yang menyebabkan agama kristen & yahudi, tidak menerima islam sebagai agama pewahyuan ?"
(padahal kalo kita bertanya kepada orang yahudi, mereka juga tidak menerima kristen + islam sbg agama pewahyuan... itu juga kalo tidak salah).

ok saya bertanya dari hal yang mendasar itu dulu....  dan saya tidak akan mendebat semua jawaban dari bapak
terima kasih

      -----Original Message-----
      From: Engineering Training [mailto:training@...]
      Sent: Sel 20/05/2003 11:45
      To: islam-kristen@yahoogroups.com
      Cc:
      Subject: RE: [islam-kristen] Trinitas (penting untuk anda baca)
     
     

      Agama orang Beriman...dalam sejarah kenabian dan konteks pewahyuan, hanya dua yaitu KRISTEN DAN YAHUDI..tidak ada lagi setelah itu..banyak Iblis yg akan meyamar menjadi malaikat terang, saat ini milyaran orang terperosok ke dalamnya.
      
     


Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.


Do you Yahoo!?
The New Yahoo! Search - Faster. Easier. Bingo.

#11293 From: "ari ari" <ari206@...>
Date: Mon May 26, 2003 5:38 am
Subject: Re: Tuhan Maha Adil
ari206@...
Send Email Send Email
 

Keliru Mas. Kalau enggak percaya tanya sama Tuhan Yesus Kristus dalam doa. Tuhan itu baik dan Ia akan menjawab setiap keraguan kita ketika kita bertanya padaNya.

Ketika Yesus singkapkan ketidaktahuan kita itu, Wow, indahnya, dan begitu kasihNya Yesus bagi manusia. Cobalah, dan saksikanlah betapa baiknya Tuhan Yesusku.

HALELUYA

--
--------- Original Message ---------
DATE: Sat, 24 May 2003 11:38:30
From: "Tamam" <gochi@...>
To: <islam-kristen@yahoogroups.com>
Cc:

Tuhan Maha Adil itu berarti siapa yang berbuat maka dialah yang akan menanggung hasil perbuatannya. Itu berarti :
 
1. Setiap bayi yang baru lahir itu suci, tidak berdosa dan tidak membawa dosa apapun dari moyangnya.
2. Setiap bayi yang baru lahir jika meninggal akan langsung masuk surga tanpa melalui proses penghakiman. Karena memang tidak berdosa.
3. Setiap bayi baru lahir sejak adanya manusia pertama kali (Adam dan Hawa), zamannya Yesus hidup atau zaman sekarang dan yang akan datang itu sama yaitu suci, tidak berdosa dan tidak membawa dosa.
 


Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.


____________________________________________________________
Get advanced SPAM filtering on Webmail or POP Mail ... Get Lycos Mail!
Login To Lycos Mail

#11294 From: "Yosep@telkom" <ymys2001@...>
Date: Mon May 26, 2003 6:57 am
Subject: Alasan Kaum Kristen tidak mengimani Islam
ymys2001
Send Email Send Email
 
Salam,
Saya juga ingin mengetahui secara jelas dan mendalam dari umat Kristen tentang beberapa hal yang berkaitan dengan Islam:
1. Mengapa Anda mengingakari Muhammad SAW sebagai utusan Tuhan?
2. Mengapa Anda mengingkari Al Quran sebagai wahyu dari Tuhan?
3. Mengapa Anda mengingkari Islam sebagai ajaran dari Tuhan?
Saya lebih menyukai jika Anda tidak sekedar menyampaikan pendapat pribadi, tetapi disertai pula dengan dalil-dalil/bukti-bukti yang jelas. Saya nantikan jawaban Anda.
Atas perhatian dan kerjasama Anda, saya ucapkan terima kasih.
 
Salam,
Yosep MYS

#11295 From: Ivan Ko <ailnavi66@...>
Date: Mon May 26, 2003 7:24 am
Subject: Re: Alasan Kristen bahwa Yesus adalah 'Tuhan'
ailnavi66
Send Email Send Email
 
Mas Yosep,
 
Yesus berkata :"Aku-lah (Yesus) Jalan dan Kebenaran dan Hidup. Tidak ada seorangpun yang dapat datang kepada Bapa, jikalau tidak melalui Aku (Yesus)".
 
"Aku (Yesus) akan kembali ke rumah Bapa, untuk menyediakan tempat bagimu"
 
"Dirumah Bapaku banyak tempat"
 
Catatan : semua kutipan diatas ada di Injil Yohanes.
 
Pertanyaan :
Adakah manusia lain, selain Yesus yang dapat berbicara seperti itu ?
 
btw, TIA = ?
 
Salam,
Ivan

"Yosep@telkom" <ymys2001@...> wrote:
Pak Ivan, tolong disertai juga dengan ayat Al Kitabnya ya? TIA.
 
Salam,
Yosep MYS
 
----- Original Message -----
From: Ivan Ko
Sent: Monday, May 26, 2003 11:52 AM
Subject: Re: [islam-kristen] Alasan Kristen bahwa Yesus adalah 'Tuhan'

Jaminan yang diberikan Yesus untuk hidup kekal.
 
Karena tidak ada seorangpun, selain Yesus yang mampu memberi jaminan/guarantee seperti itu.
 
Jika Yesus ber-dusta, Dia tidak akan dibangkitkan oleh Allah dari mati dan naik ke Sorga.
 
Salam,
Ivan.
Salam,
Saya hanya ingin mendapatkan konfirmasi/jawaban dari rekan-rekan Kristen, apa sih sebetulnya yang membuat umat Kristen meyakini bahwa Yesus adalah Tuhan?
 
Yosep MYS


Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.


Do you Yahoo!?
The New Yahoo! Search - Faster. Easier. Bingo.


Do you Yahoo!?
The New Yahoo! Search - Faster. Easier. Bingo.

#11296 From: Ivan Ko <ailnavi66@...>
Date: Mon May 26, 2003 7:58 am
Subject: Re: Alasan Kristen bahwa Yesus adalah 'Tuhan'
ailnavi66
Send Email Send Email
 
Mas Yosep, landasan saya,
Belajar,
Belajar,
Belajar dan terus belajar.
plus renungan pribadi.
 
Apakah Allah (Tuhan Bapa yang kata Pak Ivan tidak sama dengan Yesus) tidak mampu memberikan jaminan hidup kekal bagi Pak Ivan?
Sangat mampu sekali. Justru Allah-lah yang memberikan jaminan hidup kekal melalui Yesus.
Yesus "berbicara" dari pihak Allah.
 
Salam,
Ivan
 

"Yosep@telkom" <ymys2001@...> wrote:
Pak Ivan,
Bisa tolong sertakan juga landasan dari alasan Pak Ivan. Misalkan: apakah ayat Al Kitab ataukah perkataan pendeta ataukah hasil renungan sendiri? Terima kasih atas kerjasama Pak Ivan.
 
Salam,
Yosep
 
NB: Apakah Allah (Tuhan Bapa yang kata Pak Ivan tidak sama dengan Yesus) tidak mampu memberikan jaminan hidup kekal bagi Pak Ivan?
 
----- Original Message -----
From: Ivan Ko
Sent: Monday, May 26, 2003 11:52 AM
Subject: Re: [islam-kristen] Alasan Kristen bahwa Yesus adalah 'Tuhan'

Jaminan yang diberikan Yesus untuk hidup kekal.
 
Karena tidak ada seorangpun, selain Yesus yang mampu memberi jaminan/guarantee seperti itu.
 
Jika Yesus ber-dusta, Dia tidak akan dibangkitkan oleh Allah dari mati dan naik ke Sorga.
 
Salam,
Ivan.
Salam,
Saya hanya ingin mendapatkan konfirmasi/jawaban dari rekan-rekan Kristen, apa sih sebetulnya yang membuat umat Kristen meyakini bahwa Yesus adalah Tuhan?
 
Yosep MYS


Do you Yahoo!?
The New Yahoo! Search - Faster. Easier. Bingo.

#11297 From: Ivan Ko <ailnavi66@...>
Date: Mon May 26, 2003 8:53 am
Subject: RE: Trinitas.
ailnavi66
Send Email Send Email
 
ada tidak dalam injil yang menerangkan bahwa Ke-Ilahian hanya khusus untuk Yesus ?
Ada sedikit persepsi yang perlu diluruskan. Ke-Ilahian bukan sesuatu yang diberikan kepada Yesus.
Yesus memiliki ke-Ilahian artinya Yesus memiliki ke-Praadaan sebagai Firman yang berasal dari dalam diri Allah.
Atau dengan kata lain Yesus adalah Firman yang hidup.
Dalam Alkitab, dapat dibaca di Injil Yohanes 1 : 1-14.
 
dan untuk yang lain tidak ada ?
Karena tidak ada, jadi ayatnya-pun tidak ada yang mengatakan demikian.
 
lalu apa pengertian 'roh kebenaran' yang di maksudkan itu ?.
Roh Allah itu sendiri yang tidak berwujud makhluk (manusia) atau malaikat.
 
dan untuk siapa ?
Untuk semua manusia (termasuk saya) yang percaya kepada Yesus.

- Roh Allah itulah yang memampukan manusia untuk menyapa Yesus dengan sebutan Tuhan.
- Yesus pula-lah yang mengajar supaya manusia mampu menyapa Allah dengan sebutan Bapa.
 
Salam,
Ivan
 
Lukman Hakim <lukman.hakim@...> wrote:

tapi masih ada sedikit ada pertanyaan lagi, saya pernah baca di injil PB (injil yang mana saya lupa) : isi initnya " Jika aku tidak pergi, maka roh kebenaran itu tidak akan datang".
Tapi kristen mengartikan setelah yesus diangkat, maka tidak ada lagi firman, maka "roh kebenaran" sebagai ganti nya berupa "petunjuk" (diislam mengkin pengertiannya sama dgn wahyu) yang di berikan kepada manusia/orang pilihan spt : murid yesus, atau orang suci lainnya bisa tidak "roh kebenarab" diartikan Ke-Ilahian yang juga ada ada di diri orang suci tsb, kenapa mereka tidak disapa dengan sebutan Tuhan ?.

Selain Yesus, tidak ada seorangpun yang memiliki ke-Ilahian yang berasal dari dalam diri Allah, sekalipun dia seorang yang disebut "suci".
Jadi tidak ada satupun manusia, selain Yesus yg dapat disapa dengan Tuhan.

==> ada tidak dalam injil yang menerangkan bahwa Ke-Ilahian hanya khusus untuk Yesus ?, dan untuk yang lain tidak ada ?
lalu apa pengertian 'roh kebenaran' yang di maksudkan itu ?. dan untuk siapa ?


terima kasih

salam,
lukman hakim


Do you Yahoo!?
The New Yahoo! Search - Faster. Easier. Bingo.

#11298 From: Ivan Ko <ailnavi66@...>
Date: Mon May 26, 2003 9:19 am
Subject: Re: Tuhan Maha Adil
ailnavi66
Send Email Send Email
 
Sedikit pertanyaan :
 
1. Apakah buktinya Tuhan Maha Adil ?
2. Sejauh manakah manusia mampu menilai Tuhan Maha Adil ?
3. Apakah pengertian Tuhan Maha Adil hanya sebatas itu saja ?
 
Salam,
Ivan


Tamam <gochi@...> wrote:
Tuhan Maha Adil itu berarti siapa yang berbuat maka dialah yang akan menanggung hasil perbuatannya. Itu berarti :
 
1. Setiap bayi yang baru lahir itu suci, tidak berdosa dan tidak membawa dosa apapun dari moyangnya.
2. Setiap bayi yang baru lahir jika meninggal akan langsung masuk surga tanpa melalui proses penghakiman. Karena memang tidak berdosa.
3. Setiap bayi baru lahir sejak adanya manusia pertama kali (Adam dan Hawa), zamannya Yesus hidup atau zaman sekarang dan yang akan datang itu sama yaitu suci, tidak berdosa dan tidak membawa dosa.
 


Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.


Do you Yahoo!?
The New Yahoo! Search - Faster. Easier. Bingo.

#11299 From: "Nasrun, Herman" <HNasrun@...>
Date: Mon May 26, 2003 10:11 am
Subject: RE: Re: INJIL sekarang tidak ASli lagi !!!
HNasrun@...
Send Email Send Email
 
Orang-orang Yahudi berkata bahwa Yesus adalah anak tidak sah dari Maryam karena ia tidak dapat menunjukkan seorang ayah. Orang-orang Kristen dengan alasan yang sama membuatnya menjadi Tuhan dan anak keturunan Tuhan. Hanya cukup satu ayat saja untuk menolak kebohongan ini :
 
"Wahai Ahli kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu, dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya Al- Masih, 'Isa putra Maryam itu, adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya yang disam-paikan-Nya kepada Maryam, dan (denigan tiupan) roh dari-Nya. Maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul rasul-Nya dan janganlah kamu mengatakan, '(Tuhan itu) tiga ; berhentilah (dari ucapan itu). (Itu) Iebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa, Maha Suci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan--Nya. Cukuplah Allah sebagai pemelihara.
" (QS. An-Nisaa: 171 )
 
Di sini sikap orang Kristen disalahkan, yang mengang-kat Yesus menjadi sama dengan Tuhan; dalam beberapa kasus memuliakan Maryam bahkan hampir memujanya; mempertalikan sebagai anak fisik Tuhan; dan membuat-buat doktrin trinitas, bertentangan dengan semua alasan, yang se-suai dengan kepercayaan Athanasian, jika seorang manusia tidak percaya, dia akan dihukum ke neraka selamanya."
 
Kebencian kaum Yahudi yang membuat mereka memfitnah Yesus dan ibunya adalah buruk, dan kefanatikan umat Kristen terhadap Yesus juga buruk. Muhammad SAW utusan Allah menghukum kedua tindakan berlebihan ini, dan mengangkat Yesus kepada statusnya yang benar, sebagai Mesias, Nabi yang Agung dan Pembaharu.
Cintailah dia, hormatilah dia, pujilah dia, ikutilah dia; tetapi jangan sembah dia! Karena penyembahan hanya ditujukan untuk Tuhan saja, Bapa di surga: Allah!
Ini adalah pemujaan yang benar - karena, "Ia akan memuliakan aku!" (Injil - Yohanes 16: 14).
Berdasarkan sejarah, moral dan kenabian, Muham-mad utusan Allah yang terakhir dan penghabisan, "Roh Kebenaran" adalah satu-satunya orang yang membimbing manusia kepada seluruh kebenaran. Dia adalah "Pengganti alamiah Yesus" yang sebenarnya.
Kami nanti pertanyaan, komentar dan kritik yang lebih jauh dari Anda. Jangan hanya duduk di sana, demi Allah, lakukan sekarang!
 
-----Original Message-----
From: ari ari [mailto:ari206@...]
Sent: Friday, May 23, 2003 7:11 AM
To: islam-kristen@yahoogroups.com; islam-kristen@yahoogroups.com
Subject: RE: [islam-kristen] Re: INJIL sekarang tidak ASli lagi !!!

Atau: http://www.thegrace.com; http://www.gospelcom.net/ibs/bibles/arabic

Saya pamerkan sedikit yang saya dapat dari sana:

Matius 11:25-30

 25  Pada waktu itu berkatalah Yesus: "Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil.

 26  Ya Bapa, itulah yang berkenan kepada-Mu.

 27  Semua telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku dan tidak seorangpun mengenal Anak selain Bapa, dan tidak seorangpun mengenal Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan meny! ata kannya.

 28  Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan ! ber beban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.

 29  Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.

 30  Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan."

 

25æóÝöí Ðóáößó ÇáúæóÞúÊö¡ Êóßóáøóãó íóÓõæÚõ ÝóÞóÇáó: «ÃóÍúãóÏõßó ÃóíøõåóÇ ÇáÂÈõ¡ ÑóÈøó ÇáÓøóãóÇÁö æóÇáÃóÑúÖö¡ áÃóäøóßó ÍóÌóÈúÊó åóÐöåö ÇáÃõãõæÑó Úóäö ÇáúÍõßóãóÇÁö æóÇáúÝõåóãóÇÁö¡ æóßóÔóÝúÊóåóÇ áöáÃóØúÝóÇáö! 26äóÚóãú ÃóíøõåóÇ ÇáÂÈõ¡ áÃóäøóåõ åóßóÐóÇ ÍóÓõäó Ýöí äóÙóÑößó. 27ßõáøõ ÔóíúÁò ÞóÏú Óóáøóãóåõ Åöáóíøó ÃóÈöí. æóáÇó ÃóÍóÏñ íóÚúÑöÝõ ÇáÇöÈúäó ÅöáÇøó ÇáÂÈõ¡ æóáÇó ÃóÍóÏñ íóÚúÑöÝõ ÇáÂÈó ÅöáÇøó ÇáÇöÈúäõ¡ æóãóäú ÃóÑóÇÏó ÇáÇöÈúäõ Ãóäú íõÚúáöäóåõ áóåõ.

28ÊóÚóÇáóæúÇ Åöáóíøó íóÇÌóãöíÚó ÇáúãõÊúÚóÈöíäó æóÇáÑøóÇÒöÍöíäó ÊóÍúÊó ÇáÃóÍúãóÇáö ÇáËøóÞöíáóÉö¡ æóÃóäóÇ ÃõÑöíÍõßõãú. 29ÇöÍúãöáõæÇ äöíÑöí Úóáóíúßõãú¡ æóÊóÊóáúãóÐõæÇ Úóáóì íóÏíøó¡ áÃóäøöí æóÏöíÚñ æóãõÊóæóÇÖöÚõ ÇáúÞóáúÈö¡ ÝóÊóÌöÏõæÇ ÇáÑøóÇÍóÉó áöäõÝõæÓößõãú. 30ÝóÅöäøó äöíÑöí åóíøöäñ¡ æóÍöãúáöí ÎóÝöíÝñ

Indah bukan Yesus Tuhanku, karena Ia sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil: seperti saya.

Tuhan Yesus memberkati,

Ari

--
--------- Original Message ---------
DATE: Thu, 22 May 2003 09:08:06
From: "Engineering Training" <training@...>
To: <islam-kristen@yahoogroups.com>
Cc:

Saudara Omega sebenarnya di Indonesia juga ada Alkitab yang berbahasa Arab, dan saat ini sudah beredar, saudara bisa nyari di toko buku Kristen yg besar.
-----Original Message-----
From: omega [mailto:omega@...]
Sent: Wednesday, May 21, 2003 12:46 PM
>To: islam-kristen@yahoogroups.com
Subject: RE: [islam-kristen] Re: INJIL sekarang tidak ASli lagi !!!

Versi yang anda sebutkan adalah versi barat semua dan tidak menyebut versi timur. Memang tidak mudah didapat karena Alkitab bahasa Arab dalam tulisan Arab tidak boleh dijual di Indonesia (kira2 kenapa ya?). Namun Di Universitas Al Azhar Cairo, di Palestina, Syria semua lebih terbuka.
 
-----Original Message-----
From: Nasrun, Herman [mailto:HNasrun@...]
Sent: Wednesday, 21 May, 22003 09:31
To: 'islam-kristen@yahoogroups.com'
Subject: RE: [islam-kristen] Re: INJIL sekarang tidak ASli lagi !!!

Sebelum kita memeriksa dengan teliti berbagai versi, mari kita perjelas keyakinan kita berkaitan dengan kitab Tu-han. Apa maksud sebenarnya ketika kita menyatakan ber-iman kepada Taurat, Zabur, Injil dan Al-Qur'an? Kita semua mengetahui bahwa Al-Qur'an adalah Firman Tuhan yang sempurna, diwahyukan kepada Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam kata demi kata, melalui perantara Malaikat Jibril, dan benar-benar dijaga serta dilindungi dari kerusakan yang dibuat manusia selama lebih dari 1400 ta-hun! Bahkan pengkritik Islam dengan segan telah menjamin kemurnian kitab suci Al-Qur'an tersebut: "Di dunia ini mungkin tidak ada kitab lain yang teksnya tetap murni sela-ma dua belas abad (sekarang empat belas)."
 
Taurat yang diyakini umat Islam bukanlah "Taurat" orang-orang Yahudi dan Kristen, meski tulisannya -yang satu bahasa Arab, dan yang lainnya bahasa Ibrani- sama. Kita
percaya bahwa apapun yang diajarkan Musa Alaihis-salam kepada pengikutnya, adalah wahyu Tuhan, tetapi Musa bu-kanlah pembuat kitab-kitab tersebut seperti yang diatributkan kepadanya oleh orang-orang Yahudi dan Kristen.
Kita juga percaya bahwa Zabur adalah wahyu Tuhan yang diberikan kepada Nabi Daud Alaihis-salam, tetapi Mazmur yang saat ini diasosiasikan dengan namanya bukan-lah wahyu tersebut. Umat Kristen sendiri tidak berkeras mengatakan bahwa Daud adalah satu-satunya pembuat Mazmur.
 
Bagaimana dengan Injil? Injil berarti "Gospel (ajaran)" atau "berita baik" yang diajarkan Yesus Kristus selama masa tugasnya yang singkat. Penulis "Gospel" sering menyebut-kan Yesus melakukan dan mengajarkan ajaran tersebut (Injil):
1. "Demikianlah Yesus berkeliling ... memberitakan Injil... serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan." (Injil - Matius 9: 35).
2. "... barangsiapa kehilangan nyawanya karena aku dan karena Injil, ia akan menyelamatkannya." (Injil - Markus 8: 35).
 
3. "... memberitakan Inji1...." (Injil - Lukas 20: 1 ).
Injil adalah kata yang sering digunakan, tetapi Injil yang bagaimanakah yang diajarkan Yesus? Dari 27 kitab Per-janjian Baru, hanya sedikit yang dapat diterima sebagai per-kataan Yesus. Umat Kristen bangga dengan Injil Matius, Injil Markus, Injil Lukas, dan Injil Yohanes, tetapi tak ada sebuah pun Injil Yesus! Dengan tulus kita meyakini bahwa segala sesuatu yang diajarkan Yesus berasal dari Tuhan. Itulah Injil, berita baik dan petunjuk dari Tuhan untuk bani Israil. Dalam seluruh hidupnya Yesus tidak pernah menulis sebuah kata pun, dan juga tidak memerintahkan seorang pun untuk mela-kukan hal tersebut. Injil yang dipergunakan saat ini adalah hasil pekerjaan tangan dari orang yang tidak diketahui nama-nya.
 
Injil Katholik Roma diterbitkan di Rheims pada tahun 1582, dari terjemahan Injil berbahasa latin Jerome dan dire-produksi di Douay pada tahun 1609. Nampaknya versi Ka-tholik Roma (RCV = Roman Catholic Version) tersebut adalah versi tertua yang masih dapat dibeli sampai saat ini. Berlawanan dengan keantikannya, seluruh dunia Kristen Protestan, termasuk cults, menyalahkan RCV karena berisi tujuh kitab tambahan yang dengan merendahkan dianggap "kebenarannya diragukan", yaitu kepenulisan yang sepenuh-nya meragukan. Sekalipun peringatan yang menakutkan ter-dapat di dalam Apocalypse, yaitu kitab terakhir dalam RCV (dinamakan "Wahyu" oleh Protestan), kitab ini "diwahyu-kan" :
 
"... jika seseorangmenambahkan (atau mengurangi) sesuatu kepada perkataan perkataan ini, maka Allah akan menambahkan kepadanya malapetaka-malapetaka yang tertulis di dalam kitab ini." (Injil - Wahyu 22: 18-19).
Tetapi siapakah yang perduli! Mereka tidak sungguh--sungguh percaya! Umat Protestan dengan berani telah meng-hapus keseluruhan tujuh kitab dari kitab Tuhan! Yang di-buang adalaah:
Kitab Yudit
Kitab Tobit
Kitab Barukh
Kitab Ester, dll.
Injil Protestan
Ada beberapa hal yang dibicarakan Sir Winston Chur-chill berkaitan dengan versi Injil Protestan yang diautorisasi (AV=Authorised Version), yang juga terkenal sebagai Versi King James (King James Version=KJV).
 
"Versi Injil yang telah diautorisasi diterbitkan pada tahun 1611 dengan kehendak dan perintah yang mulia Raja James (King James) yang namanya masih digunakan sampai sekarang."
Para pengikut Katholik Roma, yang meyakini umat Protestan juga memiliki kitab Tuhan yang sama dengan mereka, membantu dan bersekongkol dengan "penjahat" Protestan dengan memaksa para pemeluk baru membeli Injil yang sudah diautorisasi (AV), yang merupakan satu-satunya Injil yang tersedia dalam 1500 bahasa dari sedikit negara--negara maju di dunia. Mayoritas umat Kristen -Katholik dan Protestan- menggunakan AV atau sering disebut de-ngan KJV
>
 
Penghormatan Yang Tinggi
Sebagaimana yang dikatakan Sir Winston, Injil ini per-tama kali diterbitkan pada tahun 1611 dan kemudian direvisi pada tahun 1881 (RV). Setelah direvisi kembali pada tahun 1952 menjadi versi standar yang telah direvisi (RSV=Revised Standard Version), Injil tersebut direvisi lagi pada tahun 1971 (singkatannya masih tetap RSV). Lihatlah opini dunia Kris-ten tentang Injil yang telah direvisi tersebut (RSV): 
 
l. "Versi terbaik yang telah diterbitkan dalam abad seka-rang." (Surat kabar Church of England)
2. "Terjemahan yang secara keseluruhan terbaru karya para sarjana termahsyur." - (Tambahan Literatur Times)
3. "Karakteristik terbaik dari versi yang telah diautorisasi yang dikombinasikan dengan keakuratan terjemahan yang baru." - (Life and Work)
4. "Terjemahan yang paling akurat dan dekat dengan asli-nya." - ( The Times)
Penerbitnya sendiri (Collins), dalam catatan pada Injil di akhir produksinya, berkata dalam halaman I0, "Injil ini (RSV), adalah produk tiga-puluh-dua sarjana, dibantu oleh komite penasehat yang mewakili limapuluh golongan yang bekerjasama." Mengapa semua ini dibanggakan? Apakah agar membuat masyarakat yang mudah tertipu membeli pro-duk mereka? Semua kesaksian ini meyakinkan pembeli bah-wa ia sedang menunggang kuda yang benar, ketika pembeli sedikit berharap untuk menungganginya.

"Paling Laku di Dunia"
Tetapi bagaimana dengan versi Injil yang telah diauto-risasi (AV), "Paling Laku di Dunia?" Para perevisi ini, semua sales yang baik, mengatakan beberapa hal yang bagus tentang hal itu. Pada halaman iii Injil RSV pada paragrap enam ba-gian pendahuluan dinyatakan:
"Versi King James (nama lain AV) diterminologikan dengan alasan yang bagus sebagai 'Monumen Prosa Inggris Yang Paling Mulia.' Perevisinya pada tahun 1881 mengeks-presikan kekaguman terhadap 'kesederhanaannya, marta-batnya, kekuatannya, ekspresi kebahagiaannya .... Irama musiknya, dan kebanggaan atas iramanya.' Tidak seperti kitab lainnya, kitab ini masuk sampai pembuatan karakter individu dan institusi umum dari masyarakat berbahasa Inggris. Kita berhutang dengan hutang yang tak terbayarkan kepadanya."
 
"Versi King James telah mengalami kerusakan yang penting."
Dan, "Kerusakan ini begitu banyak dan serius sehingga memerlukan revisi ...." Hal ini langsung dari sumbernya, ya-itu sarjana Kristen ortodoks ternama. Para Doktor teologi sekarang juga perlu memproduksi sebuah ensiklopedi yang menerangkan penyebab kerusakan yang penting dan serius dalam kitab suci mereka dan alasan menghilangkannya.
 

 
-----Original Message-----
From: omega [mailto:omega@...]
Sent: Tuesday, May 20, 2003 6:43 AM
>To: islam-kristen@yahoogroups.com
Subject: RE: [islam-kristen] Re: INJIL sekarang tidak ASli lagi !!!

Revisinya bukan tentang isi, content, substansinya , melainkan terjemahan, pilihan kata, ejaan, tanpa merubah samasekali esensinya pengertian spiritual.
 
-----Original Message-----
From: Nasrun, Herman [mailto:HNasrun@...]
Sent: Tuesday, 20 May, 20003 09:41
To: 'islam-kristen@yahoogroups.com'
Subject: RE: [islam-kristen] Re: INJIL sekarang tidak ASli lagi !!!

Tentu jelas Palsu Donk..
kalo nggak palsu... knapa selalu direvisi..
 
 

Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.


Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.


Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.


Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.


____________________________________________________________
Get advanced SPAM filtering on Webmail or POP Mail ... Get Lycos Mail!
Login To Lycos Mail

Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.

#11300 From: Andrie Setyoko <andsisko@...>
Date: Mon May 26, 2003 11:54 am
Subject: Re: Apakah Injil Firman Allah…..?
andsisko
Send Email Send Email
 

Buat mas "gendon raharjo" gendonr@..., semoga anda dalam keadaan baik dan sehat…!

Seperti apa yang anda nyatakan tersebut: 

>> Philo dalam upayanya menyelaraskan alam pemikiran Yahudi (sebagai tradisi pemikiran monotheis yang diwarisinya) dan Yunani (tradisi pemikiran baru) dimana ia terdidik sebagai filosuf, lebih menekankan penafsiran Kitab Suci secara “alegoris”. Ia mengurangi arti penting mukjijat-mukjijat dan aspek-aspek Kitab Suci yang menandakan orang Yahudi sebagai bangsa “terpilih”  secara unik, sebagai gantinya ia menekankan bahwa kekuasaan Tuhan mewujud melalui prinsip-prinsip alam. Ini suatu ide yang dapat diterima orang Yunani, yang tidak menempatkan sebuah tradisi bertentangan dengan tradisi lain. Gerakan ke arah pemberian penafsiran universalistik terhadap filsafat Ibrani inilah yang menjadikan dasar para penulis Injil meminjam istilah-istilah (bukan mengadopsi, karena jelas konsep yang diwartakan Penulis Injil secara utuh sangat berbeda, walaupun ada kemiripan istilah -Logos,theophani- dsb) dalam pewartaannya. Logos dipahami oleh Philo sebagai “citra Allah” dan pikiran manusia pada gilirannya terbuat dari citra logos (percikan Dzat Allah), karena sama-sama berada dalam citra Allah pikiran manusia mampu mengetahui dan mencintai Allah, meskipun pengetahuan manusia tentang Tuhan terbatas (via negativa). Philo sangat menekankan “emanesi” sebagai koreksinya atas teori bentu-bentuk yang ada didunia yang lebih tinggi dari konsep Plato yang tak terjangkau manusia. Melalui Logos unsur-unsur (bentuk-bentuk dari Plato yang tak terjangkau itu dijembatani) alamiah dunia dapat dipersatukan. Pada konsep kesatuan mystis (yang dipercaya oleh Philo) Dzat Hakekat Allah ber-emanasi (memercik) kedalam unsur alamih dunia. Konsep emanasi pantheistik inilah yang ditentang oleh Penulis Injil Yohanes, bahwa Logos adalah kekal (Yoh.1:1) (sama dengan konsep Philo) diam didalam kedalam Dzat Allah (Yoh.1:2), dan Logos yang menjadikan segala ciptaan (Yoh.1:3, melawan konsep “emanasi” Philo). Dengan segala sesuatu dijadikan oleh Logos, maka jelas ada perbedaan Dzat Hakekat antara Logos (sebagai Pencipta) dan Dzat Hakekat alam ciptaan yang tidak saling berbaur. (Bahwa alam ciptaan bukan bagian dari Dzat Hakekat Sang Pencipta.)

Jadi jelas, Gereja menolak konsep “emanasi” (Philo) yang panteheistik, dimana Dzat Hakekat Allah melebur kedalam Dzat Hakekat Ciptaan (sehingga ciptaan bisa menjadi Allah). Disamping juga menolak penafsiran “Alegoris” ekstrem, sehingga mengesampingkan peranan mukjijat dalam kerangka wahyu ilahi.  Dalam seluruh konsepnya Philo lebih dekat ke pemahaman Kristiani daripada Yahudi, dalam memahami dan menafsirkan Kitab Suci Perjanjian Lama.          

 

Untuk membahas apa yang anda persoalkan dalam perbandingan transliterasi antara ayat 2 Korintus 4:4 dan Yohanes 1:1, maka seyogyanya kita kembali kebahasa aslinya (Yunani) sbb :  

“en ois o theos tou eonos (illah zaman ini=dewa) tutou etiphlosen ta noimata ton apiston is to me avgase ton photismon tu evanggeliou tes doxes tou Kristou, os estin eikon tou theou (2 Kor. 4:4) 

“En arkhe en “o logos”, ke o logos en pros ton theon ke theos en o logos” (Yohanes 1:1)

Selanjutnya bandingkan bahasa Yunani kata “Allah” (o theos) dan “setan ” (demonia) dalam Yakobus 2:19 sbb:

“si phistis oti is estin o theos, kalos phois ke ta demonia (setan=devil) pistesin prissousin” (Yak.2:19)

Sedikit saya koreksi penyataan anda diatas bahwa “kata “firman disitu dalam bahasa Yunani adalah bukan “Ho theos”, tapi “o logos”. Ini penting, karena walaupun “o logos” berhakekat (ousia) Allah dan diam didalam Pribadi (hypostasis) Allah (Bapa), namun berbeda (bukan terpisah) dengan Bapa dan Roh Kudus (pnevma to agion).

Kembali ke transliterasi diatas, kata “o theos tou eonos” dalam konteks kultur Yunani Kafir saat itu dapat diidentifikasi sebagai “Dewa” (jawa=sesembahan/yang disembah) yang berbeda dengan “Setan” (demonia=devil, yang juga dipunyai orang kafir). Karena orang Kristen juga punya sesembahan begitupun orang Yunani Kafir, maka dikatakan keduanya punya “o theos”. Walaupun sama-sama mempunyai “o theos” sebagai sesembahan, jelas “o theos” Kristen berbeda dengan “o theos”nya orang Kafir, karena “o theos” Kristen adalah “o theos” yang echad dan mengatasi  “o theos” orang kafir. Maka bertolak dari pemahaman tsb transliterasi kedalam bahasa non-Yunani mis: LAI membedakan dengan memberikan huruf capital atau dengan penyesuaian memakai kata “ilah” (dimaksudkan, sesembahan yang dibedakan dengan setan). <<

Baiklah mas, untuk sementara saya terima penjelasan anda mengenai logos yang anda bedakan. Tetapi point saya adalah bukan istilah logos yang dijiplak dari Philo, kalau hanya masalah itu sayapun tahu bahwa konsep Philo dengan Nasrani berbeda, dan ternyata memanglah berbeda dengan kalau menggunakan literatur dan penafsiran Alkitab. Adapun yang saya maksud dengan kata sandang “ho” di atas “theos” adalah apa yang telah menjadi konsep Philo mengenai kata-katanya tersebut. Apapun yang Philo konsepkan tentang itu tidaklah menjadi masalah, yang menjadi maksud saya tentang plagiatism adalah seluruh ayat yang tertera di dalam ayat 1 pasal 1 Yohanes tersebut adalah 100% ucapan Philo sebelum adanya Yesus dan Yohanes ada.

 

Tentang adanya faktor “human error” anda menyatakan;

>> Ya, benar yang anda katakan, khususnya apabila diperhadapkan dengan transliterasi. Untuk itu acuan teks Alkitab kedalam bahasa asli (Ibrani, untuk Perjanjian Lama dan Yunani, untuk Perjanjian Baru/Injil) sangat dianjurkan, guna menjembatani ataupun mengkoreksi kesalahan terjemahan. Suatu “keprihatinan memang”, apabila Alkitab diambil dan dipisahkan dari yang empunya (pemilik sah otoritas) Alkitab yaitu: “Gereja”, sehingga diterjemahkan, ditafsirkan dan dibangun suatu doktrin yang lepas sama sekali dari “tradisi (paradosis) Gereja”. Saya akan mencoba jelaskan pada anda lebih lanjut, bagaimana “Alkitab” tidak mempunyai otoritas apa-apa atas kebenaran suatu “doktrin” apabila tidak dipahami dan ditafsirkan dalam terang “kerygma (berita lisan) rasuliyah” dalam lingkup “tradisi (paradosis) Gereja rasuliyah (apostolik)”. <<

Terima kasih, anda salah satu orang yang jujur yang saya temui bahwa Alkitab tidaklah lepas dari faktor human error. Yang jelas sesuatu yang “error” tidak bisa dikategorikan apalagi dikatakan sebagai Firman Tuhan (The Word of God) melainkan sebagai “wodrs of man”. dan manusia yang menulis kesalahan di dalam kitab suci sebagai pegangan keimanan umat tidak bisa dikatakan sebagai “the right man” pula. Karena apapun yang datangnya dari Allah tidaklah mempunyai kesalahan sekecil apapun selain kesempurnaan-Nya. Dan apapun yang dikatakan Nabi dan Rasul-Nya sebagai pendukung penegasan-Nya juga tidaklah mungkin bertentangan dengan-Nya. Mungkin memang benar bahwa sebagian besar isi Alkitab adalah produk gereja bukan produk Tuhan.

Tetapi saya melihat hampir semua Alkitab/Bibel yang ada menggunakan acuan daripada matan-matan Ibrani dan Yunani, dan saya juga sedikit sekali mengetahui “keterpisahan” penyusunan Alkitab/Bibel dari otoritas gereja, bahkan mungkin hampir tidak ada. Karena disini memang jelas bahwa doktrin gereja adalah otoritas tertinggi, baik di dalam pengambilan keputusan, terjemahan, maupun pengajaran kepada umatnya. Disebabkan doktrin gerejalah yang menentukan mana yang layak diterima dan sebagai firman Tuhan mana yang patut untuk dipakai. Dan perlu juga mungkin anda ingat bahwa Alkitab Indonesia pada awal-awalnya adalah terjemahan dari bahasa Belanda bukan mengacu langsung dari bahasa Yunani maupun Ibrani. Bahkan manuskrip yang ada yang menjadi landasan penyusunan Bibel tidaklah/bukan dalam bentuk original dari para penulisnya, melainkan manuskrip tersebut sudah berbentuk tafsiran-tafsiran dari kitab-kitab yang ada dengan dibubuhinya banyak catatan kaki disana-sini, yang ada sebagian darinya catatan kaki tersebut dimaksukan di dalam manuskrip juga di dalam penyusunan Alkitab sebagai dinyatakan Wahyu Tuhan. Nah, permasalahannya sekarang adalah darimana kita tahu bahwa dari sekian kitab yang ada bisa menyatakan bahwa bagian tersebut adalah wahyu Tuhan dan bagian ini bukan wahyu Tuhan, sementara para penyusun dan penetap susunan Bibel tidak dapat menelusuri keadaan matan, rawi, ataupun sanad daripada manuskrip-manuskrip tersebut hingga valid sampai kepada pengarang dan penulisnya. Jika demikian kondisinya kita tidak bisa menetapkan bahwa kitab ini atau kitab itu bersifat ilhami atau wajib diterima. Begitu juga kita tidak bisa menetapkan keberadaan suatu kitab bila dasarnya hanya klaim dan anggapan semata, tetapi disini perlu adanya argumen kuat untuk menjustifikasi keberadaannya dan kebenaraannya. Kekuasaan otoritas gereja dan keimanan umatnya akan otoritas ketetapan gereja tidaklah cukup menjawab keontentikkan wahyu Tuhan hanya karena mereka mengklaim bahwa mendapat inspirasi daripada Roh Kudus. Karena ini juga merupakan sesuatu yang bertaklik buta, karena kita juga tidak mengetahui apakah benar para penyusun daripada otoritas gereja benar-benar mendapatkan inspirasi Roh Kudus. Adapun demikian, inspirasi Roh Kudus ini terbukti tidaklah akurat dengan adanya banyak revisi baik yang berskala besar maupun kecil di dalam penyusunan dan penetapan Bibel, hingga adanya banyak muncul berbagai versi Bibel. Seperti kalau kita lihat di banyak kata pengantar Bibel baik versi KJV, SV, dan lain sebagainya. Yang dikatakan bahwa terjemahan tersebut lebih akurat atau paling akurat dari terjemahan yang ada, sementara sembari melontarkan pernyataan bahwa terjemahan versi si A terlalu banyak kesalahan serius.

Anda juga menyadari perlunya berita lisan di dalam menerangkan suatu kejadian yang memang dapat menegaskan kebenarannya, seperti juga apa yang diisyarakatkan oleh Alkitab. Seperti halnya penetapan hadist shahih yg mutawatir keberadaan berita lisan hingga sambung-menyambung juga sangat menduduki prioritas yang penting di dalam menetapkan manuskrip-manuskrip yang ada sebagai landasan penyusunan Alkitab. Yang tentunya berita lisan yang sampai kepada penyusunan dan penetapan Alkitab harus didasari sanad rawi yang benar-benar valid, yang juga sampai kepada pengarang dan penulis manuskrip tersebut.

 

>> Saya pikir demikian juga dengan Al Qur’an, tidak akan mempunyai otoritas apa-apa atas kebenaran suatu “doktrin” apabila doktrin tsb dibangun dan ditafsirkan lepas dari “Hadits” dan lingkup “ummah” sebagai pemilik otoritas sah Al Qur’an. Saya akan berterimakasih, bila anda bersedia menjelaskan bagaimana harus memahami Al Qur’an secara benar dan mempunyai otoritas tentunya..? Saya yakin ada syarat-syarat tertentu dan tidak hanya intelektual semata…! <<

Tidak demikian halnya dengan Al-Qur`an, segala sesuatunya adalah tetap mengacu kepadanya (Al-Qur`an). Begitupun juga halnya dengan hadist, hadist sebagai ucapan Rasullullah saw. tidaklah menyimpang dari apa yang diajarkan oleh Qur`an sebagai wahyu Allah justru sebaliknya adalah sebagai penunjang penegasan Qur`an. Bila ada yang mencoba membangun satu doktrin di luar dan sangat bertentangan dengan apa yang menjadi ajarandan pesan Qur`an dan hadist, jelas hal tersebut tidaklah ada yang menerima kecuali mereka yang terjebak dalam ketidaktahuannya. Disini yang perlu anda ketahui bahwa Al-Qur`an tidak bisa disamakan dengan apa yang terjadi pada Alkitab, bahwa pewahyuan, pengucapan, penulisan, hingga sampai penyusunannya dalam bentuk kitab serta penjagaan setiap hurufnya menurut saya sangatlah berbeda daripada Alkitab (yang sama sekali jauh/tidak terdapatnya unsur-unsur tangan manusia). Mungkin akan sedikit panjang saya menjelaskan kepada anda bagaimana terjaganya Al-Qur`an ini. Tetapi pada awalnya biarlah orang dari kalangan anda (Nasrani) sendirilah yang akan sedikit memberikan bagaimana terjaganya wahyu yang diterima Muhammad saw. hingga detik ini.

Sebenarnya apa yang diterangkan kaum Orientalis dalam hal ini cukup banyak. Tapi coba saya ambil sedikit, seperti halnya M.H. Haekal yang beliau mengutip juga apa yang ditulis oleh Sir William Muir (nama terakhir mungkin tidak asing bagi anda) dalam The Life of Mohammad. Muir adalah seorang penganut Kristen yang teguh dan yang juga berdakwah untuk itu. Diapun ingin sekali tidak akan membiarkan setiap kesempatan melakukan kritik terhadap Nabi dan Qur'an, dan berusaha memperkuat kritiknya. Ketika bicara tentang Qur'an dan akurasinya yang sampai kepada kita, Sir William Muir menyebutkan:

 

"Wahyu Ilahi itu adalah dasar rukun Islam. Membaca beberapa ayat merupakan bagian pokok dari sembahyang sehari-hari yang bersifat umum atau khusus. Melakukan pembacaan ini adalah wajib dan sunah, yang dalam arti agama adalah perbuatan baik yang akan mendapat pahala bagi yang melakukannya. Inilah sunah pertama yang sudah merupakan konsensus. Dan itu pula yang telah diberitakan oleh wahyu. Oleh karena itu yang hafal Qur'an di kalangan Muslimin yang mula-mula itu banyak sekali, kalau bukan semuanya. Sampai-sampai di antara mereka pada awal masa kekuasaan Islam itu ada yang dapat membaca sampai pada ciri-cirinya yang khas. Tradisi Arab telah membantu pula mempermudah pekerjaan ini. Kecintaan mereka luar biasa besarnya. Oleh karena untuk memburu segala yang datang dari para penyairnya tidak mudah dicapai, maka seperti dalam mencatat segala sesuatu yang berhubungan dengan nasab keturunan dan kabilah-kabilah mereka, sudah biasa pula mereka mencatat sajak-sajak itu dalam lembaran hati mereka sendiri. Oleh karena itu daya ingat (memori) mereka tumbuh dengan subur. Kemudian pada masa itu mereka menerima Qur'an dengan persiapan dan dengan jiwa yang hidup. Begitu kuatnya daya ingat sahabat-sahabat Nabi, disertai pula dengan kemauan yang luar biasa hendak menghafal Qur'an, sehingga mereka, bersama-sama dengan Nabi dapat mengulang kembali dengan ketelitian yang meyakinkan sekali segala yang diketahui dari pada Nabi sampai pada waktu mereka membacanya itu."  

 

"Sungguhpun dengan tenaga yang sudah menjadi ciri khas daya ingatnya itu, kita juga bebas untuk tidak melepaskan kepercayaan kita bahwa kumpulan itu adalah satu-satunya sumber. Tetapi ada alasan kita yang akan membuat kita yakin, bahwa sahabat-sahabat Nabi menulis beberapa macam naskah selama masa hidupnya dari berbagai macam bagian dalam Qur'an. Dengan naskah-naskah inilah hampir seluruhnya Qur'an itu ditulis. Pada umumnya tulis-menulis di Mekah sudah dikenal orang jauh sebelum masa kerasulan Muhammad. Tidak hanya seorang saja yang diminta oleh Nabi untuk menuliskan kitab-kitab dan surat-surat itu. Tawanan perang Badr yang dapat mengajarkan tulis-menulis di Mekah sudah dikenal orang jauh sebelum masa kerasulan Muhammad. Tidak hanya seorang saja yang diminta oleh Nabi untuk menuliskan kitab-kitab dan surat-surat itu. Tawanan perang Badr yang dapat mengajarkan tulis-menulis kepada kaum Anshar di Medinah, sebagai imbalannya mereka dibebaskan. Meskipun penduduk Medinah dalam pendidikan tidak sepandai penduduk Mekah, namun banyak juga di antara mereka yang pandai tulis-menulis sejak sebelum Islam. Dengan adanya kepandaian menulis ini, mudah saja kita mengambil kesimpulan tanpa salah, bahwa ayat-ayat yang dihafal menurut ingatan yang sangat teliti itu, itu juga yang dituliskan dengan ketelitian yang sama pula."

 

"Kemudian kitapun mengetahui, bahwa Muhammad telah mengutus seorang sahabat atau lebih kepada kabilah-kabilah yang sudah menganut Islam, supaya mengajarkan Qur'an dan mendalami agama. Sering pula kita membaca, bahwa ada utusan-utusan yang pergi membawa perintah tertulis mengenai masalah-masalah agama itu. Sudah tentu mereka membawa apa yang diturunkan oleh wahyu, khususnya yang berhubungan dengan upacara-upacara dan peraturan-peraturan Islam serta apa yang harus dibaca selama melakukan ibadat."

 

PENULISAN QUR'AN PADA ZAMAN NABI

 "Qur'an sendiripun menentukan adanya itu dalam bentuk tulisan. Begitu juga buku-buku sejarah sudah menentukan demikian, ketika menerangkan tentang Islamnya Umar, tentang adanya sebuah naskah Surat ke-20 [Surah Taha] milik saudaranya yang perempuan dan keluarganya. Umar masuk Islam tiga atau empat tahun sebelum Hijrah. Kalau pada masa permulaan Islam wahyu itu ditulis dan saling dipertukarkan, tatkala jumlah kaum Muslimin masih sedikit dan mengalami pelbagai macam siksaan, maka sudah dapat dipastikan sekali, bahwa naskah-naskah tertulis itu sudah banyak jumlahnya dan sudah banyak pula beredar, ketika Nabi sudah mencapai puncak kekuasaannya dan kitab itu sudah menjadi undang-undang seluruh bangsa Arab."

 

BILA BERSELISIH KEMBALI KEPADA NABI

"Demikian halnya Qur'an itu semasa hidup Nabi, dan demikian juga halnya kemudian sesudah Nabi wafat; tetap tercantum dalam kalbu kaum mukmin. Berbagai macam bagiannya sudah tercatat belaka dalam naskah-naskah yang makin hari makin bertambah jumlahnya itu. Kedua sumber itu sudah seharusnya benar-benar cocok. Pada waktu itu pun Qur'an sudah sangat dilindungi sekali, meskipun pada masa Nabi masih hidup, dengan keyakinan yang luar biasa bahwa itu adalah kalam Allah. Oleh karena itu setiap ada perselisihan mengenai isinya, untuk menghindarkan adanya perselisihan demikian itu, selalu dibawa kepada Nabi sendiri. Dalam hal ini ada beberapa contoh pada kita: 'Amr bin Mas'ud dan Ubayy bin Ka'b membawa hal itu kepada Nabi. Sesudah Nabi wafat, bila ada perselisihan, selalu kembali kepada teks yang sudah tertulis dan kepada ingatan sahabat-sahabat Nabi yang terdekat serta penulis-penulis wahyu."

 

PENGUMPULAN QUR'AN LANGKAH PERTAMA

"Sesudah selesai menghadapi peristiwa Musailima – dalam perang Ridda - penyembelihan Yamama telah menyebabkan kaum Muslimin banyak yang mati, di antaranya tidak sedikit mereka yang telah menghafal Qur'an dengan baik. Ketika itu Umar merasa kuatir akan nasib Qur'an dan teksnya itu; mungkin nanti akan menimbulkan keragu-raguan orang bila mereka yang telah menyimpannya dalam ingatan itu, mengalami suatu hal lalu meninggal semua. Waktu itulah ia pergi menemui Khalifah Abu Bakr dengan mengatakan: "Saya kuatir sekali pembunuhan terhadap mereka yang sudah hafal Qur'an itu akan terjadi lagi di medan pertempuran lain selain Yamama dan akan banyak lagi dari mereka yang akan hilang.  Menurut hemat saya, cepat-cepatlah kita bertindak dengan memerintahkan pengumpulan Qur'an."

 

"Abu Bakr segera menyetujui pendapat itu. Dengan maksud tersebut ia berkata kepada Zaid bin Thabit, salah seorang Sekretaris Nabi yang besar: "Engkau pemuda yang cerdas dan saya tidak meragukan kau. Engkau adalah penulis wahyu pada Rasulullah s.a.w. dan kau mengikuti Qur'an itu; maka sekarang kumpulkanlah."

 

"Oleh karena pekerjaan ini terasa tiba-tiba sekali di luar dugaan, mula-mula Zaid gelisah sekali. Ia masih meragukan gunanya melakukan hal itu dan tidak pula menyuruh orang lain melakukannya. Akan tetapi akhirnya ia mengalah juga pada kehendak Abu Bakr dan Umar yang begitu mendesak. Dia mulai berusaha sungguh-sungguh mengumpulkan surah-surah dan bagian-bagiannya dari segenap penjuru, sampai dapat juga ia mengumpulkan yang tadinya di atas daun-daunan, di atas batu putih, dan yang dihafal orang. Setengahnya ada yang menambahkan, bahwa dia juga mengumpulkannya dari yang ada pada lembaran-lembaran, tulang-tulang bahu dan rusuk unta dan kambing. Usaha Zaid ini mendapat sukses."

 

"Ia melakukan itu selama dua atau tiga tahun terus-menerus, mengumpulkan semua   bahan-bahan serta menyusun kembali seperti yang ada sekarang ini, atau seperti yang dilakukan Zaid sendiri membaca Qur'an itu di depan Muhammad, demikian orang mengatakan. Sesudah naskah pertama lengkap adanya, oleh Umar itu dipercayakan penyimpanannya kepada Hafsha, puterinya dan isteri Nabi. Kitab yang sudah dihimpun oleh Zaid ini tetap berlaku selama khilafat Umar, sebagai teks yang otentik dan sah.

 

"Tetapi kemudian terjadi perselisihan mengenai cara membaca, yang timbul baik karena perbedaan naskah Zaid yang tadi atau karena perubahan yang dimasukkan ke dalam naskah-naskah itu yang disalin dari naskah Zaid. Dunia Islam cemas sekali melihat hal ini. Wahyu yang didatangkan dari langit itu "satu," lalu dimanakah sekarang kesatuannya? Hudhaifa yang pernah berjuang di Armenia dan di Azerbaijan, juga melihat adanya perbedaan Qur'an orang Suria dengan orang Irak."

 

MUSHAF USTMAN

"Karena banyaknya dan jauhnya perbedaan itu, ia merasa gelisah sekali. Ketika itu ia lalu meminta agar Usman turun tangan. "Supaya jangan ada lagi orang berselisih tentang kitab mereka sendiri seperti orang-orang Yahudi dan Nasrani." Khalifahpun dapat menerima saran itu. Untuk menghindarkan bahaya, sekali lagi Zaid bin Thabit dimintai bantuannya dengan diperkuat oleh tiga orang dari Quraisy. Naskah pertama yang ada di tangan Hafsha lalu dibawa, dan cara membaca yang berbeda-beda dari seluruh persekemakmuran Islam itupun dikemukakan, lalu semuanya diperiksa kembali dengan pengamatan yang luarbiasa, untuk kali terakhir. Kalaupun Zaid berselisih juga dengan ketiga sahabatnya dari Quraisy itu, ia lebih condong pada suara mereka mengingat turunnya wahyu itu menurut logat Quraisy, meskipun dikatakan wahyu itu diturunkan dengan tujuh dialek Arab yang bermacam-macam."

 

"Selesai dihimpun, naskah-naskah menurut Qur'an ini lalu dikirimkan ke seluruh kota persekemakmuran. Yang selebihnya naskah-naskah itu dikumpulkan lagi atas perintah Khalifah lalu dibakar. Sedang naskah yang pertama dikembalikan kepada Hafsha."

 

PERSATUAN ISLAM ZAMAN USTMAN

"Maka yang sampai kepada kita adalah Mushhaf Usman. Begitu cermat pemeliharaan atas Qur'an itu, sehingga hampir tidak kita dapati -bahkan memang tidak kita dapati- perbedaan apapun dari naskah-naskah yang tak terbilang banyaknya, yang tersebar ke seluruh penjuru dunia Islam yang luas itu. Sekalipun akibat terbunuhnya Usman sendiri - seperempat abad kemudian sesudah Muhammad wafat - telah menimbulkan adanya kelompok-kelompok yang marah dan memberontak sehingga dapat menggoncangkan kesatuan dunia Islam - dan memang demikian adanya - namun Qur'an yang satu, itu juga yang selalu tetap menjadi Qur'an bagi semuanya. Demikianlah, Islam yang hanya mengenal satu kitab itu ialah bukti yang nyata sekali, bahwa apa yang ada di depan kita sekarang ini tidak lain adalah teks yang telah dihimpun atas perintah Usman yang malang itu.

 

"Agaknya di seluruh dunia ini tak ada sebuah kitabpun selain Qur'an yang sampai duabelas abad lamanya tetap lengkap dengan teks yang begitu murni dan cermatnya. Adanya cara membaca yang berbeda-beda itu sedikit sekali untuk sampai menimbulkan keheranan. Perbedaan ini kebanyakannya terbatas hanya pada cara mengucapkan huruf hidup saja atau pada tempat-tempat tanda berhenti, yang sebenarnya timbul hanya belakangan saja dalam sejarah, yang tak ada hubungannya dengan Mushhaf Usman."

 

"Sekarang, sesudah ternyata bahwa Qur'an yang kita baca ialah teks Mushhaf Usman yang tidak berubah-ubah, baiklah kita bahas lagi: Adakah teks ini yang memang persis bentuknya seperti yang dihimpun oleh Zaid sesudah adanya persetujuan menghilangkan segi perbedaan dalam cara membaca yang hanya sedikit sekali jumlahnya dan tidak pula penting itu? Segala pembuktian yang ada pada kita meyakinkan sekali, bahwa memang demikian. Tidak ada dalam berita-berita lama atau yang patut dipercaya yang melemparkan kesangsian terhadap Usman sedikitpun, bahwa dia bermaksud mengubah Qur'an guna memperkuat tujuannya. Memang benar, bahwa Syi'ah kemudian menuduh bahwa dia mengabaikan beberapa ayat yang mengagungkan Ali. Akan tetapi dugaan ini tak dapat diterima akal. Ketika Mushhaf ini diakui, antara pihak Umawi dengan pihak Alawi (golongan Mu'awiya dan golongan Ali) belum terjadi sesuatu perselisihan faham. Bahkan persatuan Islam masa itu benar-benar kuat tanpa ada bahaya yang mengancamnya. Di samping itu juga Ali belum melukiskan tuntutannya dalam bentuknya yang lengkap. Jadi tak adalah maksud-maksud tertentu yang akan membuat Usman sampai melakukan pelanggaran yang akan sangat dibenci oleh kaum Muslimin itu. Orang-orang yang memahami dan hafal benar Qur'an seperti yang mereka dengar sendiri waktu Nabi membacanya mereka masih hidup tatkala Usman mengumpulkan Mushhaf itu. Andaikata ayat-ayat yang mengagungkan Ali itu sudah ada, tentu terdapat juga teksnya di tangan pengikut-pengikutnya yang banyak itu. Dua alasan ini saja sudah cukup untuk menghapus setiap usaha guna menghilangkan ayat-ayat itu. Lagi pula, pengikut-pengikut Ali sudah berdiri sendiri sesudah Usman wafat, lalu mereka mengangkat Ali sebagai Pengganti."

 

"Dapatkah diterima akal - pada waktu kemudian mereka sudah memegang kekuasaan - bahwa mereka akan sudi menerima Qur 'an yang sudah terpotong-potong, dan terpotong yang disengaja pula untuk menghilangkan tujuan pemimpin mereka?! Sungguhpun begitu mereka tetap membaca Qur'an yang juga dibaca oleh lawan-lawan mereka. Tak ada bayangan sedikitpun bahwa mereka akan menentangnya. Bahkan Ali sendiripun telah memerintahkan supaya menyebarkan naskah itu sebanyak-banyaknya. Malah ada diberitakan, bahwa ada beberapa di antaranya yang ditulisnya dengan tangannya sendiri."

 

"Memang benar bahwa para pemberontak itu telah membuat pangkal pemberontakan mereka karena Usman telah mengumpulkan Qur'an lalu memerintahkan supaya semua naskah dimusnahkan selain Mushhaf Usman. Jadi tantangan mereka ditujukan kepada langkah-langkah Usman dalam hal itu saja, yang menurut anggapan mereka tidak boleh dilakukan. Tetapi di balik itu tidak seorangpun yang menunjukkan adanya usaha mau mengubah atau menukar isi Qur'an. Tuduhan demikian pada waktu itu adalah suatu usaha perusakan terang-terangan. Hanya kemudian golongan Syi'ah saja yang mengatakan itu untuk kepentingan mereka sendiri."

 

"Sekarang kita dapat mengambil kesimpulan dengan meyakinkan, bahwa Mushhaf Usman itu tetap dalam bentuknya yang persis seperti yang dihimpun oleh Zaid bin Thabit, dengan lebih disesuaikan bahan-bahannya yang sudah ada lebih dulu dengan dialek Quraisy. Kemudian menyisihkan jauh-jauh bacaan-bacaan selebihnya yang pada waktu itu terpencar-pencar di seluruh daerah itu."

 

MUSHAF USTMAN CERMAT DAN LENGKAP

"Tetapi sungguhpun begitu masih ada suatu soal penting lain yang terpampang di depan kita, yakni: adakah yang dikumpulkan oleh Zaid itu merupakan bentuk yang sebenarnya dan lengkap seperti yang diwahyukan kepada Muhammad? Pertimbangan-pertimbangan di bawah ini cukup memberikan keyakinan, bahwa itu adalah susunan sebenarnya yang telah selengkapnya dicapai waktu itu:"

 

"Pertama - Pengumpulan pertama selesai di bawah pengawasan Abu Bakr. Sedang Abu Bakr seorang sahabat yang jujur dan setia kepada Muhammad. Juga dia adalah orang yang sepenuhnya beriman pada kesucian sumber Qur'an, orang yang hubungannya begitu erat sekali dengan Nabi selama waktu duapuluh tahun terakhir dalam hayatnya, serta kelakuannya dalam khilafat dengan cara yang begitu sederhana, bijaksana dan bersih dari gejala ambisi, sehingga baginya memang tak adalah tempat buat mencari kepentingan lain. Ia beriman sekali bahwa apa yang diwahyukan kepada kawannya itu adalah wahyu dari Allah, sehingga tujuan utamanya ialah memelihara pengumpulan wahyu itu semua dalam keadaan murni sepenuhnya."

   Pernyataan semacam ini berlaku juga terhadap Umar yang sudah menyelesaikan   pengumpulan itu pada masa khilafatnya. Pernyataan semacam ini juga yang berlaku terhadap semua kaum Muslimin waktu itu, tak ada perbedaan antara para penulis yang membantu melakukan pengumpulan itu, dengan seorang mu'min biasa yang miskin, yang memiliki wahyu tertulis di atas tulang-tulang atau daun-daunan, lalu  membawanya semua kepada Zaid. Semangat mereka semua sama, ingin memperlihatkan kalimat-kalimat dan kata-kata seperti yang dibacakan oleh Nabi, bahwa itu adalah risalah dari Tuhan. Keinginan mereka hendak memelihara kemurnian itu sudah menjadi perasaan semua orang, sebab tak ada sesuatu yang lebih dalam tertanam dalam jiwa mereka seperti rasa kudus yang agung itu, yang sudah mereka percayai sepenuhnya sebagai firman Allah. Dalam Qur'an terdapat peringatan-peringatan bagi barangsiapa yang mengadakan kebohongan atas Allah atau menyembunyikan sesuatu dari wahyuNya. Kita tidak akan dapat menerima, bahwa pada kaum Muslimin yang mula-mula dengan semangat mereka terhadap agama yang begitu rupa mereka sucikan itu, akan terlintas pikiran yang akan membawa akibat begitu jauh membelakangi iman."

 

"Kedua - Pengumpulan tersebut selesai selama dua atau tiga tahun sesudah Muhammad wafat. Kita sudah melihat beberapa orang pengikutnya, yang sudah hafal wahyu itu di luar kepala, dan setiap Muslim sudah hafal sebagian, juga sudah ada serombongan ahli-ahli Qur'an yang ditunjuk oleh pemerintah dan dikirim ke segenap penjuru daerah Islam guna melaksanakan upacara-upacara dan mengajar orang memperdalam agama. Dari mereka semua itu terjalinlah suatu mata rantai penghubung antara wahyu yang dibaca Muhammad pada waktu itu dengan yang dikumpulkan oleh Zaid. Kaum Muslimin bukan saja bermaksud jujur dalam mengumpulkan Qur'an dalam satu Mushhaf itu, tapi juga mempunyai segala fasilitas yang dapat menjamin terlaksananya maksud tersebut, menjamin terlaksananya segala yang sudah terkumpul dalam kitab itu, yang ada di tangan mereka sesudah dengan teliti dan sempurna dikumpulkan."

 

"Ketiga - Juga kita mempunyai jaminan yang lebih dapat dipercaya tentang ketelitian dan kelengkapannya itu, yakni bagian-bagian Qur'an yang tertulis, yang sudah ada sejak masa Muhammad masih hidup, dan yang sudah tentu jumlah naskahnyapun sudah banyak sebelum pengumpulan Qur'an itu. Naskah-naskah demikian ini kebanyakan sudah ada di tangan mereka semua yang dapat membaca. Kita mengetahui, bahwa apa yang dikumpulkan Zaid itu sudah beredar di tangan orang dan langsung dibaca sesudah pengumpulannya.  Maka logis sekali kita mengambil kesimpulan, bahwa semua yang terkandung dalam bagian-bagian itu, sudah tercakup belaka. Oleh karena itu keputusan mereka semua sudah tepat pada tempatnya. Tidak ada suatu sumber yang sampai kepada kita yang menyebutkan, bahwa para penghimpun itu telah melalaikan sesuatu bagian, atau sesuatu ayat, atau kata-kata, ataupun apa yang terdapat di dalamnya itu, berbeda dengan yang ada dalam Mushhaf yang sudah dikumpulkan itu. Kalau yang demikian ini memang ada, maka tidak bisa tidak tentu terlihat juga, dan tentu dicatat pula dalam dokumen-dokumen lama yang sangat cermat itu; tak ada sesuatu yang diabaikan sekalipun yang kurang penting."

 

"Keempat - Isi dan susunan Qur'an itu jelas sekali menunjukkan cermatnya pengumpulan. Bagian-bagian yang bermacam-macarn disusun satu sama lain secara sederhana tanpa dipaksa-paksa atau dibuat-buat."

 

"Tak ada bekas tangan yang mencoba mau mengubah atau mau memperlihatkan keahliannya sendiri. Itu menunjukkan adanya iman dan kejujuran sipenghimpun dalam menjalankan tugasnya itu. Ia tidak berani lebih daripada mengambil ayat-ayat suci itu seperti apa adanya, lalu meletakkannya yang satu di samping yang lain."

 

"Jadi kesimpulan yang dapat kita sebutkan dengan meyakinkan sekali ialah, bahwa Mushhaf Zaid dan Usman itu bukan hanya hasil ketelitian saja, bahkan - seperti beberapa kejadian menunjukkan - adalah juga lengkap, dan bahwa penghimpunnya tidak bermaksud mengabaikan apapun dari wahyu itu. Juga kita dapat meyakinkan, berdasarkan bukti-bukti yang kuat, bahwa setiap ayat dari Qur'an itu, memang sangat teliti sekali dicocokkan seperti yang dibaca oleh Muhammad."

Panjang juga kami mengutip kalimat-kalimat Sir William Muir seperti yang disebutkan dalam kata pengantar The Life of Mohammad (p.xiv-xxix) itu. Dari apa yang sudah kami kutip itu tidak perlu lagi rasanya kita menyebutkan tulisan Lammens atau Von Hammer dan Orientalis lain yang sama sependapat. Secara positif mereka memastikan tentang persisnya Qur'an yang kita baca sekarang, serta menegaskan bahwa semua yang dibaca oleh Muhammad adalah wahyu yang benar dan sempurna diterima dari Tuhan. Kalaupun ada sebagian kecil kaum Orientalis berpendapat lain dan beranggapan bahwa Qur'an sudah mengalami perubahan, dengan tidak menghiraukan alasan-alasan logis yang dikemukakan Muir dan sebagian besar Orientalis, yang telah mengutip dari sejarah Islam dan dari sarjana-sarjana Islam, maka itu adalah suatu dakwaan yang hanya didorong oleh rasa dengki saja terhadap Islam dan terhadap Nabi.

Sedangkan “Hadist” adalah sebagai ucapan-ucapan, perbuatan, taqrir (pengakuan; ialah diamnya Nabi saw. terhadap tindakan para sahabat yg dapat diartikan sebagai tanda persetujuan) Muhammad yang juga dihapal oleh para umat beliau pada waktu itu. Nah, kedudukan hadist ada di bawah Al-Qur`an yang juga menjadi landasan keimanan seorang Muslim. Adapun dari banyaknya hadist ini juga tidak bisa diterima semuanya begitu saja setelah masa beliau kecuali melihat dari matan, rawi (periwayatnya), dan juga sanadnya. Adapun persyaratan rawi dan sanad inipun juga tidaklah mudah, karena harus benar-benar melihat karakter, sifat, watak dan sebagainya dari pada orang yang meriwayatkannya. Dari itulah hadist ini mempunyai banyak tingkatan dan masih terbagi kembali menurut kategorinya untuk dapat bisa diterima oleh kaum Muslim. Adapun yang masih berhubungan dengan Muhammad saw. selain hadist sebagai ucapan beliau adalah juga terdapat As-sunnah sebagai praktik (amaliah) yang bersumber dari beliau saw.

 

>> Atau bagaimana Iman dan Logika ditempatkan dalam penafsiran tsb…? <<

Jelas keimanan dan logika dimana diwakili oleh kemampuan akal sebagai dasar pengembangan keilmuan tidaklah dapat dipisahkan daripada penafsiran ayat-ayat Al-Qur`an. Penafsiran Al-Qur`an adalah penjelasan tentang maksud firman-firmanNya yang juga disesuaikan dengan kemampuan manusia. Sedangkan kemampuan manusia sangatlah bertingkat-tingkat, disini yang saya maksud tidaklah setiap Muslim menafsirkan sendiri-sendiri menurut kemauan dan kebutuhan mereka tetapi jelas harus disertai pakem-pakem yang tidak bertentangan dengan Al-Qur`an dan runtutan turunnya ayat-ayat tersebut, juga hadist Nabi saw. Dari penafsiran Qur`an yang juga mempunyai kecenderungan yang bertingkat-tingkat pada setiap penafsir, otomatis apa yang dihidangkan dari pesan-pesan Ilahi tersebut juga memiliki perbedaan antara satu dengan yang lain. Jika kecenderungan si penafsir lebih kepada bahasa, maka tafsirnya memiliki kecenderungan tentang aspek-aspek kebahasaan. Jika penafsir memiliki kecenderungan filsafat, maka tafsirnya lebih cenderung bernuansa filosofis, demikian seterusnya dalam kecenderungan keilmuan seseorang. Masalah yang lain adalah juga adanya pengaruh lingkungan, baik itu secara budaya, kondisi sosial, atapun perkembangan ilmu yang terjadi di lingkungannya, hal-hal tersebut juga mempunyai pengaruh yang tidaklah kecil di dalam menangkap pesan-pesan Qur`an. Tetapi apapun keadaan penafsir dengan segala keilmuan masing-masing yang dimiliki, Al-Qur`an dapat menampung segala kemampuan, tingkat, keilmuan dan kondisi yang berbeda-beda. Karena seperti seorang penafsir membaca Qur`an maka maknanya dapat jelas di hadapannya, tetapi bila kembali ia membacanya lagi maka ia dapat banyak menemukan suatu makna-makna yang baru yang berbeda dengan makna sebelumnya dan demikian seterusnya hingga ia bisa dapat menentukan apa yang bisa dapat dihidangan di dalam tafsirnya. Benar apa yang dikatakan oleh seorang ulama Islam Abdullah Darraz, bahwa;

“Ayat-ayat Al-Qur`an bagaikan intan, setiap sudutnya memancarkan cahaya yang berbeda dengan apa yang terpancar dari sudut-sudut lainnya, dan tidak mustahil jika kita mempersilahkan orang lain memandangnya, maka ia akan melihat banyak dibandingkan apa yang kita lihat”

Satu hal lagi yang perlu saya tegaskan, bahwa apa yang ada saat ini sebagai seperti terjemahan Al-Qur`an, tidaklah bisa dikatakan sebagai terjemahan Al-Qur`an, apalagi disebut Qur`an. Karena betapapun telitinya seorang penerjemah, maka apa yang diterjemahkannya tersebut bukanlah Al-Qur`an itu sendiri, dan juga tidaklah tepat dinamai terjemahan Al-Qur`an. Karena apa yang sekarang dinamai “Al-Qur`an dan Terjemahnya” harus lebih dipahami dalam arti terjemahan makna-maknanya. Seperti misal, saya ambil contoh kalimat; “Aqîmush shalâh” yang biasa diterjemahkan dengan “dirikan shalat”. Terjemahan ini kuranglah tepat, karena aqîm bukan terambil dari kata qâma yang berarti “berdiri”, tetapi dari kata qawama yang berarti “melaksanakan sesuatu dengan sempurna serta berkesinambungan”. Nah, kalu pelaksanaan shalat ini bisa kita sedikit uraikan, bahwa pekerjaan ini tidaklah dilakukan sekali atau dua, tiga kali seumur hidup tetapi sesutu yang berulang-ulang serta berkesinambungan sebagai kewajiban beribadah, tiada sesuatu alasan ringan apapun untuk bisa meninggalkan kewajiban shalat ini, kecuali hilangnya akal dan kewajiban yg belum bisa dikenakan pada diri seseorang.

 

>>

Apakah Injil Firman Allah…..?

Seperti penjelasan saya terdahulu tentang Firman Menjelma (Inkarnasi), bahwa yang dipahami iman Kristen sebagai “hakekat Firman Allah” dalam konteks “pewahyuan” adalah “Pribadi Yesus Kristus” (Sang Firman Menjelma). Pada Pribadi Yesus Kristus inilah pewahyuan Allah secara tuntas disampaikan kepada manusia sesuai janji-Nya (proto-evanggelion: melalui keturunan “Perempuan” bukan keturunan laki-kaki, maka Fitrah manusia dipulihkan Kej.3:15). Dalam Pribadi Yesus Kristus hakekat janji Allah tergenapi yaitu “keselamatan” (Luk.2:30; Kis.4:12; 2Tim.2:10 dll) manusia. <<

Seperti juga yang pernah saya katakan bahwa belum adanya kejelasandan ketegasan dari anda bahwa Firman “Tuhan Menjelma” ini sebagai pribadi/karakter pada diri Yesus (pbuh) ataukah Sang Firman menjelma dalam bentuk jisim Yesus (pbuh) ataukah keduanya? Dan kalaulah memang melalui “keturunan perempuan” adanya Yesus (pbuh), kenapa Matius dan Lukas mencantumkan Geonology Yesus (pbuh) dari keturunan laki-laki? Sekali lagi “keturunan” perempuan, sama sekali tidaklah berhubungan dengan adanya Yesus (pbuh), kecuali memang pemilihan kodrat perempuan yang melahirkan bayi baik itu berasal dari Firman Tuhan Menjelma maupun tidak.

Mengenai Kejadian 3: 15, seperti yg pernah saya katakan tidak berhubungan dengan kepulihan fitrah manusia, karena memang tidak demikian konteksnya.

  • 3:15 And I will put enmity between thee and the woman, and between thy seed and her seed; it shall bruise thy head, and thou shalt bruise his heel.

 

>> Dengan selesainya karya keselamatan Sang Kristus di dunia, sebelum mi’raj ke surga beliau menjanjikan “penolong” (Yoh.14:16-17,26) kepada para “hawariyyun” (para rasul) yaitu “Roh Kudus” (Kis.1:1-8). Sebelum hari yang dijanjikan yaitu “Pentakosta” (50-hari terhitung dari kematian sampai turunnya Roh Kudus) dimana Roh Kudus akan dicurahkan kepada para rasul-Nya. Maka dipandang penting menggenapi bilangan 12 dari jumlah mereka (sebagai typologi bilangan suku Israel, karena diatas dasar Iman para Rasul akan Yesus Kristus inilah bangsa Israel Baru -Jemaah Kristen- diletakkan, Mat.16:18; Ef.2:11-12) yang saat itu tinggal 11, karena matinya Yudas Iskariot (Kis.1:15-26). <<

Bagaimana bisa anda mengatakan bahwa “Penolong yang lain” tersebut adalah “Roh Kudus”? Sementara Roh Kudus/Holy Ghost (Holy Spirit?) sudah datang ketika Yesus (pbuh) masih sehat wal afiat (hidup), sebagaimana yang diceritakan oleh Matius di dalam pasal 3: 16 dan Oleh Markus 1: 10, serta oleh Lukas 3: 22, demikian pula dengan Yohanes 1:32. Kalau Roh tersebut sudah datang kenapa Yesus harus berkata ia harus pergi? Walaupun Yesus (pbuh) tidak pergi Roh itupun tetaplah sudah berada di dalam tubuh Yesus (pbuh), lalu bagaimana pengertian ayat “Jika aku tidak pergi, penghibur itu tidak akan datang kepadamu.”? Apakah jumlah Roh Kudus yang anda maksud lebih dari satu?

Jhon:

  • 14:15 If ye love me, keep my commandments.
  • 14:16 And I will pray the Father, and he shall give you another Comforter, that he may abide with you for ever;
  • 14:17 [Even] the Spirit of truth; whom the world cannot receive, because it seeth him not, neither knoweth him: but ye know him; for he dwelleth with you, and shall be in you.
  • 14:26 But the Comforter, [which is] the Holy Ghost, whom the Father will send in my name, he shall teach you all things, and bring all things to your remembrance, whatsoever I have said unto you.

Sekarang kalau kita memahami pengertian Yohanes 16:13

·         16:13 Howbeit when he, the Spirit of truth, is come, he will guide you into all truth: for he shall not speak of himself; but whatsoever he shall hear, [that] shall he speak: and he will shew you things to come.

Dari kesimpulan ayat tersebut, bahwa yang datang itu bukanlah Roh Kudus. Sebab Yesus (pbuh) sendiri adalah Roh Kudus, bahkan Allah sendiri. Kalau Roh Kudus ini adalah Tuhan, mengapa Dia harus berkata setelah mendapatkan wahyu? Tidaklah mungkin Tuhan menunggu datangnya wahyu. Sekarang di dalam pasal 1: 32 Yohanes menuliskan,

    • 1:32 And John bare record, saying, I saw the Spirit descending from heaven like a dove, and it abode upon him.

Anda tentunya memahami bahwa dalam bahasa Inggris, kata ganti orang ketiga yg menunjukkan manusia adalah “He” sedangkan untuk hewan, benda dan Roh Kudus (Spirit) memakai kata ganti “It” bukan “He”. Dari situ nampak bahwa pengertian “Roh kebenaran (Spirit of Truth) adalah manusia bukannya Roh yang dicurahkan.

Seperti halnya masalah yang anda sebutkan tentang masa 40 hari, demikian pula masa hari dalam 50 hari tidak bisa dijadikan pegangan kalau kita merujuk kembali pada pendapat Lukas yang mengisyaratkan kenaikan Yesus  (pbuh) ke langit terjadi pada hari ia dibangkitkan dari kubur, seperti pada ayat 51 pasal 24 Kitab Lukas. (24:51 And it came to pass, while he blessed them, he was parted from them, and carried up into heaven.) Juga tidak adanya matan Bibel yang lain yg membenarkan penentuan hari yang 40 tersebut. Lalu bagaimana keyakinan bisa muncul tentang 50 hari tersebut?

 

>> Saat Pentakosta tiba, apa yang dijanjikan Yesus terpenuhi dengan tercurahnya Roh Kudus kepada para Rasul (Kis.2:1-4), pada peristiwa inilah jemaat (ekklesia=gereja) perdana terbentuk dengan dibaptiskannya 3000 orang (Kis.2:41-47). <<

Apa yang digambarkan di dalam Kis 2:1-4, adalah suatu peristiwa yang sangat besar karena memang disaksikan oleh banyak orang. Tetapi keraguan masih melingkupinya karena peristiwa yang sangat erat hubungannya dengan iman ini tidak juga diabadikan oleh penulis kitab lain baik Markus, Lukas, Matius dan lainnya. Kalau Roh Kudus yang mendatangi mereka sebagai orang yang beriman hingga mereka bisa menggunakan berbagai macam bahasa, kenapa hal ini tidak terjadi pada Yesus (pbuh) yang dia sendiri sebagai Roh kudus? Atau kepada para penguasa otoritas gereja yang terilhami oleh Roh Kudus karena keimanannya.

Karena kuncinya adalah bahwa bila seseorang beriman atau seorang Kristen hakiki tentunya keahlian bahasa dan kelebihan lain seperti yang digambarkan Matius 17, Markus 16, Kis. 2 tersebut secara otomatis pasti menjadi kelebihannya juga. Seperti keraguan pada ayat 15 dari Kitab Kis. Pasal 2;

    • 2:15 For these are not drunken, as ye suppose; seeing it is but the third hour of the day. (Versi: ASV 1901)
    • 2:15 Indeed, this are not drunk, as you suppose, for it is only nine o`clock in the morning. (Versi: NRSV 1989)
    • 2: 15 Karena sekaliannja ini bukannja mabuk seperti sangkamu, sebab baharu pukul sembilan pagi; (Versi LAI terbitan tahun 1960-an)
    • 2: 15 For these are not drunk, as ye suppose, seeing it is [but] the third hour of the day. (Versi: KJV 1850-an)
    • 2: 15 Orang-orang ini tidak mabuk, seperti yang kalian sangka; sebab sekarang baru pukul sembilan pagi. (Versi: LAI Kabar Baik 1985 & 1986)

Nah, dari hal kecil seperti ini, saya tidak mengerti bagaimana kemudian ini bisa dianggap otentik dan shahih dalam penyusunan Kitab suci yang notabene adalah yang di klaim sebagai “Firman Tuhan”, saya yakin anda tidaklah mempercayai Tuhan mempunyai kekurangan di dalam pewahyuan karena KesempurnaanNya, lebih-lebih yang berhubungan dengan keimanan orang banyak untuk bisa menempuh jalanNya.

 

>> Berita keselamatan (tentang Peristiwa Yesus) terus diberitakan oleh “Para Rasul secara lisan” (=kerygma rasuliah, 2Tes.2:15) sampai keseluruh Yerusalem dan Asia kecil. Pada masa Gereja Perdana tsb jelas, bahwa para rasul memberitakan kabar keselamatan serta mengajar orang-orang percaya (yang terbaptis sebagai jemaah) tidak membawa sebuah “Kitab Injil” (Perjanjian Baru), karena memang “Kitab tsb belum ada” tapi para rasul mengutip “Perjanjian Lama” (Taurat Yahudi, yang ada saat itu) untuk mendukung kesaksian mereka atas kedatangan Mesiah yang telah dinubuatkan oleh para Nabi Israel. <<

Tetapi kenapa para peneliti, pendeta dan uskup sebagai anggota otoritas tertinggi gereja dimana dalam menentukan rangkaian kitab-kitab tersebut tidak dapat memberikan argumen akan sanad yang bersambung? Melainkan hanya pertimbangan perkiraan dan sebagian qarinah saja. Yang tentunya hal ini belumlah cukup bisa dikatakan valid.

Kenapa menurut anda para rasul hanya “mengutip” Taurat tentang kedatangan Mesiah? Bukankah memang harus dijalankan apa yang menjadi hukum-hukum Taurat, karena Yesus (pbuh) sendiripun mengajarkan demikian dan diapun menyatakan bahwa kedatangannya tidaklah untuk mengubah apapun dari hukum Taurat Musa bahkan hingga langit dan bumipun lenyap hukum tersebut tidaklah lenyap, dan inipun otomatis juga menjadi tanggung jawab para rasul.

 

>> Jemaat (Umat) dalam menerima pengajaran dan praktek iman mereka bertumpu pada “…pengajaran Rasul-Rasul… (Kis.2:42), karena para rasul yang mempunyai “otoritas” (kewenangan) sebagai “saksi mata” atas iman mereka (yaitu peristiwa Yesus) (Luk.1:2; 2Pet.1:16). Lebih dari itu, para rasul secara langsung oleh Kristus diberi tugas dan tanggungjawab (Mat.28:19) melayankan berita keselamatan tsb dalam komunitas umat (gereja, Mat.16:18; Kis.13:1-3), sehingga dapat dikatakan bahwa para rasul sebagai “pondasi Gereja” (Ef.2:20) atau “soko guru” jemaat (Gal.2:9). <<

Saya melihat dari Matius pasal 28 ayat 19 yang anda maksud, juga berhubungan dengan Markus 16: 15;

Matthew

  • 28:19 Go ye therefore, and teach all nations, baptizing them in the name of the Father, and of the Son, and of the Holy Ghost:

Mark

  • 16:15 And he said unto them, Go ye into all the world, and preach the gospel to every creature.

Tetapi saya melihat bahwa ayat tersebut hasil nasakh daripada syariat Yesus sendiri sebelumnya;

Matthew:

  • 10:5 These twelve Jesus sent forth, and commanded them, saying, Go not into the way of the Gentiles, and into [any] city of the Samaritans enter ye not:
  • 10:6 But go rather to the lost sheep of the house of Israel.
  • 15: 24 But he answered and said, I am not sent but unto the lost sheep of the house of Israel.

Yang menjadi pertanyaan kemudian apakah benar Matius 18: 19 dan Markus 16: 15 adalah valid kata-kata dari Yesus, seperti yang saya katakan kalimat tersebut hanya merupakan perkiraan yang dinisbahkan kepada Yesus (pbuh) karena tidak adanya sanad yang bersambung bahwa itu benar benar ucapan Yesus (pbuh).

Kemudian mengenai Barnabas dan Saulus dan juga Petrus, terutama Barnabas yang dipenuhi Roh Kudus serta sangat dipercaya yang ternyata adalah manusia pilihan Tuhan dan utusan Tuhan, ini menjadi satu pertanyaan besar pula kenapa sampai mereka sebagai soko guru jemaat dituduh munafik dan sesat oleh Paulus pada ayat 13 pasal 2 Galatia. Tidaklah mungkin Tuhan memilih seseorang yang ternyata pilihanNya salah.

 

>> Saat Gereja Anthiokia bingung dan ragu atas isu “Sunat dan Halal Haram” (Hukum Musa, Kis.15:1-21) (yang dihembuskan oleh orang Yahudi Kristen atas orang non-Yahudi yang masuk Kristen), maka para rasul secara komunitas (bersama) mengadakan “muktamar” (Konsili) guna memutuskan apa yang harus dilakukan oleh jemaat. Dalam muktamar tsb Roh Kudus berkarya, sehingga keputusan dari hasil muktamar (bukan sekedar keputusan manusia yang tidak mempunyai otoritas Ilahi, namun sebaliknya) dinyatakan sebagai “…keputusan Roh Kudus dan keputusan kami,..” (Kis.15:28) <<

Di dalam hasil pertemuan tersebut memang dihasilkan suatu kesimpulan mengenai keputusan halal-haramnya sesuatu seperti yang disimpulkan di ayat 20 dan ayat 29;

  • 15:20 but that we write unto them, that they abstain from the pollutions of idols, and from fornication, and from what is strangled, and from blood.
  • 15:29 that ye abstain from things sacrificed to idols, and from blood, and from things strangled, and from fornication; from which if ye keep yourselves, it shall be well with you. Fare ye well.

Saya menjadi tidak paham kenapa para murid-murid Yesus (pbuh) ini sangat bertentangan sekali dengan Yesus (pbuh) yang telah menyatakan sumpah atau keteguhan dalam berucap hingga akhirnya perkataannya bisa direvisi tanpa permisi oleh para muridnya dengan mengatas namakan terilhami oleh Roh kudus, yang kemudian Paulus kembali melakukan revisi atas hukum-hukum yang sudah ditetapkan para murid Yesus tersebut. Kalau kita lihat dari hasil pertemuan tersebut tidak ditemukan ataupun disinggung mengenai keputusan perlu tidaknya sunat. Keputusan mengenai sunat tersebut ternyata diambil sendiri oleh Paulus yang jelas-jelas sekali menentang ketegasan Yesus (pbuh) mengenai tidak adanya perubahan lebih-lebih penghilangan hukum Taurat;

Luke

  • 21:33 Heaven and earth shall pass away: but my words shall not pass away.

Matthew

  • 5:17 Think not that I am come to destroy the law, or the prophets: I am not come to destroy, but to fulfil.
  • 5:18 For verily I say unto you, Till heaven and earth pass, one jot or one tittle shall in no wise pass from the law, till all be fulfilled.

 1Peter

  • 1:23 having been begotten again, not of corruptible seed, but of incorruptible, through the word of God, which liveth and abideth.

Isaiah

  • 40:8 The grass withereth, the flower fadeth; but the word of our God shall stand forever.

Disini saya melihat bahwa penganut Kristen tidak dapat berpegang pada ayat ketiga dan lima diatas, karena hukum-hukum Taurat tidak direvisi kecuali syariat-syariat yang bersifat praktis yang terevisi dengan hadirnya Yesus. Juga tidak dapat berpegang pada ayat pertama dan keempat (catatan: 1 Peter 1: 23 bahwa kata “dan yang kekal (and abideth)” adalah bisa dikategorikan keraguan atau mungkin lebih tepat kekeliruan, sebab kata tersebut tidak terdapat pada teks terdahulu atau masuk di dalam tanda kurung. Silahkan anda merujuk pada NRSV copyright 1989 juga pada naskah bahasa Arab terbitan Beirut 1882) karena hukum-hukum injil tidak terevisi, sebab persoalan revisi telah terjadi dalam hukum-hukumnya. Dan yang benar bahwa penambahan kata “perkataanku (my words)” pada teks ayat pertama diatas adalah untuk perjanjian, yakni perkataan yang berkenaan dengan penderitaan-penderitaan yang akan dialami (merujuk pada Mat. 24: 2-33, Mark 13: 2-29, dan Luke 32: 33). Penambahan itu bukan untuk pendalaman yang berarti “seluruh perkataan-Ku berasal dari-Ku dan kekal selama-lamanya, baik dari segi hukum ataupun segi lainnya”, sehingga tidaklah benar kalau merevisi hukum dari hukum-Ku. Sebab jika terjadi demikian, Injil anda berbohong mengenai hukum-hukum yang dinasakh. Yakni, tidak adanya penghapusan pada teks ayat ketiga diatas yang dikecualikan dengan kata-kata “sebelum semuanya terjadi sempurna”. Dan ini dibuktikan dengan fakta munculnya Yesus (pbuh).

Galatians

  • 2:16 Knowing that a man is not justified by the works of the law, but by the faith of Jesus Christ, even we have believed in Jesus Christ, that we might be justified by the faith of Christ, and not by the works of the law: for by the works of the law shall no flesh be justified.
  • 5:2 Behold, I Paul say unto you, that if ye be circumcised, Christ shall profit you nothing.
  • 5:4 Christ is become of no effect unto you, whosoever of you are justified by the law; ye are fallen from grace.

Mari, kalau kita jujur membandingkannya antara penegasan yang bisa juga dikatakan sumpah Yesus (pbuh) dengan ucapan Paulus yang mengaku mendapat Roh Kudus. Alangkah sangat bertentangan sekali, bagaimana kita bisa memastikan bahwa Roh Kudus ada di dalam para murid Yesus (pbuh) dan Paulus kalau ternyata Roh Kudus tersebut tidak konsisten akan penegasan dan sumpahnya mengenai Hukum Taurat.

Galatians

  • 2:8 (For he that wrought effectually in Peter to the apostleship of the circumcision, the same was mighty in me toward the Gentiles :)

 

>> Pemberitaan dan pengajaran secara lisan oleh para rasul, serta praktek-praktek ibadah (sebagai ekspresi Iman yang menghasilkan: Kredo Iman, Konsili, Kanon Alkitab, Kanon Penata Layanan dsb) umat dalam lingkup/komunitas gereja awal inilah yang disebut sebagai: “paradosis” (latin, traditio=diterus-sampaikan) seperti dinyatakan sbb:

Sebab itu, berdirilah teguh dan berpeganglah “tas paradoseis” (=pada tradisi-tradisi) yang kamu terima dari kami, baik secara “lisan (dia logon), maupun secara tertulis (di epistolis imon)” (2Tes.2:15).

Sedangkan paradosis yang berisi berita “karya keselamatan Yesus” tsb tidak hanya sekedar kehendak manusia semata namun juga dari ilham Roh Kudus (Kis.5:32), maka paradosis itu mempunyai wibawa Ilahi sebagai “Firman Allah”.

“Dan karena itulah kami tidak putus-putusnya mengucap syukur juga kepada Allah, “sebab kamu telah menerima firman Allah” yang kami beritakan itu, bukan sebagai perkataan manusia, tetapi--dan memang “sungguh-sungguh demikian--sebagai firman Allah” (aletos logon theou), yang bekerja juga di dalam kamu yang percaya.” (1Tes 2:13)

Kitab Suci Perjanjian Baru (Injil) yang difinitif diakui Gereja secara universal baru terjadi sekitar abad ke-IV M, meskipun sejak tahun 150 M Gereja telah memulai usaha menjadikan tulisan-tulisan rasuliah kedalam suatu “Kanon” (=Pakem=Patokan). Jadi selama masa 33 M sampai terbentuknya “Kanon Kitab Perjanjian Baru”, Gereja tidak memiliki “dokumen tertulis” seperti yang dikenal sebagai Perjanjian Baru saat ini. Maka saat belum adanya kanon Kitab Suci PB, yang dikatakan sebagai Injil (sampai sekarang) adalah “paradosis” Rasuliyah tadi. Karena seperti telah dinyatakan dalam 2Tes.2:15 diatas bahwa yang disebut paradosis mencakup berita “lisan” (dia logon) maupun “tertulis” (di epistolis imon).

Pada kurang lebih 58 M, Rasul Paulus sebagai “anggota Gereja Anthiokia” (Kis.13:1-3) menulis surat kepada Gereja di Tesalonika yang isinya tentang peneguhan “berita Keselamatan”. Selanjutnya dokumen tertulis tsb dikumpulkan oleh Gereja sebagai kanon “epistel” (surat) Tesalonika, demikian surat-surat lainnya seperti, Roma (ditujukan ke Jemaat di Roma), Galatia, Efesus, Korintus dst.

Jelaslah bahwa berita tertulis atau yang dikenal dengan sebutan Kitab Suci Perjanjian Baru (Injil) adalah bagian dari paradosis rasuliyah yang tak terpisahkan dari lingkup Jemaah, karena muncul dan ada di lingkup Gereja. Kitab Injil “ada sebagi produk Gereja” (bukan sebaliknya, Gereja ada sebagai produk dari “Kitab Injil”), karena Kitab Injil merupakan “bagian tak terpisahkan dari paradosis” yang memberitakan Sang Firman Menjelma sebagai “inti iman Gereja” (1Kor.15:1-10). Dan dalam menerus-sampaikan berita keselamatan tersebut, para penulis Injil diilhami oleh Roh Kudus, sehingga tulisannya dikatakan sebagai “Firman Allah” (Kis.5:32; 1Tes.2:13). <<

Permasalahan yang muncul kemudian adalah adanya surat-surat yang dijadikan landasan penyusunan Injil tersebut yang sekian kalinya saya katakan bahwa tidak mempunyai kejelasan argumentasi hingga sampai pada pengarangnya, setidaknya penulisnya. Yang terjadi adalah dihubung-hubungkannya sanad tersebut kepada murid-murid Yesus (pbuh). Seperti Surat Yakobus, Surat Yudas, Surat Paulus kepada Orang Ibrani, Surat Petrus, dan Surat kedua dan ketiga Yohanes. Kalau anda juga memperhatikan runtutan daripada isi dan dasar manuskipnya adalah bahwa hubungan sanad itu tidak disertai dengan argumen yang jelas. Hingga tahun 362 M surat-surat tersebut diragukan keberadaannya. Seperti Wahyu kepada Yohanes pun diragukan sampai tahun 397 M. Sementara lainya, Konsili Nikea dan konsili Laodecia bukan hanya meragukan tetapi justru menolaknya. Gereja Siria dan Gereja di kawasan Arab sejak awal menolak Surat Petrus, Yehuda, dan dua Surat milik Yohanes, serta Kitab-kitab Persaksian.

Seperti pada terjemahan Injil Siria tidak di jumpai adanya Surat Kedua Petrus, Surat Yudas, dua Surat Yohanes serta Kitab Kesaksiannya, selain itu juga tidak adanya di dalam terjemahan Injil Siria tentang Injil Yohanes 2:2-11, 5: 7 dari Surat Pertama Yohanes.

Walaupun anda menyatakan dengan adanya dokumen tertulis tsb dikumpulkan oleh Gereja sebagai kanon “epistel”, tetap tidak terdapatnya sumber yang pasti dan dipercaya mengenai klaim bahwa surat-surat/Injil tertentu tersebut ditulis oleh para hawariyun melalui ilham. Karena banyaknya juga terdapat pemalsuan Kitab-kitab Injil saat itu yang dinisbahkan kepada para hawariyun.

 

>> Jelas, bahwa Alkitab adalah bagian tak terpisahkan dari “Paradosis” Gereja yang telah diputuskan dalam “Muktamar Agung” Gereja. Dengan demikian bertolak dari “…keputusan Roh Kudus dan kami,…” Kis.15:28 dalam Muktamar Agung Gereja, maka Alkitab mempunyai wibawa (otoritas) Ilahi sebagai “sungguh-sungguh Firman Allah” (aletos logon theou, 1Tes.2:13) <<

Tetapi anda tahu “bahwa keputusan Roh Kudus dan kami” dalam Konsili Gereja itu tidaklah bersifat pasti dan selalu berubah-ubah hingga muncul taqlik buta pada kelompok tertentu yang diyakini. Seperti anda lihat, bahwa berkaitan dengan 7 Kitab yang diragukan (Ibrani, Surat 2 Petrus, Surat 2 Yohanes, Surat 3 Yohanes Surat Yakobus, Surat Yudas Iskariot, Kesaksian Wahyu) itu, Dewan Gereja telah menetapkan keputusan penguasa Konstatinopel, Kaisar Konstantin (325 M), untuk memusyawarahkan teantang eksistensi ketujuh Kitab ini. Dari hasil musyawarah tersebut keputusan bahwa Kitab Yahudet harus diterima, sementara sisanya diragukan. Hal ini juga diabadikan di dalam bukunya Saint Jarome (Eusebius Hieronymus 328-420 M). Kemudian setelah itu diadakan kembali sebagai Konsili Laodecia (364 M), dimana hasil keputusannya adalah menerima Kitab Yehudet beserta 6 Kitab sisanya sebagai Kitab yang wajib diterima. Dengan demikian dari hasil dua musyawarah tersebut, kitab-kitab itu seluruhnya diterima kecuali Kitab Wahyu kepada Yohanes yang masih diragukan. Lalu tahun 397 M diadakan musyawarah kembali melalui Konsili Kartago (Kortujuna) dimana anggotanya adalah yang mungkin juga anda kenal St. Agustine beserta 26 pendeta lainnya. Dari hasil Konsili itu penetapan hasil dari dua musyawarah sebelumnya ditambah dengan penetapan Kitab-kitab lain (Kitab Wisdom, Kitab Tobit, Barukh, Ecclesiastes, dan 2 Kitab Mokabi serta Kitab Wahyu kepada Yohanes). Tetapi sebagian anggota dewan menjadikan Kitab Barukh sebagai bagian dari Kitab Yeremia, dengan alasan Barukh as dianggap sebagai asisten dan pengganti bagi Yeremia as. Karenanya di dalam ensiklopedia tidak ditulis nama Kitab Barukh. Dan tidak hanya berhenti disitu saja, berlanjut pada Konsi-konsili seterusnya, Tarlo, Florace, dan Turin. Dan setiap Konsili yang menetapkan dengan “keputusan Roh Kudus dan kami” kesepakatan yang berbeda-beda yang mungkin juga melihat kebutuhan umat dan tidak menutup kemungkinan berbagi kritik atas keputusan yang diambil. Pun setiap penolak dan penerima keputusan Dewan Gereja saling mengklaim bahwa kebenaran ada pada pihaknya yang karena Roh kudus ikut berperan. Dari sini bagaimana anda bisa meyakini keputusan “Roh Kudus dan kami” membawa wibawa kepada Alkitab? Sementara setiap masing-masing otoritas gereja mempunyai kebenaran versinya. Disinilah dari maksud perkataan Romo Pid. yang lalu, terlihat bahwa umat mau atau tidak diwajibkan untuk bertaklik buta, menerima segala iman yang diputuskan oleh Dewan Gereja.

 

>> :Bahwa inti “paradosis” apostolik sebagai dianggap oleh Paulus : “…yang “sangat penting” telah kusampaikan kepadamu, yaitu apa yang telah kuterima sendiri, ialah bahwa Kristus telah mati karena dosa-dosa kita, sesuai dengan Kitab Suci, bahwa Ia telah dikuburkan, dan bahwa Ia telah dibangkitkan, pada hari yang ketiga, sesuai dengan Kitab Suci…” (1Kor.15:3-4). Ini juga yang menjadi Kredo (Pengakuan) Iman Kristen yang “sekali untuk selamanya dipegang” dan diberitakan oleh Gereja. Seperti tradisi (paradosis) yang ada dalam Jemaah, apabila kredo tersebut disimpangkan (diselewengkan), maka gereja secara komunitas akan meluruskan dan memutuskan apa yang harus dilakukan oleh jemaah melalui “Konsili Agung”. Hal tsb sudah dilakukan oleh Gereja Rasuliah dalam sepanjang sejarahnya, seperti dalam menangkal serangan ajaran “Para Bidah”: Arianisme, Docetisme, Monothelitisme, Ebionitisme, dst. <<

Pertama, kembali saya mengkritisi ucapan Paulus, darimana dia tahu bahwa Yesus (pbuh) dibangkitkan pada hari ketiga? Seperti yang saya kemukakan sebelumnya bahwa menurut kronologis yang sebenarnya Yesus (pbuh) tidak ditemukan di kuburnya pada Minggu pagi, kemungkinan yang bisa terjadi Yesus (pbuh) sudah bangkit pada Sabtu malam Minggu. Kalaulah Paulus ini seorang yang dipenuhi Roh Kudus dan dapat melakukan berbagai keajaiban seperti menggunakan banyak bahasa negeri karena adanya imannya dan Roh Kudus, seharusnya hal pewartaan kecil seperti hari berbangkitnya Yesus (pbuh) tidaklah terlalu sulit buatnya. Hal inipun tidak bisa dilepaskan daripada nalar dan logika manusia.

Kedua, bagaimana anda melihat kebangkitan Yesus (pbuh), naiknya Yesus (pbuh) ke Surga, penampakan Yesus (pbuh), dll, sebagai sesuatu yang tidak terlalu penting seperti juga pernyataan Romo Pid? Bukankah ini sesuatu bagian yang menjadi keimanan umat Nasrani? Saya merasa tidaklah mungkin kalau seorang penulis naskah yg kemudian menjadi manuskrip Gereja, seperti halnya para murid Yesus (pbuh) mengeyampingkan atau melewatkan sesuatu hal yang di dalam hubungannya dengan keimanan dan kecintaannya kepada Yesus (pbuh) di dalam penulisannya. Seperti penampakan Yesus (pbuh), setiap orang yang melihat penampakan beliau (pbuh) dan beriman kepada beliau (pbuh) pastilah menjadi satu moment besar di dalam hidupnya, yang pasti akan diwartakan kepada semua orang termasuk anak cucunya.

Ketiga, bagaimana juga Romo Pid. bisa sangat tidak mempedulikan kebenaran data sejarah yang juga menjadi catatan dan dokumentasi di dalam Alkitab (menjadi bagian darinya)? Hal ini juga disepakati saudara. Apakah kalau dunia modern menuntut sesuatu yang benar dengan menggunakan landasan aqli dan naqli, kita lalu kembalikan saja kepada iman kita walaupun aqli tidak mendukung hal tersebut sebagai kebenaran setidaknya meragukan? Lalu bagaimana anda dan kaum Nasrani lainnya mengimani Alkitab yang juga banyak mendokumentasikan sejarah, walaupun belum tentu sejarah tersebut benar adanya. Seperti banjir Nuh misalnya, apakah ini hanya dimani saja bahwa banjir itu memang ada tanpa harus melihat kronologis dan lain sebagainya. Kalau seandainya ketelitian sejarah tidak sama sekali diperlukan, lalu untuk apa harus memilah-milah Kitab mana yang harus diterima pihak gereja dari ribuan Kitab yang ada? Saya rasa ini juga tidak pada tempatnya.

Keempat, saya sangat menyesalkan sekali ungkapan Romo Pid yang tentunya ada dukungan dari anda bahwa.

Mereka merasa bebas untuk sedikit mengubah ucapan Yesus agar lebih sesuai dengan kebutuhan umat yang diadapi mereka,”

Dan tentunya saya sangat menyesalkan juga, kenapa mereka para penulis naskah tersebut harus bebas mengubah ucapan Yesus (pbuh) agar dapat lebih sesuai dengan keinginannya (saya tidak melihat pengubahan yang terjadi dari perkataan Yesus sebagai kebutuhan umat, karena kebutuhan umat tergantung sepenuhnya dari apa yang menjadi keputusan pemimpinnya, dan saya juga tidak melihat bahwa para hawariyun yang secara pasti mengubah perkataan Yesus as.). Sekarang kita lihat; pada Surat 1 Yohanes pasal dan ayat tersebut di bawah,

  • 5:7 For there are three that bear record in heaven, the Father, the Word, and the Holy Ghost: and these three are one.
  • 5:8 And there are three that bear witness in earth, the Spirit, and the water, and the blood: and these three agree in one.

Nah, anda lihat bahwa para peneliti Injil menyatakan bahwa naskah aslinya pada ayat 7-8 adalah berbunyi: For there are three that testify: the Spirit, the water and the blood; and the three are in agreement.” Dari penambahan kata yang lain dapat dipastikan menurut mereka adalah seluruh rangkaian kalimat itu adalah tambahan. Seperti Griesbach dan Syulz menyepakati ini, dan juga seorang filosof Yitzhak Newtonpun meyakinkan bahwa itu adalah ayat yang ditambahkan, juga Horn yang sangat fanatik mengatakan bahwa kalimat tersebut adalah tambahan dan harus ditinggalkan. Bahkan Ekstein seorang tokoh penganut Trinitas terkemuka di abad ke-4 M tidak mencantumkan kalimat ini ketika menulis 10 bagian Surat Yohanes. Horn yang lebih lanjut menegaskan bahwa kalimat tersebut tidak terdapat pada versi yunani yang ditulis sebelum abad 16, juga tidak terdapat dalam terjemahan kuno kecuali versi Latin dan itupun sebagian kecil, bahkan para pemimpin Protestan mungkin menghapus atau memberikan tanda keraguan.

Atau kita merujuk pada perbedaan naskah terjemahan antara KJV dan NIV (edisi 1978) yang masing-masing juga melalui penyusunan ilmuwan dan ijin otoritas gereja. Tetapi dari dua versi tersebut banyak sekali kalimat yang dibuang oleh NIV atau mungkin tambahan dari KJB. Nah, bagaimana juga ini bisa dikatakan tidak akan merubah inti ajaran Injil? Mari sedikit kita lihat;

MAT 1:25

KJB       :...O ye hypocrites, ye can discern the face of the sky; but can ye not discern the signs of the times?

NIV      : You know how to interpret the appearance of the sky, but you cannot interpret the signs of the times. 

MAT 5:44

KJB       : But I say unto you, Love your enemies, bless them that curse you, do good to them that hate you, and pray for them which despitefully use you, and persecute you;

NIV      : But I tell you: Love your enemies and pray for those who persecute you.

MAT 17:21

KJB       : Howbeit this kind goeth not out but by prayer and fasting. 

NIV      : ——— 

MAT 23:14

KJB       : Woe unto you, scribes and Pharisees, hypocrites! for ye devour widows' houses, and for a pretence make long prayer: therefore ye shall receive the greater damnation.

NIV      : ——— 

LUK 4:4

KJB       : And Jesus answered him, saying, It is written, That man shall not live by bread alone, but by every word of God.

NIV      : Jesus answered, "It is written: 'Worship the Lord your God and serve him only.' " 

Dari penambahan dan pengurangan itu saja kita bisa simpulkan, bahwa kebebasan penulis mengubah pengajaran Yesus (pbuh) lebih-lebih pada perkataannya adalah jelas tidak bisa diabaikan begitu saja, anda lihat makna dan inti bisa berubah bagi setiap orang yang mempunyai pola pikir sendiri tentunya. Lalu bagaiman ini masih bisa dikatakan bahwa inti ajaran atau ucapan Yesus (pbuh) bisa diterima umat? Bahkan yang saya heran, yaitu Luther yang pasti anda mengenalnya sebagai pendiri aliran Protestan tidak mencantumkan kalimat keraguan di atas pada terjemahan kitab suci yang ditulisnya pada terbitan tahun 1546. Di dalam pembukaan terjemahannya dia berwasiat agar tidak seorangpun mengubah terjemahannya. Setelah 30 tahun kematiannya, karena tidak sesuai dengan kebiasaan para pemeluk Kristen, wasiat ini tidak dijalankan dan mereka memasukkan kembali kalimat tersebut. Karena berbagai kritikan dan ketakutan kepada Allah mereka kembali tidak mencantumkan. Seterusnya juga terdapat protes pada para pemeluk Trinitas akhirnya mereka kembali memasukkan kalimat itu dalam terbitan tahun 1596 dan 1599. Tetapi lagi-lagi karena takut kritikan mereka kembali menarik kalimat yang ada, akhirnya kalimat tersebut kembali masuk di dalam kitab suci walaupun melanggar wasiat pemimpin spiritual mereka. Nah, dari itu semua, apakah Gereja Rasuliyah yang anda maksud harus bolak-balik merevisi dan merevisi sesuatu yang sudah berkali kali direvisi oleh ketetapan Konsili sendiri?

 

>> Saya kurang setuju atas pernyataan beliau bahwa kita: menerima suatu “kitab sebagai injil yang otentik dari Yesus,” karena memang Yesus tidak mewariskan Kitab Injil (seperti bentuknya sekarang ini) kepada Jemaat. Namun sejauh dipahami bahwa hakekat “Injil itu adalah Sang Kristus” dan karena paradosis tertulis (Kitab Perjanjian Baru) tersebut “memberi kesaksian tentang-Nya”, maka Kitab Injil dimengerti sebagai “reflektor” yang memancarkan hakikat Sang Firman Menjelma (Yesus Kristus), saya sepakat. << 

Apakah penampakan kebaikan/berita baik yang menggembirakan yang diajarkan Yesus (pbuh) kepada umatnya bukan merupakan suatu Injil? Yang darinya kata “Injil” diartikan. Bahwa kata “Injil” adalah dari bahasa Yunani yang diarabkan, dan muncul 12 kali di dalam Qur`an. Saya pribadi tidak bisa menerima bahwa Kitab Injil sekarang sebagai reflektor yang memancar dari Yesus (pbuh), bukan karena saya Muslim semata. Tetapi melihat segala aspek tinjauan baik dari segi aqli dan naqli yang tentunya disamping keimanan.

 

>>: Dari data “paradosis tertulis” (Kis.15:1-34) jelas Paulus tidak mengabarkan berita yang lain dari “kerygma rasuliyah” Gereja, terbukti saat Paulus tidak sepaham dengan pemberlakuan Hukum Musa atas orang-orang Non-Yahudi yang masuk Kristen, beliau perlu memutuskan secara bersama (dengan Para Rasul lain di Yerusalem) apa yang harus dilakukan oleh jemaat di Anthiokia. Seperti itu juga Gereja, dalam menjaga “kemurnian ajarannya” selalu perpatokan dari hasil keputusan “Konsili Agung” (yang bersifat universal, bukan konsili lokal). Karena itu “otoritas” kebenaran ajaran (dogma gereja) bukan dihasilkan oleh individu-individu atau sekelompok orang dan golongan, namun secara bersama-sama (komunitas jamaah). Dengan begitu jelas, Paulus secara individu tidak mempunyai “wibawa” apa-apa atas suatu dogma gereja, karena melalui keputusan bersama dengan pimpinan Roh Kudus, barulah sebuah keputusan mengenai dogma gereja “sah, kudus dan berwibawa”. <<

Kalau kembali merujuk apa yang saya jelaskan di atas, bahwa juga terbukti Paulus tidak hanya menyepakati hasil musyawarah dengan para Rasul lainnya, tetapi juga merubah kembali apa yang menjadi kesepakatan bersama tanpa harus melalui musyawarah bersama kembali. Seperti anda lihat tentang empat hukum dari hasil nasakh Taurat oleh para Rasul dengan kembali di nasakhnya empat hukum ini menjadi hanya satu saja dengan pengharaman zina oleh Paulus.

Anda sudah melihat bahwa keputusan konsili Agungpun tidak bersifat tetap yang kemudian terpecah menjadi konsili-konsili kecil yang otomatis menjadi kelompok-kelompok, seperti lahirnya Protestan dari kaum/umat yang “protest” dengan bantahan argumen yang jelas peran aqli menjadi prioritas utama dalam hal ini begitupun dengan yang berkaitan dengan itu termasuk ketelitian dan ketepatan sejarah. Belum lagi dengan adanya Advent dan lain sebagainya. Dari perbedaan tersebut, juga seperti katolik yang mempunyai perbedaan kitab yang asalnya adalah juga dari musyawarah Dewan Gereja Agung. Lalu bagaimana peran Roh Kudus yang kemudian disahkannya dengan masing-masing mengklaim Kitab yang satu wajib diterima sementara yang lain menolak, begitupun sebaliknya yang ditolak wajib menerima dan seterusnya. Lalu bagaimana bisa menentukan peran Roh Kudus atas kebenaran masing-masing, dan kebi`dahan yang dilemparkan kepada umat diluar kelompoknya?

 

>> Jadi sekarang harapan saya, anda sudah dapat menilai mana-mana ajaran Kristen yang mempunyai otoritas, sah, kudus dan berwibawa sebagai bagian tak terpisahkan dari “paradosis kudus, am dan apostolik”. (Ingat, Alkitab produk Gereja bukan sebaliknya dan usia Alkitab Perjanjian Baru kurang lebih sudah mencapai 1700 th) <<

Mas Gendon, walaupun anda menegaskan bahwa usia Injil ± 1700 tahun, tetapi seperti yang saya katakan, manuskrip yang ada tetap tidak jelas keshahihannya, baik dari sanad, rawi, dsb. Seperti misalnya Kitab Matius kalau anda mengetahuinya (silahkan juga sebagai rujukan umum pada Encyclopedia Beauvis, dan para ilmuwan kitab suci Adam Clarke, dsb) bahwa Kitab tersebut ditulis sekitar tahun 41 M dengan memakai bahasa Ibrani serta antara bahasa Kaldea dan Siria, tetapi yang ada hanyalah bentuk terjemahan versi Yunani. Karena itu, Injil Matius yang ada sekarang bukan asli daripada versi awalnya tetapi adalah terjemahan dari bahasa yunani, ini yang kemudian dijadikan landasan penyusunan Injil. Begitupun kondisi Kitab markus, Lukas, Yohanes dan lain sebagainya. Dari sini paradosis kudus tidak bisa diberlakukan dengan sendirinya kecuali dipaksakan sebagai taklik buta semata.

 

>>: Menurut saya, prinsip bahwa inti dari pemberitaan iman Kristen adalah “Peristiwa Sang Firman Menjelma”, ini juga dapat dikatakan Allah yang masuk (ikut ambil bagian) dalam sejarah manusia. Oleh karenanya fokus Alkitab tentu sangat bercorak Theologis dan pasti bukan: matematis, geografis, historis, filsafat dst. Dengan demikian “kategori kebenaran” yang harus diterapkan pada Alkitab bukanlah kebenaran dari sisi matematis, geografis dst, walaupun Alkitab mendokumentasikan itu semua, namun jelas bukan hal itu yang menjadi tujuan akhir pemberitaannya. Maka benar apa yang dikatakan Romo Pied diatas, bahwa unsur-unsur tsb adalah “tidak hakiki/esensial”. (=tetek-bengek, maksudnya bukan tujuan akhir pemberitaan Alkitab), yang bukan menjadi “Goal” iman Kristen. Konkritnya: apabila saya tidak percaya bahwa “Maria tanpa dosa asal atau Golgota itu disebelah barat/timur Yerusalem” tidak berpengaruh atas keselamatan saya, karena memang bukan itu Pokok Keselamatan tsb. Tapi apabila saya “tidak percaya” bahwa: “Yesus dibangkitkan dari antara orang mati”, maka jelas keselamatan tidak ada pada saya (1Kor.15:14). Mengapa…? Bahwa kemanusiaan yang dikenakan oleh Sang Firman tsb adalah kemanusiaan saya, apabila saya menolak hal itu berarti kemanusiaan saya juga tertolak oleh “peluang keselamatan” yang diberikan Allah kepada saya didalam AnakNya yang telah menjelma. <<

Ini yang saya maksud dengan taklik/percaya buta yang mengatas namakan keselamatan. Sebenarnya tidak ada yang mengingkari bahwa kitab suci apapun juga sangat bercorak teologis, tetapi segala sesuatu yang berhubungan dengan kitab suci tersebut termasuk apa-apa yang menjadi isi dan pesan didalamnya adalah sebagai faktor penting penunjang daripada tujuan kitab suci tersebut, bagaimana suatu tujuan bisa tercapai tanpa adanya faktor-faktor penunjang serta premis-premisnya? Saya juga melihat suatu skeptimisme pada diri anda, dimana adanya pengingkaran nilai ilmu (baik pengetahuan ilmiah, sejarah, matematika, dsb) memupuskan harapan bagi kemajuan ilmu dan pembelajaran, menutup ruang nilai-nilai moral dan perannya dalam masyarakat, sekaligus mencerabut landasan intelektual agama. Walaupun isyarat teologi anda tidak menegaskannya.

Mas Gendon, Ilmu adalah sesuatu yang mulia secara esensi tanpa memandang aspek substansi pengetahuannya, bahkan ilmu sihirpun sebenarnya secara esensi juga mulia, meskipun ilmu tersebut batil. Hal itu dikarenakan ilmu dengan sendirinya menentang kebodohan, sementara kebodohan termasuk bagian kegelapan, kegelapan berada dalam lingkaran diam, dan diam dekat dengan ketiadaan (nihilitas). Lalu kalau sekarang saya bertanya bagaimana anda bisa mengetahui parameter kebenaran Alkitab kalau tidak adanya keseimbangan pewartaan antara premis-premis pendukung dengan tujuan Alkitab sebagai Warta keselamatan? Lalu bagaimana anda bisa menyatakan bahwa parameter keselamatan itu benar landasannya, selain keimanan yang tentunya membutuhkan suatu penunjang.

Kalau pewartaan Alkitab luput dari kebenaran, otomatis apa yang menjadi tujuannyapun tidaklah salah bila diragukan. Lalu bagaimana anda bisa yakin keselamatan itu benar bila sesuatu yang bersifat “tetek bengek”, yang kecil ternyata luput dari keselamatan tersebut? Seperti halnya banjir Nuh, bagaimana anda bisa mengatakan suatu pewartaan besar ini yang menjadi faktor penting penunjang keimanan seseorang akan kebesaran dan kekuasaan Allah tersebut anda anggap sebagai hal yang tidak termasuk sesuatu yang hakiki bagi tujuan akhir pemberitaan Alkitab? Apakah hanya cukup bertaklik buta bahwa banjir itu menenggelamkan bumi dan isi tanpa terkecuali? Sementara pada saat yang sama peristiwa banjir, di belahan bumi yang lain sedang berlangsung peradaban yang tinggi yang tidak pernah ada tersentuh peristiwa banjir tersebut. Lalu sekarang apa gunanya Sang Firman yang mengenakan pakaian kemanusiaan anda kalau tidak juga ikut menggunakan segala kemampuan yang dimiliki manusia termasuk aqli, nalar yang menjadi dasar keilmuan pengetahuan sebagai langkah memperdalam dan mempertajam pengetahuan keimanan seseorang terhadap Tuhannya. Akhirnya saya juga ingin mengetahui parameter anda mengenai keselamatan dan apa definisi dan makna keselamatan yang asal anda nomor wahidkan.

 

>> Tentang “relasi IPTEK dan Iman” dalam memahami wahyu Ilahi saya sepakat dengan apa yang dikatakan dalam Hadits Nabi Muhamad: “barang siapa yang mampu mengenali dirinya akan mampu mengenal Tuhan” karena memang “manusia diciptakan seturut citra Allah”. Maka perangkat manusia yang paling dekat/sensitif terhadap kebenaran Illahi adalah “Hati Nurani” (=jiwa sebagai reflektor kemuliaan ilahi), namun demikian Allah juga mengaruniakan “Akal Budi”. Synergia antara kedua perangkat tersebut dalam “kerangka iman”, menurut saya itulah idealnya dalam pengenalan akan Allah. <<

Mas Gendon, saya melihat ketidakselarasan konsep-konsep anda yang didukung oleh dogma-dogma Kristen dengan nalar, bahwa maaf kalau saya katakan anda sedang merontokkan tonggak-tonggak akal sementara dalam waktu bersamaan anda mempertahankannya.

Apa yang anda nyatakan secara tidak sadar sangatlah bertentangan dengan sendirinya Mas. Bagaimana anda akan mengenal diri anda dan bisa mengatakan menyinergikan antara dua perangkat keilmuaan dan keimanan kalau ternyata anda sendiri juga memilih nihilitas dalam memandang keilmuaan yang ternyata juga diabadikan kitab suci anda, walaupun terdapat kesalahan yang juga anda setujui dengan isyarat tetapi anda menganggap itu sesuatu yang tidak perlu dipersoalkan sebagai “tetek-bengek”. Juga saya tidak memahami anda, bagaimana konsep pemahaman ideal yang anda tempuh sementara yang anda katakan ideal sangatlah bertentangan dengan keidealan itu sendiri. Perlu saya tegaskan, bahwa hadist nabi yang anda maksudkan sangatlah jauh dari apa yang anda paham dan konsepkan. Itulah kenapa di dalam Qur`an istilah “Iqra (bacalah)” dan istilah “baca tulis” diisyaratkan sebagai kewajiban berilmu dan berpengetahuan, karena agama tanpa ilmu adalah kebutaan dan ilmu tanpa agama adalah kesesatan. Dari itu semua anda bisa mengambil kesimpulan dari apa pertanyaan anda di awal bahwa Al-Qur`an dan pemahamannya sangatlah jauh berbeda dengan Alkitab pun pemahaman dan doktrinnya.

           

>> Demikianlah saudaraku, respon saya terhadap tanggapan anda dua minggu lalu. Saya harap anda, tidak jenuh berdiskusi dengan saya. Sekali lagi maaf, baru bisa merespon dan memposting hari ini, karena ada pekerjaan yang harus secepatnya saya selesaikan. Saya juga sudah membaca postingan anda, sekarang masih dalam proses tanggapan balik. <<

Saya senang sekali kalau diskusi kita bisa berlangsung terus, tentunya disesuaikan dengan keperluan waktu kita masing-masing yang mempunyai kewajiban-kewajiban yang mempunyai prioritasnya sendiri. Kita tidak saling memburu sesuatu di dalam diskusi ini mas, jadi tidaklah perlu terlalu dipaksakan untuk menyegerakan yang tentunya bisa dikesudahkan dari kepentingan yang lebih urgent. Sayapun tidak selalu membalas e-mail anda ini di rumah, karena kesibukan saya di lapangan jadi sesempatnya saya sambi di waktu luang.

Terima kasih…

Andsisko.

 

 
gendon raharjo <gendonr@...> wrote:

Sejahtera dan berkat Tuhan melimpah pada anda..!

 

Mas Andsisko, jumpa lagi kita di term lanjutannya, mungkin thema yang lebih dekat dengan diskusi kali ini adalah: Apakah Injil Firman Allah…..?

 

(Andisko): Saya kutipkan tentang Yohanes 1:1 yang sudah terdapat pada postingan saya kepada anda di dalam topik yang lain.

Dalam Yohanes 1:1, bahwa ayat ini adalah bukan perkataan Yesus, itu adalah kata-kata Yohanes (atau siapa saja yang menulisnya), sebelum itu kata-kata itu adalah hasil pola pikir dan pernyataan seorang filosof Yunani sebelum Yesus dan Yohanes lahir, yang bernama “Philo of Alexandria”. Bagaimana kemudian kata-kata Philo ini bisa diplagiat oleh penulis bible dan kemudian disahkan oleh otoritas gereja? Dan bahwa pengertian “Firman itu bersama-sama Tuhan” kata “firman disitu dalam bahasa Yunani adalah “Ho theos” yang dalam arti literaturnya adalah “The God”. Di dalam tata bahasa yang mempunyai system huruf capital, kata itu masih tertoleransi menggunakan huruf capital “G” untuk “God”. Sekarang pada kata kedua dalam ayat itu “dan Firman itu adalah Allah”, dalam bahasa Yunani kata “firman” itu berati “Thon theos” yang dalam bahasa literature berate “a god”. Nah, dalam system transilerasi seharusnya kata “God” pada ayat pertama kata kedua menggunakan huruf “g” kecil. Sekarang yang menjadi pertanyaan mendasar; di dalam 2 Korintus 4:4, anda tidak jujur dalam mengartikan dan menggunakan system bahasa yang anda pakai, dimana disitu anda menggunakan “g” kecil saat mengeja “God” “(and the Devil is) the god of this world” Silahkan anda juga menggunakan Alkitab berbahasa inggris untuk konklusi ini (walaupun dalam terbitan baru baik NKJV versi bhs. Inggris dan LAI sudah banyak disesuaikan karena kenyataan yang sering muncul). Nah, disitu dalam bahasa Yunani kata “the god” adalah “Ho theos” sama dengan Yohanes 1:1 yang anda maksud. Disini terkesan sekali bahwa kenapa anda (Kristen/otoritas gereja) tidak konsisten dalam terjemahan dan transilerasi? Kalau seandainya Paulus terinspirasi menulis “ho theos” “the God “untuk Devil, kenapa anda tidak menggunakan juga capital “G”? Dan banyak lagi ketidak konsistenan penggunaan arti bahasa di dalam Alkitab.

 

(Gendon): Philo dalam upayanya menyelaraskan alam pemikiran Yahudi (sebagai tradisi pemikiran monotheis yang diwarisinya) dan Yunani (tradisi pemikiran baru) dimana ia terdidik sebagai filosuf, lebih menekankan penafsiran Kitab Suci secara “alegoris”. Ia mengurangi arti penting mukjijat-mukjijat dan aspek-aspek Kitab Suci yang menandakan orang Yahudi sebagai bangsa “terpilih”  secara unik, sebagai gantinya ia menekankan bahwa kekuasaan Tuhan mewujud melalui prinsip-prinsip alam. Ini suatu ide yang dapat diterima orang Yunani, yang tidak menempatkan sebuah tradisi bertentangan dengan tradisi lain. Gerakan ke arah pemberian penafsiran universalistik terhadap filsafat Ibrani inilah yang menjadikan dasar para penulis Injil meminjam istilah-istilah (bukan mengadopsi, karena jelas konsep yang diwartakan Penulis Injil secara utuh sangat berbeda, walaupun ada kemiripan istilah -Logos,theophani- dsb) dalam pewartaannya. Logos dipahami oleh Philo sebagai “citra Allah” dan pikiran manusia pada gilirannya terbuat dari citra logos (percikan Dzat Allah), karena sama-sama berada dalam citra Allah pikiran manusia mampu mengetahui dan mencintai Allah, meskipun pengetahuan manusia tentang Tuhan terbatas (via negativa). Philo sangat menekankan “emanesi” sebagai koreksinya atas teori bentu-bentuk yang ada didunia yang lebih tinggi dari konsep Plato yang tak terjangkau manusia. Melalui Logos unsur-unsur (bentuk-bentuk dari Plato yang tak terjangkau itu dijembatani) alamiah dunia dapat dipersatukan. Pada konsep kesatuan mystis (yang dipercaya oleh Philo) Dzat Hakekat Allah ber-emanasi (memercik) kedalam unsur alamih dunia. Konsep emanasi pantheistik inilah yang ditentang oleh Penulis Injil Yohanes, bahwa Logos adalah kekal (Yoh.1:1) (sama dengan konsep Philo) diam didalam kedalam Dzat Allah (Yoh.1:2),  dan Logos yang menjadikan segala ciptaan (Yoh.1:3, melawan konsep “emanasi” Philo). Dengan segala sesuatu dijadikan oleh Logos, maka jelas ada perbedaan Dzat Hakekat antara Logos (sebagai Pencipta) dan Dzat Hakekat alam ciptaan yang tidak saling berbaur. (Bahwa alam ciptaan bukan bagian dari Dzat Hakekat Sang Pencipta.)

Jadi jelas, Gereja menolak konsep “emanasi” (Philo) yang panteheistik, dimana Dzat Hakekat Allah melebur kedalam Dzat Hakekat Ciptaan (sehingga ciptaan bisa menjadi Allah). Disamping juga menolak penafsiran “Alegoris” ekstrem, sehingga mengesampingkan peranan mukjijat dalam kerangka wahyu ilahi.  Dalam seluruh konsepnya Philo lebih dekat ke pemahaman Kristiani daripada Yahudi, dalam memahami dan menafsirkan Kitab Suci Perjanjian Lama.           

 

Untuk membahas apa yang anda persoalkan dalam perbandingan transliterasi antara ayat 2 Korintus 4:4 dan Yohanes 1:1, maka seyogyanya kita kembali kebahasa aslinya (Yunani) sbb :

 

“en ois o theos tou eonos (illah zaman ini=dewa) tutou etiphlosen ta noimata ton apiston is to me avgase ton photismon tu evanggeliou tes doxes tou Kristou, os estin eikon tou theou (2 Kor. 4:4)

 

“En arkhe en “o logos”, ke o logos en pros ton theon ke theos en o logos” (Yohanes 1:1)

Selanjutnya bandingkan bahasa Yunani kata “Allah” (o theos) dan “setan ” (demonia) dalam Yakobus 2:19 sbb:

“si phistis oti is estin o theos, kalos phois ke ta demonia (setan=devil) pistesin prissousin” (Yak.2:19)

Sedikit saya koreksi penyataan anda diatas bahwa “ kata “firman disitu dalam bahasa Yunani adalah bukan “Ho theos”, tapi “o logos”. Ini penting, karena walaupun “o logos” berhakekat (ousia) Allah dan diam didalam Pribadi (hypostasis) Allah (Bapa), namun berbeda (bukan terpisah) dengan Bapa dan Roh Kudus (pnevma to agion).

Kembali ke transliterasi diatas, kata “o theos tou eonos” dalam konteks kultur Yunani Kafir saat itu dapat diidentifikasi sebagai “Dewa” (jawa=sesembahan/yang disembah) yang berbeda dengan “Setan” (demonia=devil, yang juga dipunyai orang kafir). Karena orang Kristen juga punya sesembahan begitupun orang Yunani Kafir, maka dikatakan keduanya punya “o theos”. Walaupun sama-sama mempunyai “o theos” sebagai sesembahan, jelas “o theos” Kristen berbeda dengan “o theos”nya orang Kafir, karena “o theos”  Kristen adalah “o theos” yang echad dan mengatasi  “o theos” orang kafir. Maka bertolak dari pemahaman tsb transliterasi kedalam bahasa non-Yunani mis: LAI membedakan dengan memberikan huruf capital atau dengan penyesuaian memakai kata “ilah” (dimaksudkan, sesembahan yang dibedakan dengan setan).

 

(Andisko): Bukankah dengan adanya “nuansa manusia” sangatlah mungkin adanya suatu faktor human error?

 

(Gendon): Ya, benar yang anda katakan, khususnya apabila diperhadapkan dengan transliterasi. Untuk itu acuan teks Alkitab kedalam bahasa asli (Ibrani, untuk Perjanjian Lama dan Yunani, untuk Perjanjian Baru/Injil) sangat dianjurkan, guna menjembatani ataupun mengkoreksi kesalahan terjemahan. Suatu “keprihatinan memang”, apabila Alkitab diambil dan dipisahkan dari yang empunya (pemilik sah otoritas) Alkitab yaitu : “Gereja”, sehingga diterjemahkan, ditafsirkan dan dibangun suatu doktrin yang lepas sama sekali dari “tradisi (paradosis) Gereja”. Saya akan mencoba jelaskan pada anda lebih lanjut, bagaimana “Alkitab” tidak mempunyai otoritas apa-apa atas kebenaran suatu “doktrin” apabila tidak dipahami dan ditafsirkan dalam terang “kerygma (berita lisan) rasuliyah” dalam lingkup “tradisi (paradosis) Gereja rasuliyah (apostolik)”.

Saya pikir demikian juga dengan Al Qur’an, tidak akan mempunyai otoritas apa-apa atas kebenaran suatu “doktrin” apabila doktrin tsb dibangun dan ditafsirkan lepas dari “Hadits” dan lingkup “ummah” sebagai pemilik otoritas sah Al Qur’an. Saya akan berterimakasih, bila anda bersedia menjelaskan bagaimana harus memahami Al Qur’an secara benar dan mempunyai otoritas tentunya..? Saya yakin ada syarat-syarat tertentu dan tidak hanya intelektual semata…!  Atau bagaimana Iman dan Logika ditempatkan dalam penafsiran tsb…?

 

(Andisko): Sebagai bahan referensi buat anda saya kutipkan pendapat seorang Romo (yang juga saya postingkan melalui milis ini) Drs. Henricus Pidyarto Gunawan, o carm. Dalam bukunya "Umat bertanya Romo Pid menjawab" vol.6. Beliau seorang lulusan insitut biblicum, Roma (1982-1986), lulusan program Doktoral Teologi Alkitabiah dari Universitas St. Thomas Aquino, Roma (1988-1990) yang juga pernah mengecap pendidikan seminari menengah Malang tahun 1967. Dan tentunya beliau seorang yang mumpuni dalam hal Alkitabiah.

 

(Gendon):

Apakah Injil Firman Allah…..?

Seperti penjelasan saya terdahulu tentang Firman Menjelma (Inkarnasi), bahwa yang dipahami iman Kristen sebagai “hakekat Firman Allah” dalam konteks “pewahyuan” adalah “Pribadi Yesus Kristus” (Sang Firman Menjelma). Pada Pribadi Yesus Kristus inilah pewahyuan Allah secara tuntas disampaikan kepada manusia sesuai janji-Nya (proto-evanggelion : melalui keturunan “Perempuan” bukan keturunan laki-kaki, maka Fitrah manusia dipulihkan Kej.3:15). Dalam Pribadi Yesus Kristus hakekat janji Allah tergenapi yaitu “keselamatan” (Luk.2:30; Kis.4:12; 2Tim.2:10 dll) manusia. 

 

Dengan selesainya karya keselamatan Sang Kristus di dunia, sebelum mi’raj ke surga beliau menjanjikan “penolong” (Yoh.14:16-17,26) kepada para “hawariyyun” (para rasul) yaitu “Roh Kudus” (Kis.1:1-8). Sebelum hari yang dijanjikan yaitu “Pentakosta” (50 hari terhitung dari kematian sampai turunnya Roh Kudus) dimana Roh Kudus akan dicurahkan kepada para rasul-Nya. Maka dipandang penting menggenapi bilangan 12 dari jumlah mereka (sebagai typologi bilangan suku Israel, karena diatas dasar Iman para Rasul akan Yesus Kristus inilah bangsa Israel Baru -Jemaah Kristen- diletakkan, Mat.16:18; Ef.2:11-12) yang saat itu tinggal 11, karena matinya Yudas Iskariot (Kis.1:15-26).

 

Saat Pentakosta tiba, apa yang dijanjikan Yesus terpenuhi dengan tercurahnya Roh Kudus kepada para Rasul (Kis.2:1-4), pada  peristiwa inilah jemaat (ekklesia=gereja) perdana terbentuk dengan dibaptiskannya 3000 orang (Kis.2:41-47). Berita keselamatan (tentang Peristiwa Yesus) terus diberitakan oleh “Para Rasul secara lisan” (=kerygma rasuliah, 2Tes.2:15) sampai keseluruh Yerusalem dan Asia kecil. Pada masa Gereja Perdana tsb jelas, bahwa para rasul memberitakan kabar keselamatan serta mengajar orang-orang percaya (yang terbaptis sebagai jemaah) tidak membawa sebuah “Kitab Injil” (Perjanjian Baru), karena memang “Kitab tsb belum ada” tapi para rasul mengutip “Perjanjian Lama” (Taurat Yahudi, yang ada saat itu) untuk mendukung kesaksian mereka atas kedatangan Mesiah yang telah dinubuatkan oleh para Nabi Israel. Jemaat (Umat) dalam menerima pengajaran dan praktek iman mereka bertumpu pada “…pengajaran Rasul-Rasul… (Kis.2:42), karena para rasul yang mempunyai “otoritas” (kewenangan) sebagai “saksi mata” atas iman mereka (yaitu peristiwa Yesus) (Luk.1:2; 2Pet.1:16). Lebih dari itu, para rasul secara langsung oleh Kristus diberi tugas dan tanggungjawab (Mat.28:19) melayankan berita keselamatan tsb dalam komunitas umat (gereja, Mat.16:18; Kis.13:1-3), sehingga dapat dikatakan bahwa para rasul sebagai “pondasi Gereja” (Ef.2:20) atau “soko guru” jemaat (Gal.2:9). Saat Gereja Anthiokia bingung dan ragu atas isu “Sunat dan Halal Haram” (Hukum Musa, Kis.15:1-21) (yang dihembuskan oleh orang Yahudi Kristen atas orang non-Yahudi yang masuk Kristen), maka para rasul secara komunitas (bersama) mengadakan “muktamar” (Konsili) guna memutuskan apa yang harus dilakukan oleh jemaat. Dalam muktamar tsb Roh Kudus berkarya, sehingga keputusan dari hasil muktamar (bukan sekedar keputusan manusia yang tidak mempunyai otoritas Ilahi, namun sebaliknya) dinyatakan sebagai “…keputusan Roh Kudus dan keputusan kami,..” (Kis.15:28)    

Pemberitaan dan pengajaran secara lisan oleh para rasul, serta praktek-praktek ibadah (sebagai ekspresi Iman yang menghasilkan : Kredo Iman, Konsili, Kanon Alkitab, Kanon Penata Layanan dsb) umat dalam lingkup/komunitas gereja awal inilah yang disebut sebagai : “paradosis” (latin,traditio=diterus-sampaikan) seperti dinyatakan sbb :

 

Sebab itu, berdirilah teguh dan berpeganglah “tas paradoseis” (=pada tradisi-tradisi)  yang kamu terima dari kami, baik secara “lisan (dia logon), maupun secara tertulis (di epistolis imon)” (2Tes.2:15).

 

Sedangkan paradosis yang berisi berita “karya keselamatan Yesus” tsb tidak hanya sekedar kehendak manusia semata namun juga dari ilham Roh Kudus (Kis.5:32), maka paradosis itu mempunyai wibawa Ilahi sebagai “Firman Allah”.

 

“Dan karena itulah kami tidak putus-putusnya mengucap syukur juga kepada Allah, “sebab kamu telah menerima firman Allah” yang kami beritakan itu, bukan sebagai perkataan manusia, tetapi--dan memang “sungguh-sungguh demikian--sebagai firman Allah” (aletos logon theou), yang bekerja juga di dalam kamu yang percaya.” (1Tes 2:13)

 

Kitab Suci Perjanjian Baru (Injil) yang difinitif diakui Gereja secara universal baru terjadi sekitar abad ke-IV M, meskipun sejak tahun 150 M Gereja telah memulai usaha menjadikan tulisan-tulisan rasuliah kedalam suatu “Kanon” (=Pakem=Patokan). Jadi selama masa 33 M sampai terbentuknya “Kanon Kitab Perjanjian Baru”, Gereja tidak memiliki “dokumen tertulis” seperti yang dikenal sebagai Perjanjian Baru saat ini. Maka saat belum adanya kanon Kitab Suci PB, yang dikatakan sebagai Injil (sampai sekarang) adalah “paradosis” Rasuliyah tadi. Karena seperti telah dinyatakan dalam 2Tes.2:15 diatas bahwa yang disebut paradosis mencakup berita “lisan” (dia logon) maupun “tertulis” (di epistolis imon).

 

Pada kurang lebih 58 M, Rasul Paulus sebagai “anggota Gereja Anthiokia” (Kis.13:1-3) menulis surat kepada Gereja di Tesalonika yang isinya tentang peneguhan “berita Keselamatan”. Selanjutnya dokumen tertulis tsb dikumpulkan oleh Gereja sebagai kanon “epistel” (surat) Tesalonika, demikian surat-surat lainnya seperti, Roma (ditujukan ke Jemaat di Roma), Galatia, Efesus, Korintus dst.

Jelaslah bahwa berita tertulis atau yang dikenal dengan sebutan Kitab Suci Perjanjian Baru (Injil) adalah bagian dari paradosis rasuliyah yang tak terpisahkan dari lingkup Jemaah, karena muncul dan ada di lingkup Gereja. Kitab Injil “ada sebagi produk Gereja” (bukan sebaliknya, Gereja ada sebagai produk dari “Kitab Injil”), karena Kitab Injil merupakan “bagian tak terpisahkan dari paradosis” yang memberitakan Sang Firman Menjelma sebagai “inti iman Gereja” (1Kor.15:1-10). Dan dalam menerus-sampaikan berita keselamatan tersebut, para penulis Injil diilhami oleh Roh Kudus, sehingga tulisannya dikatakan sebagai “Firman Allah” (Kis.5:32; 1Tes.2:13).   

 

(Andisko): Nah, dari pernyataan beliau…secara jujur bagaimana anda menyikapi pengetahuan beliau?

 

“Memang benar, yang menetapkan kanon Alkitab...adalah otoritas gereja, dalam hal ini Konsili. Darimana saya tahu bahwa kitab ini adalah bagian dari Alkitab sedang kitab lain tidak? Dari keputusan gereja! Mengapa? Sebab dalam alkitab sendiri tidak ada sabda Tuhan yang menentukan kitab mana saja yang merupakan firman-Nya...jadi iman saya juga tergantung dari iman gereja. ini suatu hal yang mendasar yang perlu kita akui. Namun perlu juga kita yakini bahwa dalam konsili-konsili, Roh Kudus bekerja secara istimewa maka suatu keputusan konsili, biarpun lewat voting, adalah berkat bimbingan Roh Kudus.”

(Gendon): Jelas, bahwa Alkitab adalah bagian tak terpisahkan dari “Paradosis” Gereja yang telah diputuskan dalam “Muktamar Agung” Gereja. Dengan demikian bertolak dari “…keputusan Roh Kudus dan kami,…” Kis.15:28 dalam Muktamar Agung Gereja, maka Alkitab mempunyai wibawa (otoritas) Ilahi sebagai “sungguh-sungguh Firman Allah” (aletos logon theou, 1Tes.2:13)

 

"Kita menerima suatu “kitab sebagai injil yang otentik dari Yesus,” bukan pertama2 karena kita bisa memperoleh kepastian bahwa kitab itu benar-benar memuat kata-kata Yesus, persis seperti aslinya.Kita menerima injil itu sebagai asli dari Yesus karena kita percaya bahwa injil itu benar-benar menyampaikan ajaran Yesus yang menyelamatkan kita. Karena itu, meskipun suatu ucapan Yesus ternyata diwartakan secara sedikit berbeda satu dengan yang lain, iman kita tidak perlu goyah. Para penulis suci sendiri, tidak menganggap perlu bahwa mereka mewartakan kebenaran secara seragam dalam hal-hal yang “tidak hakiki/esensial”. Mereka merasa bebas untuk sedikit mengubah ucapan Yesus agar lebih sesuai dengan kebutuhan umat yang diadapi mereka, jadi, kita tak bisa membaca alkitab dengan mentalitas dan tuntutan seorang manusia modern yang suka menuntut kepastian dan ketelitian data sejarah. Memang menerjemahkan suatu kalimat dari satu bahasa ke bahasa lain itu tidak selalu mudah. Bisa jadi terjemahannya tidak 100% tepat. Namun, bagi kita tidak terlalu penting apakah ucapan Yesus yang dimuat dalam injil yang bhs, Yunani itu persis sama dengan ucapan Yesus dalam bahasa Aram, asal intinya sama.

 

(Gendon) :Bahwa inti “paradosis” apostolik sebagai dianggap oleh Paulus : “…yang “sangat penting” telah kusampaikan kepadamu, yaitu apa yang telah kuterima sendiri, ialah bahwa Kristus telah mati karena dosa-dosa kita, sesuai dengan Kitab Suci, bahwa Ia telah dikuburkan, dan bahwa Ia telah dibangkitkan, pada hari yang ketiga, sesuai dengan Kitab Suci…” (1Kor.15:3-4). Ini juga yang menjadi Kredo (Pengakuan) Iman Kristen yang “sekali untuk selamanya dipegang” dan diberitakan oleh Gereja. Seperti tradisi (paradosis) yang ada dalam Jemaah, apabila kredo tersebut disimpangkan (diselewengkan), maka gereja secara komunitas akan meluruskan dan memutuskan apa yang harus dilakukan oleh jemaah melalui “Konsili Agung”. Hal tsb sudah dilakukan oleh Gereja Rasuliah dalam sepanjang sejarahnya, seperti dalam menangkal serangan ajaran “Para Bidah” : Arianisme, Docetisme, Monothelitisme, Ebionitisme, dst.

Saya kurang setuju atas pernyataan beliau bahwa kita : ” menerima suatu “kitab sebagai injil yang otentik dari Yesus,”  , karena memang Yesus tidak mewariskan Kitab Injil (seperti bentuknya sekarang ini) kepada Jemaat. Namun sejauh dipahami bahwa hakekat “Injil itu adalah Sang Kristus” dan karena paradosis tertulis (Kitab Perjanjian Baru) tersebut “memberi kesaksian tentang-Nya”, maka Kitab Injil dimengerti sebagai “reflektor” yang memancarkan hakikat Sang Firman Menjelma (Yesus Kristus), saya sepakat.      

 

(Andisko): Saya sependapat dengan ini, bahwa Yesus tercipta dari kalimat perintah “Kun!” Masalahnya kemudian adalah apakah ajaran Yesus tentang Tuhan Yang Esa sampai kepada kaumnya sampai saat ini atau kaum Nasrani lebih dominan kepada ajaran Paulus (terinspirasi oleh Tuhan?),

 

(Gendon): Dari data “paradosis tertulis” (Kis.15:1-34) jelas Paulus tidak mengabarkan berita yang lain dari “kerygma rasuliyah” Gereja, terbukti saat Paulus tidak sepaham dengan pemberlakuan Hukum Musa atas orang-orang Non-Yahudi yang masuk Kristen, beliau perlu memutuskan secara bersama (dengan Para Rasul lain di Yerusalem) apa yang harus dilakukan oleh jemaat di Anthiokia. Seperti itu juga Gereja, dalam menjaga “kemurnian ajarannya” selalu perpatokan dari hasil keputusan “Konsili Agung” (yang bersifat universal, bukan konsili lokal). Karena itu “otoritas” kebenaran ajaran (dogma gereja) bukan dihasilkan oleh individu-individu atau sekelompok orang dan golongan, namun secara bersama-sama (komunitas jamaah). Dengan begitu jelas, Paulus secara individu tidak mempunyai “wibawa” apa-apa atas suatu dogma gereja, karena melalui keputusan bersama dengan pimpinan Roh Kudus, barulah sebuah keputusan mengenai dogma gereja “sah, kudus dan berwibawa”.

 

Jadi sekarang harapan saya, anda sudah dapat menilai mana-mana ajaran Kristen yang mempunyai otoritas, sah, kudus dan berwibawa sebagai bagian tak terpisahkan dari “paradosis kudus, am dan apostolik”. (Ingat, Alkitab produk Gereja bukan sebaliknya dan usia Alkitab Perjanjian Baru kurang lebih sudah mencapai 1700 th)

 

(Andisko): Menanggapi masalah Alkitab dan Ilmu pengetahuan ini sungguh sangat-sangat menarik, bahwa ini sebenarnya jugalah bukan barang baru di kalangan Nasrani sendiri. Lebih-lebih sejak masa Copernicus, Galileo, sampai pada filosof modern macam Bertrand Russel. Dari kesimpulan antara sains dan agama adalah memisahkan dua bidang itu dalam kawasan yang berbeda guna menghindari konflik antara keduanya. Masalah penciptaan alam, misteri banjir Nuh, silsilah yang membawa munculnya manusia pertama di bumi, ini adalah sesuatu yang sangat kompleks kontradiksinya.

Dalam hal yang lebih kecil dari itu yaitu yang bersifat matematis dimana masih terkait erat dengan ilmu pengetahuan, bagaimana anda melihat kontradiksi angka-angka secara fisik diantara banyak ayat di dalam Alkitab?

 

(Gendon): Menurut saya, prinsip bahwa inti dari pemberitaan iman Kristen adalah “Peristiwa Sang Firman Menjelma”, ini juga dapat dikatakan Allah yang masuk (ikut ambil bagian) dalam sejarah manusia. Oleh karenanya fokus Alkitab tentu sangat bercorak Theologis dan pasti bukan : matematis, geografis, historis, filsafat dst. Dengan demikian “kategori kebenaran” yang harus diterapkan pada Alkitab bukanlah kebenaran dari sisi matematis, geografis dst, walaupun Alkitab mendokumentasikan itu semua, namun jelas bukan hal itu yang menjadi tujuan akhir pemberitaannya. Maka benar apa yang dikatakan Romo Pied diatas, bahwa unsur-unsur tsb adalah “tidak hakiki/esensial”. (=tetek-bengek, maksudnya bukan tujuan akhir pemberitaan Alkitab), yang bukan menjadi “Goal” iman Kristen. Konkritnya : apabila saya tidak percaya bahwa “Maria tanpa dosa asal atau Golgota itu disebelah barat/timur Yerusalem” tidak berpengaruh atas keselamatan saya, karena memang bukan itu Pokok Keselamatan tsb. Tapi apabila saya “tidak percaya” bahwa : “Yesus dibangkitkan dari antara orang mati”, maka jelas keselamatan tidak ada pada saya (1Kor.15:14). Mengapa…? Bahwa kemanusiaan yang dikenakan oleh Sang Firman tsb adalah kemanusiaan saya, apabila saya menolak hal itu berarti kemanusiaan saya juga tertolak oleh “peluang keselamatan” yang diberikan Allah kepada saya didalam AnakNya yang telah menjelma.

 

Tentang “relasi IPTEK dan Iman” dalam memahami wahyu Ilahi saya sepakat dengan apa yang dikatakan dalam Hadits Nabi Muhamad : “barang siapa yang mampu mengenali dirinya akan mampu mengenal Tuhan” karena memang “manusia diciptakan seturut citra Allah”. Maka perangkat manusia yang paling dekat/sensitif terhadap kebenaran Illahi adalah “Hati Nurani” (=jiwa sebagai reflektor kemuliaan ilahi), namun demikian Allah juga mengaruniakan “Akal Budi”. Synergia antara kedua perangkat tersebut dalam “kerangka iman”, menurut saya itulah idealnya dalam pengenalan akan Allah. 

           

Demikianlah saudaraku, respon saya terhadap tanggapan anda dua minggu lalu. Saya harap anda, tidak jenuh berdiskusi dengan saya. Sekali lagi maaf, baru bisa merespon dan memposting hari ini, karena ada pekerjaan yang harus secepatnya saya selesaikan. Saya juga sudah membaca postingan anda, sekarang masih dalam proses tanggapan balik.  

 

Salam :

Gendon


Do you Yahoo!?
The New Yahoo! Search - Faster. Easier. Bingo.


Do you Yahoo!?
The New Yahoo! Search - Faster. Easier. Bingo.

#11301 From: Andrie Setyoko <andsisko@...>
Date: Mon May 26, 2003 11:57 am
Subject: Muhammad Rasullullah saw.(Tanggapan u/ Ronald)
andsisko
Send Email Send Email
 

Muhammad Rasullullah saw.

 

Salam mas "Ronald" <ronald7@...

Sudah kami maklumi pernyataan anda sebagai orang yang tidak percaya kepada Rasullullah saw. sebagai utusan terakhir Allah bagi semesta alam. Insya Allah kelak Allah meengungkapkan apa-apa yang anda perselisihkan. Tetapi sekarang mari saya beritahukan dari “kenapa-kenapa” anda:

 

Ronald:

Jika Muhammad itu sungguh-sungguh utusan ALLAH, kenapa dia suka-suka kawin sampai 15 istri lagi, waduh, nafsu tinggi nih.

Andsisko: 
Sebenarnya dapat saja kami membantah kata-kata anda itu mengenai istri–istri Rasullullah dengan jawaban yang sudah tentu akan menjatuhkan semua argumen misi-misi penginjil dan orang-orang Orientalis yang juga mau ikut cara-cara mereka itu.  Tetapi dalam hal ini kami lalu memperkosa sejarah dan memperkosa kebesaran Muhammad dan kerasulannya. Dia bukanlah orang seperti yang anda (mereka kaum orientalis) gambarkan: orang yang pikirannya dipengaruhi oleh hawa nafsu. Tak ada isterinya itu yang dikawininya hanya karena ia terdorong oleh syahwat atau nafsu berahi saja. Kalaupun ada beberapa penulis Muslim pada zaman-zaman tertentu dengan sesuka hati berkata demikian dan mengemukakan alasan itu kepada lawan-lawan Islam dengan niat baik, soalnya ialah karena tradisi yang berlaku telah membawa mereka kepada pengertian materi. Mereka ingin menggambarkan Muhammad itu besar dalam segalanya, juga besar dalam kehidupan hawa nafsu. Sudah tentu ini suatu penggambaran yang salah sama sekali. Sejarah hidup Muhammad sama sekali tak dapat menerima ini, dan seluruh hidup pribadinya pun dengan sendirinya sudah menolak. Ia kawin dengan Khadijah dalam usia duapuluh tiga tahun, usia muda-remaja, dengan perawakan yang indah dan paras muka yang begitu tampan, gagah dan tegap. Namun sungguhpun begitu Khadijah adalah tetap isteri satu-satunya, selama duapuluh delapan tahun, sampai melampaui usia limapuluhan. Padahal masalah poligami ialah masalah yang umum sekali di kalangan masyarakat Arab waktu itu. Di samping itu Muhammad pun bebas kawin dengan Khadijah atau dengan yang lain, dalam hal ia dengan isterinya tidak beroleh anak laki-laki yang hidup, sedang anak perempuan pada waktu itu dikubur hidup-hidup dan yang  dapat dianggap sebagai keturunan pengganti hanyalah anak laki-laki.

Muhammad hidup hanya dengan Khadijah selama tujuh belas tahun sebelum kerasulannya dan sebelas tahun sesudah itu; dan dalam pada itu pun sama sekali tak terlintas dalam pikirannya ia ingin kawin lagi dengan wanita lain. Baik pada masa Khadijah masih hidup, atau pun pada waktu ia belum kawin dengan Khadijah, belum pernah terdengar bahwa ia termasuk orang yang   mudah tergoda oleh kecantikan wanita-wanita yang pada waktu itu justeru wanita-wanita belum tertutup. Bahkan mereka itu suka memamerkan diri dan memamerkan segala macam perhiasan, yang kemudian dilarang oleh Islam. Sudah tentu tidak wajar sekali apabila akan kita lihat, sesudah lampau  limapuluh tahun, mendadak sontak ia berubah demikian rupa sehingga begitu ia melihat Zainab bint Jahsy - padahal waktu itu isterinya sudah lima orang diantaranya Aisyah yang selalu dicintainya - tiba-tiba ia tertarik sampai ia  hanyut siang-malam memikirkannya. Juga tidak wajar sekali apabila kita lihat, sesudah lampau limapuluh tahun usianya, yang selama lima tahun sudah beristerikan lebih dari tujuh orang, dan dalam tujuh tahun sembilan orang isteri. (Banyak keterangan yang pernah kita dengar mengenai istri Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam ini. Ada yang mengatakan sembilan, ada yang mengatakan sebelas, dan ada juga yang mengatakan dua belas. Semua keterangan tersebut biarlah berlalu seperti itu, Al-Zuhri berkata, "Nabi saw menikahi dua belas wanita Arab yang muhshonah (terpelihara dari dosa). Sementara itu, Qatadah meriwayatkan bahwa Nabi saw menikahi lima belas wanita. Enam wanita dari suku Quraish, satu wanita dari sekutu-sekutu Quraish, tujuh wanita dari Arab dan yang satunya lagi dari Bani Israil. Di pihak lain, Abu Ubaid meriwayatkan bahwa Nabi saw menikahi delapan belas wanita: tujuh dari Quraish, satu dari sekutu-sekutu Quraish, sembilan dari Arab, dan satu dari Bani Israil. Mereka itu adalah Khadijah, Saudah, Aisyah, Ummu Salamah, Hafshah, Zainab binti Jahs, Juwairiyah, Ummu Habibah, Shafiyyah, Maimunah, Fathimah binti Syuraih, Zainab binti Khuzaimah, Hindun binti Yazid, Asma' binti an-Nu'man, Qutailah saudara perempuan al-Asy'ats dan Sana' binti Asma' as-Sulamiyyah. Tetapi dari semua itu yang terpenting adalah masing masing memiliki sandaran riwayatnya. Sebaiknya anda juga mengetahui tingkatan-tingkatan hadist) Semuanya itu, motifnya hanya karena dia terdorong oleh nafsu kepada wanita, sehingga ada beberapa penulis Muslim - dan juga penulis-penulis Barat mengikuti jejaknya - melukiskannya sedemikian rupa, demikian merendahkan yang bagi seorang materialis sekalipun sudah tidak layak, apalagi buat orang besar, yang ajarannya dapat mengubah dunia dan mengubah jalannya roda sejarah, dan masih selalu akan mengubah dunia sekali lagi, dan akan mengubah jalannya roda sejarah sekali lagi. Apabila ini suatu hal yang aneh dan tidak wajar, maka akan jadi aneh juga kita melihat bahwa perkawinan Muhammad dengan Khadijah telah memberikan keturunan, laki-laki dan perempuan, sampai sebelum ia mencapai usia limapuluh tahun, dan bahwa Maria melahirkan Ibrahim sesudah Muhammad berusia enampuluh tahun dan hanya dari yang dua orang ini sajalah yang membawa keturunan. Padahal isteri-isteri itu ada yang dalam usia muda, yang akan dapat juga hamil dan melahirkan, baik  dari pihak suami atau pihak isteri, dan ada yang sudah cukup usia, sudah lebih dari tigapuluh tahun umurnya,  dan sebelum  itu  pun  pernah  pula  punya  anak. Bagaimana pula gejala aneh dalam hidup Nabi ini ditafsirkan, suatu gejala yang tidak tunduk kepada undang-undang yang biasa, yang sekaligus terhadap kesembilan wanita itu?! Sebagai manusia, sudah tentu jiwa Muhammad cenderung sekali ingin beroleh seorang putera, sekalipun - dalam kedudukannya sebagai nabi dan rasul - dari segi rohani ia sudah menjadi bapa seluruh umat Muslimin. "Sungguh," kata Umar, "Tatkala kami dalam zaman jahiliah, wanita-wanita tidak lagi kami hargai. Baru setelah Tuhan memberikan ketentuan tentang mereka dan memberikan pula hak kepada mereka." Dan katanya lagi: "Ketika saya sedang dalam suatu urusan tiba-tiba isteri saya berkata:  ‘Coba kau berbuat begini atau begitu." Jawab saya: "Ada urusan apa engkau disini, dan perlu apa engkau dengan urusanku!"  Dia pun membalas: "Aneh sekali engkau Umar. Engkau tidak mau ditentang, padahal puterimu menentang Rasulullah s.a.w. sehingga ia gusar sepanjang hari." Kata Umar selanjutnya: "Kuambil mantelku, lalu aku keluar, pergi menemui Hafsha.”Anakku,” kataku kepadanya. "Engkau menentang Rasulullah s.a.w. sampai ia merasa gusar sepanjang hari?"  Hafsha menjawab:  "Memang kami menentangnya." "Engkau harus tahu," kataku. "Kuperingatkan engkau akan siksaan Tuhan serta kemurkaan RasulNya. Anakku, engkau jangan teperdaya oleh kecintaan orang yang telah terpesona oleh kecantikannya sendiri dengan kecintaan Rasulullah s.a.w." Katanya lagi: "Engkau sudah mengetahui, Rasulullah tidak mencintaimu, dan kalau tidak karena aku engkau tentu sudah diceraikan."

Anda sudah melihat, bahwa Muhammad mengawini Aisyah atau mengawini Hafsha bukan karena cintanya atau karena suatu dorongan berahi, tapi karena hendak memperkukuh tali masyarakat Islam yang baru tumbuh dalam diri dua orang pembantu dekatnya itu. Sama halnya ketika ia kawin dengan Sauda, maksudnya supaya pejuang-pejuang Muslimin itu mengetahui, bahwa kalau mereka gugur untuk agama Allah, isteri-isteri dan anak-anak mereka tidak akan dibiarkan hidup sengsara dalam kemiskinan.
 

Ronald:

Jika Muhammad itu utusan Allah, bukankah Allah itu Sumber kebaikan ? Maha Baik, Maha Murah, dll. Tapi kenapa Muhammad suka sekali berperang, entah sudah berapa kali, entah itu suku antar suku, ataupun bangsa antar bangsa.

Andsisko:

Hal serupa juga pernah ditanyakan saudara Venus, tetapi baiklah. Tentang masalah Nabi Muhammad dan umatnya (kaum Muslim) dalam memerangi musuh-musuh Allah, tidak lepas dari semangat jihad. Sayangnya, masih banyak orang yang merinding mendengar kata jihad. Padahal tanpa adanya semangat jihad niscaya seorang Muslim tidak mempunyai nilai apapun. Harga diri seorang Muslim tidaklah lengkap tanpa “ruh” jihad ini. Jihad dapat kita definisikan sebagai `bersungguh-sungguh atau mengerahkan segala aset dan potensi yang dimilikinya untuk meraih cita-cita`. Utamanya menegakkan kejayaan dan martabat Islam.

“Orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah dengan harta benda dan diri mereka…. (QS. at-Taubah: 20)

Misi dan visi seorang Muslim merupakan salah satu ukuran dirinya, Apakah dia termasuk orang yang berpihak kepada Allah dan Rasul-Nya ataukah hanya menjadikan Islam sekedar atribut tanda penduduk, sekadar simbol artifisial yang kehilangan substansinya. Jihad merupakan cara dan ciri hidup seorang Muslim, sebuah garis yang antara dirinya dan kaum kafir.

“Maka janganlah kamu mengikuti orang-orang kafir, dan berjihadlah terhadap mereka dengan Al-Qur`an dengan jihad yang besar.” (QS. al-Furqaan: 52)

“Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad di antaramu, dan belum nyata orang-orang yang sabar.” (QS. ali-Imran: 16)

Saya ambil satu peristiwa dimana terjadinya masa menyedihkan bagi umat. Dimana Muhammad saw. terpaksa bersikap keras terhadap beberapa pemuja berhala di Madinah, yang menolak kekuatan Muslim pendatang baru dan yang bertekad mengusir mereka dari pemukiman. Dia juga harus berurusan dengan Mekkah, dimana seorang Abu Sufyan melakukan gerakan untuk melawannya dan meluncurkan dua serangan besar melawan umat Islam dalam peperangan. Tujuannya bukan hanya mengalahkan umat dalam peperangan, tetapi membasmi semua orang Muslim. Etika keras padang pasir berarti tidak ada peperangan setengah-setengah, bila memungkinkan, pemimpin kelompok yang menang diharapkan membasmi musuhnya. Jadi disini umat menghadapi ancaman kepunahan total. Demikianlah yang pada akhirnya Islam menghadapi peperangan demi peperangan, perdamaian, penghianatan perdamaian, orang-orang yang selalu ingkar akan perjanjian, sekaligus pemuja-pemuja berhala yang memang tradisi bangsa Arab pada saat itu.

Satu lagi contoh, dan saya ajak anda untuk sedikit mengetahui peristiwa tentang ekspedisi Mu`ta. Bahwa saat itu Muhammad saw. belum merasa perlu: tergesa-gesa membebaskan Mekah. Dia mengetahui sekali, bahwa soalnya hanya tinggal soal waktu saja. Perjanjian Hudaibiya baru setahun berjalan. Juga bukan maksudnya akan mengadakan pelanggaran. Muhammad orang yang sangat setia tiada sebuah kata yang pernah diucapkan atau perjanjian yang pernah dibuat, akan dilanggarnya. Oleh karena itu tatkala ia kembali ke Medinah selama beberapa bulan tidak terjadi   bentrokkan-bentrokan, kecuali kecil-kecilan saja, seperti pengiriman 50 orang kepada Banu Sulaim dengan tugas dakwah mengajak mereka menganut Islam, yang kemudian dibunuh oleh Banu Sulaim secara gelap dan dengan tidak semena-mena, sehingga pemimpinnya yang berhasil lolos hanya karena kebetulan saja. Begitu juga Banu Laith dan Zafar yang telah menyerang dan merampas mereka itu. Sama pula dengan hukuman yang telah dijatuhkan kepada Banu Murra karena pengkhianatan mereka itu tadinya. Demikian juga adanya limabelas orang yang telah dikirim ke Dhat't-Talh di perbatasan Syam dengan tugas dakwah mengajak mereka mengikut Islam, dibalas dengan pembunuhan juga, sehingga tak ada yang selamat kecuali pemimpinnya.
Kalau Perjanjian Hudaibiya merupakan pendahuluan 'umrat'l-qadza', lalu pembebasan Mekah, maka ekspedisi Mu'ta ini juga merupakan pendahuluan Tabuk; dan setelah Nabi wafat kemudian terjadi pembebasan Syam. Soalnya akan sama saja; yang menimbulkan ekspedisi Mu'ta itu karena dibunuhnya utusan Nabi kepada penguasa Bushra, atau karena lima belas orang sahabatnya yang juga dibunuh di Dhat't-Talh. 

Pernahkah anda menyimak akan peristiwa kekecaman Perang Salib 1, 2, 3, dan seterusnya? Dan apa yang menjadi misi dan akhir dari para pasukan tersebut tidaklah membawa faedah apapun kecuali kerusakan di muka bumi. Seperti dikatakan oleh Dr. Peterson Smith dalam sebuah bukunya tentang kehidupan Almasih, bahwa "Penaklukan Yerusalem itu adalah merupakan Perang Salib kedelapan yang dilancarkan pihak Kristen untuk mencapai maksudnya."

"Barangsiapa menggunakan pedang akan binasa oleh pedang."  Kata-kata Injil ini benar. Meskipun ini memang sesuai dengan keadaan Muslimin yang datang kemudian, yang berperang  hendak menaklukkan beberapa kerajaan dan untuk menjajahnya, bukan untuk membela diri dan membela keyakinannya, tapi buat masa sekarang hal ini lebih sesuai lagi dengan Barat yang berperang dan menaklukkan untuk merendahkan dan menjajah bangsa-bangsa lain.

               

Ronald:

Jika Muhammad itu memang dari Allah, kenapa hanya menggunakan bahasa Arab saja, kenapa ? Allah itu buta bahasa? cuma tahu Arab saja ? kenapa ? apakah Muhammad takut bila diterjemahkan secara luas, apakah nanti kejanggalan/pertentangan kalimat yang Muhammad buat bisa terbuka ?

Andsisko:

Berpulang kepada anda, jika Yesus itu menurut anda Tuhan, kenapa dia hanya menggunakan bahasa setempat saja? Bukankah “Tuhan” Maha Segalanya? Kenapa “Tuhan” Yesus tidak berkeliling dunia saja, atau paling tidak di daerah Timur Tengah dengan menggunakan bahasa masing-masing penduduk dalam misi sucinya? Ataukah memang sebegitu kemampuan “Tuhan” Yesus? Apakah Yesus takut disalib berkali-kali dengan masyarakat Timur Tengah? Kenapa anda harus mempercayai Perjanjian Baru yang bukan ditulis dan dikarang sendiri oleh Yesus? Kenapa anda tidak mengkritisi pertentangan di dalam Alkitab anda sendiri? KENAPA dan KENAPA? Kenapa pula Yesus mengatakan “…,sedangkan balok di dalam matamu tidak engkau ketahui?...”

Carilah sesuatu yang relevan dan masuk akal untuk bisa didiskusikan dengan baik.

 

Ronald:

Jika Muhammad itu mengaku Allah MAHA ESA kenapa dalam ayat-ayat ada yang diperuntukkan untuk jin-jin, setan dan lain-lain, bahkan kita bisa berteman dengan jin. ANEH bukan ? Jika Allah menyuruh begitu ?

Andsisko:

Muhammad saw. dan juga Yesus (pbuh) beserta para nabi dan rasul yang lain, tidak pernah seumur hidupnya dan dalam masa tugasnya mengaku-aku sebagai “Allah Maha Esa!” Mereka tidaklah lebih hanya sebagai Nabi dan Rasul Allah swt. Memang “ANEH” apa yang anda nyatakan, karena tidak pernah ada satu ayatpun yang menyuruh manusia untuk berteman atau meminta bantuan kepada jin. Jin artinya tirai atau tertutup, maksudnya segala mahluk halus yang tidak dapat dilihat oleh indera penglihatan manusia. Apakah kehidupan jin layaknya manusia menikah dan berketurunan juga beragama? Ya!, Karena jin juga terdiri dari laki-laki dan perempuan pun menikah dan berketurunan;

“Di dalam surga itu ada bidadari-bidadari yang sopan menundukkan pandangannya, tidak pernah disentuh oleh manusia sebelumnya dan tidak pula oleh jin.” (QS. ar-Rahman: 56)

“Hai golongan jin dan manusia, apakah belum datang kepadamu rasul-rasul dari golongan kamu sendiri, yang menyampaikan kepadamu ayat-ayatKu dan memberi peringatan kepadamu terhadap pertemuanmu dengan hari ini?” (QS. al-An`aam: 130)

            “…: sekumpulan jin telah mendengarkan (AL-Qur`an), lalu mereka berkata” Sesungguhnya kami telah mendengarkan Al-Qur`an yang menakjubkan, (yang) memberi petunjuk kepada jalan yang benar, lalu kami beriman kepadanya. Dan kami sekali-kali tidak akan mempersekutukan seorangpun dengan Tuhan kami, dan bahwasanya Maha Tinggi kebesaran Tuhan kami, Dia tidak beristri dan tidak (pula) beranak. Dan bahwasanya: orang yang kurang akal daripada kami dahulu selalu mengatakan (perkataan) yang melampaui batas terhadap Allah, dan sesungguhnya kami mengira, bahwa manusia dan jin sekali-kali tidak akan mengatakan perkataan yang dusta terhadap Allah. Dan bahwasanya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki di antara jin, maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan.” (QS. al-Jin: 1-6)

Bahwa Allah tidak menciptakan manusia dan Jin hanya untuk menyembah-Nya, adalah benar. Tiada suatu apapun yang tunduk dan sembah hanya kepada Allah, kecuali bagi mereka yang ingkar. Bahkan yang ingkarpun tidaklah lepas dari tunduknya mereka akan ketetapan Allah atas mereka pada hari akhir dan ketetapan siksaNya kelak. Na`udzubillah…

“Dan sesungguhnya diantara kami ada orang-orang yang shaleh dan diantara kami ada (pula) yang tidak demikian halnya. Adalah kami menempuh jalan yang berbeda-beda. Dan sesungguhnya kami mengetahui, bahwa kami sekali-kali tidak akan dapat melepaskan diri (dari kekuasaan) Allah di muka bumi dan sekali-kali tidak (pula) dapat melepaskan diri (daripada)Nya dengan lari.” (QS. al-Jin: 11-12)

 

Ronald:

Jika Muhammad itu bilang Allah itu MAHA BESAR, Kenapa harus berputar-putar menyembah dan berdoa di Ka'bah hitam bahkan disuruh berdoa harus menghadap/mengarah ka'bah, tidak boleh membelakangi arah ka'bah. berarti Allah bukan Maha Besar, Allah itu tidak Universal ?

Andsisko:

Yang anda maksud dengan “berputar-putar” adalah thawaf. Perlu anda ketahui bahwa thawaf mengelilingi Ka`bah sama dengan shalat, maka yang dihadirkan dalam momen tersebut sama dengan shalat yaitu hadirnya hati akan keagungan Allah, perasaan takut akan adzab dan siksanya, pengharapan nikmat dan ridhlaNya, dan rasa cinta kita kepadaNya. Setiap orang yang memasuki Masjidil Haram tidak diwajibkan atau diharuskan untuk melakukan thawaf, tetapi bila waktu dan keadaan memungkinkan hendaklah dilakukan thawaf sebagai ganti shalat sunat tahiyatul masjid. Tidak ada kata “meyembah” Ka`bah seperti yang anda nyatakan, karena di saat kami melakukan shalat, kami tidaklah menyembah sajadah ataupun sesuatu di depan kita. Tetapi adalah Allah yang hanya patut disembah dan diagungkan. Thawaf merupakan kegiatan ibadah mengelilingi Ka`bah, para pelaku thawaf diharapkan dapat merenungi keunikan Ka`bah yang menghadap ke segala arah, dimana melambangkan universalitas dan kemutlakan Tuhan, suatu sifat Tuhan yang tidak berpihak tetapi merahmati seluruh alam dan dengan thawaf pula umat manusia dididik aktif bergaul menjaring komunikasi dengan Tuhan dan antar manusia. Kenapa Baitullah (Ka`bah) dijadikan kiblat untuk melakukan shalat dan ibadah yang lain yang berhubungan langsung dengannya?

Baitullah, seperti halnya Shafa, Marwa dan Arafah, merupakan salah satu syiar Allah yang amat penting. Di situlah adanya napak tilas para hamba shaleh dan pecinta Allah Yang Esa, dimana di dalam syiar tersebut diharapkan manusia menangkap makna simbol-simbol dan merealisasikannya di dalam kehidupan sehari-hari.

“Demikianlah (perintah Allah). Dan barang siapa mengagungkan syiar-syiar Allah, maka sesungguhnya itu timbul dari ketakwaan hati.” (QS. al-Haj: 32)

“Allah telah menjadikan Ka`bah, rumah suci itu sebagai pusat (peribadatan dan urusan dunia) bagi manusia,…, bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa yang ada di langit dan yang ada di bumi dan bahwa sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” (QS. al-Maidah: 97)

Karena syarat sahnya shalat adalah menghadap kiblat, maka memang wajib bagi orang yang sehat dan mampu dalam melaksanakan segala ketentuannya. Dikecualikan bagi keadaan tertentu yang di luar kemampuannya untuk melakukan shalat dengan menghadap kiblat, misal dalam perjalanan udara ataupun laut. Tetapi dengan begitu tidak dengan sendirinya shalat itu gugur, karena shalat dapat dilakukan sesuai dengan kemampuannya apapun keadaan fisiknya, yaitu dengan mengiktikadkan kiblat (Ka`bah di dalam hatinya). Karena kewajiban shalat adalah mutlak, maka tidak ada keringanan sedikitpun untuk meninggalkannya, dengan bentuk pelaksanaan sesuai kondisi yang disanggupi. Bahkan di dalam keadaan berperang dan berlaripun kita masih bisa melakukan shalat. Akhirnya andalah yang menyatakan bahwa Allah bukan Maha Besar dan Allah tidak universal yang berarti menampik adanya Tuhan Yang Maha Tunggal (na`udzubillah..), bukan kami umat yang hanya kepada Allah Yang Maha Besar dan Maha Agung mengabdi dan menyembah.

 

Ronald:

Jika Muhammad itu Hamba Allah, kenapa wanita-wanita harus selalu yang menjadi korban, selalu dianggap rendah, selalu dikucilkan, tidak boleh ini dan itu, seperti layaknya Budak. Apakah Allah menciptakan wanita untuk seperti itu ?? dan Apakah Allah menyuruh begitu ???

Andsisko:

Entah darimana anda bisa menyatakan bahwa ajaran Islam memandang kaum wanita seperti itu? Saya menganggap anda mendapatkannya dari mitos. Perlu anda ketahui bahwa Islam tidak pernah mempunyai pandangan buruk atau negatif kepada wanita, justru menempatkan wanita sebagai kodratnya yang alami. Tahukah anda bahwa “surga ada di telapak kaki ibu” adalah ucapan beliau saw.? Tahukah anda bagaimana kedudukan wanita di mata masyarakat yang tak beradab di jazirah Arab sebelum datangnya Islam? Tahukah anda bahwa wanita mempunyai norma-norma dan aurat yang tidak bisa disamakan dengan kaum pria? Tahukah anda tingginya martabat wanita Muslimah di mata Allah dan masyarakatnya dibanding dengan wanita-wanita barat (dan didikannya) yang wajar mengumbar norma dan auratnya? Tahukah anda bahwa ajaran Islam (di negara Islam) tidak pernah melegalkan hidup bersama antara pria dan wanita kecuali dalam keadaan bersuami istri? Tahukah anda bahwa kehidupan sex bebas lebih dilegalkan di dunia barat yg mayoritas masyarakatnya bukanlah Muslim? Tahukah anda bagaimana seorang Muslim dan Muslimah menghormati seorang ibu? Bahkan mengatakan atau menjawab “uh” saja adalah suatu yang tidak pantas (yang sudah dikategorikan dosa)? Tahukah anda kenapa Rasullullah saw. menjawab dengan menyebut “Ibu” sampai tiga kali dan kemudian “ayah”, saat ditanya salah seorang sahabatnya siapa orang yang harus/patut dihormati? Tahukah anda mengapa Islam tidak membolehkan melaknat ibunya, walaupun ibunya mengajak pada kemungkaran dan kemurtadan? Tahukah anda kenapa di dalam perang para wanita tidak boleh dibunuh, walaupun jelas-jelas seorang musuh yang membahayakan kita? Tahukah anda bahwa pandangan negatif tentang wanita itu berlawanan dengan posisi Al-Qur`an terhadap persamaan spiritual antara pria dan wanita?

 “Aku tidak akan menyia-nyiakan amal seseorang di antara kamu, baik laki-laki maupun perempuan, sebab sebagian kamu adalah keturunan dari sebagian yang lain.” (QS. 3: 195)

“Dan orang mukmin laki-laki dan kaum mukmin wanita, sebagian mereka adalah penolong bagi sebagian yang lain. Mereka menyuruh berbuat baik dan melarang berbuat jahat, dan mereka mendirikan shalat, menunaikan zakat, mentaati Allah dan Rasul-Nya. Inilah orang-orang yang Allah akan memberi rahmat kepada mereka. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS. 16: 97)

“Sesungguhnya kaum muslim pria dan kaum muslim wanita, dan kaum mukmin pria dan kaum mukmin wanita, dan kaum pria yang patuh dan kaum wanita yang patuh, dan kaum pria serta wanita yang benar dan kaum pria serta wanita yang sabar dan kaum pria serta wanita yang khusyu, dan kaum pria serta wanita yang bersedekah, dan kaum pria serta wanita yang berpuasa, dan kaum wanita serta pria yang menjaga kesucian kehormatannya, dan kaum pria serta kaum wanita yang banyak mengingat Allah, Allah menyediakan bagi mereka ampunan dan pahala yang besar.” (QS. 33: 35)

“Dan bagi wanita-wanita itu mempunyai hak yang sama seperti apa yang dibebankan terhadap mereka dengan cara yang baik. Dan bagi suami-suami mempunyai kelebihan setingkat daripada istri-istrinya.” (QS.2: 22)

“Dan jika seorang istri merasa tidak senang kepada suaminya karena sikapnya yang angkuh, maka tidak mengapa atas mereka berdua membikin satu perdamaian antara mereka berdua karena perdamaian itu lebih baik walaupun manusia itu bertabiat kikir.” (QS.4: 128)

“Janganlah kamu kepada berangan-angan dan iri hati atas kelebihan yang dikaruniakan Allah lebih banyak ke sebagian kamu dari sebagian yang lain.  Karena bagi laki-laki ada bagian daripada apa yang mereka usahakan dan bagi para wanita pun ada bagian dari apa yang mereka usahakan, dan mohonlah kepada Allah karuniaNya…Kaum laki-laki adalah menjadi pengurus dan pemimpin kaum wanita karena Allah telah mengutamakan sebagian lelaki atas sebagian wanita dan ditugaskan kaum laki-laki itu menafkahkan harta-hartanya. Maka wanita-wanita yang baik ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri di balik pembelakangan suaminya oleh karena Allah telah memelihara mereka.” (QS. 4: 32-34)

Adakah dari ayat-ayat diatas telah memberikan sesuatu yang negatif kepada kaum wanita? Adakah dari ayat-ayat diatas memberikan indikasi bahwa kaum wanita adalah budak para kaum pria?

 

Ronald:

Pendek kata: MUHAMMAD tidak lebih dari seorang yang penuh kepalsuan !

Andsisko:

Adakah ajaran-ajaran Muhammad saw. yang telah dibumikan oleh milyaran pengikutnya hingga hari ini sesuatu yang berasal dari kepalsuan beliau? Adakah ajaran “kepalsuan” yang ternyata sangat mulia menunjukkan kepalsuaannya?

Inilah dasar yang telah diletakkan oleh Muhammad dalam membangun peradaban Islam, yang dengan jelas tersimpul dalam cerita yang diambil dari Ali bin Abi Talib ketika ia bertanya kepada Rasulullah tentang sunahnya,  dengan dijawab: "Ma'rifat adalah modalku, akal-pikiran sumber agamaku, cinta adalah dasar hidupku, rindu kendaraanku, berzikir kepada Allah adalah  kawan dekatku, keteguhan perbendaharaanku, duka adalah kawanku, ilmu adalah senjataku,  ketabahan  adalah  pakaianku, kerelaan sasaranku, faqr  adalah kebanggaanku, menahan diri adalah pekerjaanku, keyakinan makananku, kejujuran perantaraku, ketaatan adalah ukuranku, berjihad perangaiku dan hiburanku adalah dalam sembahyang."

Adakah anda melihat ini suatu ucapan dan ajaran kepalsuan? Kalau ini suatu kepalsuan Muhammad, dimana lagi letak kejujuran kebenaran itu? Apakah orang-orang selepas Yesus yang banyak memalsu ajaran Yesus dan banyak menulis ribuan injil-injil yang dinisbahkan kepada ajaran Yesus sebagai sesuatu yang bukan kepalsuan? Adakah anda memahami ucapan Yesus dalam Matius 7: 16-20?

“Daripada buah-buahnya kamu akan mengenali dia. Pernahkah orang memetik anggur daripada pokok duri, ataukah buah apa daripada pokok anak? Demikian juga tiap-tiap pohon kayu yang baik, berbuahkah buah yang baik, tetapi pohon kayu yang jahat membuahkan buah yang jahat…sebab itu daripada buah-buahnya kamu akan mengenalinya.”

Adakah anda takut mengunakan batu ujian ini untuk mengenali dan memahami ajaran Muhammad saw.? Adakah juga anda memahami apa kata George Bernard Shaw atau seorang ahli psikoanalisa?

“If a man like Muhammad were to assume the dictatorship of the modern worl, he would suceed in solving its problems that would bring it the much neede peace and happines.” (G. Bernand Shaw)

“People like Paetur and Salk are the leaders in the first sense. People like Gandhi and Confusius, on the one hand, and Alexander, Caesar and Hitler on the other, are leaders the second and perhaps the third sense. Jesus and Buddha belong in the third category alone. Perhaps the greatest leader of all times was Mohammed, who combined all three functions. To a lesser degree, Moses did same.” (J. Masserman)

Ataukah anda tidak memahami apa yang pernah dikatakan seorang pendeta Kristen ahli tafsir Bibel?

“The ultimate criterion of true prophet is the moral character of his teaching.” (Prof. Dummelow)

“Pendek kata” hendaknya anda memikirkan apa yang Yesus Kristus katakan;

“Therefore by their fruits you will know them.” (Jesus Christ)

 

Terima kasih…

Andsisko.

 


Do you Yahoo!?
The New Yahoo! Search - Faster. Easier. Bingo.

#11302 From: batu penjuru <star_for_darkness@...>
Date: Mon May 26, 2003 12:41 pm
Subject: Re: Alasan Kristen bahwa Yesus adalah 'Tuhan'
star_for_dar...
Send Email Send Email
 
--- Halo  mas"Yosep@telkom" <ymys2001@...>
> Salam,
salam juga
> Saya hanya ingin mendapatkan konfirmasi/jawaban dari
> rekan-rekan Kristen, apa sih sebetulnya yang membuat
> umat Kristen meyakini bahwa Yesus adalah Tuhan?
>
> Yosep MYS
>
Sebetulnya...untuk lebih mudahnya untuk menjawab
pertanyaan tersebut adalah...mengapa anda percaya
bahwa Allah itu ada dan mengapa anda percaya bahwa
muhammad itu nabi yang dari Allah...bukankah bisa saja
muhammad itu mengarang cerita "alquran" atau mengapa
anda percaya Allah toh Dia tidak terlihat ...banyak
yang mengatakan Allah itu tidak ada ....dan agama
hanyalah candu dunia..., Anda percaya Allah tidak ada?
Tidak bukan, saya yakin anda percaya Allah itu ada dan
mengapa anda menjadi seorang Muslim danmenyakini bahwa
muhammad itu utusan Allah....:)

Kalau saya pribadi tidak munafiklah , saya sebagai
manusia  kadang-kadang suka ragu...apalagisebagai
minoritas di negeri ini, tapi toh saya menyakini
biarpun orang lain seringmencoba menggoyahkan iman
saya, bahwa Yesus adalah Tuhan ...kenapa...wah susah
juga jawabnya sesuai teologi...yang pasti ya saya
yakin, entah kenapaya mungkinkarena nurani saya
menyakini itu dansaya lihat dimatasaya kok kristen
yang paling sesuai dengan saya ....banyak yang bilang
jawabansayakurang logis...toh saya yakin Tuhan itu
tidak hanya sejauh logika manusia...(banyak yang tanya
...pas waktu Tuhan jadi Yesus trus yang ngendaliin
alam siapa?siapa ya ...ya Allah sendiri lah...kanAllah
tidak terbatasruang danwaktu dan tidak selalu seturut
logika manusia)dan sepanjang logikasaya kok alkitab
benar ya...mengapa anda berkata alkitab tidak
benar(asli) kan karena anda sebelumnya sudah mengimani
alqurean yang 18derajt dari alkitab...coba kalau anda
menyelidiki alkitab dengan ikhlas tanpa bermaksud
mencari kesalahan toh anda mungkin mendapat
kebenarannya...semoga Tuhan selalu beserta anda...

bye..
from
ur brother stone


__________________________________
Do you Yahoo!?
The New Yahoo! Search - Faster. Easier. Bingo.
http://search.yahoo.com

#11303 From: batu penjuru <star_for_darkness@...>
Date: Mon May 26, 2003 12:53 pm
Subject: Re: Tuhan Maha Adil
star_for_dar...
Send Email Send Email
 
--- halo mas Tamam > Tuhan Maha Adil itu berarti siapa yang berbuat maka > dialah yang akan menanggung hasil perbuatannya. Itu > berarti : > > 1. Setiap bayi yang baru lahir itu suci, tidak > berdosa dan tidak membawa dosa apapun dari > moyangnya. ehmm...kalau kristen sebenarnya menyakini bahwa bayi belum berbuat dosa, tapi sebagai keturunan adam seorang bayi akan mengalaminasib seperti adam karena kesalahan Adam yaitu tinggal di dunia...mengapa karena mereka belum tahir(suci) karena yang kudus tidak bersatu dengan yang tidak kudus...sehingga bayi dilahirkan di dunia dianggap berada di dunia karena kesalahan atau dosa Adam...coba pikirkan mengapa roh bayiitu tidak langsung di tempatkan ke surga kan kasihan kalau mereka jadi tidak masuk kesorga karena mereka poasti akanmelakukan dosa di dunia ...iya kan ...sehiingga Yesus datang ke dunia untuk menubus manusia supaya manusia menjadi tahir dan dapat kembali berkumpul dengan Allah.. > 2. Setiap bayi yang baru lahir jika meninggal akan > langsung masuk surga tanpa melalui proses > penghakiman. Karena memang tidak berdosa. mereka tidak berbuat dosa...tetapi mereka tidak bisa langsung masuk sorga...di agama anda juga di sebutkan bahwa semua manusia ( dantentunya bayi) itu nanti baru masuk ke sorga setelah penghakiman ...mengapa tidak langsung masuk,..ya karenamereka belum layak(walaupun tidak melakukan dosa)...setelah Yesus menebus dan menghakimi baru akan masuk surga > 3. Setiap bayi baru lahir sejak adanya manusia > pertama kali (Adam dan Hawa), zamannya Yesus hidup > atau zaman sekarang dan yang akan datang itu sama > yaitu suci, tidak berdosa dan tidak membawa dosa. > > oke...udahandulu ya...mo ujian bioum besok salam kasih Stone


Do you Yahoo!?
The New Yahoo! Search - Faster. Easier. Bingo.

#11304 From: Ivan Ko <ailnavi66@...>
Date: Mon May 26, 2003 9:57 am
Subject: RE: Trinitas.
ailnavi66
Send Email Send Email
 
pak Ivon,
Maaf, nama saya bukan Ivon tapi Ivan.
jika kita mempelajari lagi sejarah kebelakang sebelum kedatangan Yesus, ada beberapa orang suci (nabi menurut orang islam), memperoleh petunjuk berupa firman atau kitab suci (taurat, zabur dll... baik diberikan langsung spt taurat, atau lewat firman tuhan spt yang yesus, & lainnya), berarti mereka juga bisa dikatakan sebagai 'firman yang hidup'
kenapa hanya yesus saja yang dikatakn sbg firman yang hidup ?
Karena Yesus adalah Firman Allah yang turun (nudzul) menjadi manusia.
 
.... firman yang hidup menurut saya adalah, manusia yang memperoleh firman dari Allah, ... berarti musa, daud, dll.... bahkan muhammad juga adalah firman yang hidup.
Analoginya seperti ini,
"Aqua" sering disebut air minum. Jika anda minum air "Aqua" apakah anda disebut air minum ?
 
Seterusnya akan saya jawab besok.
 
Salam,
Ivan
 
 

Lukman Hakim <lukman.hakim@...> wrote:
pak Ivon, jika kita mempelajari lagi sejarah kebelakang sebelum kedatangan Yesus, ada beberapa orang suci (nabi menurut orang islam), memperoleh petunjuk berupa firman atau kitab suci (taurat, zabur dll... baik diberikan langsung spt taurat, atau lewat firman tuhan spt yang yesus, & lainnya), berarti mereka juga bisa dikatakan sebagai 'firman yang hidup'
kenapa hanya yesus saja yang dikatakn sbg firman yang hidup ?.... firman yang hidup menurut saya adalah, manusia yang memperoleh firman dari Allah, ... berarti musa, daud, dll.... bahkan muhammad juga adalah firman yang hidup.

jika 'roh kebenaran' artinya artinya roh Allah, artinya ... Musa, Daud,Yesus, Muhammad.... dan semua manusia sebelum dan sesudah yesus adalah sama didalam tubuhnya ada roh allah....
kalo memang demikian bisa dikatakan ;
1. manusia biasa (yg tidak mempunyai wahyu) bisa disebut ...dwinitas ... karena badannya manusia dan didalam raganya ada 'roh Allah)
2. orang suci (nabi, atau utusan tuhan, spt musa, isa, daud, muhammad ) bisa disebut trinitas, karena badannya manusia, ada firman tuhannya (firman yang hidup...yg memperoleh firman dlm bentuk kitb suci, atau pewahyuan), dan ada roh allahnya...?



salam,
lukman hakim





-----Original Message-----
From: Ivan Ko [mailto:ailnavi66@...]
Sent: Sen 26/05/2003 15:53
To: Lukman Hakim
Cc: islam-kristen@yahoogroups.com
Subject: RE: [islam-kristen] Trinitas.


ada tidak dalam injil yang menerangkan bahwa Ke-Ilahian hanya khusus untuk Yesus ?
Ada sedikit persepsi yang perlu diluruskan. Ke-Ilahian bukan sesuatu yang diberikan kepada Yesus.
Yesus memiliki ke-Ilahian artinya Yesus memiliki ke-Praadaan sebagai Firman yang berasal dari dalam diri Allah.
Atau dengan kata lain Yesus adalah Firman yang hidup.
Dalam Alkitab, dapat dibaca di Injil Yohanes 1 : 1-14.

dan untuk yang lain tidak ada ?
Karena tidak ada, jadi ayatnya-pun tidak ada yang mengatakan demikian.

lalu apa pengertian 'roh kebenaran' yang di maksudkan itu ?.
Roh Allah itu sendiri yang tidak berwujud makhluk (manusia) atau malaikat.

dan untuk siapa ?
Untuk semua manusia (termasuk saya) yang percaya kepada Yesus.

- Roh Allah itulah yang memampukan manusia untuk menyapa Yesus dengan sebutan Tuhan.
- Yesus pula-lah yang mengajar supaya manusia mampu menyapa Allah dengan sebutan Bapa.

Salam,
Ivan

Lukman Hakim wrote:


tapi masih ada sedikit ada pertanyaan lagi, saya pernah baca di injil PB (injil yang mana saya lupa) : isi initnya " Jika aku tidak pergi, maka roh kebenaran itu tidak akan datang".
Tapi kristen mengartikan setelah yesus diangkat, maka tidak ada lagi firman, maka "roh kebenaran" sebagai ganti nya berupa "petunjuk" (diislam mengkin pengertiannya sama dgn wahyu) yang di berikan kepada manusia/orang pilihan spt : murid yesus, atau orang suci lainnya bisa tidak "roh kebenarab" diartikan Ke-Ilahian yang juga ada ada di diri orang suci tsb, kenapa mereka tidak disapa dengan sebutan Tuhan ?.

Selain Yesus, tidak ada seorangpun yang memiliki ke-Ilahian yang berasal dari dalam diri Allah, sekalipun dia seorang yang disebut "suci".
Jadi tidak ada satupun manusia, selain Yesus yg dapat disapa dengan Tuhan.

==> ada tidak dalam injil yang menerangkan bahwa Ke-Ilahian hanya khusus untuk Yesus ?, dan untuk yang lain tidak ada ?
lalu apa pengertian 'roh kebenaran' yang di maksudkan itu ?. dan untuk siapa ?


terima kasih

salam,
lukman hakim




_____

Do you Yahoo!?
The New Yahoo! Search - Faster. Easier. Bingo.


Do you Yahoo!?
The New Yahoo! Search - Faster. Easier. Bingo.

#11305 From: Ivan Ko <ailnavi66@...>
Date: Tue May 27, 2003 1:56 am
Subject: Re: Alasan Kristen bahwa Yesus adalah 'Tuhan'
ailnavi66
Send Email Send Email
 
OK, terima kasih Pak Ivan. Saya asumsikan ayat di atas yang menjadi 'alasan' keyakinan Pak Ivan.
Sama-sama.
 
Ada, yaitu manusia yang diberi kuasa oleh Tuhan.
Bisa anda sebutkan siapa manusia (selain Yesus) yang diberikan kuasa untuk berbicara "Akulah" ?
 
Yesus pun berbicara seperti itu bukan dalam konteks bahwa dirinya yang mampu memberikan jaminan,
Saya setuju dengan pendapat anda. Bukan kemanusiaannya yang memberikan jaminan.
 
tetapi sekedar menyampaikan bahwa dirinya dipilih Tuhan untuk menunjukkan jalan menuju Tuhan.
Jika anda katakan "sekedar", berarti iman saya hanya sekedar saja.
 
Tentu, kala itu Yesus berbicara dalam konteks sebagai utusan Tuhan.
Saya setuju, namun juga dalam konteks ke-Pra-adaannya sebagai Firman yang berasal dari dalam diri Allah.
 
Jadi, Tuhan yang memberikan jaminan, bukan Yesus ataupun utusan Tuhan lainnya.
Saya setuju, namun harus dilihat juga dari kaca mata yg lain.
Mengapa Yesus berani memberikan jaminan untuk hidup kekal ?
Harus dilihat dari 2 sisi :
1. Dari ke-ber-adaannya.
2. Dari ke-Pra-adaannya.
 
1.Dari ke-ber-adaannya :
Sebagai manusia sepenuhnya yang diutus oleh Allah, Dia mau bertanggung jawab jika pengajarannya tidak benar.
Apa tanggung jawab yang diberikan jika pengajarannya tidak benar ?
Yesus dapat dituntut di hadapan Allah.
Yesus tidak semata-mata hanya mengajar dengan meng-atas-namakan
utusan Allah.
 
2.Dari ke-Pra-adaannya :
Karena Yesus adalah Sang Firman itu sendiri.
 
Salam,
Ivan
 


"Yosep@telkom" <ymys2001@...> wrote:
----- Original Message -----
From: Ivan Ko
Sent: Monday, May 26, 2003 2:24 PM
Subject: Re: [islam-kristen] Alasan Kristen bahwa Yesus adalah 'Tuhan'

Mas Yosep,
 
Yesus berkata :"Aku-lah (Yesus) Jalan dan Kebenaran dan Hidup. Tidak ada seorangpun yang dapat datang kepada Bapa, jikalau tidak melalui Aku (Yesus)".
 
"Aku (Yesus) akan kembali ke rumah Bapa, untuk menyediakan tempat bagimu"
 
"Dirumah Bapaku banyak tempat"
 
Catatan : semua kutipan diatas ada di Injil Yohanes.
-------
OK, terima kasih Pak Ivan. Saya asumsikan ayat di atas yang menjadi 'alasan' keyakinan Pak Ivan.
 
 
Pertanyaan :
Adakah manusia lain, selain Yesus yang dapat berbicara seperti itu ?
---------------
Ada, yaitu manusia yang diberi kuasa oleh Tuhan. Yesus pun berbicara seperti itu bukan dalam konteks bahwa dirinya yang mampu memberikan jaminan, tetapi sekedar menyampaikan bahwa dirinya dipilih Tuhan untuk menunjukkan jalan menuju Tuhan. Tentu, kala itu Yesus berbicara dalam konteks sebagai utusan Tuhan.
Jadi, Tuhan yang memberikan jaminan, bukan Yesus ataupun utusan Tuhan lainnya.
 
 
btw, TIA = ?
--------
TIA= Thanks In Adnvance :)
 
Salam
Yosep
 
 
Salam,
Ivan

"Yosep@telkom" <ymys2001@...> wrote:
Pak Ivan, tolong disertai juga dengan ayat Al Kitabnya ya? TIA.
 
Salam,
Yosep MYS
 
----- Original Message -----
From: Ivan Ko
Sent: Monday, May 26, 2003 11:52 AM
Subject: Re: [islam-kristen] Alasan Kristen bahwa Yesus adalah 'Tuhan'

Jaminan yang diberikan Yesus untuk hidup kekal.
 
Karena tidak ada seorangpun, selain Yesus yang mampu memberi jaminan/guarantee seperti itu.
 
Jika Yesus ber-dusta, Dia tidak akan dibangkitkan oleh Allah dari mati dan naik ke Sorga.
 
Salam,
Ivan.
Salam,
Saya hanya ingin mendapatkan konfirmasi/jawaban dari rekan-rekan Kristen, apa sih sebetulnya yang membuat umat Kristen meyakini bahwa Yesus adalah Tuhan?
 
Yosep MYS


Do you Yahoo!?
The New Yahoo! Search - Faster. Easier. Bingo.

#11306 From: "Nasrun, Herman" <HNasrun@...>
Date: Tue May 27, 2003 2:51 am
Subject: RE: Trinitas (penting untuk anda baca)
HNasrun@...
Send Email Send Email
 

Yesus itu menurut Islam adalah manusia yang diutus Allah sebagai Nabi seperti Nabi Muhammad, inilah penjelasan Al Qur'an yang mengkoreksi penyimpangan yang ada di Alkitab:

"Ingatlah ketika Allah berfirman: Ya Isa anak Maryam, adakah engkau katakan kepada manusia: Ambillah aku dan ibuku menjadi Tuhan, selain daripada Allah? Isa menjawab, "Maha Suci Engkau ya Allah. Tak pantas bagiku mengatakan sesuatu yang bukan hakku. Jika kukatakan demikian, tentu Engkau mengetahuinya. Engkau mengetahui apa2 yang dalam diriku dan aku tiada mengetahui apa yang ada pada diri (zat) Engkau. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui segala yang ghaib. Tiadalah kukatakan kepada mereka, melainkan apa2 yang telah Engkau perintahkan kepadaku, yaitu: Sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhanmu, dan aku menjadi saksi atas mereka, selama aku hidup bersama mereka Tatkala engkau mewafatkanku. Engkaulah pengawas mereka. Engkau menjadi saksi atas tiap-tiap sesuatu." (Al Maidah:116-117)

Alkitab sebenarnya dan Al Qur'an menyatakan Tuhan itu satu:

"Engkau diberi melihatnya untuk mengetahui, bahwa TUHANLAH ALLAH, TIDAK ADA yang lain KECUALI DIA" (Ulangan 4:35)

-----Original Message-----
From: Hendra purba [mailto:purba_hendra@...]
Sent: Thursday, May 22, 2003 3:15 PM
To: islam-kristen@yahoogroups.com
Subject: Re: [islam-kristen] Trinitas (penting untuk anda baca)

Mas Yosep yang dikasihi Tuhan,
 
Maaf, saya 'agak' terganggu dengan tuduhan anda.
milis ini bukan tempat untuk menghakimi dan kapasitas Mas Yosep bukan sebagai hakim yang agung.
Hakim Agung, yang akan menghakimi semua yang mati dan yang hidup adalah YESUS, yang akan datang kedua kalinya.
Apakah Anda tidak yakin, Yesus yang akan menjadi hakim kita semua?
Sia-sialah saya kalau tidak mempercaiNya.
 
salam kasih

"Yosep@telkom" <ymys2001@...> wrote:

Sebetulnya sudah  jelas dalam email ini ;)
Umat Yahudi memang dikaruniai kelebihan tapi kelebihan itu sudah dicabut, bahkan digantikan dengan kehinaan.
Umat Yahudi sebagai umat yang ingkar pada nikmat Tuhan mengingkari Yesus a.s. sebagai utusan Tuhan yang mengingatkan Yahudi.
Umat Kristen (yang muncul dalam rangka meluruskan kaum Yahudi) menolak kedatangan Muhammad SAW sebagai utusan Tuhan untuk mengembalikan ajaran Tuhan pada ketauhidan murni yang telah menyimpang dalam ajaran Kristen.
Jadi, mana agama yang masih lurus? Tentu agamanya Ibrahim a.s. yang hanif, tentu agamanya Musa a.s., tentu agamanya Yesus a.s., tentu agamanya Muhammad SAW karena mereka adalah utusan Tuhan.
Yang jelas, bukan agama Anda :)
 
Salam,
Yosep
 
 
----- Original Message -----
Sent: Tuesday, May 20, 2003 2:45 PM
Subject: FW: [islam-kristen] Trinitas (penting untuk anda baca)



-----Original Message-----
From: Engineering Training
Sent: Tuesday, May 20, 2003 2:27 PM
To: 'Lukman Hakim'
Subjject: RE: [islam-kristen] Trinitas (penting untuk anda baca)


Sorry baru bisa ngebales, soalnya agak sibuk, Pak Lukman Hakim, sebelumnya saya juga minta maaf kalau tulisan saya terlalu keras, seperti saudara ketahui dan kondisi ini sama dengan yg ada di muslim terdapat sekte/aliran yg interpretasinya berbeda terhadap ajaran dari satu sumber, misalnya dalam sekte katolik yg terkesan moderat juga sangat toleransi dengan sebutan agama pewahyuan kepada iman anda, tetapi menurut pemahaman iman saya bahwa sekte itu belum mengajarkan kebenaran yg sesungguhnya dalam kristen.

Langsung ke pertanyaan saudara, bahwa Agama pewahyuan yg ada yg saya akui saat ini berdasarkan pemahaman iman saya sekarang ada dua yaitu Kristen dan Yahudi, karena apa :

1. Yahudi (Agama Yahudi) adalah bangsa pilihan Tuhan yg sebenarnya s! angat diistimewakan Tuhan, sehingga segala sesuatu dari yg terkecil sampai terbesar dikaruniakan kepada Bangsa ini, sejarah Pewahyuan pertamakali diturunkan kepada bangsa ini ditandai dengan Nabi-nabi yg sebagai perantara Firman Tuhan dengan manusia adalah orang Yahudi, dan Firman sebagian besar ditujukan kepada orang Yahudi, sehingga Agama Yahudi saat ini termasuk dalam agama pewahyuan. Segala doktrin, ketetapan yg di berikan Tuhan kepada manusia, termasuk Sepuluh Perintah, dan Taurat yg berisi peraturan yg sangat ketat diberikan oleh Tuhan yg kemudian mengatur kehidupan bangsa Yahudi. Di dalam Taurat terdapat nubuat-nubuatan tentang kedatangan Mesias yang nantinya sebagai karya penyempurnaan dari proses penyelamatan manusia dari dosa. Perlu diketahui bahwa sampai saat ini Umat Yahudi yg belum percaya Yesus masih menantikan MEsias itu, tetapi hampir 15% yg sudah menerima Yesus tidak mau disebut Kristen, tetapi Mesianic Jews.

2. Ketika nubuatan itu digenapi dan Yesus! turun untuk menyelamatkan manusia dengan karyaNya yg agung dan luar b iasa telah membuat manusia kembali ke jalan kebenaran yaitu dibenarkan kembali dihadapan Tuhan dan akan memperoleh keselamatan yg sudah dijanjikan, Pewahyuan yg terjadi tidak melewati perantaraan seperti pada jaman sebelumnya, namun langsung melalui Yesus itu sendiri, karena Yesus adalah FIRMAN HIDUP yg berarti apa yg diucapkan adalah Firman sebab Roh Tuhan ada dalam diri Yesus. Karya penyelamatan ini yaitu realisasi dari kedatangan Yesus sebagai Firman Hidup yg telah menimbulkan kepercayaan baru yg saat ini di sebut Kristen, di dalam Kitab terakhir Perjanjian Baru yaitu Kitab Wahyu yg merupakan kitab Penghabisan dari Perjanjian Baru disebutkan bahwa setelah Kitab Wahyu, yaitu nubuatan tentang akhir jaman yg diterima  di pulau Patmos  menyebutkan bahwa tidak akan ada lagi Firman yg akan diberikan, siapa yg menambahkan kata atau mengurangi kata dari firman akan di ambil bagiannya dari pohon kehidupan. Sehingga pewahyuan terakhir adalah selama masa Perjanjian Baru te! patnya pada Kitab Wahyu di pulau Patmos (anda bisa baca di kitab Injil Perjanjian Baru pada bagian terakhir).

Jadi kesimpulannya agama pewahyuan hanya dua, dan isi Quran (maaf) ternyata banyak mirip dengan Taurat Perjanjian Lama...mungkin ini bisa kita kaji lebih kanjut.

Demikian Pak Lukman secara umum saja belum ke arah subject dasar firman itu sendiri, semoga dapat membantu, kalau sekiranya ada yg belum jelas boleh ditanyakan kembali.

Hormat saya.

-----Original Message-----
From: Lukman Hakim [mailto:lukman.hakim@...]
Sent: Tuesday, May 20, 2003 7:06 AMM
Subject: [islam-kristen] Trinitas (penting untuk anda baca)
Importance: High


pak... maaf lancang saya pake jalur japri anda..
saya tertarik dengan mailist islam-kristen, berharap ada informasi yang bermanfaat buat saya baca sebagai referensi saya, semoga tidak ada kekeliruan saya dalam menilai terhadap mereka yang tidak sama keyakinannya dengan saya,
t! api justru di milist ini cuma ada perdebatan, yang menurut saya tidak memberikan solusi kpd saya dalam keinginan tahuan saya ttg kristen.

saya adalah muslim
dlm agama saya, saya mengimani adanya isa/yesus, dan ke 12 muridnya + bunda marya (karena di Alquran memang ada)
kalo boleh saya tanya ke anda (mudah-mudahan anda orang kristen yang paham sekali ttg agama anda)

"  hal apakah yang menyebabkan agama kristen & yahudi, tidak menerima islam sebagai agama pewahyuan ?"
(padahal kalo kita bertanya kepada orang yahudi, mereka juga tidak menerima kristen + islam sbg agama pewahyuan... itu juga kalo tidak salah).

ok saya bertanya dari hal yang mendasar itu dulu....  dan saya tidak akan mendebat semua jawaban dari bapak
terima kasih

      -----Original Message-----
      From: Engineering Training [mailto:training@...]
&nnbsp;     Sent: Sel 20/05/2003 11:45
      To: islam-kristen@yaho! ogroups.com
      Cc:
      Subject: RE: [islam-kristen] Trinitas (penting untuk anda baca)
     
     

      Agama orang Beriman...dalam sejarah kenabian dan konteks pewahyuan, hanya dua yaitu KRISTEN DAN YAHUDI..tidak ada lagi setelah itu..banyak Iblis yg akan meyamar menjadi malaikat terang, saat ini milyaran orang terperosok ke dalamnya.
      
     


Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.


Do you Yahoo!?
The New Yahoo! Search - Faster. Easier. Bingo.

Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.

Messages 11277 - 11306 of 34176   Oldest  |  < Older  |  Newer >  |  Newest
Add to My Yahoo!      XML What's This?

Copyright © 2010 Yahoo! Inc. All rights reserved.
Privacy Policy - Terms of Service - Guidelines NEW - Help