Skip to search.

Breaking News Visit Yahoo! News for the latest.

×Close this window

kutubuku-id · Komunitas Kutukutubuku.com

The Yahoo! Groups Product Blog

Check it out!

Group Information

  • Members: 1077
  • Category: General
  • Founded: Dec 21, 2005
  • Language: English
? Already a member? Sign in to Yahoo!

Yahoo! Groups Tips

Did you know...
Hear how Yahoo! Groups has changed the lives of others. Take me there.

Messages

Advanced
Messages Help
Messages 353 - 382 of 1801   Oldest  |  < Older  |  Newer >  |  Newest
Messages: Show Message Summaries Sort by Date ^  
#353 From: "Mery Gunawan" <mery.gunawan@...>
Date: Fri Aug 24, 2007 8:30 am
Subject: [INFO] Awas Macet 25 & 26 Agustus !!!
merygunawan
Send Email Send Email
 

 


Subject: FW: Awas Macet 25 & 26 Agustus !!!

 

 

Awas !!! Sabtu 25 Agustus 2007 dan Minggu 26 Agustus 2007 kena macet di mana mana ...

 

 Sabtu, 25 Agustus 2007
Honda Prospect Motor (HPM) menggelar gathering pemilik Honda, Mereka akan kumpul di HPM Sunter, berangkat konvoi bersama ke Pabrik Honda Karawang sekitar jam 10 pagi melalui Tol dalam Kota lanjut Tol Cikampek. Balik lagi ke Jakarta sekitar pukul 4 sore menuju Plaza Ex di Thamrin utk kegiatan Gathering, DJ Peformance dan Sexy Dancer.

Reward peserta : Free Bensin, Tol, Meals, Doorprize.


Sabtu, 25 Agustus 2007
Gathering Pemilik Timor di Cikarang. Ratusan peserta dipastikan hadir ke Taman Hompimpa Lippo Cikarang. Sebelum gathering paginya mereka akan mencoba kemampuan anggotanya utk menyelesaikan soal2 dalam Time Rally khusus kendaraan Timor .

Minggu, 26 Agustus 2007
Konvoi terpanjang APV rekor MURI, diselenggaran kerjasama ATPM dengan Club APV. Start sekitar pukul 10 pagi mulai dari Kemayoran, Tol Dalam Kota, kembali lagi ke Kemayoran.

Reward Peserta : Free Bensin, Tol, meals, Doorprize

Minggu, 26 Agustus 2007
Mitsubishi akan menggelar Rally khusus kendaraan berlabel Mitsubishi. Ratusan peserta akan menjelajah ke jalan2 protokol di Jakarta.
Start dan Finish : Parkir Timur Senayan.

Reward Peserta : All Free.

Hati2 di jalan, beri kesempatan mereka duluan.

 


#354 From: Kutukutubuku <kutubuku.id@...>
Date: Fri Aug 24, 2007 10:07 am
Subject: Re: Buku (inv#SI/078/08/07)
salsabeel4
Send Email Send Email
 
dear zuraida..,

sebelumnya kami memang selalu mengkonfirmasi setiap kiriman paket.
namun apabila ada faktor "X" maka kami terpaksa mengirimkan paket tanpa konfirmasi terlebih dahulu.
faktor "x" di sini adalah :

1.email order update mental (mailer daemon)
2.sudah di sms berkali2 tapi tidak ada balasan.
3.di telepon tapi tidak di angkat atau tulalit.
4.no telp /HP tidak bisa di hubungi dan tidak ada nomor lain.
5.berkali2 pesan kami mengenai order yg siap kirim tidak di sampaikan kepada customer terkait oleh orang yg mengangkat telepon.

 kami mohon maaf apabila cara kami kurang berkenan. kami  hanya takut kalau paket buku anda terlalu lama di kirimnya dan mengecewakan anda maka kami gambling untuk segera mengirimkannya.

syukurlah kalo bukunya sudah mba terima... :)

happy reading yah....

best regard
-kutukutubuku-
On 8/20/07, ibrahimzuraida < ibrahimzuraida@...> wrote:


Dear Mb Ditha

Terima kasih ya bukunya sudah saya terima.
Maaf neh mas kurir nya jadi 2x ke tempat saya, karena sebelum nya
belum ada konfirmasi dari mb, buku akan di kirim pada hari itu, jadi
saya belum siap untuk COD ...

Jadi mohon maaf ya ...

Terima kasih
Wass
IDA




--
www.kutukutubuku.com


#355 From: "ibnuadam_1" <ibnuadam_1@...>
Date: Mon Sep 3, 2007 1:45 am
Subject: Buku bagus, paforit, menarik, menggugah, dan aflikatif
ibnuadam_1
Send Email Send Email
 
Penulis : Muhammad bin Ismail Al ‘Umrani
Ukuran buku : 13 x 19
Halaman : 148 (Hard Cover/luks)
Penerbit : QultumMedia. 2007
 
BERBURU CINTA ATAS NAMA ALLAH
 
• Menjadi muslim yang dicintai dan kharismatik
• Kiat meraih simpati
• Menundukkan kerasnya hati manusia
• Agar dihargai, dihormati, dan diikuti
• Mencontoh Rasulullah bersosialisasi
 
    Manusia menginginkan hidupnya tenteram, sukses, bahkan ingin menjadi pemimpin; seluruh perkataannya ingin didengar, diperhatikan, sekaligus dituruti sesuai dengan keinginannya. Namun, Banyak kendala yang dialami umat Islam ketika berinteraksi dengan sesamanya yang lain. Ada yang sungguh-sungguh bekerja, tapi ia masih tetap tidak dihargai pekerjaannya. Ada yang sudah berusaha bergaul, tapi ia masih tetap belum mendapatkan tempat di hati mereka. Ada yang sudah memiliki ilmu yang tinggi, tapi masih tetap perkataannya tidak diikuti. Lebih ironis lagi, seseorang sudah berusaha agar ia dicintai, dijadikan panutan, tapi ia malah dimusuhi.
     Ada banyak orang-orang  sukses di bidangnya masing-masing. Terutama junjungan kita, Nabi Muhammad saw. Beliau adalah orang yang paling sukses mengambil hati manusia, sehingga beliau dicintai, dihormati, dikagumi, disegani oleh kawan maupun lawan, bahkan agamanya begitu mudah diterima oleh mereka yang mengenal beliau secara objektif. Kenapa demikian? Karena beliau menerapkan metode atau sistem brilian, bagaimana cara mendekati hati mereka, yang tentunya juga berdasarkan dari bimbingan Allah SWT. Hal-hal tersebut, bisa Anda dapatkan dalam buku ini.
 
 

 

#356 From: "ibnuadam_1" <ibnuadam_1@...>
Date: Mon Sep 3, 2007 1:10 am
Subject: Buku Bagus
ibnuadam_1
Send Email Send Email
 

Melejitkan Potensi Diri dengan Quranic Quotient

 

Oleh                 : Buya Vira

Judul                 : Quranic Quotient: Menggali dan Melejitkan Potensi Diri Melalui Al-Qur'an

Penulis              : Udo Yamin Efendi Majdi

Penerbita           : Qultum Media, Jakarta

Cetakan             : Pertama, 2007

Tebal                : xvi + 196 halaman

Distributor        : Gramedia, Gunung Agung, dan toko buku besar seluruh Indonesia

 

"Buku yang ditulis oleh Udo Yamin Efendi Majdi merupakan karya yang —saya yakin— akan menambah kecintaan pembaca akan Al-Quran sekaligus menjadikannya sebagai pedoman puncak dalam menjalani kehidupan," tulis Ary Ginanjar Agustian ketika memberikan Kata Pengantar terhadap buku Quranic Quotient.

 

Ungkapan pimpinan ESQ Leadership Center itu tidak berlebihan, sebab buku Quranic Quotient ini hadir dalam rangka back to Al-Qur`an. Penulis ingin meyakinkan kita bahwa siapa pun yang mengamalkan prinsip dalam Al-Qur`an, maka potensi dan kecerdasannya akan berkembang pesat. Setidaknya, buku ini menjadi sarana diskusi kepada siapa saja, terutama bagi generasi muda Islam yang ingin lebih mencintai Al-Qur`an dan mengembangkan potensi diri berdasarkan wahyu Ilahi.

Dalam buku ini, penulis mendiskusikan tentang: Nama dan Sifat Al-Qur`an, Fungsi Al-Qur`an, Kewajiban Terhadap Al-Qur`an, Pengaruh Al-Qur`an Terhadap Potensi Diri, dan Quranic Quotient. Kelima hal itu, penulis bahas dengan “personal essay”, dengan bahasa komunikatif, atraktif, dan mudah untuk dicerna oleh siapa saja. Selain itu, buku ini unik, karena setiap awal bab memuat puisi Sir. Muhammad Iqbal.

Pada Bab I, membicarakan 16 nama dan sifat Al-Qur`an. Dalam bab ini, kita sebagai pembaca akan menemukan pendapat Michael H. Hart —penulis bukunya ‘Seratus Tokoh Yang Paling Berpengaruh Dalam Sejarah’ dan para orientalis tentang Al-Qur`an. Ada juga, kisah renaisannce (pencerahan) di Barat dan ‘tidurnya’ umat Islam. Kita pun akan berkenalan dengan pencetus teori ilmiah Ibnu Al-Haitsam. Al-Khawarizm sang penemu Angka Nol. Al-Battani pencetus istilah Sinus, Kosinus, Tangen, dan Kotangen dalam Matematika, atau Azimut, Zenit, dan Nadir dalam Ilmu Astronomi. Ibnu Sina bapak Ilmu Kedokteran. Al-Razi penemu "Kimia Kontemporer". Ibnu Rusyd tokoh Filsafat. Ibnu Khaldun peletak Ilmu Sejarah dan Sosiologi. Dan tokoh yang lainnya. Tak ketinggalan, ada kisah masuk Islamnya dua tokoh terkenal, yaitu Cat Stevens —mantan artis Prancis dan Irena Handono —mantan biarawati.

Selanjutnya, dalam Bab II, kita akan menemukan 4 fungsi Al-Qur`an. Di sini ada cerita tentang Ahmad Deedat ketika diundang oleh raja Swedia, Subaza. Atau, kisah Dr. Keith L. Moore —ahli Embriologi Amerika, Profesor Tajasen Tahasen —seorang ahli Farmakologi Thailand,  Mr. Jacques Yves Costeau —ahli kelautan (Oceanografer), dan Prof. William Brown, masuk Islam karena menyaksikan kemukjizatan Al-Qur`an.

Lima kewajiban terhadap Al-Qur`an, penulis bicarakan kepada kita dalam Bab III. Kewajiban itu, antara lain (1) mengimaninya; (2) mempelajarinya; (3) mengamalkannya; (4) mendakwahkannya; dan (5) membelanya. Juga mendiskusikan jawaban, mengapa ada orang yang suka baca Al-Qur`an, tapi Al-Qur`an itu tidak menyentuh hati dan merubah tingkah lakunya? Ada cerita tentang kedekatan Pak Ary Ginanjar dan Bu Marwah Daud dengan Al-Qur`an. Ada cerita tentang interaksi Sir. Muhammad Iqbal terhadap Al-Qur`an. Ada kisah Harun Yahya. Ada kisah Abdullah bin Mas’ud t.

Kemudian Bab IV, penulis mengajak kita untuk menjawab pertanyaan: “Siapa Saya?” atau “Apa Diri itu?” Apa itu potensi diri? Apa itu Ahsanu Taqwîm? Sebagai apa saya, menurut Al-Qur`an? Bagaimana saya membaca diri? Bagaimana cara saya memandang diri? Dan, berbicara tentang diri yang unik. Tidak lupa, membicarakan tentang empat potensi terbaik manusia, yaitu potensi intelektual, emosional, spiritual, dan fisik. Dan alasan, mengapa fisik tidak termasuk dalam kajian kecerdasan.

Sebagai lanjutan dari bab sebelumnya, trilogi kecerdasan (IQ, EQ, dan SQ) penulis bahas dalam Bab V dan kemudian ia hubungkan dengan tiga wahyu pertama yang turun kepada Nabi Muhammad r. Ada juga tentang Kang Abik (penulis novel Ayat-ayat Cinta), Mbak Helvy (cerpenis dan mantan Ketua Umum FLP Pusat), dan Mas Fauzil (penulis buku Kupinang Engkau dengan Hamdalah). Dan kita, diajak oleh penulis mengunjung Piramida Giza di Mesir, ketika ia berpendapat bahwa IQ, EQ, SQ versi barat tidak cukup untuk mengantarkan kita ke puncak sukses dunia-akhirat.

Maka dalam Bab VI, penulis menegaskan kepada kita bahwa selain tiga kecerdasan itu, kita juga butuh Quranic Quotient atau Kecerdasan Qur'ani. Ia juga mendiskusikan, apa itu makna sukses dan bahagia? Apa itu Ulil Albâb? Lalu, ia membahas 7 prinsip menggali dan melejitkan potensi diri dengan Quranic Qoutient beserta kiat-kiat praktisnya.

 

Saat memberikan endorsement terhadap buku yang lahir dari rahim santri Universitas Al-Azhar Mesir ini, B.S.Wibowo —Trainer dan CEO Trustco Cipta Madani— berkomentar:: "Membaca judulnya pasti penasaran. Skiming bukunya tambah penasaran. Sebaiknya membaca sampai habis, itulah jawabannya. Sebuah buku yang memadukan antara pemikiran asasi dengan pemikiran kini. Sangat menarik dan wajar jika dipuji. Perlu dibaca untuk masa kini.” Bahkan, pengelola Rumah Dunia, Golagong, menambahkan: "Bacalah buku ini dan kita akan merasa malu, karena sudah melupakan Al-Quran, kitab yang kita akui seba

#357 From: Ananda W R <anandawr@...>
Date: Sun Sep 2, 2007 6:53 am
Subject: Undangan Komunitas Menulis Bogor ke 2
anandawr
Send Email Send Email
 
UNDANGAN

Kepada Rekan-rekan
Pencinta Buku yang ada Milis

   
Postingan ini disampaikan sebagai kelanjutan dari kegiatan Komunitas Menulis Bogor (KMB) yang terbentuk atas prakarsa anggota milis Kota-Bogor. Postingan ini merupakan undangan kepada semua Bapak/Ibu/Saudara/i, para anggota milis Kota Bogor (yang sudah menyatakan berminat pada bidang tulis menulis, maupun yang belum menyatakan), untuk hadir pada Pertemuan Bulan September 2007 Komunitas Menulis Bogor (KMB) Milis Kota Bogor, sebagai acara kita bersama, yang akan diadakan pada:

Hari / Tanggal  : SABTU, 8 September 2007
Waktu            : 13:00 s/d 17:00
Tempat           : Toko Buku Alternatif Jendela
                        Kompleks LIPI, Baranangsiang Jl. Cikabuyutan No.6, BOGOR
                        (70 meter dari pintu exit Pol Bis Damri Bandara, Baranangsiang                         atau +/- 100 meter dari exit Botani square ke arah tol Jagorawi).
    
Topik : Artikel & Aspeknya, + Tips-Tips

Peserta : Para Anggota Milis Kota Bogor dan Umum (Gratis)

Untuk segala perhatian dan segala macamnya, sekali lagi kami ucapkan terima kasih. Dan kami tunggu kehadiran anda.


Salam dan hormat kami,

:)
Toko Buku Alternatif Jendela
Jl. Cikabuyutan No. 6
Baranangsiang Bogor
Telp. 0251 ~ 379439
email : info_jendela@...
www.jendela-online.com
www.bogabogor.com
http://kmb.meisolar.com


Take the Internet to Go: Yahoo!Go puts the Internet in your pocket: mail, news, photos more.

#358 From: Pustaka Alvabet <pustaka_alvabet@...>
Date: Tue Sep 4, 2007 5:57 am
Subject: Lowongan Penerjemah Lepas di Pustaka Alvabet
pustaka_alvabet@...
Send Email Send Email
 
 
PENERJEMAH FREELANCE
DI PUSTAKA ALVABET
 
 
Pustaka Alvabet membuka kesempatan bagi siapa pun yang mahir dalam bahasa Inggris dan Arab untuk bekerja sebagai penerjemah lepas (freelance), dengan kualifikasi sebagai berikut:
  • Berpengalaman sebagai penerjemah bahasa Inggris atau Arab
  • Mempunyai minimal dua buku terjemahan (dari bahasa Inggris atau Arab) yang sudah terbit
  • Koperatif, disiplin, dan mampu bekerja sesuai deadline
  • Berwawasan luas di bidang tertentu (sosial, budaya, ekonomi, agama, dan politik).
Silakan kirim CV lengkap Anda ke Divisi Redaksi Pustaka Alvabet, melalui email di redaksi@..., atau via pos ke alamat berikut:
 
Pustaka Alvabet
Ciputat Mas Plaza Blok B/AD
Jl. Ir. H. Juanda No 5A, Ciputat
Jakarta Selatan 15411
 
 
Salam,
Zulkifli AH
Redaktur


==========================================
Pustaka Alvabet
Ciputat Mas Plaza Blok B/AD
Jl. Ir. H. Juanda No. 5A,
Ciputat, Jakarta 15411 Indonesia
Telp. +62 21 7494032, 74704875 Fax. +62 21 74704875
Website: http://www.alvabet.co.id


Shape Yahoo! in your own image. Join our Network Research Panel today!

#359 From: "ibnuadam_1" <ibnuadam_1@...>
Date: Wed Sep 5, 2007 2:05 am
Subject: Buku Bagus
ibnuadam_1
Send Email Send Email
 
BERIMAN SEJENAK
Dr. Sa’id Abdul Azhim
 
     Iman adalah pangkal segala sesuatu. Agama tidak berarti, tanpa iman. Shalat tidak akan diterima tanpa iman. Shadaqah juga menjadi sia-sia jika tanpa iman.
 Kondisi iman pada manusia terkadang bertambah dan berkurang, sesuai dengan tempatnya yang selalu berubah-ubah (qulibat), yaitu hati. Juga, Allah SWT menilai manusia bukan dari bentuk lahiriahnya, tetapi dari hatinya sebagai tempat bersemayamnya iman seseorang. Tidaklah manusia akan dicintai Allah manakala kondisi imannya rusak. Sebaliknya, Allah akan selalu bersamanya ketika ia melangkah, berbicara, dan berbuat manakala imannya sedang kuat.
 Dengan demikian, sesuatu yang mesti kita lakukan adalah memperbaiki atau memperbaharui iman tersebut agar tidak rusak dan semakin rusak. Hal ini, tidak hanya berlaku bagi kita, tetapi juga bagi orang lain. Artinya, jika seseorang lupa, lalai, atau bahkan telah keluar dari imannya, maka kitalah yang menjadi pengingat dan pemberi peringatan agar imannya kembali seperti semula, sebagaimana yang telah dilakukan para Nabi Muhammad SAW, sahabat, ulama, dan para shalihin.
 Uniknya, mereka sangat berani, lugas, dan objektif dalam berbicara, sekalipun berhadapan dengan para penguasa dan pembesar kerajaan, agar mereka yang diingatkan kembali beriman dengan sebenar-benar iman dalam waktu singkat. Akan tetapi, bagaimanakah caranya?
 
Baiklah, setelah membaca buku "Beriman Sejenak" ini, saya mendapati bahwa hati sering lalai, bahkan bisa saja menghinggapai mereka yang sudah kita anggap ketekunannya di dalam beribadah kepada Allah. Dalam suatu kesempatan, mungkin kita merasa puas dengan ibadah yang telah dikerjakan, tetapi pada kesempatan lainnya justru dengan sebab itu menjadikan kita rehat. Padahal hari terus berjalan, waktu terus mendekati masa-masa akhir; yaitu masa kematian dan masa datangnya Hari Kiamat. Oleh karena itu, selayaknya kita terus melakukan tajdid dan penambahan tensi ibadah kita kepada Allah secara terus menerus, baik secara kualitas maupun kuantitasnya tanpa terhenti. Dengan demikian, diperolehlah iman yang kuat, kokoh, dan dinamis.
 
Di dalam Al-Quran disebutkan dalam surah Al-Insyirah ayat 7: "Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain,  (QS. Nasyrah: 7).
 
Demikianlah, apabila telah selesai mengerjakan suatu urusan, janganlah berhenti dan rehat karena telah merasa selesai dengan urusan tersebut. Akan tetapi, harus kembali melakukan aktivitas lain dengan bersungguh-sungguh (Mujahadah).
 
Dengan dilengkapi kisah-kisah yang menarik, buku ini menjadi enak dibaca dan dipahami sekaligus hati kita mudah terenyuh. Coba simak kisah berikut,
 
Wahab bin Munabbih juga pernah berkata, “Seorang laki-laki ahli ibadah pernah bertemu dengan laki-laki lainnya yang juga ahli ibadah, lalu dia bertanya kepada laki-laki kedua, ‘Ada apa denganmu?’ Laki-laki kedua itu pun menjawab, ‘Aku merasa heran dengan apa yang terjadi pada diri Fulan. Dulu, dia adalah orang yang rajin beribadah, tetapi kehidupan dunia telah memalingkannya dari ibadah.’ Laki-laki pertama berkata, ‘Janganlah kamu merasa takjub dengan orang yang telah dipalingkan dari ibadahnya oleh kehidupan dunia, akan tetapi merasa takjublah kepada orang yang memiliki pendirian teguh (istiqamah).’”
 
            Wahab bin Munabbih pernah menemui Atha` Al-Khurasani, lalu dia berkata, ‘Celakalah kamu, wahai Atha`! Kamu telah mendatangi orang yang menutup pintunya untukmu, telah memperlihatkan kefakirannya kepadamu, dan telah menutup-nutupi kekayaannya darimu. Lalu, kamu pun meninggalkan Dzat yang selalu membuka pintu-Nya untukmu, memperlihatkan kekayaan-Nya kepadamu, dan telah berfirman, ‘Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu.’ Celakalah kamu, wahai Atha`! Merasa senanglah jika kamu memiliki harta yang sedikit, tetapi kamu memiliki ilmu, dan janganlah kamu merasa senang jika kamu memiliki ilmu yang sedikit meskipun kamu memiliki dunia harta yang banyak! Celakalah kamu, wahai Atha`! Jika kamu merasa cukup dengan harta yang mencukupi kebutuhanmu, maka sesungguhnya harta yang sedikit pun dapat mencukupi kebutuhanmu. Jika apa (harta) yang dapat mencukupi kebutuhanmu tidak dapat membuatmu merasa cukup, maka tidak akan ada sesuatu pun di dunia ini yang dapat membuatmu merasa cukup. Celakalah kamu, wahai Atha`! Sesungguhnya perutmu itu merupakan salah satu laut dan salah satu lembah, di mana tidak akan ada sesuatu pun yang mengisinya selain tanah.”
 
            Seorang laki-laki pernah mendatangi Wahab bin Munabbih, lalu dia berkata kepadanya, “Sungguh, aku telah bertemu dengan Fulan, dia mencacimu dan dia marah kepadamu. Lalu, dia mengatakan bahwa setan tidak menemukan utusan lain selain dirimu.” Laki-laki itu berkata, “Aku masih berada di dekat Wahab bin Munabbih, hingga orang laki-laki yang mencacinya pun mendatanginya. Orang itu mengucapkan salam kepada Wahab. Wahab pun membalas ucapan salam itu. Wahab mengulurkan tangannya dan dia menjabat tangan orang itu, lalu dia menyuruh orang itu untuk duduk di sampingnya. Setelah itu, dia pun berkata, ‘Jika seseorang memujimu dengan kelebihan yang tidak ada pada dirimu, maka tidak tertutup kemungkinan dia pun akan mencelamu dengan kejelekan yang tidak ada pada dirimu.’”
 
            Wahab bin Munabbih juga berkata, “Iman adalah ibarat seorang pemimpin (penunjuk jalan), amal perbuatan adalah ibarat pengemudi (kuda), sedangkan jiwa adalah ibarat kuda-kuda (yang ditungganginya). Jika pemimpin itu mau memimpin, tetapi sang pengemudi tidak mau mengemudikan (kuda-kuda) itu, maka hal itu tidak bermanfaat sedikit pun. Demikian pula, jika sang pengemudi mau mengemudikan (kuda-kuda) itu, tetapi sang pemimpin tidak mau memimpinnya, maka hal itu juga tidak bermanfaat sedikit pun. Jika sang pemimpin mau memimpin dan jika sang pengemudi mau mengemudikan kuda-kudanya, maka jiwa pun akan mengikutinya dengan penuh kepatuhan dan keseganan. Lalu, amal perbuatannya pun akan menjadi baik.”
 
Thawus berkata, “Ketika aku berada di Mekah, Al-Hajjaj menyuruhku untuk datang kepadanya. Dia menyuruhku untuk duduk di dekatnya dan bersandar di sebuah kasur, tiba-tiba dia mendengar seseorang membaca talbiyah di sekitar Baitullah dengan mengeraskan suaranya. Dia pun berkata, ‘Datangkanlah kepadaku orang itu!’ Orang itu pun dihadapkan kepada Al-Hajjaj, lalu Al-Hajjaj bertanya, ‘Dari mana orang ini?’ Orang itu menjawab, ‘Dari kalangan kaum muslimin.’ Al-Hajjaj berkata, ‘Bukan tentang keislamanmu yang aku tanyakan.’ Orang itu berkata, ‘Lalu, hal apa yang kamu tanyakan?’ Al-Hajjaj menjawab, ‘Aku menanyakan kepadamu tentang negeri asalmu.’ Orang itu menjawab, ‘Aku berasal dari Yaman.’ Al-Hajjaj bertanya, ‘Bagaimana kondisi Muhammad bin Yusuf ketika kamu tinggalkan?’ (Maksudnya saudara laki-laki Al-Hajjaj). Orang itu menjawab, ‘Ketika aku meninggalkannya, dia berada dalam kondisi gemuk.’ Al-Hajjaj berkata, ‘Bukan hal itu yang aku tanyakan.’ Orang itu berkata, ‘Lalu, apa yang kamu tanyakan?’ Al-Hajjaj menjawab, ‘Aku menanyakan kepadamu tentang sepak terjangnya.’ Orang itu menjawab, ‘Ketika aku meninggalkannya, dia berada dalam keadaan suka menzhalimi, bertindak sewenang-wenang, taat kepada makhluk, dan durhaka kepada Sang Khaliq.’ Al-Hajjaj berkata kepadanya, ‘Apa yang mendorongmu untuk mengucapkan perkataan semacam ini, padahal kamu mengetahui bagaimana kedudukan Muhammad bin Yusuf terhadap diriku?’ Orang itu balik bertanya, ‘Apakah menurutmu, kedudukannya terhadap dirimu adalah lebih mulia daripada kedudukanku terhadap Allah I, padahal aku adalah orang yang sedang mengunjungi rumah-Nya, mempercayai Nabi-Nya, dan melaksanakan ajaran-ajaran agama-Nya?’”
 
Thawus berkata, “Al-Hajjaj pun terdiam dan tidak dapat memberikan satu jawaban pun. Sementara, laki-laki itu bangun tanpa meminta izin terlebih dahulu kepada Al-Hajjaj, lalu dia pun pergi.” Thawus berkata lagi, “Aku juga bangun untuk mengikuti jejaknya. Aku berkata, ‘Sungguh, orang ini adalah seorang yang bijak. Dia mendatangi Baitullah, lalu dia bergelantungan di dinding-dindingnya dan berkata, ‘Ya Allah, hanya kepada-Mu-lah aku berlindung dan hanya kepada-Mu-lah aku meminta perlindungan. Ya Allah, jadikanlah aku sebagai orang yang rindu kepada kemurahan-Mu, ridha kepada jaminan yang Engkau berikan, terbebas dari kebakhilan orang-orang yang bakhil, dan tidak butuh kepada apa yang ada di tangan orang-orang yang suka memonopoli. Ya Allah, sesungguhnya kelapangan dari-Mu akan datang dalam waktu dekat, kebaikan-Mu sudah ada sejak dulu, dan sifat-Mu adalah baik.’ Setelah itu, dia pun pergi ke tengah-tengah kerumunan orang banyak. Ketika sore hari, aku melihatnya kembali, dan saat itu dia mengucapkan, ‘Ya Allah, jika Engkau tidak menerima hajiku, kecapaian yang aku rasakan, dan jerih payahku, maka janganlah Engkau haramkan diriku untuk mendapatkan pahala dari musibah yang menimpaku ini, yaitu musibah yang disebabkan karena Engkau tidak menerima amal ibadahku ini.’ Setelah itu, dia pun pergi ke tengah-tengah kerumunan orang banyak. Pada waktu pagi, aku melihatnya kembali di mana pada saat itu, dia mengucapkan, ‘Demi Allah, alangkah jeleknya diriku jika aku menjauh dari Allah!’”
 
Ma’ruf Al-Kurkhi pernah berkata, “Wahai jiwa, mengapa kamu menangis? Bersihkanlah dirimu dan murnikanlah niatmu!” Ketika ditanya tentang orang-orang yang taat kepada Allah, “Dengan apa mereka mampu untuk melakukan ketaatan kepada Allah?”, Ma’ruf Al-Kurkhi pun menjawab, “Dengan keluarnya kehidupan dunia dari hati mereka. Seandainya kehidupan dunia itu masih ada pada hati mereka, niscaya mereka tidak akan dapat melakukan satu sujud pun dengan benar.”
 
Seorang laki-laki pernah berkata kepada Ma’ruf, “Berilah nasihat kepadaku!” Ma’ruf pun menjawab, “Bertawakallah kamu kepada Allah agar Dia menjadi temanmu, kekasihmu, dan tempat mengadumu. Dan, perbanyaklah kamu mengingat mati agar Allah menjadi temanmu. Ketahuilah bahwa ketika kesembuhan datang kepadamu, sesungguhnya kesembuhan itu merupakan rahasia Allah. Dan, ketahui pula bahwa sesungguhnya manusia sama sekali tidak dapat memberikan kemanfaatan ataupun kemudharatan kepadamu. Mereka juga tidak dapat memberikan sesuatu pun kepadamu dan tidak pula dapat menghalangi suatu pemberian.”     
 
            Bisyr pernah berkata, “Sungguh, tidaklah bertakwa kepada Allah orang yang mencintai ketenaran (popularitas).” Suatu hari, Bisyr pernah berdiri di hadapan para pemilik buah-buahan, lalu dia memandangi buah-buahan itu. Seseorang bertanya, “Wahai Abu Nashr, apakah kamu menginginkan salah satu dari buah-buahan ini?” Bisyr menjawab, “Tidak, aku hanya memandanginya. Aku berfikir, jika orang yang durhaka kepada Allah saja diberi makanan seperti ini, maka bagaimana dengan orang yang taat kepada-Nya?” Ketika ingin memasuki kawasan pemakaman, Bisyar berkata, “Orang-orang yang mati yang berada di luar pagar pemakaman ini adalah lebih banyak daripada orang-orang yang mati yang berada di dalam pagar ini.” Dia juga pernah berkata, “Sesungguhnya kehidupan dunia ini adalah ibarat seekor semut yang mengumpulkan biji-bijian di musim panas dengan tujuan agar ia dapat memakannya di musim dingin. Pada suatu hari, ketika ia mengambil biji-bijian itu dengan mulutnya, tiba-tiba datang kepadanya seekor burung yang langsung merebut biji-bijian itu darinya. Sehingga, semut itu pun tidak dapat memakan apa yang telah ia kumpulkan, dan tidak dapat memperoleh apa yang ia cita-citakan.”
 
            Imam Ahmad bin Hanbal merupakan imam bagi kelompok Ahlus Sunah Wal Jama’ah. Sepertinya, Allah I telah mengumpulkan pada diri Imam Ahmad semua ilmu yang dimiliki oleh orang-orang yang terdahulu (generasi pertama) dan orang-orang yang hidup kemudian (generasi kedua), yaitu ilmu dari setiap bidang keilmuan, sehingga dia dapat mengatakan sesuatu sekehendaknya dan tidak mengatakan sesuatu sekehendaknya. Hal ini adalah seperti telah dikatakan oleh Ibrahim Al-Harbi.
 
            Imam Ahmad telah menghafal satu juta hadits, sebagaimana telah dikatakan oleh Abu Zur’ah. Abdurrazaq berkata, “Aku tidak pernah melihat seorang pun yang lebih mendalami ilmu agama dan lebih wara’ daripada Ahmad bin Hanbal.”
 
            Abu Dawud berkata, “Ahmad bin Hanbal tidak pernah menggeluti satu urusan duniawi pun yang telah digeluti oleh manusia pada umumnya. Ketika dia mengingat satu ilmu, maka dia akan berbicara tentang ilmu itu.”
 
            Abdul Malik Al-Maimuni berkata, “Aku tidak pernah melihat satu orang pun yang memiliki baju yang lebih bersih dan sangat memperhatikan dirinya, baik terhadap kumis, rambut kepala, maupun bulu-bulu badannya, serta memiliki baju yang lebih suci dan lebih putih, daripada Ahmad bin Hanbal.”
 
            Diriwayatkan dari Abu Bakar Al-Marwazi bahwa dia berkata, “Aku pernah mendengar Abu Abdillah berkata, ‘Sesungguhnya kehidupan dunia itu hanya (penuh dengan) makanan dan pakaian. Dan, sesungguhnya kehidupan dunia itu hanya sebentar.’” Al-Marwazi juga berkata, “Aku pernah mendengar Abu Abdillah juga berkata, ‘Hari yang paling menyenangkan diriku adalah satu hari di mana ketika aku menjumpai waktu pagi, tapi aku tidak memiliki sesuatu apa pun.’ Ketika Abu Abdillah rahimahullâh berjalan di sebuah jalan, maka dia tidak suka jika ada orang yang mengikutinya.”
 
            Abdullah bin Ahmad pernah berkata, “Ayahku adalah orang yang paling sabar (paling tahan) untuk menyendiri. Tidak ada seorang pun yang dapat melihat ayahku, kecuali ketika dia sedang berada di dalam masjid, sedang melayat jenazah, atau sedang mengunjungi orang yang sakit. Dia tidak suka berjalan di pasar-pasar. Suatu hari, dia pernah berdoa, ‘Ya Allah, jika ada orang yang sedang berada di bawah pengaruh hawa nafsunya atau pendapatnya sendiri, lalu dia menyangka bahwa dirinya sedang berada dalam kebenaran, padahal sebenarnya dia tidak berada dalam kebenaran, maka kembalikanlah dia kepada kebenaran sehingga tidak ada satu orang pun dari umat ini yang tersesat. Ya Allah, janganlah Engkau sibukkan hati kami dengan apa yang telah Engkau berikan kepada kami. Dengan rezeki dari-Mu ini, janganlah Engkau jadikan kami sebagai pelayan bagi dzat lain selain-Mu. Jangan Engkau halangan kami untuk mendapatkan kebaikan yang ada di sisi-Mu, meskipun tidak sedikit kejelekan yang ada pada diri kami. Jangan Engkau biarkan kami melakukan apa yang telah Engkau larang kepada kami. Muliakanlah kami dan janganlah Engkau hinakan kami. Muliakanlah kami dengan ketaatan kepada-Mu, dan janganlah Engkau hinakan kami dengan kemaksiatan kepada-Mu.’”
 
            Imam Ahmad pernah berkata kepada putranya, “Wahai anakku, sungguh aku telah memberikan kepadamu seluruh jerih payahku.”
 
            Seorang laki-laki pernah datang kepadanya ketika dia sedang dipenjara, “Wahai imam, apakah hanya kamu yang berada dalam kebenaran, sedangkan mereka berada dalam kebatilan?” Imam Ahmad pun berkata kepada orang itu, “Celakalah kamu! Apakah kamu tahu bahwa kebenaran ada pada orang-orang itu? Kenalilah kebenaran, niscaya kamu akan mengenali orang-orang yang ada dalam kebenaran. Dan, kenalilah kebatilan, niscaya kamu akan mengenali orang-orang yang didatangi oleh kebatilan itu.”
 
            Pada suatu hari, salah seorang murid Imam Ahmad yang bernama Abu Sa’id, mendatanginya. Saat itu, Imam Ahmad sedang dicambuk. Sang murid berkata kepadanya, “Wahai Imam, katakanlah karena sesungguhnya engkau memiliki keluarga!” Imam Ahmad pun berkata kepadanya, “Lihatlah ke arah teras (beranda)!” Sang murid pun melihat ke arah teras, ternyata dia melihat banyak sekali orang yang sedang berkumpul. Mereka semua ingin menulis apa yang akan dikatakan oleh sang imam. Murid itu pun kembali kepada sang imam, lalu dia menggambarkan kepada sang imam tentang apa yang baru dilihatnya. Sang imam pun berkata kepadanya, “Demi Allah, tidak seharusnya aku selamat, sedangkan mereka semua tersesat.”
 
            As-Sirri pernah berkata, “Melakukan sedikit sunah adalah lebih baik daripada melakukan banyak bid’ah. Bagaimana mungkin suatu amal perbuatan yang dilakukan dengan ketakwaan akan berkurang nilainya? Ketahuilah bahwa kekuatan yang paling kuat adalah jika kamu dapat mengalahkan hawa nafsumu sendiri. Barangsiapa tidak mampu untuk mendidik dirinya sendiri, maka dia akan lebih tidak mampu untuk mendidik diri orang lain. Barangsiapa taat kepada Dzat yang lebih tinggi darinya, maka orang-orang yang ada di bawahnya pun akan taat kepadanya. Barangsiapa takut kepada Allah, maka segala sesuatu akan takut kepadanya.”
 
            As-Sirri juga berkata, “Jika kamu bersedih karena hartamu berkurang, maka menangislah karena usiamu berkurang. Sedekah, meskipun hanya sedikit, dapat mendatangkan teman yang banyak. Dan, di antara tanda istidrâj (terpedaya oleh setan) adalah ketidaktahuan seseorang akan aib-aib yang ada pada dirinya sendiri.” Dia juga berkata, “Orang yang paling kuat adalah orang yang mampu mengendalikan amarahnya. Orang yang memperlihatkan kepada manusia sesuatu yang sebenarnya tidak ada pada dirinya, maka derajatnya akan jatuh di mata Allah. Seseorang tidak akan pernah mencapai kesempurnaan hingga dia mendahulukan agamanya daripada hawa nafsunya, dan seseorang tidak akan pernah hancur hingga dia mendahulukan hawa nafsunya daripada agamanya.”
 
 Muawiyah bin Hisyam pernah bertanya kepada Khalid bin Shafwan, “Apa yang telah kalian dengar tentang sosok Ahnaf bin Qais?” Khalid menjawab, “Jika kamu menghendaki, aku akan menceritakan kepadamu seribu hal tentangnya. Dan jika kamu menghendaki, aku akan meringkas cerita itu untukmu.” Muawiyah berkata, “Ringkaslah cerita itu untukku!” Khalid berkata, “Jika kamu menghendaki, aku akan menceritakan tiga hal; jika kamu menghendaki, maka dua hal saja; dan jika kamu menghendaki, maka hanya satu hal saja.” Muawiyah bertanya, “Apa ketiga hal tersebut?” Khalid menjawab, “Dia tidak rakus, tidak dengki, dan tidak suka menahan hak orang lain.” Muawiyah bertanya, “Apa kedua hal tersebut?” Dia mendapatkan pertolongan (dari Allah) untuk melakukan kebaikan, serta terjaga dari keburukan.” Muawiyah bertanya lagi, “Lalu, apa yang satu hal itu?” Khalid menjawab, “Dia adalah orang yang memiliki kekuatan paling besar dalam mengendalikan dirinya sendiri.”
 
            Al-Ahnaf pernah berkata, “Aku tidak pernah menyebutkan kejelekan seorang pun setelah dia beranjak dari tempatku.” Dia juga berkata, “Sungguh, tidak ada muru`ah (kehormatan) bagi seorang pembohong, tidak ada ketenangan bagi orang yang suka dengki, tidak ada keberkahan bagi orang yang bakhil, tidak ada kedudukan yang tinggi bagi orang yang berakhlak jelek, dan tidak ada persaudaraan bagi orang yang tidak sabar.”
 
            ‘Amir bin Abdullah pernah berkata, “Sesungguhnya aku malu kepada Allah jika aku takut kepada dzat lain selain Dia.” Seseorang berkata kepadanya, “Sesungguhnya surga dapat diperoleh tanpa harus melakukan apa yang kamu perbuat, dan sesungguhnya neraka dapat dihindari tanpa harus melakukan apa yang kamu perbuat.” ‘Amir pun menjawab, “Demi Allah, aku akan tetap berusaha. Jika aku dapat selamat dari neraka, maka itu adalah karena rahmat Allah. Tetapi jika aku masuk neraka, maka yang penting aku sudah bersusah payah untuk menghindarinya.”
 
            Menjelang kematiannya, ‘Amir bin Abdullah menangis. Seseorang bertanya kepadanya, “Apakah kamu takut mati sehingga kamu pun menangis?” ‘Amir menjawab, “Bagaimana mungkin aku tidak menangis? Adakah orang yang lebih pantas menangis daripada diriku pada saat ini? Demi Allah, aku tidak menangis karena takut mati atau karena aku menginginkan –kesenangan-- dunia kalian. Akan tetapi, aku menangis karena takut kehausan pada Hari Yang sangat panas dan keharusan untuk berdiri pada Malam Yang sangat dingin (Hari Kiamat).”
 
            Suatu ketika, seekor serigala menghadang perjalanan serombongan kafilah. Ketika ‘Amir datang, dia pun langsung turun dari kendaraannya. Mereka berkata, “Wahai Abu Abdillah, sesungguhnya kami khawatir dirimu akan diterkam serigala itu.” ‘Amir pun menjawab, “Sesungguhnya serigala itu hanyalah salah satu anjing Allah I. Jika Dia berkehendak untuk menaklukkan serigala itu, niscaya Dia pun akan menaklukkannya. Dan, jika Dia berkehendak untuk menahannya, Dia pun akan menahannya.” ‘Amir pun berjalan menghampiri serigala tersebut hingga dia menyentuh kedua telinga serigala dengan menggunakan kedua tangannya. Kemudian dia pun menyingkirkan serigala itu dari jalan. Kafilah itu, akhirnya, berhasil melewati tempat tersebut. ‘Amir berkata, “Sesungguhnya aku malu kepada Tuhanku, seandainya Dia melihat dalam hatiku ada rasa takut kepada dzat lain selain Dia.”
 
            Dia juga berkata, “Aku tidak pernah melihat sesuatu pun seperti surga, di mana orang yang berusaha mencarinya dapat tidur di dalamnya. Dan, aku tidak pernah melihat sesuatu pun seperti neraka, di mana orang yang berusaha lari darinya juga dapat tidur di surga.”
 
            Dia juga berkata, “Aku mencintai Allah I dengan kecintaan yang dapat memudahkanku dalam menghadapi setiap musibah dan menjadikanku ridha terhadap setiap keputusan Allah. Dengan kecintaanku kepada-Nya, aku tidak peduli lagi bagaimana keadaanku ketika menemui waktu pagi dan sore.”
 
            Faktor yang menyebabkan diasingkan dan dideportasinya Amir bin Abdullah adalah karena dia pernah bertemu dengan salah seorang pembantu raja. Saat itu, orang tersebut sedang menarik seorang kafir dzimmi, kafir dzimmi tersebut berteriak meminta pertolongan. Melihat itu, Amir pun menghadap ke arah orang kafir dzimmi tersebut, kemudian dia bertanya kepadanya, “Apakah kamu sudah membayar jizyah?” Orang itu menajwab, “Ya.” Lalu, Amir menghadap ke arah sang pembantu raja, dia bertanya, “Apa yang kamu inginkan darinya?” Pembantu raja itu menjawab, “Aku ingin membawa orang ini supaya dia menyapu rumah pemimpin kami.” Amir menghadap kembali ke arah orang kafir dzimmi tersebut, lalu dia bertanya kepadanya, “Apakah kamu merasa senang dengan hal ini?” Orang itu menjawab, “Sungguh, dia telah menyibukkan diriku sehingga aku harus meninggalkan pekerjaanku.” Amir berkata kepada pembantu raja itu, “Biarkanlah dia pergi!” Sang pembantu raja menjawab, “Aku tidak akan membiarkannya pergi.” Amir berkata lagi, “Biarkan dia pergi!” Sang pembantu raja menjawab, “Aku tidak akan membiarkannya.” Kemudian Amir meletakkan pakaian (kebesaran)nya, lalu dia berkata, “Sungguh, jaminan keamanan yang telah diberikan oleh Nabi Muhammad r kepada kafir dzimmi tidak boleh diabaikan selama aku masih hidup.” Dia berkata lagi, “Lepaskanlah orang itu!” Itulah faktor yang menyebabkan Amir bin Abdullah diusir dan diasingkan.
 
            Dia juga berkata, “Ada empat ayat dalam Kitabullah I yang jika aku mengingatnya, maka aku tidak peduli lagi terhadap keadaanku ketika menemui waktu pagi atau waktu sore. Keempat ayat itu adalah firman Allah, ‘Apa saja yang Allah anugerahkan kepada manusia berupa rahmat, maka tidak ada seorang pun yang dapat menahannya; dan apa saja yang ditahan oleh Allah maka tidak ada seorang pun yang sanggup untuk melepaskannya sesudah itu.’[1]; Firman-Nya, ‘Jika Allah menimpakan suatu kemudharatan kepadamu, maka tidak ada yang menghilangkannya melain Dia sendiri.’[2]; firman-Nya, ‘Allah kelak akan memberikan kelapangan sesudah kesempitan.’[3]; dan firman-Nya, ‘Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi, melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya.’[4]” Dia juga berkata, “Barangsiapa yang takut kepada Allah, Allah akan menjadikan segala sesuatu takut kepadanya. Sedangkan barangsiapa yang tidak takut kepada Allah, Allah akan menjadikan dirinya takut kepada segala sesuatu.”
 
            Dia pernah mewajibkan kepada dirinya untuk memberi nafkah (sedekah) kepada teman-temannya semampunya.
 
            Ketika menemui waktu pagi, dia berkata, “Ya Allah, sesungguhnya orang-orang telah pergi ke pasar-pasar. Masing-masing orang memiliki keperluan yang berbeda-beda. Wahai Tuhanku, sesungguhnya keperluanku kepada-Mu hanyalah agar Engkau memberikan ampunan kepadaku.” Seorang laki-laki pernah duduk di dekat Amir ketika ia sedang shalat. Maka, dia pun mempercepat shalatnya, lalu dia menemui laki-laki tersebut. Dia berkata kepadanya, “Cepatlah sampaikan keperluanmu, sesungguhnya aku sedang tergesa-gesa.” Laki-laki itu berkata, “Untuk apa kamu tergesa-gesa?” Amir menjawab, “Aku tergesa-gesa karena Malaikat pencabut nyawa hampir mendatangiku.” Laki-laki itu pun, akhirnya, bangun untuk meninggalkan Amir, sementara Amir bangun untuk meneruskan shalatnya.
 
            Abu Al-‘Aliyah pernah berkata, “Aku pernah pergi selama beberapa hari untuk menemui seorang laki-laki. Setiap kali aku melakukan hal itu, maka hal yang pertama kali aku cari tahu adalah tentang shalat orang itu. Jika aku mengetahui bahwa orang itu selalu mendirikan dan menyempurnakan shalatnya, maka aku akan tinggal bersamanya dan akan mendengarkan ilmu darinya. Akan tetapi, jika aku mengetahui bahwa dia telah menyia-nyiakan shalatnya, maka aku akan kembali dan tidak mau mendengarkan ilmu darinya. Lalu, aku berkata, ‘Jika dia telah menyia-nyiakan shalatnya, maka sudah pasti dia juga akan menyia-nyiakan hal lain selain shalat.’”
 
            Dia juga berkata, “Kami telah beranggapan bahwa di antara dosa yang paling besar adalah jika seorang laki-laki belajar tentang Al-Qur`an, kemudian dia meninggalkannya hingga dia pun lupa akan apa yang telah dipelajarinya.”
 
            Diriwayatkan dari Fudhail bin Zaid Ar-Raqqasyi –dia pernah berperang bersama Umar sebanyak tujuh kali- bahwa dia berkata, “Berusahalah agar orang-orang tidak membuatmu lalai terhadap dirimu sendiri, karena hal itu akan menyebabkan dirimu berada di bawah kekuasaan mereka. Dan, janganlah kamu memutuskan hubungan dengan waktu siang dengan melakukan begini dan begitu, karena sesungguhnya ia akan merekam apa yang kamu katakan pada waktu itu. Aku tidak melihat sesuatu pun yang lebih baik dan lebih cepat menutup sesuatu yang lain daripada kebaikan yang segera dilakukan seseorang setelah sebelumnya dia melakukan perbuatan dosa.”
 
            Harim bin Hayyan pernah berkata, “Seorang yang bijak tidak akan mengutamakan dunia daripada akhirat, dan seorang yang berhati mulia tidak akan pernah berbuat maksiat kepada Allah.”
 
            Dia juga berkata, “Orang yang bergelut dengan ilmu kalam dihadapkan pada salah satu dari dua keadaan berikut ini: jika dia kurang dalam menyampaikan apa yang dikehendaki oleh penguasa, maka dia akan ditahan; dan jika dia berlebihan menuruti kemauan penguasa, maka dia akan berdosa.” Dia juga berkata, “Jika ada seseorang yang berkata kepadaku, ‘Sesungguhnya kamu akan termasuk penghuni neraka,’ Niscaya aku tidak akan meninggalkan amal shalehku. Hal itu adalah agar aku tidak dicela oleh diriku sendiri, di mana ia akan berkata, ‘Mengapa kamu melakukan hal itu? Mengapa kamu menyia-nyiakan amal shalehmu?’”
 
            Diriwayatkan dari Hasan bahwa dia berkata, “Harim bin Hayyan dan Abdullah bin ‘Amir pernah pergi ke Hijaz. Tiba-tiba kedua binatang tunggangan mereka menarik sejumlah pohon. Maka, Harim berkata kepada Ibnu ‘Amir, ‘Sukakah kamu jika kamu menjadi salah satu dari pohon-pohon ini?’ Ibnu ‘Amir menjawab, ‘Tidak, demi Allah, aku berharap kepada Allah I agar Dia tidak menjadikanku seperti itu.’ Harim berkata, ‘Demi Allah, aku ingin menjadi salah satu dari pohon-pohon ini, di mana binatang tunggangan ini memakan diriku, lalu dia membuangku kembali dalam bentuk kotoran. Dengan demikian, aku tidak akan merasakan beratnya hisab pada Hari Kiamat. Wahai Ibnu ‘Amir, sesungguhnya aku takut kepada Hari Kiamat, di mana pada saat itu aku tidak tahu apakah aku akan ke surga ataukah ke neraka.’”
 
            Hasan juga berkata, “Harim adalah orang yang paling fakih (mendalami agama) dan paling mengetahui tentang Allah I dibandingkan Ibnu ‘Amir.”
 
            Diriwayatkan bahwa Shilah bin Usyaim pernah bertemu dengan sekelompok pemuda yang sedang bermain-main. Maka, dia berkata kepada mereka, “Beritahukanlah kepadaku tentang suatu kaum yang ingin mengadakan suatu perjalanan, tetapi ketika waktu masih siang, mereka tersesat dan menyimpang dari jalan yang semestinya hingga mereka pun terpaksa bermalam di perjalanan; kapankah mereka akan mengakhiri perjalanan mereka?”
 
            Tsabit pernah menceritakan bahwa Shilah dan para muridnya pernah bertemu dengan seorang pemuda yang menjulurkan pakaiannya hingga menutupi mata kakinya dengan maksud untuk menyombongkan diri. Melihat itu, para murid Shilah mencaci maki pemuda tersebut dengan cacian yang sangat keras. Shilah pun berkata, “Biarkan aku saja yang menanganinya.” Kemudian Shilah berkata kepada pemuda tersebut, “Wahai putra saudaraku, aku ada perlu denganmu.” Pemuda itu bertanya, “Apa keperluanmu?” Shilah berkata, “Angkatlah (tinggikanlah) kainmu itu!” Pemuda itu menjawab, “Baiklah, dengan senang hati aku akan melakukannya.” Setelah itu, Shilah pun berkata kepada murid-muridnya, “Ini lebih baik daripada apa yang kalian lakukan. Sebab, jika kalian mencacinya, maka dia juga akan mencaci kalian.”
 
            Seorang laki-laki pernah berkata kepada Shilah, “Berdoalah kepada Allah untuk kebaikanku!” Shilah pun berkata, “Semoga Allah I menjadikan hidupmu bahagia di alam yang kekal (akhirat), semoga Allah menjadikanmu tidak suka terhadap kehidupan yang fana` (zuhud), dan semoga Allah menganugerahkan kepadamu sebuah keyakinan di mana seseorang tidak akan tenang kecuali jika kembali kepada keyakinan itu dan tidak akan meminta bantuan dalam masalah agama kecuali kepadanya.”
 
            Mutharrif bin Abdullah pernah berkata, “Wahai saudara-saudaraku, bersungguh-sungguhlah kalian dalam beramal shaleh. Sebab, jika apa yang akan kita terima nanti adalah rahmat dan ampunan Allah seperti yang kita harapkan, kita akan mendapatkan sejumlah derajat di surga. Tetapi jika apa yang akan kita hadapi adalah kondisi sulit seperti yang kita khawatirkan dan waspadai, kita pun tidak akan mengatakan, ‘Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami, niscaya kami akan mengerjakan amal shaleh berlainan dengan yang telah kami kerjakan.’[5] Kita hanya akan mengatakan, ‘Sungguh, kami telah melakukan amal shaleh, tetapi amal shaleh itu belum bermanfaat bagi kami.’”
 
            Diriwayatkan bahwa jika Mutharrif masuk ke dalam rumahnya, bejana-bejana yang ada di rumahnya akan bertasbih bersama-sama dengannya. Suatu hari, dia pernah berjalan di malam hari, tiba-tiba cemeti yang dibawanya menerangi jalan yang dilaluinya.
 
            Dia juga pernah berkata, “Sesungguhnya kematian ini telah menghancurkan kenikmatan yang dirasakan oleh para pemburu kenikmatan duniawi. Maka, carilah oleh kalian kenikmatan yang tidak ada kematian di dalamnya (kenikmatan akhirat).”
 
            Dia juga berkata, “Seandainya aku mengetahui kapan ajalku datang, niscaya aku khawatir akalku akan hilang. Sesungguhnya Allah I telah menanamkan dalam diri hamba-hamba-Nya kelalaian terhadap kematian. Seandainya tidak ada kelalaian seperti itu, niscaya mereka tidak akan mengagungkan kehidupan dunia dan tidak akan ada pasar-pasar di tengah-tengah mereka.” Dia pernah berdoa kepada Tuhannya dengan berkata, “Ya Allah, ridhailah diri kami. Jika Engkau tidak mau meridhai kami, maka berilah maaf kepada kami. Karena terkadang Allah I memberi maaf kepada salah seorang hamba-Nya, tetapi Dia tidak ridha kepadanya.”
 
            Dia juga berkata, “Sesungguhnya hal terjelek yang digunakan untuk memperoleh kenikmatan duniawi adalah perbuatan akhirat (ibadah).”
 
            Di antara Mutharrif dan seorang laki-laki dari kaumnya pernah terjadi masalah. Laki-laki itu pun berdusta kepada Mutharrif. Maka, Mutharrif berkata kepadanya, “Jika kamu berdusta, maka semoga Allah I mempercepat ajalmu.” Seketika itu pula, laki-laki itu pun meninggal di tempat Mutharrif. Keluarga laki-laki itu meminta bantuan kepada Ziyad untuk menemui Mutharrif. Ziyad bertanya kepada mereka yang menyaksikan kejadian itu, “Apakah dia telah memukulnya? Apakah dia telah menyentuhnya dengan menggunakan tangan?” Mereka menjawab, “Tidak.” Ziyad berkata, “Doa orang shaleh tidak akan meleset dari takdir Allah.” Sejak saat itu, Mutharrif pun tidak pernah meminta kepada Allah agar Dia mempercepat sesuatu untuk mereka.
 
            Mutharrif pernah berkata kepada salah seorang saudaranya, “Wahai Fulan, jika kamu memiliki suatu keperluan, maka janganlah kamu berbicara kepadaku tentang keperluan tersebut secara langsung, tetapi tulislah di selembar kertas. Kemudian berikanlah kertas itu kepadaku, karena aku tidak ingin melihat hinanya sebuah permintaan yang nampak di wajahmu.”
 

--------------------------------------------------------------------------------
 
[1]  Surah Fâthir [35]: 2.
 
[2]  Surah Al-An’âm [6]: 17.
 
 [3]  Surah Ath-Thalâq [65]: 7.
 
[4]  Hûd [11]: 6.
 
[5]  Surah Fâthir [35]: 37.
 
 
 

#360 From: "ibnuadam_1" <ibnuadam_1@...>
Date: Wed Sep 5, 2007 2:01 am
Subject: (No subject)
ibnuadam_1
Send Email Send Email
 
Penulis  : Muhammad bin Ismail Al ‘Umrani
Ukuran buku  : 13 x 19
Halaman  : 148 (Hard Cover/luks)
Penerbit : QultumMedia. 2007
 

BERBURU CINTA ATAS NAMA ALLAH
 
• Menjadi muslim yang dicintai dan kharismatik
• Kiat meraih simpati
• Menundukkan kerasnya hati manusia
• Agar dihargai, dihormati, dan diikuti
• Mencontoh Rasulullah bersosialisasi
 
Manusia menginginkan hidupnya tenteram, sukses, bahkan ingin menjadi pemimpin; seluruh perkataannya ingin didengar, diperhatikan, sekaligus dituruti sesuai dengan keinginannya. Namun, Banyak kendala yang dialami umat Islam ketika berinteraksi dengan sesamanya yang lain. Ada yang sungguh-sungguh bekerja, tapi ia masih tetap tidak dihargai pekerjaannya. Ada yang sudah berusaha bergaul, tapi ia masih tetap belum mendapatkan tempat di hati mereka. Ada yang sudah memiliki ilmu yang tinggi, tapi masih tetap perkataannya tidak diikuti. Lebih ironis lagi, seseorang sudah berusaha agar ia dicintai, dijadikan panutan, tapi ia malah dimusuhi.
 Ada banyak orang-orang  sukses di bidangnya masing-masing. Terutama junjungan kita, Nabi Muhammad saw. Beliau adalah orang yang paling sukses mengambil hati manusia, sehingga beliau dicintai, dihormati, dikagumi, disegani oleh kawan maupun lawan, bahkan agamanya begitu mudah diterima oleh mereka yang mengenal beliau secara objektif. Kenapa demikian? Karena beliau menerapkan metode atau sistem brilian, bagaimana cara mendekati hati mereka, yang tentunya juga berdasarkan dari bimbingan Allah SWT. Hal-hal tersebut, bisa Anda dapatkan dalam buku ini.
 
 

#361 From: Ade Hidayat <ibnuadam_1@...>
Date: Thu Sep 6, 2007 2:52 am
Subject: Buku bagus
ibnuadam_1
Send Email Send Email
 
Melejitkan Potensi Diri dengan Quranic Quotient
 
Oleh  : Buya Vira
Judul  : Quranic Quotient: Menggali dan Melejitkan Potensi Diri Melalui Al-Qur'an
Penulis  : Udo Yamin Efendi Majdi
Penerbita : Qultum Media, Jakarta
Cetakan  : Pertama, 2007
Tebal  : xvi + 196 halaman
Distributor : Gramedia, Gunung Agung, dan toko buku besar seluruh Indonesia
 
 
"Buku yang ditulis oleh Udo Yamin Efendi Majdi merupakan karya yang —saya yakin— akan menambah kecintaan pembaca akan Al-Quran sekaligus menjadikannya sebagai pedoman puncak dalam menjalani kehidupan," tulis Ary Ginanjar Agustian ketika memberikan Kata Pengantar terhadap buku Quranic Quotient.
Ungkapan pimpinan ESQ Leadership Center itu tidak berlebihan, sebab buku Quranic Quotient ini hadir dalam rangka back to Al-Qur`an. Penulis ingin meyakinkan kita bahwa siapa pun yang mengamalkan prinsip dalam Al-Qur`an, maka potensi dan kecerdasannya akan berkembang pesat. Setidaknya, buku ini menjadi sarana diskusi kepada siapa saja, terutama bagi generasi muda Islam yang ingin lebih mencintai Al-Qur`an dan mengembangkan potensi diri berdasarkan wahyu Ilahi.
Dalam buku ini, penulis mendiskusikan tentang: Nama dan Sifat Al-Qur`an, Fungsi Al-Qur`an, Kewajiban Terhadap Al-Qur`an, Pengaruh Al-Qur`an Terhadap Potensi Diri, dan Quranic Quotient. Kelima hal itu, penulis bahas dengan “personal essayâ€, dengan bahasa komunikatif, atraktif, dan mudah untuk dicerna oleh siapa saja. Selain itu, buku ini unik, karena setiap awal bab memuat puisi Sir. Muhammad Iqbal.
Pada Bab I, membicarakan 16 nama dan sifat Al-Qur`an. Dalam bab ini, kita sebagai pembaca akan menemukan pendapat Michael H. Hart —penulis bukunya ‘Seratus Tokoh Yang Paling Berpengaruh Dalam Sejarah’ dan para orientalis tentang Al-Qur`an. Ada juga, kisah renaisannce (pencerahan) di Barat dan ‘tidurnya’ umat Islam. Kita pun akan berkenalan dengan pencetus teori ilmiah Ibnu Al-Haitsam. Al-Khawarizm sang penemu Angka Nol. Al-Battani pencetus istilah Sinus, Kosinus, Tangen, dan Kotangen dalam Matematika, atau Azimut, Zenit, dan Nadir dalam Ilmu Astronomi. Ibnu Sina bapak Ilmu Kedokteran. Al-Razi penemu "Kimia Kontemporer". Ibnu Rusyd tokoh Filsafat. Ibnu Khaldun peletak Ilmu Sejarah dan Sosiologi. Dan tokoh yang lainnya. Tak ketinggalan, ada kisah masuk Islamnya dua tokoh terkenal, yaitu Cat Stevens —mantan artis Prancis dan Irena Handono —mantan biarawati.
Selanjutnya, dalam Bab II, kita akan menemukan 4 fungsi Al-Qur`an. Di sini ada cerita tentang Ahmad Deedat ketika diundang oleh raja Swedia, Subaza. Atau, kisah Dr. Keith L. Moore —ahli Embriologi Amerika, Profesor Tajasen Tahasen —seorang ahli Farmakologi Thailand,  Mr. Jacques Yves Costeau —ahli kelautan (Oceanografer), dan Prof. William Brown, masuk Islam karena menyaksikan kemukjizatan Al-Qur`an.
Lima kewajiban terhadap Al-Qur`an, penulis bicarakan kepada kita dalam Bab III. Kewajiban itu, antara lain (1) mengimaninya; (2) mempelajarinya; (3) mengamalkannya; (4) mendakwahkannya; dan (5) membelanya. Juga mendiskusikan jawaban, mengapa ada orang yang suka baca Al-Qur`an, tapi Al-Qur`an itu tidak menyentuh hati dan merubah tingkah lakunya? Ada cerita tentang kedekatan Pak Ary Ginanjar dan Bu Marwah Daud dengan Al-Qur`an. Ada cerita tentang interaksi Sir. Muhammad Iqbal terhadap Al-Qur`an. Ada kisah Harun Yahya. Ada kisah Abdullah bin Mas’ud ï´.
Kemudian Bab IV, penulis mengajak kita untuk menjawab pertanyaan: “Siapa Saya?†atau “Apa Diri itu?†Apa itu potensi diri? Apa itu Ahsanu Taqwîm? Sebagai apa saya, menurut Al-Qur`an? Bagaimana saya membaca diri? Bagaimana cara saya memandang diri? Dan, berbicara tentang diri yang unik. Tidak lupa, membicarakan tentang empat potensi terbaik manusia, yaitu potensi intelektual, emosional, spiritual, dan fisik. Dan alasan, mengapa fisik tidak termasuk dalam kajian kecerdasan.
Sebagai lanjutan dari bab sebelumnya, trilogi kecerdasan (IQ, EQ, dan SQ) penulis bahas dalam Bab V dan kemudian ia hubungkan dengan tiga wahyu pertama yang turun kepada Nabi Muhammad ï². Ada juga tentang Kang Abik (penulis novel Ayat-ayat Cinta), Mbak Helvy (cerpenis dan mantan Ketua Umum FLP Pusat), dan Mas Fauzil (penulis buku Kupinang Engkau dengan Hamdalah). Dan kita, diajak oleh penulis mengunjung Piramida Giza di Mesir, ketika ia berpendapat bahwa IQ, EQ, SQ versi barat tidak cukup untuk mengantarkan kita ke puncak sukses dunia-akhirat.
Maka dalam Bab VI, penulis menegaskan kepada kita bahwa selain tiga kecerdasan itu, kita juga butuh Quranic Quotient atau Kecerdasan Qur'ani. Ia juga mendiskusikan, apa itu makna sukses dan bahagia? Apa itu Ulil Albâb? Lalu, ia membahas 7 prinsip menggali dan melejitkan potensi diri dengan Quranic Qoutient beserta kiat-kiat praktisnya.
Saat memberikan endorsement terhadap buku yang lahir dari rahim santri Universitas Al-Azhar Mesir ini, B.S.Wibowo —Trainer dan CEO Trustco Cipta Madani— berkomentar:: "Membaca judulnya pasti penasaran. Skiming bukunya tambah penasaran. Sebaiknya membaca sampai habis, itulah jawabannya. Sebuah buku yang memadukan antara pemikiran asasi dengan pemikiran kini. Sangat menarik dan wajar jika dipuji. Perlu dibaca untuk masa kini.†Bahkan, pengelola Rumah Dunia, Golagong, menambahkan: "Bacalah buku ini dan kita akan merasa malu, karena sudah melupakan Al-Quran, kitab yang kita akui sebagai milik kita.â€


Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di Yahoo! Answers

#362 From: Ade Hidayat <ibnuadam_1@...>
Date: Thu Sep 6, 2007 3:02 am
Subject: Buku bagus
ibnuadam_1
Send Email Send Email
 
Melejitkan Potensi Diri dengan Quranic Quotient
 
Oleh  : Buya Vira
Judul  : Quranic Quotient: Menggali dan Melejitkan Potensi Diri Melalui Al-Qur'an
Penulis  : Udo Yamin Efendi Majdi
Penerbita : Qultum Media, Jakarta
Cetakan  : Pertama, 2007
Tebal  : xvi + 196 halaman
Distributor : Gramedia, Gunung Agung, dan toko buku besar seluruh Indonesia
 
"Buku yang ditulis oleh Udo Yamin Efendi Majdi merupakan karya yang —saya yakin— akan menambah kecintaan pembaca akan Al-Quran sekaligus menjadikannya sebagai pedoman puncak dalam menjalani kehidupan," tulis Ary Ginanjar Agustian ketika memberikan Kata Pengantar terhadap buku Quranic Quotient.
Ungkapan pimpinan ESQ Leadership Center itu tidak berlebihan, sebab buku Quranic Quotient ini hadir dalam rangka back to Al-Qur`an. Penulis ingin meyakinkan kita bahwa siapa pun yang mengamalkan prinsip dalam Al-Qur`an, maka potensi dan kecerdasannya akan berkembang pesat. Setidaknya, buku ini menjadi sarana diskusi kepada siapa saja, terutama bagi generasi muda Islam yang ingin lebih mencintai Al-Qur`an dan mengembangkan potensi diri berdasarkan wahyu Ilahi.
Dalam buku ini, penulis mendiskusikan tentang: Nama dan Sifat Al-Qur`an, Fungsi Al-Qur`an, Kewajiban Terhadap Al-Qur`an, Pengaruh Al-Qur`an Terhadap Potensi Diri, dan Quranic Quotient. Kelima hal itu, penulis bahas dengan “personal essayâ€, dengan bahasa komunikatif, atraktif, dan mudah untuk dicerna oleh siapa saja. Selain itu, buku ini unik, karena setiap awal bab memuat puisi Sir. Muhammad Iqbal.
Pada Bab I, membicarakan 16 nama dan sifat Al-Qur`an. Dalam bab ini, kita sebagai pembaca akan menemukan pendapat Michael H. Hart —penulis bukunya ‘Seratus Tokoh Yang Paling Berpengaruh Dalam Sejarah’ dan para orientalis tentang Al-Qur`an. Ada juga, kisah renaisannce (pencerahan) di Barat dan ‘tidurnya’ umat Islam. Kita pun akan berkenalan dengan pencetus teori ilmiah Ibnu Al-Haitsam. Al-Khawarizm sang penemu Angka Nol. Al-Battani pencetus istilah Sinus, Kosinus, Tangen, dan Kotangen dalam Matematika, atau Azimut, Zenit, dan Nadir dalam Ilmu Astronomi. Ibnu Sina bapak Ilmu Kedokteran. Al-Razi penemu "Kimia Kontemporer". Ibnu Rusyd tokoh Filsafat. Ibnu Khaldun peletak Ilmu Sejarah dan Sosiologi. Dan tokoh yang lainnya. Tak ketinggalan, ada kisah masuk Islamnya dua tokoh terkenal, yaitu Cat Stevens —mantan artis Prancis dan Irena Handono —mantan biarawati.
Selanjutnya, dalam Bab II, kita akan menemukan 4 fungsi Al-Qur`an. Di sini ada cerita tentang Ahmad Deedat ketika diundang oleh raja Swedia, Subaza. Atau, kisah Dr. Keith L. Moore —ahli Embriologi Amerika, Profesor Tajasen Tahasen —seorang ahli Farmakologi Thailand,  Mr. Jacques Yves Costeau —ahli kelautan (Oceanografer), dan Prof. William Brown, masuk Islam karena menyaksikan kemukjizatan Al-Qur`an.
Lima kewajiban terhadap Al-Qur`an, penulis bicarakan kepada kita dalam Bab III. Kewajiban itu, antara lain (1) mengimaninya; (2) mempelajarinya; (3) mengamalkannya; (4) mendakwahkannya; dan (5) membelanya. Juga mendiskusikan jawaban, mengapa ada orang yang suka baca Al-Qur`an, tapi Al-Qur`an itu tidak menyentuh hati dan merubah tingkah lakunya? Ada cerita tentang kedekatan Pak Ary Ginanjar dan Bu Marwah Daud dengan Al-Qur`an. Ada cerita tentang interaksi Sir. Muhammad Iqbal terhadap Al-Qur`an. Ada kisah Harun Yahya. Ada kisah Abdullah bin Mas’ud ï´.
Kemudian Bab IV, penulis mengajak kita untuk menjawab pertanyaan: “Siapa Saya?†atau “Apa Diri itu?†Apa itu potensi diri? Apa itu Ahsanu Taqwîm? Sebagai apa saya, menurut Al-Qur`an? Bagaimana saya membaca diri? Bagaimana cara saya memandang diri? Dan, berbicara tentang diri yang unik. Tidak lupa, membicarakan tentang empat potensi terbaik manusia, yaitu potensi intelektual, emosional, spiritual, dan fisik. Dan alasan, mengapa fisik tidak termasuk dalam kajian kecerdasan.
Sebagai lanjutan dari bab sebelumnya, trilogi kecerdasan (IQ, EQ, dan SQ) penulis bahas dalam Bab V dan kemudian ia hubungkan dengan tiga wahyu pertama yang turun kepada Nabi Muhammad ï². Ada juga tentang Kang Abik (penulis novel Ayat-ayat Cinta), Mbak Helvy (cerpenis dan mantan Ketua Umum FLP Pusat), dan Mas Fauzil (penulis buku Kupinang Engkau dengan Hamdalah). Dan kita, diajak oleh penulis mengunjung Piramida Giza di Mesir, ketika ia berpendapat bahwa IQ, EQ, SQ versi barat tidak cukup untuk mengantarkan kita ke puncak sukses dunia-akhirat.
Maka dalam Bab VI, penulis menegaskan kepada kita bahwa selain tiga kecerdasan itu, kita juga butuh Quranic Quotient atau Kecerdasan Qur'ani. Ia juga mendiskusikan, apa itu makna sukses dan bahagia? Apa itu Ulil Albâb? Lalu, ia membahas 7 prinsip menggali dan melejitkan potensi diri dengan Quranic Qoutient beserta kiat-kiat praktisnya.
Saat memberikan endorsement terhadap buku yang lahir dari rahim santri Universitas Al-Azhar Mesir ini, B.S.Wibowo —Trainer dan CEO Trustco Cipta Madani— berkomentar:: "Membaca judulnya pasti penasaran. Skiming bukunya tambah penasaran. Sebaiknya membaca sampai habis, itulah jawabannya. Sebuah buku yang memadukan antara pemikiran asasi dengan pemikiran kini. Sangat menarik dan wajar jika dipuji. Perlu dibaca untuk masa kini.†Bahkan, pengelola Rumah Dunia, Golagong, menambahkan: "Bacalah buku ini dan kita akan merasa malu, karena sudah melupakan Al-Quran, kitab yang kita akui sebagai milik kita.â€


Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di Yahoo! Answers

#363 From: Ade Hidayat <ibnuadam_1@...>
Date: Thu Sep 6, 2007 5:44 am
Subject: Berburu cinta atas nama Allah
ibnuadam_1
Send Email Send Email
 
Penulis           : Muhammad bin Ismail Al ‘Umrani
Ukuran buku : 13 x 19
Halaman        : 148 (Hard Cover/luks)
Penerbit         : QultumMedia. 2007
 
 
BERBURU CINTA ATAS NAMA ALLAH
 
·        Menjadi muslim yang dicintai dan kharismatik
·        Kiat meraih simpati
·        Menundukkan kerasnya hati manusia
·        Agar dihargai, dihormati, dan diikuti
·        Mencontoh Rasulullah bersosialisasi
 
Manusia menginginkan hidupnya tenteram, sukses, bahkan ingin menjadi pemimpin; seluruh perkataannya ingin didengar, diperhatikan, sekaligus dituruti sesuai dengan keinginannya. Namun, Banyak kendala yang dialami umat Islam ketika berinteraksi dengan sesamanya yang lain. Ada yang sungguh-sungguh bekerja, tapi ia masih tetap tidak dihargai pekerjaannya. Ada yang sudah berusaha bergaul, tapi ia masih tetap belum mendapatkan tempat di hati mereka. Ada yang sudah memiliki ilmu yang tinggi, tapi masih tetap perkataannya tidak diikuti. Lebih ironis lagi, seseorang sudah berusaha agar ia dicintai, dijadikan panutan, tapi ia malah dimusuhi.
            Ada banyak orang-orang  sukses di bidangnya masing-masing. Terutama junjungan kita, Nabi Muhammad saw. Beliau adalah orang yang paling sukses mengambil hati manusia, sehingga beliau dicintai, dihormati, dikagumi, disegani oleh kawan maupun lawan, bahkan agamanya begitu mudah diterima oleh mereka yang mengenal beliau secara objektif. Kenapa demikian? Karena beliau menerapkan metode atau sistem brilian, bagaimana cara mendekati hati mereka, yang tentunya juga berdasarkan dari bimbingan Allah SWT. Hal-hal tersebut, bisa Anda dapatkan dalam buku ini.
 
 
 


Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di Yahoo! Answers

#364 From: Pustaka Alvabet <pustaka_alvabet@...>
Date: Tue Sep 11, 2007 6:03 am
Subject: Ketika Pers Berpihak pada Mukhtaran Bibi
pustaka_alvabet@...
Send Email Send Email
 
 
Resensi Buku di www.panyingkul.com
Selasa, 03-07-2007 

Ketika Pers Berpihak pada Mukhtaran Bibi

:: Mustamin al-Mandary ::


 
Sebuah buku yang menceritakan kisah perempuan Pakistan yang diperkosa secara beramai-ramai sebagai tumbal adat istiadat. Menolak santunan yang diberikan pemerintah, Mukhtaran Bibi, justru minta agar di desanya dibangun sekolah untuk anak-anak perempuan supaya mereka tidak mengalami nasib yang sama dengan dirinya. Kisahnya menyentak dunia karena mendapat simpati pers, sebagaimana diulas citizen reporter Mustamin al-Mandary.(p!)


Judul Buku
   : In the Name of Honor (Atas Nama Kehormatan)
Penulis        : Mukhtar Mai (dibantu oleh Marie Thérèse Cuny)
Penerjemah : M. Lukman Sadikin
Tebal             : 204 halaman
Penerbit       : Pustaka Alvabet, Jakarta, Maret 2007

 
Sejarah panjang manusia menempatkan perempuan pada posisi yang (hampir) selalu tertindas. Dari awal, “agama-agama” sudah menuduh Hawa – bekerja sama dengan Iblis – yang menyebabkan jatuhnya Adam dari surga. Sejarah awal Eropa dimulai dengan keterkungkungan perempuan, penghapusan hak-haknya, dan pengebiriannya dari aktifitas sosial yang hampir semuanya milik laki-laki. Sebagian orang Yunani kuno mengatakan bahwa perempuan adalah laki-laki yang cacat. Anak-anak perempuan yang baru lahir lazimnya di kubur hidup-hidup di abad keenam di semenanjung Arabia. Amerika mengenal hak-hak politik perempuan baru di awal abad keduapuluh.

Sejarah kolonialisme dari abad keenam belas sampai dengan kolonialisme modern saat ini, akrab dengan perempuan yang dieksploitasi dan diperbudak. Di Jawa, “pemberontakan” Kartini menjadi indikasi awal dari rentang waktu yang panjang peniadaan hak-hak dan penistaan perempuan.

Kita mungkin sedikit terhibur dengan kisah ratu Balqis yang menemukan kesetaraan di depan Nabi Sulaiman, atau Cleopatra yang menjadi pemenang dalam perebutan kekuasaan dengan laki-laki. Di Eropa mungkin kita akrab dengan ratu, atau naiknya beberapa perempuan sebagai pemimpin di beberapa negara di abad ini. Tetapi siapakah kelompok pekerja yang paling sering dianiaya dimana-mana? Siapakah yang paling sering diperjualbelikan? Siapa yang paling sering diperkosa lahir batin?

Buku In the Name of Honor ini membuka mata kita sekali lagi tentang masih adanya pemerkosaan dan penistaan menjijikkan terhadap perempuan, kisah seorang perempuan yang diperlakukan tidak lebih dari seekor kambing yang bisa disembelih kapanpun, tentu saja setelah diperah dan dinikmati laki-laki.

*****

Buku ini menceritakan perjuangan panjang seorang perempuan bernama Mukhtaran Bibi. Ditulis dengan gaya narasi, buku ini sangat enak dibaca walaupun di beberapa tempat terdapat terjemahan yang cukup membingungkan, misalnya cerita “Aku melewati malam demi malam…,” padahal kita tahu bahwa kejadian itu terjadi hanya dalam satu malam.

Mukhtaran Bibi adalah seorang perempuan petani miskin dan tak tahu baca tulis. Dia bisa membaca Alquran, hanya dengan mendengarnya. Mukhtaran lahir dari kelompok sosial yang lebih rendah, kasta Gujar, yang tinggal di desa Meerwala, di barat daya Punjab di daerah Muzaffargarh, Pakistan. Di daerah ini, terdapat pula kasta Mastoi yang status sosialnya lebih tinggi dan memiliki sebagian besar area pertanian di wilayah itu.

Tanggal 22 Juni 2002 adalah awal dari tragedi itu. Shakur, adik laki-laki Mukhtaran yang kurang lebih berusia 12 tahun dituduh memperkosa Salma, sebuah tuduhan yang akhirnya tidak terbukti. Salma adalah seorang perempuan muda dari kasta Mastoi. Dalam sebuah pertemuan adat yang didominasi oleh laki-laki dari kasta Mastoi, dewan adat kemudian memutuskan bahwa seorang perempuan Gujar harus meminta maaf kepada kaum Mastoi atas kejadian itu. Ternyata, pertemuan untuk prosesi permintaan maaf dari perempuan Gujar itu telah dimanfaatkan oleh laki-laki kaum Mastoi untuk sebuah niat yang sangat menjijikkan.

Mukhtaran membentangkan selendang di hadapan laki-laki kaum Mastoi sebagai simbol permintaan maaf kaumnya. Akan tetapi, kelompok laki-laki itu, dikawal oleh laki-laki lainnya yang bersenjata, kemudian menyeret Mukhtaran ke dalam sebuah bilik segi empat yang sempit. Di tempat itulah empat orang laki-laki Mastoi memperkosa Mukhtaran secara bergantian, entah berapa lama dan berapa kali. Setelah selesai, kelompok laki-laki itu kemudian mendorongnya keluar dalam keadaan setengah telanjang untuk kemudian bertemu dengan orang-orang yang sudah menunggunya dari tadi. Mukhtaran telah diperkosa secara massal, atas persetujuan adat, untuk “menghormati keadilan.”

*****

Di pedalaman Pakistan, sebagaimana yang dituturkan kepada Marie Thérèse Cuny, seorang penulis Perancis yang kemudian menyulap tutur Mukhtaran Bibi menjadi buku In the Name of Honor ini, sebagian besar kelompok masyarakat menempatkan perempuan sebagai objek penderita saja. Apa yang menimpa Mukhtaran Bibi hanyalah puncak gunung es dari kejadian-kejadian yang terjadi hampir setiap hari.

Laporan Komisi HAM Pakistan tahun 2002 menyebutkan bahwa dalam enam bulan pertama tahun itu, telah terjadi 150 kasus pemerkosaan di Punjab (hal. 140). Selain itu, komisi yang sama juga melaporkan bahwa sekitar 226 gadis Pakistan di Punjab yang umumnya masih sangat muda, diculik untuk dikawini secara paksa (hal. 145). Ironisnya, korban dari kejadian-kejadian yang serupa ini menimpa perempuan-perempuan dari kelompok yang sama; miskin, berkasta rendah, tidak bisa baca tulis, yang jangankan menyadari hak-haknya, mereka bahkan tidak tahu bahwa mereka memiliki hak sebagai manusia.

Dalam kasus Mukhtaran Bibi, peran yang sangat signifikan telah dimainkan oleh pers. Kegaduhan desa Meerwala setelah kejadian pemerkosaan massal terhadap Mukhtar juga akhirnya sampai ke telinga para wartawan. Melalui media massa, kisah Mukhtar kemudian beredar ke seantero Pakistan dan sekitarnya, bahkan ke seluruh dunia hanya dalam waktu empat hari. Simpati dan perhatian dari seluruh kalangan berdatangan, baik dari dalam maupun luar negeri. Yang sangat mengharukan, ketika Mukhtar diberikan santunan sebesar 500 ribu rupee oleh Menteri Pengembangan Perempuan yang diutus khusus oleh presiden, Mukhtar hanya mengatakan bahwa dia tidak membutuhkan uang, dia hanya butuh sekolah anak-anak perempuan di desanya bisa bersekolah dan tidak mengalami nasib yang sama dengan dirinya.

Pemerintah Pakistan di penghujung tahun 2002 kemudian memenuhi janjinya untuk mendirikan sekolah di desa Meerwala. Di sekolah inilah Mukhtaran Bibi kemudian menjadi Mukhtaran Mai (kakak perempuan yang dihormati), panggilan gadis-gadis kecil murid sekolah kepadanya. 10 Desember 2002, Mukhtar menerima penghargaan dari Komisi Hak Asasi Manusia Internasional. Bantuan untuk sekolahnya mengalir dari berbagai penjuru dunia, khususnya setelah profil Mukhtar Mai School di muat di The New York Times pada bulan Desember 2004. Perkenalannya dengan Naseem, seorang perempuan yang kemudian menjadi kepala sekolahnya, dan Mustapha Baloch yang menghubungkannya secara lebih erat dengan dunia luar, menjadikan cita-cita Mukhtar semakin mendekati kenyataan. Tahun 2005 Mukhtar boleh berbangga, sekolahnya telah memiliki 160 orang siswa dan lebih dari 200 murid perempuan. Ketika melihat murid-murid perempuan itulah Mukhtar akhirnya tersenyum bahagia, dia yakin bahwa dia telah memenangkan pertarungan itu!

Dengan bantuan pers, Mukhtar berubah dari seorang korban menjadi seorang pejuang. Pers telah menggunakan fungsinya “pada waktu yang tepat” sebagai pendamping dan pendukung perjuangan perempuan mendapatkan hak-haknya. Berita dan pemaparan kasus Mukhtaran Mai, bahkan pemberitaan tentang perjuangannya untuk membangun sekolah di desanya, bukan hanya memenangkan Mukhtar dalam pengadilan, tetapi juga menjadi kunci tercapainya cita-cita Mukhtar untuk mencerdaskan masyarakatnya, bukan hanya dari klannya, tetapi juga dari klan Mastoi yang pernah menghancurkan hidupnya.

Namun demikian, bukan berarti bahwa jalan Mukhtar cukup mudah. Di kalangan pers Pakistan pada waktu itu, muncul pula beberapa tuduhan bahwa Mukhtar telah dimanfaatkan dan dijual oleh pers asing untuk kepentingan-kepentingan tertentu. Tuduhan lain, Mukhtar dianggap telah membesar-besarkan kisah pemerkosaan terhadap dirinya untuk mendapatkan keuntungan tersendiri. Belajar dari dua modus kehadiran pers dalam kasus Mukhtar, kita ternyata juga mendapatkan pelajaran lain, bahwa pers pun bisa bermata dua. Tetapi lepas dari kedua modus tersebut, kita kini semakin perlu untuk menekankan pentingnya profesionalisme pelaku pers. Sejatinya, pers haruslah menjadi mitra dan pendukung dalam setiap usaha untuk memulihkan hak-hak kaum tertindas, khususnya perempuan.(p!)

Mustamin al-Mandary bisa dihubungi melalui email: mustamin.almandary@...
 


==========================================
Pustaka Alvabet
Ciputat Mas Plaza Blok B/AD
Jl. Ir. H. Juanda No. 5A,
Ciputat, Jakarta 15411 Indonesia
Telp. +62 21 7494032, 74704875 Fax. +62 21 74704875
Website: http://www.alvabet.co.id


Shape Yahoo! in your own image. Join our Network Research Panel today!

#365 From: saint lucifer <loneranger7732@...>
Date: Tue Sep 11, 2007 4:34 pm
Subject: Makasiiih
loneranger7732
Send Email Send Email
 
kutubuku makasih yaaa buku the historian-nya dah nyampe (senangnya akyuuuuu).
once again makasih ya

didi


Don't let your dream ride pass you by. Make it a reality with Yahoo! Autos.

#366 From: Kutukutubuku <kutubuku.id@...>
Date: Wed Sep 12, 2007 4:30 am
Subject: Re: Makasiiih
salsabeel4
Send Email Send Email
 
dear didi..,

ok..sama2....
happy reading yah mba...
di tunggu yah next ordernya ^_^...

oya..selamat menjalankan ibadah puasa yah..'

-best regard
-kutukutubuku-

On 9/11/07, saint lucifer <loneranger7732@...> wrote:

kutubuku makasih yaaa buku the historian-nya dah nyampe (senangnya akyuuuuu).
once again makasih ya

didi


Don't let your dream ride pass you by. Make it a reality with Yahoo! Autos.




--
www.kutukutubuku.com


#367 From: Kutukutubuku <kutubuku.id@...>
Date: Thu Sep 13, 2007 9:24 am
Subject: Ramadhan 2007 Newsletter - Kutukutubuku.com
salsabeel4
Send Email Send Email
 



Jika tidak dapat melihat Newsletter, Klik di sini







--
www.kutukutubuku.com


#368 From: Ade Hidayat <ibnuadam_1@...>
Date: Sat Sep 15, 2007 3:19 am
Subject: Buku bagus, menarik, dan motivator
ibnuadam_1
Send Email Send Email
 
Penulis           : Muhammad bin Ismail Al ‘Umrani
Ukuran buku : 13 x 19
Halaman        : 148 (Hard Cover/luks)
Penerbit         : QultumMedia. 2007
 
 
BERBURU CINTA ATAS NAMA ALLAH
 
·        Menjadi muslim yang dicintai dan kharismatik
·        Kiat meraih simpati
·        Menundukkan kerasnya hati manusia
·        Agar dihargai, dihormati, dan diikuti
·        Mencontoh Rasulullah bersosialisasi
 
Manusia menginginkan hidupnya tenteram, sukses, bahkan ingin menjadi pemimpin; seluruh perkataannya ingin didengar, diperhatikan, sekaligus dituruti sesuai dengan keinginannya. Namun, Banyak kendala yang dialami umat Islam ketika berinteraksi dengan sesamanya yang lain. Ada yang sungguh-sungguh bekerja, tapi ia masih tetap tidak dihargai pekerjaannya. Ada yang sudah berusaha bergaul, tapi ia masih tetap belum mendapatkan tempat di hati mereka. Ada yang sudah memiliki ilmu yang tinggi, tapi masih tetap perkataannya tidak diikuti. Lebih ironis lagi, seseorang sudah berusaha agar ia dicintai, dijadikan panutan, tapi ia malah dimusuhi.
            Ada banyak orang-orang  sukses di bidangnya masing-masing. Terutama junjungan kita, Nabi Muhammad saw. Beliau adalah orang yang paling sukses mengambil hati manusia, sehingga beliau dicintai, dihormati, dikagumi, disegani oleh kawan maupun lawan, bahkan agamanya begitu mudah diterima oleh mereka yang mengenal beliau secara objektif. Kenapa demikian? Karena beliau menerapkan metode atau sistem brilian, bagaimana cara mendekati hati mereka, yang tentunya juga berdasarkan dari bimbingan Allah SWT. Hal-hal tersebut, bisa Anda dapatkan dalam buku ini.
 
http://www.qultummedia.com
 


Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di Yahoo! Answers

#369 From: "pnat_80" <pnat_80@...>
Date: Sat Sep 15, 2007 7:20 am
Subject: THICK FACE BLACK HEART
pnat_80
Send Email Send Email
 
HAI SEMUANYA ADA YANG BISA BANTUIN AKU GAK??
KU LAGI NYARI BUKU YANG JUDULNYA
THICK FACE BLACK HEART , THE WARRIOR PHILOSOPHY FOR CONQUERING THE
CHALLENGES OF BUSINESS AND LIFE.
AND SATU LAGI YANG : THE ASIAN PATH TO THRIVING,WINNING,AND SUCCEEDING.
TAPI YANG UDAH DI TRANSLETE DALAM BAHASA INDONESIA.
SEBELUMNYA AKU UCAPKAN TERIMA KASIH ATAS INFONYA.

NATALIA

#370 From: "Gopina Goham" <alfin.baby@...>
Date: Mon Sep 17, 2007 12:49 am
Subject: Re: THICK FACE BLACK HEART
alfin_baby
Send Email Send Email
 
nulisnya jangan capslock semua donk. kesannya lagi marah2 :p



On 9/15/07, pnat_80 <pnat_80@...> wrote:

HAI SEMUANYA ADA YANG BISA BANTUIN AKU GAK??
KU LAGI NYARI BUKU YANG JUDULNYA
THICK FACE BLACK HEART , THE WARRIOR PHILOSOPHY FOR CONQUERING THE
CHALLENGES OF BUSINESS AND LIFE.
AND SATU LAGI YANG : THE ASIAN PATH TO THRIVING,WINNING,AND SUCCEEDING.
TAPI YANG UDAH DI TRANSLETE DALAM BAHASA INDONESIA.
SEBELUMNYA AKU UCAPKAN TERIMA KASIH ATAS INFONYA.

NATALIA



#371 From: Kutukutubuku <kutubuku.id@...>
Date: Wed Sep 19, 2007 5:38 am
Subject: Re: THICK FACE BLACK HEART
salsabeel4
Send Email Send Email
 
dear natalia...,

nanti kami carikan dulu yah...
dan nanti jika kami sudah dapat infonya akn kami reply ke email anda...

best regard
-kutukutubuku-

On 9/15/07, pnat_80 <pnat_80@...> wrote:

HAI SEMUANYA ADA YANG BISA BANTUIN AKU GAK??
KU LAGI NYARI BUKU YANG JUDULNYA
THICK FACE BLACK HEART , THE WARRIOR PHILOSOPHY FOR CONQUERING THE
CHALLENGES OF BUSINESS AND LIFE.
AND SATU LAGI YANG : THE ASIAN PATH TO THRIVING,WINNING,AND SUCCEEDING.
TAPI YANG UDAH DI TRANSLETE DALAM BAHASA INDONESIA.
SEBELUMNYA AKU UCAPKAN TERIMA KASIH ATAS INFONYA.

NATALIA




--
www.kutukutubuku.com


#372 From: Kutukutubuku <kutubuku.id@...>
Date: Wed Sep 19, 2007 5:48 am
Subject: Buku BUKAN BINATANG BIASA with signature
salsabeel4
Send Email Send Email
 
Dear kutukutuers,

kutukutubuku punya 5 pcs limited item untuk buku BUKAN BINATANG BIASA dari penulis komedi Raditya Dika (pengarang cinta brontosaurus dan kambing jantan) special dgn tanda tangan dari sang penulis himself! Ditanggung bakal ngakak bacanya =)
Mau buat kado?? dapatkan free gift wrap dr kutukutubuku.

Penawaran ini hanya untuk anggota mailing list kutukutubuku dan hanya berlangsung selama stok masih ada. pesannya via telp aja lsg ke Henny atau Ditha di hotline kutukutubuku di 021-7981283 atau 081519922250

cheers,
www.kutukutubuku.com


#373 From: Pustaka Alvabet <pustaka_alvabet@...>
Date: Thu Sep 20, 2007 3:45 am
Subject: (Buku Baru Alvabet) THE CROSS AND THE CRESCENT by Richard Fletcher
pustaka_alvabet@...
Send Email Send Email
 
 
 
 
RICHARD FLETCHER
 
 
 
DATA BUKU:
 
Penerbit               : Pustaka Alvabet
Kategori Serial      : AlvabetSejarah
Editor                  : Syaiful Hakim
Penerjemah         : Abdul Malik
Cetakan              : I, September 2007
Ukuran                : 12,5 x 20 cm
Tebal                   : 212 (termasuk indeks)
ISBN                   : 978-979-3064-51-2
Harga                  : Rp. 29.900,-
 
                                                                                    
 
SINOPSIS:
 
The Cross and the Crescent menuturkan relasi antara umat Muslim dan Kristen sejak pasca wafatnya Nabi Muhammad Saw. hingga masa Reformasi Eropa. Penulisnya, Richard Fletcher, menyajikan gambaran dan tinjauan yang jelas mengenai riwayat ketika Islam dan Kristen pernah berdampingan dan saling berbenturan sejak perjumpaan awal antara keduanya. Karya ini termasuk catatan penting di bidang sejarah. Dari sini kita tahu bahwa Islam dan Kristen tak selalu berseteru.
 
Relasi antara kaum Muslim dan Kristen terbentuk melalui penaklukan, diplomasi, ziarah ke kota suci, dan perniagaan, yang membawa keduanya ke dalam kontak intensif. Kontak intensif ini berlangsung saat keduanya berbagi karya cipta seperti kertas dan sempoa, atau kala para saudagar menjelajahi sepanjang kawasan Mediterania untuk menjual barang dagangan mereka—tekstil, pakaian dari bulu binatang, rempah-rempah, dupa, dan gading.
 
Sebelum terjalin interaksi positif tersebut, umat Muslim memandang umat Kristen sebagai kaum pagan yang haus darah. Sebaliknya, umat Kristen mencemooh umat Muslim sebagai kumpulan penganut sekte sesat. Kesalahpahaman itu, seperti didedahkan Fletcher dalam buku ini, telah menjerumuskan kedua pemeluk agama ke dalam konflik berdarah dan berkepanjangan.
 
 
 
“Mengagumkan… paparan rinci yang memesona… dan sangat berguna bagi suatu diskusi yang sehat dan berimbang.”
—Karen Amstrong, Guardian
 
 “Sebuah buku yang penting bagi era kita saat ini…”
—Felipe Fernández-Armesto, Independent
 
“Elegan, tajam, dan memikat.”
—Geoffrey Wheatcroft, Daily Mail
 
“Laporan Fletcher ihwal persepsi awal orang Barat atas kaum Muslim sungguh mengagumkan.”
—Martin Bright, Observer 
 
“Karya yang memikat… Kecemerlangan buku ini terletak pada kemampuannya menunjukkan bahwa perseteruan antar-agama hanyalah imbas dari kebijakan politik atau ekonomi yang dibentuk atas dasar kepentingan-kepentingan yang lain… Fletcher telah menyaring berbagai pemikiran keagamaan, filsafat, dan politik yang berlangsung selama berabad-abad.”
—Hugh MacDonald, Glasgow Herald
 
“Sebuah pemeriksaan yang jelas… bijaksana, memancing pemikiran dan diterbitkan tepat pada masanya.”
—Alan Judd, Sunday Telegraph
 
“Ditulis secara elegan… Sumbangan pemikiran Fletcher untuk perkara yang kerap memicu debat kusir, sangat layak dan patut mendapat acungan jempol.”
—Jonathan Riley-Smith, Sunday Times
 
“Penulisnya memiliki gaya yang apik dalam memainkan kata dan ide. Dia menampilkan cukup banyak bagian dari idenya yang berlimpah dalam topik karangannya yang hebat.”
—Jonathan Sumption, Asian Age
 
“Mengesankan… Sebuah tinjauan yang ringkas, terpelajar, dan berbasis pada kenyataan.”
—Alexander Waugh, Sunday Telegraph
 
“Sangat mudah dibaca… padat dan disertai bukti yang jelas.”
—Benard Hamilton, History Today
 
 
 
TENTANG PENULIS:
 
Richard Fletcher (1944—2005) adalah profesor sejarah dari University of York, AS, dengan spesialisasi studi abad pertengahan. Karyanya, The Quest for El Cid (1991) memenangkan Wolfson Award dan The Los Angeles Times History Prize, sedangkan The Barbarian Conversion: From Paganism to Christianity 371-1386 M termasuk salah satu buku terlaris di tahun 1999.


==========================================
Pustaka Alvabet
Ciputat Mas Plaza Blok B/AD
Jl. Ir. H. Juanda No. 5A,
Ciputat, Jakarta 15411 Indonesia
Telp. +62 21 7494032, 74704875 Fax. +62 21 74704875
Website: http://www.alvabet.co.id


Take the Internet to Go: Yahoo!Go puts the Internet in your pocket: mail, news, photos more.

#374 From: "klimax.galery" <klimax.galery@...>
Date: Fri Sep 21, 2007 2:55 am
Subject: Fwd: Undangan Bedah Buku dan Kajian Zikir
klimax.galery
Send Email Send Email
 
H A D I R I L A H  ! ! !

BEDAH BUKU DAN KAJIAN TENTANG ZIKIR
BERSAMA
UST. TAUFIK ALI YAHYA
JUM'AT, 21 SEPTEMBER 2007
PUKUL 15.30 – 17.30 WIB
DI MASJID AL-MADINAH
CILEDUG BUSINESS DISTRICT (CBD)

INFORMASI DAN KONFIRMASI :
99174815

--- In Al-Irfan@yahoogroups.com, Ali Habermas <alihabermas@...> wrote:

   H A D I R I L A H  ! ! !

   BEDAH BUKU DAN KAJIAN
   TENTANG ZIKIR
   BERSAMA
   UST. TAUFIK ALI YAHYA
   JUM’AT, 21 SEPTEMBER 2007
   PUKUL 15.30 â€" 17.30 WIB
   DI MASJID AL-MADINAH
   CILEDUG BUSINESS DISTRICT (CBD)

   INFORMASI DAN KONFIRMASI :
   99174815


---------------------------------
Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di
Yahoo! Answers

--- End forwarded message ---

#375 From: Kutukutubuku <kutubuku.id@...>
Date: Fri Sep 21, 2007 5:11 am
Subject: promo buku masakan kutukutu diskon 25% khusus anggota milis kutu
salsabeel4
Send Email Send Email
 
Dear kutukutuers,

Kami ada promo buku masakan/resep khusus untuk anggota mailing list kutukutu, diskon special 25% loh!
lumayan buat experimen hidangan sahur, berbuka dan buat lebaran =)
Ga suka masak? hadiahkan buku ini ke teman, nyokap, pembokat, pacar, kakak, adik, nenek -->biar dimasakin hehehhe

Buruan ya, promo hanya selama stok ada.
Untuk pemesanan, spt biasa aja via email ini atau kalo mo cepat telp ke hotline kutukutu di 7981283 / 081519922250



LIST BUKU MASAKAN PROMO DISKON 25% all item:

membuat pontia pisang goreng     29,000     25%        21,750
hidangan favorit ala resto & café italia    22500    25%        16,875
roti tawar klasik dan modern     18,000     25%        13,500
drop cookies    22000    25%        16,500
ayam    22000    25%       16,500
cake klasik favorit serba kukus    22000    25%       16,500
primarasa teori&resep olahan lezat pasta     23,000     25%         17,250
kue kering modern ny.liem     35,000     25%         26,250
Kue Kering Cokelat     35000    25%        26,250
cream soup favorit ala café     18,000     25%        13,500
Berkreasi dengan mi    18000    25%        13,500
risoles,lumpia,dan lemper      25,000     25%        18,750
Barbecue Plus    25000    25%          18,750
Steak favorit ala café     20,000     25%        15,000
Sajian masak femina primarasa indonesia : sajian mi favorit s   22000    25%       16,500
Sandwich & Burger    25000    25%        18,750
cake lezat     15,000     25%         11,250
cake tulban mini panggang     18,000     25%        13,500
lebih akrab dgn hidangan jawa-bali      22,500     25%        16,875
cake populer ala singapore     18,000     25%        13,500
Jamuan Istimewa 6 menu hidangan     21000    25%        15,750
Sajian Pesta    19500    25%       14,625
Masak Praktis dengan Microwave    40000    25%         30,000
Seri usaha boga : Kue favorit ala cake shop dan bakery     18,000     25%        13,500
Hidangan favorit ala resto thailand     22,500     25%      16,875
--
www.kutukutubuku.com


#376 From: "Retno Wulandari" <retno.wulandari@...>
Date: Tue Oct 23, 2007 11:10 am
Subject: asbabun nuzul
eno_ceriaa
Send Email Send Email
 
hayyyy.. bookworm,

met lebaran buat yang ngerayain ya, wising your lebaran will be
wonderful deh..

mods da shopkeeper kutu2buku, ada stok buku tentang asbabun nuzul gak?
buku tentang sebab2 turunnya ayat quran.

tnx eniwei baswei yah...

#377 From: Kutukutubuku <kutubuku.id@...>
Date: Wed Oct 24, 2007 8:10 am
Subject: Re: asbabun nuzul
salsabeel4
Send Email Send Email
 
dear retno..,

untuk buku asbabul nuzul ttg sebab2 turunnya al-quran akan kami carikan dulu yah mba..
kami sudah  tanyakan ttg bukunya tapi di supplier masih di carikan dulu buku2 ttg asbabul nuzulnya mba retno..

dan jika kami sudah dapat infonya akan kami kabari yah mba..:)

best regard
ditha
-kutukutubuku-

On 10/23/07, Retno Wulandari < retno.wulandari@...> wrote:

hayyyy.. bookworm,

met lebaran buat yang ngerayain ya, wising your lebaran will be
wonderful deh..

mods da shopkeeper kutu2buku, ada stok buku tentang asbabun nuzul gak?
buku tentang sebab2 turunnya ayat quran.

tnx eniwei baswei yah...




--
www.kutukutubuku.com


#378 From: "sanSan san" <santitobing@...>
Date: Fri Oct 26, 2007 4:43 am
Subject: MAU NAWARIN MAJalah2ku nihhh.....
santitobing
Send Email Send Email
 

Yg berminat Japri aja ke: santitobing@... / 08561053588

 

Thanks modsss….

Ongkos kirim ditentukan kemudian yah

 

Sansan

 

 

Majalah Femina @ 8000 saja…..

 

Majalah Femina No. 8 (23-28 Februari 2007) Cover: Anissa Pohan

Majalah Femina No. 18 ( 3-9 Mei 2007) Cover: Linda Ramadhanty & Yoelitta

Majalah Femina No. 05 (1-7 Februari 2007) Cover: Masayu, Intan,Revalina, Domi, Shandy)

Majalah Femina No.11 ( 15-21 Maret 2007) Cover: Sigi Wimala

Majalah Femina No. 12 ( 22-28 Maret 2007) Cover: Darius, Marcella,Tora,Nico, Winky

Majalah Femina No. 30 (26 Juli- 1 Agustus 2007) Cover: Kartika Ayuningtyas

Majalah Femina No. 35 ( (30 Agustus-5 September 2007) cover: kamidia Radisti (putrid Indonesia 2007)

 

 

 

Majalah Femina No. 40 (4-10 Oktober 2007) Cover: Delita Iskandar ( pemenang busana tradisional WF 2007) ----- à kalo yg ini masih segel plastik, belum dibuka n dibaca , harga 12 ribu saja…..

 

 

CHIC: @ 8000 saja

 

Chic NO. 03/2007 (28 Maret-12 April 2007) Cover: Joana Alexandra

Chic No.07/2007 (23 Mei-15 Juni 2007) Cover: Ririn Dwi Aryanti

Chic No. 8/2007 (6-19 Juni 2007) Cover: Angel Karamoy

Chic No. 12/2007 (1-14 Agustus 2007) Cover: Asty Ananta

 

Chic Man Editon No.6/2007 (9-22 Mei 2007), cover: Evan Sanders-- à 15 ribu sajah……



--
Santi Tobing
Kantor Pelayanan Pajak BUMN
Seksi Pelayanan
Jl. Taman Makam pahlawan Kalibata
Jakarta Selatan 12760
021-7975361 ext 120

#379 From: Kutukutubuku <kutubuku.id@...>
Date: Fri Oct 26, 2007 4:00 am
Subject: Re: asbabun nuzul
salsabeel4
Send Email Send Email
 
dear mba retno..,

buku asbabul nuzul ttg turunnya ayat2 Al-Quran ada mba..
harganya Rp.34.000,-

jika mba berminat akan kami pesankan..

di tunggu konfirmasinya yah mba retno..:)

demikian informasi dari kami
best regard
ditha
-kutukutubuku-

On 10/24/07, Kutukutubuku <kutubuku.id@...> wrote:
dear retno..,

untuk buku asbabul nuzul ttg sebab2 turunnya al-quran akan kami carikan dulu yah mba..
kami sudah  tanyakan ttg bukunya tapi di supplier masih di carikan dulu buku2 ttg asbabul nuzulnya mba retno..

dan jika kami sudah dapat infonya akan kami kabari yah mba..:)

best regard
ditha
-kutukutubuku-


On 10/23/07, Retno Wulandari < retno.wulandari@...> wrote:

hayyyy.. bookworm,

met lebaran buat yang ngerayain ya, wising your lebaran will be
wonderful deh..

mods da shopkeeper kutu2buku, ada stok buku tentang asbabun nuzul gak?
buku tentang sebab2 turunnya ayat quran.

tnx eniwei baswei yah...




--
www.kutukutubuku.com




--
www.kutukutubuku.com


#380 From: "sanSan san" <santitobing@...>
Date: Mon Oct 29, 2007 5:35 am
Subject: Jual: Femina, Chic,novel , chicklit, comics
santitobing
Send Email Send Email
 
Hi friends....
I just want to sell some of my readable things that I have..
please check out at my multiply site:
 

 

 
cheers
 
Jakarta

 

#381 From: Pustaka Alvabet <pustaka_alvabet@...>
Date: Tue Oct 30, 2007 6:16 am
Subject: (Buku Baru Alvabet) THE SIRENS OF BAGHDAD by Yasmina Khadra
pustaka_alvabet
Send Email Send Email
 

 
The Sirens of
B A G H D A D
a novel
 
YASMINA KHADRA
 
 
DATA BUKU:
 
Penerbit               : Pustaka Alvabet
Kategori Serial      : AlvabetSastra
Editor                  : Nura Annisa
Penerjemah         : Abdul Malik
Cetakan              : I, Oktober 2007
Ukuran                : 12,5 x 20 cm
Tebal                   : 374 halaman
ISBN                   : 978-979-3064-49-9
Harga                  : Rp. 39.900,-
 
SINOPSIS:
The Sirens of Baghdad adalah novel ketiga dari trilogi karya Yasmina Khadra
tentang fundamentalisne Islam. Dalam novel ini, Khadra mengajak pembaca
mengunjungi Baghdad yang tercabik-cabik akibat perang.
 
Seorang pemuda terpaksa hengkang dari Universitas Baghdad saat Amerika menyerbu Iraq. Ia kembali ke kampungnya di tengah padang pasir. Tetapi di sana, ia mendapati serdadu Amerika membunuh seorang pemuda idiot, juga pesawat Amerika yang tengah membom-bardir pesta pernikahan di kawasan pinggiran desa. Tak lama berselang, pada suatu malam, sekelompok tentara memaksa masuk ke dalam rumahnya dan menyiksa ayahnya.
 
Atas peristiwa itu, sang pemuda memutuskan kembali ke kota Baghdad yang telah luluh-lantak. Bergemuruh dalam dadanya tekad membalas dendam. Tak urung, sebuah kelompok garis keras tertentu pun dimasukinya. Untuk suatu misi rahasia, ia dikirim ke Beirut, hingga akhirnya tugas berat membawanya ke London. Menjelang detik-detik penerbangannya menuju London, konflik batin tiba-tiba mengoyak pendiriannya: di satu sisi berhasrat menuntaskan misi dan di sisi lain keinginan itu ditahan oleh prinsip-prinsip moral yang dianutnya.
 
Dengan ketajaman analisis atas peristiwa kekerasan dan akibatnya bagi diri seseorang, Khadra berhasil menggali situasi-situasi pelik, yang tak mungkin dilakukan penulis lain. Seperti karya-karya sebelumnya, dengan penuh kekuatan, novel ini mengungkap naluri terdalam manusia, dan membuktikan bahwa kebaikan pasti menang sekalipun dalam situasi amat mengerikan.
                                                
 
 
“Novel paling sempurna di antara trilogi Khadra. Di dalamnya kita bisa mendengar suara kemanusiaan sejati yang mengatasi segalanya.”
—Le Monde
 
“Yasmina Khadra akan menjadi penulis Prancis paling berkarakter, meneruskan jejak rekan senegaranya—keturunan Aljazair—Albert Camus.”
—Philadelphia Inquirer
 
“Kisah luar biasa yang diceritakan oleh narator ulung. Laiknya penutur hebat dibidang sejarah, Khadra menampilkan kontradiksi karakter dalam diri setiap tokohnya, yang mewakili keseluruhan kondisi manusia.”
—Le Point
 
“Alih-alih mencipta karya sederhana dengan sudut pandang benar-salah, Khadra justru menonjolkan kompleksitas historis dan nuansa psikologis sebagai alur cerita. Ini berarti, sang novelis politik ini juga seorang humanis tulen.”
—Le Nouvel Observateur
 
 
 
TENTANG PENULIS:
 
Yasmina Khadra bukanlah nama sebenarnya. Sebagaimana terungkap dalam L’Ecrivain, otobiografinya yang terbit pada 2001, nama aslinya Mohammed Moulessehoul. Pria keturunan Aljazair ini kini menetap di Prancis, setelah lama tinggal di Meksiko. Khadra menulis banyak buku, antara lain L’Imposture des mots (The Imposture of the Words), Les Hirondelles de Kaboul (The Swallows of Kabul), L’Attentat (The Attack), Au nom de Dieu (In the Name of God), dan Reves de Loup (


==========================================
Pustaka Alvabet
Ciputat Mas Plaza Blok B/AD
Jl. Ir. H. Juanda No. 5A,
Ciputat, Jakarta 15411 Indonesia
Telp. +62 21 7494032, 74704875 Fax. +62 21 74704875
Website: http://www.alvabet.co.id

__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com


#382 From: Jhon Fraklin <jendelaonline@...>
Date: Wed Oct 31, 2007 6:58 pm
Subject: Undangan Komunitas Menulis Bogor (KMB)
jendelaonline
Send Email Send Email
 
UNDANGAN

Kepada Semua Rekan-rekan

Postingan ini disampaikan sebagai kelanjutan dari kegiatan Komunitas Menulis Bogor (KMB) yang terbentuk atas prakarsa anggota milis Kota-Bogor. Postingan ini merupakan undangan kepada semua Bapak/Ibu/Saudara/ i para anggota milis Kota Bogor untuk hadir pada Pertemuan Bulan Nopember 2007 Komunitas Menulis Bogor (KMB) Milis Kota Bogor, sebagai acara kita bersama, yang akan diadakan pada:

Hari / Tanggal    : SABTU, 3 Nopember 2007
Waktu                 : 13:00 s/d 17:00
Tempat                : Toko Buku Alternatif Jendela
                             Kompleks LIPI,  Jl. Cikabuyutan No.6,
 
                            Baranangsiang BOGOR
                             (70 meter dari pintu exit Pol Bis Damri Bandara,
                              atau +/- 100 meter dari exit Botani square
                              ke arah tol Jagorawi).


Topik                : Silaturahmi / Halal Bihalal (sederhana)

                          Bahas-Bersama Proses Jadi Novel
                           Copy Tulisan Rekan rekan

Peserta            : Para Anggota Milis Kota Bogor dan Umum (non milis)

Untuk segala perhatian dan segala macamnya, sekali lagi kami ucapkan terima kasih. Dan kami tunggu kehadiran anda.

Salam dan hormat kami,
A,n. Rekan rekan KMB (sementara, sd terbentuknya pengurus solid)

Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com


Messages 353 - 382 of 1801   Oldest  |  < Older  |  Newer >  |  Newest
Add to My Yahoo!      XML What's This?

Copyright © 2010 Yahoo! Inc. All rights reserved.
Privacy Policy - Terms of Service - Guidelines NEW - Help